October 03, 2016

PERAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU (QUALITY MANAGEMENT SYSTEM) ISO 9001:2008


Judul: PERAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU (QUALITY MANAGEMENT SYSTEM) ISO 9001:2008
Penulis: Evince Oktarina


PERAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PENERAPAN
SISTEM MANAJEMEN MUTU
(QUALITY MANAGEMENT SYSTEM) ISO 9001:2008
DALAM MANAJEMEN PROYEK KONSTRUKSI
(STUDI KASUS PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT UNIVERSITAS ANDALAS PADANG)
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mutu adalah suatu citra yang sangat didambakan oleh setiap kontraktor dalam memberikan jasa kepada pemilik proyek, baik dalam hal jasa pelayanan maupun jasa konstruksi. Mutu menekankan kepuasan pelanggan atau pemakaian produk, dalam suatu proyek gedung, pelanggan dapat bearti pemberi tugas, penyewa gedung atau masyarakat pemakai. Misalnya dari segi disain, kepuasan dapat diukur dari segi estetika, pemenuhan fungsi, keawetan bahan, keamanan dan ketepatan waktu. Sedangkan dari segi pelaksanaan, ukurannya adalah kerapihan penyelesaian, integritas (sesuai gambar dan spesifikasi) pelaksanaan, tepatnya waktu penyerahan dan biaya, serta bebas cacat pada prinsipnya mutu dalam jasa konteks industri jasa konstruksi prinsipnya adalah conformance to requirement, yaitu hasil yang dikerjakan sesuai dengan apa yang disyaratkan atau yang distandarkan.
Mutu (kualitas) dalam kerangka ISO 9000 didefenisikan sebagai "ciri dan karakter menyeluruh dari suatu produk atau jasa yang mempengaruhi kemampuan produk tersebut untuk memuaskan kebutuhan tertentu". Hal ini berarti bahwa kita harus dapat mengidentifikasi ciri dan karakter produk yang berhubungan dengan mutu dan kemudian membuat suatu dasar tolak ukur dan cara pengendaliannya.
Pengelolaan mutu dapat dijalankan melalui Total Quality Management (TQM), yang sesungguhnya merupakan payung dri segala sistem manajemen mutu yang ada, karena TQM mencakup segala aspek kegiatan kontraktor yang harus dikelola dengan benar agar mutu hasil kerjanya memuaskan pemilik proyek.
ISO 9001:2008 merupakan salah satu sistem manajemen mutu yang berprinsip pada TQM. Sistem ini sangat populer karena penerapannya mendetail dan sistematis. Selain itu didalamnya terdapat keharusan pengawasan mutu internal secara periodik (Internal Quality Audit). Pada saat ini ISO 9001:2008 menjadi pilihan utama bagi kontraktor yang ingin menerapkan sistem manajemen mutu secara konsisten dan sistematis (wiryodiningrat, 1997).
Sertifikasi ISO 9001:2008 ini menunjukkan kontraktor mempunyai bukti nyata yang diakui secara nasional maupun internasional bahwa perusahaan tersebut benar-benar telah menerapkan manajemen mutu dalam proses produksinya.
PT. Adhi Karya Tbk adalah salah satu perusahaan kontraktor nasional yang telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008 dan telah menerapkannya dalam pelaksanaan proyek-proyek jasa konstruksi. PT Adhi Karya (ADHI) berencana menyelesaikan 15 proyek pembangunan senilai Rp 1,43 Triliun yang jatuh tempo sepanjang tahun ini (Britama.com). Salahsatu pembangunan gedung yang jatuh tempo pada tahun ini adalah pembangunan Rumah Sakit Universitas Andalas dengan nilai kontrak Rp 141 miliar.
Sumberdaya manusia memiliki peran penting diantara faktor-faktor yang lain dalam organisasi perusahaan. Hal tersebut menuntut perusahaan perlu memperhatikan kinerjanya. Dalam konsep manajemen, manusia sebagai sumber daya dalam perusahaan/instansi diharapkan mampu memanfaatkan dan meningkatkan tenaga sepenuhnya atau seoptimal mungkin untuk meningkatkan produktifitas yang terciptanya hubungan kerja yang bermutu. Memanfaatkan sumberdaya manusia terkandung pengertian pembinaan struktur organisasi dan pengembangan mutu tenaga kerja baik secara aktual maupun potensial. Kinerja tidak hanya merupakan produktifitas karena kinerja menyangkut perilaku alami yang dimiiki oleh seseorang untuk bebas melakukan tindakan sesuai dengan keinginannya, perilaku bebas untuk bertindak ini tetap tidak bisa dilepaskan dari syarat-syarat formal.
Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui bagaimana penerapan sumber daya manusia dalam manajemen mutu dengan mengacu kepada ISO 9001:2008 pada pengerjaan proyek pembangunan rumah sakit universitas andalas padang Sumatera Barat.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan yang dapat diangkat dalam penelitian ini adalah:
Bagaimana penerapan Sumber Daya Manusia dalam standar manajemen mutu ISO 9001:2008 yang dilaksanakan oleh PT. Adhi Karya dalam proyek pembangunan Rumah Sakit Universitas Andalas.
Faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala dalam manajemen sumber daya manusia penerapan standar mutu ISO 9001:2008 pada proyek Pembangunan Rumah Sakit Universitas Andalas Padang.
Tinjauan Pustaka
Untuk tercapainya mutu produk yang baik salah satu faktor penunjang adalah sumberdaya manusia. Dimana Perusahaan perlu memperhatikan kinerjanya. Usaha peningkatan kinerja sumberdaya manusia adalah melalui memberikan pendidikan, pelatihan dan pengembangan baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.
Beberapa uraian tentang kinerja menurut Rivai (2005) adalah sebagai berikut: 1) Kinerja merujuk pada tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas serta kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, 2) Kinerja dikatakan baik dan sukses jika tujuan yang diinginkan dapat tercapai dengan baik dan kinerja tidak berdiri tapi dipengaruhi tiga faktor kemampuan, keinginan dan lingkungan (Donely, Gibson and Ivencevich:1994). Kinerja sebagai fungsi interaksi antara kemampuan dan ability (A), motivasi atau motivation (M), dan kesempatan atau opportunity (O) yaitu kinerja kinerja = f (A x M x O ), artinya kinerja merupakan fungsi dari kemampuan , motivasi dan kesempatan (Robins:1996).
Dari pendapat diatas maka dapat disimpulkan peformance atau kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai seseorang atau kelompok orang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan secara legal, tidak melanggar hukum, tidak bertentangan dengan etika dan dipengaruhi oleh kemampuan, keinginan, lingkungan dan kesempatan.
Sistem Manajemen Mutu (SMM) merupakan sekumpulan prosedur terdokumentasi dan praktek-praktek standar untuk manajemen sistem yang bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk terhadap kebutuhan atau persyaratan tertentu. Kebutuhan atau persyaratan itu ditentukan atau dispesifikasikan oleh pelanggan dan organisasi. SMM mendefenisikan bagaimana organisasi menerapkan praktek-praktek manajemen mutu secara konsisten untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan pasar.
Lembaga ISO yang berdiri sejak tahun 1974 adalah organisasi yang merangkum sejumlah kepentingan dalam perumusan standar secara independen. Walaupun pada awalnya lembaga ISO tidak khusus merancang standar yang dipakai pada perdagangan, namun dalam perjalanannya kebutuhan standar tidak terlepas dari persyaratan dunia perdagangan. Keberhasilan ISO 9000 pada tahun 1987 menjadikan ISO sebagai standar yang dinilai paling fair dalam perdagangan dunia (Thaheer, 2005). Menurut LPJK (2005), sistem akreditasi dan sertifikasi ISO merupakan pengakuan atas konsistensi standar Manajemen Mutu.
Tanggung jawab dan wewenang pemberian akreditasi dan sertifikasi secara internasional dilakukan oleh suatu badan dunia, yaitu International Accreditation Forum (IAF). IAF merupakan badan dunia federasi, badan akreditasi nasional lebih dari 30 negara di dunia, diantaranya komite Akreditasi Nasional(KAN) Indonesia.
Menurut Gaspersz (2005), ISO 9001 adalah suatu standar Internasional untuk Sistem Manajemen Mutu. Defenisi dari standar ISO 9000 untuk Sistem Manajemen Mutu (Quality Manajemen System) atau QMS adalah struktur organisasi, tanggung jawab, prosedur-prosedur, proses-proses dan sumberdaya-sumberdaya untuk penerapan manajemen mutu. ISO 9001 menetapkan persyaratan-persyaratan dan rekomendasi untuk desain dan penilaian dari suatu Sistem Manajemen Mutu, yang bertujuan untuk menjamin bahwa organisasi akan memberikan produk (barang dan jasa) yang memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan. ISO 9001:2008 adalah sistem manajemen mutu ISO 9001 hasil revisi tahun 2008, adapun perbedaan anatara versi 2000 dan 2008 secara signifikan lebih menekankan pada efektifitas proses yang dilaksanakan dalam organisasi tersebut. (Agus Syukur,2010). ISO 9001:2008 bukan merupakan standar produk, karena ISO 9001:2008 hanya merupakan standar sistem manajemen kualitas.
Pengertian kualitas ditinjau dari defenisi konvensional pada umumnya menggambarkan karakteristik langsung dari dari suatu produk seperti: keandalan, mudah dalam penggunaan, dan sebagainya. Sedangkan pengertian kualitas ditinjau dari defenisi strategis menyarankan bahwa kualitas adalh segala sesuatu yang mampu memenuhi keinginan atau kebutuhan pelanggan (Gasperz, 2001).
Disamping pendapat tersebut para pakar mutu telah mencoba mendefenisikan kualitas sebagai berikut (Suardi, 2004):
Menurut Juran, Kualitas adalah kecocokan pengguna produk (fitnes for use) untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan.
Menurut Crosby, kualitas adalah conformance to requirement, yaitu sesuai dengan standar yang disyaratkan.
Terdapat beberapa karakteristik umum dari manajemen kualitas antara lain (Gasperz, 2001):
Sistem nanajemen kualitas berfokus pada konsistensi dari proses kerja.
Sistem manajemen kualitas berlandaskan pada pencegahan terhadap kesalahan-kesalahan yang akan timbul.
Sistem manajemen kualitas mencakup klausul-klausul: tujuan (objectives), pelanggan (customer), hasil-hasil (output), proses-proses (processes), masukan-masukan (input), pemasok (Supliers), dan pengukuran umpan balik dan umpan maju (measurements for feedback and feedforward).
Dalam sistem manjemen kualitas ada istilah Quality Control dan Quality Assurance. Quality Control adalah kegiatan teknik yang memantau, mengevaluasi dan menindaklanjuti agar persyaratan yang telah ditetapkan tercapai, Quality Assurance adalah semua tindakan terencana dan sistematis yang diterapkan, untuk meyakinkan pelanggan bahwa proses hasil kerja kontraktor akan memenuhi persyaratan.
Manfaat penerapan Iso 9001:2008 telah diperoleh banyak perusahaan diantaranya sebagai berikut (Gasperz, 2001):
Meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan melelui jaminan kualitas yang terorganisasi dan sistematik.
Perusahaan yang telah bersertifikat ISO 9001:2008 diijinkan untuk mengiklankan kepada media massa.
Meningktkan kualitas dan produktivitas dari manajemen melalui kerjasama dan komunikasi yang lebih baik.
Meningkatkan kesadaran kualitas dalam perusahaan.
Proses untuk mendapatkan ISO 9001:2008 bagi kontraktor dapat mengikuti langkah-langkah yang secara garis besar sebagai berikut (Gasperz, 2001):
Adanya komitmen dari pimpinan puncak.
Membentuk komite pengarah atau koordintaor ISO.
Mempelajari persyaratan-persyaratan standar dari sistem manajemen kualitas ISO 9001:2008.
Mengimplementasikan sistem manajemen kualitas ISO 9001:2008.
ISO 9001:2008 terdiri dari 8 klausul sebagai berikut:
Kausul 1. Ruang Lingkup
Dalam klausul ini secara persyaratan-persyaratan standar telah menekankan untuk memenuhi kepuasan pelanggan melalui efektivitas dari aplikasi sistem mutu, termasuk proses-proses peningkatan terus menerus dan jaminan kesuaian. Semua persyaratan standar ini generik dan dimaksudkan agar dapat diterapkan pada semua perusahaan, adapun jenisnya, ukuran dn produk yang disediakannya, (Gasperz, 2001)
Klausul 2. Referensi Normatif
Klausul ini hanya memuat referensi-referensi yang harus dipersiapkan oleh kontraktor untuk menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 yaitu:
Peraturan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Buku-buku panduan tentang kualitas. Landasan atau dasar-dasar dari sistem manajemen mutu ISO 9001 dan kosakata dapat dirujuk ke dokumen ISO 9000:2005, sistem manajemen mutu dan kosakata (syukur, 2010).
Klausul 3. Istilah dan Definisi
Klausul ini menyatakan bahwa istilah dan definisi-definisi yang diberikan dalam ISO 9001:2008 (Quality management sistem fundamentals and vocabulary), diterapkan pada ISO 9001:2008. Demikian pula istilah produk dapat bearti barang atau jasa. ISO 9001:2008 juga menganggap bahwa produk juga termasuk perangkat keras, perangkat lunak, jasa dan material yang dipergunakan dalam proses (Gasperz, 2001).
Klausul 4. Sistem manajemen mutu
Persyaratan umum dalam memimpin dan mengoperasikan organisasi perlu dilakukan pengelolaan yang sistematis dan dengan cara yang dapat dibuktikan. Organisasi harus menetapkan, mendokumentasikan, melaksanakan, memelihara sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dan melakukan peningkatan berkelanjutan. Identifikasi dan pengelolaan proses juga harus dilakukan untuk memastikan persyaratan yang sesuai telah terpenuhi. Proses-proses tersebut harus dikelola oleh organisasi yang sesuai dengan persyaratan standar. Bila organisasi mensubkontrakan beberapa proses produk yang memiliki kesesuaian dengan persyaratan, organisasai harus memastikan penegdalian proses tersebut (Suardi, 2011). Persyaratan dokumentasi merupakan proses untuk menghasilkan dokumen-dokumen dalam ISO 9001:2008, didefenisikan sebagai informasi dan medium pendukungnya. Dokumentasi sistem manajemen mutu harus mencakup:
Pernyataan tertulis tentang kebijakan kualitas dan tujuan kualitas.
Manual kualitas.
Prosedur-prosesur tertulis yang dibutuhkan oleh Standar Internasional ISO 9001:2008.
Dokumen-dokumen termasuk catatan-catatan yang dibutuhkan oleh organisasi agar menjamin efektifitas perencanaan, operasional dan pengendalian proses-proses diluar organisasi.
Dalam hal manual mutu, harus merupakan suatu deskripsi dari urutan dan interaksi proses-proses yang tercakup dalam sistem manajemen mutu. Manual mutu harus memperhatikan hal-hal berikut (Gaspersz, 2001):
Ruang lingkup dari sistem manajemen sistem mutu ISO 9001:2008.
Hal-hal yang berkaitan dengan elemen 7 (realisasi produk) yang dikeluarkan berdasarkan pertimbangan karena tidak dapat diterapkan pada organisasi.
Prosedur-prosedur tertulis atau referensi-referensi yang terkait dengan prosedur tersebut.
Deskripsi dari urutan dan interaksi dari proses yang tercakup dalam sistem manajemen mutu ISO 9001:2008.
Klausul 5. Tanggung jawab Manajemen
Klausul ini menekankan pada komitmen manajemen puncak (top management commitment). Manajemen organisasi harus memberikan komitmen menuju pengembangan dan peningkatan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008. Komitmen manajemen harus mengkomunikasikan pentingnya memenuhi permintaan customer dan peraturan terkait, menetapkan kebijaksanaan dan sasaran mutu, mengadakan tinjauan manajemen, menyediakan sumber daya yang diperlukan seperti manusia, material, peralatan, dan uang.
Dalam hal fokus pelanggan manajemen puncak harus menjamin bahwa persyaratan pelanggan telah ditetapkan dan dipenuhi dengan tujuan peningkatan kepuasan pelanggan. Manajemen organisasi harus memiliki metodologi yang menjamin bahwa kebuthan-kebuthan dan ekspektasi pelanggan telah ditetapkan melalui sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dan diubah kedalam persyaratan-persyaratan serta sesuai dengan tujuan untuk mencapai kepuasan pelanggan.
Klausul 6. Manajemen Sumber Daya
Penyediaaan sumberdaya suatu organisasi harus menetapkan dan memberikan sumber-sumber yang diperlukan secara tepat untuk menerapkan dan mempertahankan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 serta meningkatkan efektifitas terus menerus dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Dalam elemen sumber daya manusia, karyawan yang pekerjaannya mempengaruhi mutu harus kompeten, meliputi: pendidikan, pelatihan, kemampuan, pengalaman, ukurran kompeten ditentukan oleh masing-masing perusahaan, tergantung dari jenis usahanya.
Untuk meningkatkan kompetensi, kesadaran dan pelatihan manajemen organisasi harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut (Gaspersz, 2001):
Mengindentifikasi dan menetapkan kebutuhan kompetensi untuk personil yang melaksanakan pekerjaan yang mempengaruhi mutu.
Memberikan pelatihan atau tindakan lain yang diambil untuk memenuhi kebutuhan kompetensi serta melakukan evaluasi efektifitas dari tindakan yang dilakukan.
Menjamin bahwa karyawan sadar akan relevansi serta pentingnya aktivitas mereka dan bagaimana mereka berkontribusi pada pencapaian tujuan-tujuan mutu.
Memelihara catatan-catatan pendidikan, pelatihan ketrampilan dan pengalaman kerja dari personil.
Klausul 7. Realisasi Produk
Dalam perencanaan realisasi produk organisasi harus menjamin bahwa proses realisasi produk berada dibawah pengendalian, agar memenuhi persyaratan produk. Manajemen organisasi harus memperhatikan beberapa aspek berikut (Gaspersz, 2001):
Konsisten dengan persyaratan dari proses lain di sumber manajemen mutu.
Menetapkan sasaran mutu dan persyaratan produk.
Menetapkan persyaratan mutu.
Kebutuhan untuk menetapkan proses dan dokumen dan penyediaan sumber daya yang spesifik bagi produk itu.
Menetapkan sistem verifikasi, validasi, pementauan, pengukuran, inspeksi dan uji spesifik bagi produk.
Menetapkan produk yang ok dan tidak ok.
Menetapkan record yang dibutuhkan sebagai bukti produk telah sesuai persyaratan.
Klausul 8. Pengukuran, analisa dan peningkatan.
Dalam 8 klausul tentang pengukuran analisis dan peningkatan, dimana organisasi harus menetapkan rencana-rencana dan menerapkan proses-proses pengukuran, pemantauan, analisis dan peningkatan yang diperlukan agar menjamin kesesuaian produk, menjamin kesesuaian dari sistem manajemen kualitas dan meningkatkan terus menerus efektivitas dari sistem manajemen mutu.
Dalam hal pengukuran dan pemantauan organisasi harus memantau informasi yang berkaitan dengan persepsi pelanggan agar mengetahui apakah organisasi telah memenuhi kebutuhan pelanggan, sehingga dapat diketahui tentang kepuasan pelanggan.
Program audit internal organisasi termasuk setiap jadwal, harus berdasarkan pada status dan kepentingan yang diaudit, hasil-hasil audit terdahulu dan ukuran-ukuran sistem yang lain. Program audit internal harus mencakup hal-hal berikut ini agar sesuai (Gaspersz, 2001):
Penugasan personil, bebas dari tanggung jawab langsung terhadap aktivitas yang diaudit dengan kualifikasi yang tepat untuk melakukan audit.
Suatu daftar periksa yang digunakan untuk memberikan landasan yang konsisten untuk proses audit.
Perencanaan dan penjadwalan aktifitas-aktifitas spesifik dan area yang diaudit, juga berdasarkan pada input lain termasuk perubahan-perubahan organisasioanl, umpan balik, pelanggan termasuk keluhan pelanggan, laporan non konformans dan survei.
Menindaklanjuti hasil-hasil audit terdahulu.
Laporan audit berisi hasil-hasil audit.
Gambaran umum proyek
Objek studi yang diambil pada penelitian ini adalah proyek pembangunan rumah sakit Universitas Andalas Padang. Tujuan dari pembangunan proyek rumah sakit ini adalah untuk mewujudkan pembangunan rumah sakit yang memberikan pelayanan dan juga tempat riset dan pengabdian masyarakat bagi dosen dan mahasiswa Universitas Andalas dan juga menjadi tujuan dan rujukan


Download PERAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU (QUALITY MANAGEMENT SYSTEM) ISO 9001:2008.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca PERAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU (QUALITY MANAGEMENT SYSTEM) ISO 9001:2008. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon