October 03, 2016

MANAJEMEN SEKOLAH EFEKTIF DAN UNGGUL1


Judul: MANAJEMEN SEKOLAH EFEKTIF DAN UNGGUL1
Penulis: Saikun Kun


. MANAJEMEN SEKOLAH EFEKTIF DAN UNGGUL1.1 Latar BelakangKeunggulan suatu bangsa tidak lagi bertumpu pada kekayaan alam,melainkan pada keunggulan sumber daya manusia (SDM), yaitu tenagaterdidik yang mampu menjawab tantangan-tantangan yang sangat cepat.Secara keseluruhan, di Indonesia mutu SDM Indonesia saat ini masihketinggalan dan berada di belakang SDM negara-negara maju dannegara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Thailand. Kenyataan inisudah lebih dari cukup untuk mendorong pakar dan praktisi pendidikanmelakukan kajian sistematik untuk membenahi atau memperbaiki sistempendidikan nasional.Agar keluaran dari sekolah mampu beradaptasi secara dinamis denganperubahan dan tantangan tersebut, pemerintah melontarkan gagasantentang manajemen pendidikan yang berbasis sekolah (school-basedmanagement) yang memberikan ruang yang luas bagi sekolah danmasyarakatnya untuk menentukan program dan rencana pengembangandiri sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.Sejalan dengan gagasan desentralisasi pengelolaan pendidikan, makafungsi-fungsi pengelolaan sekolah perlu diberdayakan secara maksimalagar dapat berjalan secara efektif untuk menghasilkan mutu lulusan yangdiharapkan oleh masyarakat dan bangsa. Hal tersebut perlu didukung olehseperangkat instrument yang akan mendorong sekolah berupaya
2. meningkatkan efektivitas fungsi-fungsi pengelolaannya secara terus-menerus sehingga mampu berkembang menjadi learning organization.Melalui makalah ini kami mencoba menjelaskan untuk bisa mempelajaridan memahami tentang sekolah efektif yang merupakan sebuahterobosan dalam dunia pendidikan.2.1Pengertian Sekolah EfektifSekolah merupakan suatu institusi yang didalamnya terdapat komponenguru, siswa, dan staf administrasi yang masing-masing mempunyai tugastertentu dalam melancarkan program. Sebagai institusi pendidikan formal,sekolah dituntut menghasilkan lulusan yang mempunyai kemampuanakademis tertentu, keterampilan, sikap dan mental, serta kepribadianlainnya sehingga mereka dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yanglebih tinggi atau bekerja pada lapangan pekerjaan yang membutuhkankeahlian dan keterampilannya. Keberhasilan sekolah merupakan ukuranbersifat mikro yang didasarkan pada tujuan dan sasaran pendidikan padatingkat sekolah sejalan dengan tujuan pendidikan nasional serta sejauhmana tujuan itu dapat dicapai pada periode tertentu sesuai denganlamanya pendidikan yang berlangsung di sekolah.Berdasarkan sudut pandang keberhasilan sekolah tersebut, kemudiandikenal sekolah efektif dan efisien yang mengacu pada sejauh manasekolah dapat mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yag telahditetapkan. Dengan kata lain, sekolah disebut efektif jika sekolah tersebut
3. dapat mencapai apa yang telah direncanakan. Pengertian umum sekolahefektif juga berkaitan dengan perumusan apa yang harus dikerjakandengan apa yang telah dicapai. Sehingga suatu sekolah akan disebutefektif jika terdapat hubungan yang kuat antara apa yang telahdirumuskan untuk dikerjakan dengan hasil-hasil yang dicapai olehsekolah, sebaliknya sekolah dikatakan tidak efektif bila hubungan tersebutrendah (Getzel, 1969).Sekolah efektif adalah sekolah yang dapat mencapai target yang telahditetapkannya sendiri. Sekolah unggul dan efektif adalah sekolah yangdapat mencapai target dengan penetapan target yang tinggi.Pengertian sekolah efektif menurut para ahli: 1. Peter Mortimore (1996) : sekolah efektif dapat diartikan sebagai "A high performing school, through its well-established system promotes the highest academic and other achievements for the maximum number of students regardless of its socio-economic background of the families". 2. Taylor (1990) mendefinisikan sekolah efektif sebagai sekolah yang mengorgansiasikan dan memanfaatkan semua sumber daya yang dimilikinya untuk menjamin semua siswa (tanpa memandang ras, jenis kelamin maupun status sosial ekonomi) bisa mempelajari materi kurikulum yang esensial di sekolah. 3. Cheng (1996) mendefinisikan sekolah efektif sebagai sekolah yang memiliki kemampuan dalam menjalankan fungsinya secara
4. maksimal, baik fungsi ekonomis, fungsi sosial kemanusiaan, fungsi politis, fungsi budaya maupun fungsi pendidikan. Fungsi ekonomis sekolah adalah memberi bekal kepada siswa agar dapat melakukan aktivitas ekonomi sehingga dapat hidup sejahtera. Fungsi social kemanusiaan adalah sekolah sebagai media bagi siswa untuk beradaptasi dengan kehidupan masyarakat. Fungsi politis sekolah adalah sebagai wahana untuk memperoleh pengetahuan tentang hak dan kewajiban sebagai warganegara. Fungsi budaya sekolah adalah media untuk melakukan transmisi dan transformasi budaya. Adapun fungsi pendidikan adalah sekolah sebagai wahana untuk proses pendewasaan dan pembentukan kepribadian siswa.Efektifitas sekolah menunjukkan adanya proses perekayasaan berbagaisumber dan metode yang diarahkan pada terjadinya pembelajaran disekolah secara optimal. Efektifitas sekolah merujuk pada pemberdayaansemua komponen sekolah sebagai organisasi tempat belajar berdasarkantugas pokok dan fungsinya masing-masing dalam struktur programdengan tujuan agar siswa belajar dan mencapai hasil yang telahditetapkan yaitu memiliki kompetensi.Pada sekolah efektif seluruh siswa tidak hanya yang memiliki kemampuantinggi dalam belajar tetapi juga yang memiliki kemampuan intelektualitasyang biasapun dapat mengembangkan dirinya sejauh mungkin jikadibandingkan dengan kondisi awal ketika rnereka baru memasuki sekolah.
5. Simpulan dari sekolah efektif yang dapat ditarik dari penjelasan-penjelasan di atas adalah sekolah yang mampu mengoptimalkansemua masukan dan proses bagi ketercapaian output pendidikan yaituprestasi sekolah terutama prestasi siswa yang ditandai dengandimilikinya semua kemampuan berupa kompetensi yang dipersyaratkandi dalam belajar.2.2 Konsep Sekolah EfektifKonsep Sekolah Efektif muncul berdasarkan hasil Meta riset yangdilakukan di berbagai Negara. Riset awal membuktikan hal-hal berikut: 1. Di Amerika Serikat, Coleman (1966) melaporkan "Siswa yang berprestasi tinggi di sekolah, melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan hidupnya berhasil adalah siswa yang berasal dari keluarga yang sosial ekonominya tinggi. Sedangkan siswa yang prestasinya rendah, tidak mampu belajar di sekolah, drop out, tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, tidak mempunyai motivasi belajar adalah siswa yang berasal dari keluarga yang sosial ekonominya rendah. 2. Di Inggris, ROBBINS (1962) melaporkan bahwa Hampir semua siswa yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi berasal dari keluarga yang ayahnya mempunyai profesi yang tinggi. Hanya 2% siswa yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi berasal dari keluarga yang ayahnya tidak mempunyai kecakapan atau pendidikan yang memadai.6. 3. Pusat Penelitian Pengukuran dan Evaluasi NSW, (1960-1970) Australia, menyimpulkan bahwa pendapat atau pandangan orang tua tentang nilai-nilai pendidikan sangat berpengaruh terhadap prestasi pembelajaran anak di sekolah. Berdasarkan pendapat atau pandangan orang tua tersebut, dapat diprediksi prestasi siswa di sekolah, kapan siswa drop out, dan jenis pekerjaan apa yang akan ditekuninya. 4. Kesimpulannya, Latar belakang keluarga merupakan faktor penting yang menentukan prestasi atau keberhasilan siswa di sekolah. Apa yang dibawa siswa ke sekolah jauh lebih penting daripada proses yang terjadi di dalam sekolah. Sekolah tidak dapat membuat perubahan yang signifikan terhadap siswa.Pada kenyataannya, ada sekolah-sekolah yang secara konsistenmenghasilkan siswa-siswa berprestasi tinggi, melanjutkan ke jenjang yanglebih tinggi dan lebih berhasil hidupnya, apapun latar belakang keluargasiswa. Di Inggris, hasil penelitian Rutter (tahun 1979) melaporkan bahwasekolah tersebut memiliki ciri-ciri : menekankan pada pembelajaran, gurumerencanakan bersama dan bekerja sama dalam pelaksanaanpembelajaran, dan ada supervisi yang terarah dari guru senior dan kepalasekolah.Di Amerika Serikat, penelitian Weber (1971), Austin (1978), Brookeover &Lezotte (1979), Edmonds & Frederickson (1979), Phi Delta Kappa (1980),secara meta analisis menyimpulkan bahwa sekolah tersebut mempunyai
7. ciri: kepemimpinannya kuat, memiliki harapan yang tinggi bagi siswa danguru, lingkungannya yang kondusif, kepala sekolah berperan sebagai"instructional leader", kemajuan prestasi belajar siswa sering dimonitor,dan adanya dukungan pelibatan orang tua secara aktif. Melaluipemeliharaan mutu, responsive terhadap tantangan dan antisipatifterhadap perubahan yang diakibatkan dari berubahnya tatanan internalsehingga tidak menimbulkan keadaan bergejolak akan mendukungkemajuan sekolah. Globalisasi menuntut dunia pendidikan bersinergidengan berbagai perubahan melalui rekayasa menejemen pendidikandengan tetap memegang citra diri bangsa. Sekolah yang hanyamemelihara keadaan stabil tanpa merespon berbagai gejolak akanberhadapan dengan keadaan yang tidak menguntungkan. Sebagaipeningkatan mutu pendidikan, lembaga pendidikan khususnya perguruantinggi harus melakukan berbagai penataan. Salah satu upayannya adalahpembenahan dibidang menejemen. Manajemen yang baik akanmenjadikan sekolah tersebut berhasil mencapai tujuan dan sasaranpendidikan.Berdasarkan sudut pandang keberhasilan sekolah tersebut, kemudiandikenal dengan sekolah efektif. Pengertian umum sekolah efektif jugaberkaitan dengan perumusan apa yang harus dikerjakan dengan apa yangharus dicapai. Sehingga sekolah dikatakan efektif jika terdapat hubunganyang kuat antara apa yang telah dirumuskan untuk dikerjakan denganhasil-hasil yang dicapai oleh sekolah. Efektifitas adalah ukuran yang
8. menyatakan sejauh mana sasaran atau tujuan telah dicapai. Efektifitassekolah terkait pula dengan kualitas. Kualitas adalah gambaran dankarakteristik menyeluruh yang menunjukan kemampuaannya dalammemuaskan kebutuhan yang ditentukan atau yang tersirat misalnya nilaihasil ujian akhir, prestasi olahraga, prestasi karya tulis ilmiah dan prestasipentas seni. Kualitas lulusan dipengaruhi oleh tahapan-tahapan kegiatansekolah yang saling berhubungan yaitu perencanaan, pelaksanaan danevaluasi. Efektifitas sekolah menunjukan adanya proses perekayasaanberbagai sumber dan metode yang diarahkan pada terjadinyapembelajaran disekolah secara optimal. Efektifitas sekolah merujuk padapemberdayaan semua komponen sekolah sebagai organisasi tempatbelajar berdasarkan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dalamstruktur program dengan tujuan agar siswa belajar dan mencapai hasilyang telah ditetapkan, yaitu memiliki kompetensi. Pada sekolah efektif,semua siswa baik siswa yang mempunyai kemampuan tinggi dalambelajar, yang dapat mengembangkan diri, siswa yang memilikikemampuan intelektualitas yang biasapun dapat mengembangkan dirinya,jika dibandingkan dengan kondisi awal ketika mereka baru memasukisekolah.Jadi konsep sekolah efektif adalah sekolah yang mampu mengoptimalkansemua masukan dan proses bagi ketercapaian output pendidikan, yaituprestasi sekolah terutama prestasi siswa yang ditandai dengan dimilikinya
9. semua kemampuan berupa kompetensi yang dipersyaratkan didalambelajar.Esensi yang terkandung dalam bagian pendahuluan di atas adalah fungsisekolah sebagai tempat belajar yang memiliki kewajiban untukmenyelenggarakan pengalaman pembelajaran yang bermutu bagi pesertadidiknya. Esensi inilah yang menjadi misi atau tugas pokok sekolah, yangsepatutnya menjadi dasar bagi peserta didiknya dan analisis kinerjasekolah yang efektif.Berbagai perspektif dapat dikemukakan berikut ini:1) Sekolah Efektif dalam Perspektif Mutu Pendidikan.Penyelenggaraan layanan belajar bagi peserta didik biasanya dikaji dalamkonteks mutu pendidikan yang erat hubungannya dengan kajian kualitasmanajemen dan sekolah efektif. Di lingkungan sistem persekolahan,konsep mutu pendidikan dipersepsi berbeda-beda oleh berbagai pihak.Menurut persepsi kebanyakan orang (orang tua dan masyarakat padaumumnya), mutu pendidikan di sekolah secara sederhana dilihat danperolehan nilai atau angka yang dicapai seperti ditunjukkan dalam hasil-hasil ulangan dan ujian. Sekolah dianggap bermutu apabila parasiswanya, sebagian besar atau seluruhnya, memperoleh nilai atau angkayang tinggi, sehingga berpeluang melanjutkan ke jenjang pendidikan yanglebih tinggi.Persepsi tersebut tidak keliru apabila nilai atau angka tersebut diakuisebagai representasi dari totalitas hasil belajar, yang dapat dipercaya
10. menggambarkan derajat perubahan tingkah laku atau penguasaankemampuan yang menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.Dengan demikian, hasil pendidikan yang bermutu memiliki nuansakuantitatif dan kualitatif. Artinya, di samping ditunjukkan oleh indikatorseberapa banyak siswa yang berprestasi sebagaimana dilihat dalamperolehan angka atau nilai yang tinggi, juga ditunjukkan oleh seberapabaik kepemilikan kualitas pribadi para siswanya, seperti tampak dalamkepercayaan diri, kemandirian, disiplin, kerja keras dan ulet, terampil,berbudi-pekerti, beriman dan bertaqwa, tanggung jawab sosial dankebangsaan, apresiasi, dan lain sebagainya. Analisis di atas memberikanpemahaman yang jelas bahwa konsep sekolah efektif berkaitan langsungdengan mutu kinerja sekolah.Kemampuan umum yang dimiliki seorang anak biasanya dipergunakansebagai prediktor untuk menjelaskan tingkat kemampuan menyelesaikanprogram belajar, sehingga kemampuan ini sering disebut sebagaischolastic aptitude atau potensi akademik. Seorang siswa yang memilikipotensi akademik yang tinggi diduga memiliki kemampuan yang tinggipula untuk menyelesaikan program-program belajar atau tugas-tugasbelajar pada umumnya di sekolah, dan karenanya diperhitungkan akanmemperoleh prestasi yang diharapkan.Sementara itu, kemampuan khusus atau bakat dijadikan prediktor untukberprestasi dengan baik dalam bidang kajian khusus seperti dalam bidangkarya seni, musik, akting dan sejenisnya. Atas dasar pemahaman ini,
11. maka untuk memperoleh mutu pendidikan sekolah yang baik, para siswayang dilayaninya harus memiliki potensi yang memadai untukmenyelesaikan program-program belajar yang dituntut oleh kurikulumsekolah. Kemampuan profesional guru direfleksikan pada mutupengalaman pembelajaran siswa yang berinteraksi dalam kondisi prosesbelajar mengajar. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh: 1. tingkat penguasaan guru terhadap bahan pelajaran dan penguasaan struktur konsep-konsep keilmuannya. 2. metode, pendekatan, gaya atau seni dan prosedur mengajar, pemanfaatan, fasilitas belajar secara efektif dan efisien. 3. pemahaman guru terhadap karateristik kelompok dan perorangan siswa. d. kemampuan guru menciptakan dialog kreatif dan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. 4. kepribadian guru.Atas dasar analisis tersebut, maka upaya untuk meningkatkan mutupendidikan di sekolah harus disertai dengan upaya-upaya untukmeningkatkan kemampuan profesional dan memperbaiki kualitaskepribadian gurunya. Pada tingkat sekolah, upaya tersebut ditunjukkandalam kegiatan-kegiatan berikut, yaitu: 1. interaksi kolegialitas di antara guru-guru. 2. pemahaman proses-proses kognitif dalam penyelenggaraan pengajaran.
12. 3. penguasaan struktur pengetahuan mata pelajaran. 4. pemilikan pemahaman dan penghayatan terhadap nilai, keyakinan, dan standar. 5. keterampilan mengajar. 6. pengetahuan bagaimana siswa belajar.Fasilitas belajar menyangkut ketersediaan hal-hal yang dapat memberikankemudahan bagi perolehan pengalaman belajar yang efektif dan efisien.Fasilitas belajar yang sangat penting adalah perpustakaan, komputer, dankondisi fisik lainnya yang secara langsung mempengaruhi kenyamananbelajar.Budaya sekolah adalah seluruh pengalaman psikologis para siswa (sosial,emosional dan intelektual) yang diserap oleh mereka selama beradadalam lingkungan sekolah. Respon psikologis keseharian siswa terhadaphal-hal seperti cara-cara guru dan personil sekolah lainnya bersikap danberperilaku (misalnya, layanan wali kelas dan tenaga administratif),implementasi kebijakan sekolah, kondisi dan layanan warung sekolah,penataan keindahan, kebersihan dan kenyamanan kampus, semuanyamembentuk budaya sekolah.Budaya sekolah merembes pada penghayatan psikologis warga sekolahtermasuk siswa, yang pada gilirannya membentuk pola nilai, sikap,kebiasaan dan perilaku. Aspek penting yang turut membentuk budayasekolah adalah kepemimpinan sekolah. Kepemimpinan sekolah yangefektif merupakan sumber nilai dan semangat, sumber tatanan dan
13. perilaku kelembagaan yang berorientasi ke arah dan sejalan denganpencapaian visi dan misi sekolah.Oleh karena itu, kepala sekolah hendaklah seseorang yang memiliki visidan misi kelembagaan, memiliki kemampuan konseptual, memilikiketerampilan dan seni dalam hubungan antarmanusia, menguasai aspek-aspek teknis dan substantif pekerjaannya, memiliki semangat untuk maju,serta memiliki semangat mengabdi dan karakter yang diterima olehlingkungannya.Dari tema analisis sekolah efektif dalam perspektif mutu pendidikan dapatdikatakan bahwa sekolah yang efektif adalah sekolah yang: 1. memiliki masukan siswa dengan potensi yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2. dapat menyediakan layanan pembelajaran yang bermutu 3. memiliki fasilitas sekolah yang menunjang efektivitas dan efesiensi kegiatan belajar mengajar 4. memiliki kemampuan menciptakan budaya sekolah yang kondusif sebagai refleksi dari kinerja kepemimpinan profesional kepala sekolah.2) Sekolah Efektif dalam Perspektif Manajemen.Manajemen sekolah merupakan proses pemanfaatan seluruh sumberdaya sekolah yang dilakukan melalui tindakan yang rasional dansistematik (mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengerahan
14. tindakan, dan pengendalian) untuk mencapai tujuan sekolah secara efektifdan efisien.Tindakan-tindakan manajemen tersebut bersumber pada kebijakan danperaturan-peraturan yang disepakati bersama yang diwujudkan dalambentuk sikap, nilai, dan perilaku dari seluruh orang yang terlibat didalamnya. Tindakan-tindakan manajemen tidak berlangsung dalam satuisolasi, melainkan terjadi dalam satu keutuhan kompleksitas sistem.Apabila dilihat dalam perspektif ini, maka dimensi sekolah efektif meliputi: 1. Layanan Belajar bagi Siswa 2. Pengelolaan dan Layanan Siswa 3. Sarana dan Prasarana Sekolah 4. Program dan Pembiayaan 5. Partisipasi Masyarakat 6. Budaya Sekolah3) Sekolah Efektif dalam Perspektif Teori Organisme.Sekolah efektif mampu mewujudkan apa yang disebut sebagai "self-renewing schools" atau "adaptive schools", atau disebut juga sebagai"learning organization" yaitu suatu kondisi di mana kelembagaan sekolahsebagai satu identitas mampu menangani permasalahan yangdihadapinya sementara menunjukkan kapabilitasnya dalam berinovasi.Menurut teori organisme, dunia ini bukan benda mati, melainkanmerupakan suatu energi yang memiliki kapasitas berubah untukmenyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam perspektif ini, maka
15. bentuk kehidupan apa pun hanya akan mampu bertahan apabilaorganisme itu mampu memberikan respon yang tepat untuk beradaptasidengan perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya.2.3 Ciri-Ciri dan Karakteristik Sekolah Efektif2.3.1 Ciri-ciri Sekolah EfektifDavid A. Squires, et.al. (1983) ciri-ciri sekolah efektif yaitu: 1. adanya standar disiplin yang berlaku bagi kepala sekolah, guru, siswa, dan karyawan di sekolah 2. memiliki suatu keteraturan dalam rutinitas kegiatan di kelas; 3. mempunyai standar prestasi sekolah yang sangat tinggi; 4. siswa diharapkan mampu mencapai tujuan yang telah direncanakan; 5. siswa diharapkan lulus dengan menguasai pengetahuan akademik; 6. adanya penghargaan bagi siswa yang berprestasi; 7. siswa berpendapat kerja keras lebih penting dari pada faktor keberuntungan dalam meraih prestasi; 8. para siswa diharapkan mempunyai tanggung jawab yang diakui secara umum, kepala sekolah mempunyai program inservice, pengawasan, supervisi, serta menyediakan waktu untuk membuat rencana bersama-sama dengan para guru dan memungkinkan adanya umpan balik demi keberhasilan prestasi akademiknya.Menurut Peter Mortimore (1991) sekolah efektif dicirikan sebagai berikut:(1) Sekolah memiliki visi dan misi yang jelas dan dijalankan dengan
16. konsisten; (2) Lingkungan sekolah yang baik, dan adanya disiplin sertaketeraturan di kalangan pelajar dan staf; (3) Kepemimpinan kepalasekolah yang kuat; (4) Penghargaan bagi guru dan staf serta siswa yangberprestasi; (5) Pendelegasian wewenang yang jelas; (6) Dukunganmasyarakat sekitar; (7) Sekolah mempunyai rancangan program yangjelas; (8) Sekolah mempunyai fokus sistemnya tersendiri; (9) Pelajar diberitanggung jawab; (10) Guru menerapkan strategi-strategi pembelajaraninovatif; (11) Evaluasi yang berkelanjutan; (12) Kurikulum sekolah yangterancang dan terintegrasi satu sama lain; (13) Melibatkan orang tua danmasyarakat dalam membantu pendidikan anak-anaknya.2.3.2 Karakteristik Sekolah EfektifShannon dan Bylsma (2005) mengidentifikasi 9 karakteristik sekolah-sekolah berpenampilan unggul (high performing schools). Untukmewujudkannya mereka berjuang dan bekerja keras dalam waktu yangrelatif lama. Kesembilan karakteristik sekolah efektif berpenampilanunggul itu meliputi: 1. Fokus bersama dan jelas 2. Standar dan harapan yang tinggi bagi semua siswa 3. Kepemimpinan sekolah yang efektif 4. Tingkat kerja sama dan komunikasi inovatif 5. Kurikulum, pembelajaran dan evaluasi yang melampaui standar 6. Frekuensi pemantauan terhadap belajar dan mengajar tinggi
17. 7. Pengembangan staf pendidik dan tenaga kependidikan yang terfokus 8. Lingkungan yang mendukung belajar 9. Keterlibatan yang tinggi dari keluarga dan masyarakatApabila dikaitkan antara semua faktor sekolah efektif tersebut, tampaknyata bahwa semua faktor tersebut dalam tulisan ini juga dikenal sebagaidimensi-dimensi mutu pendidikan. Dengan kata lain, dapat disebutkanbahwa sekolah efektif tidak lain dan tidak bukan adalah juga sebutanuntuk pendidikan yang bermutu. Pendidikan yang bermutu tidak hanyaprestasi siswanya mencakup keunggulan akademik, tetapi juga non-akademik seperti keberhasilan dalam olahraga dan peningkatan gairahbelajar.Karena itu, ukuran keberhasilan prestasi siswa pun bukan hanya dilihatberdasarkan hasil-hasil ujian berupa angka melainkan juga aspek-aspeknon kognitif seperti kehadiran, partisipasi aktif di kelas, dan bahkan angkadrop out. Dan sekolah efektif juga memerlukan dukungan orangtua danmasyarakat, yang diwadahi dalam lembaga yang dikenal dengan DewanPendidikan dan Komite Sekolah.Di Inggris, hasil penelitian Rutter (tahun 1979) melaporkan bahwa sekolahtersebut memiliki ciri-ciri: menekankan pada pembelajaran, gurumerencanakan bersama dan bekerja sama dalam pelaksanaanpembelajaran, dan ada supervisi yang terarah dari guru senior dan kepsekdi Amerika Serikat, penelitian Weber (1971), Austin (1978), Brookeover
18. &Lezotte (1979), Edmonds & Frederickson (1979), Phi Delta Kappa(1980), secara meta analisis menyimpulkan bahwa sekolah tersebutmempunyai ciri: kepemimpinannya kuat, memiliki harapan yang tinggi bagisiswa dan guru, lingkungannya yang kondusif, kepala sekolah berperansebagai „instructional leader‟, kemajuan prestasi belajar siswa seringdimonitor, dan adanya dukungan pelibatan orang tua secara aktif.Jaap Scheerens (1992) sekolah yang efektif mempunyai lima ciri pentingyaitu: 1. kepemimpinan yang kuat; 2. penekanan pada pencapaian kemampuan dasar; 3. adanya lingkungan yang nyaman; 4. harapan yang tinggi pada prestasi siswa; 5. dan penilaian secara rutin mengenai program yang dibuat siswa.Mackenzie (1983) mengidentifikasikan tiga dimensi pendidikan efektifyaitu kepemimpinan, keefektifan dan efisiensi serta unsur pokok danpenunjang masing-masing dimensi tersebut.Pengetahuan lain mengenai sekolah efektif adalah sebagai berikut: 1. mampu mendemontrasikan kebolehannya mengenai seperangkat kriteria; 2. menetapkan sasaran yang jelas dan upaya untuk mencapainya; 3. adanya kepemimpinan yang kuat; 4. adanya hubungan yang baik antara sekolah dengan orangtua siswa;dan
19. 5. pengembangan staf dan iklim sekolah yang kondusif untuk belajar2.4 Kepemimpinan Sekolah EfektifAda empat komponen strategis dalam mencapai tujuan sekolah, yaitu: 1. komponen program. Program yang dimaksud yakni program yang terukur dan realistis sesuai dengan dinamika regulasi dan tuntutan zaman. 2. figure, yakni orang-orang dibalik program yang merupakan perancang sekaligus pelaku program. 3. culture, yakni etos kerja dan komitmen terhadap tugas pokok dan fungsinya. 4. budget, yakni berupa anggaran yang memadai dan memungkinkan tercapainya tujuan. Seperti yang dijelaskan Syafaruddin (2008: 180) bahwa sekolah efektif adalah sekolah yang skor prestasi pelajarnya tidak terlalu bervariasi dari segi status sosial-ekonomi.Kemudian juga ada empat karakteristik sekolah efektif, yaitu: 1. kepemimpinan kepala sekolah kuat. 2. harapan yang tinggi terhadap prestasi pelajar. 3. menekankan pada keterampilan dasar. 4. keteraturan dan atmosfer terkendali.Kepempinan kepala sekolah yang kuat akan sangat berpengaruh padaterwujudnya sekolah yang efektif. Hal tersebut dikarenakan KepalaSekolah merupakan salah satu figure (key person) dalam mewujudkanvisi, misi dan tujuan sekolah. Husaini Usman (2006: 469) berpendapat
20. bahwa Kepala Sekolah sebagai manager di sekolah dituntutmengorganisir seluruh sumber daya sekolah menggunakan prinsip"TEAMWORK", yang mengandung pengertian adanya rasa kebersamaan(Together), pandai merasakan (Empathy), saling membantu (Assist),saling penuh kedewasaan (Maturity), saling mematuhi (Willingness), salingteratur (Organization), saling menghormati (Respect), dan saling berbaikhati (Kindness).Selain dari itu Suyanto (2006 : 180) menjelaskan bahwa usahameningkatkan efektivitas sekolah juga dapat dilakukan denganmengaplikasikan empat teknik, yaitu: 1. School review, yakni suatu proses dimana seluruh komponen sekolah bekerja sama khususnya dengan orang tua dan tenaga profesional untuk mengevaluasi dan menilai efektivitas sekolah serta mutu lulusan; 2. Benchmarking, yakni kegiatan untuk menetapkan target yang akan dicapai dalam suatu periode tertentu; 3. Quality assurance, merupakan teknik untuk menentukan bahwa proses pendidikan telah berlangsung sebagaimana seharusnya. Informasi yang akan dihasilkan menjadi umpan balik bagi sekolah dan memberikan jaminan bagi orang tua bahwa sekolah senantiasa memberikan pelayanan terbaik;
21. 4. Quality control merupakan suatu sistem untuk mendeteksi terjadinya penyimpangan kualitas output yang tidak sesuai dengan standar.Selaku pemimpin di sekolah, Kepala Sekolah dituntut dapat menjalankansemua peran tersebut secara optimal. Dalam mewujudkan sekolah yangefektif, permasalahan terberat yang harus segera ditangani adalahpenyediaan fasilitas yang mendukung potensi lokal dapat berkembangoptimal.3.1 KesimpulanDari pembahasan yang ada dapat disimpulkan bahwa:Sekolah sebagai suatu sistem, yaitu suatu kesatuan yang terdiri darikomponen-komponen yang saling berkaitan satu sama lain yangmembentuk satu kesatuan yang utuh. Sedangkan sekolah itu sendiriterdiri dari beberapa komponen-komponen (input, proses dan output) yangsaling berkaitan satu sama lain sehingga sekolah dapat dikatakan sebagaisuatu sistem.Pengertian sekolah efektif yaitu sekolah yang memiliki sistem pengelolaanyang baik, transparan dan akuntabel, serta mampu memberdayakansetiap komponen penting sekolah, baik secara internal maupun eksternal,dalam rangka pencapaian visi-misi-tujuan sekolah secara efektif danefesien.Konsep sekolah efektif adalah sekolah yang mampu mengoptimalkansemua masukan dan proses bagi ketercapaian output pendidikan, yaitu
22. prestasi sekolah terutama prestasi siswa yang ditandai dengan dimilikinyasemua kemampuan berupa kompetensi yang dipersyaratkan didalambelajar. Karekteristik sekolah efektif yaitu:1. kepemimpinan kepala sekolah kuat.2. harapan yang tinggi terhadap prestasi pelajar.3. menekankan pada keterampilan dasar.4. keteraturan dan atmosfer terkendali.Kepemimpinan sekolah efektif oleh kepala Sekolah karena Kepalasekolah merupakan figure (key person) dalam mewujudkan visi, misi dantujuan sekolah yaitu sekolah yang efektif.


Download MANAJEMEN SEKOLAH EFEKTIF DAN UNGGUL1.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca MANAJEMEN SEKOLAH EFEKTIF DAN UNGGUL1. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon