October 18, 2016

Makalah WAWASAN KEBANGSAAN


Judul: Makalah WAWASAN KEBANGSAAN
Penulis: Ghiyas Yulifardana


BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Globalisasi adalah suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan.
Globalisasi sendiri merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun terakhir. Sebagai istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal masyarakat seluruh dunia. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar.
Globalisasi sering diperbincangkan oleh banyak orang, mulai dari para pakar ekonomi, sampai penjual iklan. Dalam kata globalisasi tersebut mengandung suatu pengetian akan hilangnya satu situasi dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat bergerak bebas dan terbuka dalam perdagangan. Dan dengan terbukanya satu negara terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain. Konsep akan globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu pada penyempitan dunia secara insentif dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, yaitu semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita akan koneksi tersebut. Di sini penyempitan dunia dapat dipahami dalam konteks institusi modernitas dan intensifikasi kesadaran dunia dapat dipersepsikan refleksif dengan lebih baik secara budaya.
Globalisasi memiliki banyak penafsiran dari berbagai sudut pandang. Sebagian orang menafsirkan globalisasi sebagai proses pengecilan dunia atau menjadikan dunia sebagaimana layaknya sebuah perkampungan kecil. Sebagian lainnya menyebutkan bahwa globalisasi adalah upaya penyatuan masyarakat dunia dari sisi gaya hidup, orientasi, dan budaya. Pengertian lain dari globalisasi seperti yang dikatakan oleh Barker (2004) adalah bahwa globalisasi merupakan koneksi global ekonomi, sosial, budaya dan politik yang semakin mengarah ke berbagai arah di seluruh penjuru dunia dan merasuk ke dalam kesadaran kita. Produksi global atas produk lokal dan lokalisasi produk global Globalisasi adalah proses dimana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di belahan dunia yang lain.(A.G. Mc.Grew, 1992).
Proses perkembangan globalisasi pada awalnya ditandai kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi. Bidang tersebut merupakan penggerak globalisasi. Dari kemajuan bidang ini kemudian mempengaruhi sektor-sektor lain dalam kehidupan, seperti bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain. Contoh sederhana dengan teknologi internet, parabola dan TV, orang di belahan bumi manapun akan dapat mengakses berita dari belahan dunia yang lain secara cepat. Hal ini akan terjadi interaksi antarmasyarakat dunia secara luas, yang akhirnya akan saling mempengaruhi satu sama lain, terutama pada kebudayaan daerah,seperti kebudayaan gotong royong,menjenguk tetangga sakit dan lain-lain. Globalisasi juga berpengaruh terhadap pemuda dalam kehidupan sehari-hari, seperti budaya berpakaian, gaya rambut dan sebagainya
Tujuan Penulisan
Tujuan Umum
Mahasiswa mampu memahami konsep dasar Peran Kebangsaan dan Globalisasi
Tujuan Khusus
Mahasiswa mampu memahami pentingnya Peran Kebangsaan
Mahasiswa mampu memahami dan mengetahui Globalisasi
Ruang Lingkup Penulisan
Pengertian
Kebangsaan Pada Era Orde Lama dan Orde Baru
Kebangsaan Pada Era Reformasi
Implementasi Kebangsaan Dalam Bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM
Metodelogi Penulisan
Dengan mengumpulkan literatur dan mencari di internet.
Berdiskusi dengan teman sekelompok dan teman beda kelompok
Sistematika Penulisan
BAB IPENDAHULUAN berisi Latar Belakang, Tujuan Penulisan; Tujuan Umum dan Khusus, Ruang Lingkup Penulisan, Metodelogi Penulisan dan Sistematika Penulisan
BAB IIPEMBAHASAN berisi Pengertian, Kebangsaan Pada Era Orde Lama dan Orde Baru, Kebangsaan Pada Era Reformasi, Implementasi Kebangsaan Dalam Bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM
BAB IIIPENUTUP berisi Kesimpulan
BAB II
PEMBAHASAN
PERAN KEBANGSAAN DAN GLOBALISASI
Pengertian

Globalisasi adalah masuk atau mewabahnya pengaruh dari suatu negara dalam pergaulan dunia. Proses global mengandung implikasi bahwa suatu aktivitas yang sebelumnya terbatas jangkauannya secara nasional, secara bertahap dapat diterapkan di berbagai negara yang dianggap sebagai semboyan yang bernilai universal.
Dalam hal ini tata nilai bangsa indonesia bergesar ditandai dengan mengedepankan sikap materialisme yang menilai harkat dan martabat manusia hanya diukur dari kekayaan (Pentaloka Doswir di Kodam Jaya 22-11-2011).
Rasa kebangsaan Indonesia pada era orde lama dan orde baru bergeser pula, setelah tercapai kemerdekaan negara bangsa proklamasi 17 Agustus 1945.
Sistem pemerintahan yang semula presidential berubah menjadi parlementer, dalam NKRI yang berumur kurang dari 3 bulan tanggal 14 November 1945 dengan Perdana Menteri Sutan Sahrir [Kabinet Sahrir].
Kebangsaan Pada Era Orde Lama dan Orde Baru
Setelah negara merdeka, Bung Karno/Hatta di tangkap tanggal 19 Desember 1948 dibuang ke bangka, belanda menganggap RI sudah tiada, tetapi Bung Karno memberi mandat pada Syafrudin Prawiranegara Kordmen kemakmuran sebelum di tangkap untuk adakan pemerintah darurat/PDRI di Bukit Tinggi (dilaksanakan 22 Desember 1948 diserahkan kembali 13 Juli 1949). Peristiwa lain yang heroik bernilai pos/negara, antara lain :
Pertempuran Surabaya 10-11-1945, Bung Tomo dengan semangat kebangsaan melawan sekutu Brigjen Malaby yang mendarat 25-10-45, hingga Malaby tewas (10 Nopember sebagai hari pahlawan).
Pertempuran 15-12-1945 dipimpin Kolonel Sudirman dengan semangat rasa kebangsaan yang tinggi memukul mundur sekutu dari Ambarawa ke semarang yang mendarat 20-10-1945 (15 Desember diperingati sebagai hari infantri)
Dengan semangat kebangsaan pertempuran medan area di Medan karena Nica menginjak-nginjak merah putih 1-12-1945.
Bandung lautan api, dengan semangat kebangsaan tetap merdeka , tidak mau dijadikan tempat musuh yang masuk ke bandung Oktober 1945.
Terjadi pula beberapa peristiwa semangat kebangsaan tetapi melenceng dari NKRI (Lemhanas, kewiraan untuk mahasiswa tersebut 1 s/d 9 hal.216).
Peristiwa Madiun PKI/MUSO 1948 yang menginginkan Indonesia negara komunis dan G30S/PKI DN Aidit di jakarta 1965.
Gerakan Darul Islam dengan tentara Islam Indonesia (DI/TII) di Jabar. NII diproklamirkan 9-8-1949 dipimpin oleh Marijen Kartosuwiryo, dapat ditumpas dengan pagar betis oleh rakyat bersama TNI, 1962 Kartosuwiryo ditangkap.
Gerakan DI/TII di Sulawesi Selatan dipimpin Kahar Muzakar hingga dia tewas awal 1965.
Gerakan DI/TII di Aceh dipimpin Daud Beureuh, dan kembali kepangkuan RI 9 Mei 1962.
Gerakan Ratu Adil (APRA) Angkatan Perang Ratu Adil Tanggal 23-1-1950 di Bandung dipimpin Kapten Westerling di NICA/Belanda dengan berkamuplase menolak pembubaran negara Pasundan yang tidak mendapat respon dari rakyat, sehingga dapat ditumpas dalam waktu singkat.
Andi Azis 5-4-1950 di Makasar eks komandan tentara Belanda yang mengelabui rakyat seolah-olah rakyat Makassar ingin dapat pengakuan terpisah dari RIS, akhirnya di tumpas 20-8-1950.
Gerakan Separatis Maluku Selatan (RMS) yang dipimpin oleh Robert Steven Soumokil yang mendirikan Republik Maluku Selatan yang terpisah dari RIS, RMS bergolak hampir bersamaan dengan Andi Azis di Makassar, Ambon dapat dikuasai oleh perintah RIS tanggal 3-11-1950.
Gerakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang diproklamasikan oleh Letkol Achmad Husein sebagai Ketua Dewan Perjuangan tanggal 15-2-1958 di Sumbar.
Perjuangan Semesta (permesta) di Sulut yang dipimpin Letkol Samuel yang semula Kasad PRRI/Permesta, dapat diselesaikan dengan gabungan AD, AL dan AU tanggal 4 April 1961
penyelesaian secara damai antara Somba dari Pramesta dengan Pangdam XIII/merdeka Kolonel Sunandar.
Kebangsaan Pada Era Reformasi
Rasa kebangsaan pada era reformasi tetap menunjukkan ada keinginan kelompok yang Nampak dengan lahirnya beberapa partai politik yang mempunyai asas berbeda-beda seperti :
Tahun 1999 ada 48 partai terdiri dari 34 berasaskan pancasila, 7 berasas Islam, 2 berasas pancasila dan Aqidah Islam, 2 berasas Daniul Islam dan masing-masing berasaskan Alquran, sosial demokrasi kerakyatan dan demokrasi religius.
Tahun 2004 terdiri dari 24 partai.
Tahun 2009 terdiri dari 34 partai secara nasional dan 6 partai local di daerah istimewa Aceh, jumlah seluruhnya 40 partai.
Perlu dipahami sejak tahun 1945 ada beberapa partai yang ikut serta dalam pemilu. Pemilu I tahun 1955 untuk pemilihan DPR 28 partai sedangkan untuk memilih konstituante 34 partai, pada waktu itu Bung Hatta mengusulkan satu partai tunggal (PNI) tapi tidak ditanggapi masyarakat.
Pada tahun 1971 terdiri dari 10 partai, pemilu seterusnya 3 partai : Golkar, PNI, dan P3, sampai Reformasi.
Pada era reformasi ditandai pula dengan sparatisme di papua dan beberapa peristiwa, yang berskala kecil, bentrokan terjadi karena kepentingan sesaat.
Yang perlu diperhatikan oleh penguasa karena akibat kebijakan pemerintah yang bersifat nasional maupun internasional berbeda pandang/persepsi seperti kenaikan BBM.
Implementasi Kebangsaan Dalam Bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM.
Dalam aktulisasi wawasan kebangsaan Indonesia dalam bidang kehidupan ideology dan politik
Bahwa Indonesia baik kedalam maupun keluar mengutamakan kepentingan nasional Indonesia.
Bahwa melaksanakan pancasila sebagai dasar Negara yang diyakini kebenarannya dan sebagai falsafah bangsa.
Bahwa dasar negara harus dipelajari untuk dipahami secara bertingkat mulai dasar seperti PERTI sehingga menjiwai senasib dan sepenanggungan.
Bahwa wilayah Indonesia merupakan satu kesatuan hukum sebagaimana diamanatkan UUD 1945.
Di Bidang Ekonomi :
Perekonomian diseluruh wilayah negara nusantara merupakan satu kesatuan ekonomi yang diselenggarakan sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan ditujukan bagi sebesar besarnya kemakmuran rakyat. Kekayaan alam digunakan secara efektif dan efisien. Dan keseimbangan antara daerah dan pusat.
Di Bidang Sosial Budaya :
Bahwa kehidupan sosial bangsa merupakan kehidupan yang serasi dan selaras sesuai dengan kemajuan bangsa.
Bahwa budaya indonesia pada hakekatnya adalah satu, sedangkan corak ragam budaya menggambarkan kekayaan budaya bangsa yang menjadi modal pengembangannya.
Di Bidang Hankam :
Setiap warga Negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam upaya pembelaan Negara.
Komponen utama TNI dan Polri merupakan ujung tombak dalam Hankamneg dan rakyat sebagai komponen pendukung.
Ancaman yang paling mungkin saat ini adalah ancaman non tradisional yang efeknya dapat mencobak-cabik kedaulatan Negara yang merdeka.BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antar manusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Dampak positif Globalisasi :
1. Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
2. Mudah melakukan komunikasi
3. Cepat dalam bepergian ( mobili-tas tinggi )
4. Menumbuhkan sikap kosmopo-litan dan toleran
5. Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
6. Mudah memenuhi kebutuhan
Dampak negatif Globalisasi:
1. Informasi yang tidak tersaring
2. Perilaku konsumtif
3. Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit
4. Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
5. Mudah terpengaruh oleh hal yang berbau barat


Download Makalah WAWASAN KEBANGSAAN.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Makalah WAWASAN KEBANGSAAN. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon