October 01, 2016

Makalah PENGARUH SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN


Judul: Makalah PENGARUH SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN
Penulis: Abdul Hamid


PENGARUH SISTEM INFORMASI OPERASIONAL PERUSAHAAN BERBASIS INTRANET TERHADAP
PRODUKTIFITAS KINERJA KARYAWAN
PADA PT. ASTRA HONDA
MOTOR JAKARTA
Disusun Oleh :
Dibahas oleh:
1. –
2. –
3. -
Kelas 11.8H.07
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Penerapan sistem informasi dalam dunia bisnis banyak dimanfaatkan untuk mendukung kecepatan dan ketepatan proses bisnis tersebut. Beragamnya bidang bisnis tentunya memerlukan aplikasi sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis tersebut.
Pemakaian komputer di kalangan perusahaan semakin marak, terutama didukung dengan alam kompetisi yang telah berubah dari monopoli menjadi pasar bebas. Secara tidak langsung, perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi komputer sangat efisien dan efektif dibandingkan perusahaan yang sebagian prosesnya masih dikelola secara manual. Pada era inilah komputer memasuki babak barunya, yaitu sebagai suatu fasilitas yang dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan, terutama yang bergerak di bidang bisnis. Dan pentingnya sistem informasi adalah sebagai salah satu komponen utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan yang ingin menang dalam persaingan bisnis.
Dari semua pengembangan teknologi sistem informasi dewasa ini, satu sistem informasi yang didesain untuk mendukung keseluruhan unit fungsional dari perusahaan adalah penggunaan Sistem Informasi Operasional Perusahaan berbasis Intranet di PT. Astra Honda Motor. Sistem informasi operasional perusahaan berbasis intranet adalah salah satu jenis sistem informasi yang menggunakan jaringan Local Area Network yang dapat digunakan untuk membantu pengolahan data yang tepat dan efektif. Dari hasil pengamatan di PT. Astra Honda Motor, dengan adanya sistem informasi operasional perusahaan berbasis intranet ini dapat
disimpulkan bahwa perusahaan ini harus bisa menerapkan sistem informasi operasional perusahaan untuk mendukung pengelolaan sumberdaya manusia, aktifitas-aktifitas pekerjaan agar lebih efektif dan saling terintegrasi, dan untuk menghasilkan produktifitas yang baik untuk mencapai tujuan perusahaan.
Sistem informasi operasional perusahaan berbasis intranet terdapat beberapa fungsi untuk menunjang kinerja para karyawannya yaitu meliputi: fungsi informasi, fungsi komunikasi, fungsi penyimpanan data, fungi pembelajaran/learning, fungsi interface link/penghubung dari satu objek ke objek lainnya.
Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik dan termotivasi untuk menganalisa sistem informasi tersebut sebagai bahan penelitian dalam skripsi ini yang berjudul "PENGARUH SISTEM INFORMASI OPERASIONAL PERUSAHAAN BERBASIS INTRANET TERHADAP PRODUKTIVITAS KINERJA KARYAWAN PADA PT ASTRA HONDA MOTOR".
Motivasi Riset
Motivasi penulis melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh sistem informasi operasional perusahaan berbasis intranet terhadap produktivitas kinerja karyawan.
Tujuan Riset
Tujuan dari penulisan penelitian ini adalah, untuk mengetahui sejauh mana peranan sistem informasi operasional perusahaan ini dalam perusahaan, dan untuk mengetahui tanggapan positif karyawan terhadap sistem informasi operasional perusahaan yang berbasis intranet.
Kontribusi Riset
Sesuai dengan masalah-masalah yang dikemukakan di atas, maka dari penelitian ini diharapkan dapat diperoleh manfaat sebagai berikut:
1.4.1. Manfaat Praktis
a.Bagi Perusahaan
Memberikan masukan kepada perusahaan tentang kegunaan sistem informasi operasional perusahaan berbasis intranet, serta untuk meningkatkan produktivitas kinerja karyawan di PT. AHM.
b.Bagi Karyawan
Memberikan pengertian mengenai manfaat, kegunaan serta pengaplikasian sistem informasi operasional berbasis intranet sehingga dapat menghasilkan penyebaran data dan informasi secara efektif untuk seluruh karyawan
1.4.2. Manfaat Akademis
a.Bagi Pengembangan Ilmu
Untuk dijadikan suatu obyek penelitian dalam rangka mengukur keberhasilan penyerapan ilmu yang diberikan oleh lembaga dan mengukur keberhasilan kurikulum pendidikan yang diajarkan. Selain itu, dapat pula dijadikan rujukan bagi para mahasiswa selanjutnya bagi yang ingin melakukan penelitian dalam masalah yang relatif sama maupun dalam persoalan-persoalan yang relevan dengan bahasan ini.
b.Bagi Peneliti Lain
Dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan bahan pertimbangan bagi peneliti lain dan dapat menjadi bahan referensi dalam kajian yang sama.
c.Bagi Penulis
Berguna untuk menambah wawasan pengetahuan baik teori maupun praktek dalam hal menganalisa pengaruh suatu sistem informasi terhadap penggunanya dalam suatu perusahaan sehingga nantinya dapat dijadikan referensi bagi penulis dalam menghadapi dunia kerja.
BAB II
KAJI TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
2.1. Teori
2.1.1.Sistem
Menurut Andri Kristanto (2003:1) sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sarana tertentu. Sedangkan menurut Abdul Kadir (2003:54) pada dasarnya, sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan.
2.1.2.Elemen Sistem
Menurut Andri Kristanto (2003:2), dalam bukunya "Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya" adapun Elemen-elemen yang terdapat dalam sistem meliputi :
Tujuan Sistem
Merupakan tujuan dari sistem tersebut dibuat
Batasan Sistem
Merupakan sesuatu yang membatasi sistem dalam mencapai tujuan sistem
3. Control Sistem
Merupakan pengawasan terhadap pelaksanaan pencapaian tujuan dari sistem tersebut
4. Input
Merupakan elemen dari sistem yang bertugas untuk menerima seluruh masukan data, dimana masukan tersebut dapat berupa jenis data, frekuensi pemasukan data dan sebagainya
5.Proses
Merupakan elemen dari sistem yang bertugas untuk mengolah atau memproses seluruh masukan data menjadi suatu informasi yang lebih berguna.
6.Output
Merupakan hasil dari input yang telah diproses oleh bagian pengolahan dan merupakan tujuan akhir sistem.
7.Umpan Balik
Merupakan elemen dalam sistem yang bertugas mengevaluasi bagian dari output yang dikeluarkan, dimana elemen ini sangat penting demi kemajuan sebuah sistem.
2.1.3.Klasifikasi Sistem
Menurut Andri Kristanto (2003:5), dalam bukunya "Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya" sistem dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian yaitu :
Sistem abstrak dan sistem fisik merupakan sistem yang tidak bias dilihat secara mata biasa dan biasanya sistem ini berupa pemikiran atau ide-ide.
Sistem alamiah dan sistem buatan merupakan sistem yang terjadi karena pengaruh alam, misalnya sistem rotasi bumi, sistem gravitasi dan sebagainya.
Sistem tertutup dan sistem terbuka merupakan sistem yang tidak berhubungan dengan bagian luar sistem dan biasanya tidak terpengeruh oleh kondisi di luar sistem.
2.1.4.Pengertian Informasi
Menurut Zulkifli Amsyah (2005:2), informasi adalah data yang sudah diolah, dibentuk, atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu.
Menurut Davis dalam Abdul Kadir (2003:31) informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang.
Menurut Budi Sutedjo Dharma Oetomo (2006:168) : "Informasi adalah hasil pemrosesan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem tersebut menjadi bentuk yang mudah dipahami dan merupakan pengetahuan yang relevan yang dibutuhkan oleh orang untuk menambah pemahamannya terhadap fakta-fakta yang ada."
-1905901065Dari definisi informasi menurut beberapa pakar tersebut dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang sudah diolah yang memiliki arti sehingga berguna bagi penggunanya.
2.1.5. Pengertian Sistem Informasi
Menurut Budi Sutedjo Dharma Oetomo (2006:11) : "Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan untuk mengintegrasikan data, memproses dan menyimpan serta mendistribusikan informasi."
Menurut Alter dalam Abdul Kadir (2003:11) sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.
Menurut Hall dalam Abdul Kadir (2003:11) sistem informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikelompokan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pemakai.
2.1.6. Elemen Sistem Informasi
Dalam suatu sistem informasi terdapat elemen-elemen seperti:
Perangkat keras (hardware)
Perangkat keras bagi suatu sistem informasi terdiri atas computer (pusat pengolah, unit masukan/keluaran), peralatan penyiapan data, dan terminal masukan/keluaran mencakup peranti-peranti fisik seperti komputer dan printer.
Perangkat lunak (software) atau program
Sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat memproses data.
Prosedur (Procedure)
Sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki
Manusia (Human)
Semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangansistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi
Basis data (database)
Sekumpulan tabel, hubungan, dan lai-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data. File yang berisi program dan data dibuktikan dengan adanya media penyimpanan secara fisik seperti diskette, hard disk, magnetic tape, dan sebagainya.
2.2.Operasional
Operasional menggambarkan karakteristik diamati dari konsep dalam rangka untuk dapat mengukur konsep (Sekaran, 2003 : 182). Menurut Cooper & Schmidler (2006 : 310) Definisi operasional adalah definisi yang dinyatakan dalam hal tertentu. Kriteria untuk pengujian atau pengukuran, merujuk pada sebuah empiris standar (kita harus mampu menghitung, mengukur, atau mengumpulkan informasi tentang standar melalui indera kita)
2.3. Perusahaan
Menurut Prof. Molengraff, perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus, bertindak keluar, untuk mendapatkan penghasilan, dengan cara memperniagakan barang-barang, menyerahkan barang-barang, atau mengadakan perjanjian-perjanjian perdagangan. Di sini Molengraff memandang perusahaan dari sudut "ekonomi"; Perusahaan ialah suatu tempat untuk melakukan kegiatan proses produksi barang atau jasa. Hal ini disebabkan karena ' kebutuhan ' manusia tidak bisa digunakan secara langsung dan harus melewati sebuah ' proses ' di suatu tempat, sehingga inti dari perusahaan ialah 'tempat melakukan proses ' sampai bisa langsung digunakan oleh manusia.
2.4. Sistem Informasi Operasional Perusahaan
(Sumber : HR Division PT Astra Honda Motor, Mei 2011) Sistem informasi operasional perusahaan dalam PT. Astra Honda Motor ini adalah sistem informasi yang dibangun untuk mendukung informasi-informasi yang
dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. Pada PT. Astra Honda Motor, sistem informasi operasional perusahaan ini adalah sebagai sarana dalam penyebaran informasi, komunikasi, penyimpanan database, pembelajaran/learning, dan sebagai tampilan/interface untuk penghubung/link suatu objek dengan objek lainnya dalam sistem manajemen perusahaan. Berikut adalah fungsi-fungsi dari sistem informasi operasional perusahaan pada PT. Astra Honda Motor :
1.Penyebaran Informasi :
a. Berita
b. Majalah
c. Rubrik
2.Komunikasi :
a. Forum
b. Survey
c. Chat
3.Penyimpanan Database :
a. Jadwal
b. Form
c. Foto
4.Pembelajaran/Learning :
a. Perpustakaan
b. Tentang AHM
5.Interface link :
a. Phone
b. Intramail
c. Webmail
d. Communicator
e. Aplikasi
2.5. Intranet
Intranet merupakan sebuah jaringan yang dibangun berdasarkan teknologi internet yang didalamnya terdapat basis arsitektur berupa aplikasi web dan teknologi komunikasi data. Intranet juga menggunakan protocol TCP/IP. Protocol ini memungkinkan suatu komputer mengirim dan memberi alamat data sampai tujuan dengan tanpa kurang apapun. Secara umum media intranet dapat dipertimbangkan untuk diimplementasikan sebagai salah satu upaya meningkatkan pelayanan administrasi dan informasi dari suatu departemen (mis: Benefit & Compensation Departement) secara lebih cepat, mudah dan efisien. Ada beberapa keuntungan dari penggunaan intranet seperti:
Kebebasan Lokasi Data, yaitu penggunaan intranet memungkinkan terwujudnya relasi dokumen-dokumen (files) dari berbagai lokasi penyimpanan, terutama jika operasional administrasi perusahaan menggunakan beberapa program aplikasi yang berbeda, misalnya data terletak di: Ms Access, MIMS, Lattice, PTMS/PSMS, dll.
2. Akses Data Relatif Lebih Cepat, karena teknologi jejaring memungkinkan terpengorganisasian dokumen sedemikian rupa sehingga informasi yang dicari dapat dengan mudah ditemukan. Fleksibel, karena dapat juga diakses dari berbagai tipe server (web, usenet, gopher, ftp).
4. Aman, yang artinya tidak mengganggu/ beresiko merusak proses program aplikasi yang sedang berjalan. Hemat, dari segi alat seperti kertas, lemari, arsip, pos dokumen dan tenaga administrasi. Dapat diakses secara luas, karena terdapat kesempatan untuk menempatkannya dalam jejaring yang lebih luas (internet) khususnya untuk sebagian data yang dipandang perlu.
7.Pengendalian Informasi Publik Perusahaan, yaitu pengendalian informasi dari kemungkinan beda versi, pembaruan data, dll.
Selain keuntungan, terdapat kendala yang mungkin harus dihadapi, tentu saja jika sarana komunikasi untuk jaringan intranet ini belum ada atau sedang mengalami gangguan (dari Telkom, satelit, provider). Implementasi sebelum merealisasikan rencana penggunaan intranet (dengan asumsi bahwa masalah persetujuan manajemen, dana maupun prasarana teknis telah tersedia), departemen pengguna terlebih dahulu perlu mengidentifikasi beberapa hal seperti dibawah ini :
1.Sasaran media informasi intranet, yaitu:
a. Internal : manajemen, unit organisasi berkaitan, karyawan, dll
b. Eksternal : mitra kerja (rumah sakit, apotek, asuransi/ pensiun, dll).
2. Fasilitas- fasilitas apa saja yang akan diadakan, seperti:
a. Jalur-jalur gerbang (gateways) ke basis data departemen
b. sistem papan tulis buletin (bulletin board sistem)
c. perangkat pencari (search tool)
d. layanan e-mail (milis dan arsip tanya jawab)
e. akses link-link (intranet / internet) yang berkaitan dengan keperluan departemen yang bersangkutan.
3. Jenis- jenis dokumen apa saja yang perlu dicantumkan
- Sumber data/ aplikasi isian.
- Informasi khusus untuk personal (view and print only)
- Informasi umum seperti berita
- Laporan
- Ruang Tanya Jawab/ konsultasi internal (tidak perlu waktu pertemuan khusus).
Program aplikasi apa saja yang perlu dikoneksikan untuk menampilkan laporan, yaitu terutama adalah program aplikasi yang digunakan oleh departemen (dan data laporan yang dihasilkannya dibutuhkan oleh pihak lain), yang kemudian dapat dihubungkan ke homepage intranet melalui API (application programming
interface) untuk menarik data laporan dari engine programnya (misalnya: engine progress jika pada aplikasi Lattice).
Format umum dokumen (hybrid intranet)
1. Intranet :
a. Manajemen umum (CEO)
b. Departemen teknis (mis: TI, SDM)
2. Homepage :
a. Administrator : penanggung jawab keseluruhan homepage organisasi induk
b. Penerbit (publisher) : penanggung jawab homepage suborganisasi induk
c. Editor : mengurus (penyuntingan) halaman-halaman yang ada di homepage.
Rancangan Garis Besar Desain Hompage :
Termasuk didalamnya materi-materi logo dan judul (perusahaan, departemen), latar belakang halaman, penggunaan bingkai (frame) atau tidak, jumlah halaman dan indeksasinya, penggunaan java-script dan lain-lain (bias melihat pada perkembangan yang terjadi pada proses atau pasca pembuatan). Selanjutnya pelaksanaan detilnya dapat dikerjakan/dibantu oleh institusi khusus pembuatan media/homepage intranet.
Instalasi Intranet :
Komponen piranti keras yang dibutuhkan untuk membuat suatu jaringan intranet tidak terlalu banyak. Terutama jika perusahaan sudah memiliki sebuah LAN maka hanya memerlukan sebuah server yang terhubung ke LAN tersebut. File server yang sudah ada dapat dijadikan intranet server dengan meng-instal komponen piranti lunak yang sesuai dengan OS network tersebut. Misalnya jika server LAN yang ada menggunakan OS UNIX, piranti lunak intranet yang dapat
digunakan antara lain NCSA dan Apache. Sedangkan jika OS menggunakan Windows NT dapat digunakan Website 1.1 dari O'Reilly & Associates, dll.
2.6. Produktivitas
Secara umum produktivitas diartikan atau dirumuskan sebagai perbandingan antara keluaran (output) dengan pemasukan (input),sedangkan menurut Ambar Teguh Sulistiani dan Rosidah (2003:126) mengemukakan bahwa produktivitas adalah "Menyangkut masalah hasil akhir, yakni seberapa besar hasil akhir yang diperoleh didalam proses produksi, dalam hal ini adalah efisiensi dan efektivitas".
2.7 Konsep Kinerja
Konsep kinerja merujuk kepada tingkat pencapaian karyawan atau organisasi terhadap persyaratan pekerjaan. Menurut Amstrong dan Baron dalam Wibowo (2007:2) mengatakan bahwa kinerja adalah:
"Hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen, dan memberikan kontribusi ekonomi"
Adapun pengertian Kinerja menurut Wibowo (2007:2) adalah:
" Kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil dari yang dicapai dari pekerjaan tersebut."
2.7.1. Pengertian Kinerja Karyawan
Dalam hal ini, kinerja Karyawan merupakan variabel (Y) yang dipengaruhi oleh variabel (X) yaitu Teknologi Informasi Intranet.
Menurut Bernardin dan Russel dialih bahasakan oleh Achmad S. Ruky (2006:15) dalam bukunya yang berjudul Sistem Manajemen Kinerja menyatakan "Kinerja adalah hasil dari prestasi kerja yang telah dicapai seorang karyawan sesuai dengan fungsi tugasnya pada periode tertentu. Prestasi adalah catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu".
2.7.2 Pengukuran Kinerja Karyawan
Sudarmanto (2009:11) mengemukakan bahwa dimensi atau indicator kinerja merupakan aspek-aspek yang menjadi ukuran dalam menilai kinerja. John Miner (1988) pada Sudarmanto (2009:11) mengemukakan 4 dimensi yang dapat dijadikan tolak ukur menilai kinerja, yaitu :
a. Kualitas, yaitu tingkat kesalahan, kerusakan, kecermatan.
b. Kuantitas, yaitu jumlah pekerjaan yang dihasilkan.
c. Penggunaan waktu dalam kerja, yaitu waktu kerja efektif : jam kerja hilang.
d. Kerja sama dengan orang lain dalam bekerja.
Bernadin (2001) menyampaikan ada 6 kriteria dasar atau dimensi untuk mengukur kinerja yaitu :
a. Quality (Kualitas), terkait dengan prestasi kerja dan proses/hasil mendekati sempurna/ideal dalam memenuhi maksud atau tujuan.
b. Quantity (Kuantitas), satuan jumlah atau kuantitas pekerjaan yang dihasilkan, terkait dengan beban kerja.
c. Timeliness (Waktu) terkait dengan waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan aktivitas dan ketepatan waktu/kedisiplinan dalam bertugas.
d. Cost-Effectiveness (Biaya) terkait dengan penggunaan sumber-sumber organisasi (orang,uang,material,teknologi sistem informasi) dalam mendapatkan atau memperoleh hasil atau pengurangan pemborosan dalam penggunaan sumber-sumber organisasi.
e. Need for supervision (Kemampuan tanpa pengawasan) terkait dengan kemampuan individu dapat menyelesaikan pekerjaan atau fungsi-fungsi pekerjaan tanpa asistensi pimpinan atau intervensi pengawasan pimpinan.
f. Interpersonal impact (Perilaku individu) terkait dengan kompetensi dan kemampuan individu dalam meningkatkan perasaan harga diri, keinginan baik, motivasi dan kerjasama antara rekan kerja
2.8. Keterkaitan variabel Teknologi Informasi Intranet dengan variabel
Kinerja
Suatu teknologi informasi sangat berpengaruh bagi sebuah instansi atau perusahaan. Karena teknologi informasi digunakan sebagi jalur untuk mendapatkan komunikasi penting sebagai dasar informasi dalam pengambilan keputusan oleh atasan terhadap kerja para karyawannya.
Adapun keterkaitan antara variabel X yaitu Sistem Informasi Operasinal dengan Variabel Y yaitu kinerja karyawan menurut menurut model Theory of Reasoned Action yang dikembangkan oleh Fishben dan Ajzen adalah :
"Apabila perilaku tertentu selaras dengan perilaku sesungguhnya, maka Teknologi Sistem Informasi dapat meningkatkan kinerja individu dan sebaliknya". (Ardi Hamzah, Evaluasi Kesesuaian Model Keperilakuan Dalam Penggunaan Teknologi Sistem Informasi Di Indonesia 2009: D16)
BAB III
RANCANGAN RISET
Metode Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan survey dan verifikatif, sedangkan untuk mengetahui sistem yang sedang berjalan menggunakan metode penelitian terstruktur.
Menurut Nazir (dalam Nuraedi, Susilana, Hatimah, 2005:54) "Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang".
Sedangkan metode verifikatif Menurut Sugiyono (2003:33) "Verifikatif adalah metode penelitian yang menguji hipotesis dengan menggunakan analisis
statistik".
3.1.1.Desain Penelitian
Untuk memperoleh hasil penelitian yang baik, maka diperlukan suatu desain penelitian untuk menunjang penelitian. Desain penelitian harus sesuai dengan metode penelitian yang digunakan.
Menurut Moh. Nazir (2009.84), desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Dimana proses perencanaan dimulai dari identifikasi masalah, pemilihan serta rumusan masalah, sampai dengan perumusan hipotesis. Berdasarkan proses perencaan tersebut maka desain penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1.Mengidentifikasi Masalah
2. Merumuskan Masalah
3. Merumuskan Hipotesis
4. Menarik Kesimpulan
3.1.2. Operasional Variabel
Menurut Umi Narimawati, Riset Manajemen Sumber Daya Manusia (2007:61) : "Operasional Variabel adalah proses penguraian variabel penelitian kedalam sub variabel, dimensi, indikator sub variabel, dan pengukuran."
3.1.2.1.Variabel (X) Sistem Informasi Operasional Perusahaan Berbasis Intranet
Variabel independent (X) yaitu variable yang mempengaruhi variabel lain yang terjadi. Dalam penelitian ini, Sistem Informasi Operasional Perusahaan pada PT. AHM merupakan variable yang mempengaruhi produktifitas kinerja karyawan.
3.1.2.2. Variabel (Y) Kinerja Karyawan
Variable dependen (Y) yaitu variable yang dipengaruhi oleh variable lain yang sifatnya independent Untuk lebih jelasnya variabel-variabel yang menjadi variabel terkait dan variabel bebas maka variabel-variabel tersebut dioperasionalkan. Untuk lebih jelas maka dapat dilihat dari tabel 3.1
Variabel
[1] Konsep Variabel
[2] Indikator [3] Ukuran
[4] Skala
[5]
Sistem
Informasi
Operasional
Perusahaan
Berbasis
Intranet
(X) Sistem Informasi
Operasional
Perusahaan
Berbasis Intranet ini
adalah suatu sistem
yang berfungsi
sebagai sarana
penyebaran
informasi dari
perusahaan kepada
karyawan maupun
sebaliknya, sarana
komunikasi,
penyimpanan
database, learning,
dan interface
kepada aplikasiaplikasi
lainnya.
Teknologi
Informasi dalam
mendukung
Pelayanan
Karyawan,
Pemanfaatan
teknologi informasi
sebagai salah satu
alat pemberdayaan,
Standarisasi operasi
dan database.
Agus Mulyanto
(2009:31 Manusia
Tingkat
kemudahan
sistem informasi
dalam
penyebaran
informasi bagi
user Ordinal
Tingkat
kenyamanan user
dalam
menggunakan
Sistem Informasi
Operasional
Perusahaan
Ordinal
Tingkat
Kemampuan
beroperasi sistem
informasi sesuai
dengan
kebutuhan user
Ordinal
Perangkat Keras
(Hardware)
Sistem Informasi
mampu
menyesuaikan
dengan
perkembangan
perangkat keras
disaat ini dan
saat mendatang
Ordinal
Sistem Informasi
Operasional
Perusahaan
mampu
menggunakan
media
penyimpanan
yang ada saat ini Ordina;
Perangkat Lunak
(Software) Tingkat
kecepatan dalam
pengolahan data
Ordinal
Tingkat
kecepatan Sistem
Informasi dalam
mendekteksi
kesalahan
pemrosesan data Ordinal
Tingkat
keamanan data
yang disimpan
dalam Sistem Ordinal
Data Tingkat
kemudahan
menginput data
kedalam sistem
informasi
operasional
perusahaan
Ordinal
Ordinal Ordinal
Tingkat
Kelengkapan
data dalam
mendukung
penyebaran
informasi
perusahaan Ordinal
Tingkat
kapasitas sistem
informasi untuk
menyimpan data
perusahaan Ordinal
Jaringan Tingkat efisiensi
jaringan untuk
mendukung
sistem informasi
operasional
perusahaan
berbasis intranet Ordinal
Tingkat kondisi
jaringan yang
digunakan untuk
mendukung
Sistem Informasi
Operasional
Perusahaan Ordinal
Kinerja
Karyawan
(Y) Kinerja adalah hasil
dari prestasi kerja
yang telah dicapai
seorang karyawan
sesuai dengan
fungsi tugasnya
pada periode
tertentu. Prestasi
adalah catatan
tentang hasil-hasil
yang diperoleh dari
fungsi-fungsi
pekerjaan tertentu
atau kegiatan
tertentu selama
kurun waktu tertentu
Bernadin
(2001) Quality
(Kualitas) Tingkat
kesesuaian
kualitas
pekerjaan yang
berhasil
diselesaikan
dengan standar
yang ditetapkan
perusahaan
Ordinal
Ordinal
Tingkat efisiensi
waktu dalam
menyelesaikan
pekerjaan sesuai
dengan standar
yang ditetapkan
perusahaan Ordinal
Quantity
(Kuantitas) Tingkat
kesesuaian
jumlah pekerjaan
yang
diselesaikan
dengan standar
yang ditetapkan
perusahaan Ordinal
Tingkat
ketepatan dan
kecepatan dalam
menyelesaikan
pekerjaan sesuai
standar yang
telah ditetapkan
perusahaan Ordinal
Timeliness
(Waktu) Tingkat
ketepatan waktu
dalam bekerja Ordinal
Tingkat
kecepatan dalam
mengakses
sistem informasi Ordinal
Cost-
Effectiveness
(Biaya) Tingkat
sumberdaya
manusia,uang,
material,dan
teknologi sistem
informasi Ordinal
Tingkat
keefektifitasan
pemakaian
segala bidang
sumberdaya Ordinal
Need for
supervision
(Kemampuan
tanpa
pengawasan) Tingkat inisiatif
karyawan dalam
melakukan
pekerjaannya Ordinal
Tingkat
kemandirian
karyawan dalam
melakukan
pekerjaannya Ordinal
Interpersonal
impact (Perilaku
individu) Tingkat
kemampuan
karyawan dalam
memotivasi
dirinya sendiri
dalam
menyelesaikan
pekerjaan Ordinal
Tingkat
kerjasama antar
karyawan dalam
menyelesaikan
pekerjaan
Ordinal
Tingkat
kemampuan
karyawan dalam
berkompetisi
dengan
karyawan lain
dalam rangka
mencapai tujuan
perusahaan Ordinal
Tingkat
kerjasama antar
karyawan dalam
menyelesaikan
pekerjaan
Ordinal
Tingkat
kemampuan
karyawan dalam
berkompetisi
dengan
karyawan lain
dalam rangka
mencapai tujuan
perusahaan Ordinal

3.1.3. Metode Penarikan Sampel
3.1.3.1. Populasi
Pengertian Populasi menurut Sugiyono (2010:80), yaitu: "Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas :objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya."
Dalam penelitian ini populasi yang akan diteliti adalah karyawan PT. AHM yang berada di divisi Human Resource Division sebanyak 32 karyawan.
3.1.3.2. Sampel
Menurut Sugiyono (2010:81), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.Penelitian ini digunakan sampel dari populasi yang ada,dikarenakan populasi dalam penelitian ini kurang dari 100, maka menurut Umi Narimawati (2008:173) bahwa dalam penelitian yang populasinya kurang dari 100, maka sebaiknya diambil seluruhnya, sehingga diperoleh keakuratan data dan kesimpulan penelitian. Dalam penelitian ini seluruh anggota populasi diambil sampel, sehingga metode pengambilan sampel disini disebut sensus.
3.1.4. Jenis dan Metode Pengumpulan Data
3.1.4.1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Data Primer
Data Primer yaitu jenis data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari sumber data utama.
Observasi
Yaitu suatu cara untuk mendapatkan suatu data-data yang diperlukan oleh peneliti dengan melakukan pengamatan langsung pada PTAstra Honda Motor. Observasi dilakukan pada karyawan PT. Astra Honda Motor yang menggunakan Sistem Informasi Operasional Perusahaan berbasis intranet.
Wawancara
Yaitu bentuk komunikasi secara lisan baik langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dari pewancara kepada kepala divisi human resource department PT. AHM
c. Kuesioner
Penyebaran kuesioner hanya dilakukan pada seluruh karyawan di PT. AHM yang menggunakan atau berhubungan dengan Sistem Informasi Operasional Perusahaan berbasisintranet.
Data Sekunder
Data sekunder ini merupakan data yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan dan dokumen-dokumen, jurnal, laporan-laporan atau tulisan ilmiah lainnya yang berhubungan dengan objek penelitian. Dalam hal ini, mendapatkan laporan perkembangan PT. AHM yang dapat digunakan untuk mendorong kinerja karyawan.
3.2.Teknik Pengujian Data
Mengingat pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, maka kesungguhan responden dalam menjawab setiap pertanyaan – pertanyaan yang diajukan oleh peneliti merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. Keabsahan atau kesahihan suatu hasil penelitian sangat ditentukan oleh alat ukur yang digunakan. Apabila alat ukur yang digunakan tidak valid atau tidak dapat dipercaya, maka hasil penelitian yang dilakukan tidak akan menggambarkan keadaan yang sesungguhnya.
Dalam mengatasi hal tersebut, maka diperlukan dua macam pengujian yaitu uji validitas dan uji realibitas. Jika validitas dan realibilitas tidak diketahui, maka akibatnya menjadi fatal dalam memberikan kesimpulan ataupun memberi alasan terhadap hubungan hubungan antar variabel, bahkan secara luas validitas dan realibilitas mencakup mutu seluruh proses pengambilan data sejak konsep disiapkan sampai data siap untuk dianalisis.
Uji Validitas
Menurut Bambang S. Soedibjo (2005:76) Uji validitas data dilakukan untuk mengetahui tingkat validitas data dan derajat kebenaran (valid atau tidaknya suatu item pernyataan pada kuesioner yang diberikan pada responden) dari suatu proses pengumpulan data pada instrument penelitian.
Untuk pengujian validitas ini instrumen penelitian yang berupa skor yang memiliki tingkatan, dan rumus yang digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment dengan:.

Keterangan :
r = koefisien validitas item yang dicari
X = skor yang diperoh subjek dalam setiap item
Y = skor total yang diperoleh subjek dari seluruh item
∑X = jumlah skor dalam distribusi X
∑Y = jumlah skor dalam distribusi Y
∑X² = jumlah kuadrat masing-masing skor X
∑Y² = jumlah kuadrat masing-masing skor Y
n = banyaknya responden.
Uji Realibilitas
Uji reliabilitas instrumen dilakukan untuk melihat sampai seberapa besar kendala alat ukur yang digunakan. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah α-cronbach. Menurut Purbayu dan Ashari (2005: 251) Reliabilitas adalah ukuran yang menunjukkan konsistensi dari alat ukur dalam mengukur gejala yang sama di lain kesempatan.
Menurut Sekaran dalam Bambang S.Soedibjo (2005:72), criteria penilaian terhadap koefisien α-Cronbach adalah jika koefisien α kurang dari 0,6 maka instrumen dikatakan kurang reliabel, jika diantara 0,6 dan 0,8 dikatakan cukup reliabel, sedangkan jika α lebih besar 0,8 maka instrumen dikatakan sangat reliabel.
Didalam uji reliabilitas, penulis menggunakan program SPSS 12.0 For Windows, sehingga dengan SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistic Cronbach's Alpha.
3.2.1Metode Analisis dan Pengujian Hipotesis
Metode analisis dalam penelitian ini akan menggunakan Metode Deskriptif dan Verifikatif. Sedangkan Pengujian Hipotesis berisi tentang hasil pengujian hipotesis.
3.2.1.1 Analisis Deskriptif
Analisis Deskriptif berisikan perhitungan-perhitungan untuk melihat bagaimana pola atau karakteristik data serta mendeteksi ketidakwajaran respon dalam menjawab kuesioner. Selain perhitungan juga untuk meringkas hasil-hasil dalam bentuk tabel atau secara visual untuk membantu memahami apa yang telah dihasilkan dari penelitian.
3.2.1.2 Analisis Asosiatif
Analisis Asosiatif, pada dasarnya untuk mengetahui adanya hubungan antar dua variabel. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan perhitungan statistik yang digunakan dalam variabel X terhadap variabel Y yang diteliti, dalam hal ini pengaruh sistem informasi operasional perusahaan terhadap produktifitas kinerja karyawan.
3.2.2 Perancangan Pengujian Hipotesis
3.2.2.1Uji Normalitas
Uji normaltas digunakan untuk menguji asumsi yang diambil benar atau menyimpang. Hasil pengujian data dinyatakan normal dengan syarat uji normalitas sig >0,05.
3.2.2.2Uji Korelasi
Analisis ini digunakan untuk mengetahui signifikasi variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y).
H0 : = X1= 0 tidak ada pengaruh signifikan antara variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y).
HA : ≠ X1 ≠ 0 ada pengaruh signifikan antara variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y).
Hasil pengujian data dinyatakan ada pengaruh signifikan antara variabel indenpeden (X) terhadap variabel dependen (Y) jika sig <0,05 pada hasil Anova.
H0 : = X1= 0 tidak ada hubungan signifikan antara variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y).
HA : ≠ X1 ≠ 0 ada hubungan signifikan antara variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y).
Hasil pengujian data dinyatakan ada pengaruh signifikan antara variabel indenpeden (X) terhadap variabel dependen (Y) jika sig <0,05 pada hasil Anova.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
Hasil Uji Validitas dan Reabilitas
Sebelum hubungan antara variable X dan variable Y dianalisis, maka terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan uji realibilitas instrument. Uji validitas data dilakukan untuk mengetahui tingkat validitas data dan derajat kebenaran (valid atau tidaknya suatu item pernyataan pada kuesioner yang diberikan pada responden) dari suatu proses pengumpulan data pada instrument penelitian. Sedangkan uji reabilitas untuk melihat konsistensi dari alat ukur dalam mengukur
gejala yang sama di lain kesempatan
4.1 Hasil Uji Validitas
a. Uji Validitas Variabel X
Berdasarkan rumus yang dijelaskan dalam bab III, maka uji validitas untuk pernyataan dalam kuesioner menggunakan korelasi Pearson. Pengolahan data menggunakan SPSS menghasilkan uji validitas sebagai berikut:
Hasil uji validitas menggunakan software SPSS 17.0 For Windows, adalah sebagai berikut:
Tabel 4.36
Uji Validitas Kualitas Sistem Informasi
Item Rx rtabel Kesimpulan
Item 1 0,815 0,433 Valid
Item 2 0,831 0,433 Valid
Item 3 0,799 0,433 Valid
Item 4 0,782 0,433 Valid
Item 5 0,790 0,433 Valid
Item 6 0,754 0,433 Valid
Item 7 0,771 0,433 Valid
Item 8 0,765 0,433 Valid
Item 9 0,732 0,433 Valid
Item 10 0,805 0,433 Valid
Item 11 0,847 0,433 Valid
Item 12 0,817 0,433 Valid
Item 13 0,829 0,433 Valid
Sumber: Pengolahan data Menggunakan SPSS 17.0 For Windows (2011)
Dari data di atas, disimpulkan bahwa instrumen pada variabel X (Sistem Informasi) pada setiap variabel yang peneliti ajukan dalam kuesioner dapat mewakili objek yang diteliti, dimana dari 13 pertanyaan variabel X (Sistem Informasi) valid yaitu rx > rtabel. sehingga dapat disimpulkan bahwa item-item yang digunakan untuk mengukur validitas Sistem Informasi Operasional Perusahaan berbasis Intranet akan mampu menghasilkan data yang akurat sesuai dengan tujuan penelitian atau dinyatakan valid.
Uji Validitas Variabel Y
Dalam penelitian ini, Produktifitas Kinerja Karyawan sebagai variable Y. Berikut pemaparan uji validitas variable Y.
Tabel 4.37
Uji Validitas Produktifitas Kinerja Karyawan (Y)
Item Ry rtabel Kesimpulan
Item 1 0,762 0,433 Valid
Item 2 0,763 0,433 Valid
Item 3 0,699 0,433 Valid
Item 4 0,582 0,433 Valid
Item 5 0,623 0,433 Valid
Item 6 0,647 0,433 Valid
Item 7 0,620 0,433 Valid
Item 8 0,695 0,433 Valid
Item 9 0,678 0,433 Valid
Item 10 0,634 0,433 Valid
Item 11 0,701 0,433 Valid
Item 12 0,758 0,433 Valid
Item 13 0,736 0,433 Valid
Dari data di atas disimpulkan bahwa instrumen pada variabel Y (Produktifitas Kinerja Karyawan) pada setiap variabel yang penulis ajukan dalam kuesioner dapat mewakili objek yang diteliti, dimana dari 13 pertanyaan variable Y (Kinerja Karyawan) valid yaitu ry > rtabel. sehingga dapat disimpulkan bahwa item-item yang digunakan untuk mengukur validitas Produktifitas Kinerja Karyawan akan mampu menghasilkan data yang akurat sesuai dengan tujuan penelitian atau dinyatakan valid.
Hasil Uji Reliabilitas
Instrumen yang memiliki sifat konsisten berarti jawaban yang diperoleh dari angket tersebut relatif sama untuk pengujian pada waktu dan tempat yang berlainan. Teknik yang digunakan yaitu rumus Cronbach Alpa. Nilai r11 untuk variabel X (Sistem Informasi Operasional Perusahaan berbasis Intranet) adalah sebesar 0,961 , dan untuk Variabel Y (Produktifitas KinerjaKaryawan) yaitu 0.930,
3169920118745

Hasil ini menunjukan bahwa Instrumen penelitian bersifat sangat Reliabel seperti yang dikemukakan oleh Bambang S. Soedibjo (2005:72), karena kriteria reliabilitas diatas 0,800.
Uji Normalitas
Berdasarkan perhitungan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS For Windows Versi 15.00 diperoleh kesimpulan bahwa data yang dianalisis berdistribusi normal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada rangkuman sebagai berikut:
.
Berdasarkan data diatas didapatkan hasil pengujian dinyatakan bersifat normal , karena uji syarat normalitas : 0,096 dan 0,200 >0,05 serta 0,027 dan 0,092 >0,05.
Uji Korelasi
Hipotesa 1 :
Analisis ini digunakan untuk mengetahui signifikasi variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y).
H0 : = X1= 0 tidak ada pengaruh signifikan antara variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y).
HA : ≠ X1 ≠ 0 ada pengaruh signifikan antara variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y).
Hasil pengujian data dinyatakan ada pengaruh signifikan antara variabel indenpeden (X) terhadap variabel dependen (Y) jika karena sig=0,000 <0,05.
Hipotesa 2:
H0 : = X1= 0 tidak ada hubungan signifikan antara variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y).
HA : ≠ X1 ≠ 0 ada hubungan signifikan antara variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y).

Hasil pengujian data dinyatakan ada hubungan signifikan antara variabel indenpeden (X) terhadap variabel dependen (Y) jika sig <0,05.


Download Makalah PENGARUH SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Makalah PENGARUH SISTEM INFORMASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon