October 09, 2016

MAKALAH EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN


Judul: MAKALAH EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN
Penulis: Nizwa Ayuni



Makalah:
EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN
Mata Kuliah:
BELAJAR dan PEMBELAJARAN 1
Disusun oleh:
Mahasiswa Program Studi Matematika
FKIP UNRAM
Angkatan 2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul "Evaluasi Dalam Pembelajaran".
Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Kami sadar bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam makalah ini, baik dari segi penyusunan maupun kelengkapan dan ketepatan isi makalah. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak agar selanjutnya dapat ditingkatkan dan disempurnakan.
Demikian makalah ini disusun agar dapat bermanfaat, diterima dan digunakan sebagai acuan untuk makalah-makalah selanjutnya.
Mataram, 2 April 2013
Penyusun
ii

Daftar isi
KATA PENGANTAR............................................................................................................ii
DAFTAR ISI.........................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN1
Latar Belakang............................................................................................................1
Rumusan Masalah.......................................................................................................1
Tujuan.........................................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
Pengertian Evaluasi…………………………………………………………….......3
Fungsi dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran....…………………………………….4
Jenis-Jenis Evaluasi Pembelajaran…………………………………………………6
TeknikEvaluasi........…………………………………………………………………8
Syarat-Syarat Penyusunan Evaluasi Pembelajaran.................................................14
BAB IV PENUTUP
Kesimpulan...............................................................................................................17
Saran.........................................................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA
iii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui hasil yang telah dicapai oleh pendidik dalam proses pembelajaran adalah melalui evaluasi.Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem pendidikan, karena evaluasi dapat mencerminkan seberapa jauh perkembangan atau kemajuan hasil pendidikan.Dalam setiap pembelajaran, pendidik harus berusaha mengetahui hasil dari proses pembelajaran yang ia lakukan. Pentingnya diketahui hasil ini karena dapat menjadi salah satu patokan bagi pendidik untuk mengetahui sejauh mana proses pembelajran yang dia lakukan dapat mengembangkan potensi peserta didik. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan.
Evaluasi pendidikan danpengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitatif atau kuantitatif sesuai dengan standar tertentu. Evaluasi yang dilakukan oleh pendidik ini dapat berupa evaluasi hasil belajar dan evaluasi pembelajaran. Namun, dalam makalah ini,hanya akandibicarakan masalah evaluasi pembelajaran.
1.2 Rumusan Masalah
Apakah pengertian EvaluasiPembelajaran?
Apa fungsi dan tujuan Evaluasi Pembelajaran ?
Apa saja jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran?
Bagaimana teknik melakukan Evaluasi Pembelajaran ?
1
Apa syarat-syarat penyusunan Evaluasi Pembelajaran ?
1.3 Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengertian Evaluasi Pembelajaran
Untuk mengetahui fungsi dan tujuan Evaluasi Pembelajaran
Untuk mengetahui jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran
Untuk mengetahui teknik melakukan Evaluasi Pembelajaran
Untuk mngetahui syarat-syarat penyusunan Evaluasi Pembelajaran
2

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Evaluasi Pembelajaran
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, evaluasi berarti penilaian (KBBI, 1996:272). Sedangkan Evaluasi Menurut Suharsimi Arikunto (2004: 1) adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. Nurgiyantoro (1988:5) menyebutkan bahwa evaluasi adalah proses untuk mengukur kadar pencapaian tujuan. Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa evaluasi yang bersinonim dengan penilaian tidak sama konsepnya dengan pengukuran dan tes meskipun ketiga konsep ini sering didapatkan ketika masalah evaluasi pendidikan dibicarakan. Dikatakannya bahwa penilaian berkaitan dengan aspek kuantitatif dan kualitatif, pengukuran berkaitan dengan aspek kuantitatif, sedangkan tes hanya merupakan salah satu instrumen penilaian. Meskipun berbeda, ketiga konsep ini merupakan satu kesatuan dan saling memerlukan. Pengukuran adalah proses penentuan kuantitas suatu objeck dengan memebandingkan antara alat ukur dengan objek yang diukur. Penilaian adalah proses penentuan kualitas suatu objek dengan membandinkan antara hasil-hasil ukur dengan standart penialaian tertentu. Tes adalah alat pengumpulan data yang dirancang khusus. Yang membedakannya dengan evaluasi adalah bahwa evaluasi mencakup aspek kualitatif dan aspek kuanitatif. Dengan demikian, evaluasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan suatu tolak ukur untuk memperoleh suatu kesimpulan.
3
Fungsi utama evaluasi adalah menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. sehingga dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses mendeskripsikan, mengumpulkan dan menyajikan suatu informasi yang bermanfaat untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal (Gagne dan Briggs, 1979:3).
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa evaluasi pembelajaran adalah adalah proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secara sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
2.2 Fungsi dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran
2.2.1 Fungsi evaluasi
Fungsi evaluasi pembelajaran sangat diperlukan dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk :
memberikan landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi) yang telah dicapai oleh peserta didiknya,
memberikan informasi yang sangat berguna untuk mengetahui posisi peserta didik dalam kelompoknya,
memberikan bahan yang penting untuk memilih dan kemudian menetapkan status peserta didik,
memberikan pedoman untuk mencari dan menemukan jalan keluar bagi  peserta didik yang memang memerlukannya,
memberikan petunjuk tentang sejauh manakah program pengajaran yang telah ditentukan telah dapat dicapai (Sudijono, 2006:12).
Membuat kebijaksanaan dan keputusan.
.Menilai hasil yang dicapai para pelajar.
Menilai kurikulum.
Memberi kepercayaan kepada sekolah.
Memonitor dana yang telah diberikan.
Memperbaiki materi dan program pendidikan.
4

2.2.2.Tujuan evaluasi
Tujuan umum evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh para peserta didik setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu, mengetahui tingkat efektivitas dari metode-metode pembelajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu. Serta menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, taraf perkembangan, atau taraf pencapaian kegiatan belajar siswa.
Tujuan khusus evaluasi pembelajaran adalah :
untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan
untuk mencari dan menemukan faktor penyebab keberhasilan dan ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya.
.Mengetahui kemajuan belajar siswa
Mengetahui potensi yang dimiliki siswa
Mengetahui hasil belajar siswa
Mengadakan seleksi
Mengetahui kelemahan atau kesulitan belajar siswa
Memberi bantuan dalam pengelompokan siswa
Memberikan bantuan dalam pemilihan jurursan
Memberikan bantuan dalam kegiatan belajar siswa
Memberikan motivasi belajar
.Mengetahui efektifitas mengajar guru
Mengetahui efisiensi mengajar guru
Memberikan balikan pada guru
Memberikan bukti untuk laporan kepada orang tua atau masyarakat
Memberikan data untuk penelitian dan pengembangan pembelajaran
5

2.3 Jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran
2.3.1 Jenis evaluasi berdasarkan tujuannya
Evaluasi Diagnostik
Adalah evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang ditujukan untuk menelaah kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor penyebabnya.
Evaluasi Selektif
Adalah evaluasi selektif adalah evaluasi yang digunakan untuk memilih siwa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu.
Evaluasi Penempatan
Adalah evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa.
Evaluasi Formatif
Adalah evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar.
Evaluasi Sumatif
Adalah evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa.
2.3.2 Jenis evaluasi berdasarkan sasaran
Evaluasi Konteks
Adalah evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program baik mengenai rasional tujuan, latar belakang program, maupun kebutuhan-kebutuhan yang muncul dalam perencanaan.
Evaluasi Input
Adalah evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumber daya maupun strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan.
6

Evaluasi Proses
Adalah evaluasi yang ditujukan untuk melihat proses pelaksanaan, baik mengenai kalancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor pendukung dan faktor hambatan yang muncul dalam proses pelaksanaan, dan sejenisnya.
Evaluasi Hasil atau Produk
Adalah evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir, diperbaiki, dimodifikasi, ditingkatkan atau dihentikan.
Evaluasi Outcom atau Lulusan
Adalah evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil belajar siswa lebih lanjut, yakni evaluasi lulusan setelah terjun ke masyarakat.
2.3.3 Jenis evalusi berdasarkan lingkup kegiatan pembelajaran
Evaluasi Program Pembelajaran
Adalah evaluasi yang mencakup terhadap tujuan pembelajaran, isi program pembelajaran, strategi belajar mengajar, aspe-aspek program pembelajaran yang lain.
Evaluasi Proses Pembelajaran
Adalah evaluasi yang mencakup kesesuaian antara peoses pembelajaran dengan garis-garis besar program pembelajaran yang di tetapkan, kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
Evaluasi Hasil Pembelajaran
Adalah evaluasi hasil belajar mencakup tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan pembelajaran yang ditetapkan, baik umum maupun khusus, ditinjau dalam aspek kognitif, afektif, psikomotorik.
2.3.4 Jenis evaluasi berdasarkan objek dan subjek evaluasi
Berdasarkan objek :
Evaluasi Input
7
Adalah evaluasi terhadap siswa mencakup kemampuan kepribadian, sikap, keyakinan.
Evaluasi Transformasi
Adalah evaluasi terhadap unsur-unsur transformasi proses pembelajaran anatara lain materi, media, metode dan lain-lain.
Evaluasi Output
Adalah evaluasi terhadap lulusan yang mengacu pada ketercapaian hasil pembelajaran.
Berdasarkan subjek :
Evaluasi Internal
Adalah evaluasi yang dilakukan oleh orang dalam sekolah sebagai evaluator, misalnya guru.
Evaluasi Eksternal
Adalah evaluasi yang dilakukan oleh orang luar sekolah sebagai evaluator, misalnya orangtua, masyarakat.
Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian. Proses evaluasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengolahan hasil dan pelaporan.
2.4 Teknik Evaluasi
Instrument (alat) adalah sesuatu yang dapat digunakan untukmempermudah seseorang untuk melaksanakan tugas atau mencapai tujuan secara lebih efektif dan efesien. Alat evaluasi tersebut dikatakan baik apabila mampu mengevaluasi sesuatu yang dievaluasi dengan hasil seperti keadaan yang dievaluasi. Dalam menggunakan alat tersebut evaluator menggunkan cara atau teknik yaitu dengan teknik evaluasi. Teknik evaluasi terebut terbagi kedalam dua macam , yaitu teknik nontes dan teknik tes.
2.4.1 Teknik nontes
a. Skala Bertingkat (rating scale)
Skala mengambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap sesuatu hasil pertimbangan. Dengan maksud agar pencatatannya dapat objektif maka penilaian terhadap penampilan atau penggambaran kepribadian seseorang disajikan dalam bentuk skala.
8

b. Kuesioner (questionair)
Kuesioner (questionair) dikenal dengan sebagai angket. Kuesioner ialah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang aka diukur (responden). Dengan kuesioner ini orang dapat diketahui tentang keadan atau data diri, pengalaman, pengetahuan sikap atau pendapatnya dsb.
Kuesioner dapat ditinjau dari beberapa segi, yaitu :
1. Ditinjau dari segi siapa yang menjawab
a. Kuesioner langsung
Kuesioner ini diisi dan dikirimkan langsung oleh orang yang akan diminta jawaban tentang dirinya.
b. Kuesioner tidak langsung
Kuesioner ini dikirimkan dan diisi oleh bukan orang yang diminta keterangannya. Dan digunakan untuk mencari informasi tentang bawahan, anak, saudara, tetangga, dsb.
2. Ditinjau dari segi menjawab
a. Kuesioner tertutup
Kuesioner ini disusun dengan menyediakan pilihan jawaban lengkap sehingga pengisi hanya tinggal memberi tanda pada jawaban yang dipilih.
b. Kuesioner terbuka
Kuesioner ini disusun sedemikian rupa sehingga para pengisi bebas mengemukakan pendapatnya. Dan kuesioner ini digunakan untuk meminta pendapat seseorang.
c. Daftar vocok (check list)
Daftar cocok (check list ialah deretan pertanyaan (yang biasanya singkast-singkat), disini responden yang dievaluasi tinggal membubuhkan tanda cocok( ) ditempat yang sudah disediaka.
d. Wawancara
Wawancara(interview) ialah suatu metode atau cara yang digunakan untukmendapatkan jawaban dari responden dengan jalan Tanya-jawab sepihak
9
Wawancara dapat dilakukan oleh 2 cara, yaitu:
1. Interviu bebas, yaitu dimana responden mempunyai kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya, tanpa dibatasi oleh patokan-patokan yang telah dibuat oleh subjek evaluasi.
2. Interviu terpimpin, yaitu dilakukan oleh subjek evaluasi dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sudah disusun terlebih dahulu, sehingga responden pada waktu menjawab pertanyaan tinggal memilih jawaban yang sudah dipersiapkan oleh penanya.
e. Pengamatan (observastion)
pengamatan ialah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis. Ada dua macam obervasi (pengamatan), yaitu :
1. observasi partisipan, yaitu observasi yang dilakukan oleh pengamat, tetapi dalam pada waktu itu pengamat memasuki dan mengikuti kegiatan kelompok yang sedang diamati.
2. Observasi sistematik, yaitu dimana factor-faktor yang diamati sudah didaftar secara sistematis dan sudah diatur menurut kategorinya. Dalam observasi ini pengamat berada diluar kelompok. Dengan demikian pengamat tidak dibingungkan oleh situasi yang melingkungi dirinya.
3.Observasi eksperimental, yaitu terjadi jika pengamat tidak berpatisipasi dalam kelompok.
f. Riwayat hidup
riwayat hidup adalah gambaran tentang keadaan seseorang selama masa kehidupannya.
2.4.2 Teknik tes
Tes adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis dan objektif untuk memperoleh data-data atau keterangan yang diinginkan seseorang dengan cara yang tepat dan cepat (Amir daien indrakusuma, "evaluasi pendidikan) tes ini ada 3 macam, yaitu :
10
a. Tes diagnostic, adalah tes yang digunakan untuk mengertahui kelemahan-kelemahan siswa sehingga berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat. Tes diagnostic ini ada 4 tingkat, antara lain :
1.Tes diagnostic ke-1 dilakuka terhadap calon siswa sebagai input, untuk mengetahui apakah calon tersebut sudah menuasai pengetahuan yang merupakan dasar untuk menerima pengetahuan di sekolah yang dimaksudkan. Tes ini disebut dengan tes penjajakan atau dalam istilah bahasa inggis entering behaviour test.
2. Tes diagnostic ke-2, dilakukan terhadap calon siswa yang sudah akan mulai mengikuti program. Dan tes diagnostic ini berfungsi sebagai tes penempatan (placement test).
3. Tes diaonostik ke-3, dilakukan terhadap siswa yang sedang belajar, karena tidak semua siswa dapat menerima pelajaa yang disampaikan oleh guru denga lacar. Maka pengajar (guru) disini harus sekali-kali memberikan tes diagnostic untukmengetahui bagia mana dari bahn yang diberikan itu belum dikuasai oleh siswa. Dan mendeteksi mengenai sebab siswa tersebut belum menguasai bahan.
4.  Tes diagnostic ke-4, diadaka pada waktu siswa akan mengakhiri pelajaran. Dengan ini guru dapat mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap bahan yang ia berikan.
b. Tes formatif, tes ini diberikan pada akhir setiap program. Tes ini merupakan post-test atau tes akhir proses. Digunakan untuk mengetahui sejauhmana siswa telah terbentuk seelah mengikuti sesuatu program tertentu.evalusi formatif mempunyai manfat, baik bagi siswa, guru, maupun program itu saendiri.
11
c. Tes subsumtif dan sumatif, pelaksanaan kegiatan tes subsumatif ini dilakukan pada perempat semester atau caturwulan dan pada pertengahan semester(caturwulan) yang lazim kita ssebagai mindsemester. Evaluasi sumatif ialah penentuan kenaikan kelas bagi setiap siswa. Tes sumatif adalah penilaian yang dilakukan tiap akhir semester (caturwulan), setelah para siswa menyelesaikan program belajar dari suatu bidang studi atau mata pelajaran tertentu selama satu perode waktu tertentu pula.adapun fungsi dari penilaian ini adalah untuk menentukan prestasi hasil belajar siswa terhadap bidang studi atau mata pelajaran selama satu semester atau caturwulan.
Manfaat tes sumatif, ada 3 hal yang paling terpenting, yaitu :
1. Untuk menentukan nilai.
2. Untuk menentukan seseorang anak dapat atau tidaknya mengikuti kelompok dalm menerima program berikutnya.
d. Tes formatif dan tes sumatif dalam praktek
Dalam pelaksanaannya disekolah tes formatif ini merupakan ulangan harian, sedangkan tes sumatif ialah ulangan umum yang diadakan pada akhir caturwulan atau akhir semester.
Dalam buku seri III B dari kurukulum 1975 tentang pedoman penilaian dijelaskan bahwa tes formatif harus dilaksanakan oleh guru setiap mengakhiri satu sub pokok bahasan, sedangkan tes sumatif dilasksanakan setiap mengakhiri satu pokok bahasan (dalam program yang lebih beasar). Dan apabila pengertian ini dihubungkan dengan yang telah dibicarakan pada alinea sebelumnya, yaitu bahwa tes sumatif dilaksanakan sebagai ulangan umum, maka tes yang dilaksanakan diakhir pokok bahasan ini dapat dipandang sebagai tes subsumatif atau tes unit, sedangkan ulangan umum itulah yang diusebut tes sumatif.
Adapun teknik ealuasi yang lainnya yang telah dikemukakan olehDaryanto dalam bukunya yang berjudul "evaluasi pendidiakan"ada 4, yaitu :
a. Measurement model
Menurut model ini, evaluasi pada dasarnya adalah pengukuran terhadap berbagai aspek tingkah laku dengan tujuan untuk melihat perbedaan-perbedaan individual atau kelompok yang hasilnya diperlukan untuk seleksi, bimbingan dan perencanaan pendidikan bagi para siswa di sekolah,
Objek evaluasi dari model ini adalah tingkah laku siswa yang mencangkup kemampuan hasil belajar, kemampuan pembawan (intelegensi bakat), minat, sikap dan juga kepribadian siswa.
12
Pendekatan yang ditempuh model ini adalah membandingkan hasil belajar antara 2 anak atau lebih kelompok yang menggunakan cara pengajaran yang berbeda sebagai variable bebas, lalu diberikan tes yang sama yang hasil dari tes tersebut untuk mengetahui cara pengajara mana yang lebif efektif untuk digunakan.
b. Congruence model
Menurut model ini, evaluasi adalah usaha untuk memeriksa persesuaian (congruence) antara tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan dengan hasil belajar yang telah dicapai. Hasil yang diperoleh dari evaluasi dengan ,model ini berguna bagi kepentingan penyempurnaan system bimbingan siswa dan untuk memberikan informasi kepada pihak-pihak luar pendidikan mengenai hasol belajar yang telah dicapai.
Objek evaluasinya adalah perubahan tngkah laku siswa yang diperlihatkan pada akhir kegatan pendidikan. Tingkah laku tersebut mencangkup baik pengetahuan maupun aspek pengetahuan maupun keterampilan dan sikap.
4 langkah pokok untuk menyusun congruence model :
 Merumuskan atau mempertegas tujuan pengajaran.
 Menetapkan "tes situation" yang diperlukan
 Menyusun alat evaluasi.
 Menggunakab hasil evaluasi.
c. Educational system eavaluation model
Menurut model ini, evaluasi dimaksudkan untuk membandingkan performance dari berbagai dimensi system yang sedang dikembangkan dengan sejumlah criteria tertentu untuk akhirnya sampai pada suatu deskripsi dan judgment mengenai system yang dinilai tersebut.
Objek evaluasi menurut model ini adalah jenis-jenis data yang dikumpulkan dalam kegiatan evaluasi, baik data objektif (skor hasil tes) maupun data subjektif atau judgment data (pandangan guru-guru, reaksi para siswa dll). Adapun pendekata yang ditempuh model ini dalam pelaksanaan evaluasi adalah :
13
1. membandingkan performance setiap demensi system dengan criteria intern dalam system itu sendiri.
2. membandingkan performance setiap dimensi dengan criteria ekstern diluar system yang bersangkutan.
empat demensi yang diperlukan dalam proses pengembangan system pendidikan (provus)design, operation program, interim products dan terminal products.
d.  Illuminative Model
Model ini memandang fungsi eavaluasi sebagai bahan atau input untuk kepentingan pengambilan keputusan dalam rangka penyesuaian-penyesuaian dan penyempurnaan sistemyang sedang dikembangkan.
Objek evaluasi yang diajukan model ini mencangkup :
 Latar belakang da perkembangan yang dialami oleh system yang bersangkutan.
 Proses pelaksanaan system itu sendiri.
 Hasil belajar yang diperlihatkan oleh para siswa.
 Kesukaran-kesukaran yang dialami dari perencanaan sampai dengan pelaksanaannya dilapangan . pendekatan yang ditempuh model ini dalam melaksanakan evaluasi tersebut bersifat terbuka atau open-ended dan dalam melaporkan hasil evaluasi lebih banyak digunakan cara deskritif dalam penyajian informasinya.
2.5 Syarat –syarat Penyusunan Evaluasi
Penyusunan alat evaluasi bukanlah merupakan suatu hal yang mudah karena diperlukan beberapa syarat agar suatu tes atau evaluasi dikatakan baik atau memenuhi standar. Suatu tes atau evaluasi yang baik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut :
2.5.1 Validitas
Sebuah tes dikatakan valid (sahih) apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur. (Scarvia B. Anderson dkk. Ensyclopedia of Educational Evaluation). Validitas sebuah tes bukan ditekankan pada tesnya itu sendiri, tetapi lebih ditekankan pada hasil pengetesan atau skornya.
14
Validitas suatu tes dapat diketahui dari hasil pemikiran dan pengalaman. Hal pertamas diperoleh ialah validitas logis (logical validity) dan yang kedusa ialah validitas empitis (empirical validity). Inilah yang akan dijadikan dasar pengelompokan validitas tes.
Secara garis besar, validitas ada dua macam, yaitu :
 Validitas logis (logical validity)
 Validitas empiris ( empirical validity)
Validitas logis untuk sebuah instrument tersebut memenuhi persyaratan valid berdasarkan hasil penalaran kondisi valid tersebut dipandang terpenuhi karena instrument yang bersangkutan sudah diranvang sevara baik, mengikuti teori dan ketentuan yang ada.
Ada dua macam validitas logis yang dicapai oleh sebuah instrument, yaitu :
 Validitas isi : disusun berdasarkan materi oelajaran yang dievaluasi.
 Validitas konstruk : disusun berdasarkan konstrak, aspek-aspek kejiwaan yang mesti dievaluasi.
Validitas empiris untuk sebuah instrument dapat dikatakan memiliki validitas empiris apabila sudah diuji dari pengalaman. Yaitu dengan membandingkan instrument yang bersangkutan dengan kriterioum (sebuah ukuran). Sedangkan kriterium yang digunakan sebagai pembanding kondosi instrument ada duas macam, yaitu :
 Concurrent validity (validitas ada sekarang) : ialah instrument yang kondisinya sesuai dengan kriterium yang sudah ada.
 Predictive validity ( validitas ramalan ) : ialah instrument yang kondisinya belum ada, tetapi yang akan terjadi dimasa yang akan dating (yang diramalkan)
Dengan kedua validitas tersebut (validitas logis dan validitas empiris) yang masing-masing memilki dua macam juga. Maka secara keseluruhan kita mengenal ada empat validitas, yaitu :
1. validitas isi
2. validitas konstruk
3. validitasd "ada sekarang"
4. validitas predictive.
15

2.5.2 Reabilitas
Kata reabilitas diambil dri bahasa inggris yaitu "reliable" yang artinya dapat dipercaya atau keajegan yang sifatnya tidak berubah dari waktu kewaktu. Atau bisa juga diartikan dengan "ketepatan".
Cara-cara mencari besarnya reabilitas, yaitu ada tiga cara :
metode bentuk pararel (equivalent)
metode tes ulang ( tes-retest method)
metode belah dua (split – half method)
2.5.3 Objektivitas
Objektivitas ialah tidak adanya unsure pribadi yang mempengaruhi. Dan apabila dikaitkan dengan reabilitasd maka objektivitas menekankan ketetapan (covsistency) pada system scoring, sedang reabilitas menekankan ketetapan dalam hasil tes.
2.5.4  Praktibilitas
Sebuah tes dikatakan memiliki praktibilitas yang tinggi apabila te tersebut bersifat praktis, mudah pengadministrasiannya.
Tes yang praktis ialah tes yang :
 mudah dilaksanakan
 mudah pemeriksaannya
 dilengkapi dengan petunjuk-petrunjuk yang jelas sehingga dapat diberikan atau diawali oleh orang lain.
2.5.5 Ekonomis
Maksud ekonomis disini ialah bahwa pelaksanaan tes tersebut tidak membutuhkan ongkos atau biaya mahal, tenaga banyak, dan waktu yang lama.
2.5.6 Kemampuan Membandingkan
Tes yang baik, harus dapat membedakan kemampuan anak sesuai dengan tingkat kepandaian siswa. Suatu tes yang sangat sukar atau sangat mudah bukanlah merupakan suatu evaluasi yang baik karena tes yang demikian tidak memiliki kemamampuan untuk membandingkan
16


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Evaluasi pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan pengukuran dan penilaian pembelajaran. Pengukuran yang dimaksud di sini adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan pembelajaran dengan ukuran keberhasilan pembelajaran yang telah ditentukan secara kuantitatif, sedangkan penilaian yang dimaksud di sini adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan pembelajaran secara kualitatif.Evaluasi merupakan sarana untuk mendapatkan informasi yang diperoleh dari proses pengumpulan dan pengolahan data.
Terdapat beberapa teknik, jenis-jenis, dan syarat-syarat penyusunan evaluasi pembelajaran yang dapat di lakukan dan diperhatikan oleh pendidik dalam melakukan evaluasi pembelajaran.
3.2 Saran
Dalam melakukan Evaluasi Pembelajaran, sebaiknya diperhatikan syarat-syarat dalam penyusunan evaluasi pembelajaran tersebut serta memilih teknik evaluasi pembelajaran yang sesuai agar hasil yang diinginkan sesuai.
17

Daftar Pustaka
Anonim, 2009.Evaluasi pembelajaran.diakses di www.sitimasrurohan.blogspot.com
pada tanggal 1 april 2013.
Anonim,2010.Makalah Evaluasi Pembelajaran.diakses di www.pak-boedi.blogspot.com pada tanggal 1 april 2013.
Anonim,2011.Evaluasi Pembelajaran.diakses di www.kumpulanmakalah&artikelpendidikan.blogspot.com pada tanggal 1 april 2013.
Anonim,2010.Makalah Evaluasi Pembelajaran.diakses di www.dedehendriono.blogspot.com pada tanggal 1 april 2013.
Anonim,2013.Makalah Evaluasi Pembelajaran.diakses di www.agrah93.blogspot.com pada tanggal 1 april 2013.


Download MAKALAH EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca MAKALAH EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon