October 03, 2016

Laporan Observasi Manajemen Sekolah di MAN 1 Demak


Judul: Laporan Observasi Manajemen Sekolah di MAN 1 Demak
Penulis: Eko Yoga Prasetia



LAPORAN OBSERVASI
MANAJEMEN SEKOLAH
DI SMA NEGERI 1 KARANGTENGAH
KABUPATEN DEMAK
Diajukan untuk memenuhi tugas akhir
mata kuliah Manajemen Sekolah
Oleh :Nama : Eko Yoga Prasetia(5301413002)
Anisa Tri Novitasari(5301413008)
Achmad Joko Ashari (5301413011)
Malik Abdul Aziz (5301413023)
Rizqi Ardiansyah (5301413038)
Rombel: 046
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
PRAKATA
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan saya kemudahan sehingga dapat menyelesaikan laporan ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin kami tidak sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.
Laporan ini disusun untuk mengajukan tugas akhir mata kuliah manajemen sekolah yang kami sajikan berdasarkan observasi yang telah kami lakukan di SMA Negeri 1 Karangtengah Kab. Demak.
Seperti kata pepatah, tiada gading yang tak retak, begitu juga dengan laporan ini yang sampai saat ini masih belum sempurna. Walaupun makalah ini kurang sempurna dan memerlukan perbaikan tapi juga memiliki detail yang cukup jelas.
Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa pada umumnya dan terkhusus pada calon pendidik.
Penulis
25 Oktober 2014
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dalam dunia pendidikan, khususnya sekolah memerlukan kompenen-kompenen dalam memanajemen sekolah guna membantu tercapainya tujuan yang diharapkan. Manajemen sekolah merupakan bagian dari manajemen pendidikan, atau penerapan manajemen pendidikan dalam organisasi sekolah sebagai salah satu kompenen dari sistem pendidikan yang berlaku. Manajemen sekolah terbatas pada satu sekolah saja, sedangkan manajemen pendidikan meliputi seluruh kompenen sistem pendidikan, bahkan bisa menjangkau sistem yang lebih luas dan besar secara regional, nasional, bahkan internasional. Dengan adanya manajemen di sekolah dapat diketahui bagaimana manajemen-manajemen substansi pendidikan di suatu sekolah atau manajemen berbasis sekolah agar dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan benar-benar terintegrasi dalam suatu sistem kerja sama untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Hal yang paling penting dalam implementasi manajemen berbasis sekolah adalah manajemen terhadap kompenen-kompenen sekolah itu sendiri. Sedikitnya terdapat tujuh kompenen sekolah yang harus dikelola dengan baik dalam rangka Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), yaitu kurikulum dan program pengajaran, tenaga kependidikan, kesiswaan, keuangan, sarana prasarana pendidikan, pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat, serta manajemen pelayanan khusus lembaga pendidikan.
Sehubungan dengan hal tersebut kami selaku penulis melakukan observasi ke sekolah guna memenuhi tugas dari mata kuliah Manajemen Sekolah serta dapat mengetahui secara langsung bagaimana sistematika pendidikan dalam manajemen sekolah. Demikian dengan adanya observasi tersebut kami dapat mendapatkan informasi yang sebenarnya tentang manajemen sekolah.
Rumusan Masalah
Rumusan Masalah Yang digunakan sebagai acuan Observasi adalah
Bagaimana Implementasi Manajemen Sekolah di SMA Negeri 1 Karangtengah Kabupaten Demak ?Bagaimana Cara Pengelolaan Manajemen Kurikulum, Manajemen Peserta Didik, Manajemen Personilia, Manajemen Keuangan, Manajemen Hubungan Masyarakat, Manajemen Sarana dan prasarana, dan manajemen layanan Khusus di SMA Negeri 1 Karangtengah Kabupaten Demak ?
Bagaimana perbandingan Manajemen yang Direncanakan dengan realitas dilapangan ?Apa hasil keluaran yang telah dicapai oleh SMA Negeri 1 Karangtengah ?Tujuan
Mengetahui Manajemen Sekolah yang meliputi Manajemen Kurikulum, Manajemen Peserta Didik, Manajemen Personilia, Manajemen Keuangan, Manajemen Hubungan Masyarakat, Manajemen Sarana dan prasarana, dan manajemen layanan Khusus Di SMA Negeri 1 Karangtengah.
Mengetahui Hasil Keluaran dari Manajemen Sekolah
Manfaat
Memberikan Wawasan kepada Calon Pendidik Tentang Manajemen Sekolah
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Manajemen Sekolah dalam Operasionalnya di Sekolah
Dalam operasionalnya di sekolah, manajemen sekolah dapat dilihat sebagai gugusan-gugusan tertentu. Gugusan-gugusan ini selanjutnya boleh disebut bidang garapan manajemen sekolah.
Tentang bidang-bidang garapan manajemen sekolah, dibawah akan disebutkan bidang-bidang manajemen seklah yaitu :Manajemen kurikulum.
Manajemen kesiswaan.
Manajemen personalia.
Manajemen sarana prasarana.
Manajemen tatalaksana sekolah.
Manajemen keuangan.
Pengorganisasian sekolah.
Hubungan sekolah dengan masyarakat (Humas).
Kedelapan hal tersebut boleh dikatakan sebagai 8 komponen manajemen sekolah atau 8 bidang garapan manajemen di sekolah.
Manajemen Kurikulum
Dalam manajemen kurikulum kegiatan dititikberatkan kepada kelancaran pembinaan situasi belajar mengajar.
Pengertian Kurikulum
Paham terakhir menyebutkan nahwa kurikulum adalah segala pengalaman pendidikan yang diberikan oleh sekolah kepada seluruh anak didiknya, baik dilakukan di dalam sekolah maupun di luar sekolah.
Kadang-kadang orang menyebutkan kurikulum adalah "rencana pendidikan dan pengajaran" atau lebih singkat lagi "program pendidikan". Memang masih banyak diantara kaum pendidik (guru) yang berpandangan tradisional mengenai kurikulum ini. Kurikulum terdiri atas mata pelajaran tertentu yang bertujuan menyampaikan kebudayaan lampau sejumlah pengetahuan yang harus diajarkan kepada anak-anak, karena seringnya pengetahuan ini diambil dari buku-buku pelajaran tertentu yang dipandang baik maka kurikulum ditentukan oleh buku pelajaran.
Jadi jelaslah pengertian kurikulum serupa ini membatasi pengalaman anak kepada situasi belajar di dalam kelas dan tidak menghiraukan pengalaman-pengalaman edukatif di luar kelas.
Organisasi Kurikulum
Organisasi kurikulum adalah pola atau bentuk penyusunan bahanpeajaran yang akan disampaikan kepada murid-murid. Pola-pola pengorganisasian kurikulum ada banyak macamnya tetapi yang kami pandang perlu untukdikemukakan pada kesempatan ini ada 3 macam yaitu :Separated Subject Curriculum.
Kurikulum ini menyajikan segala bahan pelajaran dalam berbagai macam mata pelajaran (subjects) yang terpisah-pisah satu sama lain. Separated subject curriculum mengandung beberapa hal yang positif di dalam praktik pendidikan di sekolah yakni:
Bahan pelajaran disajikan secara sistematis dan logis.
Organisasi kurikulum ini sederhan.
Penilaian lebih mudah.
Kurikulum ini memudahkan guru dalam melaksanakan pengajaran.
Correlated Curriculum.
Pada dasarnya kurikulum ini menghendaki agar mata pelajaran satu sama lain ada hubungan, bersangkut paut (correlated) walaupun mungkin batas-batas yang satu dengan yang lain masih dipertahankan. Berikut ini beberapa kebaikan dari correlated curriculum antara lain :Pengetahuan murid lebih integral.
Minat murid bertambah.
Memberikan pengertian yang lebih luas dan mendalam.
Mengutamakan pengertian dan prinsip-prinsip bukan pengetahuan akan fakta, juga memungkinkan penggunaan pengetahuan secara fungsional bagi murid-murid.
Integrated Curriculum.
Integrated curriculum meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan. Berikut ini beberapa manfaat dari integrated curriculum ini yakni:
Yang dipelajari anak merupakan inti yang bertalian erat.
Sesuai dengan pendapat-pendapat modern tentang belajar.
Memungkinkan hubungan yang erat antara sekolah dengan masyarakat.
Aktivitas anak-anak meningkat.
Mudah disesuaikan dengan minat, kesanggupan, dan kematangan murid.
Kegiatan-Kegiatan Manajemen Kurikulum
Kegiatan manajemen dititikberatkan pada usaha-usaha pembinaan situasi belajar-mengajar di sekolah agar selalu terjamin kelancarannya. Kegiatan manajemen kurikulum yang terpenting di sini dapat disebutkan dua hal yakni:
Kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru.
Kegiatan ini meliputi:
Pembagian tugas mengajar, jatah tugas mengajar terpenuhi dan tidak terbatas pada satu kelas dan ia mengajar sesuai dengan pendidikan formal yang ditempuhnya.
Pembagian tugas/tanggung jawab ekstra kurikuler, yang dimaksud kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatan di luar ketentuan kurikulum yang berlaku.
Kegiatan yang berhubungan dengan proses pelaksanaan belajar-mengajar.
Kegiatan ini meliputi:
Penyusunan jadwal pelajaran, untuk mengetahui apa yang akan diajarkan pada suatu waktu dalam suatu kelas, dari sudut guru jadwal pelajaran merupakan pedoman dikelas mana ia harus mengajar pada waktu itu, dan berapa lama ia harus ada di kelas itu.
Penyusunan program, dalam rangka penyusunan program ini yang harus dilihat adalah urutan isi kurikulum sekolah yang bersangkutan.
Pengisian daftar kemajuan kelas, ini akan memudahkan supervise bagi kepala sekolah dalam tugasnya mengontrol perkembangan/kemajuan kelas dilihat dari kesesuaiannya dengan kurikulum.
Penyelenggaraan evaluasi hasil belajar (achievement test), ini dilakukan untuk mendapatkan umpan balik (feedback) bagi guru tentang sejauh mana tujuan instruksional (pengajaran) telah tercapai.
Laporan hasil evaluasi, hasil evaluasi sangat berguna untuk umpan balik bagi guru maupun bagi siswa. Hasil evaluasi belajar kemudian akan dirubah menjadi skor yang hasilnya akan dilaporkan kepada Kepala sekolah dan Orangtua atau Wali.
Kegiatan bimbingan atau penyuluhan, bimbingan adalah bantuan yang diberikan kepada seseorang dalam usaha memecahkan kesukaran-kesukaran yang dialaminya.kegiatan bimbingan dan penyuluhan di sekolah lanjutan biasanya sudah ditangani khusus oleh seorang atau/ dua orang guru BP (Bimbingan Penyuluhan).
Manajemen Kesiswaan
Manajemen kesiswaan menunjuk kepada pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan-keiatan pencatatan murid semenjak dari proses penerimaan sampai saat murid meninggalkan sekolah karena sudah tamat mengikuti pendidikan pada sekolah itu.
Penerimaan Murid Baru
Penerimaan murid baru merupakan salah satu kegiatan yang pertama dilakukan yang biasanya dengan mengadakan seleksi calon murid. Menurut Drs. Ismed Syarief Cs. (1976: 25-30) langkah-langkah penerimaan murid baru pada garis besarnya adalah sebagai berikut:
Membentuk panitia penerimaan murid
Menentukan syarat pendaftaran calon
Menyediakan formulir pendaftaran
Pengumuman pendaftaran calon
Menyediakan buku pendaftaran
Waktu pendaftaran
Penentuan calon yang diterima
Pencatatan Murid dalam Buku Induk
Buku induk merupakan kumpulan daftar nama murid sepanjang masa dari sekolah itu. Disamping identitas murid, dalam buku induk juga berisi prestasi belajar anak (daftar nilai rapor) dari tahun ke tahun selama ia belajar di sekolah tersebut.
Buku Klaper
Buku ini berfungsi untuk membantu buku induk memuat data murid yang penting-penting. Kegunaan utama buku klaper adalah untuk memudahkan mencari data murid, apalagi belum diketahui nomor induknya.
Tata Tertib Murid
Tata tertib sekolah ialah ketentuan-ketentuan yang mengatur kehidupan sekolah sehari-hari dan mengandung sangsi terhadap pelanggarnya.
Tata tertib murid adalah bagian dari tata tertib sekolah , disamping itu masih ada tata tertib guru dan tata tertib tenaga administrative.
Kewajiban menaati tata tertib sekolah adalah hal yang penting sebab merupakan bagian dari system persekolahan dan bukan sekedar sebagai kelengkapan sekolah.
Daftar Presensi
Daftar presensi atau daftar hadir dimaksudkan untuk mengetahui frekuensi kehadiran murid di sekolah sekaligus untuk mengontrol kerajina belajar mereka. Dengan adanya daftar presensi dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk penentuan kebijaksanaan selanjutnya.
Manajemen Personalia (Kepegawaian)
Pada prinsipnya yang dimaksud "personel" di sini ialah orang-orang yang melaksanakan sesuatu tugas untuk mencapai tujuan. Karena itu, personel di sekolah tentu saja meliputi unsure guru yang disebut tenaga edukatif dan unsure karyawan yang disebut tenaga administrative.
Daftar Personel
Daftar personel memuat identitas atau keterangan lengkap tentang pegawai atau karyawan yang bersangkutan baik ia guru ataupun tenaga administrative.
Daftar Hadir Guru/Karyawan
Kehadiran guru/karyawan di sekolah adalah suatu hal yang mutlak demi berhasilnya tujuan pendidikan.
Karena itu, kehadiran guru/karyawan hendaknya selalu dapat terkontrol oleh kepala sekolah, daftar hadir ini bagi guru SD mungkin bersifat harian, artinya setiap hari guru menandatangani daftar tersebut, tetapi untuk guru sekolah lanjutan (sekolah menengah) daftar hadir dapat dibuat berdasarkan jam-jam mengajar.
Daftar hadir ini berfungsi untuk alat control dalam rangka supervise pendidikan yang dilakukan terutama oleh kepala sekolah.
Daftar Konduite
Daftar konduite adalah daftar yang berisi penilaian terhadap pegawai yang dibuat oleh pimpinan atau atasannya. Daftar konduite ini berguna juga untuk pembinaan pegawai terutama bagi pegawai (guru) yang kurang berhasil dalam pekerjaannya agar mampudan bersedia memperbaiki kelemahan-kelemahan/ atau kekurangan-kekurangannya.
Beberapa Hal tentang Usul Kepegawaian
Suatu usul kepegawaian merupakan penghargaan terhadap pegawai yang bersangkutan yangtelah memenuhi syarat-syarat tertentu (Drs. Ismed Syarief Cs. 1976: 45).
Beberapa usul kepegawaian ini yang pokok ialah:
Usul kenaikan gaji berkala (KGB). Kenaikan gaji berkala diberikan jika dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
Menurut daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan bagi yang bersangkutan menunjukkan kemampuan kerja, kerajinan, dan kepatuhan (disiplin) kerja dengan nilai "cukup".
Mencapai masa kerja yang telah ditentukan.
Usul kenaikan pangkat. Kenaikan pangkat dilaksanakan oleh pemerintah pada bulan April dan Oktober, karena itu, usulan kenaikan pangkat tersebut harus dikirim beberapa bulan sebelumnya dengan dilengkapi bahan-bahan yang diperlukan antara lain:
Surat keputusan kenaikan pangkat terakhir;
Surat keputusan kenaikan gaji berkala terakhir;
Konduite dari atasan yang bersangkutan (kepala sekolah);
Surat keterangan bebas G.30 S/PKI;
Kartu pegawai negeri/NIP;
Usul pengangkatan dalam suatu jabatan tertentu. "pengangkatan dalam jabatan didasarkan atas prestasi kerja, disiplin kerja, kesetiaan, pengabdian, pengalaman, dapat dipercaya, serta syarat-syarat obyektif lainnya."
Usul tentang pendah jabatan, cuti, pension, dan pemberhentian pegawai. Kepindahanguru harus disertai alas an-alasan yang tepat untuk dipertimbangkan oleh pimpinan.
Ditinjau dari segi waktu seseorang pegawai negeri baru dapat dipindah setelah melaksanakan tugas pada suatu tempat sekurang-kurangnya 2 tahun.
Masalah pemberhentian pegawai negeri dari jabatannya ada dua kemungkinan yakni diberhentikan dengan hormat dan diberhentikan tidak dengan hormat (pecat).
Manajemen Tatalaksana Sekolah (Ketatausahaan)
Surat Dinas Sekolah dan Buku Agenda
Semua surat-menyurat yang dilakukan dalam rangka kepentingan kehidupan dan realisasi program sekolah dapat kita sebut surat dinas.
Hal-hal yang perlu dicatat dalam agenda surat masuk ialah:
Nomor urut surat,
Tanggal diterima,
Tanggal dan nomor surat yang diterima,
Pihak pengirim/instansi,
Pokok isi surat,
Keterangan.
Dalam agenda surat keluar yang perlu dicatat ialah:
Nomor urut surat keluar,
Tanggal surat keluar (pengirirman),
Alamat surat/kepada siapa,
Pokok isi surat,
Keterangan.
Buku Ekspedisi
Buku ekspedisi ini berfungsi untuk pembuktian bahwa suatu surat yang dikirimkan surat sampai kepada alamatnya atau orang (petugas) yang diserahi tanggung jawab.
Yang perlu dicatat dalam buku ekspedisi adalah:
Nomor surat,
Alamat yang dituju,
Tanggal penerimaan,
Tanda tangan dan nama terang penerima.
Buku Catatan Rapat Sekolah (Notulen)
Pencatatan proses dan keputusan rapat menggunakan sebuah buku yang disebut buku notulen (buku catatan rapat).
Pencatatnya disebut "Notulis" adalah seseorang yang ditunjuk oleh pemimpin rapat. Pemimpin rapat sekolah adalah kepala sekolah atau jika ia berhalagan diganti oleh wakil kepala sekolah.
Buku Pengumuman
Buku pengumuman dimaksudkan untuk media penyampaian informasi (pemberiatahuan) yang terutama ditunjukan kepada para guru.
Pemeliharaan Gedung (Bangunan Sekolah)
Tugas pemeliharaan sekolah, dan lain-lain yangtermasuk prasarana pendidikan adalah menjadi tanggung jawab kepala sekolah. Dalam pelaksanaannya kepala sekolah dapat mempercayakan kepada karyawan yang ditunjuk untuk memelihara.
Pemeliharaan Halaman Sekolah
Halaman sekolah dapat meliputi pagar sekolah, taman, tempat upacara sekolah, dan mungkin pula lapangan olahraga milik sekolah.
Di setiap sekolah biasanya memiliki tenaga pekerja yang mestinya diserahi tugas untuk pemeliharaan halaman sekolah.
Pemeliharaan Perlengkapan Sekolah
Perlengkapan sekolah pada umumnya memerlukan pemeliharaan atau perawatan agar selalu dapat berfungsi untuk membantu proses pendidikan. Karena itu seluruh perlengkapan itu perlu diperikasa baik secara periodic maupun incidental agar selalu dapat diketahui tentang keadaannya, apabila terjadi kerusakan-kerusakan perlengkapan sekolah dilaporkan kepada kepala sekolah.
Kegiatan Manajemen yang Didindingkan
Yang dimaksudkan dengan kegiatan ini ialah kegiatan pencatatan/pendataan yang kemudian hasil pencatatan tersebut dipasang atau ditempel pada dinding.
Berikut ini kami kemukakan beberapa hal yang penting untuk didindingkan yakni sebagai berikut:
Data murid untuk tahun ajaran yang berlaku
Susunan pengurus OSIS periode tahun tertentu
Daftar pengurus kelas
Daftar tugas kelompok tugas (piket kelas)
Daftar kelompok belajar
Manajemen Sarana Pendidikan
Ditinjau dari fungsi atau peranannya terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar, maka sarana pendidikan (sarana material) dibedakan menjadi 3 macam:
Alat pelajaran.
Alat peraga.
Media pengajaran (Dra. Suharsimi AK, 1979: 9 dst.)
Alat pelajaran adalah alat yang digunakan secara langsung dalam proses belajar mengajar. Alat ini bisa berwujud buku, alat peraga, alat tulis, dan alat praktek.
Alat peraga adalah alat pembantu pendidikan dan pengajaran, dapat berupa perbuatan-perbuatan atau benda-benda yang sudah memberi pengertian kepada anak didik berturut-turut dari yang abstrak sampai kepada yang konkret.
Media pendidikan adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar, untuk lebih mempertinggi efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pendidikan. Media ialah audio, visual, dan audio visual. Pada garis besarnya manajemen sarana dan prasarana meliputi 5 hal yakni:
Penentuan kebutuhan,
Proses pengadaan,
Pemakaian,
Pencatatan/pengurusan,
Pertanggungjawaban.
Manajemen Keuangan Sekolah
Soal-soal yang menyangkut keuangan sekolah pada garis besarnya berkisar pada: Uang Sumbangan Pendidikan (SPP), uang kesejahteraan personel dan gaji serta keuangan yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan sekolah.
Dibawah ini kami kemukakan beberapa instrument yang mencerminkan adanya kegiatan manajemen keuangan sekolah tersebut.
Manajemen Pembayaran SPP
Kartu Pembayaran SPP
Buku Harian Penerimaan SPP, buku ini untuk mencatat penerimaan sehari-hari.
Buku Penerimaan SPP Per Kelas, buku ini untuk memperinci penerimaan SPP tiap kelas dan untuk disetor kepada bendaharawan sekolah.
Bendaharawan sekolah memasukkan SPP tersebut dalam buku kas, Buku kas dimaksudkan untuk membantu pembinaan pendidikan.
Buku Kas Tabelarias, untuk memudahkan melihat uraian tiap jenis pemasukan dan pengeluaran serta mudah membuat perhitungan sisa kurang atau lebih.
Manajemen Keuangan yang Berasal dari Negara (Pemerintah)
Keuangan dari Negara ialah meliputi pembayaran gajipegawai/guru dan belanja barang. Untuk pertanggungjawaban uang tersebut diperlukan beberapa dormat sebagai berikut.
Lager Gaji (Daftar Permintaan Gaji)
Buku Catatan SPMU (Surat Perintah Mengambil Uang)
Manajemen Keuangan yang Berasal dari BP3
Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3), bertugas untuk memberikan bantuannya dalam penyelenggaraan sekolah.. bantuan ini dapat berbentuk uang tetapi mungkin pula dalam bentuk lain seperti usaha perbaikan sekolah, pembangunan local baru, dan sebagainya.
Lain-lain
Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga wajib mengetahui dengan jelas berapa gaji bersih yang diterima oleh anak buahnya, untuk itu perlu format yang biasa disebut kartu pembayaran gaji.
Organisasi Sekolah (Lembaga Pendidikan Formal)
Pentingnya Organisasi Sekolah
Organisasi adalah aktivitas dalam membagi kerja, menggolong-golongkan jenis pekerjaan, memberi wewenang, menetapkan saluran perintah dan tanggung jawab kepada para pelaksana.
Kepala sekolah adalah jabatan tertinggi di sekolah, sehingga ia berperan sebagai pemimpin sekolah dan dalam struktur oragnisasi sekolah ia didudukkan pada tempat paling atas.
Oragnisasi sekolah yang baik menghendaki agar tugas-tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan penyelenggaraan sekolah untuk mencapai tujuannya dibagi secara merata dengan baik sesuai dengan kemampuan, fungsi, dan wewenang yang telah ditentukan. Melalui struktur organisasi yang ada tersebut orang akan mengetahui apa tugas dan wewenang kepala sekolah, apa tugas guru, apa tugas karyawan sekolah.
Faktor-Faktor yang Perlu Dipertimbangkan dalam Menyusun Organisasi Sekolah
Berikut ini kamikemukakan beberapa factor yang mempengaruhi perbedaan susunan organisasi sekolah.
Tingkat Sekolah
Berdasarkan tingkatannya sekolah-sekolah yang ada di Indonesia dapat dibedakan atas:
Sekolah Dasar (SD),
Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP),
Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA),
Pergururan Tinggi.
Jenis Sekolah
Berdasarkan jenis sekolah kita membedakan ada sekolah umum dan sekolah kejuruan. Sekolah umum adalah sekolah-sekolah yang program pendidikannya bersifat umum dan bertujuan utama untuk memberikan bekal pengetahuan dan kecakapan untuk melanjutkan studi ke tingakt yang lebih tinggi lagi.
Sedangkan sekolah kejuruan adalah sekolah-sekolah yang program pendidikannya mengarah kepada pemberian bekal kecakapan atau ketrampilan khusus agar setelah selesai studinya, anak didik dapat langsung memasuki dunia kerja dalam masyarakat.
Besar Kecilnya Sekolah
Sekolah yang besar tentu memiliki jumlah murid, jumlah kelas, jumlah tenaga guru, dan karyawan serta fasilitas yang memadai. Sekolah kecil adalah sekolah yang cukup memenuhi syarat minimal dari ketentuan yang berlaku.
Letak dan Lingkungan Sekolah
Letak sebuah sekolah dasar yang ada di daerah pedesaan akan mempengaruhi kegiatan sekolah tersebut berbeda dengan sekolah dasar yang ada di kota, demikian pula dengan sekolah lanjutan pertama dan sekolah lanjutan atas. Ada kecenderungan yang nyata bahwa sekolah-sekolah di pedesaan lebih berintegrasi dengan masyarakat sekitarnya, disbanding sekolah-sekolah di kota.
Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (Kegiatan HUMAS)
Tinjauan Umum tentang Humas
Istilah Hubungan Masyarakat (Humas) dikemukakan pertama kali oleh Presiden Amerika Serikat ialah Thomas Jefferson tahun 1807. Akan tetapi apa yang dimaksud pada waktu itu dengan istilah Public relantions adalah dihubungkan dengan Foreign Relations.
Secara garis besar, maka humas di lingkungan organisasi kerja/instansi pemerintah termasuk juga di bidang pendidikan harus diartikan sebagai "rangkaian kegiatan organisasi/instansi untuk menciptakan hubungan yang harmonis dengan masyarakat atau pihak-pihak tertentu di luar organisasi tersebut, agar mendapatkan dukungan terhadap efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kerja secara sadar dan sukarela.
Tugas pokok atau beban kerja humas suatu organisasi/ lembaga adalah:
Memberikan informasi dan menyampaikan ide (gagasan) kepada masyarakat atau pihak-pihak lain yang membutuhkan.
Membantu pemimpin.
Membantu pemimpin mempersiapkan bahan-bahan dan informasi yang akan disampaikan.
Membantu pemimpin dalam mengembangkankegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat (public service).
Humas di Lingkungan Sekolah
Kegiatan public relations sekolah memperoleh sebutan tersendiri yang lebih dikenal sebagai publisitas sekolah. Publisitas sekolah ialah segala aktifitas yang diwujudkan untuk menciptakan kerja sama yang harmonis antara sekolah dengan publiknya, dengan melalui usaha memperkenalkan sekolah beserta seluruh kegiatan –kegiatannya kepada masyarakat untuk memperoleh simpati dan pengertian mereka.
Wakil kepala sekolah urusan humas ini bertanggung jawab dalam bidang kerja sama dengan BP3/POMG penggalian sumber daya dan peringatan hari-hari besar.
Penggolongan Jenis-Jenis Kegiatan Humas di Sekolah
Menurut Don Begin (1984) public relations dapat dibedakan menjadi exsternal public relations (humas ke luar) dan internal public relations (hmas ke dalam); oleh karenanya di sekolah dikenal adanya kegiatan publisitas ke luar dan publisitas ke dalam.
BAB III
METODE PENELITIAN
Tempat
Observasi dilakukan di SMA Negeri 1 Karangtengah kabupaten Demak yang beralamatkan Di Jalan raya Buyaran Demak.
Waktu
Waktu Pelakasanaan Observasi pada :Hari: Sabtu
Tanggal: 15 November 2014
Pukul: 08.00 – 13.30 WIB
Metode
Metode yang dilakukan dalam observasi ini adalah
Metode Pengumpulan Pustaka
Metode ini dilakukan dengan mencari dan menemukan informasi Tentang SMA Negeri 1 Karangtengah melalui buku dan internet
Metode Wawancara
Metode wawancara yang digunakan adalah wawancara terstruktur yaitu pengumpulan data dengan menyiapkan Instrumen berupa pertanyaan pertanyaan untuk menggali informasi dari Narasumber
Instrumen (alat pengumpul data)
Instrumen yang digunakan pada observasi ini adalah
Interview
Kamera Digital
Pengamatan
Internet (website sekolah)
Handphone (Untuk merekam saat interview)
BAB IV
PEMBAHASAN
Profil SMA Negeri 1 Karangtengah
Sejarah Singkat SMA Negeri 1 Karangtengah
SMA N 1 Karangtengah yang terletak di jalan Semarang-Demak didirikan pada tahun 1982, sebelumnya SMA N 1 Karangtengah bernama SMA Pelita kemudian di ganti lagi dengan SMA Grogol.
Visi SMA N 1 Karangtengah
Visi SMA Negeri 1 Karangtengah Adalah "Menghasilkan manusia beriman dan taqwa, santun, terampil, dan berprestasi."
Misi SMA N 1 Karangtengah
1.      Meningkatkan Iman Dan Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.      Menumbuh kembangkan perilaku santun
3.      Meningkatkan keterampilan berolahraga, pikir, dan seni
4.      Mengembangkan pembelajaran dan bimbingan secara efektif dan efisien.
Manajemen Kurikulum
Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama di sekolah. Prinsip dasar manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan strategi pembelajarannya.
SMA Negeri 1 Karangtengah tahun 2014 menerapkan Kurikulum 2013. Dalam implementasi kurikulum sebuah praktik dalam pembelajaran dapat menjadi sebuah bentuk kesempatan pengembangan bagi guru. Melalui penggunaan kurikulum tertentu dengan siswa, kemudian melaporkan apa yang terjadi dan merefleksikan ide-ide baru dan kegiatan yang baru, maka guru dapat mempelajari pola pembelajaran dirinya dan pola pembelajaran siswa. Guru sebagai pengembang kurikulum telah diberikan kebebasan sesuai amanah Permendiknas 24 tahun 2006 untuk mengembangkan kurikulumnya berdasarkan standar minimal yang telah ditentukan dalam bentuk Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Dalam implementasinya guru-guru di SMA Negeri 1 Karangtengah yang sudah membuat adminstrasi program pembelajaran yang meliputi : pemetaan standar kompetensi dan KD, KKM, program tahunan dan semester, silabus dan RPP, jadwal pelajaran, tugas siswa, pengembangan diri, remedial dan pengayaan. Dengan menggunakan berbagai metode pembelajaran, para siswa tidak akan merasa jenuh dalam proses kegiatan belajar berlangsung.
Dalam Penyusunan Kegiatan Akademik Kurikulum mengacu pada kalender akademik yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten,sedangkan dalam pembagian tugas atau pembagian jam ajar mengacu pada peraturan pemerintah dan disesuaikan oleh golongannya. Selain Menentukan Program Pembelajaran Kurikulum juga memfasilitasi Kepala sekolah dan guru melakukan supervise, supervise yang dilakukan adalah 2 kali dalam dua tahun yang sudah diagendakan pada program kerja sekolah..Pentingnya Manajemen Kurikulum karena Pengaruh kurikulum yang diterapkan terhadap perkembangan peserta didik dan sekolah adalah kualitas dari peserta didik lebih meningkat baik dalam semua bidang akademik seperti mengikuti lomba-lomba maupun hasil Ujian Nasional (UN). Kurikulum yang diterapkan diharapkan dapat memberikan output yang bagus, sehingga lulusan dari SMA Negeri 1 Karangtengah memiliki keterampilan, kompetensi, berbudi luhur, khusyu' beribadah, disiplin serta berperilaku akhlaqul karimah. Hal ini ditunjang oleh kegiatan kurikuler, dan ekstrakurikurer yang berjalan beriringan untuk menciptakan lulusan yang berkualitas.
Program Studi
Untuk menunjang cita-cita masa depan dan menampung berbagai minat serta bakat para siswa, SMA N 1 Karangtengah membuka dua program studi:
1.      Program Matematika dan IPA (MIA )2.      Program Ilmu Sosial ( IIS )
Kegiatan Pengembangan Diri
Pengembangan diri dann bakat para siswa yang terimplikasi dalam kegiatan ekstra kurikuler di SMA N 1 Karangtengah sebagai berikut.
Ekstrakurikuler Pramuka (Wajib)
Ekstrakurikuler Kerohanian Islam
Ekstrakurikuler Paskib
Ekstrakurikuler Sepak Bola
Ekstrakurikuler Bola Voli
Ekstrakurikuler Pencak Silat
Ekstrakurikuler Drama
Ekstra Paduan Suara
Ekstrakurikuler Karya Ilmiah
Ekstrakurikuler PMR
Manajemen Peserta Didik
Peseta didik adalah seorang yang terdaftar dalam suatu jalur, jenjang, dan jenis lembaga pendidikan tertentu, yang selalu ingin mengambangkan potensi dirinya baik pada aspek akademik maupun non akademik melalui proses pembelajaran.
Manajemen Peserta Didik (siswa) adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh peserta didik yang bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswan agar kegiatan pembelajaran di sekolah lancar, tertib, dan teratur.
Penerimaan Peserta didik
Penerimaan Peserta didik di SMA Negeri 1 Karangtengah Biasanya dikelola oleh panitia penerimaan peserta didik baru, penerimaan peserta didik mengacu pada peraturan dinas pendidikan baik syarat maupun waktu penerimaan peserta didik
Seleksi yang digunakan yaitu dengan menggunakan Nilai UJian Nasional dan Prestasi Calon Peserta didik baik tingkat Kabupaten,Provinsi maupun,Nasional. Kouta Penerimaan siswa yaitu 318 Siswa, Setelah Siswa dinyatakan diterima siswa harus mengikuti tahap berikutnya yaitu tes kesehatan dan Melakukan Registrasi Ulang dan membayar Uang Sarana Pendidikan, besarnya uang sarana pendidikan ditentukan oleh rapat komite dan wali murid. Untuk peminatan jurusan siswa diberi waktu 2 Minggu untuk beradaptasi dengan mata pelajaran, setelah dua minggu dilakukan Tes untuk menentukan penjurusan sesuai kurikulum 2013
Tata Tertib Siswa
Tata Tertib siswa yang berlaku di SMA Negeri 1 Karangtengah Yaitu,
Memakai Seragam yang Telah ditentukan
Jika Siswa Melanggar Peraturan ini siswa akan dikenakan sanksi dengan memberikan surat peringatan dan menyita pakaian atau seragam yang tidak sesuai contohnya menggunting celana yang pensil (ketat).
Siswa Datang Tepat Pada Waktunya'
Jam Masuk SMA Negeri 1 Karangtengah Pukul 07.00 WIB Jika peserta melakukan pelanggaran pada point ini siswa diberi sanksi dengan jalan jongkok dari pintu gerbang menuju pendopo dan didata ke BK.
Siswa Dilarang Membawa Rokok dan Barang Terlarang
Siswa yang memakai kendaraan bermotor diwajibkan untuk mematuhi peraturan lalu lintas, diantaranya siswa wajib menggunakan helm dan dilarang membawa motor Modif
Manajemen Hubungan Masyarakat
Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan untuk mendapatkan simpati dari masyarakat pada umumnya serta dari publiknya, pada khususnya, sehingga kegiatan operasional sekolah atau pendidikan semakin efektif dan efisien, demi membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Pada hakikatnya sekolah merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, seperti orang tua murid atau anggota badan pembantu penyelenggaraan pendidikan (BP3). Demikian pula hasil pendidikan pelaksanaan sekolah akan menjadi harapan masyarakat, maka kegiatan sekolah harus terpadu dengan masyarakat.
Kegiatan yang dilakukan dengan Masyarakat yaitu dengan melibatkan masyarakat dalam Beberapa program sekolah yaitu program ulang tahun sekolah, memfasilitasi masyarakat dalam menggunakan lapangan dan fasilitas umum sekolah,Kegiatan Hubungan Masyarakat Ini dilakukan supaya Masyarakat sekitar sekolah mempunyai rasa memiliki sekolah dan turut serta menjaganya.Masyarakat sebagai sumber informasi yaitu untuk memantau peserta didik maka diadakan komunikasi atau diskusi panel antar Orang tua wali murid, tidak hanya untuk kelas XII tetapi juga untuk kelas X dan XI, pertemuan orang tua wali murid ini bertujuan untuk menjadikan peserta didik yang taat pada ilmu dan aturan yang berlaku disekolah.
Manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat SMA Negeri 1 Karangtengah dilaksanakan oleh seksi humas. Adapun pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
Kegiatan Internal
Pertemuan wali murid
Pertemuan dengan Komite
Anjangsana keluarga
Kegiatan Eksternal
Kemitraan
Publikasi
Jenis hubungan SMA Negeri 1 Karangtengah dengan antara lain :Hubungan institusional,
yaitu hubungan kerja sama antara sekolah dengan lembaga-lembaga atau instansi resmi lain, baik swasta maupun pemerintah, seperti :
Hubungan kerja sama antara sekolah satu dengan sekolah-sekolah lainnya.
Hubungan sekolah dengan masyarakat sekitar sekolah  setempat yang berkaitan dengan perbaikan dan perkembangan pendidikan pada umumnya. Misalnya, selain mendapat pendidikan dan pengawasan dari sekolah para orang tua murid juga ikut mengawasi anaknya jika berada dirumah, dan jika ada siswa yang membolos sekolah jika ada masyarakat yang tau maka masyarakat tersebut segera melapor kepada pihak sekolah.
Hubungan dengan lembaga kepolisian guna menjaga keamanan sekolah misalnya saja jika ada murid yang mencuri, maka pihak dari kepolisian juga ikut menangani agar murid takut dan  jera dengan tindakannya yang menyeleweng.
Hubungan sekolah dengan lembaga kesehatan puskesmas dan PMI yang ada di dekat sekolahan.
Hubungan sekolah dengan masyarakat sekitar yang berkaitan dengan masalah sosial, misalnya saja dengan diadakannya kegiatan  bakti sosial (baksos) dan kegiatan qurban pada hari Raya Idul Adha  dari sekolah ke masyarakat dan bantuan berupa uang atau tenaga kerja dari masyarakat untuk sekolahan pada waktu sekolahan membangun mushola sekolahan.
Hubungan edukatif,
ialah hubungan kerja sama dalam hal mendidik murid, antara guru di sekolah dan orang tua di dalam keluarga. Adanya hubungan ini dimaksudkan agar tidak terjadi perbedaan prinsip atau bahkan pertentangan yang dapat mengakibatkan keragu-raguan pendirian dan sikap pada diri anak. Hubungan Edukatif ini biasanya bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta dan atau Lembaga Pendidikan
Manajemen Sarana dan Prasarana
Untuk menjamin terwujudnya hal tersebut diperlukan adanya sarana dan prasarana yang memadai. Pada SMA Negeri 1 Karangtengah, sarana dan prasarana telah memenuhi ketentuan minimum yang ditetapkan dalam standar sarana dan prasarana. Standar sarana dan prasarana ini mencakup:
kriteria minimum sarana yang terdiri dari perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, teknologi informasi dan komunikasi, serta perlengkapan lain yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah,
kriteria minimum prasarana yang terdiri dari lahan, bangunan, ruang-ruang, dan instalasi daya dan jasa yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah.
Adapun sarana dan prasarana lain yang menunjang kegiatan belajar mengajar antara lain :Masjid
Area parkir
Sarana Olahraga
Lapangan Futsal
Lapangan Basket
Peralatan Olahraga
Ruang kelas dan perlengkapannya
Laboratorium Biologi
Laboratorium Kimia
Laboratorium Fisika
Laboratorium Keterampilan
Laboratorium Komputer
Toilet dan Kamar Mandi
Media Publikasi Internal ( Mading dan Papan Informasi)
Manajemen Personilia
Kegiatan manajemen personal di Madrasah Aliyah Negeri 1 Semarang diantaranya adalah kegiatan pengadaan pegawai, dan evaluasi kinerja pendidik.
Adapun syarat-syarat bagi pelamar (calon pegawai baru) di SMA Negeri 1 Karangtengah yaitu :Warga negara indonesia
Perpendidikan minimal SMA/SMK/MA untuk karyawan dan minimal S1 untuk guru dan sesuai dengan bidang yang dibutuhkan.
Sehat jasmani dan rohani.
*syarat dan ketentuan dapat berubah-ubah sesuai dengan peraturan pemerintah
Penempatan pegawai di sesuaikan dengan pendidikan dibidang studinya. Untuk evaluasi dan penilaian kinerja, Guru harus disiplin baik pada saat mengajar ataupun tidak dan pukul 7.00 pagi harus sudah berada di Lingkungan Sekolah dan paling lambat guru masuk di kelas adalah pukul 7.15. Adapun konsekuensi bagi guru yang tidak disiplin.
Program kedepan yang dilakukan para personel untuk kemajuan madrasah adalah membuat inovasi-inovasi baru untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar yang lebih baik lagi agar tercipta lulusan-lulusan yang berkompeten dalam hal beragama dan juga ilmu pengetahuan yang luas.
Manajemen Keuangan
Mengenai perencanaan anggaran dan biaya sekolah di SMA Negeri 1 Karangtengah tidak dibahas secara mendetail, salah satu perencanaan anggaran biaya sekolah untuk masalah perbaikan gedung atau penambahan fasilitas belajar tidak berpengaruh dengan kenaikan SPP setiap bulannya, karena sudah dianggarkan sendiri dari tahun sebelumnya.
Dana yang diperoleh untuk anggaran sekolah diantaranya adalah bantuan dari pemerintah dan biaya SPP dari peserta didik.
Manajemen Layanan Khusus
Perpustakaan
Perpustakaan dapat menunjang pembelajaran siswa. Dalam perpustakaan ini tidak hanya memuat buku-buku pelajaran, namun juga memuat bacaan hiburan untuk siswa seperti buku cerita fiksi dan novel. Di Perpustakaan akan dijumpai beberapa hasil karya siswa berupa kerajinan tangan. Perrpustakaan juga memberikan pelayanan Peminjaman buku dan media pembelajaran untuk keperluan siswa.
Bimbingan dan Konseling
Pendukung utama tercapainya sasaran pembangunan manusia Indonesia bermutu adalah pendidikan yang bermutu. Proses penyelenggaraan pendidikan yang bermutu tidak cukup hanya dilakukan melalui transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi harus didukung oleh peningkatan profesionalisme dan system managemen tenaga pendidik serta pengembangan kemampuan peserta didik untuk menolong diri dalam mengambil keputusan demi mencapai cita-citanya. Kemampuan seperti ini tidak hanya menyangkut aspek akademis, tetapi juga menyangkut aspek perkembangan pribadi, sosial, kematangan intelektual dan system nilai peserta didik. Apalagi peserta didik di adalah para remaja akhir yang memiliki karakteristik, kebutuhan dan tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhinya, maka tenaga pembimbing (konselor) mempunyai peranan yang penting untuk mencapai tujuan tersebut. Bimbingan Konseling memberikan beberapa layanan seperti
Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.
Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.
Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.
UKS
UKS merupakan tempat untuk melayani dan memberikan pertolongan pertama untuk siswa yang mengalami gangguan kesehatan Ketika mengikuti kegiatan belaja mengajar
Kantin
Kantin merupakan tempat melayani kebutuhan siswa dalam hal makanan dan keperluan alat tulis, di SMA Negeri 1 Karangtengah mempunyai Kantin 2, 1 dikelola oleh mitra sekolah dan 1 kantin merupakan Kantin Kejujuran yang dikelola oleh sekolah untuk menanamkan kejujuran pada siswanya.
BAB V
SIMPULAN
Simpulan
Setelah Melakukan Observasi di SMA Negeri 1 Karangtengah kami dapat menyimpulkan :Manajemen dalam Sekolah sangatlah penting untuk membantu dan mempermudah sekolah dalam mencapai Visi dan Misinya
Komponen Manajemen sekolah meliputi Manajemen Kurikulum, Peserta Didik, Manajemen Personalian, Manajemen Keuangan, Manajemen Hubungan Masyarakat, Manajemen Layanan.dimana Setiap Komponen dalam Sekolah Sangatlah Berpengaruh dalam proses pencapaian Tujuan dan satu dengan yang lain saling terikat dan tidak dapat dipisahkan.
Manajemen Sekolah Merupakan Ceriman dari Kualitas Sekolah dan Hasil Keluaran dari Sekolah tersebut.
Kepemimpinan yang efektif diperlukan dalam Manajemen baik sebagai Kepala Sekolah maupun Wakil Kepala sekolah.
Pemberdayaan Sumber Daya sangat diperlukan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Konsep Manajemen Sekolah Sangat Perlu ditanamkan pada calon pendidik atau guru
Kritik dan Saran
Manajemen Berbasis Sekolah supaya diterapkan di semua sekolah supaya terciptanya kualitas sekolah dan pendidikan yang lebih baik
Pihak sekolah lebih meningkatkan pengembangan manajemen sekolah atau paling tidak mempertahankan agar kualitas dan mutu sekolah tetap baik dan dapat bertambah baik.
Manajemen Sekolah Perlu didalami Oleh seorang Calon Guru
DAFTAR PUSTAKA
Nata, Prof. Dr. Abudin.2003. Manajemen Pendidikan.Jakarta : Kencana
Sugiyono,Prof.Dr ,dkk. 2014.Metode Penelitian Pendidikan.Bandung : Alfabeta.
Suryono,Drs B.2004.Manajemen Pendidikan di Sekolah.Jakarta:Rineka Cipta
Sutomo dkk, 2009 . Manajemen Sekolah . Semarang : UPT MKK Universitas Negeri Semarang
LAMPIRAN
Gedung SMA Negeri 1 Karangtengah

Gambar 1.
SMA Negeri 1 Karangtengah Kab.Demak Tampak Depan
Mahasiswa dan Kepala Sekolah dan Waka Kesiswaan
7981957239000
Proses Menggali Informasi dari narasumber
2903220-381000left-381000
-9779029678100291274527940000
14859001016000
Sarpras dan Layanan Khusus SMA Negeri 1 Karangtengah
left9588500298323016256000
313182020193000left14287500
Instrumentasi (Terlampir)
Surat Dinas Izin dan Telah Observasi (Terlampir)


Download Laporan Observasi Manajemen Sekolah di MAN 1 Demak.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Laporan Observasi Manajemen Sekolah di MAN 1 Demak. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon