October 12, 2016

Isi makalah sejarah bab 7


Judul: Isi makalah sejarah bab 7
Penulis: Ferina Detha


Masuknya Paham Baru dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Nasionalisme Asia dan Afrika
Pengertian Nasionalisme adalah suatu paham yang menempatkan rasa kebangsaan diatas kepentingan yang lain.
Pengertian Liberalisme adalah paham yang menghendaki adanya kebebasan individu. Kebebasan individu yang dimaksud terjadi pada kehidupan politik, agama dan ekonomi
Pengertian Sosialisme adalah suatu aliran yang digunakan sebagai dasar untuk menentang kepemilikan secara perorangan yang pada dasarnya merupakan prinsip inti dari ideologi ekonomi kapitalisme.
Pengertian Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, demos artinya rakyat dan kratia yang berarti pemerintahan. Jadi demokrasi adalah pemerintahan rakyat. Secara umum, istilah demokrasi di Indonesia diartikan sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Faktor-Faktor penyebab munculnya Nasionalisme di Asia dan Afrika diantaranya adalah :
Penderitaan dan kesengsaraan rakyat di Asia dan Afrika akibat adanya imperialisme barat
Kemenangan Jepang atas Rusia dalam perang memperebutkan wilayah formosa (Taiwan) dan semenanjung Korea pada 1905
Kerinduan akan kembalinya kejayaan masa lampau
Munculnya golongan terpelajat didalam masyarakat
Adanya kesadaran untuk berusaha membebasakn diri dari imperialisme barat
1.2 Pertumbuhan dan Perkembangan Nasionalisme di Asia dan Afrika
Nasionalisme di Jepang
Sejak tahun 1603, ketika Tokugawa Leyasu menjadi Shogun, pemerintahan Bakufu (militer) Jepang telah melakukan strategi politik secara hati-hati terhadap bangsa barat. Mereka mempunyai anggapan bahwa terjadinya pemberontakan di Jepang karena hasutan penganut Kristen yang sudah masuk pengaruhnya di Jepang sejak abad ke-15 oleh bangsa Spanyol, Portugis, Inggris dan Belanda. Hal ini menyebabkan agama Kristen menjadi agama terlarang di Jepang.
Pada tahun 1638, Jepang telah dinyatakan menutup diri dari luar (politik isolasi) dalam rangka melindungi kemurnian ajaran Shintoisme, kebudayaan dan kerajaannya dari kepunahan.
Didalam hubungan perdagangan antara Cina dan Amerika serikat, Jepang merupakan tempat yang strategis bagi persinggahan. Pada tahun 1853, datanglah utusan amerika Serikat yakni KomodorMatthew Calbraith Perry yang bertugas untuk mengadakan kontak hubungan dengan Jepang. Ia meminta agar Jepang membuka beberapa pelabuhan bagi kapal-kapal Amerika Serikat.
Akhirnya, tanpa persetujuan Kaisar (tenno), Shogun Yoshinabu Tokugawa, sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan di Jepang saat itu, menandatangani perjanjian Shimoda dengan Amerika Serikat pada tanggal 31 Desember 1854. Isinya antara lain bahwa pelabuhan Shimoda dan Hakodate dipulau Desima dibuka untuk kapal-kapal Amerika Serikat. Setelah perjanjian ini, diadakan juga perjanjian dengan Inggris dan Rusia tahun 1855, sedang dengan Perancis tahun 1856.
Setelah diadakan perjanjian dengan bangsa asing, timbullah reaksi pro dan kontra. Para daimyo di kota Satsuma, Choshu, Hizen dan Tosha akhirnya menetang Shogun.
Daimyo adalah golongan bangsawan tinggi di Jepang. Para Daimyo ini umumnya memiliki para busyido atau tentara samurai yang berdisiplin tinggi dan setia, serta siap melakukan haarakiri atau bunuh diri untuk dan atas nama keluhuran bangsa Jepang. Mereka merupakan daimyo yang anti asing (xeropobhia) yang menuntut agar kekuasaan diserahkan kembali dari shogun kepada kaisar. Para shogun harus kembali kepada Shintoisme dan menjunjung tinggi kaisar serta leluhurnya. Pada akhirnya, timbul pergolakan anti bangsa asing dan anti shogun dari masyarakat Jepang.
Puncak pergolakan anti Shogun terjadi pada tahun 1863, yang dipicu oleh seorang pimpinan pergolakan bernama Choushu ketika menembaki kapal Amerika di selat Shimonoseki. Penyerangan tersebut dibalas oleh pasukan Amerika
Akhirnya sikap anti asing berubah dan berakhir pada tahun 1865. Kaisar memberikan persetujuan untuk berhubungan dengan bangsa barat. Dengan demikian, terbukalah isolasi Jepang terhadap dunia luar.
Pada tahun 1867, Kaisar Komei sebagai kaisar pada saat itu meninggal dunia dan digantikan oleh putranya yang bernama pangeran Matsuhito dengan gelar kaisar Meiji. Naiknya Matsuhito ketampuk kerajaan sekaligus mengakhiri pemerintahan Shogun. Peristiwa pemindahan kekuasaan dari Shogun kepada kaisar disebut Restorasi Meiji. Dengan demikian, pergolakan anti shogun berakhir.
Selama menjalankan pemerintahannya Meiji melakukan pembaharuan di segala bidang seperti, bidang militer, perhubungan dan lainnya. Dalam melakukan pembaharuan, Meiji meniru pola-pola barat saat melakukan modernisasi.
Dalam bidang militer, kaisar Meiji mendatangkan instruktur angkatan perang dari Jerman; UUD meniru Inggris; pendidikan modern dikembangkan; pemuda yang cakap disekolahkan; dan para ahli didatangkan baik ahli ekonomi maupun ahli industri dari negara Eropa. Dibidang industri, pelayaran dan perdagangan mendapat kemajuan yang secara langsung maupuntidak langsung telah melahirkan kelompok usaha golongan Zaibatsu diantaranya berasal dari keluarga Mitsui dan Mitsubishi.
Pada tahun 1894-1895, terjadi peperangan antara Jepang dan Cina. Cina akhirnya dapat dikalahkan. Jepang kemudian menuntut wilayah formosa (Taiwan) serta semenanjung Korea. Rusia marah karena sama-sama menginginkan semenanjung Korea tersebut. Pada tahun 1905, terjadilah perangantara Jepang dan Rusia. Jepang akhirnya memenangkan perang tersebut dan menguasai semenanjung Korea. Kekalahan Rusia bagi bangsa-bangsa di Asia membawa dampak positif. Rasa nasionalisme mereka bangkit. Mereka sadar bangsa asiapun sejajar dengan bangsa barat.
Dalam perang dunia I (1914-1918) Jewpang memusuhi Jerman. Jepang menginginkan tanah jajahannya menjadi luas dia Asia untuk pemasaran indusrinya. Pada tahun 1927, Baron Tanaka menjadi perdana menteri. Ia adaalh seorang ahli siasat perang yang menginginkan daerah Cina, Manchuria dan Mongolia. Pada tahun 1931, Manchuria berhasil dikuasai, lalu mendirikan kerajaan Manchuria dengan Henry Puyi sebagai rajanya. Dia adalah bekas raja Cina dari dinasti Manchu.
Nasionalisme di Cina
Gerakan nasionalisme di Cina dilatar belakangi oleh reaksi terhadap dinasti Manchu yang dinilai bukan dinasti keturunan Cina. Rakyat membenci kaisar yang berasal dari Manchuria didaerah Cina Utara yang dinilai barbar (kurang beradab).
Kebencian itu semakin memuncak setelah bangsa Inggris menggungguli pasukan kaisar dalam perang candu pada tahun 1842. Perang candu terjadi setelah sebelumnnya kaisar cina memberantas perdagangan candu yang telah diperdagangkan Inggris sejak tahun 1800 dan telah mengakibatkan rusaknya generasi muda Cina. Dengan kekalahan tersebut Cina terpaksa menandatangani perjanjian Nanking, yang berisi keharusan Cina membuka lima pelabuhannya untuk bangsa asing dan memberikan daerah Hongkong dan hak ekstrateritorial kepada Inggris.
Gerakan nasionalisme yang pertama kali muncul melalui pemberontakan Tai Ping yang berlangsung pada 1850-1864 dibawah pimpinan Hung Siu Tsywan. Pemberontakan ini merupakan pemberontakan sosial yang asli dari bangsa cina dan tidak mendapat pengaruh barat.
Upaya untuk menumbangkan dinasti manchu dan mengusir bangsa barat terus berlanjut. Gerakan ini terjadi di Cina Utara dan menamakan gerakannya tinju keadilan. Karena para anggotanya ahli dalam bermain silat, bangsa barat menyebutnya pemberontakan Boxer (1900-1901). Pemberontakan ini menyebabkan terbunuhnya 200 misionaris barat serta ribuan orang cina penganut kristen. Akibat peristiwa ini, kota peking diduduki oleh pasukan barat dan Cina harus membayar ganti rugi dalam jumlah besar.
Sementara itu tokoh nasionalis Cina yang bernama Dr. Sun Yat Sen pada bulan oktober 1911 mendirikan partai politik yang bernama Kuo Min Tang (partai nasional Cina). Ia kemudian mengumumkan berdirinya Republik Cina pada tanggal 10 Oktober 1911. di Cina selatan dengan nanking sebagai ibukotanya. Peristiwa ini dikenal dengan nama The Double Ten Day atau Wuchang Day.
Untuk mengakhiri kekuasaan dinasti Manchu. Dr. Sun Yat Sen bekerja sama dengan Jendral Yuan Shih Kay. Kekuasaan dinasti Manchu akhirnya dapat ditumbangkan tanpa pertumpahan darah pada tanggal 12 Pebruari 1912. selanjutnya Yuan Shih Kay menjadi presiden pertama Republik Cina.
Setelah menjadi Presiden, Jendral Yuan Shih Kay bertindak sebagai seorang diktator dan menggunakan cara kekerasan. Pada tahun 1914 ia membubarkan parlemen hasil pemilu dengan mengerahkan pasukannya.
Pada tahun 1916, Jendral Yuan Shih Kay meninggal dan Dr. Sun Yat Sen kembali memegang pimpinan di Cina Selatan, sedang pemerintahan pusat di peking, cina utara mengalami perpecahan. Selama satu dekade kekuasaan politik dipegang para pemimpin lokal yang disebut warlord, yaitu seorang yang kuat secara militer dan mampu membangun pasukan dalam waktu singkat dengan memanfatkan petani, serta mampu memperoleh legimitasi dari peking. Tetapi sistem pemerintahan warlord ini sangat ditentang oleh kaum nasionalis Cina.
Pada tahun 1924, partai nasionalis dibawah pimpinan Jendral Chiang Kay Shek (pengganti Dr. Sun Yat Sen yang meninggal tahun 1924) mengadakan aliansi dengan partai komunis cina (Kung Chang Tang) dibawah pimpinan Chu Teh. Aliansi ini bertujuan untuk menghadapi warlord di Cina Utara.
Setelah wilayah utara berhasil dikuasai pada tahun 1927, Republik Cina pun terbentuk dengan daerahnya yang mencakup wilayah utara dan selatan. Chiang Kai Shek kemudian mendirikan ibukota baru dinanking tahun 1928.
Terbentuknya kesatuan Cina tidak bisa dipertahankan lebih lama, karena terdapat benih-benih perpecahan diantara unsur-unsur nasionalisme. Aliansi partai nasionalis dan partai komunis berubah menjadi permusuhan. Penyebabnya adalah saling mencurigai diantara mereka. Akhirnya Chiang Kay shek memerintahkan pembantaian para pendukung kaum komunis.
Salah seorang anak petani bernama Mao Zedong selamat dari pembantaian itu. Dia kemudian memimpin perlawanan dengan pemerintahan yang berkiblat pada Soviet di Cina tengah. Chiang Kay Shek berusaha untuk menumpas perlawanan tersebut dengan cara pengepungan.
Untuk menghindari pengepungan, pada tahun 1934 kaum komunis mengadakan perjalanan panjang atau long march sepanjang 9700 km dari Kaliangshi ke Yuan, Cina bagian Utara selama 12 bulan. Dari 100.000 orang yang melakukan long march hanya 20000 orang yang sampai tujuan, sisanya terbunuh ketika bertempur atau mati kelaparan dan kedinginan. Didaerah baru tersebut Mao Zedong membangun kekuatannya.
Setelah Jepang mengadakan agresi ke Manchuria tahun 1937, kedudukan kaum komunis semakin kuat. Pemerintahan nasionalis Chiang Kai Shek tidak mampu berbuat banyak untuk mengusir Jepang. Tahun 1938 Chiang Kay Shek memindahkan ibu kota ke Chungking di pedalaman Cina. Hal ini menyebabkan kedudukan pemerintahannya semakin kehilangan dukungan.
Sebaliknya dalam situasi perang, kaum komunis membangun kekuatannya dan melancarkan perang gerilya digaris perbatasan yang diduduki Jepang. Sebagai pimpinan komunis, Mao Zedong menghindari perang secara langsung dengan Jepang.
Setelah Jepang kalah dalam perang dunia II, kaum nasionalis Chiang dan komunis Mao berebut menduduki daerah yang ditinggalkan Jepang. Dalam persaingan itu, kaum komunis memperoleh kemenangan.
Pada tahun 1949, kaum nasionalis pimpinan Chiang Kay Shek dan sejuta pendukungnya meninggalkan Cina daratan menuju pulau Taiwan. Di pulau itu mereka meneruskan pemerintahan nasionalis menurut garis politik Kuo Min Tang. Sementara itu, pada tahun yang sama, Mao Zedong memproklamasikan berdirinya /republik Rakyat Cina menggantikan pemerintahan Nasionalis Jendral Chiang Kay Shek di Cina daratan.
Nasionalisme di India
Gerakan nasionalisme di India ditujukan kepada bangsa Inggris yang telah menduduki negeri tersebut sejak abad ke-19.
1. pemberontakan Sepoy atau The Indian Mutiny
Pada tahun 1857 terjadi pemberontakan para prajurit India yang tergabung dalam tentara Inggris yang dikenal pemberontakan sepoy atau The Indian Mutiny. Pemberontakan ini dipicu adanya perintah dari panglima tentara inggris di India untuk menjilat ujung peluru yang berisi gemuk sebelum dipakai untuk menembak musuh.
Para prajurit Hindu menyangka gemuk tersebut berasal dari gemuk sapi yang menurut kepercayaan Hindu tidak boleh dimakan. Sementara prajurit Islam menyangka gemuk tersebut berasal dari gemuk babi yang menurut ajaran islam diharamkan untuk dimakan. Hal tersebut dianggap sebagai penghinaaan terhadap kepercayaan yang mereka anut.
Pemberontakan sepoy diawali dari Meerut dekat Delhi pada tanggal 10 mei 1857 yang kemudian meluas hampir seluruh India. Orang Inggris yang berhasil ditemui dibunuh.
Pemberontakan ini bertujuan mengusir kongsi dagang inggris dari India (EIC) dan mengembalikan kekuasaan kerajaan Moghul di India.
Pemberontakan sepoy sangat merepotkan, sehingga Inggris perlu waktu 2 tahun untuk menumpas pemberontakan ini. Selama kurun waktu itu tokoh-tokoh pemberontak seperti Ranee Lakhsmi Bai, Nana Shib dan Tantya Tope sangat ditakuti tentara Inggris.
2. Gerakan Brahma Samaj
Gerakan ini merupakan pembaharuan dalam agama Hindu yang hendak menghilangkan kasta dan menanamkan pemujaan kepada satu dewa yang menjadi sumber hidup dan pangkal dari alam semesta. Tokoh gerakan ini adalah Ram Mohan Roy dan Dwarakanath Tagore.
3. Santinitekan
Adalah gerakan pembaharuan dibidang pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan budaya India. Tokoh gerakan ini adalah Rabindtanath Tagore
4. Gerakan Rama Krisna
Adalah gerakan yang bertujuan untuk memurnikan ajaran Hindu. Gerakan ini tidak mementingkan kebendaan (materialisme) seperti yang dikembangkan bangsa barat. Tokoh gerakan ini adalah Swami Vivekananda.
5. Partai Kongres (All Indian National Congress)
Didirikan tahun 1885 oleh Allan O. Home. Organisasi ini merupakan organisasi pergerakan nasional dibidang politik yang menuntut persamaan hak serta pemerintahan sendiri. Tokoh-tokohnya Mahatma Gandhi, Jawaharlal Nehru, Ball G. Tilak, Mohammad ali Jinnah, Liquat Ali Khan dan Iskandar Mirza.
Tahun 1907, kongres menuntut dibentuknya pemerintahan yang berparlemen serta kemerdekaan penuh dari Inggris, namun tuntutan ini ditolak.
Pada bulan agustus 1917, pemerintah inggris di India mengumumkan bahwa Inggris akan mulai menyiapkan institusi pemerintahan pribumi (self-goverment institutions). Untuk mencapai tujuan itu, Inggris mengeluarkan Goverment of India Act, atau Undang-Undang pemerintah India, berupa dibentuknya dualisme pemerintahan. Pemerintahan pertama dipegang oleh orang India berdasar hasil pemilihan. Pemerintahan kedua dipegang Inggris berdasr pengangkatan atau penunjukan (otoritas). Urusan pertanian, kesehatan dan pendidikan dipegang oleh pejabat pemerintahan India. Sedang urusan yang lebih sensitif seperti pajak, kepolisian serta masalah tawanan politik dipegang oleh pemerintah Inggris.
Tahun 1919, pemerintah Inggris melalui dewan legislatif imperium India memaksakan sebuah undang-undang baru bernama Rowlatt Act, yang bertujuan untuk memberantas gerakan-gerakan sosial serta persekongkolan politik golongan nasionalis yang membahayakan pemerintahan penjajah. Dikeluarkannya undang-undang tersebut tidak berhasil menciptakan stabilitas politik malah pemberontakan dan gerakan perlawanan terhadap Inggris semakin luas.
Dalam menghadapi gerakan tersebut Inggris bersifat represif. Ketika puluhan ribu masyarakat Hindu India merayakan festival agama dilapangan Jallianwalla Bagh, Amritsar, Punjab, India utara tahun 1919, pemerintah Inggris mencurigainya sebagai gerakan massa yang akan melawan Inggris. Pemerintah Inggris melarang warga Hindu mengadakan rapat umum. Rakyat menolak dan mengadakan perlawanan. Perlawanan tersebut dijawab dengan tembakan senjata sehingga menimbulkan korban mati 379 orang dan luka-luka 1137 orang. Peristiwa kekerasan di Amritsar itu menimbulkan luka yang dalam pada masyarakat India dan memperluas tindakan kekerasan dan terorisme dalam melawan penguasa Inggris.
6. Perlawanan Tanpa Kekerasan Model Mahatma Gandhi
Masyarkat India juga memiliki alternatif lain dalam gerakan nasionalismenya, yaitu yang dilakukan Mahatma Gandhi diantaranya adalah :
Ahimsa adalah gerakan anti peperangan/anti kekerasan yang melarang pembunuhan.
Satyagraha (Satya adalah kebenaran jiwa; agraha berarti kekuatan) adalah gerakan untuk tidak bekerjasama dengan kaum penjajah.
Hartal adalah pemogokan, yakni perlawanan rakyat India melalui gerakan tidak berbuat apa-apa, meskipun mereka datang ketempat kerja.
Swadesi adalah suatu gerakan untuk mempergunakan produksi sendiri, tidak menggantungkan kepada produk bangsa lain.
Gerakan perlawanan model Gandhi sangat meresahkan pemerintah Inggris. Ketika Inggris pada tahun 1927 membentuk komisi pemerintahan baru yang tidak melibatkan orang-orang India menyebabkan golongan nasionalis aliran keras yang dipimpin Pandit Jawaharlal Nehru
mendesak kongres untuk menuntut pemerintahan penuh selama satu tahun. Karena tuntutan tidak dipenuhi maka mereka melakukan perlawanan dengan cara kekerasan.
Dalam situasi yang semakin tegang Gandhi mendekati kelompok garis keras dan menyarankan perlawanan tanpa kekerasan. Untuk memuaskan golongan garis keras, Gandhi meningkatkan kecaman-kecaman terhadap Inggris. Gandhi juga mulai memobilisasi massa untuk melawan pengenaan pajak garam yang membebani setiap keluarga India. Untuk menyediakan kebutuhan garam, Gandhi mengerahkan 50.000 massa kepantai India untuk membuat garam tanpa membayar pajak, sebagai bentuk perlawanan terhadap pengenaan pajak.
Tindakan perlawanan ini mampu memaksa pemerintah Inggris untuk duduk dalam meja perundingan. Tahun 1931 disepakati oleh kedua belah pihak dibentuknya pemerintahan pribumi yang independen. Tahun 1935 dibentuk konstitusi baru yang menjamin kuatnya kedudukan parlemen India, sebagai Dewan Perwakilan penduduk pribumi India.
Ketika Perang Dunia II meletus (1939), terjadi pertentangan diantara kelompok nasionalis India. Dalam konflik itu Gandhi tidak mampu merangkul semua golongan agama yang ada di India. Salah satu organisasi perjuangan nasionalis India adalah Liga Muslim yang dipimpin Mohammad Ali Jinnah(1876-1948). Jinnah menghendaki agar daerah di India yang penduduknya didiami oleh mayoritas muslim memisahkan diri dari India yang mayoritas Hindu. Dalam konferensi Liga Muslim di Lahore tahun 1940, Jinnah menyerukan kepada para pendukungnya untuk membentuk negara yang lepas dari dominasi orang Hindu.
Setelah berakhirnya Perang Duni II warga muslim dan Hindu di negara tersebut pecah kedalam dua negara: India dan Pakistan. Kedua negara itu berdaulat tahun 1947. Gandhi yang tidak setuju dengan terbelahnya India harus berhadapan dengan gerakan fanatik Hindu. Ia terbunuh pada tahun 1948.
Nasionalisme di Turki
Terjadi setelah berakhirnya Perang Dunia I. Pada saat itu, Turki berada dalam pihak yang kalah perang dan harus tunduk pada keputusan sekutu yang memenangkan perang. Akibatnya Turki sebagai Imperium besar yang pernah menguasai jazirah Balkan, Afrika Utara dan jazirah Arab harus menyerahkan wilayahnya kepada sekutu.
Bagi Turki, keputusan tersebut merupakan bentuk pemaksaan sekutu yang bertindak sebagai imperialis Barat. Inggris, Perancis, Italia dan memperoleh daerah bekas kekuasaan imperium Turki di Afrika dan jazirah Arab. Adapun Yunani, memperoleh kemerdekaannya dari Turki. Hal ini mengakibatkan Turki di juluki "The Sick Man From Europe" atau "orang sakit dari Eropa".
Para pemimpin Ottoman yang dipimpin Sultan Hamid II berupaya menahan laju kemunduran kekaisaran dengan program reformasi. Mereka menata ulang organisasi militer dan memperbaiki sistem pendidikan. Hasil reformasi tersebut antara lain konstitusi kekaisaran untuk pertama kalinya di undangkan tahun 1876. Konstitusi ini memungkinkan terselenggaranya pemerintahan representatif dan menjamin beragam kebebasan bagi warga negara.
Sayangnya Sultan Hamid II justru mengesampingkan konstitusi dan bertindak sebagai diktator dalam menjalankan kekuasaannya sehingga menimbulkan rasa takut dikalangan rakyatnya. Kelompok minoritas keagamaan ditindas dengan kejam setelah mereka melakukan aksi-aksi perlawanan revolusioner. Hal tersebut pada akhirnya menimbulkan rasa kebangsaan (nasionalisme)dikalangan kelompok minoritas itu.
Gejala diatas telah mendorong sekelompok mahasiswa Turki dan para perwira militer untuk memberontak terhadap Sultan Hamid II. Kelompok yang paling menonjol adalah gerakan Turki Muda. Kelompok ini memimpin pemberontakan senjata tahun 1908. Setahun kemudian, mereka berhasil menurunkan Sultan Hamid II dari tahtanya.
Memasuki Perang Dunia I, Turki semakin lemah. Tentara sekutu menduduki Istambul. Rakyat kecewa karena pemerintahan ottoman begitu lemah sehingga tidak bisa menggorganisasikan pertahanan didalam negeri.
Kelemahan tersebut dimanfaatkan oleh Mustafa Kemal Pasha untuk memimpin pergerakan nasional Turki. Pada tahun 1920 dia terpilih sebagai ketua majelis nasional. Dibawah kepemimpinannya, kaum nasional berhasil mengusir tentara Yunani. Setahun kemudian, tepatnya tanggal 29 Oktober 1923, Majelis nasional memproklamasikan Republik Turki.
Nasionalisme di Mesir
Terusan Suez merupakan salah satu jalur pelabuhan dan perdagangan paling ramai dan terpenting dikawasan timur tengah. Oleh karena itu, adanya terusan suez disatu pihak telah
membawa kemakmuran dan penghasilan bagi masyarakat yang ada disekitarnya (Mesir). Adapun disisi lain justru menimbulkan keprihatinan sekaligus ancaman bagi bangsa Mesir. Karena letaknya yang strategis sebagai wilayah transit perdagangan minyak bumi, menyebabkan Inggris menginginkan terusan tersebut.
Siasat atau strategi yang digunakan penguasa Inggris untuk menguasai Terusan Suez dari Mesir tersebut adalah dengan cara memberikan pinjaman bagi modernisasi Mesir. Ternyata strategi tersebut cukup jitu. Pemerintah Mesir tidak mampu membayar bunga pinjaman. Oleh karena itu, bukan hanya terusan suez yang jatuh ketangan Inggris, melainkan juga Mesir dikuasainya. Pada tahun 1882, rakyat mesir dibawah pimpinan Arabia Psya memberontak terhadap Inggris. Keadaan semacam ini dijadikan alasan oleh Inggris untuk menguasai Mesir. Sejak akhir abad ke-19, Mesir menjadi jajahan Inggris.
Setelah Perang Dunia I, Mesir menuntut kemerdekaan kepada Inggris. Pada tahun 1922,Mesir menjadi kerajaan dibawah Persemakmuran Inggris. Pada tahun 1936, Mesir menjadi negara yang merdeka penuh.
Terusan Suez pada tahun 1956 dikuasai lagi oleh Mesir melalui usaha nasionalisasi dari Presiden Gamal Abdul Nasser. Karena menjadi rebutan Inggris dan Perancis pada tahun 1967 Terusan Suez ditutup oleh Mesir. Baru pada tahun 1975, terusan suez dibuka kembali oleh presiden anwar Sadat
Latar Belakang Lahirnya Pergerakan Nasional Indonesia
Latar Belakang Lahirnya Pergerakan Nasional Indonesia
Pergerakan Nasional Indonesia mempunyai pengertian sebagai berikut.
a.Pergerakan
Maksud dari "pergerakan" di sini meliputi segala macam aksi dengan menggunakan "organisasi modern" untuk menentang penjajahan dan mencapai kemerdekaan. Dengan organisasi ini menunjuk bahwa aksi tersebut disusun secara teratur, dalam arti ada pemimpinnya, anggota, dasar dan tujuan yang ingin dicapai. Penggunaan organisasi modern ini menunjukkan adanya perbedaan dengan yang terjadi sebelumnya, yakni perjuangan dalam melawan penjajah sebelum tahun 1908.
b.Nasional
Istilah "nasional"  menunjuk sifat dari pergerakan, yakni semua aksi dengan organisasi modern yang mencakup semua aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, politik, budaya, dan kultural. Adapun tujuannya adalah melawan penjajahan untuk digantikan dengan kekuasaan yang dipegang oleh bangsa Indonesia sendiri. Istilah Nasional dalam hal ini oleh Sartono Kartodirdjo (1990) diartikan sebagai kata sifat dari suatu "nation" yang menunjukkan kumpulan individu-individu yang dipersatukan oleh ikatan politik, bahasa, kultural dan sebagainya.
c.Indonesia
Nama "Indonesia" yang digunakan berfungsi sebagai simbolis di dalam sejarah pergerakan nasional dan dengan makin majunya pergerakan nasional, maka sebutan "Indonesia" merupakan keharusan. Berdasarkan keterangan di atas  dapat mengerti bahwa Sejarah Pergerakan Nasional adalah bagian dari Sejarah Indonesia yang meliputi kurun waktu sekitar 40 tahun, yakni dimulai sejak lahirnya Budi Utomo  sebagai organisasi nasional yang pertama sampai dengan terbentuknya bangsa Indonesia 1945 yang ditandai oleh Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa Sejarah Pergerakan Nasional sebagai fenomena historis adalah hasil dari perkembangan faktor ekonomi, sosial, politik, kultural dan religius dan di antara faktor-faktor itu saling terjadi interelasi (saling terkait).
Sejarah Pergerakan Nasional  yang dimulai dari berdirinya Budi Utomo (BU) sampai dengan mencapai kemerdekaan 1945, dapat dibagi menjadi beberapa masa, yakni :
1)Masa Awal Perkembangan, yang ditandai dengan berdirinya organisasi seperti : Budi Utomo (BU), Sarekat Islam ( SI), dan Indische Partij ( IP).
2)Masa Radikal, ditandai dengan berdirinya Partai Komunis Indonesia ( PKI), Partai Nasional Indonesia ( PNI) dan Perhimpunan Indonesia ( IP).
3)Masa Bertahan, ditandai dengan berdirinya Fraksi Nasional, Petisi Sutardjo, dan Gabungan Politik Indonesia ( GAPI).
 Latar Belakang
Lahirnya Pergerakan Nasional Indonesia tidak terlepas dari peristiwa-peristiwa di Benua Asia saat itu. Adapun faktor-faktornya adalah sebagai berikut:
a.Faktor Intern
1)Adanya penjajahan yang mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan, sehingga menimbulkan tekad untuk menentang penjajahan tersebut.
2)Adanya kenangan akan kejayaan masa lampau, seperti  zaman Sriwijaya dan Majapahit.
3)Munculnya kaum intelektual yang kemudian menjadi pemimpin pergerakan nasional.
b.Faktor Ekstern
1)Adanya  All Indian National Congress 1885 dan Gandhiisme di India.
2)Adanya Gerakan Turki Muda 1908 di Turki.
3)Adanya kemenangan Jepang atas Rusia (1905), yang menyadarkan dan membangkitkan bangsa-bangsa Asia untuk melawan bangsa – bangsa Barat.
4)Munculnya paham-paham baru di Eropa dan Amerika yang masuk ke Indonesia, seperti: liberalisme, demokrasi, nasionalisme; yang kesemuanya mempercepat lahirnya Nasionalisme Indonesia.
Bentuk dan Strategi Organisasi Pergerakan nasional dalam Menghadapi Kekuasaan Kolonial
1. Budi UtomoBudi Utomo yang merupakan organisasi modern pertama di Indonesia sebenarnya berawal dari ide dr. Wahidin Sudirohusodo untuk mendirikan studifonds guna menghimpun dana untuk memberikan beasiswa bagi pelajar yang tidak mampu tapi berpotensi. Dalam perkembangannya, ide itu berubah menjadi pendirian sebuah organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 di gedung STOVIA. Tujuan organisasi Budi Utomo pada awal berdirinya adalah "kemajuan yang harmonis untuk nusa dan bangsa serta MaduraTujuan tersebut akan dicapai dengan usaha-usaha sebagai berikut:1. Memajukan pengajaran,2. Memajukan pertanian, peternakan, dan perdagangan,3. Memajukan teknik dan industri,4. Menghidupkan kembali kebudayaan.Dengan melihat tujuan yang akan dilakukan, menunjukkan bahwa Budi Utomo bukanlah organisasi politik.. Hal ini lebih dipertegas lagi dari hasil kongres I Budi Utomo (Oktober 1908) yang menghasilkan:1. Budi Utomo tidak melakukan kegiatan politik.2. Kegiatan Budi Utomo terutama ditujukan pada pendidikan dan kebudayaan.3. Ruang gerak Budi Utomo terbatas untuk Jawa dan Madura4. Memilih RT. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, Kebumen sebagai ketua, danpusat Budi Utomo di Jogjakarta.Cita-cita dan pandangan secara bertahap terarah ke bidang politik setelah berdirinya Serikat Islam dan Indische Partij. Sebagai bukti keterlibatan Budi Utmo dalam bidang politik, tampak ketika pada tanggal 5 - 6 Agustus 1915 di Bandung Budi Utomo menetapkan sebuah mosi yang menegaskan perlunya milisi (wajib militer) bagi bangsa Indonesia, karena adanya peristiwa Perang Dunia I. Selain itu, pada bulan Juli 1917 Budi Utomo membentuk Komite Nasional dalam rangka pemilihan anggota Voskraad. Meskipun demikian, secara umum gerak Budi Utomo sangat lamban, barulah pada sekitar tahun 1930 Budi Utomo terbuka bagi seluruh rakyat Indonesia.2. Sarekat IslamAdanya monopoli dari para pedagang Cina terhadap bahan-bahan batik di Solo, menyebabkan keprihatinan bagi para pedagang. Dengan dipelopori oleh H. Samanhudi, maka didirikanlah sebuah organisasi pedagang yang bisa mengimbangi kekuatan pedagang Cina.Organisasi itu diberi nama Sarekat Dagang Islam yang didasari :1. agama, yaitu agama Islam2. ekonomi yaitu untuk memperkuat diri dari pandangan Cina.Dengan masuknya, HOS. Cokroaminoto , maka Sarekat Dagang Islam kemudian diubah menjadi Sarekat Islam, dengan tujuan agar anggotanya tidak hanya para pedagang, tetapi rakyat semua bisa masuk, kecuali pegawai negeri. hal ini menunjukkan bahwa semangat kebangsaan tokoh-tokoh Sarekat Dagang Islam lebih mengedepan dalam menentukan corak organisasinya.Tujuan Sarekat Islam adalah :• 1. Memajukan perdagangan• 2. Membantu para anggotanya yang mengalamikesulitan terutama masalah permodalan• 3. Memajukan pengajaran dan semua usaha yang mempercepat naiknya derajad rakyat• 4. Memajukan kehidupan agama IslamDalam perkembangannya, Sarekat Islam berubah sebagai organisasi yang besar tentu saja ini sangat menghawatirkan pemerintah Belanda. Maka pemerintah Belanda mulai mengadakan pembatasan terhadap gerak SI, misalnya penolakan pemerintah akan status badan hukum.Adanya penolakan ini tentu saja berpengaruh terhadap perkembangan SI selanjutnya. Hal ini tampak pada semakin beraninya SI mengkritik pemerintah Belanda terutama praktik kolonialisme Belanda yang menyengsarakan rakyat. Dengan adanya sikap ini, berarti SI mulai berjuang ke arah politik.Seiring dengan tumbuh berkembangnya organisasi pergerakan di Indonesia, maka dalam SI ada perpecahan yaitu setelah adanya anggota SI yang merangkap di organisasi yang lain, seperti ISDV. Dengan adanya infiltrasi komunis ke tubuh SI melalui3. Indische Partij ( IP )Organisasi yang secara tegas menyatakan bahwa bergerak dalam politik adalah Indische Partij yang didirikan oleh Tiga Serangkai yaitu :- E.F.E Douwes Dekker (Danudirjo Setyobudi)/Multatuli- Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantoro)- Cipto MangunkusumoDidirikan pada 25 Desember 1912 dengan tujuan adalah mempersatukan semua India sebagai persiapan menuju kehidupan bangsa yang merdeka IP berdiri atas dasar nasionalisme yang luas dan menentang politik kolonial Belanda, maka IP bersifat nonkooperasi.Cita-cita IP disebarluaskan melalui surat kabar "De Express", sedangkan program kerja IP adalah :- Mempersiapkan cita-cita kesatuan nasional pergerakan,- Memberantas kesombongan sosial dalam pergaulan,- Memberantas usaha-usaha yang membangkitkan kebencian antar agama yang satu dengan yang lain,- Memperbesar pengaruh pro-Hindia di dalam pemerintahan,- Berusaha mendapat persamaan hak bagi semua orang Hindia,- Dalam hal pengajaran dan ekonomi, harus ditujukan untuk kepentingan ekonomi Hindia danmemperkuat mereka yang ekonominya lemah.Dengan menyatakan diri sebagai organisasi politik, maka pemerintah Belanda kemudian melarang partai itu. Meskipun IP dibubarkan, semangat dari para pemimpinnya tidak pernah luntur, yaitu tampak dari keberanian Suwardi Suryaningrat yang menulis buku Seandainya Saya Orang Belanda yang berisi sindiran terhadap ketidakadilan di daerah jajahan. Demikian juga dengan Douwes Dekker yang menyatakan bahwa pemerintahan jajahan adalah bukan pemerintah, tetapi kelaliman yang merupakan musuh rakyat yang paling berbahaya. Karena kegiatan dari tokoh IP dirasa membahayakan pemerintah Belanda maka pada bulan Agustus 1913 ketiga pemimpin IP dijatuhi hukuman buang/pengasingan dan mereka memilih negara Belanda.4. MuhammadiyahOrganisasi ini didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada tanggal 18 Nopember 1912 dengan tujuan :– 1. Memajukan pengajaran dan pendidikan berdasarkan agama Islam,– 2. Mengembangkan pengetahuan ilmu agama dan cara-cara hidup menurut peraturanagama Islam yang diselaraskan dengan kehidupan modern.Untuk mencapai tujuan itu maka dilakukan melalui cara :- 1. Mendirikan, memelihara, dan membantu pendirian sekolah berdasarkan agama Islam,- 2. Mendirikan dan memelihara masjid, langgar, poliklinik, dan rumah yatim dan kegiatan social- 3. Menyebarluaskan ketentuan-ketentuan dalam agama Islam.Dengan melihat kegiatannya, maka tampaklah bahwa Muhammaditah bukan organisasi politik. Hal inilah yang mempengaruhi perkembangan Muhammadiyah, meskipun pada awal-awal tahun perkembangannya kaum nasional kurang tertarik dengan Muhammadiyah karena tidak mau terjun ke dunia politik dan mau menerima bantuan dari Belanda.5. P K IPaham sosialis komunis yang ada di Indonesia dibawa oleh Sneevlit, Branstheder dan Drekker, yang diwujudkan dengan membentuk ISDV (Indische Social Demokratische Vereniging) pada 9 Mei 1914. Tujuannya adalah menyebarluaskan paham sosial demokratis dengan usaha yang dilakukan adalah berusaha mendekati rakyat dengan cara menjalin hubungan dengan SI dan IP, dan ternyata kurang berhasil karena perbedaan paham. Maka ditempuhlah strategi yang lain yaitu menarik simpati golongan nasionalis, dengan cara mengubah nama menjadi Perserikatan Komunis yang diketuai Semaun.Langkah selanjutnya adalah bekerjasama dengan orang-orang Belanda yang sehaluan, bahkan menjalin hubungan dengan paham komunis di luar negeri. Inilah yang membuktikan bahwa PKI merupakan organisasi/partai massa yang sifatnya internasional.Berhubung strategi yang digunakan kurang berhasil menarik simpati rakyat Indonesia, maka PKI kemudian mencoba mengadakan infiltrasi ke organisasi yang ada, seperti ke SI maupun ke golongan buruh yang ekonominya lemah. Perjuangan kelas (perbaikan nasib) merupakan salah satu taktik PKI, dengan cara mengadakan pemogokan-pemogokan di perusahaan. Puncak kegiatan PKI adalah Pemberontakan November 1926 di Jakarta, terus di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, bahkan di Sumatera 1927.6. Gerakan PemudaOrganisasi pemuda yang pertama kali didirikan adalah Tri Koro Dharmo pada 7 Maret 1915 di Jakarta oleh Satiman Wiryo Sanjoyo, Kadarman dan Sunardi.Tri Koro Dharmo mengandung maksud "Tiga Tujuan Mulia" yaitu sakti, budhi, dan bhakti.Sedangkan asasnya adalah :- 1. Menimbulkan pertalian antara murid-murid Bumi Putera pada sekolah menengah, kursus perguruan, sekolah guru, sekolah kejuruan.- 2. Menambah pengetahuan umum bagi anggotanya- 3. Membangkitkan dan mempertajam perasaan buat segala bahasa dan budaya Indonesia,khususnya Jawa.Karena sifatnya Jawa sentris dan agar tidak menimbulkan perpecahan, maka namanya diubah menjadi Jong Java. Organisasi ini pada awalnya bukan organisasi politik, tetapi dengan masuknya H. Agus Salim dari SI, maka Jong Java mencoba berubah haluan ke politik dengan cara mendirikan Jong Islamiten Bond 1924.Pada kongres 1928 Jong Java menyetujui diadakannya fusi (penggabungan) dengan organisasi pemuda lainnya yang diberi nama Indonesia Muda.Selain Jong Java maka bermuncullah organisasi pemuda yang lain misalnya : Pasundan, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Indonesia (Pemuda Indonesia).Puncak perjuangan pemuda yaitu dengan menyelenggarakan Kongres Pemuda I dan II yang menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda.7. Taman SiswaPolitik Etis, khususnya bidang pendidikan, ternyata tidak memberi peluang bagi hubungan jiwa yang bebas terutama kesempatan untuk bereaksi secara kreatif. Dengan adanya hal yang demikian, maka timbullah keinginan untuk melaksanakan pendidikan sendiri, yang sesuai dengan cita-cita bangsa dijiwai oleh Ki Hajar Dewantoro di Yogyakarta 3 Juli 1922 dengan tujuan : mewujudkan masyarakat yang "tata tentrem tertib damai" dengan asas Panca darma yaitu :1. Dasar kodrat alam2. Dasar kemerdekaan3. Kebudayaan4. Dasar kebangsaan dan kerakyatan5. KemanusiaanSistem yang dipakai adalah "among" dengan pola belajar asah, asih, asuh. Sedangkan pola kepemimpinan adalah Ing ngarso sung tulodho, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani.Melalui Taman Siswa inilah, tercetaklah kader-kader nasionalis yang siap mencapai tujuan mulia bangsa.8. Nahdlatul UlamaLatar belakang berdirinya Nahdlatul Ulamaa. Antisipasi dari para kyai dan santri atas perkembangan gerakan modernisasi dalam IslamMuhammadiyah.b. Antisipasi untuk menjaga kemurnian dan keluhuran dari kemurnian ajaran Islam. Waktu ituBelanda berusaha meruntuhkan potensi Islam.c. Sebagai upaya para ulama untuk meneruskan perjuangan mencapai kemerdekaan.d. Sebagai upaya para ulama untuk memelihara ketentraman dan ketenangan bangsa Indonesia yangmayoritas beragama Islam.Waktu pendirian dan keanggotaanNU didirikan pada tanggal 31 Januari 1926 di Kertopaten, Surabaya. Tokoh pendirinya adalah : KH. Hasyim Asyari, KH. Abdul Wahab Hasbullah, KH. Bisri Syamsuri, KH. Mas Ali, KH. Ridwan. Keanggotaan : para ulama, santri yang berada di lingkungan pondok pesantren sebagai basisnya di daerah-daerah yang menjadi penyebaran Islam oleh Walisongo.Tujuan dan program Nahdlatul UlamaNahdlatul Ulama didirikan untuk mewujudkan insan masyarakat yang takwa, cerdas, terampil, berakhlak mulia, adil sejahtera. Secara umum tujuan Nahdlatul Ulama bisa disimpulkan yaitu : berlakunya ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunnah Waljama'ah untuk mencapai tujuan maka ditetapkan program sebagai berikut :a. Dakwah Islamb. Pendidikan dan pengajian baik formal maupun nonformalc. Peningkatan sosial ekonomi masyarakat9. Gerakan WanitaRA Kartini (21 April 1879 - 1904) dianggap pelopor pergerakan wanita Indonesia. Beliau wanita Indonesia pertama yang mempunyai cita-cita untuk memajukan kaumnya dalam bidang pendidikan dan pengajaran.Kurangnya pendidikan dan pengajaran kaum wanita diperlakukan tidak adil. Hal itu ditunjukkan oleh adat kebiasaan yang ada :1. Adanya kawin paksa2. Adanya polygami3. Adanya masa pingitan bagi gadis-gadis4. Kaum pria mempunyai hak terbatas dalam perkawinanAdat kebiasaan tersebut ditentang oleh kaum wanita yang mempunyai pikiran maju. Pergerakan wanita bersifat sosial yang bertujuan :1. Keluar : berusaha memperoleh persamaan hak setaraf dengan kaum pria.2. Kedalam : berusaha menciptakan kemampuan kaum wanita sendiri sebagai ibu dan pemegangkendali rumah tangga.10. Partai Nasional Indonesia (PNI)Pada tanggal 4 Juni 927 PNI didirikan di Bandung oleh : Ir. Sukarno, R. Sunaryo.PNI merupakan organisasi terbuka untuk seluruh bangsa IndonesiaDasar perjuangannya : Marhaenisme (sosio nasionalisme dan sosio demokrasi)Sejak PNI berdiri telah bergerak dalam bidang politiktujuannya :- untuk mencapai Indonesia merdeka, sedang sikapnya noncooperation.Atas inisiatif PNI pada tahun 1927 terbentuk PPKI. Anggota PPKI meliputi : PNI, PSI, BU, kaumBetawi, Pasundan.Perkembangan PNI yang pesat dengan sikap nyata-nyata menentang kolonialisme imperialismesangat menakutkan Belanda. Pada tahun 1929 tokoh-tokohnya ditangkap dan dipenjarakan atastuduhan melancarkan pemberontakan.Mr. Sartono mengambil alih pimpinan tahun 1931 PNI dibubarkan mereka yang menyetujui pembubaran tersebut membentuk partai politik baru dinamakan Partindo, mereka yang tidak menyetujui membentuk partai politik dinamakan PNI Baru.11. Gerakan BuruhPada awal abad ke-20 sudah banyak kaum buruh, nasib mereka tidak menguntungkan, hidup mereka menderita, dalam rangka memperbaiki nasibnya, kaum buruh merasa senasib sepenanggungan, mereka berjuang untuk menuntut beberapa hal : soal jam kerja dan kenaikan upah, untuk memperjuangkan nasibnya mereka membentuk organisasi buruh. Organisasi buruh yang berdiri pada saat itu adalah :1. Saat Spoorwegen Bond (55 Bond) tahun 1905, serekat buruh perusahaan kereta api.2. Vereninging Van Spoor Entranweg Persneel (VSTP) tahun 1908. Organisasi ini banyakmemperoleh pengaruh dari ISDV dan berhaluan kiri.3. Perserikatan Pegawai Pegadaian Bumiputera (PPPB) tahun 1916. Oraganisasi ini berada di bawahpengurus SI.4. Bergerilya Openbare Weeken : DPU (BOW) tahun 1916.5. Persatuan Pergerakan Kaum Buruh (PPKB) tahun 1919 persatuan kaum buruh yang ada dalamsatu federasi yaitu PPKB.12. Perhimpunan IndonesiaPerhimpunan Indonesia merupakan penjelmaan perkumpulan pelajar Indonesia di negeri Belanda yang bernama: Indiche Vereniging" yang didirikan tahun 1908. Tahun 1922 berubah menjadi Indonesische Vereniging, 1923 menjadi Perhimpunan Indonesia, yang berazas bahwa Indonesia akan membentuk suatu pemerintahan yang bertanggungjawab kepada rakyat. Dalam perjuangannya PI memegang tugas bahwa nasionalisme yang radikal akan dapat menjadi subjek yang ampuh bagi bangsa yang dijajah.Tujuan PI adalah : kemerdekaan Indonesia, dengan menggunakan sarana majalah Indonesia Merdeka.Sedangkan usaha yang dilakukan untuk menyebarluaskan dan mempropagandakan dasar-dasar PI, yaitu dengan menjalin hubungan dengan pergerakan nasional yang ada di Indonesia dan hubungan dengan organisasi internasional, anatra lain :1. Turut dalam kegiatan Kominten dan Association Pour Etude des Civilisations di Paris 1925.2. Turut dalam Liga Penentang Imperalis.3. Mengikuti Konggres dalam rangka mencari dukungan perjuangan Indonesia antara lain :a. Kongres Demokrasi untuk perdamaian tahun 1926 di Parisb. Kongres Liga melawan imperalisme dan penindasan penjajah di Bruselc. Kongres Wanita Internasional di Swis 1927Akibat dari kegiatan tersebut, tokoh PI seperti Ali Sastroamijoyo, M. Natsir Pamuncak, Abdul Masjid Djoyodiningrat, dan M. Hatta ditangkap dan dihukum karena dianggap menghasut rakyat untuk melawan Belanda.Pergerakan PI menjadi semakin jelas arah dan tujuannya yang menunjukkan perkembangan ideology PI yaitu persatuan dan kesatuan yang menjadi manifesto politik pergerakan nasional yang menyangkut :1. Persatuan dan kesatuan2. Demokrasi3. Swadaya13. PPPKI (P3KI) Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia.A. Latar BelakangAda beberapa faktor yang mendorong organisasi-organisasi pergerakan harus menggalang persatuan dan kesatuan, yaitu :1. Krisis ekonomi 1929/1930• Krisis ekonomi (malaise) yang terjadi di Eropa dan Amerika berpengaruh terhadap kondisi Indonesia yaitu makin banyaknya pengangguran di Indonesia akibat banyaknya perubahan proyek.2. Sikap dan kebijakan Pemerintah kolonial Belanda yang keras dan kaku untuk menjaga ketertiban dan keamanan, maka pemerintah Belanda mulai bersikap keras keras dan lugas, misalnya diberlakukannya pembatasan terhadap aktivitas pergerakan nasional.3. Tokoh terkemuka pergerakan nasional ditangkap dan diasingkan, adanya penangkapan para tokoh pergerakan nasional Indonesia, memaksa organisasi-organisasi pergerakan nasional mengambil sikap kooperasi dengan pemerintah Belanda, dan juga adanya usaha untuk menggalang persatuan antar organisasi yang ada.Dengan dipelopori oleh Ir. Soekarno, pada tanggal 17 Desember 1927 diadakan rapat di Bandung yang dihadiri PNI, PSI, BU, PPKI, mereka sepakat membentuk federasi PPPKI dengan tujuan :• 1. Mencegah perselisihan antara partai/organisasi;• 2. Menyatukan arah dan beraksi dalam perjuangan ke kemerdekaan Indonesia;• 3. Mengembangkan persatuan kebangsaan Indonesia dengan lambangnya Sang merah Putih, lagu Indonesia Raya, bahasa Indonesia.• Pada awal berdirinya P3KI, badan ini kelihatan mantap. Barulah setelah Kongres di Solo 1929, mulai ada keretakan yaitu :• 1. terjadinya penangkapan atas Soekarno dan kawan-kawan;• 2. berkembangnya isu kooperasi dan non kooperasi;• 3. hak suara• 4. perbedaan nasionalis agama dan nasionalis sekuler.14. Kongres Pemudaa. Kongres Pemuda IPerkembangan situasi di tanah air, semakin mempengaruhi keinginan organisasi kepemudaan untuk menyatukan diri, yang ditindak lanjuti dengan diadakannya pertemuam organisasi pemuda pada 15 Nopember 1925 yang dihadiri Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Pelajar-pelajar Minahasa, Sekar Rukun, dan lain-lain. Hasilnya adalah akan diadakan konggres. Pada tanggal 30 April sampai 2 Mei 1926 diadakanlah Kongres Pemuda I diketuai oleh M. Tabrani.Tujuan :1.Memajukan faham persatuan kebangsaan2.Mempererat hubungan antara semua perkumpulan pemudaKongres Pemuda I ini tidak lepas dari peranan PPPI yang menginginkan penggabungan perkumpulan pemuda dalam satu badan. Hal ini semakin mantap dengan datangnya tokoh PI. Demikian juga dengan berdirinya Jong Indonesia di Bandung oleh Sukarno, yang dalam kongresnya28 Desember 1927. Jong Indonesia (Pemuda Indonesia) menyetujui dibentuknya fusi.b. Kongres Pemuda IISesuai dengan usul P3I tentang Kongres Pemuda, maka dibentuklah panitia kongres yang diketuai oleh Sugondo Djoyopuspito.Kongres dilaksanakan 27-28 Oktober 1928.1. Rapat I• Sabtu dibuka oleh Sugondo Joyopuspito.• Dalam rapat ini, M. Yamin menyampaikan tentang Persatuan dan kebangsaan Indonesia. Menurutnya, ada 5 faktor persatuan sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, keamanan.2. Rapat II• Minggu, 28 Oktober 1928 di Java Oast Bioscoop K.3. Rapat III• 28 Oktober 1928 malam hari di Indonesich Club HUIS, Kramat Raya 106. Dalam rapat ini tampil Sunario SH yang berceramah tentang Pergerakan Pemuda dan Persatuan Bangsa. Juga, saat istiadat, WR. Supratman menyanyikan lagu Indonesia Raya.• Pada puncak acara kongres ini, diikrarkanlah putusan kongres yang merupakan rumusan : M. Yamin, yang dikenal dengan Sumpah Pemuda15. PARINDRA (1935)- Kelompok studi Indonesia yang dipimpin dr. Sutomo mempunyai sifat yang moderat dan mulai tahun 1930 diganti dengan PBI ( Persatuan Bangsa Indonesia) dengan tujuan mencapai Indonesia merdeka dengan cara menyempurnakan derajad bangsa dan tanah air, berdasarkan kebangsaan Indonesia. Kegiatan dalam bidang pertanian diwujudkan dengan cara membentuk Rukun Tani.- Sesuai dengan kondisi politik saat itu, antara PBI dan BU terjadi hubungan yang sangat erat dan pada 25 Desember 1935 terjadi fusi antara PBI dan BU menjelma menjadi Parindra yang didalamnya ada Sarekat Sumatra, Sarekat Celebes, Sarekat Ambon, Perkumpulan Kaum Betawi.-Tujuan : mencapai Indonesia mulia dan sempurna.Untuk mencapai tujuannya, Parindra melakukan kegiatan dalam bidang politik, ekonomi, sosial.Sifat Parindra sesuai dengan Kongres I (1 Mei 1937) dan II (24 - 27 Desember 1938) adalah kooperasi.- Petisi Sutarjo (1936)Adanya kesulitan dalam sikap nonkooperasi, menimbulkan gagasan bagi Sutarjo Kartohadi kusumo, seorang Dewan Rakyat, mengajukan usul kepada pemerintah Belanda 15 Juli 1936. Usul itu yang kemudian disebut Petisi SutarjoBerisi permohonan agar diselenggarakan musyawarah antara wakil Indonesia dan Belanda yang punya hak sama. Dengan tujuan, pemberian otonomi kepada Indonesia yang mana pelaksanaannya diatur dalam waktu sepuluh tahun, dengan beberapa perubahan :1. Pulau Jawa dijadikan propinsi, sedang yang lain diberi otonomi;2. Sifat dualisme dalam pemerintah di daerah harus dihapus;3. Voolksraad dijadikan parlemen yang sesungguhnya;4. Dibentuk dewan kerajaan;5. Penduduk Indonesia adalah orang yang lahir, asal-usul dan cita-citanya untuk Indonesia;Petisi Sutarjo sekolah melalui perdebatan dan pembahasan yang ketat, akhirnya ditolak oleh Ratu Belanda, dengan alasan Indonesia belum siap untuk memikul tanggung jawab dan memerintah sendiri.16. Majelis Islam A'la Indonesia (MIAI)Perkembangan organisasi Islam di Indonesia yang beraneka ragam, dalam menyikapi kondisi yang ada akhirnya membuahkan gagasan untuk menyatukan semua organisasi dalam satu wadah yang mempunyai tujuan yang sama. Maka, melalui beberapa kali musyawarah, akhirnya disepakatilah dibentuk suatu majelis yang diberi nama DDI (Djami'ul Djami'at Al Islam) artinya Perkumpulan-perkumpulan Islam, yang kemudian berdasarkan pertemuan pada tahun 1937, DDI diganti menjadi Majelis Islam A'la Indonesia (MIAI).Tujuan MIAI :1. mempererat hubungan di antara perhimpunan-perhimpunan Islam di Indonesia2. menyatukan suara untuk membela kehormatan Islam3. merapatkan hubungan antara kaum muslimin Indonesia dengan umat Islam di luar negeri.Melalui propaganda dan kegiatan dakwah, MIAI berusaha menyadarkan masyarakat (Islam) bahwa budaya Belanda dengan penjajahannya tidak sesuai dengan ajaran Islam. MIAI juga menentang UU milisi militer.17. GAPI (1939)GAPI (Gabungan Politik Indonesia) adalah suatu bentuk federasi dari berbagai organisasi politik (Parindra, Gerindo, Pasundan, Persatuan Minahasa, PII, Partai Katolik Indonesia, PSII).Faktor-faktor yang mendorong dibentuknya GAPI :1. gagalnya Petisi Sutarjo;2. kegentingan internasional akibat timbulnya fasisme;3. sikap pemerintah yang kurang memperhatikan kepentingan bangsa Indonesia.Tujuan GAPI : membentuk badan persatuan dan menjalankan aksi bersama guna memperjuangkan kepentingan rakyat.Hal-hal yang diperjuangkan GAPI :1. pelaksanaan The Right of Self Determination;2. persatuan kebangsaan atas dasar demokrasi politik, sosial, ekonomi;3. pembentukan parlemen yang dipilih secara bebas dan umum (Indonesia berparlemen);4. membentuk solidaritas Indonesia-Belanda untuk menghadapi fasisme;5. pengangkatan lebih banyak orang-orang Indonesia dalam berbagai jabatan.Tokoh-tokoh GAPI : Moh, Husni Thamrin, Amir Syarifudin, Abikusno Cokrosuyoso. Untuk mengatur dan meningkatkan aksinya, pada 24 - 25 Desember 1939 GAPI mengadakan pertemuan dan membentuk KRI (Kongres Rakyat Indonesia).Tujuan KRI : mewujudkan Indonesia RayaSasaran utama : Indonesia berparlemen penuhSelain membentuk KRI, GAPI menyetujui/menetapkan : bendera merah putih dan lagu Indonesia Raya sebagai bendera dan lagu persatuan Indonesia.Tuntutan GAPI semakin meningkat, setelah Jerman berhasil menguasai belanda yaitu penggantian Volksraad dengan parlemen sejati.Pemerintahan Belanda dalam menanggapi tuntutan GAPI kemudian membentuk Komisi Visman dengan tugas menyelidiki dan mempelajari perubahan-perubahan yang diinginkan rakyat. Pembentukan komisi ini ditolak oleh GAPI, karena dianggap tidak bisa terwujud dengan itu, KRI diubah menjadi MRI.Meskipun demikian, ternyata tuntutan GAPI tidak disetujui oleh Ratu Belanda, bahkan sesuai dengan keadaan saat itu Pemerintah Belanda menerapkan wajib milisi untuk menghadapi perang.


Download Isi makalah sejarah bab 7.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Isi makalah sejarah bab 7. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon