September 02, 2016

Tugas Terstruktur Pemeriksaan Internal Audit Fraud pada Laporan Keuangan PT. Planetama Holiday Tourindo


Judul: Tugas Terstruktur Pemeriksaan Internal Audit Fraud pada Laporan Keuangan PT. Planetama Holiday Tourindo
Penulis: Boerman Hutapea


Tugas Terstruktur Pemeriksaan Internal
Audit Fraud pada Laporan Keuangan
PT. Planetama Holiday Tourindo

KELOMPOK 4:
Siska Try PamungkasC1C011054
Intan Puspita Dewi C1C011055
Eli Kurnia C1C011056
Elisabet Novita C1C011057
Hafidh Rokhman R C1C011059
Boerman A Hutapea C1C011060
Estik LestariC1C011081
Zainab Mustaqimah C1C011087
Kementerian Pendidikan dan Kebudayan Nasional
Universitas Negeri Jenderal Soedirman
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Jurusan Akuntansi
Purwokerto
2014
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .................................................................................................................................iDAFTAR ISI.............................................................................................................................................ii
LAPORAN AUDIT ...................................................................................................................................iiiKEGIATAN AUDIT ..................................................................................................................................ivPELAKSANAAN AUDIT............................................................................................................................vii
TABEL FRAUD SCENARIO....................................................................................................................................ix
PROGRAM AUDIT..................................................................................................................................................xi
KERTAS KERJA PEMERIKSAAN..........................................................................................................................xvii
TEMUAN AUDIT.....................................................................................................................................................xx
REKOMENDASI.....................................................................................................................................................xxiii
Laporan Auditor dengan pendapat tidak wajar 
Laporan Auditor Independen
Jakarta, 31 Desember 2009
No. : L.09 – 3263 – 10/II.01.002
Lampiran : 7
Perihal : Laporan Hasil Audit Laporan Keuangan
Kepada Yth.
Pemegang Saham,
Dewan Komisari dan Direksi.
PT. Planetama Holiday Tourindo
Kami telah mengaudit neraca PT. Planetama Holiday Tourindo tanggal 31 Desember 2009, serta laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan klien. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.
Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan dan aktivitas yang diaudit bebas dari salah saji material dan bebas dari praktik kecurangan. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.
Sebagaimana telah dilakukan pengamatan atas aktivitas penjualan perusahaan ditemukan Retur penjualan tiket pesawat yang dibuat oleh bagian penjualan yang dicatat secara manual dan tidak ada pengawasan mengenai laporan refund yang terjadi, Lemahnya pengawasan terhadap faktur penjualan yang terjadi dalam proses penjualan didalam perusahaan serta tidak ada keterangan/konfirmasi lebih lanjut jika customer mengalami pembayaran lebih bayar, Lemahnya pengawasan terhadap kegiatan kasir oleh bagian keuangan menyebabkan lemahnya pengendalian terhadap pencatatan penerimaan piutang.
Seharusnya kasir membuat laporan kas baik laporan kas harian maupun bulanan untuk mempertanggungjawabkan uang kas yang ada padanya, Faktur penjualan berserta dokumen pendukungnya yaitu lampiran yang berwarna merah dan kuning tidak dicap "lunas" oleh kasir setelah menerima pembayaran dari customer, Mudahnya pengambilan kertas invoice / faktur penjualan oleh bagian penjualan tanpa melakukan permohonan sebelumnya, Melakukan penjualan secara tersembunyi oleh bagian penjualan serta melakukan kerja sama dengan kasir dengan menyimpan bukti faktur penjualan tanpa menyerahkan bukti penjualan kepada bagian accounting, Karena penyimpangan dan kecurangan yang ditemukan seperti yang diuraikan di atas, pada tanggal 31 Desember 2009, penjualan secara tersembunyi, jika uang refund telah dikembalikan dari airlines digunakan secara pribadi dan nantinya akan digunakan untuk kepentingan pribadi, sehingga seolah-olah tidak terjadi refund / retur penjualan. faktur penjualan serta dokumen pendukung lainnya dan jumlah nominal yang tercatat tidak sesuai dengan penjualan hanya digunakan sebagai proforma atau penjualan yang fiktif. kegiatan kasir tidak terkendali, yaitu dalam hal pelanggaran penerimaan dan pencatatan piutang perusahaan dan pelaporan pencatatan piutang harian dan bulanan. Uang dari hasil penjualan diambil sementara oleh kasir untuk kepentingan pribadi yang nantinya akan diganti kembali, kasir tidak tertib dalam melaksanakan peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Total kerugian akibat penggelapan faktur penjualan tersebut berjumlah Rp 6.590.000.
Menurut pendapat kami, karena dampak hal yang kami uraikan dalam paragraf di atas, aktivitas penjualan yang kami sebut di atas tidak dilakukan secara wajar, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dan juga standar yang telah ditetapkan.
LAMPIRAN 1
Kegiatan Audit
Kegiatan audit atas penjualan dilakukan dengan :
Pengamatan secara langsung
Pengamatan secara fisik pada PT Planetama Holiday Tourindo bertujuan untuk meninjau seluruh kegiatan penjualan untuk mendapatkan gambaran secara nyata mengenai kegiatan perusahaan khususnya aktivitas penjualan. Sehingga dapat dipelajari indikasi masalah serta menemukan hal-hal yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Penulis melakukan pengamatan secara fisik yang terdapat di perusahan dengan meninjau keadaan di sekitar lingkungan perusahaan secara langsung serta mengamati bagian yang diaudit.
Menelusuri Data Pendukung
Tujuan dilakukannya mendapatkan data tertulis yaitu untuk mendapatkan informasi apakah perusahaan telah menerapkan praktik yang manajemen secara konsisten atau kebijakan perusahaan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Penulis mendapatkan data tertulis yang berhubungan dengan kegiatan penjualan berupa dokumen-dokumen yaitu data tertulis yang dijadikan bahan analisa. Dokumen tersebut akan digunakan dalam pembahasan yang lebih mendalam dalam proses audit.
Adapun data tertulis yang akan digunakan sebagai pendukung penulis antara lain :
1. Faktur penjualan.
2. Contoh dokumen yang digunakan dalam aktivitas penjualan.
3. Bukti pencatatan penjualan harian dan penjualan bulanan.
Wawancara dengan Manajemen
Pada tahap ini penulis melakukan wawancara dengan pihak manajemen dan beberapa karyawan perusahaan Bagian Akuntansi dan Keuangan, Bagian Kasir, dan Bagian Penjualan dengan tujuan untuk lebih memahami kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan dan memperoleh informasi mengenai pelaksanaan kegiatan. Pada tahap ini penulis tidak menemukan temuan yang mengindikasikan adanya penyimpangan prosedur dan kebijakan penjualan. Wawancara ini sifatnya hanya memberikan gambaran sekilas tentang keadaan perusahaan secara umum. Dengan adanya wawancara dengan manajemen maka penulis akan memiliki cukup pengetahuan untuk mengidentifikasi berbagai bidang dan peristiwa yang dianggap penting dan juga untuk menentukan hal-hal apa dan dimana yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Informasi yang berhasil dikumpulkan pada tahap ini akan dijadikan bahan untuk menyusun suatu rencana atas audit mendalam.
LAMPIRAN 2
PELAKSANAAN AUDIT
Prosedur audit yang disetujui dalam perencanaan audit dilaksanakan sebagai berikut :
1. Pelaksanaan I
PT. Planetama Holiday Tourindo menggunakan sistem TAS ( Travel Accounting System). TASS sendiri memiliki 3 menu penjualan yaitu:
Invoice
Hotel
Tour
2. Pelaksanaan II
Pada pelaksanaan audit yang utama penulis mengamati dari awal proses transaksi yang terjadi, dengan cara melihat kegiatan dari awal proses penjualan sampai dengan penerbitan faktur penjualan. Setelah faktur penjualan diterbitkan terdapat tiga rangkap yang dibagi sesuai masing-masing fungsi nya.
3.Pelaksanaan III
Melakukan tes terhadap customer yang ada didalam perusahaan dan bandingkan dengan faktur penjualan yang telah dibuat oleh ticketing, mengamati jumlah nominal yang terdapat didalam faktur penjualan.
4. Pelaksanaan IV
Mengamati kegiatan harian kasir dalam melakukan pencatatan penerimaan piutang dari customer dan mencocokan dengan bukti fisik dari penjualan yang terjadi, serta melihat laporan yang dibuat kasir dengan sistem penjualan.
5. Pelaksanaan V
Melihat penomoran yang ada dalam faktur penjualan apakah terdapat penggandaan nomor yang digunakan, serta melihat pencatatan yang dilakukan oleh bagian akuntansi.
6. Pelaksanaan VI
Mengamati laporan piutang secara satu periode, melihat apakah terdapat piutang yang tak tertagih didalam perusahaan serta membandingkan dengan laporan yang dicatat oleh bagian kasir.
7. Pelaksanaan VII
Melihat bukti pendukung yang terdapat didalam faktur penjualan serta melakukan footing dan crossfooting terhadap jumlah yang terdapat didalam faktur penjualan serta yang terdapat didalam sistem penjualan (Laporan Penjualan).
8. Pelaksanaan VIII
Mengamati kinerja penjualan secara menyeluruh dan melihat secara seksama perbandingan pendapatan yang terjadi didalam perusahaan pada tahun-tahun sebelumnya.
LAMPIRAN 3
TABEL FRAUD SCENARIO
Fraud Scenario No Prosedur Audit
Scenario 1
Penjualan yang dilakukan secara manual 1 Periksa apakah bagian penjualan memiliki catatan manual, dan apakah setiap penjualan dicatat pada buku harian tersebut
Retur penjualan / refund penjualan tiket yang tidak diawasi secara rutin. 2 Periksa apakah jika terjadi refund telah dibuatkan dokumen retur yang tepat dan dicatat dengan baik.
Jika iya, cocokan dokumen tersebut dengan laporan penjualan.
Penjualan yang dilakukan secara fiktif oleh bagian penjualan 3 Periksa laporan penjualan secara sampling untuk customer yang paling sering membeli tiket, lalu lakukan :
Periksa dokumen-dokumen pendukung penjualan untuk menentukan apakah telah diotorisasi oleh pihak yang berwenang
Periksa apakah jumlah yang dipesan dengan faktur penjualan sesuai. Bila sesuai, apakah nominal yang tercatat sesuai dengan laporan penjualan.
Jika ada kelebihan pembayaran dari faktur penjualan, identifikasi kelebihan yang diterima dari kelebihan pembayaran tersebut
Scenario 2
Laporan kasir yang tidak diperiksa secara rutin 1 Periksa terhadap laporan harian kas yang dibuat oleh kasir serta melakukan perbandingan antara uang kas yang dicatatan dengan kas secara fisik.
Perbedaan antara perhitungan fisik dengan pencatatan 2 Periksa apakah bagian keuangan melakukan pemeriksaan kas dan piutang secara fisik dengan rutin.
Scenario 3
Dokumen pendukung yang digunakan tidak di cap "lunas". Dan ketidak akuratan perhitungan 1 Periksa secara sampling faktur yang telah lunas, dan lakukan :
Periksa keakuratan perhitungannya
Cocokan jumlah yang dibayar pada faktur penjualan dengan jumlah rupiah secara fisik
Penggelapan piutang yang dicatat oleh bagian keuangan 2 Periksa laporan piutang secara sampling, jika terdapat ketidakcocokan, serta periksa aging schedule laporan piutang perusahaan
LAMPIRAN 4
PROGRAM AUDIT
Program audit adalah salah satu bagian penting dalam proses audit, karena didalamnya terdapat berbagai petunjuk mengenai langkah atau tindakan yang harus diambil selama melakukan audit.
Program audit merupakan suatu rangkaian yang sistematis dari prosedur-prosedur audit untuk mencapai tujuan audit.
Program Audit Kecurangan PT. Planetama Holiday Tourindo berisi hal-hal sebagai berikut antara lain :
Objek audit
Pada prosedur penjualan yang menjadi objek audit adalah bagianbagian yang terlibat langsung dengan penjualan yaitu:
Bagian Penjualan
Bagian Akuntansi dan Keuangan
Bagian Kasir
Tujuan audit
Untuk mengidentifikasi jenis kecurangan apa yang terjadi terhadap kegiatan penjualan dan pencatatan piutang didalam perusahaan.
Untuk mengetahui kapan dan dimana terjadinya kecurangan yang dilakukan terhadap kegiatan penjualan dan pencatatan piutang di perusahaan.
Untuk mendeteksi bagaimana kecurangan yang dilakukan terhadap kegiatan penjualan dan piutang perusahaan serta siapa yang harus bertanggung jawab terhadap kecurangan tersebut.
Ruang lingkup audit kecurangan
Ruang lingkup audit kecurangan pada PT. Planetama Holiday Tourindo difokuskan pada aktivitas bagian penjualan meliputi prosedur-prosedur, kebijakan penjualan dan kelengkapan dokumen pendukung.
Prosedur audit
Prosedur audit terhadap piutang antara lain :
Menurut Sukrisno Agoes (2004:173), tujuan audit atas piutang antara lain :
Untuk mengetahui apakah terdapat pengendalian intern (internal control) yang baik atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan kas.
Untuk memeriksa validity (keabsahan) dan authenticity (ke otentikan) dari pada piutang.
Untuk memeriksa collectibility (kemungkinan tertagihnya) piutang dan cukup tidaknya perkiraan allowance for bad debts (penyisihan piutang tak tertagih)
Untuk mengetahui apakah ada kewajiban bersyarat (contingent liability) yang timbul karena pendiskontoan wesel tagih (notes receivable)
Untuk memeriksa apakah penyajian piutang di neraca sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di  Indonesia/Standar Akuntansi Keuangan.
Menurut Sukrisno Agoes (2004:176), prosedur audit piutang usaha antara lain :
Pelajari dan evaluasi internal control atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan.
Buat Top Schedule dan Supporting Schedule piutang pertanggal neraca.Minta aging shedule dari piutang usaha pertanggal neraca yang antara lain menunjukkan nama pelanggan (customer), saldo piutang, umur piutang dan kalau bisa subsequent collections-nya.
Periksa mathematical accuracy-nya dan check individual balance ke subledger lalu totalnya ke general ledger.
Test check umur piutang dari beberapa customer ke subledger piutang dan sales invoice.
Kirimkan konfirmasi piutang:
Tentukan dan tuliskan dasar pemilihan pelanggan yang akan dikirim surat konfirmasi.
Tentukan apakah akan digunakan konfirmasi positif atau konfirmasi negatif.
Cantumkan nomor konfirmasi baik di schedule piutang maupun di surat  konfirmasi.
Jawaban konfirmasi yang berbeda harus diberitahukan kepada klien untuk dicari perbedaannya.
Buat ikhtisar (summary) dari hasil konfirmasi
Periksa subsequent collections dengan memeriksa buku kas dan bukti penerimaan kas untuk periode sesudah tanggal neraca sampai mendekati tanggal penyelesaian pemeriksaan lapangan (audit field work). Perhatikan bahwa yang dicatat sebagai subsequent collectionshanyalah yang berhubungan dengan penjualan dari periode yang sedang diperiksa.
Periksa apakah ada wesel tagih (notes receivable) yang didiskontokan untuk mengetahui kemungkinan adanya contingent liability.
Periksa dasar penentuan allowance for bad debts dan periksa apakah jumlah yang disediakan oleh klien sudah cukup, dalam arti tidak terlalu besar dan terlalu kecil.
Test sales cut-of dengan jalan memeriksa sales invoice, credit note dan lain-lain, lebih kurang 2 (dua) minggu sebelum dan sesudah tanggal neraca. Periksa apakah barang-barang yang dijual melalui invoice sebelum tanggal neraca, sudah dikirim per tanggal neraca. Kalau belum cari tahu alasannya. Periksa apakah ada faktur penjualan dari tahun yang diperiksa, yang dibatalkan dalam periode berikutnya.
Periksa notulen rapat, surat-surat perjanjian, jawaban konfirmasi bank, dan correspondence file untuk mengetahi apakah ada piutang yang dijadikan sebagai jaminan.
Periksa apakah penyajian piutang di neraca dilakukan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/SAK
Tarik kesimpulan mengenai kewajaran saldo piutang yang diperiksa.
Prosedur audit terhadap penjualan :
Tujuan audit penjualan :
Existence (Keberadaan) Transaksi Penjualan
Test of control (Pengujian Pengendalian) – examine (telaah) sales invoice apakah sesuai dengan bill of lading dan customer order yang terkait.
Substantive test – Auditor harus memperhatikan tiga jenis misstatements yang sering terjadi:
Pencatatan penjualan tanpa pengiriman barang (recorded sales with no shipment) – trace (trasir) dari sales journal entry ke shipping document
Penjualan dicatat lebih dari sekali (sales recorded more than once) – periksa apakah ada pembatalan dokumen pengangkutan.
Pengiriman dilakukan kepada pelanggan fiktif – pegawai yang mencatat penjualan harusnya tidak merangkap fungsi otorisasi pengiriman.
Kelengkapan transaksi penjualan
Test of control – teliti jumlah dan urutan shipping documents (yang prenumbered).
Substantive test – salah satu prosedur yang efektif adalah men-trace dari shipping documents (dokumen pengangkutan) ke sales invoice dan entry dalam sales journal.
Akurasi transaksi penjualan
Test of control – Examine (telaah) approved price list untuk meneliti akurasi dan apakah telah mendapat otorisasi.
Substantive test – ambil entries dalam sales journal kemudian bandingkan dengan rincian ledger accounts receivable dan sales invoices.
Klasifikasi transaksi penjualan
Test of control – Examine document package for duplicate verification.
Substantive test –perhatikan cara penjurnalan, tidak diperkenankan mendebit accounts receivable untuk penjualan tunai atau mengkredit penjualan untuk penerimaan kas dari penagihan piutang. Tidak diperkenankan pula untuk mencatat penjualan operating assets sebagai sales. Prosedur yang sering digunakan adalah menelaah duplicate sales invoice untuk meneliti kebenaran klasifikasi penjurnalan.
Ketepatan waktu transaksi penjualan
Test of control – periksa kelengkapan dan urutan shipping documents.
Substantive test – Penjualan harus dicatat pada saat kepemilikan barang sudah beralih pada pihak pembeli. Prosedur yang biasanya digunakan adalah membandingkan tanggal pencatatan sales journal dengan tanggal pada duplicate sales invoice dan shipping document.
Posting dan summarization transaksi penjualan
Test of control – Examine (telaah) bukti-bukti bahwa accounts receivable master file telah direkonsiliasi dengan general ledger-nya.
Substantive test – Lakukan footing dan cross-footing terhadap sales journal dan trace jumlah totalnya ke general ledger.
Prosedur Audit Kertas Kerja Tanggal Pelaksanaan Pelaksanaan
Keberadaan dan Keterjadian
1. Lakukan Pengamatan terhadap (termasuk pengapatan terhadap pemisahan fungsi:s
a. Persetujuan surat order pengiriman
b. Pengiriman barang
c. Penagihan customer
d. Pengiriman pernyataan piutang bulanan dan
penindaklanjutan keluhan dari customer
2. Ambil sampel transaksi penjualan dari jurnal penjualan dan lakukan verifikasi terhadap tanggal, nama customer, dan jumlah moneter dan nonmoneter. Lakukan pula pemeriksaan terhadap dokumen pendukung beikut ini:
a. Faktur Penjualan
b. Laporan pengiriman barang
c. Surat pengiriman barang yang telah diotorisasi
Kelengkapan
3. Periksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan pertanggungjawaban pemakaian formulir tersebut (surat order pengiriman, laporan pengiriman barang faktur penjualan). Periksa secara selintas nomor urut faktur penjualan yang dicatat dalam jurnal penjualan
4. Ambil sampel surat order pengiriman yang disetujui dan lakukan pengusutan ke dokumen dan catatan akuntansi berikut ini:
a. Laporan pengiriman barang
b. Faktur penjualan
c. Pencatatan ke dalam jurmal penjualan
Hak dan Kewajiban
5. Lakukan pemeriksaan terhadap bukti pendukung timbulnya piutang usaha
6. Lakukan pengamatan terhadap pengiriman pernyataan piutang bulanan ke pelanggan
Penilaian atau Alokasi
7. Untuk sampel yang diambil pada langkah ke-2 di atas, periksa bukti adanya:
a. Persetujuan kredit semestinya untuk setiap transaksi penjualan kredit
b.Pengecekan independen terhadap pencantuman harga barang dalam faktur penjualan
c. Pengecekan independen terhadap keakuratan perhitungan dalam faktur penjualan
Penyajian dan Pengungkapan
8. Lakukan pengamatan terhadap prosedur pelaksanaan kembali
LAMPIRAN 5
KERTAS KERJA PEMERIKSAAN
1.1 Prosedur Audit Pemeriksaan Aktivitas Penjualan
NO PROSEDUR AUDIT YA TIDAK JADWAL PELAKSANAAN PELAKSANA/
AUDITOR
1 Apakah internal control perusahaan dalam aktivitas penjualan sudah baik? 1 -2 Maret 2010 Intan ,SE., M.Si., CA., Ak.
Siska. SE., M.Si., CA., Ak.
2 Apakah ada kebijakan atau prosedur dalam persetujuan terjadinya penjualan tiket dengan uang muka? 2 – 4 Maret 2010 Intan.,SE., M.Si., CA., Ak.
Elisabeth, SE., M.Si., CA., Ak
3 Apakah ada kebijakan atau prosedur dalam retur penjualan tiket serta refund retur tersebut? 5 – 7 Maret 2010 Intan, SE., M.Si., CA., Ak
Boerman ,SE., M.Si., CA., Ak.
4 Apakah ada dokumen jaminan dari pelanggan untuk membayar sisa uang tiket tepat waktu sebelum melakukan penjualan jasa secara kredit? 8 – 9 Maret 2010 Zaenab. SE., M.Si., CA., Ak
Hafidh ,SE., M.Si., CA., Ak.
5 Apakah kwitansi asli diberikan kepada pelanggan setelah menerima pembayaran sebagai tanda terima uang sebagai pelunasan penjualan? 10 – 13 Maret 2010 Eli. SE., M.Si., CA., Ak
Estik. SE., M.Si., CA., Ak
6 Apakah perusahaan melakukan konfirmasi jika pelanggan melakukan lebih bayar ? 13 – 15 Maret 2010 Ario, SE., M.Si., CA., Ak
Odi, SE., M.Si., CA., Ak
7 Apakah pencatatan kas masuk yang diterima dari pelanggan dalam jurnal penerimaan kas sudah memuat penjelasan yang lengkap? 16 Maret 2010 Boerman. SE., M.Si., CA., Ak
Hafidh. SE., M.Si., CA., Ak
8 Apakah biaya transfer sudah dibebankan kepada debitur? 17 – 18 Maret 2010 Riandi, SE., M.Si., CA., Ak
Elisabeth, SE., M.Si., CA., Ak
9 Apakah bagian accounting menerima bukti pembayaran dengan jumlah yang seharusnya dari bagian penjualan? 19 – 20 Maret 2010 Siska, SE., M.Si., CA., Ak
Estik. SE., M.Si., CA., Ak
10 Apakah pencatatan penjualan dilakukan secara tepat waktu dan berurutan? 21 – 22 Maret 2010 Odi, SE., M.Si., CA., Ak
Riandi, SE., M.Si., CA., Ak
11 Apakah faktur penjualan dan bukti pendukung sudah di cap lunas oleh kasir setelah menerima pembayaran dari customer? 23 – 26 Maret 2010 Estik, SE., M.Si., CA., Ak
Zaenab, SE., M.Si., CA., Ak
12 Apakah terdapat system pengambilan kertas faktur penjualan oleh bagian penjualan ? 27 Maret 2010 Eli, SE., M.Si., CA., Ak
Rio, SE., M.Si., CA., Ak
13 Apakah total penjualan tiket sudah sesuai dengan faktur yang dikeluarkan? 28 Maret 2010 Hafidh, SE., M.Si., CA., Ak
Intan, SE., M.Si., CA., Ak
14 Apakah terdapat system pengawasan atas bagian kasir? 29 Maret 2010 Intan, SE., M.Si., CA., Ak
Siska, SE., M.Si., CA., Ak
15 Apakah semua pencatatan transaksi didukung oleh bukti transaksi yang sah dan lengkap? 30 Maret 2010 Elisabeth, SE., M.Si., CA., Ak
Eli, SE., M.Si., CA., Ak
16 Apakah bagian kas memberikan laporan kas harian maupun bulanan? 31 Maret 2010 Odi, SE., M.Si., CA., Ak
Hafidh. SE., M.Si., CA., Ak
LAMPIRAN 6
TEMUAN AUDIT
No Kondisi Kriteria Penyebab Akibat
1 Retur penjualan tiket pesawat yang dibuat oleh bagian
Penjualan dicatat secara manual dan tidak ada
pengawasan mengenai laporan refund yang terjadi. Tidak boleh ada transaksi retur penjualan yang dilaksanakan secara lengkap oleh hanya
salah satu fungsi.
Secara periodik dilakukan rekonsiliasi kartu piutang dengan rekening buku besar, sebagai rekening kontrol piutang
Proses retur penjualan / refund tiket tidak diawasi dan bagian penjualan melakukan pencatatan penjualan secara
tersembunyi dan dilakukan secara manual, penjualan secara tersembunyi, jika uang refund telah dikembalikan dari airlines digunakan secara
pribadi dan nantinya akan digunakan untuk kepentingan
pribadi, sehingga seolah-olah tidak terjadi refund / retur penjualan.
2 Bagian penjualan mencatat penerimaan order dari pembeli tanpa mencantumkan nominal kas yang diterima. Penerimaan order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan dengan
menggunakan formulir faktur penjualan tunai
Jumlah kas yang diterima dari penjualan tunai disetorkan seluruhnya ke
Bank pada hari yang sama atau hari kerja berikutnya.
Penghitungan saldo kas yang ada ditangan fungsi penerima kas, secara
periodik dan secara mendadak oleh fungsi pemeriksa intern.
Lemahnya pengawasan terhadap faktur penjualan yang terjadi dalam proses penjualan sehingga bagian penjualan melakukan penggandaan faktur penjualan secara fiktif. faktur penjualan
serta dokumen pendukung lainnya dan jumlah nominal yang tercatat tidak sesuai dengan penjualan hanya digunakan
sebagai proforma atau penjualan yang fiktif.
3 Lemahnya pengawasan terhadap kegiatan kasir oleh bagian
Keuangan
Kasir tidak melaksanakan tanggungjawabnya sesuai peraturan perusahaan. kasir membuat
laporan kas baik laporan kas harian maupun bulanan untuk mempertanggungjawabkan uang kas yang ada padanya.
bagian keuangan melakukan
pemeriksaan kas dan piutang secara fisik
dengan rutin. dominasi kasir terhadap pengelolaan uang kas,
karena catatan kasir dan pertanggungjawaban kasir terhadap
keberadaan fisik uang kas yang disimpannya, tidak pernah di
periksa oleh bagian keuangan.
kegiatan kasir tidak
terkendali, yaitu dalam hal pelanggaran penerimaan dan
pencatatan piutang perusahaan dan pelaporan pencatatan piutang
harian dan bulanan.
4 Faktur penjualan berserta dokumen pendukungnya yaitu
lampiran yang berwarna merah dan kuning tidak dicap "lunas"
oleh kasir setelah menerima pembayaran dari customer. Penerimaan kas diotorisasi oleh fungsi penerima kas/kasir dengan cara membubuhkan cap "lunas" pada faktur penjualan tunai dan penempelan pita
register kas pada faktur tersebut. kurangnya pengawasan bagian keuangan terhadap aktivitas kasir, yaitu tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap buku bank dan laporan rekonsiliasi secara lebih teliti
Uang
dari hasil penjualan diambil sementara oleh kasir untuk
kepentingan pribadi yang nantinya akan diganti kembali, kasir
tidak tertib dalam melaksanakan peraturan yang telah
ditetapkan oleh perusahaan.
5 kerugian
yang besar dalam siklus pendapatan yang disebabkan oleh adanya
penyalahgunaan dokumen dokumen-dokumen yang sudah selesai
pelunasannya dimatikan terlebih dahulu tidak langsung diarsipkan
sehingga tidak dapat dimunculkan kembali faktur penjualan fiktif. dokumen-dokumen penerimaan yang sudah diarsip oleh kasir
yang bekerja dibagian penjualan dibuat penggelapan faktur
penjualan. Total kerugian akibat penggelapan faktur penjualan tersebut
berjumlah Rp 6.590.000
LAMPIRAN 7
REKOMENDASI
Perusahaan memiliki bagian marketing dalam melakukan pemasaran perusahaan serta dalam menerima pelanggan baru yang akan menjadi customer bagi perusahaan, juga dapat memperkecil resiko perusahaan mengenai wewenang dan tanggung jawab diperusahaan.
Perusahaan menetapkan kebijakan untuk memberikan sangsi kepada para pelanggan yang terlambat melunasi hutangnya pada saat jatuh tempo, yaitu berupa sangsi denda yang harus dibayar oleh pelanggan yang tidak melunasi hutangnya.
Perusahaan mengirimkan surat pernyataan mengenai piutang secara rinci kepada setiap customer yang memiliki tagihan piutang yang besar, untuk memperkecil resiko dalam penagihan serta kesalahan jumlah nominal yang ditagih oleh perusahaan.
Perusahaan memiliki internal auditor didalam perusahaan untuk membantu pihak manajemen dalam pembuatan keputusan mengenai kebijakan perusahaan, serta mengawasi jalannya kegiatan perusahaan yang dilakukan oleh manajemen. Auditor internal berfungsi untuk mengawasi kegiatan pencatatan dan pelaporan yang dilakukan oleh bagian akuntansi kepada pihak manajemen.
Sebaiknya bagian akuntansi hanya memberikan sebagian faktur penjualan yang akan ditagih oleh bagian penagihan pada hari bersangkutan. Bagian akuntansi juga mengawasi faktur penjualan yang belum dikembalikan pada sore hari dan meminta kembali serta didata mengenai jumlah tagihan yang diperoleh setiap harinya.
DAFTAR PUSTAKA
http://thesis.binus.ac.id/doc. Diakses pada 13 juli 2014.


Download Tugas Terstruktur Pemeriksaan Internal Audit Fraud pada Laporan Keuangan PT. Planetama Holiday Tourindo.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Tugas Terstruktur Pemeriksaan Internal Audit Fraud pada Laporan Keuangan PT. Planetama Holiday Tourindo. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon