September 01, 2016

TEORI AKUNTANSI RESUME MATERI KULIAH Statements of Financial Accounting Concept No.7 Penggunaan Present Value dan Informasi Cash Flows dalam Pengukuran-pengukuran Akuntansi (Using Cash Flows Information and Present Value in Accounting Measurements


Judul: TEORI AKUNTANSI RESUME MATERI KULIAH Statements of Financial Accounting Concept No.7 Penggunaan Present Value dan Informasi Cash Flows dalam Pengukuran-pengukuran Akuntansi (Using Cash Flows Information and Present Value in Accounting Measurements
Penulis: Ruth Magdalena


TEORI AKUNTANSI
RESUME MATERI KULIAH

Statements of Financial Accounting Concept No.7
Penggunaan Present Value dan Informasi Cash Flows dalam Pengukuran-pengukuran Akuntansi (Using Cash Flows Information and Present Value in Accounting Measurements)
by:
Muhammad Nauval115020307111064
ACCOUNTING
ECONOMICS AND BUSINESS FACULTY
BRAWIJAYA UNIVERSITY
MALANG
2014
SFAC No. 7 menyediakan kerangka kerja untuk dapat menggunakan future cash flows sebagai basis pengukuran saat pengakuan awal dan pengukuran segera serta untuk metode interest dalam penentuan amortisasi. Statement ini juga menyediakan prinsip-prinsip umum yang mengatur penggunaan present value terutama ketika jumlah dari future cash flow, waktunya atau waktu dan tingkat ketidakpastiannya. Statemen juga menyediakan pemahaman yang bersifat umum dari tujuan pengukuran-pengukuran present value dalam akuntansi.
Ada dua tujuan utama dari SFAC No. 7, yaitu:
1. Pengukuran dalam akuntansi dengan menggunakan present value dapat digunakan untuk menangkap dan untuk mengembangkan perbedaan di antara aliran kas ekspektasian di masa yang akan datang.
2. Menyediakan informasi yang relevan melalui pelaporan keuangan karena present value menggambarkan beberapa atribut pengukuran asset dan liabilities secara logis.
Poin penting mengenai pengukuran asset adalah pengukuran present value yang digunakan untuk mensimulasi fair value. Poin penting dalam pengukuran liabilitas adalah discount rate harus diikutkan dalam perhitungan credit standing perusahaan. Pengukuran asset dan liabilitas sesuai ketentuan SFAC No. 7 dinilai tidak konsisten. Sebuah asset dapat dipandang dan dinilai secara terpisah dari entitas perusahaan, tapi pada saat mengukur liabilitas tidak dapat demikian.
a. Internasional Accounting Standard 37
IAS 37 menetapkan persyaratan akuntansi dan pengungkapan untuk ketentuan, kewajiban kontinjensi dan aset kontinjensi, dengan beberapa pengecualian, menetapkan prinsip penting bahwa ketentuan yang harus diakui hanya jika entitas memiliki ketentuan kewajiban.
Bentuk statement yang menyediakan kerangka dasar penggunaan basis future cash flows sebagai dasar pengukuran akuntansi, yaitu:
Menggambarkan tujuan pengukuran-pengukuran dalam present value dalam akuntansi
Menyediakan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum yang mengtur penggunaan present value, khususnya jumlah future cash flows sesuai dengan masanya atau waktu yang penuh dengan ketidakpastian.
Rumusan present value merupakan alat untuk memasukkan pengukuran yang menyangkut time value of money. Tujuan dari pengadopsian present value dalam akuntansi adalah untuk kepentingan pengukuran yang sangat mungkin dikembangkan karena adanya perbedaan diantara tahapan-tahapan future cash flow. Penggunaan present value dalam pengukuran akan menangkap secara penuh perbedaan-perbedaan ekonomik dari masing-masing asset termasuk elemen-elemennya.
Konvensi-konvensi akuntansi yang memiliki scope dan penanganan yang berbeda terkait dengan pengukuran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Fair value measurement, mengisyaratkan bahwa 5 elemen digunakan untuk menangkap ekspektasi maupun estimasi-estimasi ketika pelaku pasar akan menggunakan faktor-faktor jumlah dengan mana asset yang dibeli atau yang dijual dalam current transaction diantara berbagai pihak.
Value-in-use and entity-specific measurements, berusaha menangkap nilai-nilai asset dan keajiban dalam hubungannya dengan entitas tertentu. Pengukuran entity-specific dapat dilakukan dengan mengambil keseluruhan 5 elemen tersebut.
Effective-settlement measurement, menggambarkan jumlah current amount dari asset jika diinvestasikan sekarang pada suatu tingkat bunga tertentu yang akan memberikan future cash inflows yang sebanding dengan cash outflows untuk setiap kewajiban tertentu
Cost-accumulation or cost-accrual measurement mencoba untuk menangkap kos (khususnya incremental cost) bahwa suatu entitas mengantisipasi kos yang akan dikenakan dalam perolehan suatu asset. Pengukuran-pengukuran juga mengecualikan asumsi-asumsi lainnya yang tercakup dalam mengestimasi fair value.
b. Present Value and Fair Value
Present value merupakan satu-satunya tujuan, pernyataan yang membedakan dimana Present Value dibentuk untuk menangkap elemen-elemen yang diambil bersama-sama yang akan menggambarkan market price, dan jika salah satu tidak ada, maka akan menggambarkan fair value. Unsur-unsur yang membentuk perbedaan ekonomik di antara jenis-jenis asset dan kewajiban antara lain:
Estimasi tentang future cash flow Kasus-kasus yang lebih komplek memunculkan serangkaian future flows yang bebeda dari waktu ke waktu.
Harapan-harapan yang berhubungan dengan variasi-variasi yang mungkin dalam jumlah atau waktu dari keseluruhan cash flow
The time value of money yang digambarkan melalui tingkat bunga bebas risiko.
Harga yang menghubungkan secara inheren ketidakpastian dalam aset atau kewajiban.
Lain-lain aset dan kewajiban yang kadang-kadang dikenali, faktor-faktor mencakup ilikuiditas dan ketidaksempurnaan pasar.
c. Prinsip-prinsip Umum (General Principles)
Prinsip-prinsip umum mengatur dan menentukan berbagai aplikasi teknik-teknik present value dalam pengukuran asset dan kewajiban, yaitu:
Sedapat mungkin, tingkat bunga dan cash flows yang diestimasi merefleksikan asumsi-asumsi yang berhubungan dengan future event dan ketidakpastian yang akan datang dalam mengambil keputusan untuk mendapatkan asset atau kelompok asset dalam transaksi kas jangka panjang.
Tingkat bunga yang digunakan untuk discount cash flows harus merefleksikan asumsi-asumsi yang konsisten dengan kondisi-kondisi yang melekat dalam cash flows yang diestimasi. Di satu sisi pengaruh asumsi-asumsi akan mungkin telah dihitung ganda atau keliru.
Estimasi cash flow yang telah dibuat juga tingkat bunga yang digunakan harus bebas dari bias dan faktor-faktor yang tidak memiliki hubungan dengan aset dan kewajiban bersangkutan.
Estimasi cash flow juga tingkat bunga haruslah merefleksikan rentang outcome yang masuk akal disbanding dengan pernyataan, minimum atau maksimum angka yang mungkin.
d. Relevansi dan Reliabilitas Suatu Informasi
Relevansi dan reabilitas haruslah seimbang terhadap isu-isu yang membedakan satu dengan yang lainnya. Penting untuk dipahami, bahwa isu-isu yang menyangkut kualitas tersebut akan memberikan beban yang berbeda bahkan saling bertukar dari satu situasi ke situasi berikutnya.
e. Pengukuran Hutang dengan Menggunakan Pendekatan Present Value
Konsep yang digambarkan dalam mengukur aset juga berlaku pada kewajiban. Bagaimanapun, pengukuran kewajiban kadang-kadang melibatkan permasalahan yang berbeda dibanding pengukuran aset sehingga memerlukan teknik berbeda pula pada fair value-nya. Ketika menggunakan teknik present value untuk menaksir fair value suatu kewajiban,sasarannya adalah menaksir nilai aset yang diakui sekarang ini untuk tujuan yaitu menjamin kewajiban tersebut yang melibatkan pemilik atau mengakui kewajiban tersebut di dalam entitas dengan jumlah yang dapat diperbandingkan
Untuk mengestimasi fair value atas notes yang dimiliki oleh suatu entitas, para akuntan mencoba untuk menaksir nilai tersebut berdasarkan nilai yang diambil dari entitas lain dimana entitas akan mengakui kewajiban entitas tersebut sebagai aset (pertanyaan dan jawaban)f. Pengukuran Hutang dan Posisi atau Sisa Kredit (Credit Standing)
Ukuran kewajiban yang paling relevan selalu merefleksikan posisi kredit yang dimiliki entitas yang diwajibkan untuk melunasinya. Mereka memegang kewajiban entitas tersebut sebagai aset pernyataan atas posisi kredit yang dimiliki entitas dengan jumlah yang menentukan harga atau nilai yang akan mereka bayar. Suatu entitas yang memiliki posisi kredit yang kuat akan menerima kas yang lebih besar, yang berhubungan dengan janji untuk membayar dibanding dengan enitas yang memiliki posisi kredit lemah.
TEORI AKUNTANSI
RESUME MATERI KULIAH

Statements of Financial Accounting Concept No.8
Kerangka kerja untuk pelaporan keuangan
(Conceptual framework for financial reporting)
by:
Muhammad Nauval115020307111064
ACCOUNTING
ECONOMICS AND BUSINESS FACULTY
BRAWIJAYA UNIVERSITY
MALANG
2014
SFAC No.8 merupakan salah satu dari serangkaian publikasi di FASB untuk akuntansi dan pelaporan keuangan yang mencakup dua bab kerangka konseptual baru yang menggantikan SFAC No.1, tujuan pelaporan keuangan oleh Business Enterprises, dan SFAC No.2, karakteristik kualitatif informasi akuntansi.
Secara umum isi dan tujuan SFAC No.8 adalah :
Bagian pertama hasil projek bersama dengan IASB dalam merumuskan konsep dasar akuntansi keuangan.
Menggantikan SFAC No.1 dan 2
Terdiri atas tiga bab :
Bab 1, tujuan pelaporan keuangan tujuan umum.
Bab 2, entitas pelaporan
Bab 3, karakteristik kualitatif informasi keuangan bermanfaat
Tujuan dari tujuan umum pelaporan keuangan adalah :
a. Sikap pelaporan keuangan
Menurut FASB dalam SFAC No.1 maupu SFAC No.8, pelaporan dan laporan keuangan posisinya adalah sebagai berikut :
Pelaporan keuangan lebih luas dari laporan keuangan
Laporan keuangan tetap merupakan laporan pokok pelaporan keuangan.
Komponen lain pelaporan keuangan
b. Tujuan pelaporan keuangan
SFAC No.8 secara umum merumuskan tiga tujuan pelaporan keuangan, yaitu :
Menyediakan informasi keuangan tentang pelaporan entitas yang bermanfaat bagi investor, pemberi pinjaman dan kreditor yang sudah ada maupun yang potensial dalam membuat keputusan mengenai penyediaan sumber daya kepada entitas pelapor
Untuk menilai prospek arus kas bersih yang dimiliki oleh suatu entitas, investor yang sudah ada maupun oleh calon investor, kreditur serta kreditur lain yang membutuhkan informasi tentang sumber daya entitas, klaim terhadap entitas tersebut, dan seberapa efisien maupun efektif manajemen entitas melakukan pengelolaan
Tujuan umum laporan keuangan menyediakan informasi tentang posisi keuangan dari pelaporan suatu entitas, yaitu informasi tentang sumber daya ekonomi dan klaim terhadap sumber daya ekonomi tersebut dalam pelaporan entitas.
c. Primary users
Dalam SFAC No.8 maka tampak bahwa para pengguna informasi keuangan yang kepentingannya diutamakan yaitu : (1) para investor dan calon investor serta (2) para kreditor dan calon kreditor. Investor dan kreditor merupakan pihak-pihak yang menyediakan sumber daya bagi suatu entitas tetapi tidak memiliki akses langsung pada informasi yang dibutuhkan.
d. Informasi yang dibutuhkan
Arah dan jenis informasi yang dibutuhkan oleh para investor dan kreditor yaitu :
Investor dan kreditor memerlukan informasi yang dapat membantu mereka menilai prospek aliran kas bersih suatu entitas di masa mendatang.
Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan informasi mengenai sumber daya entitas, klaim atas entitas tersebut, dan apakah manajemen telah mengelola sumber daya yang dimiliki entitas secara efektif dan efisien.
e. Informasi tentang pelaporan sumber daya ekonomik suatu entitas, perubahan dan klaim atas sumber daya
Tujuan umum laporan keuangan adalah menyediakan informasi tentang posisi keuangan suatu entitas pelaporan. Laporan keuangan juga menyediakan informasi tentang pengaruh-pengaruh transaksi dan peristiwa-peristiwa lain yang mengubah sumber daya ekonomi suatu entitas dan klaim.
f. Perubahan dan klaim atas sumber daya
Agar dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan ekonomik, entitas pelaporan harus menyediakan informasi tentang sumber daya dan klaim atas sumber daya juga harus menyediakan informasi tentang perubahan atas sumber daya serta klaim atas perubahan tersebut.
Karakteristik kualitatif informasi keuangan yang berguna terdiri dari, mengidentifikasi jenis informasi yang mungkin berguna bagi kreditur yang ada dan potensial investor dan kreditur lainnya untuk membuat keputusan tentang entitas pelapor berdasarkan informasi yang dimiliki dalam bentuk laporan keuangan.


Download TEORI AKUNTANSI RESUME MATERI KULIAH Statements of Financial Accounting Concept No.7 Penggunaan Present Value dan Informasi Cash Flows dalam Pengukuran-pengukuran Akuntansi (Using Cash Flows Information and Present Value in Accounting Measurements.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca TEORI AKUNTANSI RESUME MATERI KULIAH Statements of Financial Accounting Concept No.7 Penggunaan Present Value dan Informasi Cash Flows dalam Pengukuran-pengukuran Akuntansi (Using Cash Flows Information and Present Value in Accounting Measurements. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon