September 11, 2016

Teori Akuntansi Positif


Judul: Teori Akuntansi Positif
Penulis: Dian Nuratna


HYPERLINK "http://blog.umy.ac.id/absolut/2013/01/06/teori-akuntansi-positif/" Teori Akuntansi Positif
Hafizh Anshori   Uncategorized   January 6, 2013
Teori Akuntansi Positif
 
Teori akuntansi adalah adalah cabang akuntansi yang terdiri dari pernyataan sistematik tentang prinsip dan metodologi yang membedakan dengan praktik. Definisi lain teori akuntansi merupakan suatu susunan konsep, definisi, dan dalil yang menyajikan secure sistematis gambaran fenomena akuntansi serta menjelaskan hubungan antarvariabel dalam struktur akuntansi dengan maksud untuk dapat memprediksi fenomena yang muncul.
Fungsi Teori akuntansi adalah :1. Sebagai pedoman bagi lembaga penyusun standar akuntansi
2. Memberikan kerangka acuan dalam menyelesaikan masalah akuntansi yang tidak ada standar   resmi
3. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan
4. Agar laporan keuangan dapat diperbandingkan
5. Memberikan kerangka acuan dalam menilai prosedur dan praktik akuntansi
Teori ekonomi positif menjelaskan fenomena ekonomi dan bisnis melalui spesifikasi variabel yang saling terkait. Teori yang dikemukakan Friedman (1953) ini merupakan sekumpulan proposisi (penjelasan sifat dan realita) yang terdiri dari konstruk yang didefinisikan secara luas dan menghubungkan berbagai unsur yang terdapat dalam proposisi tersebut. Teori ekonomi positif, menurut Friedman (1953), pada hakekatnya terbebas dari ikatan berbagai aspek etika, sebagaimana dikemukakan Keynes. Dia lebih mengacu ke istilah "apa adanya" (what it is) daripada ke istilah "seharusnya demikian" (it should be.
Dengan demikian, fungsinya harus dinilai berdasarkan ketepatan (precision), bidang kajian (scope), dan kesesuaian peramalan berdasarkan pada pengalaman. Ringkasnya, ekonomi positif adalah, atau dapat dikategorikan sebagai ilmu pengetahuan yang objektif (objective science), seperti halnya ilmu fisika.Teori akuntansi positif merupakan varian dari teori ekonomi positif. Teori ini berkembang seiring dengan kebutuhan untuk menjelaskan dan memprediksi realitas praktik-praktik akuntansi yang ada di masyarakat, what it is (Watts dan Zimmerman, 1986). Teori ini memiliki pijakan yang berbeda dibandingkan dengan akuntansi normatif, yang lebih menjelaskan praktik-praktik akuntansi yang seharusnya berlaku, it should be. Teori ini bertujuan menjelaskan meramalkan, dan memberi jawaban atas praktik akuntansi. Di samping itu, teori ini juga meramalkan berbagai fenomena akuntansi dan menggambarkan bagaimana interaksi antar-variabel akuntansi dalam dunia nyata. Validitas teori akuntansi positif dinilai atas dasar kesesuaian teori dengan fakta atau apa yang nyatanya terjadi (what it is).
Untuk lebih mudah dipahami contoh teori akuntansi positif adalah praktik akuntansi yang saat ini sering kita dengar antara lain creative accounting, earning management, big bath, dan income smoothing. Pada dasarnya praktik akuntansi ini sudah dilakukan cukup lama, tetapi praktik ini semakin mencuat diantaranya pada kasus ENRON, dan Worldcom yang terjadi pada tahun 2000. Kasus ini mengakibatkan krisis kepercayaan publik terhadap auditor. Kasus ini telah meruntuhkan KAP Arthur Andersen, tidak saja keluar dari The big five, bahkan sampai pencabutan ijin usaha. Kasus inilah yang menjadi titik tolak bagi para auditor dan lembaganya untuk meningkatkan kembali jaminan terhadap hasil audit mereka.
Sedangkan akuntansi normatif adalah praktik akuntansi yang dilaksanakan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Aturan tersebut dikenal dengan nama Praktik Akuntansi Berterima Umum (PABU) atau GAAP. Salah satu bagian kecil dari PABU adalah SAK atau standar akuntansi Keuangan. 
SAK yang ada sekarang dikeluarkan oleh IAI melalui suatu organ yang kita kenal dengan Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK). Dewan ini bertugas untuk menyusun draft standar akuntansi keuangan yang akan diberlakukan. Draft tersebut terlebih dahulu didiskusikan dengan Dewan Konsultatif Standar Akuntansi Keuangan (DKSAK) untuk kemudian dikeluarkan draft-nya. Bila telah diperoleh masukan, dilakukan sosialisasi (public hearing) untuk memperoleh masukan lebih banyak lagi dari masyarakat luas (pemakai laporan keuangan). Selanjutnya, bila tidak ada masalah lagi, maka IAI akan mengesahkan standar tersebut dan diberlakukan secara efektif. Berbeda dengan di Indonesia, Amerika Serikat mendirikan badan penyusun standar akuntansi yang berada di luar asosiasi profesi. Badan ini adalah Financial Accounting Standards Board (FASB) yang tidak berada di bawah AICPA melainkan di bawah Financial Accounting Foundation (FAF). Badan ini berwenang penuh dalam menentukan standar akuntansi yang akan ditetapkan. 
Tuntunan atas adanya suatu pendekatan positif terhadap akuntansi terjadi ketika Jensen menyatakan bahwa "penelitian dalam akuntansi (dengan satu atau dua pengecualian yang dapat di catat) tidak bersifat ilmiah.. karena fokus penelitian ini telah sangat normatif dan terdefinisi". Jensen selanjutnya meminta akan adanya "perkembangan suatu teori akuntansi positif yang akan menjelaskan mengapa akuntansi seperti apa adanya ia, mengapa akuntan melakukan apa yang mereka lakukan, dan apa pengaruh yang dimiliki fenomena terhadap penggunaan orang dan sumber daya.
Pesan mendasar yang kemudian dikenal sebagai "Kelompok Akuntansi Rochester" adalah bahwa hampir semua teori akuntansi tidak bersifat ilmiah karena mereka bersifat normatif dan seharusnya diganti dengan teori positif yang menjelaskan praktek akuntansi aktual dilihat dari segi pilihan manajemen secara sukarela terhadap prosedur akuntansi dan bagaimana standar peraturan telah berubah dari waktu ke waktu.
Dorongan terbesar dari pendekatan positif dalam akuntansi adalah untuk menjelaskan dan meramalkan pilihan standar manajemen melalui analisis atas biaya dan manfaat dari pengungkapan keuangan tertentu dalam hubungannya dengan berbagai individu dan pengalokasian sumber daya ekonomi.Teori positif didasarkan pada adanya dalil bahwa manajer, pemegang saham, dan aparat pengatur/polisi adalah rasional dan bahwa mereka berusaha untuk memaksimalkan kegunaan mereka yang secara langsung berhubungan dengan kompensasi mereka, dan oleh karena itu kesejahteraan mereka pula. Pilihan atas suatu kebijakan akuntansi oleh beberapa kelompok tersebut bergantung pada perbandingan relatif biaya dan manfaat dari prosedur akuntansi alternatif dengan cara demikian untuk memaksimalkan kegunaan mereka.
Ide utama dari pendekatan positif adalah untuk mengembangkan hipotesis atau faktor-faktor yang mempengaruhi dunia praktek akuntansi dan untuk menguji validitas dari hipotesis ini secara empiris:
 
Untuk meningkatkan keandalan dari peramalan berdasarkan atas pengamatan perataan serangkaian angka akuntansi sejalan dengan suatu kecenderungan yang dianggap terbaik atau normal oleh manajemen.
Untuk menurunkan tingkat ketidakpastian yang dihasilkan dari fluktuasi angka pendapatan secara umum dan penurunan risiko sistematis khususnya dengan menurunkan kovarians pengembalian perusahaan dengan pengembalian pasar.
Tidak seperti hipotesis perataan laba, teori positif dalam akuntansi berasumsi bahwa harga saham bergantung pada arus kas dan bukannya laba yang dilaporkan. Lebih jauh lagi pada pasar yang efisien dua perusahaan dengan distribusi arus kas yang sama akan dinilai sama tanpa memperhatikan perbedaan penggunaan prosedur akuntansi. Masalah utama dalam teori positif adalah untuk menentukan bagaiman prosedur akuntansi mempengaruhi arus kas, dan kemudian fungsi kegunaan manajemen untuk memperoleh suatu wawasan atas faktor yang mempengaruhi pilihan manajer terhadap prosedur akuntansi. Resolusi dari masalah ini di pandu oleh asumsi-asumsi teoritis berikut ini:
 
Teori agensi berawal dengan adanya penekanan pada kontrak sukarela yang timbul di antara berbagai pihak organisasi sebagai suatu solusi yang efisien terhadap konflik kepentingan tersebut. Teori ini berubah menjadi suatu pandangan atas perusahaan sebagai suatu "penghubung (nexus)kontrak" melalui pernyataan Jensen dan Macklin yang menyatakan bahwa perusahaan adalah cerita fiksi legal yang berfungsi sebagai penghubung atas serangkaian hubungan kontrak antara individu. Farma memperluas pandangan "penghubung kontrak" ini dengan mencakup baik pasar modal maupun pasr untuk tenaga kerja manajerial.
Dengan adanya perspektif "penghubung kontrak" terhadap perusahaan ini, teori biaya kontrak melihat peran informasi akuntansi sebagai pengamat dan penegak atas kontrak-kontrak ini untuk menurunkan biaya agensi dari konflik kepentingan tertentu. Satu konflik yang mungkin muncul adalah konflik kepentingan antara pemegang obligasi dan pemegang saham dari perusahaan terhadap utang yang ada. Dalam kejadian seperti ini keputusan yang menguntungkan pemegang saham tidaklah harus selalu keputusan yang terbaik bagi kepentingan pemegang obligasi. Hal ini mungkin meminta perjanjian pemberian pinjaman untuk mendefinisikan aturan perhitungan guna menghitung angka-angka akuntansi dengan tujuan perjanjian yang terbatas.
Sejauh mana pilihan akuntansi mempengaruhi kesejahteraan kontrak bergantung pada besaran relatif dari biaya kontrak. Biaya kontrak ini mencakup:
Biaya transaksi (contoh biaya komisi perantara)
Biaya agensi (contoh biaya pemantauan, biaya obligasi, dan kerugian sisa akibat keputusan yang disfungsional)
Biaya informasi (contoh biaya untuk memperoleh informasi)
Biaya negosiasi ulang (misalnya biaya penulisan kembali kontrak yang ada ketika kontrak dianggap telah tidak sesuai dengan beberapa peristiwa yang tidak dapat diperkirakan)
Biaya kepailitan (contoh biaya hukum untuk memailitkan dan biaya keputusan yang disfungsional)
Pilihan akuntansi tergantung pada variabel-variabel yang mencerminkan intensif manajemen dalam memilih metode akuntansi berdasarkan rencana bonus, kontrak utang, dan proses politik. Sebagai hasilnya ada tiga hipotesis yang dihasilkan; hipotesis rencana bonus, hipotesis modal hutang, dan hipotesis biaya politis. Hipotesis ini secara umum dinyatakan dalam bentuk perilaku oportunistis dari para manajer. Hipotesis tersebut adalah sebagai berikut:
 
Hipotesis rencana bonus berpendapat bahwa manajer perusahaan dengan rencana bonus kemungkinan besar menggunakan metode akuntansi yang meningkatkan laporan laba periode di periode berjalan. Dasar pemikirannya adalah bahwa tindakan seperti itu mungkin akan meningkatkan persentase nilai bonus jika tidak terdapat penyesuaian terhadap metode terpilih.
Hipotesis ekuitas utang berpendapat bahwa semakin tinggi hutang/ekuitas perusahaan yaitu sama dengan semakin dekatnya (semakin ketatnya) perusahaan terhadap batasan-batasan yang terdapat di dalam perjanjian hutang dan semakin besar kesempatan atas pelanggaran perjanjian dan terjadinya biaya kegagalan teknis, maka semakin besar kemungkinan bahwa para manajer menggunakan metode-metode akuntansi yang meningkatkan laba.
Hipotesis biaya politis berpendapat bahwa perusahaan besar dan bukannya perusahaan kecil kemungkinan besar akan memilih akuntansi untuk menurunkan laporan laba.
Pesan dasar yang selanjutnya menjadi dikenal sebagai "Kelompok Akuntansi Rochester" adalah hampir semua teori akuntansi tidak bersifat keilmuan karena ia bersifat "normatif" dan harus diganti dengan teori "positif" yang menjelaskan praktek akuntansi aktual dalam bentuk pilihan bebas manajemen terhadap prosedur akuntansi dan bagaimana standar peraturan telah berubah dari waktu ke waktu.
Teori akuntansi positif berkembang seiring kbutuhan untuk menjelaskan dan memprediksi realitas praktek-praktek akuntansi yang ada di dalam masyarakat. Teori akuntansi positif berusaha untuk menjelaskan fenomena akuntansi yiang diamati berdasarkan pada alas an-alasan yang menyebabkan terjadinya suatu peristiwa. Dengan kata lain, Positive Accounting Theory (PAT) dimaksudkan untuk menjelaskan dan memprediksi konsekuensi yang terjadi jika manajer menentukan pilihan tertentu. Penjelasan dan prediksi dalam PAT didasarkan pada proses kontrak (contracting process) atau hubungan keagenan (agency relationship) antara manajer dengan kelompok lain seperti investor, kreditor, auditor, pihak pengelola pasar modal dan institusi pemerintah (Watts dan Zimmerman, 1986).
 
PAT lebih bersifat deskriptif bukan preskiptif. Tidak seperti teori normative yang didasarkan pada prems bahwa manajer akan memaksimumkan laba atau kemakmuran untuk kepentingan perusahaan , teori positif didasarkan pada premis bahwa individu selalu bertindak atasdasar motivasi pribadi (self seeking motives) dan berusaha memaksimumkan keuntungan pribadi. Watts dan Zimmerman berpendapat bahwa premis maksimisasi laba dalam konteks teori normatif tidak terbukti dan jauh dari bukti empiris. 
Kritik utama mereka terhadap teori normative adalah teori tersebut didasarkan pada pertimbangan nilai (value judgment). Watts dan Zimmerman berpendapat bahwa perumusan teori harus betul-betul bebas pertimbangan nilai dan menekankan pada kebutuhan akan penekatan baru.hal ini dapat dilihat dalam pernyataan mereka sebagai berikut : 
Tujuan dari teori akuntansi positif adalah untuk menjelaskan dan memprediksikan praktek akuntans. Penjelasan berarti memberikan alas an-alasan terhadap praktek yang diamamti. Misalnya, teori akntansi positif berusaha menjelaskan mengapa perusahaan tetap menggunakan akuntansicost histories dan mengapa perusahaan tertentu mengubah taktik akuntansi mereka. Predisi terhadap praktik akuntansi berarti teori berusaha memprediksi fenomena yang belum diamati. 
Pendekatan positif atau empiric berkaitan dengan usaha menguji atau menghubungkan kembali hipotesis atau teori dengan pengalaman atau fakta-fakta dunia nyata. Penelitina kauntansi positif difokuskan pada pengujian empiric terhadap asumsi-asumsi yag dibuat oleh teori akuntansi normative. Misalnya dengan menggunakan kuesioner dan teknik survey lainnya, peneliti akan menguji sikap manajer terhadap manfaat metode atau teknik akuntansi tertentu. Pendekatan khusu dapat dilakukan dengan cara mensurvey pendapatanpendapatan analisis keuangan, manajer bank atau akuntan terhadap tugas atau kasus tertentu yang dibuat peneliti (misalnya prediksi kebangkrutan, keputusan membeli atau menjual saham, dll).
Pendekatan lain yang dapat digunakan adalah dengan menguji arti penting output akuntansi di pasar. Dengan demikian teori akuntansi positif memiliki focus ekonomi dan berusaha menjawab pernyataan seperti :- Apakah biaya yang dikeluarkan untuk memeilih metode akuntansi sesuai dengan manfaat yang diperoleh?
- Apakah biaya regulasi da proses penentuan standar akuntansi sesuai dengan manfaatnya?
- Apakah laporan keuangan berpengaruh terhadap saham?
Untuk menjawab pernyataan tersebut teori akuntansi positif menggunakan asumsi sebagai berikut :- Manajer, investor, kreditor, dan individu lain bersifat rasional dan berusaha memaksimumkan kepuasan.
- Manajer memiliki kebebasan untuk memilih metode akuntansi yang memaksimumkan kepuasan mereka atau mengubah kebijakan produksi, investasi dan pendanaan perusahaan untuk memaksimukan kepuasan mereka.
- Manajer mengambil tindakan yang memaksimumkan nilai perusahaan.
Atas dasar pernyataan dan asumsi tersebut teori akuntansi positif berusaha menguji tiga hipotesis sebagai berikut : 
- Hipotesis Rencana Bonus (Bonus Plan Hypothesis)
Manajer perusahaan dengan bonus tertentu cenderung lebih menyukai metode yang meningkatkan laba periode berjalan. Pilihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai sekarang bonus yang akan diterima seandainya komite kompensasi dari dewan direktur tidak menyesuaikan dengan metode yang dipilih (Watts dan Zimmerman, 1990)
 
- Hipotesis hutang atau ekuitas (Debt/Equity Hypothesis)
Makin tinggi rasio hutang atau ekuitas perusahaan mkin besar kemungkinan bagi manajer untuk memilih metode akuntansi yang dapat menaikkan laba. Makin tinggi rasio hutang atau ekuitas makin dekat perusahaan dengan batas perjanjian atau peraturan kredit (Kalay, 1982). Makin tinggi batasan krdit makin besar kemungkinan penyimpangan perjanjian kredit dan pengeluaran biaya. Manajer akan memiliki metode akuntansi yang dapat menaikkan laba sehingga dapat mengendurkan batasan kredit dan mengurangi biaya kesalahan teknis (Watts dan Zimmerman, 1990).
 
- Hipotesis Cost Politik (Political Cost Hypothesis)
Perusahaan besar cenderung menggunakan metode akuntansi yang dapat mengurangi laba periodik disbanding perusahaan kecil. Ukuran perusahaan merupakan ukuran variable proksi (proxsy) dan aspek politik. Yang mendasari hipotesi ini adalah asumsi bahwa sangat mahalnya nilai informasi bagi individu untuk menentukan apakah laba akuntansi betul-betul menunjukkan monopoli laba. Di samping itu, sangatlah mahal bagi individu untuk melaksanakan kontrak dengan pihak lain dalam proses politik dalam rangka menegakkan aturan hokum dan regulasi, yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Dengan demikian individu yang rasional cenderuang memiliki untuk tidak mengetahui informasi yang lengkap. Proses politik tidak beda jauh dengan proses pasar. Atas dasar cost informasi dan cost monitoring tersebut, manajer memiliki insentif untuk memiliki laba akuntansi tertentu dalam proses politik tersebut (Watts dan Zimmerman, 1990).
 
Tiga hipotesis di atas menunjukkan bahwa PAT mengakui adanya tiga hubungan keagenan : 
1) Manjemen dengan pemilik
2) Manajemen dengan kreditor
3) Manajemen dengan pemerintah
Kehadiran pendekatan positif telah memeberikan sumbangan yang berari bagi pengembangan akuntansi. Menurut Watts dan Zimmerman (1990) PAT telah memberikan konstribusi pengembangan akuntansi misalnya : 
- Menghasilkan pola sistematik dalam pilihan akuntansi dan membrikan penjelasan spesifik terhadap pola tersebut.
- Memberikan kerangka yang jelas dalam memahami akuntansi.
- Menunjukkan peran utama contracting cost dalam teori akuntansi.
- Menjelaskan mengapa akuntansi dijelaskan dan memberikan kerangka dalam memprediksi pilihan-pilihan akuntansi.
- Mendorong riset yang relevan dengan akuntansi dengan menekankan pada prediksi dan penjelasan terhadap fenomena akuntansi.
Pada saat sekarang teori positif menekankan pada penjelasan alasan-alasan terhadap praktek berjalan dan prediksi terhadap peranan akuntansi dan informasi terkait dalam kepuaan-kepuasan ekonomi individu, perusahaan, dan pihak yang lain yang berperan dalam kegiatan pasar modal dan ekonomi. Meskipun demikian, asumsi yang melandasi proyek penelitian positif tersebut banyak dikritik karena pendukung teori positif menggunakan penolakan alternative alias pemikiran yang lain. Artinya, yeori positif tidak bebas dari pertimbangan nilai atau implikasi preskriptif. Hal ini disebabkan pertimbangan nilai yang bersifat implicit seringkali melandasi atau mempengaruhi bentuk dan isi penelitian yang dilakukan. Peneliti tidak dapat menghindari unsur bias dalam semua penelitian yang dilakukan. Dengan demikian unsur bias, jelas menunjukkan perwujudan orientasi dari peneliti tersebut.TEORI AKUNTANSI : KERANGKA KONSEPTUAL

ppt kerangka konseptual  Kerangka konseptual  adalah suatu konstitusi, suatu system koheren dari hubungan anatara tujuan dan fundamental yang dapat mendorong standar yang konsisten dan yang menjelaskan sifat, fungsi dan keterbatasan akuntansi keuangan dan laporan keuangan.
Kerangka kerja konseptual dimaksudkan untuk konstitusi dalam proses penyusunan standar.  Tujuannya adalah memberikan petunjuk dalam menyelesaikan perselisihan yang meningkat selama proses penyusunan standar dengan mempersempit pertanyaan, apakah standar telah sesuai dengan kerangka konseptual ataukah tidak.  Secara lengkap, kerangka kerja konseptual adalah :Petunjuk FASB dalam menetapkan standar akuntansi
Menyediakan kerangka acuan untuk menyelesaikan pertanyaan sebelum ada standar khusus yang mengaturnya.
Menentukan batasan pertimbangan dalam penyusunan laporan keuangan
Mempertinggi komparabilitas dengan menurunkan jumlah alternative metode akuntansi.
Isu-Isu Kerangka Konseptual :Sebelum memulai kerja yang efektif dalam menyusun kerangka kerja konseptual, FASB berusah mengidentifikasi isu-isu konseptual terpenting berkaitan dengan penyusunan standar.  Ada sembilan isu disajikan untuk didiskusikan dan dicarikan penyelesaian :1. Isu  : Pandangan Earnings Manakah yang seharusnya diadopsi ?
Terdapat tiga pandangan yang berbeda tentang pengukuran earning yaitu :Pandangan Asset/utang
Pandangan Revenue/Expense
Pandangan nonartikulasi
Pandangan earnig Asset/Utang .  Revenue dan expense merupakan hasil dari perubahan asset dan utang.
Pandangan earning Revenue/Expense. Revenue dan expense dihasilkan dari kebutuhan akan penandingan.
Artikulasi terdapat saling hubungan antara tiap jenis laporan keuangan yaitu neraca, laporan rugi laba dan laporan perubahan modal.
Pandangan revenue/expense juga disebut pandangan laporan income atau penandingan berarti bahwa revenue dan expense dihasilkan dari kebutuhan akan penandingan.  Earning semata-mata merupakan perbedaan antara revenue pada suatu periode dan expense yang terjadi dalam menghasilkan revenue.  Penandingan, proses pengukuran fundamental dalam akuntansi, terdiri dari dua tahap :Pengakuan revenue atau waktu melalui prinsip realisasi
Pengakuan expense dalam tiga cara : 
Hubungan sebab akibat, seperti kos barang terjual
Alokasi yang rasional dan sistematis, seperti depresiasi
Pengakuan segera, seperti biaya administrasi dan penjualan
Pandangan nonartikualsi didasarkan pada keyakinan bahwa artikulasi mendorong perulangan, karena "semua kejadian yang dilaporkan dalam laporan income juga dilaporkan dalam neraca meskipun dari perspektif yang berbeda ".  Menurut pandangan ini, definisi asset dan utang penting dalam penyajian posisi keuangan dan definisi revenue dan expense mendominasi pengukuran earning.  Dua laporan keuangan tersebut mempunyai eksistensi dan makna yang independent, sehingga skema pengukuran yang berbeda digunakan oleh masing-masing laporan.  Contoh pandangan nonartikulasi adalah penggunaan LIFO dalam laporan income dan FIFO dalam neraca.Pandangan non artikulasi muncul pada tahun 1966 A Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT) dari American Accounting Association (AAA) mengkritik artikulasi :Kita tidak menemukan alasan yang logis mengapa laporan eksternal diharapkan untuk "seimbang" atau berartikulasi satu sama lain.  Pada kenyataannya, kita menemukan bahwa keseimbangan yang dibuat dan artikulasi seringkali membatasi penyajian informasi yang relevan.  Petunjuk pentingnya adalah mengungkapkan semua informasi yang relevan dengan prosedur pengukuran yang memenuhi standar yang disarankan dalam ASOBAT.Pandangan earning yang mana yang seharusnya diadopsi sebagai dasar kerangka kerja konseptual untuk akuntansi keuangan dan pelaporan ? Jika artikulasi terbukti tidak hanya perlu tapi juga menguntungkan, maka pilih di antara pandangan asset/hutang dan pendangan revenue/expense.  Pemilihan antara dua pandangan tersebut tergantung pada pandangan mana yang merupakan proses pengukuran fundamental :Pengukuran atribut-atribut asset dan hutang dan perubahan dalam keduanya
Proses penandingan
Pemilihan di antara dua pandangan ini akan menyediakan tidak hanya dasar bagi kerangka kerja konseptual untuk akuntansi keuangan dan pelaporan tetapi juga definisi elemen laporan keuangan.
2. Isu : Definisi Aset
Definisi untuk setiap elemen laporan keuangan tersedia baik oleh pandangan asset/ hutang dan pandangan revenue/expense:
Menurut pandangan asset/hutang, asset adalah sumber daya ekonomi perusahaan, sumber daya tersebut mempresentasikan manfaat di masa mendatang yang diharapkan menghasilkan aliran kas masuk secara langsung atau tidak langsung. Adapun sumber daya ekonomi perusahaan adalah :
Sumber daya produktif yang dimiliki perusahaan
Hak kontrak atau sumber daya produktif
Produk
Uang
Klaim untuk menerima uang
Kepemilikan saham diperusahaan lain
Menurut pandangan revenue/expense, asset tidak hanya meliputi asset yang didefinisi oleh pandangan asset/hutang, tetapi semua item yang tidak mempresentasikan sumber daya ekonomi namun diperlukan untuk penandingan dan penentuan income secara memadai.
Pandangan ketiga atas asset muncul dari presepsi neraca tidak hanya sebagai laporan posisi keuangan, tetapi sebagai "laporan tentang sumber dan komposisi modal perusahaan".
Definisi asset yang memberi generalisasi aplikasi yang diperlukan kerangka kerja konseptual memiliki karakteristik sebagai berikut :
Asset merepresentasikan sumber daya ekonomi dan tidak meliputi beban tangguhan.
Asset mempresentasikan aliran kas potensial perusahaan
Manfaat potensial dapat diperoleh perusahaan
Aset merepresentasikan himpunan hal legal tentang manfaat tertentu sebagai hasil dari transaksi sekarang atau masa lalu dan meliputi semua komitmen, seperti dalam keseluruhan kontrak executary.
Dapatdipertukarkan bukanlah karakterisik penting asset kecuali untuk beban tangguhan, untuk menjaga asset tidak berujud sebagai asset dan mengeluarkan beban tangguhan.
3. Isu : Definisi Utang
Menurut pandangan asset/utang, hutang adalah kewajiban perusahaan untuk mentransfer sumber daya ekonomi ke pihak lain di masa mendatang.
        Menurut pandangan revenue/expense, hutang tidak hanya meliputi utang yang didefinisi oleh pandangan asset/hutang, tetapi juga kredit tangguhan dan cadangan yang tidak mempresentasikan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi, tetapidiperlukan untuk penandingan dan penentuan income dengan memadai.        Pandangan ketiga atas hutang dari presepsi neraca sebagai "laporan sumber dan komposisi modal perusahaan".  Menurut pandangan ini, uatang dianggap sebagai sumber modal perusahaan".  Menurut pandangan ini, utang dianggap sebagai sumber modal dan meliputi kredit tangguhan dan cadangan yang tidak mempresentasikan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi.  Definisi hutang yang disajikan oleh ketiga pandangan tersebut memiliki karakteristik umum sbb :Hutang adalah pengorbanan sumber daya ekonomi di masa mendatang 
Hutang mempresentasikan kewajiban tertentu perusahaan
Hutang mungkin dibatasi pada hutang legal.
Hutang merupakan hasil dari transaksi atau kejadian sekarang atau masa lalu.
4. Isu : Definisi Earning, Revenue, dan Expense.
        Menurut pandangan asset/hutang earning adalah peningkatan dalam asset bersih perusahaan kecuali perubahan modal.        Menurut pandangan revenue/expense, earning adalah hasil dari proses penandingan revenue dan expense, mungkin juga gains dan losses. Komponen earning (revenue, expenses, gains, dan losses).Menurut pandangan asset/hutang, revenue yang meliputi gains dan losses didefinis sebagai peningkatan dalam asset atau penurunan dalam hutang yang tidak mempengaruhi modal.
Expenese yang meliputi gains dan losses, didefinisi sebagai penurunan dalam asset atau peningkatan dalam hutang yang timbul dari penggunaan sumber daya ekonomi dan jasa dalam periode tertentu.
Menurut pandangan revenue/expense, revenue yang meliputi gains dan losses, hasil dari penjualan barang dan jasa dan termasuk gains dari penjualan dan pertukaran asset selain persediaan, bunga dan deviden yang diperoleh dari investasi, dan peningkatan lain dalam ekuitas pemilik selama satu periode selain kontribusi modal dan penyesuaian.
Expense meliputi semua kos yang sudah digunakan untuk menghasilkan revenue pada satu periode.
Jika gains dan loses didefinisi sebagai elemen yang terpisah dari earning, maka revenue didefinisi sebagai ukuran output perusahaan yang merupakan hasil dari memproduksi atau menjual barang dan memberikan jasa selama satu periode.
Expense adalah kos yang telah digunakan untuk menghasilkan revenue selama satu periode.
5. Isu : Gains dan Loses
Menurut pandangan asset dan hutang, gains didefenisikan sebagai peningkatan dalam asset bersih selain peningkatan dalam revenue atau dari perubahan dalam modal.
Sedangkan losses didefiniskan sebagai penurunan asset bersih selain penurunan dalam expense dan perubahan dalam modal.  Jadi gains dan losses dianggap sebagai bagian dari earning yang tidak dijelaskan oleh revenue dan expenses.
Menurut pandangan reveue dan expense, gains didefinisikan sebagai kelebihan hasil di atas kos asset terjual, atau keuntungan yang tidak diduga, atau manfaat lain yang diperoleh tanpa kos atau pengorbanan.
Loss didefinisikan sebagai kelebihan di atas hasil yang terkait, jika ada, atau semua atau porsi yang layak dari kos asset terjual, diabaikan, atau keseluruhan atau sebagian rusak karena bencana, atau kos yang telah digunakan bukan untuk menghasilkan revenue. Jadi menurut pandangan revenue/expense, gains dan loses adalah independent dari definisi elemen lain dalam laporan keuangan.
6. Isu : Hubungan antara earning dan komponen earnings
Tiga hubungan utama antara earnings dan komponen earnings:
Earning = Revenue – Expenses + Gains – Losses
Earning = Revenue – Expenses
Earning = Revenue (termasuk Gains) – Expenses (termasuk Losses) 
Dalam hubungan pertama, setiap komponen adalah terpisah dan penting untuk definisi earning.  Perbedaan sumber earning dibedakan, sehingga menyediakan fleksibilitas yang lebih besar dalam klasifikasi dan analisa kinerja perusahaan.
Dalam hubungan kedua, gains dan loses tidak dipisah dan tidak penting bagi definisi earning.  Semua peningkatan dan penurunan diperlakukan sama sebagai revenue dan expense. Definisi ini tidak cocok untuk gains dan losses dari transfer searah, keuntungan tak terduga, korban bencana, dan gains dan losses holding.
Dalam hubungan ketiga, meskipun gains dan losses merupakan konsep terpisah kedunaya adalah bagian dari revenue dan expense.  Definisi revenue dan income harus campuran dari item-item yang berbeda dan memerlukan identifikasi lengkap dan daftar item yang termasuk dalam revenue expense, gains dan losses.
Hubungan pertama tampaknya menyajikan kerugian terkecil menurut pandangan asset/hutang maupun revenue.expenses.
7. Isu : Akuntansi Akrual
Elemen-elemen laporan keuangan dihitung dan dimasukkan dalam laporan keuangan melalui penggunaan prosedur akuntansi akrual.  Akuntansi akrual mendasarkan pada konsep akrual, tangguhan (deferral), alokasi, amortisasi, realisasi, dan pengakuan, FASB memberikan definisi untuk konsep-konsep tersebut yaitu :Akrual adalah proses akuntansi dalam pengakuan kejadian non kas dan keadaan-keadaan yang terjadi, secara spesifik, akrual meminta pengakuan revenue dan peningkatan asset, dan expenses dan peningkatan hutang dalam jumlah yang diharapkan akan diterima atau dibayar, biasanya dalam kas di masa mendatang.
Tangguhan adalah proses akuntansi dalam pengakuan utang dengan penerimaan kas sekarang atau asset dengan pembayaran kas sekarang (atau utang, yang terjadi sekarang) dengan harapan berdampak pada revenue dan expenses di masa mendatang.
        Alokasi adalah proses akuntansi dalam pembebanan dan pendistribusian suatu jumlah sesuai rencana atau formula tertentu. Alokasi lebih luas dari amortisasi, karena amortisasi merupakan proses alokasi.
        Amortisasi adalah proses akuntansi yang secara sistematis mengurangi jumlah dengan pembayaran periodic, atau dengan mencatat saja.
Realisasi adalah proses mengkonversi sumber daya non kas dan hak menjadi uang, penggunaan yang lebih tepat dalam akuntansi dan pelaporan keuangan merujuk pada penjualan asset dengan kas atau klaim atas kas.
        Pengakuan adalah proses pencatatan secara formal atau pemasukan item-item dalam akun dan laporan keuangan perusahaan.  Jadi suatu elemen dapat diakui (dicatat) atau tidak diakui (tidak dicatat) .  Realisasi dan Pengakuan tidak digunakan sebagai sinonim.8. Isu : Konsep Pemeliharaan modal (Cost Recovery) yang seharusnya digunakan ?
Konsep pemeliharaan modal memungkinkan kita membuat perbedaan antara return on capital atau (earning) dan return of capital atau (Cost of recovery). Earning berasal dari pemulihan atau pemeliharaan modal.  Terdapat dua konsep pemeliharaan modal, konsep modal keuangan dan konsep modal fisik.  Kedua konsep menggunakan pengukuran unit monetr atau unit daya beli umum yang sama, menghasilkan empat konsep pemeliharan modal :Modal keuangan yang diukur dengan unit uang
Modal keuangan yang diukur dengan daya beli umum yang sama
Modal fisik yang diukur dengan uang
Modal fisik yang diukur dengan daya beli umum yang sama
9. Isu. Metode Pengukuran manakah yang seharusnya diadopsi
Isu metode pengukuran berkaitan dengan penentuan unit ukuran maupun atribut yang diukur.  Terkait dengan unit ukuran, pilihannya adalah antara dolar actual dan dollar yang disesuaikan dengan daya beli umum.  Terkait dengan atribut yang akan diukur kita memiliki lima pilihan, yaitu :Metode kos historis
Kos sekarang
Nilai keluaran /jual sekarang
Nilai keluaran/jual harapan
Nilai sekarang dan aliran kos harapan              


Download Teori Akuntansi Positif.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Teori Akuntansi Positif. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon