September 06, 2016

Sejarah Perkembangan Teori Akuntansi


Judul: Sejarah Perkembangan Teori Akuntansi
Penulis: Rahmisni Rehmadhani


SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI AKUNTANSI
Tugas ini disusun guna memenuhi tugas
Mata Kuliah Teori Akuntansi
Dosen Pengampu : Dr.Suyatmini,SE.,M.Si
1621939318844
Disusun oleh :
MUSLIMAH
A210090216
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2012
Sejarah Perkembangan Akuntansi
Akuntansi salah satu ilmu yang dinamis bukan statis, selalu mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan itu mulai dari yang sederhana hingga mencapai tingkatan yang kompleks. Berikut adalah uraian dari perkembangan akuntansi.
Sejarah Akuntansi dalam Kehidupan Manusia
Akuntansi merupakan bagian yang penting dalam kehidupan manusia. Apalagi dalam dunia bisnis skala besar maka akuntansi sangat memiliki peran penting. Tanpa adanya akuntansi maka kehidupan perusahaan akan terhambat. Akuntansi juga memiliki peran penting dalam pemerintahan. Singkatnya akuntansi memiliki peranan yang penting dalam kehidupan manusia.
Bahkan akuntansi juga memiliki relevansi dengan profesi lain yang dikira tidak ada hubungan dengan akuntansi. Dalam kehidupan manusia akuntansi tidak serta merta ada. Dalam Majalah Ilmiah UNIKOM Vol.8, No. 2 133 disebutkan bahwa melihat dari peradaban Islam yang dulu kala telah memiliki "Baitul Mal" yang merupakan lembaga keuangan yang berfungsi sebagai "Bendahara Ne-gara" serta menjamin kesejahteraan sosial. Masyarakat muslim sejak itu telah memiliki bidang ekonomi jenis akuntansi yang disebut "Kitabat al-Amwal" (Pencatatan Uang). Dipihak lain istilah akuntansi telah disebutkan dalam beberapa karya tulis umat Islam. Tulisan ini muncul lama sebelum double entry ditemukan oleh Lucas Pacioli di Italia pada tahun 1949.
Banyak perbedaan Pendapat tentang negara yang memakai akuntansi pertama kali, ada sumber sumber yang mengatatakan bahwa akuntansi ditemukan pertama kali di Negara eropa namun ada juga yang mengatakan akuntansi ditemukan di Negara mesir. Pada hakikat nya para pakar sepakat mengatakan bahwa akuntansi telah ada sejak lama bahkan sejak adanya kehidupan social ekonomi.
Orang orang dahulu sebelum mengenal kertas mereka mencatat catatan akuntansi pada kulit kayu, kulit hewan. Temuan ini telah ditemukan sejak lima belas abad yang lalu. Dalam sebuah artikel yang berjudul Accounting in Ancident Times dikemukakan bahwa Negara di negera mesir ditemukan ribuan catatan akuntansi dalam kulit kayu. Dalam artikel ini dijelaskan pada awal kerajaan mesir seorang menejer bernama my mencatat transaksi harian, system ini cukup efisien sehingga ai mampu mengamati kapal kapal yang mengankut barang dari tokonya melalui sungai nil.
Pada awal tahun 3200SM telah dikenal dua macam teknik akuntansi, pertama koin dengan bentuk tertentu disimpan dan ditandai kemudian dimasukan dalam sebuah amplop. Teknik yang kedua menggunakan token yang disimpan dalam bentuk yang lebih besar dengan berbagai variasi yang lebih kompleks. Perbedaan ini memisahkan perbedaan transaksi cash (Utang, Piutang, dll) dan transaksi noncash (Persediaan, peralatan, Tanah, dll)
Di Indonesia, akuntansi mulai diterapkan sejak 1642, tetapi jejak yang jelas baruditemui pada pembukuan Amphion Society yang berdiri di Jakarta sejak tahun 1747.Perkembangan akuntansi yang mencolok baru muncul setelah undang-undangmangenai tanam paksa dihapuskan tahun 1870. Dengan dihapuskannya tanam paksa,kaum pengusaha Belanda banyak bermunculan di Indonesia untuk menanamkanmodalnya.
Sistem yang dianut oleh pengusaha Belanda ini adalah seperti yangdiajarkan oleh Luca Pacioli. Pada Zaman penjajahan Belanda, perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan tata buku. Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnyasama-sama dari pembukuan berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya,diantaranya teknik pembukuan. Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo-Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia.
Jadi, sistem pembukuan yang dipakai diIndonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo-Saxon). Fungsi pemeriksaan (auditing) mulai dikenalkan di Indonesia tahun 1907,yaitu sejak seorang anggota NIVA, Van Schagen, menyusun dan mengontrolpembukuan perusaan. Pengiriman Van Schagen ini merupakan cikal bakal dibukanyaJawatan Akuntan Negara (GAD – Government Accountant Dients) yang resmididirikan pada tahun 1915.
Akuntan public pertama adalah Frese & Hogeweg, yangmendirikan kantornya di Indonesia tahun 1918. Dalam masa pendudukan Jepang, Indonesia sangat kekurangan tenaga dibidang akuntansi. Jabatan-jabatan pimpinan dib Jawatan Keuangan yang 90%dipegang oleh bangsa belanda, menjadi kosong. Dalam masa ini, atas prakarsa Mr.Slamet, didirikan kusus-kursus untuk mengisi kekosongan jabatab tadi dengan tenaga-tenaga Indonesia.
Pada tahun 1874, hanya ada seorang akuntan berbangsa Indonesia,yaitu Prof. Dr. Abutari. Di Indonesia, pendidikan akuntansi mulai dirintis dengandibukanya jurusan akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1952.Pembukaan ini kemudian diikuti Institut Ilmu Keuangan (sekarang Sekolah TinggiAkuntansi Negara) tahun 1960 dan Fakultas-fakultas Ekonomi di Universitas Padjadjaran (1961), Universitas Sumatera Utara (1964), universitas Airlangga (1962), dan universitas Gadjah Mada (1964). Organisasi profesi yang menghimpun para akuntan Indonesia bediri 23 Desember 1957.
Organisasi ini diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dengan pendiri lima orang akuntan Indonesia.profesi akuntan mulai berkembang dengan pesat sejak tahun 1967. Pada tahun itu juga dikeluarjannya undang-undang modal asing yang kemudian disusul dengan undang-undang penanaman modal dalam negeri tahun 1968 yang merupakan pendorong berkembangnya profesi akuntansi. Setelah krisis ekonomi Indonesia tahun 1997, peran profesi akuntan diakui semakin signifikan mengingat profesi ini memiliki peranan strategis di dalam menciptakan iklim transparansi di Indonesia.
Sejarah Perkembangan double Entry Bookkeeping
Perkembangan akuntansi sejalan dengan perkembangan organisasi dan kegiatan suatu usaha, karena kehadirannya memerlukan pencatatan sehingga seluruh kegiatan akan tergambar di dalamnya. Pada abad ke-15 seorang ahli Matematika berkebangsaan Italia Luca Paciolo telah menyusun buku tentang akuntansi dengan judul "Tractatus de Cumputis at Scritorio" buku ini berorientasi pada pembukuan berpasangan. Pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) mencatat kedua aspek transaksi sedemikian rupa yang membentuk suatu pemikiran yang berimbang.
Praktek pencatatan akuntansi dalam arti pencatatan kejadian yang berhubungan dengan bisnis sudah dimulai sejak adanya kejadian dalam double entry bookkeeping. Menurut pendapat Mattessich (dalam Harahap, 1997) bahwa double entry sudah ada sejak 5000 tahun yang lalu. Sedangkan selama ini kita kenal bahwa penemu sistem tata buku berpasangan ini maka dapat dikemukakan sebagai berikut.
Double entry accounting system telah disepakati para ahli mula-mula diterbitkan oleh Luca Pacioli dalam bukunya yang berisi 36 bab yang terbit pada tahun 1949 di Florence, Italia dengan judul "Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita" yang berisi tentang palajaran ilmu pasti. Inoue (dalam Harahap, 1997) menyebutkan "Orang yang pertama-tama "menulis" (bukan menerbitkan seperti Pacioli) tentang double entry bookkeeping system adalah Bonedetto Cotrugli pada 1458, 36 tahun sebelum terbitnya buku Pacioli.
Namun buku Benedetto Cotrugli ini baru terbit pada tahun 1573 atau 89 tahun setelah buku Pacioli terbit. Dengan demikian penjelasan ini maka pertentangan sebenarnya tidak ada." Jika kita kaji sejarah terutama sejarah Islam, sebenarnya pada awal pertumbuhannya sudah ada sistem akuntansi. Akan tetapi, sayangnya literatur belum banyak menganalisis bagaimana rupa eksistensi akuntansi pada zaman itu (± 570 Masehi). Seperti yang dikemukakan oleh Russel (dalam Rosjidi, 1999) "Sebenarnya orang-orang Italia dalam abad ke-14 baru menerapkan sistem pembukuan
berpasangan lengkap setelah terlebih dahulu digunakan oleh saudagar-saudagarMoslem (Moslem Merchants)." Revolusi indusrti di Inggris pada tahun 1776 juga menimbulkan efek positifterhadap perkembangan akuntansi. Pada tahun 1845 undang-undang perusahaan yangpertama di Inggris dikeluarkan untuk mengatur tentang organisasi dan statusperusahaan. Dalam undang-undang tersebut, diatur tentang kemungkinan perusahaanmeminjam uang, mengeluarkan saham, membayar hutang, dan dapat bertindaksebagaimana halnya perorangan. Keadaan-keadaan inilah yang menimbulkanperlunya laporan baik sebagai informasi maupun sebagai pertanggungjawaban.
Dalam upaya untuk menunjukkan bahwa model berpasangan telah berkembang dengan cara yang sangat mirip dengan ilmu pengetahuan yang lazim, Cushing menggambarkan secara garis besar rangkaian tahap-tahap perkembangan sebagai berikut :
Sekitar abad ke enam belas sedikit perubahan dibuat dalam teknik pemubukuan. Perubahan yang nyata adalah pengenalan jurnal khusus untuk mencatat tipe-tipe transaksi yang berbeda.
Evolusi praktik laporan keuangan periodic terjadi pada abad enambelas dan tujuhbelas. Pada masa tersebut juga terjadi evolusi personafikasi akun dan transaksi sebagai upaya untuk membuat aturan debit dan kredit menjadi masuk akal.
Penerapan system berpasangan diperluas dalam tipe organisasi lain.
Penggunaan akun sediaan yang terpisah untuk tipe barang yang berbeda terjadi dalam abad ke tujuh belas.
Dimulia dengan East India company dalam abad ke tujuhbelas dan pertumbuhan korporasi yang berkelanjutan setelah revolusi industri, akuntansi memperoleh status yang lebih baik, dicirikan oleh kebutuhan akan akuntansi kos, dan suatu kepercayaan pada konsep kesinambungan (continuity), periodisasi (periodicity), dan akrual.
Metode perlakuan asset tetap yang dikembangkan sebelum abad ke delapan belas.
Asset dibawa keperiode pada kos pemerolehan, selain antara pendapatanpembayaran (revenue) dan penerimaan.
Akun asset, yang berisi catatan pengeluaran awal dan pengeluaran lain dan penerimaan (termasuk penerimaan dari penjualan bagian asset) ditutup pada tanggal neraca dan selisih antara total debit dan total kredit di bawa ke periode berikutnya sebagai saldo akun.
Asset dinilai kembali, naik atau turun, pada tanggal neraca, nilai hasil penilaian kembali dibawa ke periode berikutnya dan perbedaan saldonya(termasuk untung atau rugi penilaian kembali dibawa ke akun profit dan loss).
7. Sampai dengan awal ke sembilanbelas, depresiasi kekayaan, diperlakukan sebagai barang dagangan yang tidak terjual. Dalam paruh ke dua dari abad ke sembilan belas, depresiasi dalam industri kereta api di pandang tidak perlu jika kekayaan tersebut tidak mengalami kondisi yang memburuk. Meskipun tidak banyak digunakan, Saliero pada tahun 1915, membuktikan adanya metode depresiasi berikut garis lurus, metode menurun, sinking fund dan metode anuitas, dan metode kos unit. Hanya setelah tahun 1930-an beban depresiasi menjadi sesuatu yang umum.
8. Akuntansi Kos hadir dalam abad ke sembilanbelas sebagai akibat revolusi industri. Akuntansi kos dimulai pada perusahaan-perusahaan tekstil abad lima belas.
9. Perkembangan teknik akuntansi untuk pembayaran di muka dan akrual untuk memungkinkan dilakukan komputasi profit periodic terjadi pada paruh ke dua abad kesimbilanbelas.
10. Perkembangan laporan dana terjadi pada paruh kedua abd kesembilan belas dan abad ke dua puluh.
11. Pada abad ke duapuluh terjadi perkembangan metode-metode akuntnasi yang menyangkut isu-isu kompleks, dari masalah komputasi earning perlembar saham, akuntansi untuk komputasi bisnis, akuntansi untuk inflasi, sewa guna jangka panjang dan pensiun, sampai maslah akuntansi yang krusial untuk produk baru dari rekayasa keuangan.
Sejarah Perkembangan Ilmu Akuntansi
Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sejarah perkembangan pemikiran akuntansi (accounting thought) dibagi dalam tiga periode: tahun 4000 SM–1300 M tahun 1300-1850 M, dan tahun 1850 M sampai sekarang. Masing-masing periode memberi kontribusi yang berarti bagi ilmu akuntansi.
Pada periode pertama akuntansi hanyalah bentuk record-keeping yang sangat sederhana, maksudnya hanyalah bentuk pencatatan dari apa saja yang terjadi dalam dunia bisnis saat itu. Periode kedua merupakan penyempurnaan dari periode pertama, dikenal dengan masa lahirnya double-entry bookkeeping. Pada periode terakhir banyak sekali perkembangan pemikiran akuntansi yang bukanlagi sekedar masalah debit kiri–kredit kanan, tetapi sudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat.
Perkembangan teknologi yang luar biasa juga berdampak pada perubahan ilmu akuntansi modern Pengguna akuntansi juga bervariasi, dari yang sekedar memahami akuntansi sebagai: 1) alat hitung menghitung; 2) sumber informasi dalam pengambilan keputusan; 3) sampai ke pemikiran bagaimana akuntansi diterapkan sejalan dengan (atau sebagai bentuk pengamalan) ajaran agama.
Berikutini beberapa pengertian akuntansi. Komite istilah American Institute of CertifiedPublic Accountant (AICPA) mendefinisikan akuntansi sebagai berikut: Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dan dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan dan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.Definisi tersebut menunjukkan bahwa akuntansi pada dasarnya bukan merupakanilmu pengetahuan murni (science).
Hal ini disebabkan penerapan prosedur akuntansidalam menghasilkan laporan keuangan, sangat tergantung pada lingkungannya dandipengaruhi berbagai faktor pertimbangan tertentu. American AccountingAssociation (AAA), mendefinisikan akuntansi sebagai berikut: Proses mengidentifikasi, mengukur, dan menyampaikan informasi ekonomi sebagai bahan informasi dalam hal mempertimbangkan berbagai alternatif dalam mengambil kesimpulan oleh para pemakainya.Definisi tersebut menunjukkan bahwa akuntansi merupakan media/alat yang dapatdigunakan untuk menyampaikan informasi kepada pemakai yang berkepentingandengan masalah pengelolaan perusahaan. Accounting Principle Board (APB)Statement No.4 mendefinisikan akuntansi sebagai berikut: Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa.
Komite Terminologi AICPA (The Committee on Terminology of the American Institute of Certified Public Accountants) mendefinisikan akuntansi sebagai berikut: Akutansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara yang berdaya guna dan dalam bentuk satuan uang, dan menginterprestasian hasil proses tersebut.
Pada perkembangan saat ini, akuntansi didefinisikan dengan mengacu pada konsep informasi: Akutansi adalah aktivitas jasa. Fungsinya adalah menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan tentang entitas ekonomik yang diperkirakan bermanfaat dalam pembuatan keputusan-keputusan ekonomik, dalam membuat pilihan diantara alternatif tindakan yang ada.
Seorang penulis Leo Herbert dalam artikel di The GAO Review dengan judul Growth of accountability knowledge menjelaskan perkembangan akuntansi sebagai berikut:
Pada tahun 1775: pada tahun ini mulai dikenal pembukuan baik single entry maupun double entry
Pada tahun 1800: pada tahun ini dan sampai tahun 1875 masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang terutama dipergunakan dalam menilai perusahaan.
Pada tahun 1825: pada tahun ini dikenal pemeriksaan keuangan ( financial Auditing)
Pada tahun 1850: pada tahun ini laporan laba rugi menggantikan posisi neraca sebagai laporan yang dianggap lebih penting. Pada periode ini perkembangan ilmu auditing semakin cepat dan audit dilakukan atas catatan pembukuan dan laporan.
Pada tahun 1900: di USA diperkenalkan sertifikasi profesi yang dilakukan melalui ujian yang dilaksanakn secara nasional. Kemudian dalam periode ini juga akuntansi sudah dianggap dapat memberikan laporan tentang pajak. Cost accounting mulai dikenal termasuk laporan statistic biaya dan produksi.
Pada tahun 1925: banyak perkembangan yang terjadi tahun ini antara lain sebagai berikut.
Mulai dikenal akuntansi pemerintahan serta pengawasan dana pemerintah.
Teknik – teknik analisis biaya juga mulai diperkenalkan
Laporan keuangan mulai seragamkan
Norma pemeriksaan akuntansi yang manual beralih ke system EDP dengan mulai dikenalnya punch card record.
Akuntansi untuk perpajakan mulai diperkenalkan.
Pada tahun 1950 sd 1975
Pada tahun ini banyak yang dapat dicatat dalam perkembangan akuntansi, yaitu sebagai berikut.
Pada periode ini mulai akuntansi menggunakan computer untuk pengolahan data
Perumusan prinsip akuntansi (GAAP) sudah dilakukan.
Analisis cost revenue semakin dikenal
Jasa jasa perpajakan seperti konsultan pajak dan perencanaan pajak mulai ditawarkan profesi akuntansi.
Management accounting sebagai bidang akuntan yang khusus untuk berkepentingan manajemen mulai dikenal dan berkembang pesat.
Muncul jasa jasa menejemen seperti system perencanaan dan pengawasan.
Perencanaan manjemen mulai dikenal demikian juga manajemen auditing.
Tahun 1975 mulai periode akuntan semakin berkembang dan bidang bidang lainnya. Perkembangan itu antara lain:
1. Timbulnya manajemen science yang mencakup analisi proses manajemen dan usaha usaha menemukan dan menyempurnakan kekuarangan kekurangannya.
2. System informasi semakin canggih yang mencakup perkembangan:
Model model organisasi
Perencanaan organisasi
Teori pengambilkan keputusan
Analisis cost benefit
3. Medote pengawasan yang menggunakan computer dan teory cybernetics
4. Total system review yang merupakan metode pemeriksaan efektif mulai dikenal.
5.Social accounting menjadi isu yang membahas pencatatan setiap transaksi perusahaan yang mempengatuhi lingkungan masyarakat.
6. Dalam periode ini muncul
•Perencaan system menyeluruh
•Penerapan metode interdisipliner
•Human behavior (prilaku manusia) ,menjadi bahan kajian
•Nilai nilai sumber daya manusia menjadi penting
•Hubungan antar lembaga pemerintahan semakin penting.
Ada empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi:
1. Berdasarkan pendekatan makroekonomi, praktek akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional.
2. Berdasarkan pendekatan mikroekonomi, akuntansi bekembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Tujuannya terletak pada perusahaan secara individu yang memiliki tujuan untuk bertahan hidup.
3. Berdasarkan pendekatan independent, akuntansi berasal dari praktek bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dan pertimbangan, coba-coba, dan kesalahan. Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa yang konsep dan prinsipnya diambil dari proses bisnis yang dijalankan dan bukan dari cabang keilmuan seperti ekonomi.
4. Berdasarkan pendekatan yang seragam, akuntansi distandariasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Keseragaman dalam pengukuran, pengungkapan, dan penyajian akan memudahkan perancang pemerintah, otoritas pajak, dan bahkan manajer untuk menggunakan informasi akuntansi dalam mengendalikan seluruh jenis bisnis.
Bidang-bidang Akuntansi:
1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
2. Pemeriksaan Akuntan (Auditing)
3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
4. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
5. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
6. System Informasi (Information System)
7. Anggaran (Budgeting)
8. Akuntansi Pemerintahan (Govermental Accounting)
9. Akrual Basis dan Kas Basis
10. Akuntan Internal dan Akuntan Eksternal
11. Akuntansi Proyek (Project Accounting)
.


Download Sejarah Perkembangan Teori Akuntansi.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Sejarah Perkembangan Teori Akuntansi. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon