September 11, 2016

Perkembangan Kelembagaan Akuntansi


Judul: Perkembangan Kelembagaan Akuntansi
Penulis: Yani Zulvina


TUGAS TEORI AKUNTANSI
"Aspek kelembagaan dalam pengembangan akuntansi"

KELOMPOK 2 :
1.FARIZ HERMAWAN (1102113078)
2. VINA HANDAYANI (1102136320)
3. WIELDA PERMATA SARI (1102136127)
4. YANI ZULVINA (1102113292)
5. YESSICA SHOVYA (1102112988)
Kata Pengantar

Alhamdulillah, dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya telah memberikan petunjuk, kesehatan, kesempatan, dan kekuatan kepada penulis sehingga dapat menyajikan Makalah yang berjudul "Aspek Kelembagaan dalam Pengembangan Akuntansi". Di dalam tulisan ini, disajikan pokok – pokok bahasan yang disusun sebagai bahan penuntun atau pegangan mahasiswa dengan materi yang telah disesuaikan khususnya mata kuliah "Teori Akuntansi". Harapan penulis bahwa makalah ini dapat membantu para mahasiswa dan tim pengajar dalam kegiatan perkuliahan.
Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Emrinaldi Nur DP, S.E., M.Si., Ak. selaku dosen mata kuliah Teori Akuntansi atas bimbingan dan pengarahannya selama penyusunan makalah ini serta pihak – pihak yang telah membantu dan tidak dapat disebutkan satu per satu. Disadari bahwa dengan kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki penulis, walaupun telah dikerahkan segala kemampuan untuk lebih teliti, tetapi masih dirasakan banyak kekurangtepatan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar tulisan ini bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Pekanbaru,      September 2013

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG MASALAH

Salah satu sarana penunjang yang diperlukan oleh suatu perusahaan atau suatu unit ekonomi adalah standar akuntansi yang memungkinkan terlaksananya sistem informasi manajemen dengan baik. Standar akuntansi dapat dipergunakan sebagai pedoman dalam menyusun laporan keuangan yang layak serta memiliki daya banding sehingga dapat menyajikan informasi yang bernilai bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Standar akuntansi merupakan landasan atau petunjuk bagi mereka untuk melakukan praktek atau kegiatan di bidang akuntansi, agar laporan keuangan lebih berguna dan tidak menyesatkan. Hal ini diperjelas oleh Ikatan Akuntansi Indonesia dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) sebagai pedoman pokok penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan, dana pensiun dan unit ekonomi lainnya adalah sangat penting, agar laporan keuangan lebih berguna, dapat dimengerti dan dapat diperbandingkan serta tidak menyesatkan.
Oleh karena itu, maka standar akuntansi merupakan suatu pedoman yang wajib ditaati bagi mereka yang melakukan kegiatan di bidang akuntansi, dalam rangka penyusunan laporan keuangan. Tetapi perlu diingat bahwa Standar Akuntansi Keuangan sebagai suatu pedoman yang diikuti kebiasaan tentulah bukan merupakan pedoman yang sifatnya universal dan berlaku mutlak sesuai keadaan, waktu dan tempat. Standar Akuntansi Keuangan dalam perkembangannnya tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktor lain, misalnya pandangan para ahli di bidang akuntansi, perkembangan politik dan ekonomi, peraturan pemerintah dan faktor-faktor lainnya.
Dengan demikian, maka yang perlu diketahui dari Standar Akuntansi tersebut adalah pedoman dan petunjuk apakah yang dapat diberikan oleh Standar Akuntansi tersebut? Standar Akuntansi dapat memberikan petunjuk tentang bagaimanakah caranya sumber-sumber ekonomi yang ditimbulkannya dicatat sebagai "harta" dan "kewajiban". Jika terjadi perubahan atas harta dan kewajiban itu bagaimanakah cara mencatatnya, kapan perubahan tersebut dicatat serta bagaimanakah cara mengukurnya, informasi apa saja yang perlu diungkapkan dan bagaimana cara mengungkapkannya dan sebagainya.
BAB II
PEMBAHASAN
ASPEK KELEMBAGAAN DALAM PENGEMBANGAN AKUNTANSI
PENYUSUNAN STANDARD AKUNTANSI DI AMERIKA
Adapun pihak yang ikut serta menyusun standar akuntansi di Amerika adalah :
Kantor akuntan besar yang dikenal dengan big 8
American institute of certified public accountants (AICPA)-Akuntan publik
Financial Accounting Standard Board (FASB)-Lembaga penyusun standar akuntansi
Govermental Accounting Standard Board (GASB)-Lembaga penyusunan akuntansi untuk pemerintah
Securities and Exchange Commission (SEC)-Badan pengawas pasar modal
American Accounting Association (AAA) – Organisasi akademisi
Financial Executives Institute (FEI) – Para eksekutif Keuangan
The Institute of Management Accounting – Organisasi Akuntan Manajemen
Kantor Akuntan Big Eight (Big 8)
Pengaruh prinsipil yang disarankan oleh Big 8 ini sangat banyak dalam perkembangan akuntansi secara keseluruhan. Big 8 ini merupakan kantor akuntan besar, ke delapan kantor akuntan tersebut adalah :
Arthur Anderson &Co.
Arthur Young & Co.
Coopers and Lybrand
Ernst and Whinney
Price Waterhouse & Co.
Deloitte, Haskins and Sells
Peat Marwick,Mitchell & Co
Touche Ross & Co
Pada tahun terakhir ini dari beberapa kantor akuntan ini sudah melakukan merger sehingga sekarang dikenal big 5 yang terdiri dari :
Arthur Anderson
Deloitte & Touche
KPMG
Ernst & Young
Pricewaterhouse
Karena Arthur Anderson bubar akibat kasusu Enron,saat ini hanya big 4 menjdi sebagai berikut :
Deloitte & Touche
Ernst & Young
KPMG
Pricewaterhouse Coopers
Financial Accounting Standard Board (FASB)
Pada tahun 1930 AICPA menunjuk TIM yang bekerja sama dengan SEC dan terbentuklah sebuah komite yang disebut Committee on Accounting Procedures yang anggotanya terdiri dari praktisi di bidang Akuntan publik.komite ini selama masa kerjanya mengeluarkan 51 Accounting Reserch Bulletins (ARB) dari tahun 1939 sampai tahun 1959.
Pada tahun 1971 karena kekhawatiran akan campur tangan pemerintah terhadap penyusunan standar akuntansi,AICPA menunjuk Wheat Committee yang membubarkan APB dan membentuk FAF (Financial Accounting Foundation) serta membawahi FASB,FASAC (Financial Accounting Standards Advisory Council).FASB dibandingan dengan dengan APB mempunyai perbedaan sebagai berikut.
Anggota berjumlah 7 orang sedangkan dulu 18 sampai dengan 21 orang
Status anggota adalah full time
Posisinya lebih otonom
Kedudukannya lebih independen
Badan ini diwakili lebih luas dari kelompok profesi dan bisnis
Pronouncement (pengumuman hasil kerja) yang dikeluarkan FASB mencangkum standar dan konsep akuntansi yang dikeluarkan berupa:
Standard & Interpretation
Financial Accounting Concept
Technical Bulletins
Sebelum dikeluarkan FASB mengeluarkan statement ini biasanya ditempuh prosedur sebagai berikut:
Merumuskan "masalah" dan dimuat dalam agenda Dewan.
Membentuk task force yang beranggotakan para ahli dan praktisi yang akan mempelajari literatur dan selanjutnya disusun rumusan dalam bentuk discussion memorandum yang menjelaskan standar yang berkaitan dengan masalah akuntansi yang dirumuskan.
Memorandum ini dibagikan kepada umum untuk dibahas selama enam puluh hari.
Memorandum ini dibagikan kepada para ahli yang diundang untuk mendiskusikannya baik lisan atau pun tertulis dalam bentuk "hearing terbuka."
Berdasarkan hasil diskusi itu dan tanggapan-tanggapan dari penanggap maka FASB mengeluarkan apa yang disebut "exposure draft" dari FASB statement termasuk saran-saran untuk akuntansi keuangan dan pelaporan.
Exposure draft ini dibagikan kepada umum khususnya profesi akuntansi dan bisnis untuk dibahas selama tiga puluh hari.
Setelah input diterima dan dianalisis dan dibuka public hearing kedua untuk membahas exposure draft, maka dikeluarkanlah sikap FASB yang mungkin berupa:
Menerima draft tadi sebagai standar akuntansi yang berlaku. Statement of financial Accounting Standards (SFAS).
Menyarankan revisi atas draft dan seterusnya prosedur tadi diulang lagi
Menunda menerbitkan standar akuntansi dan permasalahan tersebut.
Tidak mengeluarkan standar akuntansi dan menghapus permasalahan tersebut dari agenda.
Securities and Exchange Commision (SEC)
SEC sebagai lembaga yang mengatur mengenai pasar modal d USA dibentuk tahun 1934. Lemaga ini bertanggung jawab untuk mengatur dan menyusun undang-undang tentang bursa efek dan menjamin bahwa laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan yang go public disajikan secara layak dan full disclosure.
Beberapa ciri dan peraturan SEC yang agak berbeda dengan yang lazim digunakan adalah sebagai berikut.
Regulation S-X
Accounting Series Release
SEC Decision dan Reports (Keputusan dan Laporan SEC)
The SEC Annual Report (Laporan Tahunan SEC)
Pidato, Makalah, Pimpinan dan staf SEC
The American Accounting Association (AAA)
The AAA adalah organisasi akuntan yang berkiprah dibidang akademik seperti profesor, dosen, peneliti, staf, pengajar atau orang yang mempunyai perhatian terhadap pengembangan teori dan praktik akuntansi. AAA juga melakukan kegiatan seminar, pertemuan, simposium, penelitian dan lain-lain secara periodik untuk membahas bidang akuntansi.
Adapun upaya AAA dalam pengembangan standar akuntansi maupun kerangka teoritisnya adalah sebagai berikut :
Pada tahun 1936 AAA menerbitkan hasil penelitian tentang A Tentative Statement of Accounting Principles Underlying Corporate Financial Statement. Penerbitan ini telah direvisi pada tahun 1941, 1948, 1950, 1954, 1957, dan 1964.
Pada tahun 1940 melalui karya WA Paton dan AC Littleton yang bekerja dibawah naungan AAA telah menerbitkan: An Introducing to Corporate Accounting Standards.
Pada tahun 1964 melalui karya Louis Golberg, AAA menerbitkan An Inquiry Into The Nature of Accounting.
Pada tahun 1966 AAA menerbitkan A Statement of Basic Acoounting Theory.
Pada tahun 1977 AAA Menerbitkan A Statement on Accounting Theory and Theory Acceptance (ASOATTA).
PCAOB
PCAOB (Public Community Accounting Oversight Board) adalah lembaga baru yang lahir dari UU Sarbanes Oxley Act (SOA) atau UU Pertanggungjawaban Perusahaan Publik. Fungsi PCAOB ini disamping melakukan pengawasan menyeluruh terhadap perusahaan yang mendaftar di pasar modal atau dikenal perusahaan publik disamping pengawasan yang dilakukan SEC (Securities Exchange Commission) juga mengeluarkan berbagai aturan yang harus diikuti perusahaan publik termasuk standar akuntansi dan ketentuan penyajian laporan keuangan.
Organisasi/Badan Lain
Sebenarnya banyak lagi badan atau organisasi yang mempunyai peranan langsung atau tidak langsung terhadap perumusan standar akuntansi. Di bawah ini beberapa contohnya :
"The National Association of Accountant" yang sekarang sudah berganti nama menjadi The Institute of Management Accountant (IMA) merupakan organisasi profesi yang menggabungkan para akuntan manajemen di USA. Organisasi ini menertbitkan majalah bulanan yang memuat artikel – artikel tentang akuntansi yang bernama Management Accounting.
The Cost Accounting Standard Board (CASB).
The Financial Executive Institute (FEI).
Intenational Accounting Standard Committe (IASC).
Badan – badan/ organisasi luar negeri lainnya.
International Accounting Standard Committee (IASC) sekarang mengeluarkan standar bernama IFRS (International Financial Reporting Standard)
Secara internasional profesi akuntan memiliki organisasi yang disebut dengan International Federation of Accountant. IFAC ini memiliki badan khusus yang mengeluarkan standar akuntansi yang disebut dengan IASC (International Accounting Standard Committee). IASC dikuasai pemikiran Eropa dan bermarkas di London dan biasanya dalam beberapa hal, IASC ini selalu menjadi pesaing FASB USA.
Pemakai Laporan Keuangan
Laporan keuangan yang disusun menurut standar akuntansi dibaca dan dipergunakan oleh pihak – pihak yang menggunakannya. Mereka ini dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Pemakai langsung yang termasuk dalam kelompok ini adalah :
Pemilik perusahaan
Kreditor
Pemasok (supplier)
Manajemen
Fiskus (pajak)
Pegawai/karyawan perusahaan
Langganan
Pemakai tidak langsung yang termasuk kelompok ini :
Konsultan dan analisis laporan keuangan
Bursa efek
Penasihat hukum
Badan pemerintah terkait
Penerbitan-penerbitan/majalah/bulletin/jurnal keuangan
Perusahaan konsultan/pusat – pusat data bisnis
Asosiasi pengusaha/kadin
Serikat perkerja
Para pesaing
Masyarakat umun
Kedua kelompok pemakai ini memiliki kepentingan yang berbeda dan bahkan sering bertentang. Kelompok pemakai ini apabila bersedia mengungkapkan rersponsnya terhadap suatu laporan keuangan maka akan muncul bahan – bahan penting dalam pembahasan dan analisis terhadap standar akuntansi yang berlaku akan dapat terus – menerus atau yang belum diatur sehingga standar akuntansi yang berlaku akan dapat terus – menerus up to date sesuai dengan keinginan sebagian besar para pemakainya.
Ada tiga jenis lapoan keuangan, yaitu sebagai berikut :
Laporan keuangan general purpose, yaitu laporan keuangan yang disajikan untuk kepentingan umum, tanpa membedakan satu pihak dengan pihak lain.
Laporan keuangan specific purpose, yaitu laporan keuangan yang disajikan untuk kepentingan pihak tertentu pula.
Different disclosure artinya angka – angka laporan keuangan itu disajikan untuk pihak – pihak tertentu, angka ini untuk pihak ini, angka itu untuk pihak itu. Jadi pihak tertentu disajikan laporan tertentu.

PERKEMBANGAN STANDAR AKUNTANSI DI AMERIKA SERIKAT
PERIODE SEBELUM 1930
Tahun 1886  :      didirikan American Association of Public Accountants dengan anggota 10 orang
Tahun 1896        AAPA bersama The Institute of Bookkeepers and Accountant berhasil menerbitkan sertifikat profesi 'Certified Public Accountants' di New York
Tahun 1905        AAPA mulai menerbitkan The Journal of Accountancy (terbit sampai sekarang)
Tahun 1913        31 negara bagian menyetujui sertifikat profesi 'Certified Public Accountants', walaupun terkadang terdapat ketidakseragaman dalam persyaratan
Kongres mengeluarkan Income Tax Law
Tahun 1915        AAPA membentuk komite yang bertugas merumuskan istilah-istilah akuntansi yang diadopsi dari The Journal of Accountancy (hasilnya dipublikasikan dalam buku setebal 126 halaman tahun 1931)
Tahun 1916        didirikan The American Institute of Accountants (AIA) sebagai kelanjutan dari pendirian AAPA.
AIA didirikan sebagai  organisasi Akuntan tingkat Nasional (bukan sebagai pengganti organisasi di Negara-negara bagian
Tujuan pembentukan AIA adalah menciptakan keseragaman dan standarisasi kualifikasi dan syarat keanggotaan. (AIA berganti nama menjadi AICPA tahun 1957)
Tahun 1918       AIA bekerja sama dengan Federal Trade Commission menerbitkan 'Approved Methods for the Preparation of Balanced Statement'. Dokumennya dipublikasikan dalam Federal Reserve Bulettin dan dijadikan standar minimum dalam melakukan audit terhadap neraca
Tahun 1921       didirikan The American Society of Certified Public Accountants, yang memfokuskan pada konsolidasi Negara-negara bagian. Sedangkan AIA focus pada penyatuan pandangan nasional untuk ujian dan kualifikasi
Selama persaingan antara AIA dengan ASCPA, AIA lebih mengendalikan materi peraturan teknis
Tahun 1929       dilakukan revisi terhadap 'Approved Methods for the Preparation of Balanced Statement' di bawah arahan umum Federal Reserve Board
Tahun 1936       AIA dan ASCPA bergabung dengan menggunakan nama AIA atas desakan New York State Society
Faktor-faktor yang mendorong tingginya permintaan audit :
Great Depression (1929)
Terpilihnya Franklin sebagai Presiden (1932)
Diundangkannya  New Deal Legaslation
PERIODE PEMBENTUKAN (1930-1946)
Periode ini adalah periode paling berpengaruh dalam praktik akuntansi di AS.
Sebagai akibat dari crah di pasar modal th 1929 (market carsh) periode 1930samapi 1946 memiliki pengaruh signifikan di dalam praktek akuntansi diamerika. Usaha pertama pengembangan standar akuntansi di mulai denganadanya persetujuan antara (AICPA) dan (NYSE) untuk mengembangkanberbagai praktek akuntansi yang berbeda.
NYSE/AICPA AGREEMENT
1930    AICPA memulai kerja sama dengan NYSE untuk mempersiapkan penyusunan dokumen dalam pengembangan aturan akuntansi, khususnya pengembangan prinsip akuntansi bagi perusahaan yang terdaftar di NYSE, karena banyak perusahaan tidak mengungkapkan praktik akuntansi.
Awalnya AICPA mengusulkan 2 pendekatan
a.   pendidikan bagi pemakai yang dihubungkan dengan keterbatasan laporan keuangan
b.   perbaikan laporan agar lebih informatif
akhirnya AICPA mengusulkan
praktek akan lebih banyak diserahkan pada perusahaan untuk memilih metode akuntansi, dengan batas yang luas, tetapi harus mengungkapkan metode yang digunakan dan djalankan secara konsisten dari tahun ke tahun. Dengan batasan yang cukup luas, relatif tidak penting bagi investor yang konvensi/aturan prakteknya diadopsi oleh perusahaan dalam pelaporan earningnya,jika mengetahui metode akan dipakai setiap tahun
22 Sept 1932    NYSE menyetujui draft 'Five Broad Accounting Principles' yang disusun AICPA. Draft ini merupakan usaha formal pertama untuk mengembangkan 'General Accepted Accounting Principles'. Lima prinsip pertama Accepted Principles of Accounting dimuat dalam Chapter 1 Accounting Research Bullettn (ARB) 43
PEMBENTUKAN THE SECURITIES AND EXCHANGE COMMISSION (SEC)
Tahun 1934     SEC dibentuk oleh Kongres dengan tujuan;
Mengeksekusi the Securities Act of 1933 (mengatur masalah sekuritas antar negara bagian) dan The Securities and Exchange Act 1934 (berhubungan dengan perdagangan sekuritas).
Keduanya memberi otoritas pada SEC untuk menentukan bentuk dan isi Laporan Keuangan
Pada awalnya SEC diizinkan oleh profesi akuntansi untuk menyusun prinsip akuntansi, tanpa intervensi.
Statemen yang dibuat SEC tahun 1937 dan 1938 diindikasikan telah menumbuhkan ketidaksabaran terhadap profesi. Komisioner SEC menegur the American Accounting Association dan menyatakan SEC sebagai badan yang mempunyai otoritas memperbaiki dan menjaga standar
25 April 1938     SEC menerbitkan Accounting Series Release (ASR) No.4
dalam beberapa kasus dimana LK disiapkan sesuai dengan prinsip akuntansi selama tidak ada dukungan otoritas yang penting seperti LK diduga akan misleading atau tidak akurat, meskipun pengungkapan isi dalam surat keterangan akuntan atau footnote menyatakan hal yang material.  Dalam hal dimana tidak ada perbedaaan pendapat antara komisi dan registrasi seperti dalam prinsip akuntansi. Pengungkapan akan diterima sebagai pengganti koreksi LK akuntansi itu sendiri hanya jika masalahnya berhubungan dengan adanya dukungan otoritas yang penting untuk prakyik diikuti oleh registrasi dan posisi komisi sebelumnya belum diungkapkan dalam aturan atau peraturan dan pernyataan resmi komisi termasuk opini ketua akuntan
COMMITTEE ON ACCOUNTING PROCEDURE (1936-1946)
Tahun 1933     AICPA membentuk the Special Committee on Development of Accounting Principles (SCDAP), tapi sedikit melaksanakan tugas
Tahun 1934     Committee on Accounting Procedure (CAP) dibentuk menggantikan SCDAP.
Sampai dengan tahun 1938 CAP tidak aktif
Berdasarkan kebijakan SEC dalam ASR No. 4, jumlah anggota CAP ditambah dari 7 menjadi 21 orang, sehingga lebih aktif
Pada awalnya CAP ingin mengembangkan sebuah pernyataan yang komprehensif dari prinsip akuntansi yang menjadi panduan umum untuk memecahkan masalah praktik yang spesifik
Karena diperkirakan akan memakan waktu 5 tahun akhirnya diputuskan untuk mengadopsi suatu kebijakan pemecahan masalah spesifik dan merekomendasikan metode akuntansi sewaktu-waktu
Tahun 1939    CAP merespon ASR No.4 dengan mengeluarkan Penyataan Akuntansi yang memiliki 'Substantial Authoritative Support'. Selama 2 tahun (1938-1939) CAP menerbitkan 12 Accounting Research Bulletins (ARBs).
CAP menggunakan pendekatan induktif dalam merumuskan aturan akuntansi, sementara AAA lebih menyukai pendekatan deduktif
Periode Pertumbuhan
tidak menghasilkan sekumpulan prinsip akuntansi yang komprehensif
memberikan 2 kontribusi
memperbaiki secara signifikan ketidakseragaman dalam praktik akuntansi
kesungguhan sektor swasta sebagai sumber pembuatan kebijakan akuntansi di AS
Selama Perang Dunia II
CAP membahas khusus masalah akuntansi yang melibatkan transaksi perang
Januari 1942-September 1946 diterbitkan 13 ARBs
7 berhubungan dengan perang
3 berhubungan dengan terminologi
PERIODE PASCAPERANG (1946-1959)
Tahun 1940                   4 juta pemegang saham
Tahun 1952                   7 juta pemegang saham
Tahun 1962                   17 juta pemegang saham
Masalah utama adalah comparability (keseragaman) laporan earning antar perusahaan berbeda
ARB 32 DAN SEC
Selama 1946-1953 CAP berhasil menerbitkan 18 ARB
Tetapi gagal memberikan rekomendasi positif untuk praktik akuntansi yang umum
Banyak praktik akuntansi alternatif berjalan karena tidak ada teori akuntansi pokok.
Situasi ini memicu konflik antara CAP san SEC
Terutama masalah All Inclusive Income Statement vs Current Operating
Menurut CAP
Pemakaian Current Opearting akan mempertinggi comparability untuk beberapa tahun.
Extraordinary gains and losses tidak termasuk net income dalam current operating performance concept (direkomendasikan dalam ARB 32)
Tahun 1950  SEC mengusulkan amandemen regulasi S-X yang menggunakan all inclusive concept
Terjadi kompromi antara SEC dan CAP berkenaan dengan ARB 3 dengan meletakkan extraordinary items (special items) menjadi item terakhir dalam LK
THE PRICE-LEVEL PROBLEM
Akhir 1953      fokus akuntan pada akuntansi pada kondisi perubahan tingkat harga
Perdebatan tingkat harga berhubungan dengan beban depresiasi
Beban depresiasi didasarkan pada historical cost, tidak akurat mengukur pengurangan nilai aktiva tetap pada current purchasing, yang mengakibatkan net income dilaporkan overstatement
Perdebatan ini memakan waktu dan akhirnya perhatian diarahkan pada pengembangan Standar Akuntansi Keuangan
Tahun Penutupan CAP
Tahun 1957-1959 adalah masa transisi pengembangan SAK di AS, ditandai dengan Praktisi keuangan dan akuntansi pada UKM merasa tidak terakomodasi pendapatnya dalam ARB.
CAP terlalu lamban dalam menekankan isu dan menolak posisi yang tidak popular pada topik-topik yang kontroversial
Leonard Spacek (partner Arthur Andersen)
Profesi akuntan akan beresiko sampai terbentuknya frameork
Premis accepted accounting principles
Prinsip akuntansi yang 'bertemu' dengan premis
Forum terbuka dimana prinsip akuntansi dapat ditentukan
Tahun 1957 AAA menerbitkan pernyataan, konsep dan defenisi dengan pendekatan deduktif
Panitia hanya berhasilkan membuat aturan, tanpa pengembangan yang fundamental pada prinsip-prinsip akuntansi keuangan
Munculnya pendekatan baru
Tahun 1957 Alvin R. Jennings mengusulkan percepatan pengembangan prinsip akuntansi, dengan
Reorganisasi AICPA
Pentingnya menggunakan riset
Alvin R. Jennings mengirim suara bersejarah pada 1957 di Pertemuan tahunan AICPA. Ia mengusulkan suatu reorganisasi AICPA untuk mempercepat pengembangan prinsip-prinsip akuntansi. Jennings menekankan kebutuhan akan riset sebagai bagian dari proses ini. Dengan kata lain, ia menuntut suatu pendekatan konseptual untuk menggantikan sedikit demi sedikit metode yang telah diikuti selama 20 tahun oleh CAP. Profesi Akuntan menyiapkan diri untuk mempertimbangkan Pendekatan baru Jenning. AICPA menyediakan suatu Panitia Khusus atas Program Riset, yang menyelesaikan laporannya kurang dari satu tahun. Laporan ini menjadi "akte pendirian"  untuk Dewan Prinsip-Prinsip Akuntansi (APB) dan Divisi Riset Akuntansi. Laporan menekankan pentingnya riset dalam menetapkan standard akuntansi keuangan:
AICPA membentuk Special Committee on Research Programme (SCRP)
Laporan SCRP menjadi 'Articles of Incorporation' untuk Accounting Principles Board (APB) dan Accounting Research Division
Selama keberadaannya, CAP menerbitkan 51 ARBs (ARB 43 merupakan revisi dari ARB 42)
Sebagian besar ARB 43 masih digunakan sampai sekarang
ARBs diakui memiliki otoritas dan pengaruh pada praktik akuntansi
PERIODE MODERN (1959-SEKARANG)
Hasil riset Divisi Riset dipublikasikan dalam Accounting Research Studies (ARS)
2 publikasi pertama adalah
dalili-dalil dasar akuntansi
kumpulan prinsip akuntansi yang lebih baik
APB terdiri dari 18-21 anggota (semua anggota AICPA) mewakili KAP besar dan kecil, akademisi dan industri, berharap APB's Opinion didasarkan pada hasil studi divisi riset
Early Years of the APB
Ditandai dengan kegagalan dan keragu-raguan
Studi riset tidak diterima oleh profesi dan kontroversi pajak investasi merupakan tantangan serius bagi KAP besar
ARS's 1 dan 3
ARS 1 'the Basic Postulates of Accounting' karya Maurice Moonitz dipublikasikan tahun 1961, awalnya tidak mendapatkan reaksi yang baik, baik dari APB maupun dari profesi secara umum
ARS 3 'A Tentative Set of Broad Accounting Principles for Business Enterprises' karya Robert Sprouse dan Moonitz terbit 1962 dan mendapat banyak kritikan
Komentar APB dalam APB Statemen 1
Dewan meyakini bahwa studi 1 dan 3 adalah kontribusi yang bernilai bagi pemikiran akuntansi yang berbeda secara radikal dengan GAAP yang ada sekarang yang dapat diterima saat ini.
Kredit Pajak Investasi
November 1962 dikeluarkan APB Opinion 2 yang menguraikan kredit pajak investasi yang disebabkan masalah lain.
Terdapat 2 pendapat yang berbeda dalam perhitungan ITC
metode flow-through
mengakui keuntungan pajak pada tahun penerimaaanya
metode deferral
mengakui keuntungan pajak sepanjang umur aktiva terkait
APB Opinion 2 memutuskan menggunakan metode deferral, akibatnya 3 KAP besar tidak mengharuskan kliennya mengikuti opini tersebut
Januari 1963 SEC mengeluarkan ASR 96 yang mengizinkan menggunakan metode flow-through atau metode deferral
Akhirnya APB menerbitkan APB Opinion no. 4 yang membolehkan penggunaan kedua metode di atas
Akhir tahun 1964 Dewan AICPA mengumumkan wewenang APB kembali yang dinyatakan dalam Apendiks pada APB Opinion no. 6 dengan suara bulat disetujui bahwa kebiasaan dari APB Opinion harus diungkapkan dalam LK yang diaudit oleh anggota AICPA. Jika akuntan independen menyimpulkan bahwa metode yang digunakan mempunyai pendukung otoritas yang substantif, meskipun tidak mengandung prinsip akuntansi tertentu diungkapkan dalam catatan atau laporan auditor
Jika memungkinkan auditor harus mengungkapkan dampak dari kebiasaan tersebut
Jika prinsip yang digunakan tidak didukung oleh otoritas yang substantif, maka kualifikasi auditor adalah adverse atau disclaimer
Periode 1965-1967
APB menerbitkan 7 opini
ARS 8 ; Accounting for the Cost of Pension Plan oleh Ernest L. Hicks mereview argumentasi alternatif akuntansi yang berbeda dan masalah praktiknya
APB Opinion no. 8 menggunakan riset ini sebagai dokumen sumber dan merupakan aplikasi nyata yang pertama dari two-pronge approach
APB Opinion no.9 menguraikan extraordinary items dan earning per share
Opini menghapus perbedaan dalam praktik sehubungan dengan extraordinary items. Juga sebagai persetujuan terhadap all inclusive concept of income statement
ARS 9 ; Interperiod Allocation of  Corporate of Income Taxes karya Homer Black dipakai sebagai sumber informasi dalam pertimbangan
Meskipun kontroversial, APB no.11 mengharuskan alokasi pajak penghasilan secara komprehensif, secara signifikan telah membatasi prosedur-prosedur alternatif dalam praktik
ARS 7 DAN APB STATEMENT NO.4
ARS 1 dan 3 tidak diterima kalangan akuntan, diterbitkan ARS 7 'Inventory of GAAP for Business Enterprises' oleh Paul Grady
Dengan dasar ARS 7 tahun 1970 dikeluarkan APB Statement no.4 'Basic Conscept and Accounting Principles Underlying Financial Statement of Business Enterprises' dengan tujuan
sebagai dasar untuk mengevaluasi penyajian praktik akuntansi, membantu memecahkan masalah akuntansi dan memandu pengembangan akuntansi keuangan pada masa yang akan datang
meningkatkan pemahaman terhadap tujuan akuntansi keuangan, sifat dari proses dan kekuatan yang membentuknya dan keterbatasan laporan keuangan dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan
APB gagal dalam tanggung jawabnya untuk menyusun keempat postulat dan prinsip akuntansi yang lebih luas
Terdapat 2 kritikan terhadap penyusunan standar
Opini terlalu terbatas dan prosesnya terlalu lambat
Masalah penggabungan badan usaha terlalu lama akibat banyaknya tekanan dari pihak yang kurang tepat
Kritik tersebut ditanggapi dengan melanjutkan ke Financial Accounting Standards Board (FASB) pada tahun 1971
Kontroversi Penggabungan Usaha dan Goodwill
ARS 5    'Critical Studi of Accounting for Business Combinations' oleh Arthur Wyatt (tahun 1963)
ARS 10  'Accounting for Goodwill' oleh George Catlett dan Norman Olson (tahun 1968)
Kedua ARS di atas menyimpulkan adanya perbedaan dengan prinsip akuntansi yang ada
ARS 5 menyimpulkan bahwa
akuntansi 'polling of interest' harus dihentikan
tentang goodwill
masanya harus dibatasi dan diamortisasi secara periodik
tidak dibatasi
ARS 10 menyimpulkan bahwa
Goodwill tidak dapat dikatakan sebagai asset, karenanya harus segera dikurangkan dari ekuitas pemegang saham pada saat diselesaikannya penggabungan
Juli 1969          draft awal opini mengusulkan 'polling of interest' dihapuskan dan goodwoll diamortisasi maksimal 40 tahun
Februari 1970  mengizinkan 'polling of interest' (jika tes 3 ke 1 terpenuhi) dan goodwoll diamortisasi maksimal 40 tahun
Juni 1970          mengizinkan 'polling of interest' (jika tes 9 ke 1 terpenuhi) dan goodwoll diamortisasi maksimal 40 tahun
Juli 1970          draft dipecah 2
1.  APB no. 16 tentang penggabungan usaha menghapus test untuk 12 ke 6
2.  APB no, 17 tentang goodwill, diamortisasi maksimal 40 tahun, melewati 13 ke 5
April 1971 AICPA membentuk 2 kelompok
kelompok studi yang menetapkan prinsip-prinsip akuntansi, diketuai Francis M. Wheat
kelompok studi yang tujuan LK diketuai Robert M. Trueblood
LAPORAN KELOMPOK WHEAT
Maret 1972, merekomendasikan
Pendirian Financial Accounting Foundation, dengan 9 wakil bertugas memilih anggota FASB dan mengumpulkan dana operasional
Pendirian FASB, dengan 7 anggota full-time dan bertugas menetapkan standar laporan keuangan
Pendirian Financial Accounting Standards Advisory Council, dengan 20 anggota, dengan tugas berkonsultasi dengan FASB untuk menetapkan prioritas dan tugas untuk menanggapi usulan standar
Rekomendasi diterima AICPA Juni 1972 dan FASB berdiri 1 Juli 1973
LAPORAN KELOMPOK TRUEBLOOD
Sampai dengan Oktober 1973, Kelompok Trueblood tidak melengkapi laporannya, hanya mengidentifikasi beberapa tujuan tanpa membuat usulan implementasi
FASB mempertimbangkan Laporan Trueblood dalam proyek Conceptual Framework
FASB
Memiliki divisi riset yang mernetapkan dan melaporkan SAK dengan efesien dan lengkap Tidak diharuskan menetapkan postulat dan prinsip akuntansi sebagai kerangka dasar
Pernyataan FASB lebih teliti dari CAP atau APB
Membuat proyek Conseptual Frameork sebagai konstitusi dalam penyusunan standar
MEKANISME OPERASI FASB
Prosedur Penyusunan Standar
Identifikasi masalah (dengan membentuk tim kerja yang membuat nota identifikasi isu dan alternatif solusinya dan disampaikan pada pihak yang berkepentingan
Public hearing dengan pihak terkait untuk memberi masukan pada Dewan
Mengeluarkan draft awal dan meminta komentar tertulis
Penetapan draft akhir
Proses penetapan standar tidak gampang
Misalnya penetapan SFAS 115 tentang akuntansi surat berharga
Menurut Johnson & Sweiringa terdapat 3 masalah
Bagaimana surat berharga di-akuntansikan
Ruang lingkup surat berharga yang harus dibuat standarnya
Apakah lembaga keuangan akan mengikuti standar
Menurut Kinney
Proses FASB yang dikembangkan 1970 tidak mampu menghadapi lingkungan yang lebih kompleks pasca 1990, misalnya globalisasi pasar uang, komunikasi virtual, deregulasi yang membuat lembaga keuangan semakin kompetitif, teknologi informasi yang mampu menilai resiko asset dan hutang
Lingkungan yang kompleks akan berpengaruh pada LK, misalnya ukuran non finansial bisa lebih relevan mempengaruhi harga saham
Isu bagaimana conceptual framework beradaptasi dengan munculnya bisnis baru
PENILAIAN TERHADAP FASB
Hasil evaluasi terhadap FASB oleh Dewan Perwakilan FAF
Proses penetapan standar akuntansi yang baru membutuhkan pertimbangan mendalam dari seluruh unsur pemakai
Proses membutuhkan penilaian unjtuk memperkirakan dampak yang mungkin timbul dari standar yang diusulkan
Keberhasilan sebuah standar tidak ditentukan oleh penyusun, tetapi harus diasimilasikan dengan pemakai
Proses asimilasi membutuhkan pendidikan untuk memperlihatkan nilai-nilai dalam standar yang diajukan
FASB menghasilkan 135 PSAK yang disebut Gerakan Pembersihan Neraca
Menghasilkan neraca yang lebih konservatif
Antara tahun 1978 dan 1985 mengeluarkan 6 Pernyataan Konsep Akuntansi Keuangan (SFAC)
Usaha Mengikis Kekuatan FASB
AICPA (pada tahun 1972) membentuk Accounting Standards Executive Committee (AcSEC) sebagai penghubung antara FASB dengan AICPA bertugas merespon nota diskusi, memimnta komentar dan membuat usulan draft awal untuk FASB
AcSEC mempunyai 2 publikasi
Statement of Position (SOP)
Industry Accounting Guides (Guides)
Emerging Issues Task Force
Dibentuk tahun 1984 dengan fokus
Persoalan teknis seperti instumen keuangan yang mempengaruhi perusahaan
Persoalan khusus institusi keuangan
Penyusunan Standar Akuntansi di Indonesia
Proses penyusunan standar akuntansi yang baik harus memiliki lima tahapan (ADB 2003) :
Design – aspek khusus akuntansi tertentu diidentifikasi dan diteliti dan exposure draft disiapkan
Approval – draft tersebut direview dan jika layak akan disetujui sebagai standar.
Education – penjelasan kepada penyusun dan pemakai laporan keuangan tentang pengaruh dan implementasi standar yang baru
Implementation – ketentuan dalam standar terebut diaplikasikan dalam perusahaan.
Enforcement – pengawasan dan pemberian sanksi bagi yang tidak menerapkan.
Penyusunan standar akuntansi Indonesia pada dasarnya mengacu pada model Amerika dengan sedikit modifikasi.
Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi akuntan yang juga merupakan badan yang menyusun standar akuntansi keuangan di Indonesia. Organisasi profesi ini terus berusaha menanggapi perkembangan akuntansi keuangan yang terjadi baik tingkat nasional, regional maupun global, khususnya yang mempengaruhi dunia usaha dan profesi akuntansi sendiri. Pengembangan standar akuntansi keuangan sejak berdirinya IAI pada tahun 1957 hingga kini pengembangan standar akuntansi ini dilakukan secara terus – menerus, pada tahun 1973 terbentuk Panitia Penghimpun Bahan – bahan dan Struktur GAAP dan GAAS. Kemudian pada tahun 1974 dibentuk Komite Prinsip Akuntansi Indonesia (Komite PAI) yang bertugas menyusun standar keuangan. Komite PAI telah bertugas selama empat periode kepengurusan IAI sejak tahun 1974 hingga 1994 dengan susunan personel yang terus diperbarui. Selanjutnya, pada periode kepengurusan IAI tahun 1994-1998 nama Komite PAI diubah menjadi Komite Standar Akuntansi Keuangan (Komite SAK), kemudian pada kongres VIII, tanggal 24-24 September 1998 di Jakarta, Komite SAK diubah menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan untuk masa bakti 1998-2000 dan diberikan otonomi untuk menyusun dan mengesahkan PSAK.
Sejak IAI berdiri telah dihasilkan tiga standar akuntansi keuangan sebagai berikut :
Pada tahun 1973 untuk pertama kali IAI menerbitkan suatu buku Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) yang sebagian besar merupakan terjemahan buku Paul Grady. Penerbitan ini dipicu oleh diaktifkannya pasar modal di Indonesia pada tahun 1973.
Pada tahun 1984 buku Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 yang menggantikan PAI 1973 diterbitkan. Komite PAI melakukan revisi secara mendasar terhadap PAI 1973.
Pada tahun 1994, IAI kembali melakukan revisi total PAI 1984 dan sejak itu mengeluarkan serial standar keuangan yang diberi nama Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang diterbitkan sejak 1 Oktober 1994. Pengembangan standar akuntansi ketiga ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha dan profesi akuntansi dalam rangka megikuti dan mengantisipasi perkembangan internasional. Banyak standar yang dikeluarkan itu sesuai atau sama dengan standar akuntansi internasional yang dikeluarkan oleh IASC.
Sekarang ini ada 2 PSAK yang dikeluarkan oleh 2 Dewan Standar Akuntansi Keuangan.
PSAK Konvensional
PSAK Syariah
PSAK ini tentu akan terus bertambah dan revisi sesuai kebutuhan perkembangan bisnis dan profesi akuntan.

Visi Misi IAI
Misi
Memelihara integritras, komitmen, dan kompetensi anggota dalam pengembangan manajemen bisnis dan publik yang berorientasi pada etika, tanggung jawab, dan lingkungan hidup.
Mengembangkan pengetahuan dan praktik bisnis, keuangan, atestasi, nonatestasi, dan akuntansi bagi masyarakat; dan
Berpartisipasi aktif di dalam mewujudkan good governance melalui upaya organisasi yang sah dan dalam perspektif nasional dan internasional.

Visi
Visi IAI adalah menjadi organisasi profesi terdepan dalam pengembangan pengetahuan dan praktik akuntansi, manajemen bisnis dan publik, yang berorientasi pada etika dan tanggung jawab sosial, serta lingkungan hidup dalam perspektif nasional dan internasional.
Process Prosedur Penyusunan SAK
Due Process Prosedur penyusunan SAK sebagai berikut :
Identifikasi issue untuk dikembangkan menjadi standar
Konsultasikan issue dengan DKSAK
Membentuk tim kecil dalam DSAK
Melakukan riset terbatas
Melakukan penulisan awal draft
Pembahasan dalam komite khusus pengembangan standar yang dibentuk DSAK
Pembahasan dalam DSAK
Penyampaian Exposure Draft kepada DKSAK untuk meminta pendapat dan pertimbangan dampak penerapan standar
Peluncuran draft sebagai Exposure Draft dan pendistribusiannya
Public hearing
Pembahasan tanggapan atas Exposure Draft dan Masukan Public Hearing
Limited hearing
Persetujuan Exposure Draft PSAK menjadi PSAK
Pengecekan akhir
Sosialisasi standar
Due Process Procedure penyusunan Interpretasi SAK, Panduan Implementasi SAK dan Buletin Teknis tidak wajib megikuti keseluruhan tahapan due process yang diatur dalam ayat 1 di atas, misalnya proses public hearing.
Due Process Prosedure untuk pencabutan standar atau interpretasi standar yang sudah tidak relevan adalah sama dengan due process prosedures penyusunan standar yang diatur dalam ayat 1 di atas tanpa perlu mengikuti tahapan due process e, f, i, j, dan k sedangkan tahapan m dalam 1 ayat di atas diganti menjadi : Persetujuan pencabutan standar atau interpretasi.

Standar Akuntansi di Indonesia
Saat ini dengan adanya rencana IAI untuk mengadopsi semua IFRS maka standar akuntansi di Indonesia menjadi terbagi atas :
Standar Akuntansi Umum yang akan mengadopsi IFRS dan hanya berlaku wajib bagi perusahaan public atau Tbk
Standar akuntansi ETAP atau Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik
Standar Akuntansi Syariah yang berlaku untuk semua transaksi yang dilakukan secara syariah oleh lembaga dan pihak manapun.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Perkembangan akuntasi di Indonesia mengalami pasang surut, beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain lingkungan politik dan ekonomi serta organisasi profesi.
Proses pembentukan standar akuntansi atau sering disebut dengan standar setting process merupakan proses yang cukup pelik oleh karena melibatkan aspek politik, bisnis, sosial budaya. Aspek politik cukup dominan karena tarikan beberapa kepentingan baik pihak pemerintah, swasta maupun profesi akuntan itu sendiri.Hal ini dapat dipahami karena standar akuntansi yang akan diberlakukan akan mengikat semua pihak.
Dilihat dari aspek bisnis, standar akuntansi akan berkembang seiring dengan perkembangan dunia bisnis. Munculnya transaksi-transaksi bisnis baru yang semakin komplek menuntut adanya standar akuntansi yang mengatur transaksi tersebut. Oleh karena standar akuntansi akan diterapkan pada suatu komunitas tertentu maka aspek sosial budaya juga akan mewarnai penyusunan standar tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Harahap,Sofyan Syafri.2011.Teori Akuntansi.Jakarta:Rajawali Pers
Riahi,Ahmed dan Belkaouli.2006.Accounting Theory.Jakarta selatan :Salemba Empat
Journal seminar akuntansi,Sunardi,fakultas ekonomi,universitas panca sakti tegal


Download Perkembangan Kelembagaan Akuntansi.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Perkembangan Kelembagaan Akuntansi. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon