September 04, 2016

" Pengaruh Informasi Arus Kas dan Laba Bersih


Judul: " Pengaruh Informasi Arus Kas dan Laba Bersih
Penulis: Reni Anggatriani


"Pengaruh Informasi Arus Kas dan Laba Bersih Terhadap Volume Perdagangan Saham Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia."Proposal
DI SUSUN OLEH
NAMA : RENI ANGGATRIANI
NPM : 12021036
FAKULTAS :EKONOMI AKUNTANSI

UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
BAB1
PENDAHULUAN
1.1 Pendahuluan
Dewasa ini pasar modal di Indonesia berkembang sangat pesat. Pasar modal ini telah menjadi perhatian banyak pihak khususnya masyarakat bisnis, hal ini ditandai dengan semakin tingginya volume perdagangan saham, yang disebabkan oleh pasar modal sebagai media yang sangat efektif dalam menyalurkan dan menginvestasikan dana lebih yang dimiliki kepada pihak yang membutuhkan dana yang produktif dan dapat menguntungkan investor.
Pasar modal memiliki sejumlah sifat khas apabila dibandingkan dengan pasar yang lain. Salah satu sifat khas tersebut adalah ketidakpastian akan kualitas produk yang ditawarkan. Situasi ketidakpastian ini mendorong investor berpikir secara rasional untuk selalu mempertimbangkan risiko dari setiap sekuritas. Setiap saham dapat dinilai berdasarkan informasi baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Selain itu berbagai pertimbangan dan analisa yang akurat perlu dilakukan investor sebelum membeli, menjual, atau menahan saham untuk mencapai tingkat return optimal yang diharapkan.
Syarat utama yang diinginkan oleh investor untuk bersedia menyalurkan dananya melalui pasar modal adalah perasaan aman dan tingkat return yang akan diperoleh dari investasi tersebut. Perasaan aman ini diantaranya dapat diperoleh para investor karena mereka memperoleh informasi yang jelas, wajar, dan tepat waktu sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investasinya.Suatu informasi dapat dikatakan informatif jika infrormasi itu mampu mengubah kepercayaan para pengambil keputusan. Adanya informasi yang baru akan membentuk kepercayaan baru dikalangan para investor. Kepercayaan ini akan mengubah harga melalui demand dan supply surat surat berharga. Surat-surat berharga ini berupa saham, obligasi dan lain-lain.Seseorang atau perusahaan sebelum melakukan investasi dalam saham memerlukan studi analisis, apakah investasi itu layak atau tidak untuk dilaksanakan, apakah mendatangkan
keuntungan atau sebaliknya. Dalam prakteknya transaksi suatu saham berfluktuasi dari hari ke hari.Perubahan transaksi selalu dipengaruhi oleh faktor – faktor internal maupun eksternal perusahaan. Faktor internal merupakan ketersediaan informasi khususnya informasi akuntansi keseluruhan dan nama baik perusahaan. Faktor eksternal perusahaan berhubungan dengan likuiditas pasar modal (jumlah order pembelian / penjualan banyak), kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal, tingkat bunga deposito bank, kondisi perekonomian secara makro, kebijakan pemerintah dan lain-lain. Laporan keuangan sebagai hasil akhir dari proses akuntansi mempunyai tujuan utama adalah untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi calon investor.Laporan arus kas dan laporan laba rugi merupakan bagian dari laporan keuangan yang dapat mempengaruhi prilaku para investor yang akan menginvestasikan dananya.
Untuk mengurangi ketidakpastian investasi para investor memerlukan informasi akuntansi, untuk menilai risiko yang melekat pada investasinya tersebut. Tujuan utama dari laporan arus kas adalah memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas suatu unit usaha selama periode tertentu. Penyajian laporan arus kas akan memungkinkan para investor untuk memprediksi jumlah kas yang mungkin didistribusikan sebagai dividen pada masa yang akan datang serta menilai risiko potensial atas investasi yang ditanamkan.Informasi akan menjadi bermanfaat jika dapat membantu seseorang / investor dalam memprediksi hasil-hasil dimasa datang dari berbagai alternatif tindakan.
Suatu perusahaan apabila arus kasnya baik maka akan menarik perhatian investor untuk berinvestasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa arus kas merupakan informasi penting yang dibutuhkan investor untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas bagi investor, maupun untuk membayar kewajiban perusahaan yang jatuh tempo serta kegiatan operasional perusahaan sehari-hari.Laporan laba rugi juga dapat memberikan informasi kepada investor mengenai kondisi suatu perusahaan. Laporan laba rugi merupakan laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahaan selama periode tertentu. Laba bersih merupakan bagian dari laporan laba rugi dimana memberikan informasi penting yang dibutuhkan investor untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba sehingga dianggap mampu memberikan dividen kepada investor.
Laba bersih juga bermanfaat untuk pengukuran efisiensi manajer dalam mengelola perusahaan. Investor dan kreditor yakin bahwa ukuran kinerja yang diutamakan dalam penilaian kinerja perusahaan adalah ukuran kinerja yang mampu menggambarkan kondisi dan prospek perusahaan dimasa mendatang dengan lebih baik. Penilaian kinerja perusahaan ini didasarkan melalui informasi pada laporan laba rugi yang menyajikan informasi laba bersih.
Parameter kinerja perusahaan yang mendapat perhatian utama dari investor dan kreditor dari laporan keuangan adalah arus kas dan laba bersih. Pada saat dihadapkan pada dua ukuran kinerja akuntansi keuangan tersebut, investor harus yakin bahwa ukuran kinerja yang menjadi fokus perhatian mereka adalah ukuran kinerja yang mampu menggambarkan kondisi ekonomi perusahaan serta prospek pertumbuhan dimasa depan dengan lebih baik. Sehingga akan mempengaruhi volume perdagangan saham.
Bukti empiris tentang arus kas sebelumnya telah dilakukan oleh Lena Tan Chooi Yen (1999)yang meneliti tentang pengaruh informasi arus kas terhadap volume perdagangan saham di BEJ. Penelitian tersebut menyatakan bahwa publikasi laporan arus kas khususnya informasi arus kas dari aktivitas operasi mempunyai pengaruh terhadap volume perdagangan saham, sedangkan arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan tidak ada pengaruh terhadap volume perdagangan saham di BEJ, kemudian Irwin Lah Nidi Fitra (2007) melakukan penelitian dan menunjukan bahwa investor sudah memamfaatkan informasi arus kas untuk mengambil keputusan investasi, sementara Penelitian Ninna Danlati (2006) menunjukan bahwa laba kotor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham, sehingga menarik para investor untuk berinvestasi.
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulisan penelitian dalam judul proposal "Pengaruh Informasi Arus Kas dan Laba Bersih Terhadap Volume Perdagangan Saham Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia."
BAB II
TINJAUAN LITERATUR
2.1 Pengertian
2.2.1 Laporan Keuangan
Menurut Kamus Akuntansi edisi kedua oleh abdullah (1993), dalam Emil Rivantu (2010:7)"laporan keuangan adalah laporan – laporan yang berisi informasi tentang kondisi keuangan dari hasil operasi perusahaan pada periode tertentu". Menurut Syahyunan (2004) dalam Emil Rivantu (2010:7) "laporan keuangan adalah produk dari manajemen dalam rangka mempertanggungjawabkan (stewardship) penggunaan sumber daya dan sumber dana yang dipercayakan kepadanya. Dalam pengertian yang sederhana, laporan keuangan adalah laporan yang menunjukan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.2.2.2 Informasi Arus Kas
Aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan kas perusahaan seperti pembelanjaan perusahaan,pembelian aktiva tetap, serta pengeluaran kas lainnya tidak secara jelas dilaporkan dalam neraca, laporan laba rugi, melainkan dalam laporan arus kas. Oleh karena itu laporan arus kas bertujuan memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran atau suatu satuan selama satu periode. Informasi arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas, dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Setara kas adalah investasi jangka pendek yang amat likuid yang bisa segera ditukar dengan kas. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai laporan keuangan perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kapasitas perolehannya.
Arus kas merupakan jiwa bagi setiap perusahaan dan fundamental bagi eksistensi sebuah perusahaan serta menunjukkan dapat tidaknya perusahaan membayar semua kewajibannya. Laporan arus kas disusun dengan tujuan untuk memberikan informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan, dengan mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Apabila digunakan bersama dengan laporan keuangan lainnya seperti neraca, laporan laba rugi. Laporan arus kas mempunyai kegunaan memberikan informasi untuk:
1. Mengetahui perubahan aktiva bersih, struktur keuangan dan kemampuan mempengaruhi
kas.
2. Menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkaan kas dan setara kas
3. Mengembangkan model untuk menilai dan membandingkan nilai sekarang arus kas masa
depan dari berbagai perusahaan.
4. Dapat menggunakan informasi arus kas historis sebagai indicator jumlah waktu dan
kepastian arus kas masa depan.
5. Menilai kecermatan taksiran arus kas masa depan dan menentukan hubungan antara
profitabilitas dan arus kas bersih serta dampak perubahan harga.
2.2.3 Klasifikasi Laporan Arus kas
Perusahaan menyajikan arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan dengan cara paling sesuai dengan bisnis perusahaan. Klasifikasi menurut aktivitas memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan untuk menilai pengaruh aktivitas terhadap posisi keuangan perusahaan serta jumlah kas dan setara kas. Berikut klasifikasi arus kas, yaitu ;1. Aktivitas Operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan. Aktivitas
operasi mencakup semua efek kas dari setiap transaksi yang merupakan komponen
penentuan laba bersih seperti penerimaan kas dari penjualan barang dagangan, pembelian
kepada supplier dan pembayaran gaji karyawan.
2. Aktivitas Investasi adalah aktivitas perolehan atau pelepasan aktiva jangka panjang. Antara
lain mencakup penerimaan kas dari penjualan aktiva tetap dan pembelian kas untuk mesin
produksi.
3. Aktivitas Pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah dan
komposisi kewajiban jangka panjang dan modal perusahaan. Mencakup penerimaan kas
dari penerbitan saham baru dan pengeluaran kas untuk pembayaran hutang.
2.2.4 Informasi Laba Bersih
Untuk menentukan keputusan investasinya, calon investor perlu menilai kemampuan
perusahaan untuk memperoleh laba bersih sehingga diharapkan perusahaan dapat memberikan tingkat pengembalian yang tinggi. Laba bersih (net income atau earning) dapat dijadikan sebagai suatu ukuran kinerja perusahaan selama satu periode tertentu. Laba bersih merupakan suatu ukuran berapa besar harta yang masuk (pendapatan dan keuntungan), melebihi harta yang keluar (biaya dan kerugian).Pengertian laba bersih menurut kamus akuntansi cetakan kedua oleh Abdullah (1993:289)dalam Emil Rivantu (2010) "laba bersih adalah kelebihan seluruh pendapatan atas seluruh biaya untuk suatu periode tertentu setelah dikurangi pajak penghasilan yang disajikan dalam laporan Laba rugi. Laporan laba rugi menurut James C. Van Horne yaitu, ringkasan pendapatan dan biaya perusahaan selama periode tertentu diakhiri dengan laba atau rugi pada periode tersebut.Baik pendapatan maupun beban dicatat atas dasar akrual, yaitu pada saat terjadinya, tidak peduli apakah ada kas yang dihasilkan atau dikeluarkan oleh perusahaan. Pada kenyataannya, laba yang tinggi akibat penjualan yang baik belum tentu menjamin penerimaan yang baik bagi perusahaan.Piutang yang terjadi akibat penjualan kredit belum tentu dapat ditagih dikemudian hari, atau dapat ditagih tetapi tidak tepat pada waktu perusahaan membutuhkan dana untuk kegiatan usahanya akibatnya kegiatan perusahaan dapat terhambat dan justru memperburuk kinerja perusahaan untuk menghasilkan laba pada periode mendatang, maka diperlukan informasi yang lebih dapat menyajikan laporan tentang laba dan kondisi kas perusahaan. Ini terdapat dalam laporan arus kas.2.2.5 Volume Perdagangan Saham
Saham merupakan jenis efek yang paling popular dipergunakan oleh emiten untuk memperoleh dana dari masyarakat dan juga yang paling populer di pasar modal (Rusdin, 2005:69). Saham dapat didefenisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas (Darmaji dan Fakhruddin,2011:5) Volume perdagangan saham adalah jumlah seluruh saham yang diperdagangkan dalam jangka waktu tertentu (Hastuti dan Sudibyo dalam Emil Rivantu (2010:13)). Perdagangan saham yang aktif, yaitu dengan volume perdagangan yang besar, menunjukan bahwa saham tersebut digemari oleh para investor yang berarti saham tersebut cepat diperdagangkan.
Informasi yang lengkap merupakan kunci pokok dan sangat mempengaruhi dalam memutuskan tindakan dalam seluruh aktivitas dibidang jual-beli saham di bursa efek. Informasi (misalnya profil perusahaan, informasi keuangan perusahaan dan sebagainya sangat mempengaruhi jumlah transaksi saham dan sensitive terhadap terjadinya fluktuasi membuat para investor mampu mengantisipasi keadaan.Kegiatan perdagangan saham tidak berbeda dengan perdagangan pada umumnya yang
melibatkan penjual dan pembeli. Dari adanya perdagangan saham yang terjadi maka akanmenghasilkan volume perdagangan saham. Hal ini menyebabkan jumlah transaksi saham atau
volume saham yang diperjual belikan dapat berubah-ubah setiap hari.
Tinggi rendahnya volume perdagangan saham adalah penilaian yang dipengaruhi oleh banyak factor. Seperti kinerja perusahaan, kebijakan direksi dalam investasi lain, kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, tingkat pendapatan, laju inflasi, penawaran dan permintaan dan kemampuan analisa efek harga saham itu sendiri juga merupakan sebagian hal-hal yang berpengaruh terhadap volume perdagangan saham dan masih banyak lagi faktor yang mempengaruhinya.
2.2.6 Pengaruh Informasi Arus Kas Terhadap Volume Perdagangan Saham
Tinggi rendahnya volume perdagangan saham sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Seperti faktor – faktor secara makro dalam artian pengaruh internal perusahaan seperti penggantian direktur, perubahan kebijakan manajemen dan pengaruh eksternal seperti fluktuasi, laju inflasi, kebijakan pemerintah dan kondisi perekonomian negara bersangkutan. Dalam penelitian ini volume perdagangan saham dilihat dari secara mikro yaitu kinerja atau prestasi perusahaan, yang dalam penelitian adalah informasi arus kas.Laporan arus kas diterbitkan oleh suatu perusahaan dalam setiap perusahaan berbeda-beda sesuai dengan bisnis perusahaan masing-masing. Mengutip dari Y.W Karsono (2001) dalam penelitian Irwih (2007), disebutkan bahwa dari laporan arus kas, pembaca dapat mendapatkan Semakin baru, wajar dan baik informasi arus kas yang diterima para investor, diharapkan dapat membawa pengaruh terhadap volume perdagangan saham. Karna informasi yang baru dapat membentuk suatu kepercayaan baru dikalangan para investor, kepercayaan baru tersebut dapat mengubah demand dan supply surat-surat berharga seperti saham di Bursa Efek Indonesia. Besar kecilnya transaksi inilah yang akan membentuk tinggi rendahnya volume perdagangan saham.
2.2.7 Pengaruh Informasi Laba Bersih Terhadap Volume Perdagangan Saham
Untuk menentukan keputusan investasinya, calon investor perlu menilai perusahaan dari segi kemampuannya untuk memperoleh laba bersih (net income atau earning) sehingga diharapkan dapat memberikan tingkat pengembalian yang tinggi.Pengguna laporan keuangan lebih berfokus terhadap laba dari pada item laporan keuangan lainnya. Nesser dan Herlina (2003:291) dalam Emil Rivantu (2010:17) menyatakan bahwa informasi laba pada umumnya merupakan perhatian utama dalam menaksir kinerja atau pertanggungjawaban manajemen selain itu informasi laba juga membantu pemilik pemilik atau pihak lainnya dalam menaksir "earning power" perusahaan dimasa yang akan datang.
Banyak investor percaya bahwa harga saham mereka akan meningkat apabila laba bersih yang dilaporkan meningkat secara konstan tiap tahunnya. Akibatnya mereka akan memilih tidak menjual saham yang dimiliki. Karena dengan adanya laba yang semakin tinggi mereka akan mendapatkan return saham yang lebih besar, disamping itu nilai pasar saham semakin tinggi karenanya tingginya minat investor lain terhadap saham tersebut sehingga mempengaruhi volume perdagangan saham. informasi mengenai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas, kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya, keberhasilan manajemen dalam mengelola kegiatan investasi, efektivitas dalam menjalankan strategi investasi dan pendanaan.
Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan. Semakin tinggi kemampuan menghasilkan kas, diharapkan dapat meyakinkan investor bahwa operasi perusahaan dapat menghasilkan kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan dan membayar dividen.Aktivitas investasi adalah aktivitas yang mnyangkut perolehan atau pelepasan aktiva jangka panjang dan investasi yang tidak termasuk dalam pengertian setara kas. Mengutip dari Livnat dan Zarrowin (1990) dalam Emil Rivantu (2010:15) menyatakan bahwa kenaikan investasi memungkinkan timbulnya arus kas masa depan yang lebih tinggi apabila kinerja perusahaan baik.
Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah dalam komposisi hutang jangka panjang dan modal perusahaan. Aktivitas ini terkait degan bagaimana perusahaan memperoleh dana dari pihak luar seperti pinjaman atau penjualan saham. Jensen (1986) dalam Emil Rivantu (2010:15) menyatakan bahwa dengan adanya hutang dapat digunakan untuk mengendalikan penggunaan free cash flow secara berlebihan oleh manajemen sehingga mengindari investasi yang sia-sia. Investor memamfaatkan informasi arus kas dari aktivitas pendanaan untuk menilai apakah perusahaan sudah memamfaatkan sebaik-baiknya modal yang ada untuk membantu pelaksanaan kegiatan operasional dan investasinya.BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Tempat,Waktu dan Metode Penelitian
Untuk memperoleh data serta informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini dilakukan dengan mengakses data dari Bursa Efek Indonesia yang diambil dari situs http://www.idx.co.id. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2012 sampai dengan Juni 2012. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Menurut Djarwanto (1996) penelitian deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menguraikan atau menggambarkan tentang sifat–sifat (karakteristik) dari suatu keadaan atau objek penelitian yang dilakukan melalui pengumpulan dan analisis data kuantitatif serta pengujian statistik.3.1.1 Populasi dan Sampel
Adapun populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Purposive sampling yaitu suatu metode pengambilan sampel yang disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu.Beberapa kriteria yang digunakan untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah:
1. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan menyampaikan
Laporan Keuangannya selama empat tahun berturut-turut yaitu sejak tahun 2007-2010.2. Perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang otomotif dan komponennya serta
mempublikasikan laporan keuangannya secara berturut-turut dari tahun 2007-2010.
3. Perusahaan memiliki laba bersih secara berturut –turut periode tahun 2007-2010.
Berdasarkan kriteria diatas, maka sampel yang terambil adalah sebagai berikut :NO KODE NAMA PERUSAHAAN
1 ASII ASTRA INTERNASIONAL
2 AUTO ASTRA AUTO PART
3 BRAM INDO KORDSA
4 GDYR GOODYEAR INDONESIA
5 IMAS INDO MOBIL SUKSES INTERNATIONAL
6 INDS INDOSPRING
7 LPIN MULTI PRIMA SEJAHTERA
8 MASA MULTI STRADA ARAH SARANA
9 NIPS NIPRESS
10 SMSM SELAMAT SEMPURNA
3.1.2 Jenis, Sumber Data yang Digunakan dan Teknik Pengumpulan Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang biasanya telah dikumpulkan oleh lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD) dan Laporan Keuangan Auditan yang di download dari situs Indonesia Stock Exchange (www.idx.co.id). Dan beberapa situs lainnya seperti www.duniainvestasi.com , www.yahoofinance.com, www.sahamok.com dan lain- lain.
3.1.3 Metode Analisis Data
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan regresi linier berganda. Regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antara variabel dependen dengan variabel-variabel independennya secara parsial maupun simultan. Adapun persamaan regresi yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Dimana:
VS = α + β1AK + β2LB + ε
VS= Volume perdagangan saham i pada periode pengamatan t.
α = Konstanta.
β1-β2= Koefisien regresi
AK= Variabel independen pertama yaitu arus kas
LB= Variabel independen kedua yaitu laba bersih
Ε= Tingkat kesalahan pengganggu


Download " Pengaruh Informasi Arus Kas dan Laba Bersih.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca " Pengaruh Informasi Arus Kas dan Laba Bersih. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon