September 07, 2016

Pengantar-akuntansi-2


Judul: Pengantar-akuntansi-2
Penulis: Januariska Ewit


PENGANTAR AKUNTANSI 2
(bukan dari Modul-UT)
INTRODUKSI
Pembukuan berpasangan atau tata buku berpasangan : teknik pencatatan transaksi debet dan kredit berpasangan dengan nilai yang sama sehingga balance. Transaksi : kejadian ekonomi yang perlu dibukukan, misalnya penjualan, pembelian, penyusutan, dll. Contoh : tgl 2/1 dijual 100 buku seharga @Rp2000,- dengan tunai. Jurnalnya sbb :
Kas                              Rp200.000
Pendapatan Penjualan                Rp200.000
Setelah dijurnal sampai satu bulan atau dua bulan, lakukan posting ke masing-masing rekening/perkiraan/ buku besarnya.
Rekening Kas  
Tgl 2/1  Penjualan          Rp200.000 (d)
Tgl 3/1 dst
 
Rekening Pendapatan Penjualan
Tgl 2/1  Buku100           Rp200.000(k)
Tgl 3/1  dst
 
Rekening Persediaan
Tgl 2/1 Jual 100 buku     Rp200.000 (k)
Tgl 3/1 dst
Pada akhir tahun atau akhir semester atau triwulan susun laporan keuangannya ke bentuk : Neraca, Laporan Laba/Rugi, dan Laporan Perubahan Modal. Sebelumnya, kadang-kadang perlu dibuat worksheet, atau Neraca Lajur untuk membantu mengontrol angka-angka. Semua sudah dipelajari di Pengantar Akuntansi I. Laporan L/R tidak signifikan jika dalam neraca sudah dapat dilihat rugi/laba.
Jurnal dengan laporan L/R :
Pembelian                     Rp xxx
Kas                                          Rp xxx
Persediaan                    Rp xxx
Harga Pokok Pembelian                        Rp xxx
Kas                              Rp xxx
Penjualan                                  Rp xxx
HPP penjualan              Rp xxx
Persediaan                                Rp xxx
Jurnal tanpa laporan L/R :
Persediaan (beli)           Rp xxx
Kas                                          Rp xxx
Kas                              Rp xxx
Persediaan (jual)                       Rp xxx
-          biaya-biaya yang masih harus dibayar dimasukkan ke dalam rek hutang
-          Modal = selisih aset dengan hutang dianggap rugi/laba.
Karena harga-harga sering berubah, penandingan (matching) biaya-biaya (harga pokok dll) dengan pendapatan tidak sesuai lagi. Perlu dikembangkan laporan keuangan tanpa laporan L/R.
 
K A S
Kas bertambah dilakukan debet, berkurang jurnalnya kredit. Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan, aktiva yang paling lancar, tidak produktif (bukan barang modal), harus dijaga jangan sampai berlebihan (idle), dan jangan kekurangan. Dua jenis kas : "kas di tangan" (kas kecil, cek, travel cek, wesel) dan "kas di bank" (tabungan dan giro). Dana aktiva tidak lancar disebut : dana pensiun, deposito berjangka, asuransi, yang jatuh temponya lebih dari satu tahun bukan kelompok kas. Pengawasan kas :
1.       penerimaan kas : petugas yang menerima kas dipisah dengan yang mencatat penerimaan kas, tiap transaksi segera dicatat, digunakan mesin register (mesin kasir, dll)
2.       pengeluaran kas : pembayaran didukung bukti-bukti kuat, dana kas kecil diawasi ketat, ditetapkan penulis/penandatangan cek yang sah.
Selisih kas : perbedaan saldo kas menurut buku dengan saldo kas fisik, mungkin kecurian, kehilangan, dll, dianggap biaya lain-lain. Selisih lebih dianggap pendapatan lain-lain.
Sistem pengendalian kas kecil : 1)sistem dana tetap  pengisian di akhir. Pencatatannya :
1. Saat pembentukan Kas Kecil
      Kas kecil                Rp200.000
                        Kas                              Rp200.000
2. Selama periode bukti-bukti pengeluaran dikumpul (tidak dicatat)
3. Saat pengisian kembali :
      Biaya                      Rp …
      Biaya lain                Rp …
      Biaya lain                Rp …
            Kas                              Rp …
2)sistem dana langsung  langsung dibukukan. Pengisian tetap di akhir.
Giro bank disebut rekening giro di bank. Cek : perintah tertulis pemegang rekening giro (drawer) kepada bank (drawee) untuk membayar jumlah yang tertera kepada pemegang cek (payee). Rekening tabungan dan deposito berjangka tidak bisa diambil dengan cek. Rekonsiliasi bank : ikhtisar yang membandingkan saldo dan transaksi di pembukuan perusahaan dengan di rekening koran (pembukuan) bank. Perbedaan terjadi sebab : a)sudah dicatat oleh bank – di perusahaan belum, misalnya bunga, biaya adm, dll b)sudah dicatat oleh perusahaan – di bank belum, misalnya : setoran dalam perjalanan, cek yang belum cair, dll.
 
SURAT BERHARGA
Surat berharga adalah penanaman sementara atas kelebihan kas berupa sertifikat yang diperjual-belikan, akan menghasilkan pendapatan deviden, bunga, atau kenaikan harga saat menjual kembali, digolongkan sebagai investasi jangka pendek, sebab : a)mudah diperjual-belikan, b)tidak bertujuan menguasai perusahaan lain, c)untuk dijual kembali, d)harga pasar stabil. Metode penilaian surat berharga ada 2 : 1)METODE HARGA PASAR (tidak dibahas), 2)METODE HARGA PEROLEHAN, tekniknya : a)saat pembelian : dibeli 500 lembar saham nominal @Rp1000 kurs 104 biaya Rp2500.
Harga beli = 500 x 104/100 x Rp1000     = Rp520.000
Biaya adm untuk broker                         = Rp    2.500
Jumlah                                                  = Rp522.500
Jurnal :
Saham PT X                 Rp522.500
      Kas                                                Rp522.500
b)selama pemilikan : diterima deviden Rp200/lembar
Jurnal :
Kas                              Rp100.000
Pendapatan Deviden                  Rp100.000
c)saat dijual kembali dengan kurs 103
Harga beli = 500 x 103/100 x Rp1000     = Rp515.000
Biaya adm                                            = Rp    2.000
Jumlah                                                  = Rp513.000
Nilai saham awal                                   = Rp522.500
Rugi penjualan saham                            = Rp    9.500
Jurnal :
Kas                              Rp513.000
Rugi penj saham                        Rp   9.500
Saham PT X                             Rp522.500
Menghitung hari bunga dengan 2 cara : a)satu tahun = 12 bulan, 1 bulan > 15 hari b)satu tahun = 360 hari.
Pemegang obligasi memperoleh bunga dua kali setahun, tanpa memper-hatikan penerbit obligasi mendapat laba/tidak. Beda saham dan obligasi : 1)saham bukti pemilikan – obligasi bukti meminjam uang, 2)saham mendapat deviden – obligasi mendapat bunga tetap. Pencatatannya : a)saat pembelian, tanggal 30 Juli dibeli 800 lembar obligasi @Rp1000, kurs 102, bunga 12% dibayar tanggal 1 April dan 1 Oktober. Biaya adm Rp2000.
Nilai obligasi      = 102/100 x 800 x Rp1000          = Rp816.000
Biaya adm                                                        = Rp    2.000
Harga obligasi                                                   = Rp818.000
Hari bunga sebelum obligasi dibeli : April = 29 hari, Mei = 31, Juni = 30, Juli = 30, Total = 120 hari.
Bunga 120 hari = 120/360 x 12% x 800 x Rp1000 = Rp32.000.
Jurnal :
Obligasi            PT X    Rp818.000
Piutang bunga               Rp  32.000
Kas                                          Rp850.000
b)selama pemilikan : menerima bunga tanggal 1 Oktober sebesar :
bunga 2x satu tahun = ½ x 800 x Rp1000 x 12% = Rp48.000
Jurnal :
Kas                              Rp48.000
Piutang bunga (4 bl)                   Rp  32.000
Pendapatan Bunga (2 bl)            Rp  16.000 
Pendapatan bunga tanggal 1 April tahun depan
Jurnal  :
Kas                              Rp48.000
Pendapatan Bunga                    Rp48.000
c)saat obligasi dijual tanggal 31 Mei, kurs 103, biaya adm Rp2000
Nilai jual = 103/100 x 800 x Rp1000        = Rp824.000
Biaya adm                                            = Rp    2.000
Harga jual obligasi                     = Rp822.000
Hari bunga sisa : April = 29 hari, Mei = 31, Total = 60 hari.
Bunga 60 hari = 620/360 x 12% x 800 x Rp1000 = Rp16.000
Jurnal :
Kas                              Rp838.000
Laba penjualan                          Rp   4.000
Obligasi PT X                           Rp818.000
Pendapatan bunga                     Rp  16.000
Premium (agio) saham/obligasi : selisih lebih antara harga perolehan dengan nilai nominal (misalnya : 101/100). Disagio : selisih kurang (misalnya : 99/100). Agio dan disagio harus dialokasi (diamortisasi) sesuai periode pendapatan bunga.
PIUTANG
Piutang adalah tagihan kepada pihak lain yang timbul dari transaksi masa lalu biasanya penjualan secara kredit, bagian dari aktiva lancar sebab diharap dapat ditagih kurang dari satu tahun. Jenisnya : piutang dagang (account receivable), piutang wesel (notes receivable), klaim asuransi, deviden, bunga, dll. Bila barang sudah diantar, namun tidak jadi membeli disebut retur penjualan.
Jurnal :
Piutang dagang              Rp500.000
Penjualan                                  Rp500.000
Retur penjualan             Rp100.000
Piutang dagang                          Rp100.000
Pada penjualan 2/10 n/30 artinya : discount 2% bila pembayaran sampai hari kesepuluh, batas waktu 30 hari harus lunas. Resiko kredit adalah kemungkinan piutang tidak dapat ditagih, disebut kerugian piutang. Metode akuntansi piutang : a)metode penyisihan : dari persentase total atau umur piutang disisihkan, b)metode penghapusan langsung : sama besarnya hanya beda di pencatatan, c)apapun yang digunakan harus konsisten (tetap).
Jurnal Metode Penyisihan :
Kerugian piutang           Rpxx
Penyisihan piutang                     Rpxx
Jurnal Metode Langsung :
Kerugian piutang           Rpxx
Piutang dagang                          Rpxx
Pada piutang wesel, wesel tagih (notes receivable) adalah wesel hak/bagian kita. Wesel bayar (notes payable) adalah kewajiban/hutang kita. Contoh : tanggal 31 Mei, diterima wesel tagih Rp500.000 bunga 12%/tahun, jatuh tempo 29 Agustus. Untuk mendapat bunga maksimal, wesel dicairkan di akhir. Hari bunga = Juni 30 hari, Juli 31 hari, Agustus 29 hari = jumlah 90 hari. Bunga = 90/360 x 12% x Rp500.000 = Rp15.000. Diskonto wesel tagih artinya menghitung bunga waktu menjual ke pihak lain atau dijaminkan. Hari bunga diperhitungkan masing-masing.
Piutang dijaminkan diberi penjelasan di catatan atas laporan keuangan (CALK), biasanya tidak diberitahukan kepada pihak yang berhutang dan pembayarannya tetap kepada pihak pertama, lalu dialihkan ke penerima jaminan. Kalau penjualan piutang, pihak yang berhutang diberitahu sehingga pembayaran langsung ke pembeli piutang.
 
PERSEDIAAN
Persediaan adalah aktiva yang akan dijual atau dikonsumsi, termasuk aktiva lancar. Bagi suatu perusahaan, mobil dan mesin bisa jadi aktiva tetap. Bagi perusahaan pedagang mobil/mesin, mereka disebut persediaan. Sistem pencatatan persediaan a)sistem fisik/periodik : dilakukan dengan menghitung fisik yang ada di akhir periode, b)sistem perpetual : setiap pembelian/penjualan dicatat di kartu persediaan jenis barang masing-masing. Franco gudang penjual/pembeli maksudnya : hak barang berpindah setelah keluar/tiba dari/di penjual/pembeli. Metode penilaian persediaan :
a.       metode harga pokok
1)metode identifikasi khusus : penilaian harga dari nilai perolehan
2)metode rata-rata : sistem fisik, perpetual : dasarnya harga rata-rata. Contoh :
2/1 1989 persediaan awal  = 50 unit @ Rp100 = 5000
10/1            pembelian = 100@110  = 11000
15/1            pembelian = 200@115  = 23000
20/1            pembelian =100@115   = 11500
Jumlah                    = 450@440       = 50500
Rata-rata sederhana = 440/4 = @Rp110.
Rata-rata tertimbang = 50500/450 = @ Rp112,22.
Perpetual : harga langsung dirata-ratakan setiap ada perubahan volume persediaan (pembelian/penjualan).
3)metode FIFO : nilai dihitung dari harga barang yang pertama masuk dianggap yang pertama dijual.
4)metode LIFO : last in first out.
b.       metode harga terendah antara harga pokok dan harga pasar.
c.       metode taksiran : taksiran laba kotor, dan metode harga eceran. Dalam keadaan mendesak tidak mungkin inventarisasi (misalnya : kebakaran) bisa dipakai persentase laba kotor tetap. Contoh :
penjualan                Rp1.200.000,
persediaan awal      Rp100.000,
pembelian               Rp950.000,
persentase laba 25% x penjualan. Maka, harga pokok = 100.000 + 950.000     = Rp1.050.000.
Laba kotor = 25% x 1.200.000                     = Rp300.000.
HPP penjualan = 1.200.000 – 300.000          = Rp900.000.
Persediaan akhir = 1.050.000 – 900.000        = Rp150.000.
Metode harga eceran disebabkan barang yang dijual bermacam-macam dan frekuensi perubahan tinggi. Caranya : antara harga pokok dan harga jual dibuat rata-rata tertimbang, sbb :
                        Harga PokokHarga Jual
Persediaan awal            80.000         100.000
Pembelian         520.000        650.000
Barang siap       600.000        750.000
Penjualan                             625.000
Persediaan akhir                   125.000
Tertimbang : 600.000/750.000  = 80%
Persediaan akhir harga eceran :  80% x 125.000 = Rp100.000
 
AKTIVA TETAP
Sifatnya : berujud, digunakan dalam operasi, tidak untuk dijual, mempunyai masa manfaat > 1 tahun. Harga perolehan aktiva tetap : a)harga beli ditambah biaya dalam pengadaan, b)yang dibangun sendiri ditambah biaya hingga siap pakai, c)yang dipertukarkan, perbedaan nilai buku diakui sebagai laba/rugi pertukaran. Bila aktiva sejenis, laba/rugi ditangguhkan, d)hasil sumbangan dicatat sebesar taksiran/harga pasar dengan mengkredit "modal dari sumbangan". Pengeluaran untuk aktiva tetap : 1)capital expenditure, yang menambah nilai aktiva tetap tsb, 2)revenue expenditure, yang memberi manfaat hanya satu periode/kurang dibebankan sebagai biaya. Penyusutan adalah berkurangnya manfaat secara berkala. Penyusutan fungsional akibat fungsinya tidak sesuai dan ketinggalan zaman. Besar penyusutan : a)sesuai harga perolehan dirata-rata, b)taksiran nilai residu (sisa-bukan besi tua) : ketika mencapai umur teknis (umur potensial mampu dipakai tetapi sudah tidak ekonomis), c)taksiran nilai ekonomis (umur ekonomis < umur teknis). Metode penyusutan :
garis lurus : P = (HP–NR) / n
P     : penyusutan per tahun
HP  : harga perolehan
NR  : nilai residu
n     : jk pemakaian (umur ekonomis)
penyusutan per tahun menurun : T = 1 –  ª√(NR/HP) = T x Nilai aktiva
T : tarif per tahun
a : umur ekonomis
penyusutan angka tahun (dipercepat) : (n/n!) *(HP – NR)
Tahun 1 : P = (n / n!) *(HP – NR)
Tahun 2 : P = [(n – 1)/n!] *(HP– NR)
Tahun 3 : P = [(n – 2)/n! ] *(HP– NR)
Tahun 4 : dst
Dalam penjualan aktiva tetap apabila harga penjualan di atas harga buku aktiva tetap yang dijual, berarti penjualan aktiva tetap tersebut memperoleh laba. Sebaliknya, menderita kerugian. Rugi atau laba penjualan mobil dapat dihitung sebagai berikut :
Harga perolehan mobil               =   10.000.000
Akumulasi penyusutan               =     6.000.000
Harga buku akhir tahun IV         =     4.000.000
Harga penjualan mobil               =     6.000.000
Laba penjualan mobil                 =     2.000.000
Jurnal :
Kas                              Rp6.000.000
Akml penyst                  Rp6.000.000
Mobil                                        Rp10.000.000
Laba penjualan                          Rp  2.000.000
Suatu kasus sbb : Jurnal tukar tambah mesin  :
Mesin fotokopi (baru)       Rp5.000.000
Akml penyst mesin(lama) Rp1.750.000
Rugi pertukaran mesin      Rp   250.000
Mesin fotokopi (lama)                Rp3.000.000
Kas                                          Rp4.000.000
Kasus di atas menimbulkan peluang bisnis di bidang penukaran produk lama dan baru (recycle).
 
AKTIVA TIDAK BERUJUD & LAIN-LAIN
Adalah hak paten, hak cipta, franchises, goodwill sebab untuk memperolehnya perlu membayar/dibeli. Hak paten 17 tahun. Harga perolehan paten dihitung dari biaya-biaya eksperimen, survey, pengembangan dan pengurusan. Hak cipta 28 tahun bekaitan dengan sastra/seni. Harga perolehan cipta dari biaya pembuatan dan pengurusan. Franchises diberikan oleh pemerintah/badan usaha untuk menggunakan fasilitas umum. Harga perolehan dari biaya pengurusan. Goodwill : nilai lebih yang dimiliki dalam lokasi, pelayanan, nama besar dan lain-lain. Harga perolehan dari biaya pembelian (misalnya : ISO2000, Halal). Amortisasi aktiva tidak berujud = alokasi harga perolehan aktiva tiap tahun sesuai umur dengan metode rata-rata. Jika kenyataannya aktiva tak berujud itu tidak ada manfaatnya (misalnya ISO2000) lebih baik dihapuskan sekaligus.
Jurnal pengadaan  :
Hak paten                   Rp3.000.000
Kas                                          Rp3.000.000
Jurnal penyesuaian per tahun :
Biaya amortisasi paten  Rp20.000
Hak paten                                 Rp20.000
Aktiva tetap yang sedang dibangun dan memakan waktu panjang sampai beberapa periode dapat dikelompokkan sebagai aktiva lain-lain. Nama perkiraan : aktiva dalam konstruksi. Demikian halnya dengan hasil penelitian yang belum selesai (beban ditangguhkan). Bagi perusahaan per-kebunan, tanaman muda yang belum berbuah dan aktiva tetap yang tidak digunakan dalam operasi (dan tidak disusutkan) termasuk aktiva lain-lain.
 
UTANG, MODAL DAN LABA
Adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam satu tahun. Bagian utang jangka panjang yang akan dibayar dalam periode dapat dimasukkan utang lancar. Namun, utang yang dibayar tidak dengan aktiva lancar atau utang lancar lain (misalnya dengan kewajiban jangka panjang) termasuk utang jangka panjang. Utang usaha : timbul akibat usaha normal/pokok, utang dagang : timbul akibat pembelian barang dagang/jasa akibat usaha normal, uang muka penjualan : penerimaan uang dari penjualan yang barang/jasanya belum diserahkan, biaya masih harus dibayar dalam periode, misalnya : upah, bunga, pajak, sewa (dibayar dimuka) termasuk utang lancar.
Adalah kewajiban yang jatuh temponya lebih dari satu periode, dilunasi dengan sumber-sumber yang bukan digolongkan dalam aktiva lancar, timbul berkaitan dengan kebutuhan untuk meningkatkan modal kerja. Utang obligasi adalah surat utang yang berisi janji tertulis untuk membayar sejumlah uang pada waktu yang ditentukan disertai bunga. Hipotek : utang jangka panjang dengan jaminan benda-benda tak bergerak. Pinjaman gadai : pinjaman jangka panjang ke lembaga-lembaga keuangan dengan jaminan aktiva.
Utang lain-lain yang tidak sebagai utang lancar, utang jangka panjang, maupun modal. Misalnya : BUMN membangun proyek dengan dana ban-tuan modal pemerintah. Jenis utang lain-lain : 1)pendapatan ditangguhkan = sewa diterima di muka untuk lebih dari 1 periode. 2)uang jaminan jangka panjang yang sewaktu-waktu dapat diambil, misalnya : jaminan keanggotaan.
Modal adalah selisih aktiva (aset) dikurangi utang. Sepintas lalu, modal kelihatan seperti laba perusahaan. Modal perusahaan perorangan dimiliki oleh satu orang dan jumlahnya tidak tetap sesuai keinginan pemilik. Modal perusahaan firma disetor oleh dua orang/lebih. Anggota firma tidak dapat menarik/menambah modal tanpa persetujuan bersama. Modal masing-masing anggota dipisah ke rekening yang disebut "Prive A", "Prive B", dst. Modal perseroan komanditer (CV) dibagi menjadi pemilik pasif dan pemilik aktif. Modal Corporasi/PT terdiri dari modal saham, laba ditahan, dan sumbangan-sumbangan, sering di-sebut capital stakeholder.
Saham biasa tidak mempunyai hak khusus, bila perusahaan bubar – pelunasannya paling akhir dengan harga saham. Bentuk pembayaran deviden dapat berupa : 1)tunai 2)aktiva lain 3)saham 4)utang.
 
FIRMA & PERUSAHAAN MANUFAKTUR
Investasi para sekutu dapat berbentuk uang kas atau bentuk aktiva lain, sesuai persetujuan bersama. Pembagian laba/rugi firma : a)dibagi rata, b)sesuai perbandingan yang disepakati, c)sesuai perbandingan modal, d)mula-mula diberikan bunga atas modal masing-masing, sisanya dibagi sesuai kesepakatan, e)mula-mula diberikan gaji atau bonus sesuai jasa sekutu, sisanya dibagi sesuai kesepakatan, f)dll.
Pengunduran diri atau meninggal seorang anggota sekutu berarti per-sekutuan bubar. Tetapi bila segala administrasi telah diselesaikan, sekutu-sekutu yang tinggal dapat melanjutkan usaha dengan membentuk persekutuan baru.
Perusahaan manufaktur adalah suatu jenis perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi untuk dijadikan barang jadi. Dalam perusahaan manufaktur proses pencatatan yang berkaitan dengan proses pengolahan barang dilakukan melalui akuntansi biaya. Biaya-biaya proses pengolahan barang adalah pemakaian bahan baku, pemakaian bahan penolong, tenaga kerja langsung, tenaga listrik, air, bahan bakar, biaya penyusutan, aktiva tetap yang dipakai dalam proses produksi, dan biaya lain-lain. Overhead pabrik terdiri dari : biaya bahan penolong, tenaga kerja tidak langsung (servis mesin dll), dan biaya produksi tak langsung lainnya (penyusutan dll).
Perkiraan persediaan barang dalam proses adalah rekening yang menampung biaya-biaya produksi untuk barang-barang yang belum selesai proses produksinya. Perkiraan barang jadi : perkiraan yang digunakan untuk mencatat harga pokok dari barang-barang yang telah selesai proses produksinya.
Dua sistem penentuan harga pokok produksi : 1)harga pokok pesanan berdasarkan masing-masing unit secara individual, contoh : pabrik kapal, perumahan, mebel, dll,  2)harga pokok proses : cara membebankan seluruh biaya produksi selam periode tertentu kepada seluruh hasil produk. Harga pokok per unit dihitung dengan membagi ke semua hasil produk, produksi massal. Misalnya : tekstil, kain.
Harga pokok penjualan : biasanya adalah harga pokok produksi tambah ongkos kemasan, dll.
Jurnalnya :
Barang dalam proses     Rpxx
Persediaan bahan baku              Rpxx
Barang dalam proses     Rpxx
Gaji/upah                                  Rpxx
Barang dalam proses     Rpxx
Biaya overhead                                    Rpxx
Biaya yang diposting kredit ini pada neraca saldo tampak sebagai passiva. Pada laporan R/L, biaya-biaya ini masuk ke rekening HPProduksi dan diposting debet.
Persediaan barang jadi   Rpxx
Barang dalam proses                 Rpxx
HPPenjualan                 Rpxx
Persediaan barang jadi               Rpxx
 
 
----- Selesai -----
 
 
Soal-Soal :
1.       Dalam menyusun rekonsiliasi bank, jumlah cek yang masih beredar akan …
A. menambah saldo bank di rekening koran              
B. mengurangi saldo bank di rekening koran
C. menambah saldo kas di pembukuan                                 
D. mengurangi saldo kas di pembukuan
2.       Pos jurnal berdasarkan rekonsiliasi bank diperlukan untuk …
A. menambah saldo kas menurut catatan perusahaan                       
B. mengurangi saldo kas di pembukuan
C. a dan b benar
D. a dan b salah
3.       Dana kas kecil adalah
A. digunakan untuk membayar jumlah relatif kecil                
B. ditetapkan dengan memperkirakan jumlah uang tunai yang diperlukan untuk pengeluaran relatif kecil
C. diisi bila jumlah dana telah berkurang sampai jumlah minimum yang ditentukan
D. semua benar.
4.       Bila persediaan barang dagangan pada akhir tahun dilaporkan terlalu tinggi (over state) sebesar Rp15000, kesalahan ini mengakibatkan …
A. harga pokok barang dijual lebih dilaporkan Rp15000         
B. laba kotor tahun itu kurang dilaporkan Rp15000
C. laba bersih tahun itu lebih dilaporkan Rp15000                  
D. laba bersih tahun itu kurang dilaporkan Rp15000
5.       Sistem persediaan menggunakan catatan akuntansi yang secara berke-sinambungan mengungkapkan jumlah persediaan, disebut …
A. secara berkala               
B. secara perpetual            
C. secara fisik                    
D. secara eceran
6.       Metode harga pokok persediaan yang didasarkan anggapan harga pokok harus dibebankan ke pendapatan menurut urutan kejadiannya, disebut …
A. FIFO                
B. LIFO
C. harga rata-rata   
D. persediaan perpetual
7.       Berikut ini data jumlah barang yang tersedia untuk dijual :
Saldo awal…40unit  @Rp4.000.000
Pembelian 1            50        @ Rp4.200.000
Pembelian 2            50        @ Rp4.400.000
Pembelian 3            50        @ Rp4.600.000
Berapa harga pokok per unit sisa persediaan akhir periode sejumlah 50 unit dengan metode FIFO sistem berkala …
A. Rp4.000.000       B. Rp4.200.000
C. Rp4.400.000       D. Rp4.600.000
8.       Manakah dari pengeluaran berikut yang berhubungan dengan pembelian sebuah mesin harus dibebankan ke perkiraan aktiva?
A. biaya angkut
B. biaya pemasangan                      
C. A dan B benar   
D. A dan B salah
9.       Berapakah jumlah penyusutan tahun pertama untuk sebuah peralatan seharga Rp380.000 dengan taksiran nilai residu Rp20.000 dan taksiran umur 3 tahun dengan menggunakan metode jumlah angka tahun?
A. Rp180.000       B. Rp126.666
C. Rp120.000       D. salah semua
10.   Contoh metode penyusutan yang di-percepat (semakin menurun) ialah …
A. garis lurus                     
B. jumlah angka tahun        
C. unit produksi                  
D. tidak satu pun
11.   Sebuah aktiva dengan harga baru Rp40.000.000 diperoleh dengan cara tukar-tambah dengan aktiva sejenis yang nilai bukunya Rp10.000.000 dan harus membayar tunai sebesar Rp28.000.000. Untuk mendapatkan aktiva tersebut, berapakah harga perolehan yang harus ditetapkan untuk aktiva baru itu di laporan keuangan …
A. Rp40.000.000                
B. Rp28.000.000                
C. Rp2.000.000                  
D. Rp38.000.000
12.   Manakah di bawah ini yang masuk aktiva tak berujud …
A. hak paten                    B. goodwill
C. hak cipta                                 D. betul semua
13.   Manakah dari butir di bawah ini yang termasuk aktiva lain-lain …
A. investasi jangka pendek  
B. beban ditangguhkan        
C. aktiva tidak berujud        
D. aktiva lancar
14.   Harga perolehan aktiva lain-lain yang berasal dari aktiva tetap yang tidak dioperasikan adalah
A. harga perolehan             
B. harga beli                                  
C. harga penjualan  
D. harga buku
15.   Kewajiban dikategorikan utang lancar bila …
A. pelunasan dalam waktu 1 tahun
B. pelunasan dengan sumber aktiva lancer
C. pelunasan dengan menimbulkan utang lancar lain             
D. benar semua
16.   Utang lain-lain digolongkan sebagai …
A. utang jangka pendek      
B. utang jangka panjang
C. dianggap modal  
D. semua salah
17.   Jenis utang lain-lain …
A. pendapatan diterima di muka
B. pendapatan ditangguhkan
C. pendapatan sewa rumah
D. pendapatan yang belum diterima
18.   Modal mempunyai pengertian be-rikut, kecuali …
A. kekayaan pemilik perusahaan
B. aktiva dikurangi utang suatu pe-rusahaan
C. hak bersih pemilik perusahaan
D. nilai jual perusahaan
19.   Jenis perusahaan yang modalnya berupa modal saham adalah
A. perusahaan perseorangan           
B.firma                              
C. komanditer                    
D. perseroan terbatas
20.   Sebagai bagian investasi pertamanya, seorang partner menyerahkan per-alatan kantor yang nilai peroleh-annya sebesar Rp8.000.000 dan akumulasi penyusutannya telah ter-catat sebesar Rp5.000.000. Apabila seorang partner menyetujui penilaian sebesar Rp3.600.000 untuk peralatan kantor tersebut, berapa jumlah yang harus didebet ke rekening peralatan kantor?
A. Rp3.000.000    B. Rp3.600.000
C. Rp5.000.000    D. Rp8.000.000
21.   X dan Y setuju membentuk suatu firma. X menyetor Rp10.000.000 dan menyumbang sebagian waktunya untuk firma. Y menyetor Rp4.000.000 dan bekerja penuh untuk firma. Bagaimana pembagian laba bersih X dan Y …
A. 5 : 2       B. 1 : 2            
C. 1 : 1       D. salah semua
22.   X dan Y menanam modal, masing-masing Rp2.000.000 & Rp1.000.000 dalam sebuah firma dan sepakat bahwa pembagian laba bersih pertama-tama dihitung cadangan bunga 10% atas modal awal, tunjangan gaji masing-masing Rp240.000 dan Rp480.000, dan sisanya dibagi rata. Bila laba bersih firma Rp900.000, berapa pembagian X ?
A. Rp450.000          B. 440.000
C. Rp380.000          D. Rp200.000
23.   X dan Y adalah partner yang membagi laba dengan rasio 2 : 1 dengan setoran modal masing-masing Rp1.300.000 dan Rp700.000. Apabila P dengan persetujuan Y, membeli sebagian dari modal X, dengan jumlah berapa modal P harus dikredit ?
A. Rp650.000           B. Rp800.000
C. Rp1.000.000        D. salah semua
24.   X dan Y membagi kerugian/keuntungan dengan rasio 2 : 1. Setelah semua harta dijual per kas, kerugian realisasi dibagi, utang-utang dibayar, saldo perkiraan modal adalah : X = Rp500.000, Y = Rp100.000. Berapakah uang kas yang akan dibagi kepada X  ?
A. Rp100.000          B. Rp400.000
C. Rp500.000          D. Rp600.000
25.   Untuk suatu perusahaan manufaktur, persediaan barang jadi terdiri dari :
A. biaya bahan baku                       
B. biaya tenaga kerja langsung
C. biaya overhead pabrik
D. semua betul
26.   Suatu contoh biaya overhead adalah
A. upah asembling pabrik
B. gaji pengawas pabrik      
C. beban-beban mesin        
D. semua betul
 
 
Kunci Jawaban :
 
1.       B
2.       C
3.       D
4.       C
5.       B
6.       A
7.       D
8.       C
9.       A
10.   B 11.   A
12.   D
13.   B
14.   D
15.   D
16.   D
17.   B
18.   D
19.   D
20.   B
  21.   A
22.   C
23.   A
24.   C
25.   D
26.   B
       
 
 
------- Selesai -------


Download Pengantar-akuntansi-2.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Pengantar-akuntansi-2. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon