September 06, 2016

Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 2 Tentang Laporan Arus Kas


Judul: Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 2 Tentang Laporan Arus Kas
Penulis: Koko Pane


BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
Pelaporan keuangan merupakan salah satu bentuk informasi yang berguna bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan dalam pengambilan keputusan. Terdapat dua tujuan pelaporan keuangan menurut Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No.1. Pertama, memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor, kreditor dan pemakai lainnya untuk membuat keputusan investasi, kredit, dan keputusan serupa lainnya. Kedua, memberikan informasi tentang prospek arus kas untuk membantu investor dan kreditor dalam menilai prospek arus kas bersih perusahaan.
Perkembangan perekonomian dan bisnis khususnya pasar uang dan pasar modal, timbulnya kongsi dagang mulai joint venture, partnership (firma), sampai perseroan terbatas adanya transaksi antar negara dan prinsip-prinsip akuntansi yang berbeda antar negara mengakibatkan munculnya kebutuhan akan standar akuntansi yang berlaku secara internasional. Oleh karena itu muncul organisasi yang bernama IASB atau International Accounting Standar Board yang mengeluarkan International Financial Reporting Standar (IFRS).Adopsi secara bertahap terhadap IFRS telah dilakukan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dengan melakukan revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (IFRS) sehingga, perusahaan go public wajib mengungkapkan informasi keuangannya berdasarkan prinsip akuntansi baru atau revisi yang mulai efektif secara bertahap sejak tahun 2008. Indonesia melakukan konvergensi IFRS ini karena Indonesia sudah memiliki komitmen dalam kesepakatan dengan negara-negara G-20.Konvergensi PSAK dengan IFRS dapat membawa manfaat bagi iklim investasi di Indonesia. Hal ini disebabkan karena kemudahaan para investor untuk membandingkan informasi-informasi keuangan dari perusahaan di Indonesia dengan perusahaan di negara lain. Analisis-analisis yang dilakukan oleh para pakar keuangan terhadap informasi keuangan perusahaan Indonesia dapat lebih akurat sehingga dapat mengurangi keraguan investor akan kekeliruan pengambilan keputusan berdasarkan hasil analisis yang dilakukan para analis (Irdam, 2012).
Namun terdapat beberapa kendala dalam penerapan IFRS di Indonesia, kendala yang dihadapi dalam menerapkan IFRS ini di antaranya adalah (Media Akuntansi, 2005) : 1) masalah penerjemahan standar itu sendiri, IFRS yang diterbitkan dalam bahasa Inggris perlu diterjemahkan, sedangkan penerjemahan itu sendiri akan mengalami kesulitan di antaranya adanya ketidakkonsistenan dalam penggunaan kalimat bahasa Inggris, penggunaan istilah yang sama untuk menerangkan konsep yang berbeda, dan penggunaan istilah yang tidak terdapat padanannya dalam penerjemahan, 2) ketidaksesuaian antara IFRS dengan hukum nasional, karena pada beberapa negara standar akuntansi termasuk sebagai bagian dalam hukum nasional, sehingga standar akuntansinya ditulis dalam bahasa hukum, dan di sisi lain
Ada beberapa standar akuntansi keuangan yang sudah konvergen terhadap IFRS yakni PSAK 1 mengenai Penyajian Laporan Keuangan, PSAK 2: Laporan Arus Kas. PSAK 2 : Laporan arus kas merupakan laporan yang menyajikan informasi tentang arus kas masuk dan arus kas keluar dan setara kas suatu entitas dengan kategori (aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan) untuk suatu periode tertentu. Melalui laporan arus kas, pengguna laporan keuangan ingin mengetahui bagaimana entitas menghasilkan dan menggunakan kas dan setara kas.Pada dasarnya, perusahaan memerlukan kas dengan alasan yang sama meskipun terdapat perbedaan dalam aktivitas penghasil pendapatan utama (revenue-prducing activities). Perusahaan membutuhkan kas untuk melaksanakan usaha, untuk melunasi kewajiban, dan untuk membagikan dividen kepada para investor. Pada laporan arus kas, kas mempunyai makna yang lebih luas daripada sekedar saldo kas dan kas di bank. Dalam laporan arus kas, defenisi kas juga mencakup setara kas. Setara kas (cash equivalents) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, dan dapat dengan segera dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan. Pada saat menyusun laporan arus kas, kas dan setara kas digabung dan jumlahnya disatukan. Hal ini dilakukan karena pembelian dan penjualan investasi yang setara kas dianggap merupakan bagian dari keseluruhan pengelolaan kas ketimbang sumber atau pemakaian kas.Pada PT. rindo Alam Ayu Medan, dari penelitian dan pengamatan awal yang dilakukan, belum diketahui secara pasti apakah penyusunan laporan arus kas yang diterapkan telah sesuai dengan konsep IFRS secara penuh. Dimana untuk memastikannya dirasa perlu untuk melakukan penelitian secara lebih mendalam di perusahaan.
Karena belum banyaknya penelitian mengenai penerapan SAK IFRS, dan minimnya penelitian terdahulu mengenai PSAK 2 maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Pada penelitian ini penulis membatasi penelitian hanya mengenai Penerapan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 2 yakni laporan arus kas yang diatur dalam PSAK 2. Penelitian ini ditekankan terhadap penyajian laporan keuangan karena pengguna laporan keuangan membutuhkan informasi mengenai kinerja perusahaan untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pengguna perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya.
Berdasarkan uraian diatas dan melihat betapa pentingnya laporan arus kas maka penulis membahas dalam bentuk skripsi dengan judul "Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 2 Tentang Laporan Arus Kas Pada PT. Orindo Alam Ayu Medan".
B. Rumusan MasalahBerdasarkan identifikasi di atas penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut : "Apakah laporan arus kas yang disusun oleh PT. Orindo Alam Ayu Medan telah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 2 Tentang Laporan Arus Kas?"
C.Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti nyata tentang apakah laporan arus kas yang disusun oleh PT. Orindo Alam Ayu Medan telah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 2 Tentang Laporan Arus Kas.D.Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat baik bagi peneliti maupun pihak lain sebagai berikut :
Bagi peneliti, untuk menambah wawasan dan memperdalam pengetahuan mengenai Laporan Arus Kas dan Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 2 di perusahaan.
Bagi PT. Orindo Alam Ayu Medan, memberikan saran dan masukan tentang upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam rangka optimalisasi Laporan Arus Kas dan Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 2.
Bagi pihak lain, penelitian ini sebagai bahan referensi dan informasi tambahan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu akuntansi, khususnya bagi pihak lain yang ingin melakukan penelitian dengan topik yang sama.


Download Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 2 Tentang Laporan Arus Kas.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 2 Tentang Laporan Arus Kas. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon