September 01, 2016

Penegakan Moral Akuntan Pendidikan Bentuk Nasionalisme Bidang Pendidikan Disusun untuk memenuhi tugas individu Mata Kuliah Umum Pendidikan Kewarganegaraan


Judul: Penegakan Moral Akuntan Pendidikan Bentuk Nasionalisme Bidang Pendidikan Disusun untuk memenuhi tugas individu Mata Kuliah Umum Pendidikan Kewarganegaraan
Penulis: Sari Widyastuti


centertop00
Penegakan Moral Akuntan PendidikanBentuk Nasionalisme Bidang PendidikanDisusun untuk memenuhi tugas individu Mata Kuliah UmumPendidikan KewarganegaraanOleh :Sari Widyastuti7101413282
Pendidikan AkuntansiUniversitas Negeri Semarang
2014
PendahuluanLatar BelakangKeuangan Negara memiliki cakupan yang luas, salah satunya yang dialokasikan di bidang pendidikan. Hal ini tak lepas dari proses akuntansi sektor pendidikan. Peran dari para akuntan bidang pendidikan sendiri yakni memberikan informasi keuangan dalam menunjang proses pengambilan kebijakan (Bastian,2007). Keuangan bidang pendidikan sendiri telah dipercayakan kepada daerah untuk pengelolaannya atau disebut juga birokrasi pendidikan dalam otonomi daerah.Namun pada kenyataannya setelah beberapa tahun berjalan, pelaksanaan birokrasi pendidikan dalam otonomi daerah mengalami "kesemrawutan". Hasil studi menunjukkan bahwa ada potensi yang memungkinkan keberhasilan pelaksanaan desentralisasi pendidikan. Hal ini terlihat dari kapasitas sekolah yang meliputi beberapa aspek yaitu : anggaran sekolah, SDM, sarana dan prasarana sekolah, manajemen sekolah dan partisipasi orang tua serta akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan. Adanya akuntan pendidikan yang tidak transparan dapat mengakibatkan kacaunya anggaran pemerintah untuk pendidikan, sehingga kerugian negara pun dapat terjadi. Akibat lain yang ditimbulkan adalah lunturnya kadar nasionalisme yakni sikap tidak cinta negara, mementingkan keuntungan pribadi, dan memunculkan sifat korup.
Oleh sebab itu, diperlukan solusi untuk mewujudkan penyelenggaraan organisasi pendidikan yang baik, transparan dan akuntabel. Sehingga, nasionalisme dalam bidang pendidikan tetap terjaga.
Rumusan MasalahBagaimana solusi untuk mewujudkan penyelenggaraan organisasi pendidikan yang akuntabel dengan tetap mengedepankan nasionalisme?PembahasanDefinisi, Peran dan Fungsi Akuntansi dalam Dunia PendidikanKata akuntansi berasal dari kata bahasa inggris to account yang berarti memperhitungkan atau mempertanggungjawabkan. Peran dan fungsi akuntansi dalam dunia pendidikan adalah menyediakan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan, agar berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam entitas pendidikan. Jadi akuntansi pendidikan di sini merupakan penanggungjawab atas pengelolaan keuangan dalam institusi pendidikan yang saat ini telah terdesentralisasikan.
Akibat Akuntan Pendidikan yang tidak AkuntabelAkibat adanya desentralisasi tersebut semakin rawan terjadinya penyelewengan. Bahkan, sampai timbul pameo "Indonesia adalah juara terbaik dalam hal korupsi". Sungguh miris memang, dan tindakan korupsi itu juga bercokol di bidang pendidikan pula. Pendidikan dapat dikatakan diancam "hantu pendidikan" yang salah satunya budaya korup. Misalnya saja, anggaran dari pemerintah yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan sekolah, tidak dapat terealisasikan 100%. Ini menjadi bukti kurangnya kecintaan (rasa nasionalisme) para akuntan pendidikan terhadap negerinya. Mengapa tidak? Dari keseluruhan RAPBN (Rencana Anggaran dan Belanja Negara), sekitar 20-25% dialokasikan ke pendidikan, dan ketika terjadi penyelewengan di sini, berapa kerugian yang harus ditanggung oleh negara? Untuk itulah, perlunya penanaman jiwa nasionalisme terhadap para akuntan pendidikan supaya penyelewengan yang dapat merugikan negara dapat dihindari.Penegakan Moral sebagai Solusi76201541753Moral menempati posisi penting dalam melewati setiap keadaan dan bidang kehidupan. Oleh karana itu, setiap usaha untuk memajukan suatu masyarakat, mutlak membutuhkan moralitas (Harahap, 2004). Perkataan moral berasal dari bahasa latin mores, bentuk jamak dari mos yang berarti kebiasaan. Dalam bahasa Inggris disebut moral, yaitu concerned with principles of right and wrong behaviour20, ukuran baik atau buruknya perbuatan.
20A.S. Hornby, Oxford Advanced Learner's Dictionary (Oxford University Press, 2000), hlm. 825-826.Moral dalam arti luas telah mencakup bagaimana hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan alam semesta. Orang yang memiliki moral yang baik adalah yang mampu menyeimbangkan ketiga hubungan dalam setiap tempat dan setiap waktu. Penegakan moral merupakan kebutuhan yang sangat urgent dalam rangka mengawal transisi bangsa, hingga tetap dalam jati dirinya sebagai bangsa yang religius dan berbudaya. Pendidikan moral merupakan solusi strategis mengatasi ketidak-akuntabel-an akuntan pendidikan. Moral yang ditekankan di sini ialah moral Pancasila, di mana mencakup hubungan antara manusia dengan Tuhan, dengan sesama dan alam seperti yang terpapar di atas.
Dengan penegakan moral Pancasila para akuntan cenderung beriman kepada Tuhan YME, memiliki kesadaran akan tanggung jawab dalam amanahnya, bersikap profesional yang dijiwai oleh kesadaran nasionalisme. Nasionalisme adalah dogma yang mengajarkan bahwa individu hanya hidup untuk bangsa dan bangsa demi bangsa itu sendiri. Akuntan pendidikan ada untuk melayani bangsa bidang pendidikan dan demi bangsanya sendiri. Dan dengan adanya penegakan moral, dapat mencegah terjadinya penyelewengan-penyelewengan akuntan pendidikan yang melaksanakan pengelolaan keuangan institusi pendidikan. Konsep penegakan moral, terutama moral Pancasila akan secara otomatis merealisasikan prinsip nasionalisme, yakni menumbuhkan hasrat para akuntan untuk mencapai kehormatan bangsa tanpa korupsi.
KesimpulanSistem desentralisasi Indonesia bidang pendidikan telah terealisasi, sehingga untuk pengelolaan keuangan dipercayakan akuntan kepada masing-masing institusi pendidikan yang ada di daerah. Namun hal ini rawan terjadi penyelewengan, sehingga penegakan moral menjadi solusinya. Penegakan moral kepada para akuntan pendidikan mencakup tiga aspek penting yakni hubungan dengan Tuhan, sesama dan dengan alam semesta. Hal ini pada akhirnya akan menghasilkan tenaga akuntan yang berjiwa nasionalisme, mengutamakan kepentingan dan kehormatan negara, serta membebaskan negara dari jeratan korupsi di kancah pendidikan.
Daftar PustakaBastian, Indra. 2007. Akuntansi Pendidikan. Jakarta : Erlangga.
Harahap, Syahrin. 2004. Penegakan Moral Akademik di Dalam dan Luar Kampus. Rajawali Pers : Jakarta.
Sunarto, dkk. 2012. Pendidikan Kewarganegaraan di Peguruan Tinggi. Pusat Pengembangan MKU/MKDK-LP3 UNNES : Semarang.
Winarno, 2007. Paradigma Baru Pendidikan Kewarganegaraan Panduan Kuliah di Perguruan Tinggi. Bumi Aksara : Jakarta.
http://padangekspres.co.id/?news=nberita&id=2694


Download Penegakan Moral Akuntan Pendidikan Bentuk Nasionalisme Bidang Pendidikan Disusun untuk memenuhi tugas individu Mata Kuliah Umum Pendidikan Kewarganegaraan.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Penegakan Moral Akuntan Pendidikan Bentuk Nasionalisme Bidang Pendidikan Disusun untuk memenuhi tugas individu Mata Kuliah Umum Pendidikan Kewarganegaraan. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon