September 19, 2016

Manajemen Strategi Analisis SWOT Starbucks & Coffe Bean


Judul: Manajemen Strategi Analisis SWOT Starbucks & Coffe Bean
Penulis: Devia Fatmawati


ANALISIS MANAJEMEN STRATEGI DAN SWOT DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN
(Studi Kasus Pada Perusahaan Starbucks Coffe & The Coffe Bean)
Oleh : Devia Fatmawati 201210170311140
Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang
ABSTRAK
Brand adalah suatu symbol, nama atau gambar yang mengidentifikasikan penjualan suatu barang atau jasa dan juga sebagai pembeda dari para kompetitor. Di dalam istilah marketing, brand berfungsi sebagai tanda pengenal suatu perusahaan. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi maka muncul cara baru dalam mempromosikan brand tersebut, salah satunya adalah dengan online branding. Branding online sendiri adalah pemanfaatan teknologi informasi dalam mempromosikan suatu produk atau servis. Branding online sendiri dapat berupa bermacam hal seperti website, media sosial dan lain – lain. Salah satu perusahaan yang sangat sukses dalam penerapan online branding adalah Starbucks & The Coffe Bean. Di paper ini akan dijelaskan hal hal yang berkaitan dengan brand dan teorinya, serta analisis strategi & SWOT branding di Starbucks dan The Coffe Bean.
Kata Kunci : Manajemen Strategi, Analisis SWOT.
ABSTRACT
Brand is a symbol, name or image that identifies sell a product or service as well as a differentiator from competitors. In terms of marketing, brand serves as identification of a company. Along with the development of information technology, the emerging new ways to promote the brand, one of them is with online branding. Branding yourself online is to use information technology to promote a product or service. Branding yourself online can be a variety of things such as websites, social media and others. One company that is very successful in the implementation of online branding is Starbucks and The Coffee Bean. This paper will be explained in terms of matters relating to the brand and theory, as well as a SWOT analysis of the strategy and branding at Starbucks and The Coffee Bean.
Keywords: Management Strategy, SWOT Analysis.
LATAR BELAKANG PENDAHULUAN
Pada zaman yang semakin canggih ini, sistem informasi sudah menjadi suatu kewajiban bagi perusahaan yang sudah berkembang ataupun yang baru memulai usahanya. Ini dapat dilihat dari banyaknya teknologi yang dapat membatu para pebisnis khususnya perusahaan dalam melakukan bisnisnya. Teknologi tersebut tidak hanya membantu menjual tetapi dapat membantu dalam menarik pelanggan baru ataupun sebagai sarana untuk mempromosikan produknya. Salah satu teknologi yang banyak digunakan oleh perusahaan adalah online branding.
 Branding sendiri adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk membuat suatu image tertentu terhadap suatu produk atau jasa kepada para konsumen atau pelanggan. Salah satu bentuk branding yang sederhana adalah dengan melakukan advertising. Tujuan branding tersebut adalah untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap brand tersebut sehingga dapat meningkatkan penjualan dari brand tersebut.
 Salah satu bentuk dari branding itu sendiri adalah online branding, dimana tipe branding ini adalah yang paling mudah dan tidak memakan terlalu banyak biaya. Online branding dpat dilakukan melalui berbagai macam cara seperti dengan website, media social dan lain – lain.
Starbucks dimulai pada tahun 1971 di kota Seattle, Amerika pada saat itu starbucks masih menjajakan kopi dengan menggunakan mini van. Nama starbucks diberikan oleh Herman Meville Moby Dick seorang pengarang novel klasik. Pada tahun 1982 Howard Schultz bergabung dengan starbucks , dalam perjalanan bisnisnya ke Italia dia mengunjungi sebuah cafe terkenal di Milan. Dia terkesan dengan rasa kopi Italia yang mencampurkan latte dan mocha. Howard kemudian mencoba untuk memperkenalkan rasa kopi yang baru ini ke warga kota Seattle. Dan warga Seattle menyukai rasa kopi ini dan menjadi penggila kopi. Pada tahun 1990 an , starbucks berusaha untuk memperluas pasar dengan membuka banyak gerai starbucks. Dimulai dari seluruh Amerika hingga akhirnya keseluruh dunia. Hingga akhirnya starbucks menjadi gerai kopi no 1 di dunia. Gerai starbucks di Indonesia sendiri dibuka tahun 2002 di bawah manajemen PT Sari Coffe Indonesia.
Starbucks menjual minuman panas dan dingin, biji kopi, salad, sandwich panas dan dingin, kue kering manis, camilan, dan barang-barang seperti gelas dan tumbler. Melalui divisi Starbucks Entertainment dan merek Hear Music, perusahaan ini juga memasarkan buku, musik, dan film. Banyak di antara produk perusahaan yang bersifat musiman atau spesifik terhadap daerah tempat kedai berdiri. Es krim dan kopi Starbucks juga dijual di toko grosir.
The Coffee Bean & Tea Leaf didirikan pada tahun 1963 oleh Herbert B. Hyman. Herbert memulai bisnis The Coffee Bean & Tea Leaf untuk melayani kopi dan teh terbaik di dunia. The Coffee Bean & Tea Leaf dikelola oleh International Coffee & Tea, LLC yang bermarkas di Los Angeles, Amerika Serikat dengan menawarkan lebih dari 22 varietas kopi dan 20 jenis teh. Sekarang, lebih dari 50 tahun kemudian, The Coffee Bean & Tea Leaf telah tumbuh menjadi salah satu kedai kopi dan teh.
terbesar di dunia dan menjadi sebuah model perusahaan kopi dan teh yang sukses.
The Coffee Bean & Tea Leaf masuk ke Indonesia sejak tahun 2001. Dikelola langsung oleh Trans Corp melalui PT. TRANS Coffee. Perusahaan Transcorp adalah konglomerat Indonesia terbesar yang sukses dalam berbagai sektor konsumen seperti media, hiburan, fashion, retail, makanan dan minuman di bawah kepemimpinan Chairul Tanjung. Salah satu tujuan dari unit bisnis PT. TRANS Coffee adalah untuk menjadi pemimpin dalam industri makanan dan minuman di Indonesia.
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen strategi dan analisis SWOT yang akan dilakukan oleh perusahaan untuk bersaing dengan perusahaan minuman kopi lainnya
Pengertian Manajemen Strategi.
Menurut Fred R. David (2004) manajemen strategis adalah seni dan pengetahuan untuk merumuskan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi mampu mencapai objektifnya. Sedangkan Hariadi Bambang (2003 : 3) berpendapat bahwa manajemen strategis adalah suatu proses yang dirancang secara sistematis oleh manajemen untuk merumuskan strategi, menjalankan strategi dan mengevaluasi strategi dalam rangka menyediakan nilai–nilai yang terbaik bagi seluruh pelanggan untuk mewujudkan visi organisasi.  Menurut Pearch dan Robinson (1997) dikatakan bahwa manajemen stratejik adalah kumpulan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi.
Manajemen strategis merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan. Dari pengertian manajemen strategi di atas yang cukup luas tersebut menunjukkan bahwa manajemen stratejik merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak (bersama-sama) kearah yang sama pula. Dari pengertian manajemen strategi di atas yang cukup luas tersebut menunjukkan bahwa manajemen stratejik merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak (bersama-sama) kearah yang sama pula.

Komponen pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsure-unsurnya sasaran dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situsional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi kontrol dan evaluasi serta umpan balik.
Manajemen strategi diwujudkan dalam bentuk perencanaan berskala besar dalam arti mencakup seluruh komponen dilingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam bentuk rencana strategis (Renstra) yang dijabarkan menjadi perencanaan operasional, yang kemudian dijabarkan pula dalam bentuk program kerja dan proyek tahunan.Renstra dijabarkan menjadi rencana operasional yang antara lain berisi program-program operasional termasuk proyek-proyek, dengan sasaran jangka sedang masing-masing juga sebagai keputusan manajemen puncak. Penetapan renstra dan rencana operasi harus melibatkan manajemen puncak karena sifatnya sangat mendasar/prinsipil dalam pelaksanaan seluruh misi organisasi, untuk mewujudkan, mempertahankan dan mengembangkan eksistensi jangka sedang termasuk panjangnya. Pengimplementasian strategi dalam program-program termasuk proyek-proyek untuk mencapai sasarannya masing-masing dilakukan melalui fungsi-fungsi manajemen lainnya yang mencakup pengorganisasian, pelaksanaan, penganggaran dan kontrol.
Tugas Manajemen StrategikMenurut Tunggal Amin Widjaja (2004), manajemen strategis terdiri dari sembilan tugas kritikal berikut ini :
Memformulasi misi (mission) perusahaan termasuk pernyataan yang luas mengenai maksud (purpose), falsafah (philosophy) dan sasaran (goal).
Mengembangkan suatu profil perusahaan yang merefleksi pada kondisi internal dan kemampuannya.
Menilai lingkungan eksternal perusahaan, termasuk baik faktor kompetitif maupun faktor yang berhubungan dengan konteks umum.
Menganalisis opsi perusahaan dengan menandingi sumber daya perusahaan dengan lingkungan eksternalnya.
Mengidentifikasi opsi yang paling diiinginkan dengan menilai setiap opsi dipandang dari sudut misi perusahaan.
Memilih sekumpulan tujuan jangka panjang dan strategi total (grand strategies) yang akan mencapai opsi yang paling diinginkan.
Mengembangkan tujuan tahunan dan strategi jangka pendek yang sesuai dengan kumpulan tujuan jangka panjang yang dipilih dari strategi secara keseluruhan (grand strategies).
Mengimplementasikan pilihan strategi dengan alat alokasi sumber daya yang dianggarkan yaitu memadani tugas–tugas, manusia, struktur, teknologi dan menekankan sistem ganjaran.
Menilai keberhasilan proses strategik sebagai masukan untuk pengambilan keputusan di masa yang akan datang.
Proses Manajemen Strategis.
Menurut Wheelen dan Hunger (1996 : 9) proses manajemen strategis meliputi 4 elemen dasar, yaitu :
pengamatan lingkungan.
perumusan strategi.
implementasi strategi.
evaluasi dan pengendalian.
Faktor InternalStruktur adalah cara bagaimana perusahaan diorganisasikan.
Budaya adalah pola keyakinan, pengharapan dan nilai-nilai yang diberikan oleh anggota organisasi.
Sumber daya adalah aset yang merupakan bahan baku bagi produksi barang dan jasa organisasi.
Analisis internal adalah proses dimana perencana strategi mengkaji pemasaran dan distribusi perusahaan, penelitian dan pengembangan produksi dan operasi, sumberdaya dan karyawan perusahaan serta faktor keuangan dan akuntansi untuk menentukan di mana letak kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) perusahaan.
David Hunger. J & Thomas L. Wheelen (1996) dalam bukunya membagi beberapa faktor kekuatan atau kelemahan internal kunci yang nantinya mempengaruhi dasar analisis internal :
Visi, misi, strategi dan kebijakan perusahaan.
Budaya Perusahaan  (harapan, nilai-nilai organisasi).
Orientasi perusahaan saat ini.
Struktur organisasi (komunikasi, wewenang dan arus kerja).
Pengalaman.
SDM manajemen puncak dan karyawan.
Hubungan karyawan.
Penelitian dan pengembangan  (aplikasi dan pemanfaatan teknologi).
Posisi finansial  (modal, pembiayaan dan hutang).
Fasilitas pemanufakturan.
Saluran distribusi.
Faktor EksternalJauch dan Glack (dalam Iwan Setiawana, 2002) mendefinisikan analisis eksternal sebagai suatu proses yang dilakukan oleh perencana strategi untuk memantau sektor lingkungan dalam menentukan peluang (opportunity) dan ancaman (threat) bagi perusahaan.
Lingkungan mikro atau lingkungan luar dekat atau tugas.
Lingkungan makro atau lingkungan luar jauh.
Menurut Wheelen dan Hunger (1996 : 17), dalam tahap implementasi strategi, manajemen mewujudkan strategi dan kebijakan dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran, dan prosedur.
HYPERLINK "http://ekonomiplanner.blogspot.com/2014/06/pengertian-teori-manajemen-strategi.html" Tahapan Manajemen Strategik.
 
Pada prinsipnya, manajemen strategik terdiri atas tiga tahapan, yaitu:
Tahap FormulasiMeliputi pembuatan misi, pengidentifikasian peluang dan tantangan eksternal organisasi, penentuan kekuatan dan kelemahan internal, pembuatan sasaran jangka panjang, pembuatan pilihan-pilihan strategi, serta pengambilan keputusan strategi yang dipilih untuk diterapkan. Dalam hal penyusunan strategi, Fred R. David membagi proses ke dalam tiga tahapan aktivitas, yaitu: input stage, matching stage, dan decision stage. Termasuk di dalam formulasi strategi adalah pembahasan tentang bisnis baru yang akan dimasuki, bisnis yang dihentikan, alokasi sumber-sumber yang dimiliki, apakah akan melakukan ekspansi atau diversifikasi usaha, apakah akan memasuki pasar internasional, apakah akan melakukan merjer atau membentuk joint-venture, serta bagaimana untuk menghindari pangambilalihan secara paksa (hostile takeover).
Tahap ImplementasiMeliputi penentuan sasaran tahunan, pengelolaan kebijakan, pemotivasian pegawai, pengalokasian sumber-sumber agar strategi yang diformulasikan dapat dilaksanakan. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan kultur yang mendukung strategi, penciptaan struktur organisasi yang efektif, pengarahan usaha-usaha pemasaran, penyiapan anggaran, pengembangan dan pemanfaatan sistem informasi, serta mengkaitkan kompensasi pegawai dengan kinerja organisasi.[bandingkan dengan Senge, 1994]. Pada tahap ini, ketrampilan interpersonal sangatlah berperan. Sebagaimana Carl von Clausewitz (1780-1831) dalam bukunya yang diterbitkan kembali On War, strategi bukanlah sekedar aktivitas problem-solving, tetapi lebih dari itu strategi bersifat terbuka (open-ended) dan kreatif untuk mempertajam masa depan dalam model chain of command di mana suatu strategi harus dijalankan setepat mungkin (menghindari bias-bias yang tidak perlu dalam setiap bagian struktur organisasi).
Tahap EvaluasiMeliputi kegiatan mencermati apakah strategi berjalan dengan baik atau tidak. Hal ini dibutuhkan untuk memenuhi prinsip bahwa strategi perusahaan haruslah secara terus-menerus disesuaikan dengan perubahan-perubahan yang selalu terjadi di lingkungan eksternal maupun internal. Tiga kegiatan utama pada tahap ini adalah:
Menganalisa faktor-faktor eksternal dan internal sebagai basis strategi yang sedang berjalan.
Pengukuran kinerja.
Pengambilan tindakan perbaikan.
METODE PENELITIAN
Berdasarkan jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data sekunder yaitu Annual Report Perusahaan Stracbucks & Coffe Bean dan beberapa artikel yang berkaitan dengan kedua perusahan serta data pendukung lainnya yang digunakan dalam penelitian ini, berupa data penjualan, data harga dan spesifikasi produk, serta informasi internl perusahaan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis menggunakan matriks analisis SWOT. Dan kemudian hasil analisis ini dijadikan sebagai dasar untuk mengambil suatu kesimpulan dan memberikan saran-saran.
Pengertian SWOT
SWOT adalah akronim untuk kekuatan (Strenghts), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) dari lingkungan eksternal perusahaan. Menurut Jogiyanto (2005:46), SWOT digunakan untuk menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan kelemahan dari sumber-sumber daya yang dimiliki perusahaan dan kesempatan-kesempatan eksternal dan tantangan-tantangan yang dihadapi.
Menurut David (Fred R. David, 2008,8), Semua organisasi memiliki kekuatan dan kelemahan dalam area fungsional bisnis. Tidak ada perusahaan yang sama kuatnya atau lemahnya dalam semua area bisnis. Kekuatan- kelemahan internal, digabungkan dengan peluang/ancaman dari eksternal dan pernyataan misi yang jelas, menjadi dasar untuk penetapan tujuan dan strategi.Tujuan dan strategi ditetapkan dengan maksud memanfaatkan kekuatan internal dan mengatasi kelemahan tersebut.
Berikut ini merupakan penjelasan dari SWOT (David,Fred R.,2005:47) yaitu :
1. Kekuatan (Strenghts)
Kekuatan adalah sumber daya, keterampilan, atau keungulan-keungulan lain yang berhubungan dengan para pesaing perusahaan dan kebutuhan pasar yang dapat dilayani oleh perusahaan yang diharapkan dapat dilayani. Kekuatan adalah kompetisi khusus yang memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan di pasar
2. Kelemahan (Weakness)
Kelemahan adalah keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya, keterampilan, dan kapabilitas yang secara efektif menghambat kinerja perusahaan. Keterbatasan tersebut daoat berupa fasilitas, sumber daya keuangan,kemampuan manajemen dan keterampilan pemasaran dapat meruoakan sumber dari kelemahan perusahaan.
3. Peluang (Opportunities)
Peluang adalah situasi penting yang mengguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Kecendrungan – kecendrungan penting merupakan salah satu sumber peluang, seperti perubahaan teknologi dan meningkatnya hubungan antara perusahaan dengan pembeli atau pemasokk merupakan gambaran peluang bagi perusahaan.
4. Ancaman (Threats)
Ancaman adalah situasi penting yang tidak menguntungan dalam lingkungan perusahaan. Ancaman merupakan pengganggu utama bagi posisi sekarang atau yang diinginkan perusahaan. Adanya peraturan-peraturan pemerintah yang baru atau yang direvisi dapat merupakan ancaman bagi perusahaan.
Fungsi SWOT
Menurut Ferrel dan Harline (2005), fungsi dari Analisis SWOT adalah untuk mendapatkan informasi dari analisis situasi dan memisahkannya dalam pokok persoalan internal (kekuatan dan kelemahan) dan pokok persoalan eksternal (peluang dan ancaman).Analisis SWOT tersebut akan menjelaskan apakah informasi tersebut berindikasi sesuatu yang akan membantu perusahaan mencapai tujuannya atau memberikan indikasi bahwa terdapat rintangan yang harus dihadapi atau diminimalkan untuk memenuhi pemasukan yang diinginkan sendiri.
Analisis SWOT dapat digunakan dengan berbagai cara untuk meningkatkan analisis dalam usaha penetapan strategi. Umumnya yang sering digunakan adalah sebagai kerangka panduan sistematis dalam diskusi untuk membahas kondisi altenatif dasar yang mungkin menjadi pertimbangan perusahaan itu sendiri.
Matriks SWOT
Menurut Rangkuti (2006), Matriks SWOT dapatmenggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternalyang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dankelemahan yang dimilikinya. Matriks ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan altenatif strategis.
Berikut ini adalah keterangan dari matriks SWOT diatas :
Strategi SO  (Strength and Oppurtunity). Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar – besarnya.
Strategi ST (Strength and Threats). Strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman.
Strategi WO (Weakness and Oppurtunity). Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
Strategi WT (Weakness and Threats). Strategi ini berdasarkan kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Dari hasil Analisis manajemen strategi dan SWOT yang dilakukan pada perusahaan Starbucks & Coffe Bean SWOT di peroleh untuk setiap faktor Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman dari perusahaan Starbucks Coffe & The Coffe Bean :
Sejarah Starbucks Coffe
Starbucks Corporation adalah sebuah jaringan kedai kopi dari Amerika Serikat yang bermarkas di Seattle, Washington. Starbucks adalah perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, dengan 15.012 kedai di 44 negara. Logo Starbucks berasal dari Syren, ikan duyung berekor kembar dan bermahkota dari mitologi Yunani. Logo ini sendiri dipilih karena nama Starbucks berasal dari cerita Kapten Ahab, yang berpetualang di lautan lepas sehingga pemilihan syren ini dirasa tepat dan ada keterkaitan. Logo starbucks yang memperlihatkan sebuah brand hijau dengan dua bintang dan dan memperlihatkan duyung syren yang yang memakai tiara /mahkota. Hal ini agak kontroversial namun menarik dan mudah diingat untuk dikenal di seluruh dunia. Strabucks menjual kopi, minuman panas berbasis espresso, minuman dingin dan panas lainnya, makanan ringan, serta cangkir dan bijih kopi.
Melalui divisi Starbucks Entertainment dengan merek Hear Music, perusahaan ini juga memasarkan buku, musik, dan film. Sejak pertama kali dibuka di Seattle, Starbucks tumbuh dengan sangat cepat. Pada tahun 1990-an, Starbucks banyak membuka kedai baru. Pertumbuhan ini terus berlanjut sampai tahun 2000-an. Pada akhir maret 2008, Starbucks telah memiliki 16.226 kedai, 11-434 diantara berada di Amerika Serikat. Namun pada 1 juli 2008, Starbuck mengumumkan bahwa mereka akan menutup 600 kedai dan memotong rencana pertumbuhannya di Amerika Serikat, dikarenakan melemahnya kondisi ekonomi. Pada 29 juli 2008, Starbucks juga memberhentikan 1.000 pegawainya. Penutupan dan pemberhentian kerja ini merupakan akhir dari pertumbuhan pesat Starbucks yang dimulai pada tahun 1990-an.   
Visi, Misi, dan Strategi Starbucks Visi : Menjadikan starbucks sebagai brand yang terkenal dan dihargai di seluruh dunia. Untuk mencapai visi tersebut ditetapkan 4 komponen dasar yaitu :
Membangun nilai dasar perusahaan sebagai perusahaan yang hanya menggunakan bahan dan menghasilkan produk yang terbaik.
Menciptakan image yang cemerlang yang melekat di dalam pikiran pelanggan.
Membentuk Starbucks sebagai suatu brand yang terkenal, walaupun orang tidak mengetahui secara jelas bidang usaha yang dijalankan, tetapi masyarakat merasa familiar dengan merek starbucks.
Menjadikan starbucks sebagai merek terkenal dan dihargai. Menjadi nomor satu atau diatas brand lainnya dalam jangka waktu tak terbatas.
Dalam seluruh kegiatan perusahaan kualitas tinggi menjadi dasar yang utama, mulai dari pembelian bahan baku, proses produksi sampai menjual produk dalam kondisi terbaik yang dilakukan oleh setiap bagian dari perusahaan. Pencapaian hasil ini juga ditunjang oleh cepatnya perluasan Outlet, sebagai bentuk pengembangan saluran distribusi.
 Misi : Misi dari Starbucks adalah untuk mendirikan Starbucks sebagai pemasok utama kopi terbaik di dunia dengan tetap menjaga prinsip-prinsip tak kenal kompromi kita sementara kita tumbuh Starbucks berkomitmen untuk peran kepemimpinan lingkungan di semua aspek bisnis kami. Strategi :
Memahami tentang masalah lingkungan hidup dan berbagi informasi dengan mitra usaha.
Menciptakan solusi yang inovatif dan fleksible dalam menghadapi perubahan.
Bekerja keras untuk membeli, menjual dan menggunakan produk yang ramah lingkungan.
Memahami tanggung jawab itu sebagai hal yang penting untuk lingkungan hidup.
Menanamkan tanggung jawab lingkungan hidup sebagai nilai dasar perusahaan.
Mengukur dan memonitor kemajuan setiap proyek terhadap dampak kepada lingkungan hidup.
Mendorong seluruh mitra untuk ikut serta dalam memperjuangkan misinya.
Profil Perusahaan
Starbucks Coffee pertama kali dibuka pada tahun 1971 di Seattle oleh Jerry Baldwin, Zev Siegel, dan Gordon Bowker. Howard Schultz bergabung dengan perusahaan ini pada tahun 1982 dan terinspirasikan oleh bar espresso di Italia, membuka jaringan Il Giornale pada tahun 1985. Beberapa saat setelah pemilik aslinya membeli Peet's Coffee and Tea, Starbucks dijual pada Howard yang kemudian mengganti nama Il Giornale dengan nama Starbucks pada tahun 1987. Starbucks pertama di luar Seattle adalah di Vancouver dan Chicago pada 1987 sedangkan cabang pertama di luar Amerika Utara terletak di Tokyo, Jepang yang dibuka pada 1996. PT Mitra Adhi Perkasa mendapatkan lisensi untuk mengoperasikan Starbucks di Indonesia. Selanjutnya PT Mitra Adhi Perkasa menunjuk Anthony Cottan, seorang yang berpengalaman dalam Customers Service, untuk meluncurkan dan mengelola merk tersebut. Anthony dengan anggota 8 orang dari Jakarta ingin belajar untuk 3 bulan di Seattle, sebelum membuka toko pertama pada bulan Mei 2002. 
Branding Starbucks
Starbucks merupakan suatu perusahaan franchise yang menjual kopi. Starbucks sendiri telah menjadi salah satu toko kopi paling terkenal di dunia, dan membuatnya menjadi perusahaan tersukses di dunia. Maka dari itu untuk tetap dapat bersaing dengan para kompetitornya, Starbucks melakukan banyak branding salah satunya adalah online branding, dimana Starbucks menjadi salah satu perusahaan paling sukses yang menerapkan online branding di perusahaan mereka.
Brand Starbucks sendiri telah menjadi image tersendiri bagi sebuah toko kopi, ini terbukti dengan banyaknya toko kopi yang menduplikasi logo dari Starbucks. Untuk lebih memahami tentang brand Starbucks itu sendiri, berikut ini adalah analisis SWOT dari Starbucks seperti yang dikutip dar jurnal milik Nithin Geereddy (2013)
Strategi Bisnis Unit :
Strategi yang digunakan menggunakan strategi umum yaitu Product Developtment dan Marketing Segmentation, yang akan dijelaskan sebagai berikut :
Product Developtment :
Starbucks membuat berbagai macam macam produk mulai dari  minuman kopi maupun non kopi untuk menarik minat para non peminum kopi dan mereka juga mengembangkan cake dan pastry sebagai temanminum kopi dan teh. Starbucks mengembangkan produk baru untuk non-peminum kopi ditengah pasar yang kompetitif. Starbucks menarik konsumen baru dengan tidak hanya dengan produk-produk berkualitas, tetapi juga dengan rasa yang disukai konsumen. Selain itu Starbucks menambahkan Product minuman juice,smoothie, dan teh. Dan ada product untuk makan siang seperti Fiesta Chicken Salad, dan Buah dan Platter Keju.
Marketing Segmentation :
Starbucks membidik  segmen di Hotels, Grocery Stores, Schools, Businesses, Industries Cafeteria and Airlines.
Strengths
Global brand: Starbucks telah menjadi brand global khususnya kopi ini terbukti dengan telah memiliki toko di lebih dari 50 negara di dunia.
Produk yang berkualitas: produk yang disajikan oleh Starbucks telah diakui banyak kalangan memiliki kualitas yang baik.
Loyalitas konsumennya: Starbucks sangat baik dalam melakukan hubungan denggan para konsumernya, terbukti dengan melakukan berbagai loyalty program seperti Starbucks Card. 
Starbucks dikenali ramai bagi kakitangan yang berpengetahuan tinggi. Mereka adalah aset utama Syarikat dan mereka dibekalkan dengan faedah-faedah yang besar seperti pilihan saham, akaun persaraan dan budaya yang sihat. Pengurusan modal insan ini berkesan diterjemahkan ke dalam perkhidmatan pelanggan yang hebat. Ia adalah nilai ke-91 dalam 100 tempat terbaik untuk bekerja oleh majalah Fortune
Kedai Starbucks khas rumah-rumah kopi Italia, canggih dengan nuansa music, interior desain dan karya seni Outlet diposisikan di lokasi jalan tinggi, mall, dalam area bisnis lain seperti bangunan kantor Wi-Fi layanan internet diseluruh starbucks ritel
Weakness
Harga yang mahal: harga menjadi salah satu faktor yang menjadi kelemahan Starbucks, dimana produk yang dijual masih terlalu mahal bagi beberapa kalangan. Khususnya kalangan menangah kebawah.
Terlalu bergantung kepada pasaran di Amerika Syarikat(AS). Selaras dengan pengurangan jualan kendiri daripada pasaran AS dengan 8078 kedai-kedai, Starbucks menghasilkan peratusan besar daripada hasil mereka dari Amerika Syarikat dan ini menjadikan ia sensitif kepada prospek ekonomi dan pertumbuhan AS.
Karena kesempurnaan atas pelayanan karyawan, beberapa keluhan karyawan tentang manajemen yang mendorong mereka untuk selalu menjadi sempurna. Itulah sebabnya mereka membuat Starbucks Serikat Pekerja.
Starbucks dianggap 'Amerika Global' yang mengeluarkan biaya sentimental bagi pelanggan di beberapa Negara
Opportunities
 Membuat produk baru: kesempatan untuk membuat produk baru, sehingga dapat tetap menarik para konsumennya.
Membuka pasar di negara baru: dengan membuka toko baru di negara baru memungkinkan Starbucks untuk menambah keuntungan dan membuat brad Starbucks sendiri lebih dikenal lagi.
Para karyawan potensial adalah orang-orang berpendidikan yang membuatny lebih mudah untuk melatih mereka
Produk mereka yang beragam dan tidak hanya di kopi
Beberapa biji starbucks dipanen di pulau Sumatera dan Sulawesi. Starbucks membeli kacang berkualitas tinggi dipulau ini karena untuk membantu para petani menghidupi keluarganya dan berinvestasi secara berkelanjutan.
Tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi dan pasar, terutama perkotaan memudahkan starbucks memperluas bisnis mereka.
Threats
Perubahan pada gaya hidup pelanggan: gaya hidup yang lebih sehat memungkinkan terjadinya ancaman terhadap produk – produk yang ditawarkan oleh Starbucks.
Kondisi krisis keuangan global yang membuat masyarakat cenderung untuk tidak menghabiskan terlalu banyak uang
Ancaman produk pengganti termasuk barang-barang minuman lain seperti cola, teh atau jus yang dijual diritel
 Isu menyatakan bahwa starbucks mengeksploitasi pekerja mereka dengan membayar upah yang sangat minimum dengan standar yang sangat tinggi
Pendapatan rendah di suatu negara membuat sulit bagi Starbucks untuk menembus pasar yang lebih segmentasi
Sejarah Coffee Bean & Tea Leaf.
The Coffee Bean & Tea Leaf didirikan pada tahun 1963 oleh Herbert B. Hyman. Herbert memulai bisnis The Coffee Bean & Tea Leaf untuk melayani kopi dan teh terbaik di dunia. The Coffee Bean & Tea Leaf dikelola oleh International Coffee & Tea, LLC yang bermarkas di Los Angeles, Amerika Serikat dengan menawarkan lebih dari 22 varietas kopi dan 20 jenis teh. Sekarang, lebih dari 50 tahun kemudian, The Coffee Bean & Tea Leaf telah tumbuh menjadi salah satu kedai kopi dan teh terbesar di dunia dan menjadi sebuah model perusahaan kopi dan teh yang sukses.
The Coffee Bean & Tea Leaf masuk ke Indonesia sejak tahun 2001. Dikelola langsung oleh Trans Corp melalui PT. TRANS Coffee. Perusahaan Transcorp adalah konglomerat Indonesia terbesar yang sukses dalam berbagai sektor konsumen seperti media, hiburan, fashion, retail, makanan dan minuman di bawah kepemimpinan Chairul Tanjung. Salah satu tujuan dari unit bisnis PT. TRANS Coffee adalah untuk menjadi pemimpin dalam industri makanan dan minuman di Indonesia.
Awalnya The Coffee Bean & Tea Leaf hanya membuka 9 outlet di Jakarta dan Surabaya, sekarang PT. TRANS Coffee mengembangkan bisnis dengan membuka gerai baru. Hingga akhirnya sampai Desember 2011 telah memiliki 56 outlet di Jakarta, Tangerang, Bandung, Surabaya, Makassar dan Bali. Dengan mengandalkan kopi dan teh terbaiknya serta pelayanan yang ramah, The Coffee Bean & Tea Leaf Indonesia membidik pelanggan dari kalangan profesional.
Company's Business Strategy
Konsep standarisasi franchise The Coffe Bean & Tea Leaf mengikuti negara asalnya di Amerika serikat, dengan sedikit penyesuaian dengan budaya yang ada di Indonesia, yaitu menu makanan yang disajikan menyesuaikan cita rasa orang Indonesia. Standardisasi dilakukan oleh The Coffee Bean & Tea Leaf untuk memastikan bahwa citra merek dan nilai orisinal yang dimiliki dapat dirasakan secara konsisten oleh target konsumen di semua pasar. The Coffee Bean & Tea Leaf dalam menjalankan bisnisnya melakukan adaptasi terhadap lingkungan, komunitas local, nuansa budaya setempat, customer habits, dan permintaan yang ada di pasar tempat bisnis tersebut dijalankan. The Coffee Bean & Tea Leaf hanya memproduksi dan melayani kopi terbaik dan teh dari seluruh dunia. Setiap tahun The Coffee Bean & Tea Leaf mencari hasil panen kopi dan teh terbaik dari Sumatera.
Target Market Characteristics
The Coffee Bean & Tea Leaf menargetkan konsumen usia muda, yaitu remaja usia belasan dan karyawan yang bekerja di sekitaran kawasan bisnis strategis. The Coffee Bean and Tea Leaf menyelaraskan diri dengan merek besar lainnya menyasar pasar anak muda. Hal ini menyebabkan pangsa pasar dan keuntungan bagi The Coffee Bean & Tea Leaf menjadi terbatas.
The Coffee Bean & Tea Leaf menyadari bahwa usaha franchise dengan negara asing sering mengalami masalah berkaitan dengan perbedaan lingkungan sosial, ekonomi dan budaya. Sehingga diperlukan adaptasi sistem, modifikasi produk asli, dan pendekatan pemasaran yang berbeda. Tingginya biaya sewa lokasi, menjadikan The Coffee Bean & Tea Leaf harus menetapkan harga produknya sedikit lebih premium dibandingkan kompetitornya, seperti Starbucks. The Coffee Bean & Tea Leaf membidik konsumen niche yang menganggap meminum kopi atau teh merupakan sebuah gaya hidup masyarakat modern.
Visi dan Misi Perusahaan
The Coffee Bean and Tea Leaf mempunyai visi
yaitu "Simply the Best"
Di bidang spesialis kopi dan teh. Dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan, The Coffee Bean and Tea Leaf menyediakan produk yang inovatif dan mengikuti selera pelanggan. Berdasarkan inovasi yang telah dilakukan tersebut dapat dilakukan penilaian kinerja The Coffee Bean and TeaLeaf tidak hanya dari perspektif finansial saja akan tetapi juga dapat dilakukan dari perspektif nonfinansial, sehingga perusahaan dapat terus mempertahankan kinerjanya.
Sedangkan misinya yaitu
"Melayani pelanggan dengan profesional dan ramah, menyediakan pelayanan dan produk-produk terbaik, serta memberikan pengalam terbaik dalam kinerja perusahaan dan para karyawannya untuk dapat memberikan kualitas terbaik pada produk, penyampaian pelayanan dan menjaga kelestarian lingkunagn hidup yang dapat memberikan semengat kerja kepada perusahaan dan anggota tim"
Analisis SWOT
Strength
Program Rekrutmen, Training & Pengenalan Bisnis untuk Karyawan: The CoffeeBean & TeaLeaf mendirikan kantor regional di Singapura untuk memberikan pelatihan bagi karyawannya. Pelatihan khususdiberikankepada stafuntuk menjadi lebih baik dalam memberikan layanan kepada konsumen. The CoffeeBean & Tea Leaf menerapkan nilai-nilai utama/core values yang berupa FROTH: Friendly (Ramah), Respect (Saling Menghargai), Ownership (Rasa Memiliki), Teamwork dan Honesty (Kejujuran). Ketika pegawai The Coffee Bean & Tea Leaf membuka pintu toko, mereka tidak sekedar membuka pintu untuk para pelanggan, mereka juga membukakan pintu kepada para sesama karyawan The Coffee Bean & Tea Leaf yang lainnya.
Semua tokoThe Coffee Bean and TeaLeaf terletak dikawasan bisnis yang strategis dengan suasana kedai yang nyaman, produk yang berkualitas, music yang tenang, pelayanan yang ramah, penerangan yang cukup serta ketersediaan wifi, menjadikan konsumen betah untuk menghabiskan waktunya di kedai The Coffee Bean & Tea Leaf.
Weakness
Konsumen yang dibidik oleh The Coffee Bean & Tea Leaf sama dengan target konsumen yang dibidik oleh perusahaan-perusahaanbesar dunia lainnya. Tapitarget pasarThe CoffeeBean&TeaLeafadalah anak muda yang tidak memiliki daya beli yang kuat.
Opportunity
Pasar potensial The Coffee Bean & Tea Leaf Indonesia masih terbuka lebar, seperti pasar Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi yang belum disentuh oleh The Coffee Bean & Tea Leaf.
Lifestyle/gaya hidup masyarakat perkotaan yang mulai banyak menghabiskan waktu bersantai bersama keluarga dan teman di coffee shop. Keberadaan coffee shop bahkan dimanfaatkan sebagai tempat berbisnis bagi kaum eksekutif atau professional, selain sebagai tempat untuk melepas lelah setelah seharian bekerja. Aktivitas masyarakat perkotaan yang padat telah membawa perubahan pada pola kebiasaan mengkonsumsi makanan kea rah yang lebih praktis.
Threat
Persaingan bisnis franchise yang sangat kompetitif, seperti Mc Donald, Seven Eleven, Indomaret, Starbucks, Oh La La, Excelso, DJournal Cafe dan berbagai jenis tempat untuk bersantai sambil menikmati minuan dan hidangan yang telah disediakan, menjadikan The Coffee Bean & Tea Leaf harus memiliki satu keunggulan yang membuatnya berbeda dengan kompetitornya.

KESIMPULAN
Starbucks Coffee : memperbaiki kinerjanya dengan memperhatikan dan menjaga kebersihan coffee shop, memperbaiki penampilan sajian kopi agar lebih menarik, serta memperbanyak variasi menu baik makanan maupun minuman.
Coffee Bean :memperbaiki rasa minuman kopi serta manfaatnya sebagai penghilang kantuk, lebih higienis dalam proses pembuatan minuman atau makanan, barista harus bisa lebih cepat dalam membuat minuman kopi, serta suasana coffee shop harus dibuat lebih nyamanlagi.Untuk Starbucks Coffee dan Coffee Bean, terutama Coffee Bean yang memiliki harga yang dinilai lebih mahal, disarankan untuk meningkatkan kualitas agar harga sesuai dengan manfaat yang diberikan, selain itu juga memperbanyak promosi untuk mengubah persepsi konsumen yang cenderung menganggap harga di kedua coffee shop ini "Mahal". Misalnya dengan memberikan promo harga yang lebih rendah atau pada jam tertentu, dan lain sebagainya sehingga konsumen tertarik dan merasa harga yang diberikan pantas bahkan cenderungmurah.Dengan melihat hasil analisis keunggulan bersaing, Coffee Bean disarankan untuk memperbaiki kinerjanya agar dapat menyaingi Starbucks Coffee. Sedangkan untuk Starbucks Coffee disarankan mempertahankan kinerjanya dan juga memperbaiki kelemahan, karena banyak bermunculan coffee shop baru sehingga Starbucks Coffee dan Coffee Bean juga harus selalu meningkatkan performanya agar siap menghadapi para pesaing baru dan tetap eksis di industri ini.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.kajianpustaka.com/2013/03/strenghts-weakness-opportunities.htmlhttp://septianfadhlirr.blog.binusian.org/2014/06/09/analisa-strategi-online-branding-di-starbucks/http://mentari.mhs.narotama.ac.id/2014/05/11/55/http://www.coffeebean.co.id/index.htmlhttps://asaro9.wordpress.com/2014/11/16/marketing-strategic-management-coffee-bean-and-tea-leaf-indonesia/
Annual Report Starbucks Coffe tahun 2014
Annual Report The Coffe Bean Tahun 2014
Curiculum Vitae
Nama : Devia Fatmawati
NIM: 201210170311140
Jenis Kelamin: Perempuan
Tempat, Tanggal Lahir: Lampung, 10 Desember 1995
Status: Belum Kawin
Kewarganegaraan: WNI
Agama: Islam
Identitas: KTM dan KTP
Fakultas: Ekonomi dan Bisnis
Program Studi: Akuntansi
Perguruan Tinggi: Universitas Muhammadiyah Malang
Alamat Perguruan Tinggi: Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Jln Raya Tlogomas 264 Malang 65144
Alamat Di Malang: Jln Tlogomas No 4 Depan Terminal Landungsari
Malang
Alamat Asal: Jalan Pramuka No 17 Way Jepara Lampung Timur
Email: devia_fatmawati@yahoo.com
Telepon / HP: 085768037454
Pendidikan Formal:
a. SD : SDN 3 Way Jepara Lampung Timur Tahun 2000-2006
b. SMP : SMP Islam YPI 3 Way Jepara Lampung Timur Tahun 2006-2009
c. SMA : SMK YPI Way Jepara Lampung Timur Tahun 2009-2012
d. S1 : S1 Universitas Muhammadiyah MalangTahun 2012-sekarang


Download Manajemen Strategi Analisis SWOT Starbucks & Coffe Bean.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Manajemen Strategi Analisis SWOT Starbucks & Coffe Bean. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon