September 02, 2016

MAKALAH PSAK 1 REVISI 2013


Judul: MAKALAH PSAK 1 REVISI 2013
Penulis: Yuke Sundhary


center-5000502920PSAK 1 (Revisi 2013) PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN
11000065000PSAK 1 (Revisi 2013) PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

4464055181600Topik Khusus Dalam Akuntansi
00Topik Khusus Dalam Akuntansi
8858254933950Yuke Siti S - 011324001
Fadila Rosya S - 011324002
Raessa Devita C - 011324003
Nadia Purnama - 011324022
Kelas B2-A Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama
045000Yuke Siti S - 011324001
Fadila Rosya S - 011324002
Raessa Devita C - 011324003
Nadia Purnama - 011324022
Kelas B2-A Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama
-29718049339501100004500075000582930049000492823500
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan pedoman dalam melakukan praktek akuntansi dimana uraian materi di dalamnya mencakup hampir semua aspek yang berkaitan dengan akuntansi, yang dalam penyusunannya melibatkan sekumpulan orang dengan kemampuan dalam bidang akuntansi yang tergabung dalam suatu lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).  Dengan kata lain, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah buku petunjuk bagi pelaku akuntansi yang berisi pedoman tentang segala hal yang ada hubungannya dengan akuntansi.
Sebagai suatu pedoman, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) bukan merupakan suatu kemutlakan bagi setiap perusahasan dalam membuat laporan keuangan.  Namun paling tidak dapat memastikan bahwa penempatan unsur-unsur atau elemen data ekonomi harus ditempatkan pada posisi yang tepat agar semua dat ekonomi dapat tersaji dengan baik, sehingga dapat memudahkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam menginterpretasikan dan megevaluasi suatu laporan keuangan guna mengambil keputusan ekonomi yang baik bagi tiap-tiap pihak.
Tujuan
PSAK 1 menetapkan dasar penyajian laporan keuangan bertujuan umum (general purpose financial statements) yang selanjutnya disebut "laporan keuangan" agar dapat dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan keuangan entitas lain. Pernyataan ini juga mengatur persyaratan penyajian laporan keuangan, struktur laporan keuangan, dan persyaratan minimal isi laporan keuangan.
Ruang Lingkup
Entitas tidak menerapkan pernyataan ini dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan bertujuan umum sesuai SAK. Pernyataan ini tidak berlaku bagi penyusunan dan penyajian laporan keuangan entitas syariah. Pernyataan ini tidak diterapkan pada struktur dan isi laporan keuangan interim ringkas yang disusun sesuai dengan PSAK 3 (hanya paragraph 15-35 yang diterapkan pada laporan keuangan interim tersebut). Pernyataan ini berlaku bagi seluruh entitas, termasuk entitas yang menyajikan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan PSAK 65 dan entitas yang menyajikan laporan keuangan tersendiri sesuai dengan PSAK 4.
Identifikasi Masalah
Bagaimana karakteristik umum laporan keuangan menurut PSAK 1 Revisi 2013 ?
Bagaimana struktur dan isi laporan keuangan menurut PSAK 1 Revisi 2013 ?
Apa saja perubahan PSAK 1 Revisi 2009 ke PSAK 1 Revisi 2013 ?
Tujuan
Mengetahui dan memahami karakteristik umum laporan keuangan menurut PSAK 1 Revisi 2013.
Mengetahui dan memahami struktur dan isi laporan keuangan menurut PSAK 1 Revisi 2013.
Mengetahui perubahan PSAK 1 Revisi 2009 ke PSAK 1 Revisi 2013.
BAB II
PEMBAHASAN
Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar pengguna laporan keuangan dalam pembuatan keputusan ekonomik. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
Komponen Laporan Keuangan Lengkap
Laporan keuangan lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini :
laporan posisi keuangan pada akhir periode;
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode;
laporan perubahan ekuitas selama periode;
laporan arus kas selama periode;
catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan akuntansi yang signifikan dan informasi penjelasan lain;
informasi komparatif mengenai periode sebelumnya (sebagaimana ditentukan dalam paragraph 38 dan 38A);
laporan posisi keuangan pada awal periode sebelumnya ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika entitas mereklasiikasi pos-pos dalam laporan keuangannya (sesuai dengan paragraph 40A-40D)
2.1 Karakteristik Umum Laporan Keuangan menurut PSAK 1 2013
Karakteristik Umum Laporan Keuangan menurut PSAK 1 2013, yaitu :
Penyajian secara Wajar dan Kepatuhan terhadap SAK
Kelangsungan Usaha
Dasar Akrual
Materialitas dan Penggabungan
Saling Hapus
Frekuensi Laporan
Informasi Komparatif
Konsistensi Penyajian
2.1.1 Penyajian secara Wajar dan Kepatuhan terhadap SAK
Laporan keuangan menyajikan secara wajar posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas. Penyajian yang wajar mensyaratkan penyajian secara jujur dampak dari transaksi, peristiwa lain dan kondisi sesuai dengan definisi dan kriteria pengakuan asset, liabilitas, penghasilan dan beban yang diatur dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Penerapan SAK, dengan pengungkapan tambahan jika dibutuhkan, dianggap menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar. Entitas yang laporan keuangannya telah patuh terhadap SAK membuat pernyataan secara eksplisit dan tanpa kecuali tentang kepatuhan terhadap SAK dalam catatan atas laporan keuangan. Entitas tidak dapat menyebutkan bahwa laporan keuangan telah patuh terhadap SAK kecuali laporan keuangan tersebut telah patuh terhadap seluruh persyaratan dalam SAK.
2.1.2 Kelangsungan Usaha
Dalam menyusun laporan keuangan, manajemen membuat penilaian tentang kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan usaha. Entitas menyusun laporan keuangan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha, kecuali manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi entitas atau menghentikan perdagangan, atau tidak memiliki alternative lain yang realistis selain melakukannya. Jika manajemen menyadari (dalam membuat penilaiannya) mengenai adanya ketidakpastian yang material sehubungan dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menimbulkan keraguan yang signifikan tentang kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan usaha, maka entitas mengungkapkan ketidakpastian tersebut. Jika entitas menyusun laporan keuangan tidak berdasarkan asumsi kelangsungan usaha, maka entitas mengungkapkan fakta tersebut, bersama dengan dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan dan alasan mengapa entitas tidak dipertimbangkan sebagai entitas yang dapat menggunakan asumsi kelangsungan usaha.
2.1.3 Dasar Akrual
Entitas menyusun laporan keuangan atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas.
2.1.4 Materialitas dan Penggabungan
Entitas menyajikan secara terpisah setiap kelompok pos serupa yang material. Entitas menyajikan secara terpisah pos yang memliki sifat atau fungsi yang tidak serupa kecuali pos tersebut tidak material.
2.1.5 Saling Hapus
Entitas tidak melakukan saling hapus atau asset dan liabilitas atau pendapatan dan beban, kecuali disyaratkan atau diizinkan oleh suatu PSAK
2.1.6 Frekuensi Pelaporan
Entitas menyajikan laporan keuangan lengkap (termasuk iformasi komparatif) setidaknya secara tahunan. Ketika akhir periode pelaporan entitas berubah dan laporan keuangan tahunan disajikan untuk periode yang lebih panjang atau lebih pendek daripada periode satu tahun, maka sebagai tambahan terhadap periode cakupan laporan keuangan, entitas mengungkapkan :
Alasan penggunaan periode pelaporan yang lebih panjang atau lebih pendek; dan
Fakta bahwa jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan tidak dapat dibandingkan secara keseluruhan.
2.1.7 Informasi Komparatif
Entitas menyajikan informasi komparatif terkait dengan periode terkait dengan periode sebelumnya untuk seluruh jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan periode berjalan, kecuali diizinkan atau disyaratkan lain SAK. Informasi komparatif yang bersifat naratif dan deskriptif dari laporan keuangan periode sebelumnya diungkapkan jika relevan untuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan. Entitas menyajikan, minimal, dua laporan posisi keuangan, dua laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, dua laporan laba rugi terpidah (jika disajikan), dua laporan arus kas, dan dua laporan perubahan ekuitas, serta catatan atas laporan keuangan terkait.
2.1.8 Konsistensi Penyajian
Penyajian dan klasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan antar periode dilakukan secara konsisten kecuali :
Setelah terjadi perubahan yang signifikan terhadap sifat operasi entitas atau kajian ulang atas laporan keuangan, terlihat secara jelas bahwa penyajian atau pengklasifikasian yang lain akan lebih tepat untuk digunakan dengan mempertimbangkan kriteria untuk penentuan dan penerapan kebijakan akuntansi dalam PSAK 25.
Perubahan tersebut disyaratkan oleh suatu PSAK
2.2 Struktur dan Isi Laporan Keuangan menurut PSAK 1 2013
2.2.1 Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Perubahan definisi seperti Kewajiban menjadi Liabilitas dan hak minoritas menjadi kepentingan nonpengendali (non-controlling interest). Penyajian kepentingan non pengendali sebagai bagian ekuitas dan bagian laba bukan sebagai pengurang laba ( LK konsolidasian )
Minimum line item Penyajian Neraca
Untuk nilai material disajikan secara terpisah, namun jika tidak material dijelaskan dalam kelompok namun tetap ada penjelasan terpisah.
Informasi minimal yang disajikan dalam laporan keuangan dapat ditambahkan jika penambahan tersebut relevan.
Penyajian dalam line sendiri atau dalam notes tergantung dari materialitas informasi tersebut.
Pembedaan aset lancar dan tidak lancar serta liabilitas jangka pendek dan jangka panjang
Pajak tangguhan tidak boleh diklasifikasikan sebagai jangka pendek
Informasi yang Disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Laporan posisi keuangan minimal mencakup penyajian jumlah pos-pos berikut :
Asset tetap;
Property investasi;
Asset tak berwujud;
Asset keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan pada (e), (g) dan (h))
Investasi dengan menggunakan metode ekuitas;
Persediaan;
Piutang dagang dan Piutang Lainnya;
Kas dan setara kas;
Total asset yang diklasifikasikan sebagai asset yang dimiliki untuk dijual dan asset yang termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58;
Utang dagang dan utang lain;
Provisi;
Liabilitas keuangan (tidak termasuk jumlah yang disajikan dalam (k) dan (l));
Liabilitas dan asset untuk pajak kini sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 46;
Liabilitas dan asset pajak tangguhan, sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 46;
Liabilitas yang termasuk dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58;
Kepentingan non pengendali, disajikan sebagai bagian dari ekuitas;
Modal saham dan cadangan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Entitas mengungkapkan dalam laporan posisi keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan, subklasifikasi pos-pos yang disajikan, dan diklasifikasikan dengan cara yang tepat sesuai dengan oprasi entitas.
2.2.2 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif lain
Entitas dapat menyajikan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan dua metode:
Laporan tunggal, bagian tersebut disajikan bersama, dengan bagian laba rugi disajikan pertama kali mengikuti secara langsung dengan bagian penghasilan komprehensif lain.
Laporan terpisah àlaporan laba rugi mendahului laporan yang menyajikan penghasilan komprehensif. Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain akan akan dimulai dengan laba rugi.
Minimum Line Item – Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif
pendapatan;
biaya keuangan;
bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan joint
ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas;
beban pajak;
suatu jumlah tunggal yang mencakup total dari:
laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan; dan
keuntungan atau kerugian setelah pajak yang diakui dengan pengukuran nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau dari pelepasan aset atau kelompok yang dilepaskan dalam rangka operasi yang dihentikan;
laba rugi;
Keterangan tambahan :
setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain yang diklasifikasikan sesuai dengan sifat (selain jumlah dalam huruf (h));
bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas;
Ketika pos-pos pendapatan atau beban bernilai material, maka entitas mengungkapkan sifat dan jumlahnya secara terpisah. Penyebab pengungkapan terpisah:
penurunan nilai persediaan /aset tetap dan pemulihannya
restrukturisasi atas aktivitas-aktivitas suatu entitas dan untuk setiap liabilitas diestimasi atas biaya restrukturisasi;
pelepasan aset tetap;
pelepasan investasi;
operasi yang dihentikan;
penyelesaian litigasi; dan
pembalikan liabilitas diestimasi lain.
Entitas menyajikan analisis beban yang diakui dalam laba rugi dengan menggunakan klasifikasi berdasarkan sifat atau fungsinya dalam entitas, mana yang dapat menyediakan informasi yang lebih andal dan relevan.
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Penghasilan komprehensif lain: Perubahan aset atau liabilitas yang tidak mempengaruhi laba pada periode berjalan
Selisih revaluasi aset tetap
Perubahan nilai investasi available for sales
Dampak translasi laporan keuangan
Entitas dapat menyajikan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan dua metode:
Laporan tunggal : Bagian tersebut disajikan bersama, dengan bagian laba rugi disajikan pertama kali mengikuti secara langsung dengan bagian penghasilan komprehensif lain.
Laporan terpisah : laporan laba rugi mendahului laporan yang menyajikan penghasilan komprehensif. Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain akan dimulai dengan laba rugi.
 Informasi dalam Bagian Penghasilan Komprehensif Lain
Bagian penghasilan komprehensif lain menyajikan pos-pos untuk jumlah penghasilan komprehensif lain dalam periode berjalan, diklasifikasikan berdasarkan sifat (termasuk bagian penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang dicatat menggunakan metode ekuitas) dan dikelompokkan, sesuai dengan PSAK/ISAK lainnya:
tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi; dan
tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika kondisi tertentu terpenuhi.
2.2.3 Laporan Perubahan Ekuitas
Entitas menyajikan laporan perubahan ekuitas sebagaimana disyaratkan. Laporan perubahan ekuitas memuat informasi sebagai berikut :
Total penghasilan komprehensif selama periode berjalan, yang menunjukkan secara terpisah jumlah total yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepada kepentingan nonpengendali;
Untuk setiap komponen, dampak penerapan retrospektif atau penyajian kembali secara retrospektif sesuai dengan PSAK 25;
Untuk setiap komponen ekuitas, rekonsiliasi antara jumlah tercatat pada awal dan akhir periode, secara terpisah mengungkapkan masing-masing perubahan yang timbul dari :
Laba rugi;
Penghasilan komprehensif lain;
Transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik, yang menunjukkan secara terpisah kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dan perubahan hak kepemilikan pada entitas anak yang tidak menyebabkan hilangnya pengendalian.
2.2.4 Laporan Arus Kas
Informasi arus kas memberikan dasar bagi pengguna laporan keuangan untuk menilai kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas dan kebutuhan entitas dalam menggunakan arus kas tersebut. PSAK 2 : Laporan Arus Kas mengatur persyaratan penyajian dan pengungkapan informasi arus kas.
2.2.5 Catatan atas Laporan Keuangan
Menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi spesifik yang digunakan;
Mengungkapkan informasi yang disyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laoran keuangan; dan
Memberikan informasi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam laporan keuangan, tetapi informasi tersebut relevan untuk memahami laporan keuangan.
3. Perubahan PSAK 1 2009 ke PSAK 1 2013
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan telah mengalami beberapa revisi. Untuk PSAK 1 revisi terakhir yang diberlakukan pada tahun 2011 sampai dengan saat ini merupakan PSAK 1 revisi tahun 2009. PSAK ini juga mengalami revisi di tahun 2013 dan akan diberlakukan mulai Januari 2015.
Berikut beberapa perubahan yang terjadi dalam hal judul laporan, definisi, komponen laporan keuangan, informasi komparatif dan penyajian penghasilan komprehensif lain:
Hal PSAK 1 Rev 2013 PASAK 1 Rev 2009
Judul Laporan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Laporan Laba Rugi Komprehensif
Definisi Tidak memberikan definisi:
Laba Rugi-Pemilik-Penyesuaian ReklasifikasiTotal Laba Rugi Komprehensif Memberikan definisi:
Laba Rugi-Pemilik-Penyesuaian ReklasifikasiTotal Laba Rugi Komprehensif
Komponen Laporan Keuangan Laporan posisi keuangan, Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, Laporan perubahan ekuitas, Laporan arus kas, Catatan atas laporan keuangan, Informasi komparatif Laporan posisi keuangan, Laporan laba rugi komprehensif, Laporan perubahan ekuitas, Laporan arus kas, Catatan atas laporan keuangan
Informasi Komparatif Informasi komparatif minimum, Informasi komparatif tambahan Tidak terdapat pengaturan
Penyajian Penghasilan Komprehensif Lain Disajikan berdasarkan kelompok:
1. Pos-pos yang akan direklasifikasikan ke laba rugi
2. Pos-pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi Disajikan dalam kelompok Penghasilan komprehensif lain
Latar belakang perubahan tersebut didasarkan atas :
Perbaikan dengan penggunaan istilah yang lebih tepat
Pengaruh perkembangan PSAK lain yang belum dikeluarkan tahun 2009
Mengikuti perubahan terakhir IAS 1 Tahun 2010 yaitu pemisahaan penghasilan komprehensif lain dan penyajian informasi komparatif
Sikronisasi dengan IAS terkait format
Pendekatan penyajian standar dengan revisi – tidak menyajikan ulang semua standar
Efektif berlaku 1 Januari 2015, tidak ada penerapan dini
Terdapat perbedaan IAS 1 dengan PSAK 1.
BAB III
STUDI KASUS
3.1 Contoh penyajian laporan keuangan sesuai dengan PSAK 1 Revisi 2013 (ilustrasi perbandingan dengan PSAK 1 Revisi 2009)
Ilustrasi penyajian Laporan Laba Rugi Komprehensif dengan PSAK 1 Revisi 2009 (penyajian digabung)

Ilustrasi Penyajian Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif sesuai PSAK 1 Revisi 2013 (penyajian digabung)



BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Penyajian laporan keuangan merupakan sebuah hal yang mendasar dan sangat penting bagi sebuah entitas. Sesuai dengan tujuan penggunaan laporan keuangan yaitu untuk memberikan informasi mengenai posisi keuangan entitas secara keseluruhan, juga sebagai hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber dayanya yang dikemas dalam sebuah penyajian sehingga mudah untuk dibaca dan dimengerti oleh para pengguna laporan keuangan.
PSAK 1 merupakan sebuah acuan bagi para akuntan Indonesia untuk menyajikan laporan keuangan yang terstruktur dan sesuai dengan standar baik nasional maupun internasional. PSAK 1 ini telah mengalami beberapa perubahan. PSAK 1 yang sedang berlaku saat ini merupakan PSAK 1 Revisi 2009 yang mulai diberlakukan pada tahun 2011 sedangkan revisi terbaru telah dibuat pada tahun 2013 yang akan diberlakukan mulai Januari 2015.
Secara garis besar perubahan PSAK 1 Revisi 2009 ke PSAK 1 Revisi 2013 hanya mengalami beberapa perubahan yaitu mengenai Judul Laporan, Definisi, Komponen Laporan Keuangan, Informasi Komparatif, dan Penyajian Penghasilan Komprehensi Lain.
DAFTAR PUSTAKA
IKATAN AKUNTAN INDONESIA. 2013. PSAK 1 PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN. Jakarta : DSAK & IAI
Sistem akuntansi. 2012. Pengertian Standar Akuntansi Keuangan dari http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2012/09/pengertian-standar-akuntansi-keuangan.html (25 September 2012)
https://staff.blog.ui.ac.id/martani/files/2011/04/ED_PSAK_1_2013-2013-JULI-23.pdfhttps://staff.blog.ui.ac.id/martani/files/2011/04/PSAK-1-Penyajian-Laporan-Keuangan-Revisi-2013-up21012014.pptx


Download MAKALAH PSAK 1 REVISI 2013.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca MAKALAH PSAK 1 REVISI 2013. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon