September 02, 2016

Makalah Piutang Dagang - Dasar Akuntansi


Judul: Makalah Piutang Dagang - Dasar Akuntansi
Penulis: Mulyadi Aldivian


BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Piutang dalam suatu lingkup usaha merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Piutang terjadi sebagai akibat dari penjualan barang atau jasa secara kredit kepada pelanggan. Pemberian jangka waktu kepada pelanggan untuk melunasi kewajibannya merupakan kebijakan tersendiri dari setiap perusahaan.
Pemberian kelonggaran pembayaran kewajiban kepada pelanggan ini dapat menguntungkan dan merugikan perusahaan. Pemberian piutang akan meningkatkan aktivitas dalam suatu perusahaan karena pelanggan diberikan kemudahan atau keringanan dalam membayar kewajibannya kendati sudah mendapatkan barang atau sudah menikmati jasanya. Pemberian piutang ini bisa juga semakin memperbanyak cakupan bisnis suatu perusahaan.
Namun disisi lain piutang dapat menimbulakam kerugian. Hal ini berkaitan dengan ketidakpastian dalam pembayaran piutang. Piutang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan karena untuk masa kedepan akan ada kemungkinan debitur tidak sanggup membayar kewajibannya.
Oleh karena itu dalam memberikan piutang kepada pelanggan perusahaan juga harus mempunyai bebarapa pertimbangan tersendiri. Selain itu perusahaan juga harus mempertimbangkan untuk membuat penyisihan jika terjadi kemungkinan debitur tidak sanggup untuk membayar utangnya.
B.Rumusan Masalah
Apa yang di maksud dengan piutang dagang ?
Apa yang di maksud dengan piutang wesel ?
Apa yang di maksud dengan piutang lain-lain ?
C.Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
Untuk Mengetahui Piutang Dagang
Untuk Mengetahui Piutang Wesel
Untuk Mengetahui Piutang Lain-lain
D.Manfaat Penulisan
Memahami lebih dalam mengenai piutang dagang dan berbagai konsep didalamnya
Mendapatkan panduan dalam pengaplikasian cara pengendalian piutang dagang
Menjadi bahan referensi dalam tulisan yang berkaitan dengan piutang dagang
BAB II
PEMBAHASAN
A.PIUTANG DAGANG
Piutang dagang (Account Receivables) adalah piutang atau tagihan yang timbul dari penjualan kredit barang atau jasa dalam suatu perusahaan atau organisasi yang merupakan usaha pokok perusahaan, atau semua pelanggan untuk barang atau layanan jasa yang disampaikan secara kredit.
Piutang Dagang (Account Receivable) biasanya tidak dinyatakan dalam suatu perjanjian khusus sebagaimana tagihan lainnya. Dengan demikian pelunasan Piutang Dagang (Account Receivable) kurang terjamin, juga sukar untuk dipindahkan atau perdijualbelikan.
Piutang Dagang (Account Receivable) yang diharapkan tertagih dalam jangka waktu satu tahun atau siklus usaha normal diklasifikasikan sebagai aktiva lancar, akan tetapi kadang-kadang seluruh Piutang Dagang (Account Receivable) diklasifikasikan sebagai aktiva lancar tanpa memandang jangka waktu tertagihnya.
Dalam kasus demikian jumlah Piutang Dagang (Account Receivable) yang jangka waktu penagihannya lebih dari satu tahun atau siklus usaha normal, harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
Akuntansi Piutang Dagang :
1.Pengakuan Piutang Dagang
Masalah pengakuan piutang dagang meliputi dua masalah pokok, yaitu :
Kapan piutang diakui. Piutang diakui saat terjadi pemindahan hak atau serah terima atas barang yang dijual antara pembeli dan penjual.
Berapa nilai piutang dagang yang diakui. Piutang dagang diakui berdasarkan nilai tukar, yaitu nilai yang akan dibayar oleh debitur pada saat yang telah ditentukan. Dalam masalah ini yang perlu diperhatikan adalah trade discount dan sale discount.
Metode pencatatan piutang dagang menjadi dua metode yaitu : Piutang Dagang dicatat Kotor (Gross Method) dan Piutang Dagang dicatat Bersih (Net Method)
Piutang Dagang dicatat Kotor (Gross Method) : Metode kotor mengakui jumlah piutang sebesar penjualan tanpa dipengaruhi oleh potongan yang akan diberikan. Apabila ternyata debitur mengambil potongan, maka akan diakui sebagai pengurang jumlah penjualan bukan sebagai pengurang jumlah piutang.
Piutang Dagang dicatat Bersih (Net Method) : Metode bersih mengakui jumlah piutang setelah dikurangi dengan potongan penjualan, bila ternyata potongan penjualan tidak dimanfaatkan oleh debitur, maka akan mengakibatkan timbulnya kelebihan pembayaran atas jumlah piutang dan kelebihan tersebut sebagai penghasilan lain-lain.
Sedangkan untuk penghapusan piutang dagang dilakukan bila manajemen telah mengetahui dengan pasti bahwa Debitur tidak akan dapat membayar utangnya dikarenakan misalnya dinyatakan pailit oleh pengadilan.
Adapun metode penghapusan piutang yang tidak tertagih ada 2, yaitu:
Metode tidak langsung/Metode Cadangan (Indirect Write off/Allowance Method) : Dengan metode ini setiap akhir periode akuntansi (akhir bulan/tahun) ditaksir besarnya kemungkinan rugi karena piutang dagang yang dihapuskan pada periode yang akan datang.
Metode langsung (Direct Write Off) : Dengan metode ini setiap piutang dagang yang dihapuskan diakui sebagai kerugian.
2.Penilaian Piutang Dagang
Apabila piutang dagang telah dicatat dalam pembukuan, selanjutnya adalah bagaimana melaporkan piutang dagang dalam neraca. Menurut prinsip akuntansi Indonesia, piutang dagang harus dicatat dan dilaporkan sebesar nilai kas ( neto ) yang bisa direalisasi yaitu jumlah kas bersih yang diperkirakan dapat diterima. Dasar penilaian ini mengatur bahwa piutang dinyatakan sebesar jumlah bruto tagihan dikurangi dengan taksiran jumlah yang tidak dapat diterima.
3.Deposisi / Pengalihan Piutang Dagang
Merupakan pengalihan piutang usaha yang dimiliki kepada pihak lain (LBK, Bank dan Pengadaian Piutang) dengan tujuan untuk mempercepat penerimaan kas dari piutangnya.
Contoh Pengakuan Piutang Dagang :
Pada tanggal 1 Juli 1992 perusahaan dagang merapi menjual barang kepada perusahaan merbabu seharga Rp. 100.000,00 dengan termin 2/10, n/30. Pada tanggal 5 juli, barang seharga Rp 100.000,00 dikembalikan oleh perusahaan merbabu kepada perusahaan merapi. Tanggal 11 juli, perusahaan merapi menerima pembayaran dari perusahaan merbabu sebesar saldo tagihannya. Jurnal untuk mencatat transaksi-transaksi di atas dalam pembukuan perusahaan merapi adalah sebagai berikut :
1 Juli Piutang Dagang Rp.100.000,00
Penjualan (Penjualan Kredit Kepada Perusahaan Merbau) Rp.100.000,00
5 Juli Retur & Potongan Penjualan Rp.10.000,00
Piutang Dagang (Pengembalian Barang dari Perusahaan Merbau Rp.10.000,00
11 Juli Kas Rp.88.200,00
Potongan Tunai Penjualan Rp.1.800,00
Piutang Dagang Rp.90.000,00
Potongan tunai biasanya diberikan oleh produsen (pabrik) kepada grossir (pedagang besar), atau dari grossir kepada toko-toko pengecer yang umumnya merupakan langganan dan transaksinya dilakukan dalam partai besar. Potongan tunai semacam ini tidak pernah kita jumpai dalam transaksi penjualan dari toko pengecer kepada konsumennya.
B.PIUTANG WESEL
Piutang wesel merupakan janji tertulis yang dibuat oleh pihak debitor (yang berutang) kepada pihak kreditor (yang memberi utang) untuk membayar sejumlah uang seperti yang tertera dalam surat janji tersebut pada waktu yang telah ditentukan dimasa yang akan datang. Jangka waktu piutang wesel pada umumnya paling sedikit 60 hari.
Piutang Wesel ini bisa di namakan surat aksep atau surat sanggup.
Wesel dapat bersifat jangka pendek ataupun jangka panjang. Wesel dapat digolongkan menjadi dua jenis, yakni :
Wesel tagih berbunga (interest bearing notes). Wesel ini ditulis sebagai perjanjian untuk membayar pokok atau jumlah nominal serta ditambah dengan bunga yang terhutang pada tingkat khusus.
Wesel tagih tanpa bunga (non-interest bearing notes). Pada wesel tagih tanpa bunga tidak dicantumkan persen bunga, akan tetapi jumlah nominalnya meliputi beban bunga.
Piutang wesel dapat di pindah tangankan dan ada yang tidak dapat di pindah tangankan. Jika wesel dapat di pindah tangankan artinya adalah yang membuat wesel akan membayar pada orang (badan) yang memegang wesel tersebut pada saat jatuh tempo. Wesel yang dapat di pindah tangankan dapat didiskontokan ke bank sebelum temponya.
Piutang wesel biasanya timbul karena :
Terjadinya transaksi penjualan secara kredit
Pemberian pinjaman uang
Perubahan piutang dagang menjadi piutang wesel
Penilaian Piutang Wesel
Piutang Wesel yang jangka waktu pembayaran atau jatuh temponya kurang dari satu tahun akan di catat dalam aktiva lancar. Dan Piutang Wesel yang berjangka waktu lebih dari satu tahun dianggap sebagai Jangka Panjang.
Piutang Wesel dinilai berdasarkan jumlah yang diharapkan dapat ditagih (net realiable value) dan pada prinsipnya sama dengan Piutang Dagang.
Pendiskontoan Wesel
Mendiskontokan Wesel adalah meminjam uang ke bank dengan menggunakan wesel sebagai jaminan. Bank akan memberikan pinjaman tetapi dikurangi dengan bunga yang diperhitungkan dengan selama jangka waktu diskonto, bunga yang diperhitungkan ini disebut juga diskonto.
Syarat pendiskontoan wesel: jika pembuat wesel tidak melunasi weselnya pada tanggal jatuh tempo maka pihak yang mendiskontokan bertanggung jawab untuk melunasi wesel tersebut.
C.PIUTANG LAIN-LAIN
Piutang ini merupakan piutang yang tidak termasuk kedalam piutang dagang atau usaha dan piutang wesel. Artinya piutang lain-lain tidak timbul karena penjualan barang dan jasa serta bukan pula karena kesanggupan formal dari penerima kredit untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu.
Piutang lain-lain meliputi piutang non usaha seperti pinjaman kepada pejabat perusahaan, pinjaman kepada karyawan maupun pinjaman kepada pihak lain yang tidak berkaitan dengan usaha (Slamet Sugiri, 2009 : 43)
Yang termasuk piutang lain-lain adalah :
Tuntutan (klaim) kepada pihak lain akibat peristiwa tertentu (klaim asuransi, klaim akibat hilangnya barang, klaim kepada pegawai akibat kesalahannya)
Piutang pendapatan (deviden, bunga, sewa).
Piutang kepada pegawai, karena perusahaan memberikan pinjaman kepada pegawai.
Persekot dalam kontrak pembelian.
Klaim terhadap restitusi pajak.
Perbedaan Masing-Masing Jenis Piutang
Piutang Dagang :
Jangka waktu kurang dari 1 tahun 2/10, n/30
Dimasukkan dalam aktiva lancar
Berkaitan dengan operasi utama perusahaan sehingga harus dapat ditagih
Piutang Wesel
Jangka waktu bermacam-macam tetapi pada umumnya paling sedikit 60 hari.
Bagian yang jatuh temponya dalam waktu 1 tahun diperlakukan sebagai aktiva lancar, sedangkan yang lebih dari satu tahun piutang jangka panjang.
Mensyaratkan adanya jaminan sehingga jika saat jatuh tempo tidak dapat melunasi maka jaminan tersebut dapat dijual.
Piutang Lain-Lain
Jangka waktu lebih dari satu tahun atau termasuk dalam piutang jangka panjang.
Pada umumnya termasuk dalam piutang jangka panjang.
Tidak berkaitan dengan operasi sehari-hari dan biasanya dilaporkan dineraca sebagai kelompok aktiva tidak lancar.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Piutang dagang (Account Receivables) adalah piutang atau tagihan yang timbul dari penjualan kredit barang atau jasa dalam suatu perusahaan atau organisasi yang merupakan usaha pokok perusahaan, atau semua pelanggan untuk barang atau layanan jasa yang disampaikan secara kredit.
Piutang wesel merupakan janji tertulis yang dibuat oleh pihak debitor (yang berutang) kepada pihak kreditor (yang memberi utang) untuk membayar sejumlah uang seperti yang tertera dalam surat janji tersebut pada waktu yang telah ditentukan dimasa yang akan datang. Jangka waktu piutang wesel pada umumnya paling sedikit 60 hari. Sedangkan piutang lain-lain adalah piutang yang tidak termasuk kedalam piutang dagang atau usaha dan piutang wesel.
B.Saran
Adapun saran yang ingin penulis sampaikan adalah keinginan penulis atas partisipasi pembaca, agar sekiranya mau memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kemajuan penulisan makalah ini. Kami sadar bahwa penulis adalah manusia yang pasti nya mmiliki kesalahan. Oleh karena itu, dengan adanya kritik dan saran dari pembaca, penulis bisa mengkoreksi diri dan menjadikan makalah ini untuk kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi, dan semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR PUSATAKA
http://danar73.blogspot.com/2013/04/makalah-piutang.htmlhttp://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI.AKUNTANSI/196510122001121-IKIN_SOLIKIN/1.pdfhttp://aktkeu.blogspot.com/2013/10/piutang-usaha-dan-piutang-wesel.htmlhttp://kebonharjo2.blogspot.com/2013/07/pengertian-piutang-dan-jenis-jenis.htmlhttp://episopiani92.blogspot.com/2013/04/makalah-akuntansi-keuangan-piutang_36.html
http://www.slideshare.net/ekawatirian/bab-3-piutang-weselhttp://moh-hasyim.blogspot.com/2013/04/piutang-dagang-piutang-wesel.html

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena atas Limpahan Rahmat serta Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah untuk mata kuliah "Dasar Akuntansi".
Makalah yang disusun ini berhasil menguraikan tentang "Piutang Dagang". Hal ini bertujuan agar kita dapat memahami beberapa pengertian dalam materi tersebut .
Terselesaikannya makalah ini, tentu berkat bimbingan dari Ibu Rt.Via Oktavia,SE selaku dosen pembimbing kami agar makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Kiranya makalah yang kami susun ini dapat membawa manfaat dan menunjang bagi proses pembelajaran khususnya pada mata kuliah "Dasar Akuntansi". Terlepas dari keyakinan kami akan kesempurnaan makalah ini, kami tetap menanti segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari rekan – rekan dan juga dosen pembimbing.
Cikaliung, 13 April 2015
Penyusun
i

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 2
Tujuan Penulisan2
Manfaat Penulisan2
BAB II PEMBAHASAN 3
Piutang Dagang 3
Piutang Wesel 6
Piutang Lain-lain 7
BAB III PENUTUP 9
Kesimpulan 9
Saran 9
DAFTAR PUSTAKA
ii

MAKALAH
" PIUTANG DAGANG "
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar Akuntansi
1263015190500
Kelompok 2
Disusun Oleh : Mulyadi
Madroni
Rohmat
Novan Nugraha
Eneng Yulianti
Universitas Mathla'ul Anwar Banten
Fakultas Informatika dan Komputer
2015


Download Makalah Piutang Dagang - Dasar Akuntansi.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Makalah Piutang Dagang - Dasar Akuntansi. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon