September 11, 2016

Kumpulan Makalah Mahasiswa Pendidikan Akuntansi


Judul: Kumpulan Makalah Mahasiswa Pendidikan Akuntansi
Penulis: D. Ramadhan Solihin


KUMPULAN MAKALAH KAJIAN KEILMUAN AKUNTANSI MAHASISWA PENDIDIKAN AKUNTANSI B
disusun untuk memenuhi salah satu tugas
mata kuliah Bahasa Indonesia
190373014064800
Disusun oleh :
Diky Ramadhan SolihinNIM. 1406998
Gini NurfianiNIM. 1400396
Rani MutiaNIM. 1400299
Ulfah SanifahNIM. 1406430
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI
FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2014
KATA PENGANTARSegala puji kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Bahasa Indonesia ini dengan baik sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Tulisan ini adalah hasil kerja sama anggota kelompok kami yang dalam melaksanakan tugas ini disertai dengan semangat dan tekad memberikan pembahasan yang lengkap, terperinci yang disertai kesimpulan lain sesuai dengan tugas.
Semoga kumpulan makalah ini dapat bermanfaat bagi berbagai pihak dan dengan adanya penyusunan kumpulan makalah seperti ini, studi literartur yang kami laksanakan dapat tercatat dengan rapi dan dapat kita pelajari kembali pada kesempatan yang lain untuk kepentingan proses pembelajaran terutama dalam bidang bahasa.
Dalam penyusunan tugas ini tentu jauh dari sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan dan penyempurnaan tugas ini dan untuk pelajaran bagi kita semua dalam pembuatan tugas-tugas yang lain di masa mendatang. Semoga dengan adanya tugas ini kita dapat belajar bersama demi kemajuan kita dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Bandung, Desember 2014
Penyusun
DAFTAR ISIHALAMAN JUDULi
KATA PENGANTARii
DAFTAR ISIiii
Sejarah Perkembangan Akuntansi dan Sistem Pembukuan (Bayu Heri Swara)1
Upaya penanggulangan hambatan dalam pekerjaan akuntansi keuangan (Dian Anggreini)13
Hubungan Kewirausahaan dalam Mata Kuliah Pendidikan Akuntansi (Heri Setia Nugraha)22
Pemanfaatan Teknologi Komputer dalam Pembelajaran Akuntansi (M. Rif'an Saiq)47
Teknis Penyusunan Laporan Keuangan (M.Iqbal Tarech)56
Pengaruh Kerja Akuntan Terhadap Pengambilan Keputusan Manajer dalam Suatu Perusahaan (Nadila Dewi Utami)77
Penetapan Metode Drill Dalam Pembelajaran Akuntansi (Nurul Indah Wulandari)87
Dampak Kesalahan Proses Pencatatan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa (Renisa Lasmiati)158
Pengaruh Laporan Keuangan Terhadap Keputusan Investasi (Santi Junianti)178
Peranan Ilmu Akuntans (Zubaidah Humairoh)217
Penerapan Akuntansi Manajemen Pada Perusahaan Manufaktur (Sayidah Nurmaida)229
Hambatan Laporan Keungan (Nur Anisah)242
Masalah Dalam Sistem Akuntansi Pemerintahan (Oktavianus Modestus G)250
Pengaruh Penyajian Aktiva Tetap Tidak Berwujud (Intangible Assets) Sebagai Upaya Menciptakan Laporan Posisi Keuangan yang Relevan (Diky Ramadhan dkk)275
Penggunaan Istilah Akuntansi Dalam Bahasa Asing Di Kelas IPS SMAN Sukaresmi Cianjur (Deatri dkk)295
Pengaruh Laporan Keuangan Bagi Perusahaan Jasa (Tria Aprilia)329
Menerapkan Program Belajar "One Day One Hour for Myob" di Kelas XI Akuntansi 1 SMKN 2 Sumedang Untuk Meningkatkan Pemahaman Myob (Elma dkk)342
Pengaruh Penerapan Program Break Time for Quiz (BTFQ) Pada Setiap 30 Menit Terhdapa Hasil Belajar Mahasiswa (Adinda dkk)356
Mengasaha Daya Tanggap Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Dalam Pembelajaran Akuntansi (Adit dkk)386
Pengaruh Kesalahan Memilih Jurusan Terhadap Prestasi Di Perguruan Tinggi (Nurzanah dkk)403
BAB 1
PENDAHULUANLatar Belakang
Apabila kita menelusuri asal mula sejarah ilmu akuntansi yang penting ini, secara alamiah kita akan menganggap bahwa penemuan pertama akuntansi adalah oleh para pedagang; dan tidak ada orang yang memiliki klaim yang lebih utama daripada bangsa Arabia, Bangsa Mesir, yang selama berabad tahun menguasai perdagangan dunia, menurunkan gagasan pertama entang perdagangan dari hubungan mereka dengan orang-orang jujur ini; dan, konsekuensinya mereka harus menerima bentuk pertama dari perakuntanan, yang dalam cara perdagangan alamiah, dikomunikasikan kepada semua kota Mediterania. Ketika kekaisaran barat diserang oleh Bangsa Barbar, dan semua negara yang telah disusunnya, mengambil kesempatan untuk menyatakan kemerdekaan dan segera Italia, yang pernah jadi pusat dunia, menjadi pusat perdagangan, yang merupakan puing-puingkekaisaran timur oleh Turki, yang tidak pernah dimasuki oleh orang-orang yang berbakat atau aturan-aturan seni perdagangan, bukan merupakan penyumbang kecil. Bisnis pertukaran, yang oleh Sombart dikaitkan dengan semua kota-kota perdagangan Eropa, memperkenalkan metode pencatatan akun, dengan cara berpasangan, yang saat sekarang, memperoleh nama pembukuan Italia. Luca Pacioli, seorang ahli dari Venesia, secara umum diasosiasikan dengan pengenalan pembukuan berpasangan. Dia menyatakan bahwa tujuan pembukuan adalah "untuk member informasi yang tepat waktu bagi para pedagang mengenai aset dan kewajibannya". Debit (adebeo) dan kredit (kredito) digunakan untuk melakukan pencatatan secara berpasangan. Dia mengatakan, "semua pencatatan harus dilakukan secara berpasangan, yaitu bahwa, jika anda membuat seseorang sebagai kreditor, anda harus membuat orang lain sebagai debitor. Tiga buku digunakan: memorandum, jurnal dan buku besar. Pada saat yang saama dikarenakan durasi kongsi bisnis yang pendek Pacioli menyarankan penghitungan periodik dan penutupan buku.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
Bagaimana sejarah perkembangan akuntansi dan sistem pembukuan berpasangan?
Bagaimana sejarah perkembangan akuntansi di Indonesia?
Tujuan Makalah
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan :
Untuk mengetahui bagaimana sejarah Akuntansi
Untuk memahami bagaimana perkembangan ilmu Akuntansi
Untuk mengetahui bagaimana sistem pembukuan berpasangan
Manfaat Makalah
Manfaat dari makalah ini diharapkan dapat memberikan sumbangan sebagai berikut :
Dapat menambah pengetahuan mengenai sejarah perkembangan ilmu akuntansi
Dapat memahami sistem pencatatan pembukuan berpasangan
Dapat membantu untuk memahami mengenai sejarah perkembangan akuntansi di Indonesia
BAB 2
PEMBAHASAN
Landasan Teoritis
Charles T. Horngren, dan Walter T.Harrison (2007:4) menyatakan bahwa: akuntansi adalah sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis,memproses data menjadi laporan, dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan.
Evolusi akuntansi terjadi bersamaan dengan ditemukannya sistem pembukuan berpasangan oleh pedagang-pedagang Venesia yang merupakan pedagang yang terkenal dan ulung pada abad itu. Pencatatan berpasangan merupakan cara pencatatan seluruh transaksi kedalam dua aspek yaitu "debet dan kredit" yang orientasinya selalu dalam keadaan seimbang.
Menurut pendapat Mattessich (1997) bahwa pencatatan berpasangan sudah ada sejak 5000 tahun yang lalu. Sedangkan selama ini kita kenal bahwa penemu sistem tata buku berpasangan ini maka dapat dikemukakan sebagai berikut. Sistem pencatatan berpasangan telah disepakati para ahli mula-mula diterbitkan oleh Luca Pacioli dalam bukunya yang berisi 36 bab yang terbit pada tahun 1949 di Florence, Italia dengan judul "Summa de Arithmatica Geometrica, Proportioni et Proportionalita" yang berisi tentang palajaran ilmu pasti.
Pembahasan
Sejarah Perkembangan Akuntansi
Sejarah perkembangan akuntansi berjalan secara menarik kalau kita lihat dari awal terjadinya pencatatan. Dikatakan menarik karena orang pertama yang melakukan pencatatan justru bukan dari seorang ahli akuntansi pada saat itu, Melainkan dari seorang ahli matematika yang bernama Luca Pacioli pada tahun 1494. Awal pencatatan dimulai dari adanya dua kegiatan penting yang dilakukan oleh para bangsawan saat itu. Kegiatan tersebut adalah:
Kegiatan pencatatan penarikan pajak/pendapatan sewa dan
Kegiatan pencatatan perjalanan perdagangan per 1 kali jalan.
Kegiatan diatas dilakukan dengan suatu pencatatan yang teratur dan berkelanjutan. Hasil dari aktifitas inilah menjadi ilham bagi Luca Pacioli untuk menghasilkan sebuah karangan yang berjudul: "Summa de aritmatica geometria proportiono et proportionalita" Perkembangan akuntansi selanjutnya terjadi sangat drastis seiring dengan perkembangan bisnis. Namun demikian karakter bentuk perkembangan yang terjadi pada saat itu adalah perkembangan dunia bisnis mendahului perkembangan akuntansi. Karakter ini sangat menarik untuk dicermati, karena kita bisa menyimpulkan bahwa akuntansi berkembang setelah adanya kebutuhan dunia bisnis. Bentuk karakter perkembangan seperti ini sampai saat sekarang masih terjadi. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan jumlah PSAK dengan nomor urut, dimana urutan-urutan tersebut memiliki interval waktu sesuai dengan perkembangan transaksi yang terjadi. Apabila kita amati, maka loncatan perkembangan akuntansi yang sangat besar terjadi pada saat terjadinya revolusi industri di tahun 1845. Pada saat terjadinya
Sistem Pencatatan Berpasangan
Sistem pencatatan berpasangan adalah suatu cara untuk mencatat transaksi dengan cara memasukannya ke kolom debet dan kredit dan saldo dalam kedua kolom tersebut harus selalu seimbang. sistem pencatatan sebenarnya telah ada dalam berbagai peradaban sejak kurang lebih 3000 SM. Diantara peradaban tersebut adalah peradaban Kaldea,Babilonia,Asiria,dan Samaria yang merupakan pembentuk sistem pemerintahan pertama didunia. Begitu juga dengan peradaban Mesir, China, dan Yunani. Praktek organisasi yang berkembang saat itu adalah adanya celah tempat berputarnya seluruh mesin keuangan dan departemen di china, diperkenalkannya sistim akuntansi pertanggungjawaban yang luas di yunani, dan adanya kewajiban bagi pembayar pajak untuk membuat laporan posisi keuangan di Roma. Adanya berbagai peradaban tersebut diatas, umumnya disebabkan oleh telah ditemukannya sistem penulisan, pengenalan angka arab dan sistim desimal. Kemudian juga disebabkan oleh adanya penyebaran pengetahuan aljabar, bahan-bahan penulisan yang murah dan adanya medium pertukaran yang baku. Berdasarkan perkembangan tersebut, terdapat 7 faktor lahirnya pembukuan yang sistematik. Ketujuh faktor tersebut adalah:
seni menulis
aritmetika
kekayaan pribadi
uang
kredit
perniagaan dan
modal.
Luca Pacioli seperti telah disebutkan diatas bukanlah seorang pakar akuntansi, melainkan seorang rahib Franciscan yang menekuni bidang matematika. Namun namanya lebih dikenal sebagai orang pertama yang memperkenalkan sistem pembukuan berpasangan lewat bukunya yang berjudul: Summa de arithmetica geomeria, proportioni et proportionalita. Dalam buku tersebut dia merefleksikan praktek yang terjadi di Venesia dan terkenal dengan nama metode venesia/Italia. Dia menyatakan bahwa tujuan pembukuan adalah untuk member informasi yang tepat waktu bagi para pedagang mengenai asset dan kewajibannya. Dia mengatakan bahwa "semua pencatatan harus dilakukan secara berpasangan yang artinya bahwa jika anda menjadikan debitor seseorang, maka anda harus menjadikan kreditor orang lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan berpasangan tersebut.
Perkembangan Ilmu Akuntansi
Revolusi indusrti di Inggris pada tahun 1776 menimbulkan efek positif terhadap perkembangan akuntansi. Pada tahun 1845 undang-undang perusahaan yang pertama di Inggris dikeluarkan untuk mengatur tentang organisasi dan status perusahaan. Dalam undang-undang tersebut, diatur tentang kemungkinan perusahaan meminjam uang, mengeluarkan saham, membayar hutang, dan dapat bertindak sebagaimana halnya perorangan. Keadaaan-keadaaan inilah yang menimbulkan perlunya laporan baik sebagai informasi maupun sebagai pertanggung jawaban. Fase-fase perkembangan akuntansi adalah sebagai berikut.
Tahun 1775: pada tahun ini mulai diperkenalkan pembukuan baik yang single entry maupun pembukuan berpasangan
Tahun 1800: masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang utama digunakan dalam perusahaan.
Tahun 1825: mulai dikenalkan pemeriksaaan keuangan (financial auditing).
Tahun 1850: laporan laba/rugi menggantikan posisi neraca sebagai laporan yang dianggap lebih penting.
Tahun 1900: di USA mulai diperkenalkan sertifikasi profesi yang dilakukan melalui ujian yang dilaksanakan secara nasional.
Tahun 1925: banyak perkembangan yang terjadi tahun ini, antara lain:
Mulai diperkenalkan teknik-teknik analisis biaya, akuntansi untuk perpajakan, akuntansi pemerintahan, serta pengawasan dana pemerintah;
Laporan keuangan mulai diseragamkan;
Norma pemeriksaaan akuntan juga mulai dirumuskan; dan
Sistem akuntansi yang manual beralih ke sistem EDP dengan mulai dikenalkannya "punch card record".
Tahun 1950 s/d 1975: Pada tahun ini banyak yang dapat dicatat dalam perkembangan akuntansi, yaitu sebagai berikut:
Pada periode ini akuntansi sudah menggunakan computer untuk pengolahan data.
Sudah dilakukan Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP).
Analisis Cost Revenue semakin dikenal.
Jasa-jasa perpajakan seperti kunsultan pajak dan perencanaan pajak mulai ditawarkan profesi akuntan.
Management accounting sebagai bidang akuntan yang khusus untuk kepentingan manajemen mulai dikenal dan berkembang cepat.
Muncul jasa-jasa manajemen seperti system perencanaan dan pengawasan.
Perencanaan manajemen serta management auditing mulai diperkenalkan.
Tahun 1975: mulai periode ini akuntansi semakin berkembang dan meliputi bidang-bidang lainnya, perkembangan itu antara lain:
Timbulnya management science yang mencakup analisis proses manajemen dan usaha-usaha menemukan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya;
Sistem informasi semakin canggih yang mencakup perkembangan model-model organisasi, perencanaan organisasi, teori pengambilan keputusan, dan analisis cost benefit;
Metode permintaan yang menggunakan computer dalam teori cybernetics;
Total system review yang merupakan metode pemeriksaan efektif mulai dikenal; dan
Social accounting manjadi isu yang membahas pencatatan setiap transaksi perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat.
Sejarah Akuntansi di Indonesia
Di Indonesia, akuntansi mulai diterapkan sejak 1642, tetapi jejak yang jelas baru ditemui pada pembukuan Amphion Society yang berdiri di Jakarta sejak tahun 1747. Perkembangan akuntansi yang mencolok baru muncul setelah undang-undang mangenai tanam paksa dihapuskan tahun 1870. Dengan dihapuskannya tanam paksa, kaum pengusaha Belanda banyak bermunculan di Indonesia untuk menanamkan modalnya. Sistem yang dianut oleh pengusaha Belanda ini adalah seperti yang diajarkan oleh Luca Pacioli.
Zaman Penjajahan Belanda
Pada Zaman penjajahan Belanda, perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan tata buku. Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama-sama dari pembukuan berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya, diantaranya  teknik pembukuan. Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo-Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo-Saxon).
Fungsi pemeriksaan (auditing) mulai dikenalkan di Indonesia tahun 1907, yaitu sejak seorang anggota NIVA, Van Schagen, menyusun dan mengontrol pembukuan perusaan. Pengiriman Van Schagen ini merupakan cikal bakal dibukanya Jawatan Akuntan Negara (GAD – Government Accountant Dients) yang resmi didirikan pada tahun 1915. Akuntan public pertama adalah Frese & Hogeweg, yang mendirikan kantornya di Indonesia tahun 1918.
Zaman Penjajahan Jepang
Dalam masa pendudukan Jepang, Indonesia sangat kekurangan tenaga di bidang akuntansi. Jabatan-jabatan pimpinan dib Jawatan Keuangan yang 90% dipegang oleh bangsa belanda, menjadi kosong. Dalam masa ini, atas prakarsa Mr. Slamet, didirikan kusus-kursus untuk mengisi kekosongan jabatab tadi dengan tenaga-tenaga Indonesia. Pada tahun 1874, hanya ada seorang akuntan berbangsa Indonesia, yaitu Prof. Dr. Abutari. Di Indonesia, pendidikan akuntansi mulai dirintis dengan dibukanya jurusan akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1952. Pembukaan ini kemudian diikuti Institut Ilmu Keuangan (sekarang Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) tahun 1960 dan Fakultas-fakultas Ekonomi di Universitas Padjadjaran (1961), Universitas Sumatera Utara (1964), universitas Airlangga (1962), dan universitas Gadjah Mada (1964).
Perkembangan akuntansi di Indonesia terjadi seiring dengan perkembangan dunia bisnis baik dibidang industri jasa, manufaktur maupun perdagangan. Akuntansi sebagai suatu aktifitas jasa, sangat bergantung perkembangannya pada aktifitas ekonomi suatu komunitas. Bisnis di Indonesia dalam perkembangannya mengalami kemajuankemajuan yang sangat beragam. Pengaruh perkembangan itu sendiri membawa dampak yang sangat besar terhadap perkembangan akuntansi di Indonesia. Semakin maju dunia bisnis, tentu akan berpengaruh terhadap semakin kompleksnya transaksi yang terjadi baik dari sisi jenis maupun dari sisi jumlah transaksi itu sendiri. Pada akhirnya hal ini akan berpengaruh langsung bagi kemajuan disiplin ilmu akuntansi itu sendiri.Untuk lebih jelasnya bagaimana perkembangan akuntansi di Indonesia, berikut ini akan diuraikan beberapa informasi yang menyangkut dengan sejarah, misi, dan visi perkembangan akuntansi yang diwakili oleh organisasi akuntansi di Indonesia. Satusatunya organisasi akuntansi di Indonesia berada dibawah naungan Ikatan Akuntan Indonesia atau disingkat dengan IAI.
Sejarah, Visi, dan Misi
Perkembangan akuntansi di Indonesia di indikasikan oleh jumlah akuntan orang Indonesia pada waktu tertentu. Dimulai pada waktu Indonesia merdeka, pada waktu itu hanya ada satu orang akuntan pribumi yakni Prof. Dr. Abutari. Jumlah tersebut baru bertambah setelah 10 tahun berikutnya yakni dengan lulusnya Prof. Soemardjo dari belanda pada tahun 1956. Jumlah akuntan yang sangat minim tersebut terus diupayakan jumlahnya dari tahun ketahun. Usaha tersebut akhirnya berhasil meluluskan beberapa akuntan yang tamat dalam negeri seperti Basuki Siddharta, Hendra Darmawan, Tan Tong Djoe, dan Go Tie Siem. Mereka-mereka inilah akuntan pertama yang lulus di Indonesia pada tahun 1957an. Keempat mereka ini bersama Prof. Soemardjo mengambil inisiatif untuk mendirikan organisasi akuntan khusus untuk bangsa Indonesia saja, dengan alasan bahwa mereka ini tidak mungkin menjadi anggota organisasi akuntan milik belanda yang dinamakan dengan NIVA (Nederlands Institu Institut Van Accountans) atau VAGA (Vereniging Academisch Gevormd Accountants). Mereka juga berfikir bahwa tidak mungkin kedua organisasi akuntan milik belanda ini akan mau memikirkan perkembangan akuntansi di Indonesia. Inilah yang melatarbelakangi mereka untuk mendirikan organisasi akuntan di Indonesia. Pada hari kamis, 17 Oktober 1957 kelima akuntan tadi mengadakan pertemuan di aula Universitas Indonesia (UI), dan sepakat untuk mendirikan perkumpulan akuntan Indonesia. Setelah mengalami beberapa hambatan teknis, akhirnya terbentuk juga organisasi profesi akuntan yang diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada tanggal 23 desember 1957.
Organisasi ini diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dengan pendiri lima orang akuntan Indonesia.profesi akuntan mulai berkembang dengan pesat sejak tahun 1967. Pada tahun itu juga dikeluarkannya undang-undang modal asing yang kemudian disusul dengan undang-undang penanaman modal dalam negeri tahun 1968 yang merupakan pendorong berkembangnya profesi akuntansi. Setelah krisis ekonomi Indonesia tahun 1997, peran profesi akuntan diakui semakin signifikan mengingat profesi ini memiliki peranan strategis di dalam menciptakan iklim transparansi di Indonesia.
Tantangan Baru Akuntansi
Pada era globalisasi ini akuntansi juga terpengaruh. Kemajuan teknologi komunikasi dan komputer, semakin meluasnya pasar global menyebabkan akuntansi juga sudah memerlukan standar universal yang berlaku global. Globalisasi menimbulkan global market dimana investor sudah borderless sudah tidak memikirkan tempat atau Negara lagi yang akhirnya mempengaruhi sifat akuntansi yang mereka butuhkan. Dalam era seperti ini, maka mau tidak mau akuntansi juga harus merespons perubahan itu jika ia masih ingin eksis dalam dunia bisnis.
Akhir-akhir ini ada kecenderungan menolak akuntansi konvensional disebabkan karena akuntansi konvensional dianggap tidak mampu memberikan informasi kepada para pemakainya sehingga ada resistensi.
Di samping itu, semua profesi dihadapkan pada perubahan ekonomi social yang sangat cepat. Ada kecenderungan dan tekanan perlunya profesi memiliki standar akuntansi dunia yang berlaku untuk semua. Adanya perubahan struktur industry dari basis manufaktur ke basis information technology (IT) yang tentu memerlukan standar-standar baru seperti dalam penilaian, pengukuran, dan pelaporan "intellectual capital" emotional capital, spiritual capital, social capital.
Kalau kita lihat megatrends 2010 oleh Patrice Aburdene (2005) kita menemukan 7 kecenderungan bisnis yang tentu nantinya akan memengaruhi profesi akuntansi. Ke-7 Megatrends adalah:
Kekuatan spritualisme (the power of spirituality)
Munculnya kapitalisme yang sadar (the Dawn of Conscious capitalism)
Pemimpin lahir dari level tengah (leading from the middle)
Bisnis spiritualisme (spirituality in business)
Konsumen berbasis nilai (the value-driven consumer)
Gelombang solusi kendaraan (the wave of conscious solutions)
Boomnya investasi pada perusahaan yang memiliki tanggung jawab social (the socially responsible investment boom)
BAB 3
PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa sistem pembukuan berpasangan sudah ada sejak 5000 tahun yang lalu dan orang yang pertama kali menerbitkan buku tentang sistem pembukuan berpasangan adalah Luca Pacioli pada. Sedangkan di Indonesia, akuntansi mulai diterapkan sejak 1642, tetapi jejak yang jelas baru ditemui pada pembukuan Amphion Society yang berdiri di Jakarta sejak tahun 1747.
Akuntansi sangat berhubungan dengan bidang-bidang lain meskipun hal itu tidak selalu berhubungan, terutama di zaman modern ini yang pertarungan bisnis dan perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin pesat menuntut semua kegiatan menggunakan ilmu akuntansi meskipun terkadang tidak dilakukan persis sesuai dengan aturan.
Saran
Penulis mengharapkan kepada semua pihak yang terutama pihak yang terkat dengan langsung agar dapat menggunakan akuntansi sebagaimana mestinya. Lebih dari itu, penulis mengharapkan agar tidak melupakan serta dapat mempertahankan dan mengembangkan akuntansi itu sendiri, terlebih di zaman yang semakin maju ini.

DAFTAR PUSTAKA
Sofyan Syafri,H. (1997). Teori Akuntansi, Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada
Haryanto. (2012). "Sejarah Akuntansi". [Online]. Tersedia:
http://ilmuakuntansi.web.id/sejarah-akuntansi/Bara.(2009)."Sejarah dan Perkembangan Akuntansi di Indonesia dan
Internasional".[Online].Tersedia:https://baracellona.wordpress.com/sejarah-dan-perkembangan-akuntansi-di-indonesia-dan-internasional
BAB 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pekerjaan adalah suatu bidang yang ditekuni oleh seseorang, dikembangkan, diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, mempunyai tujuan, dan bisa bermanfaat bagi yang mengerjakannya ataupun bagi orang lain. Ada banyak bidang pekerjaan yang diminati oleh masyarakat. Tentu saja setiap pekerjaan punya resiko, tantangan, dan hambatan tersendiri. Hampir semua orang pernah mengalami hambatan dalam pekerjaan, termasuk pekerjaan di bidang akuntansi, keuangan dan pajak. Hanya saja, ada yang berusaha meminimalkan hambatan sehingga karirnya terus bertumbuh. Namun, tak sedikit yang membiarkannya begitu saja sehingga tanpa disadari beban pekerjaannya semakin berat dan karirnya pun terhambat.
Apakah hambatan pekerjaan, khususnya akuntansi, bisa dihilangkan begitu saja? Tentu saja tidak. Apalagi pekerjaan di bidang akuntansi membutuhkan konsentrasi dan ketelitian yang tinggi. Yang bisa diupayakan adalah menjaga agar selalu berada pada kuantitas dan intensitas yang minimal.
Yang paling penting dalam upaya penanggulangan hambatan kerja adalah mengidentifikasi jenis hambatan, sehingga solusi yang digunakan benar-benar mampu mengatasi sekaligus mencegah hambatan yang sama muncul kembali di kemudian hari.
Ada berbagai solusi yang bisa digunakan untuk menanggulangi hambatan-hambatan pekerjaan akuntansi, tergantung jenis hambatannya.
Berdasarkan paparan tersebut, diharapkan pembaca dapat memahami jenis-jenis hambatan dalam pekerjaan akuntansi dan upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk menanggulangi hambatan tersebut.
Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
Apa saja jenis-jenis hambatan dalam pekerjaan akuntansi keuangan?
Bagaimana upaya penanggulangan hambatan dalam pekerjaan akuntansi keuangan?
Tujuan Makalah
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:
Jenis-jenis hambatan dalam pekerjaan akuntansi keuangan,
Upaya penanggulangan hambatan dalam pekerjaan akuntansi keuangan.
Manfaat Makalah
Manfaat yang diharapkan setelah melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut:
Bagi penulis dan pembaca, makalah ini dapat memperkaya ilmu tentang pekerjaan akuntansi keuangan.
Bagi mahasiswa, makalah ini dapat memberikan gambaran tentang pekerjaan akuntansi keuangan serta membantu ketika sudah lulus dan menjadi seorang akuntan.
Bagi akuntan, makalah ini dapat membantu mengatasi dan menanggulangi hambatan-hambatan pekerjaan mereka.
Prosedur Makalah
Makalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Melalu metode ini penulis akan menguraikan permasalahan yang dibahas secara jelas dan komprehensif. Data  dalam makalah ini dikumpulkan dengan menggunakan metode studi pustaka, artinya penulis melakukan segala usaha untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang ditulis. Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun elektronik lain.
BAB 2
PEMBAHASAN
Landasan Teoritis
Pengertian Akuntansi
Menurut American Accounting Association (1966) dalam Ngalah mengemukakan bahwa "Akuntansi adalah suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pencatatan, dan pelaporan transaksi ekonomi (keuangan) dari suatu organisasi/entitas yang dijadikan sebagai informasi dalam rangka mengambil keputusan ekonomi oleh pihak-pihak yang memerlukan".
Jenis-jenis Hambatan Pekerjaan Akuntansi
Menurut pakar karir Wetmore (1982) dalam Nurwisman ada lima hambatan utama:
Seleksi awal yang kurang baik
Training yang kurang memadai
Beban kerja yang berlebihan
Ketidaksesuaian antara tujuan perusahaan dan tujuan pribadi
Kelelahan mental
Pembahasan
Jenis-jenis Hambatan
Seleksi awal yang kurang baik
Kita tahu bahwa untuk mendapatkan pekerjaan di bidang akuntansi diperlukan suatu tes atau seleksi. Tidak sembarang orang bisa lolos, tergantung kualitas dan keahlian orang tersebut, apakah sudah memenuhi kriteria atau tidak. Jenis seleksi yang digunakan pun berbeda-beda, tergantung bagaimana perusahaan. Diperlukan seleksi yang cukup ketat agar bisa mendapatkan akuntan yang potensial. Apalagi untuk bidang pekerjaan akuntansi keuangan, diperlukan akuntan yang benar-benar menguasai konsep serta memiliki konsentrasi yang tinggi. Jika hal ini diabaikan, tentu akan menghambat jalannya pekerjaan. Ini bisa berdampak terhadap kinerja akuntan itu sendiri. Bisa jadi akuntan yang di rekrut belum memiliki cukup pengalaman sehingga sulit untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan maksimal.
Training yang kurang memadai
Menggeluti profesi sebagai akuntan tentulah bukan pekerjaan yang mudah. Seorang akuntan harus mahir untuk menerapkan teori yang didapat semasa kuliah dengan prakteknya di dunia kerja. Untuk itu, dibutuhkan latihan yang terus-menerus agar bisa menyelaraskan konsep dengan praktek. Salah satu caranya yaitu dengan melakukan training atau pelatihan. Namun, seringkali perusahaan tidak melakukan cukup training sehingga para akuntan tidak bisa mengembangkan keahlian dan keterampilannya. Mereka stuck di posisi yang itu-itu saja. Akibatnya, mereka merasa kewalahan menghadapi tugas-tugas yang diberikan perusahaan dan tentu saja ini bisa menghambat mereka dalam menyelesaikan pekerjaan nya.
Beban kerja yang berlebihan
Menjadi seorang akuntan tentu harus siap dengan beban kerja yang menumpuk, apalagi di akhir tahun ketika perusahaan melakukan tutup buku. Namun, beban kerja yang berlebihan bisa membuat akuntan menjadi tidak fokus dan cenderung merasa tertekan. Belum lagi deadline yang membuat akuntan terburu-buru dalam menyelesaikan tugasnya. Hal ini mengakibatkan laporan yang dihasilkan pun tidak optimal. Bisa jadi mereka keliru dalam memasukkan nominal sehingga laporan keuangannya menjadi tidak seimbang.
Ketidaksesuaian antara tujuan perusahaan dan tujuan pribadi
Setiap perusahaan pasti mempunyai tujuan. Mereka akan melakukan segala cara agar tujuan tersebut dapat tercapai. Para pegawai nya pun pasti memiliki tujuan juga, termasuk para akuntannya. Namun terkadang tujuan antara perusahaan dengan tujuan para akuntan berbeda. Sebagai contoh, perusahaan meminta akuntannya memanipulasi laporan keuangan. Tujuannya agar perusahaan terlihat baik di masyarakat dan mengundang para investor untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. Tetapi akuntan tidak mau karena mereka menganggap hal tersebut melanggar kode etik profesi akuntansi. Antara pihak perusahaan dengan akuntan tentu akan terjadi perselisihan yang mengakibatkan pekerjaan para akuntan menjadi terhambat.
Kelelahan Mental
Ini dia hambatan yang paling berbahaya. Sebab jika sudah menyerang mental, cenderung akan membawa dampak ke aspek yang lain. Para akuntan pasti pernah merasa lelah dengan rutinitas sehari-hari, para rekan kerja yang sulit diajak bekerja sama, atasan yang arogan, dan lain-lain. Mereka akan mengalami konflik batin yang cukup berat. Jika hal ini dibiarkan akan berdampak terhadap kinerja akuntan itu sendiri.
Upaya Penanggulangan Hambatan
Banyak upaya yang dapat dilakukan agar para akuntan keuangan bisa menanggulangi berbagai macam hambatan yang telah dijelaskan diatas yang sewaktu-waktu muncul dalam pekerjaan mereka. Penulis akan mencoba memberikan beberapa solusi yang mungkin bisa membantu memecahkan masalah tersebut, diantaranya:
Kenali kemampuan diri
Hal ini penting agar para akuntan melakukan introspeksi terhadap dirinya. Mereka harus mengetahui kelebihan dan kekurangan dari dirinya. Apa yang disadari sebagai kekurangan bisa diperbaiki agar kualitas diri pun meningkat. Jika sudah mengetahui potensi dirinya, para akuntan bisa mudah menentukan langkah apa yang akan mereka ambil dalam pekerjaan selanjutnya.
Perbanyak belajar dan latihan
Dengan banyak belajar dan latihan tentu dapat meningkatkan kemampuan akan teknik akuntansi. Para akuntan bisa belajar dari buku, internet, mengikuti seminar, mengikuti short course, ataupun belajar dengan rekan kerja yang lebih berpengalaman. Jangan ragu juga untuk bertanya kepada atasan jika ada hal yang belum dipahami, asal tahu kapan timing yang tepat.
Buat agenda kerja
Dengan membuat agenda kerja, para akuntan bisa membagi waktunya antara pekerjaan dengan urusan pribadi. Jangan pernah mencampuradukkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi, karena nantinya akan timbul perasaan tidak nyaman. Bila perlu buat skala prioritas agar para akuntan bisa tertib dan disiplin dalam mengerjakan pekerjaannya.
Konsisten terhadap tanggung jawab
Para akuntan harus tanggung jawab dan profesional dalam melakukan pekerjaannya. Mereka harus bisa melakukan apa yang perusahaan minta dengan maksimal, agar tujuan perusahaan tersebut dapat tercapai. Tetapi mereka juga harus memerhatikan kode etik profesi akuntansi agar tetap berada di jalur yang benar.
Refreshing
Sebagai manusia biasa para akuntan juga membutuhkan refreshing dan hiburan. Jika sudah merasa lelah dan jenuh dengan pekerjaan, para akuntan bisa mengambil cuti sejenak dan liburan ke luar kota. Bisa juga dengan menghentikan pekerjaannya sebentar untuk menonton film, mendengarkan musik atau melakukan hal lain yang disukai. Cara ini cukup ampuh mengatasi kelelahan akibat pekerjaan akuntansi.
BAB 3
PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa:
Jenis-jenis hambatan dalam pekerjaan akuntansi ada 5, yaitu seleksi awal yang kurang baik, training yang kurang memadai, beban kerja yang berlebihan, ketidaksesuaian antara tujuan perusahaan dengan tujuan pribadi, dan kelelahan mental.
Ada berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk menanggulangi hambatan pekerjaan akuntansi, diantaranya dengan mengenali kemampuan diri, memperbanyak belajar dan latihan, membuat agenda kerja, konsisten terhadap tanggung jawab, serta melakukan refreshing.
Saran
Saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut:
Bagi mahasiswa, agar selalu rajin dalam mempelajari ilmu akuntansi keuangan dan mencari tahu informasi lebih dalam tentang bagaimana pekerjaan akuntansi keuangan.
Bagi para akuntan, agar terus meningkatkan potensi diri untuk bisa terus bertahan dalam dunia pekerjaan akuntansi keuangan.
Bagi Dosen Akuntansi Keuangan, jangan pernah lelah untuk terus menurunkan ilmu kepada para mahasiswanya.
DAFTAR PUSTAKA
Narwisman, Putie Fitria. (2012). "Produktivitas Kerja". [Online]. Tersedia: http://phuutiefitrianarwisman.blogspot.com/2012/01/produktifitas-kerja.html yang direkam pada 17 Jan 2012 09:22:00 GMT. [04 Desember 2014].
Ngalah, Putra. (2013). "Akuntansi Keuangan". [Online]. Tersedia: http://agrobisnisyudharta.blogspot.com/2013/02/akuntansi-keuangan.html yang direkam pada 20 Feb 2013 13:27:00 GMT. [04 Desember 2014].
BAB 1
PENDAHULUANLatar BelakangPengembangan pendidikan tinggi tidak lepas dari perkembangan di masyarakat. Ini merupakan konsekuensi logis dari keberadaan perguruan tinggi sebagai pemasok intelektual dan tenaga ahli di masyarakat. Telah dipahami bersama bahwa dewasa ini dalam masyarakat berkembang berbagai tuntutan agar lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan yang memadai dalam berbagai bidang yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Namun perguruan tinggi juga harus menyadari bahwa tidak semua tuntutan ini akan dapat dipenuhi sehingga pengembangannya juga harus memperhatikan idealisme yang telah dibangun sebelumnya.
Sementara itu secara spesifik dalam hal kewirausahaan, penguatan kemampuan ini diharapkan dapat membantu peningkatan akselerasi pengembangan ekonomi kreatif. Tidak mungkin ada inovasi dan kreatifitas tanpa kemampuan kewirausahaan. Selain itu spirit kewirausahaan diharapkan dapat menular pada pengelolaan organisasi-organisasi sektor publik dan nirlaba, dalam mana pengelolanya adalah para lulusan perguruan tinggi.
Sebagai lulusan pendidikan akuntansi, pendidikan merupan salah satu hal yang penting. Karena mau tidak mau kita akan turun kedalam dunia tersebut. Pendidikan merupakan sarana mutlak yang dipergunakan untuk mewujudkan masyarakat madani yang mampu menguasai, mengembangkan, mengendalikan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Output pendidikan belum mampu berjalan seimbang dengan tuntutan zaman, hal ini disebabkan minimnya penguasaan terhadap disiplin ilmu yang diperoleh melalui proses pendidikan.
Keadaan ini menjadi tantangan bagi para pendidik untuk mempersiapkan peserta didiknya dalam memasuki masa depan. Masalah-masalah pendidikan secara terinci yang kerap kali dihadapi peserta didik antara lain ialah pada awal perkuliahan, mereka kerap menghadapi kesulitan menyesuaikan diri dengan pelajaran, para dosen, tata tertib kampus, lingkungan kampus dan sebagainya. Apalagi untuk jurusan Akuntansi, masih banyak mahasiswa yang berasal dari program studi yang tidak mempelajari akuntansi. Yang menyebabkan banyaknya mahasiswa yang mengikuti pelajaran tambahan atau bimbel akuntansi. Tingginya minat mahasiswa formal mengikuti bimbingan belajar merupakan peluang bagi kita khususnya sebagai guru ahli dibidang akuntansi untuk membuka suatu usaha yang bertujuan untuk membantu siswa-siswinya untuk dapat memahami dengan baik mata kuliah akuntansi
Rumusan MasalahRumusan masalah yang dikaji dalam makalah ini adalah:
Bagaimana hubungan kewirausahaan dengan mata kuliah pendidikan akuntansi?
Bagaimana implikasi pendidikan akuntansi dalam kewirausahaan?
Jenis usaha apa saja yang dapat kita lakukan sebagai lulusan pendidikan akuntansi dalam bidang kewirausahaan?
Bagaimana sikap kita terkait dengan cara untuk mewujudkan usaha ini?
Apa kelebihan dari usaha tersebut?
Tujuan PenyusunanAdapun tujuan penyusunan dari makalah ini adalah:
Mengetahui hubungan kewirausahaan dengan mata kuliah pendidikan akuntansi.
Mengetahui implikasi pendidikan akuntansi dalam kewirausahaan.
Mengetahui jenis usaha yang dapat dilakukan oleh lulusan pendidikan akuntansi.
Menggambarkan sikap kita terkait dengan cara untuk mewujudkan usaha ini.
Menggambarkan kelebihan dari usaha ini.
BAB 2
PEMBAHASAN
Landasan Teoritis
Pengertian Kewirausahaan
Berbagai fenomena relevan dan aktual yang tengah dihadapi dewasa ini berkenaan dengan aspek kewirausahaan dapat dikelompokkan kedalam dua hal, yaitu:
Subjek kewirausahaan telah menjadi topik ilmu pengetahuan dan penelitian pada berbagai bidang akademik, dan tidak terbatas pada ilmu ekonomi saja
Subjek kewirausahaan yang bersifat multidisiplin memiliki keterkaitan dengan aspek sosial dan ekonomi yang relatif kompleks.
Istilah kewirausahaan (Entrepreneurship) pada dasarnya memiliki definisi yang cukup beragam. Hal ini terutama berkaitan erat dengan perspektif pihak-pihak yang mendefinisikannya. Meskipun terjadi keragaman definisi, namun hal ini tampaknya tidak mengarah pada perdebatan yang destruktif karena masing-masing pihak mampu memberikan argumennya secara logis menurut perspektifnya masing-masing, misalnya perbedaan perspektif antara disiplin ekonomi dan manajemen. 
Dengan melakukan perbandingan, dari sudut pandang manajemen, Sahlman dan Stevenson (1991), membuat perbedaan arti antara wirausahawan dan menejer, yaitu: "Kewirausahaan merupakan suatu cara mengelola yang mencakup mengejar peluang tanpa memperhatikan sumberdaya yang saat ini dimiliki. Para wirausahawan mengidentifikasi peluang-peluang, mengumpulkan sumberdaya yang diperlukan, menerapkan sebuah rencana tindakan yang dapat dilaksanakan dan memungut imbalan dalam waktu dan cara yang fleksibel."
Gambaran yang paling lazim mengenai kewirausahawan memfokuskan pada persepsi tentang peluang-peluang sosial-ekonomi dan pengenalan gagasan baru di pasar. Seperti dikemukakan Audretsch (1995), kewirausahawan adalah berkenaan dengan perubahan, sebagaimana diketahui bahwa para usahawan adalah agen perubahan (agent of change). Ringkasnya, kewirausahawan adalah dicirikan dengan proses perubahan. Hal ini sesuai dengan definisi yang dikemukakan OECD, yaitu: "Wirausahawan adalah agen perubahan dan pertumbuhan di dalam sebuah pasar suatu sistem perekonomian dan dapat bertindak untuk mempercepat penciptaan, penyebaran dan penerapan gagasan-gagasan inovatif….Entreprenurs not only seek out and identify potentially profitable economics opportunities but also willing to take risks too see if their hunches are right" (OECD, 1998).
Meskipun kesederhanaan dalam mendefinisikan kewirausahawan sebagai aktivitas pendorong perkembangan perubahan inovatif yang memiliki daya tarik, namun dibalik kesederhanaan seperti demikian terkandung pula muatan kompleksitasnya. Terselimutinya kompleksitas kewirausahawan  paling sedikit disebabkan oleh dua alasan. Alasan pertama muncul karena kewirausahawan merupakan suatu aktivitas lintas organisasi yang multi bentuk. Apakah kewirausahawan menunjukkan perubahan yang menyebabkan kegiatan  perorangan, kelompok perorangan seperti jaringan, proyek, perusahaan, dan bahkan keseluruhan industri, atau bahkan pula seluruh obyek observasi, seperti  kluster dan wilayah.
Bagian dari kerumitan yang tercakup dalam kewirausahawan, yaitu bahwa kewirausahawan ini mencakup keseluruhan bentuk organisasional. Tidak ada satu bentuk organisasi yang dapat mengklaim atau memonopoli kewirausahaan. Sumber kompleksitas kedua, yaitu bahwa konsep perubahan adalah bersifat relatif untuk beberapa benchmark (Audretsch, 2002). Apa yang dipersepsikan sebagai perubahan bagi seseorang atau organisasi belum tentu mencakup sebuah praktik baru bagi industri. Atau hal itu merepresentasikan perubahan untuk industri domestik, tetapi bukan untuk industri global. Oleh karena itu, konsep kewirausahaan melekat dalam cakupan lokal (local context). Pada waktu yang bersamaan, nilai kewirausahaan dibentuk pula oleh benchmark lainnya yang relevan. Aktivitas kewirausahaan yang dianggap 'baru' menurut seseorang, tetapi bisa saja 'tidak baru' bagi perusahaan atau industri , yang mana kesemua hal ini bisa membatasi nilai inovasinya.
Pengertian Akuntansi
Akuntansi adalah proses mencatat, mengklasifikasi dan merangkum  informasi finansial yang berkaitan dengan semua transaksi dan kejadian di perusahaan serta menyajikannya untuk dapat dipahami oleh penggunanya, baik pihak internal (manajer) maupun eksternal perusahaan (pemegang saham, calon investor, dll). Jika dilihat dari pengertian tersebut, praktisi akuntansi merupakan orang yang paling tahu mengenai aspek internal perusahaan, bahkan bisa memprediksi kinerja perusahaan berdasarkan informasi tersebut. Oleh karena itu, profesi di bidang akuntansi termasuk profesi yang mendapatkan bayaran tinggi dan banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan. Dalam akuntansi terdapat beberapa sub-bidang seperti Akuntansi Keuangan, Akuntansi Manajemen, Sistem Informasi Akuntansi, Auditing, Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Syariah dan Perpajakan.
Keterampilan yang harus dimiliki seorang lulusan pendidikan akuntansi adalah: Intellectual skills, Technical and functional skills, Personal skills, Interpersonal and communication skills dan Organizational and business management skills. Sikap yang harus dimiliki adalah nilai dan perilaku yang mengarah kepada komitmen untuk: kepentingan publik dan sensitifitas terhadap tanggung jawab sosial; pengembangan diri dan belajar terus menerus; dapat diandalkan, bertanggung jawab, tepat waktu dan saling menghargai; hukum dan peraturan yang berlaku.
Definisi selanjutnya terdapat pada APB No. 4 yang dapat menjelaskan akuntansi sebagai suatu aktivitas jasa yang memiliki fungsi menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan tentang satuan-satuan ekonomi yang dapat bermanfaat dalam menetapkan pilihan-pilihan yang logis diantara berbagai tindakan alternatif. Dan dapat disimpulkan bahwa :
akuntansi menyediakan jasa yang penting di dalam lingkungan bisnis untuk membantu pengambilan keputusanalokasi sumber daya yang terbatas;
informasi yang disediakan akuntansi bersifat kuantitatif yang dapat digunakan dengan evaluasi kualitatif dalam pengambilan keputusan ekonomi;
meskipun akuntansi melaporkan apa yang telah terjadi tetapi berguna untuk pengambilan keputusan di masa mendatang (Smith, Skousen, dan Stice, 1997).
Pengertian Pendidikan
Menurut UU No. 20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
Sedangkan pengertian pendidikan menurut H. Horne, adalah proses yang terus menerus (abadi) dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada vtuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.
Menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu: Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
Dari beberapa pengertian pendidikan menurut ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Pendidikan adalah Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain.
Hubungan Kewirausahaan dengan Pendidikan Akuntansi
Perkembangan dunia kerja saat ini sangatlah sulit untuk diungkapkan. Dikarenakan banyaknya lulusan S1 setiap tahunnya semakin bertambah sedangkan ketersediaan lapangan kerja tetap, bahkan berkurang. Berdasarkan keadaan tersebut mendorong lulusan S1 untuk membuat suatu usaha yang bertujuan untuk menghidupi kehidupannya.
Pada kompetensi keahlian akuntansi pedidikan kewirausahaanya adalah berupa penanaman nilai-nilai dan karakter bagaimana untuk menjadi seorang wirausaha. Dari penuturan guru kewirausahaan di Kompetensi Keahlian Akuntansi, mengatakan bahwa pada Kompetensi Keahlian Akuntansi untuk aplikasi pendidikan kewirausahaan hanya sampai pada pembuatan proposal usaha.
Hubungan dari kewirausahaan dengan pendidikan akuntansi adalah sebagai suatu pelengkap, dimana kewirausahaan dapat membantu para lulusan pendidikan akuntansi ini untuk mengembangkan jiwa bisnisnya karena pengembangan pendidikan tinggi tidak lepas dari perkembangan di masyarakat.
Ini merupakan konsekuensi logis dari keberadaan perguruan tinggi sebagai pemasok intelektual dan tenaga ahli di masyarakat. Telah dipahami bersama bahwa dewasa ini dalam masyarakat berkembang berbagai tuntutan agar lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan yang memadai dalam berbagai bidang yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Konstruksi mata kuliah ini berangkat dari ide bahwalulusan akuntansi harus mempunyai daya inovasi dan kreatifitas. Inovasi dan kreatifitasharus terkelola dan terkomunikasikan dengan baik agar dapat diterima oleh pihak lain.Pengelolaan yang baik memerlukan suatu kepemimpinan yang baik. Kepemimpinan yangbaik akan berhasil jika mampu berkomunikasi dengan para pihak (stakeholders).
Dengan memahami topik-topik bahasan dalam matakuliah ini, diharapkan lulusan mampu memahami diri dan karakter individunya sehingga dapat memahami kesiapan untukmenjadi entrepreneur atau intrapreneur. Namun perguruan tinggi juga harus menyadari bahwa tidak semua tuntutan ini akan dapat dipenuhi sehingga pengembangannya juga harus memperhatikan idealisme yang telah dibangun sebelumnya.
Sementara itu secara spesifik dalam hal kewirausahaan, penguatan kemampuan ini diharapkan dapat membantu peningkatan akselerasi pengembangan ekonomi kreatif. Tidak mungkin ada inovasi dan kreatifitas tanpa kemampuan kewirausahaan. Selain itu spirit kewirausahaan diharapkan dapat menular pada pengelolaan organisasi-organisasi sektor publik dan nirlaba, dalam mana pengelolanya adalah para lulusan perguruan tinggi.
Mewujudkan Usaha Dalam Dunia Nyata
Untuk mewujudkan usaha ini dalam dunia nyata yaitu dengan cara:
Identifikasi spesifikasi teknis penting
Evaluasi gagasan usaha baru hendaknya dimulai dengan identifikasi persyaratan teknis yang kritis terhadap pasar dan karenanya perlu untuk memenuhi harapan dari pelanggan potensial. Persyaratan teknis yang paling penting adalah sebagai berikut:
Desain fungsional dari produk dan daya tarik penampilannya.
Fleksibilitas, memungkinkan adanya modifikasi ciri luar dari produk untuk memenuhi permintaan konsumen atau perubahan teknologi dan persaingan.
Daya tahan bahan baku produk
Bisa diandalkan, kinerja produk seperti yang diharapkan pada kondisi operasi normal.
Keamanan produk tidak menimbulkan bahaya pada kondisi operasi normal
Daya guna yang bisa diterima
Kemudahan dan biaya pemeliharaan yang rendah
Standarisasi melalui dihilangkannya suku cadang yang tidak perlu
Kemudahan untuk diproduksi dan diproses
kemudahan untuk ditangani
uji coba produk atau jasa untuk menemukan apakah ia memenuhi spesifikasi kinerja.
Pengembangan dan uji coba produk termasuk juga studi rekayasa, uji laboratorium, evaluasi bahan baku alternatif, dan fabrikasi model dan otomotif untuk uji lapangan. Untuk setiap tahap pengujian hasil negatif dan positif harus ditimbang dan dilakukan penyesuaian yang perlu. Langkah pertama di dalam menetapkan kelayakan teknis gagasan usaha baru adalah identifikasi persyaratan teknis penting dan perumusan spesifikasi kinerja. Pada tiap langkah berikutnya hasil-hasil harus dievaluasi terhadap persyaratan dan spesifikasi tersebut. Wirausaha yang mengimplementasikan gagasan dengan cara ini menetapkan kelayakan teknisnya dan mendapatkan jaminan bahwa produk atau jasa tersebut akan bisa memenuhi gagasan pelanggan potensial.
Penilaian peluang-peluang pasar
Para wirausahawan selalu membutuhkan informasi dan pengetahuan tentang pasar mereka. Tujuan dari pemasaran adalah memenuhi permintaan pelanggan. Riset pasar adalah pengumpulan, pencatatan dan analisa secara sistematis, atas informasi yang berkaitan dengan pemasaran dan jasa. Riset pasar dapat membuat keputusan pemasaran yang lebih baik. Riset pasar dapat membantu:
Menemukan pasar yang menguntungkan
memilih produk yang dapat dijual
menentukan perubahan dalam perilaku konsumen
meningkatkan teknik-teknik pemasaran yang lebih baik
Merencanakan sasaran yang realistic
Tujuan riset pasar adalah mengumpulkan informasi untuk pengambilan keputusan pada perasaan dan pendapatnya sendiri. Perakitan, penyaringan, dan analisis informasi yang relevan mengenai pasar dan kemampuan dari produk untuk dipasarkan merupakan landasan untuk menilai potensi keberhasilan dari usaha baru yang dimaksudkan. Tiga aspek utama bagi prosedur ini adalah sebagai berikut:
Penelitian potensi pasar dan identifikasi pelanggan (pemakai) potensial.
Analisis seberapa besar perusahaan baru tersebut bisa memanfaatkan potensi pasar.
Penentuan peluang nyata pasar dan resiko-resiko melalui uji coba pasar.
Analisis Potensi Pasar
Penentuan dan evaluasi potensi pasar dari usaha bisnis baru yang direncanakan hendaknya dimulai dengan pengumpulan data-data yang relevan dengan pasar mengenai pelanggan potensial, memotivasi pembeliannya, kebiasaan membeli, dan dampak perubahan dalam karakteristik produk pada potensi pasar. Penelitian mengenai potensi pasar bagi usaha baru mungkin melibatkan penilaian subyektif dan pribadi dan tidak selalu ilmiah.
Wirausahawan hendaknya menggunakan pendekatan ilmiah, mereka hendaknya bertumpu pada informasi obyektif mengenai pelanggan potensial, bisa memilah-milah informasi. Banyak wirausahawan yang mengabaikan keberadaan pasar, atau mereka hanya melakukan penelitian pasar untuk membenarkan keyakinan mereka. Wirausahawan yang bijak akan menggunakan sebagian besar waktu mereka untuk mengidentifikasi pasar potensial.
Identifikasi Pasar potensial
Potensi pasar adalah ungkapan mengenai peluang penjualan maksimum untuk produk jasa tertentu selama periode waktu yang ditentukan, misalnya satu tahun. Estimasi potensi pasar melibatkan permintaan sekarang terhadap produk dan proyeksi kecenderungan pasar di masa mendatang. Langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan mengestimasi potensi pasar adalah sebagai berikut:
Identifikasi pemakai akhir tertentu dari produk atau jasa
Identifikasi segmen pasar pokok, yaitu kategori pelanggan yang relatif homogen.
Menentukan atau memperkirakan volume pembelian potensial dalam tiap-tiap segmen pasar dan volume total dari semua segmen.
Identifikasi pelanggan potensial mungkin sangat mudah karena produk tersebut akan menunjukkan siapa yang menggunakannya. Jawaban bagi pertanyaan berikut ini akan memudahkan perusahaan untuk mengidentifikasi pemakai potensial.
Siapa yang merupakan pembeli potensial dari produk?
Dimanakah pemakai potensi bertempat?
Mengapa pelanggan potensial ingin membeli produk ini? Apa kebiasaan membeli mereka?
Seberapa sering mereka membeli produk ini? Berapa jumlah rata-rata tiap pesanan?
Berapa jumlah total permintaan produk ini setiap bulannya atau setiap tahunnya?
Bagaimana siklus permintaan?
Bagaimana potensi pertumbuhan dari pasar ini?
Sekali pelanggan potensial bisa diidentifikasi, langkah kedua adalah mengklasifikasikan pelanggan ke dalam kategori homogen yang masing-masing mempunyai karakteristik yang sama dan bisa diidentifikasi. Karakteristik penting tersebut adalah lokasi pelanggan, karakteristik demografi, saluran distribusi dimana mereka bisa dicapai dengan baik, dan media periklanan yang paling responsif. Kategorisasi pelanggan potensial adalah penting karena ia memungkinkan organisasi usaha baru untuk memilih kategori tertentu atau segmen pasar dengan menyesuaikan kemampuan organisasi tersebut terhadap apa yang diperlukan untuk menarik dan mendapatkan loyalitas dari pelanggan tersebut.
Pembahasan
Prospek Lulusan Pendidikan Akuntansi Dalam Dunia Wirausaha
Sebagai seseorang yang bertitle S.Pd tidaklah harus bekerja sebagai seorang guru saja. Masih banyak peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan sebagai penghasilan tambahan dan juga sebagai wadah yang dapat menampung para pengangguran yang membutuhkan lapangan pekerjaan. Akuntansi dalam dunia ekonomi sangat dibutuhkan sebagai sarana pelaporan catatan-catatan keuangan yang dibutuhkan oleh berbagai pihak.
Seorang wirausaha adalah orang yang pandai mengambil peluang yang yang ada dan mengembangkannya sebagai sebuah usaha. Begitu juga seorang guru akuntansi. Tidak menutup kemungkinan baginya untuk dapat berwirausaha. Dengan kemampuannya yang dimiliki seorang guru dapat membuka bisnis bimbingan belajar akuntansi, membuat media pembelajaran baru dan kemudian memasarkannya sebagai sebuah bisnis serta menyusun buku pelajaran mengenai akuntansi. Sehingga ia pun dapat mengamalakan kemampuannya diberbagai bidang dan memanfaatkannya sebagai peluang bisnis yang mumpuni.
Bisnis bimbingan Belajar
Banyaknya orang tua yang menginginkan anak – anaknya cerdas dan pintar, mendorong para orang tua memberikan anak – anak mereka les tambahan diluar jam sekolah. Hal ini menjadi peluang usaha bagi para pelaku bisnis maupun para pendidik. Apabila kita mempunyai kemampuan  di bidang ilmu pengetahuan yang bagus serta bisa sabar dalam menghadapi anak – anak, tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk menangkap peluang usaha tersebut.
Dengan semakin majunya sistem pendidikan di Indonesia mendorong siswa-siswa untuk dapat menguasai segala materi yang ada. Ada kalanya seoarng siswa kurang begitu mengerti dan memahami materi yang disampaikan gurunya ketika di sekolah sehingga membutuhkan bimbingan belajar yang lebih efektif. Begitu juga dengan siswa-siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional, maka bimbingan-bimbingan belajar akan sangat dibutuhkan sebagai penguat dalam rangka pendalaman materi.
Untuk membuka bisnis bimbingan belajar, faktor utama yang harus dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan guru pengajar. Karena apabila guru sudah bagus dan materi yang diajarkan sudah sangat dipenuhi maka system pembelajaran yang baik akan cepat diterapkan pada muridnya.
Bisnis pembuatan media pembelajaran
Seperti kita ketahui bersama, saat ini pendidikan menjadi salah satu kebutuhan pokok yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Bila dulunya setiap warga belum memiliki kebebasan mutlak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, sekarang ini pemerintah telah memberikan ruang gerak seluas-luasnya bagi setiap warga untuk bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Bahkan di tahun 2013, rencananya pemerintah akan mulai menjalankan program pendidikan menengah universal atau pendidikan 12 tahun bagi setiap warga negara Indonesia.
Perkembangannya yang begitu pesat, tidaklah heran bila sekarang ini banyak pihak yang ingin terjun menekuni peluang bisnis di bidang pendidikan karena prospek pasarnya semakin hari kian bersinar terang. Sebut saja seperti mendirikan lembaga pendidikan baik yang formal maupun non formal, membuka jasa les private bagi para siswa yang membutuhkan bimbingan tambahan di luar jam sekolah, serta menawarkan beragam produk media belajar sebagai alat komunikasi yang memudahkan para siswa dalam menuntut ilmu pengetahuan.
Di dalam proses belajar mengajar siswa sering menjadi kambing hitam ketika pembelajaran tidak memenuhi target seperti yang diinginkan. Banyak alasan dilontarkan, seperti karena siswa malas, kurang perhatian ketika guru menerangkan mata pelajaran, bodoh, kurangnya fasilitas pembelajaran, dsb. Hal tersebut memang bisa terjadi. Tetapi sudahkah para pengajar melakukan instrospeksi terhadap kinerjanya? Apakah para pengajar telah mengerahkan segenap kemampuannya dalam mengajar siswa-siswanya?
Sering terjadi seorang guru tidak kreatif dalam menggunakan metode pengajaran. Mereka sudah cukup puas dengan metode konvensional sehingga kurang memotivasi siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Mereka mengandalkan metode ceramah yang sangat membosankan sehingga tidak terjadi proses belajar mengajar yang menarik dan menyenangkan di dalam kelas.
Akibat dari semua itu sering terjadi seorang siswa mengalami kejenuhan di dalam mengikuti proses belajar mengajar di kelas, dimana banyak peserta didik yang merasa sekolah ibarat penjara, sekolah tidak bisa menimbulkan semangat belajar. Bahkan lebih parah, banyak peserta didik yang paling suka bila sang guru absen, tanpa merasa kehilangan sesuatu. Boleh jadi, fenomena tersebut disebabkan selama ini peserta didik hanya diposisikan sebagai objek atau robot yang harus dijejali beragam materi sehingga membuat peserta didik tidak betah di kelas. Sedangkan, pengajaran yang baik yaitu ketika para peserta didik bukan hanya sebagai objek tapi juga subyek. Jadi siswa akan menjadi aktif tidak pasif sehingga peserta didik akan merasa betah dalam mengikuti proses belajar mengajar dan paham terhadap penjelasan guru. Untuk mengejawantahkan hal ini dibutuhkan kejelian dan kreatifitas guru dengan cara mendisain model pembelajaran sehingga peserta didik merasa enjoy dan pas atas sajian yang disampaikan oleh guru tanpa merasa bosan dan terkekang.
Salah satu cara untuk meningkatkan belajar siswa adalah dengan memanfaatkan media pembelajaran. Dengan memanfaatkan media tersebut proses belajar mengajar di kelas menjadi menarik dan menyenangkan, berbeda dengan pendekatan konvensional yang hanya mengadalkan ceramah.Jika dulunya metode pembelajaran lebih cenderung klasikal (ceramah), belakangan ini metode pengembangan self exploration (belajar dari pengalaman) lebih dikedepankan untuk memancing peran aktif anak di setiap kelasnya. Dan ketika metode pembelajaran mulai berubah, maka munculah beragam produk media belajar yang dibutuhkan para pendidik untuk mendukung proses belajar mengajar setiap harinya. Contohnya saja seperti whiteboard minimalis yang dilengkapi dengan time table, serta tabung gambar yang menarik untuk menyimpan dokumen atau gambar agar tidak rusak ketika dibawa pergi ke sekolah.
Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar. Makna umumnya adalah segala sesuatu yang menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada manusia. Istilah media ini sangat populer dalam bidang komunikasi. Proses belajar mengajar pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi, sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran.
Media Pembelajaran adalah alat yang digunakan untuk memperagakan fakta, konsep, prinsip atau prosedur tertentu agar tampak lebih nyata/konkrit. Alat-alat bantu itu dimaksudkan untuk memberikan pengalaman lebih konkrit, memotivasi serta mempertinggi daya serap dan daya ingat siswa dalam balajar.
Ada banyak manfaat jika guru mau memanfaatkan media pembelajaran. Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga pembelajan akan lebih efektif dan efisien. Tetapi secara lebih khusus ada beberapa manfaat media lebih rinci. Kemp dan Dyaton (1985) misalnya, mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran, yaitu:
Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan
Setiap guru mungkin mempunyai penafsiran yang berbeda-beda terhadap suatu konsep materi pelajaran tertentu. Dengan bantuan media, penafsiran yang beragam tersebut dapat dihindari sehingga dapat disampaikan kepada siswa secara seragam. Setiap siswa yang melihat atau mendengar uraian suatu materi pelajaran melalui media yang sama, akan menerima informasi yang persis sama seperti yang diterima siswa-siswa lain. Dengan demikian, media juga dapat mengurangi terjadi kesenjangan informasi diantara siswa di manapun berada.
Proses Pembelajaran Menjadi Lebih Jelas dan Menarik
Dengan berbagai potensi yang dimilikinya, media dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi. Materi pelajaran yang dikemas melalui program media, akan lebih jelas, lengkap, menarik minat siswa. Dengan media, bahan materi sajian bisa membangkitkan rasa keingintahuan siswa, merangsang siswa bereaksi baik secara fisik maupun emosional. Pendeknya, media dapat membantu guru untuk menciptakan suasa belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan.
Proses Pembelajaran Menjadi Interaktif
Jika dipilih dan dirancang secara baik, media dapat membantu guru dan siswa melakukan komunikasi dua arah secara aktif selama proses pembelajaran. Tanpa media, seorang guru mungkin akan cenderung berbicara satu arah kepada siswa. Namun dengan media, guru dapat mengatur kelas sehingga bukan hanya guru sendiri yang aktif tetapi juga siswa.
Efisiensi dalam waktu dan tenaga
Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
Penggunaan media bukan hanya membuat proses belajaran lebih efisien, tetapi juga membantu siswa menyerap materi belajar lebih mendalam dan utuh. Bila hanya dengan mendengarkan informasi verbal dari guru saja, mungkin siswa kurang memahami pelajaran secara baik. Tetapi jika hal itu diperkaya dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan atau mengalami sendiri melalui media, maka pemahaman siswa pasti akan lebih baik.
Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja
Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara lebih leluasa, kapanpun dan dimanapun, tanpa tergantung pada keberadaan seorang guru. Program-program pembelajaran audio visual, termasuk program pembelajaran menggunakan komputer, memungkin siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara mandiri, tanpa terikat oleh waktu dan tempat. Penggunaan media akan menyadarkan siswa betapa banyak sumber-sumber belajar yang dapat mereka manfaatkan untuk belajar. Perlu kita sadari bahwa alokasi waktu belajar di sekolah sangat terbatas, waktu terbanyak justru dihabiskan siswa di luar lingkungan sekolah.
Media dapat menumbuhkan sikap positip siswa terhadap materi dan proses belajar
Dengan media, proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan. Kebiasaan siswa untuk belajar dari berbagai sumber tersebut, akan bisa menanamkan sikap kepada siswa untuk senantiasa berinisiatif mencari berbagai sumber belajar yang diperlukan.
Proses Pembelajaran Menjadi Lebih Jelas dan Menarik
Dengan memanfaatkan media secara baik, seorang guru bukan lagi menjadi satu-satunya sumber belajar bagi siswa. Seorang guru tidak perlu menjelaskan seluruh materi pelajaran, karena bisa berbagi dengan media. Dengan demikian, guru akan lebih banyak memiliki waktu untuk memberi perhatian kepada aspek-aspek edukatif lainnya, seperti membantu kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian, memotivasi belajar, dll.
Demikianlah, jika media dimanfaatkan secara optimal kualitas belajar siswa akan meningkat sehingga akan menghasil output yang memuaskan. Selain prestasi akademik mereka akan mengalami peningkatan, diharapkan belajar yang berkualitas akan mengubah perilaku perserta didik.
Bisnis penyusunan buku pelajaran
"Buku adalah jendela dunia", itulah kata pepatah. Melalui buku kita dapat menjelejah dunia yang begitu luas dan penuh misteri yang perlu kita ungkap dan kita gali ilmunya. Dengan adanya perubahan-perubahan kurikulum menyebabkan buku-buku lama tidak dapat lagi digunakan, karena kurikulumnya memang ada sedikit perubahan sehingga mendorong siswa untuk membeli buku yang sesuai dengan kurikulum. Melihat kondisi sedemikian rupa mendorong hati untuk dapat menyusun buku pelajaran mengenai akuntansi sebagai bahan ajar di sekolah dan di tempat bimbel.
Dengan latar belakang sebagai seorang intelektual, bukan hal yang sulit untuk dapat menyusun buku ajar. Kita dapat menyesuaikan materi dan membuatnya lebih mudah untuk dipahami sehingga siswa akan merasa tertarik untuk membaca dan tidak cepat merasa bosan untuk membacanya.
Untuk mengetahui bagaimana cara penyusunan buku ajar yang berkualitas dapat berpedoman pada langkah-langkah berikut :
Langkah pertama adalah kumpulkan buku-buku bagus menurut anda yang dapat digunakan sebagai referensi dalam menyusun buku ajar.
Langkah kedua, pelajari cara penulisan dalam menyampaikan pemikiran lewat buku, dan perhatikan gaya menulisnya.
Langkah ketiga fokus dengan buku yang akan disusun agar materinya tidak melenceng jauh dari standar kompetensi atau kompetensi dasar yang sudah disepakati bersama.
Integrasi Dalam Pendidikan Akuntansi
Sebagai mana diketahui bahwa jurusan pendidikan akuntansi adalah jurusan dengan berbasis keguruan. Jika dikaitkan dengan kewirausahaan tentu saja banyak materi pendidikan akuntansi yang dapat digunakan untuk berwirausaha . Salah satunya adalah jiwa berwirausaha, karena di jurusan ini diajarkan mata kuliah kewirausahaan sehingga diharapkan lulusan jurusan pendidikan akuntansi dapat membuka suatu usaha. Contoh wirausaha yang berbasis pendidikan adalah dengan membuka lembaga pembelajaran akuntansi. Dalam usaha bimbel ini, diharapkan kita mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mengasah soft skills seoptimal mungkin. Selain itu, kita dapat mengaplikasikan pengetahuan kita untuk membuat buku ajar, modul dan media yang lebih menarik sesuai informasi yang telah kita dapatkan dari mata kuliah yang telah ditempuh.
Keunggulan Dari Bisnis yang Dikembangkan
Bisnis bimbingan Belajar
lulusan atau mantan siswa yang pernah belajar di bimbel ini banyak yang berhasil menembus PTN-PTN dan nilai-nilai matakuliah akuntansi kebanyakan mendapat A
kemampuan staf pengajarnya memiliki cukup pengetahuan, tahu bagaimana memotivasi siswa dan memahami karakter anak-anak.
metode pendidikan yang ditawarkan. Pastikan bahwa metode pendidikan yang ditawarkan cukup baik.
Lokasinya berada ditempat yang strategis. Dekat dengan jalur transportasi, sekolah-sekolah favorit dan lingkungan yang sehat (bersih dari anak-anak nakal yang sewaktu-waktu dapat mempengaruhi siswa yang mengikuti bimbel)
Bisnis pembuatan media pembelajaran
Media dikemas semenarik mungkin sehingga Menimbulkan ketertarikan siswa untuk berfikir dan menyelidikinya.
Media yang digunakan memiliki sifat 3D dan juga audio visual sehingga Pembelajaran akan berjalan dengan lebih sempurna karena murid dapat belajar langsung dengan menggunakan bahan-bahan replika atau mirip dengan aslinya.
Media dikemas dalam bentuk permainan dan dapat mudah dipahami
Media bisa diterapkan untuk berbagai kalangan.
Bisnis penyusunan buku pelajaran
Materi yang dicakup menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
Materi dalam buku ini telah sesuai dengan bidang keilmuan yang diajarkan sesuai dengan perkembangan jaman.
Penyajian meteri disusun sesuai dengan fokus pembelajaran yang menjadi rambu-rambu untuk mencapai kompetensi dasar.
Buku dibuat semenarik mungkin.
BAB 3
PENUTUP
Simpulan
Kewirausahaan merupakan suatu cara mengelola yang mencakup mengejar peluang tanpa memperhatikan sumberdaya yang saat ini dimiliki. Para wirausahawan mengidentifikasi peluang-peluang, mengumpulkan sumberdaya yang diperlukan, menerapkan sebuah rencana tindakan yang dapat dilaksanakan dan memungut imbalan dalam waktu dan cara yang fleksibel. Dikaitkan dengan kewirauahaan tentu banyak aspek yang berpengaruh terhadap pendidikan akuntansi. Salah satunya baik dalam sikap yang memiliki jiwa berwirausaha dan kompetensi lulusan yang dapat membuka suatu usaha. Contohnya untuk wirausaha yang berbasis pendidikan dengan membuka lembaga pembelajaran akuntansi. Disini selain sikap kita dalam berwirausaha dan menciptaka lapangan pekerjaan softskill kita sebagai pendidik dapat dimanfaatkan. Contohnya dalam pembuatan buku ajar dan modul pembelajaran akuntansi serta media pembelajaran akuntansi.
DAFTAR PUSTAKAKEWIRAUSAHAAN KONSEP DAN IMPLEMENTASI _ Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran - Official Website.htm
Akuntansi » Universitas Padjadjaran.htm
Http://edypnglengis.blogspot.com/2010/09/pentingnya-media-pembelajaran-dalam 03.htmlhttp://belajarpsikologi.com/pengertian-pendidikan-menurut-ahli/
Ardiwinata, S. Sosiologi Pendidikan. Bandung : UPI Press.
Yusuf, S. Pendidikan Pembelajaran. Bandung : Rosda.
BAB 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan tehnologi dizaman sekarang ini sangatlah canggih dan pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi dimasa ini, dari yang sederhana maupun teknologi yang telah menghebohkan dunia. Perkembangan ilmu dan teknologi terutama pada pendidikan saat ini juga terus mengalami perkembangan. Modernisasi pada pendidikan membuat segala sesuatunya menjadi lebih lancar dan mudah,  salah satu pendukunganya adalah teknologi komputer yang dijadiikan sebagai penunjang kemajuan pada pendidikan. 
Sebelumnya Teknologi Komputer memang tidak terlalu berpengaruh, namun saat ini pesatnya kemajuan teknologi jauh berpengaruh pada pendidikan karena pembelajaran pada pendidikan berhubungan erat dengan teknologi. Peran komputer dalam proses pembelajaran sangat berperan penting di dalam menyampaikan materi pembelajaran, karena berkaitan dengan semakin tingginya kebutuhan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak semuanya diperoleh dalam lingkungan sekolah.  
Sebagai salah satu jurusan di Universitas Pendidikan Indonesia ini, Jurusan Pendidikan Akuntansi memiliki komitmen untuk mengembangkan dunia baik kependidikan maupun nonkependidikan. Dalam mencapai visi dan misinya, Pendidikan Akuntansi terus berupaya untuk meningkatkan mutu para lulusannya. Dan salah satu upayanya adalah mengembangkan sistem pembelajaran dalam Pendidikan Akuntansi dengan menyesuaikan terhadap perkembangan zaman pada saat ini, seperti contohnya teknologi Komputer ini.
Akuntansi sudah menjadi sebuah keharusan baik bagi perusahaan besar maupun kecil. Karena dengan akuntansi, perusahaan dapat menghasilkan laporan keuangan yang berguna baik bagi perusahaan itu sendiri maupun bagi pihak-pihak lain yang berkepentingan terhadap laporan keuangan tersebut. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, banyak perusahaan tidak lagi melakukan pencatatan akuntansi secara manual, tetapi dilakukan dengan bantuan program komputer atau disebut dengan sistem akuntansi komputer. Dengan sistem akuntansi komputer, proses akuntansi dapat diringkas menjadi lebih singkat karena beberapa proses pencatatan lain sudah secara otomatis dilakukan komputer (program).
Rumusan Masalah
Bagaimana pemanfaatan Teknologi Komputer dalam Dunia Pendidikan saat ini?
Bagaimana pemanfaatan Teknologi Komputer untuk Pembelajaran Akuntansi saat ini?
Apa pengaruh Teknologi Komputer terhadap Pembelajaran Akuntansi?
Tujuan Makalah
Untuk mengetahui pemanfaatan Teknologi dalam Dunia Pendidikan saat ini.
Untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan Teknologi Komputer terhadap Pembelajaran Akuntansi saat ini.
Untuk mengetahui pengaruh yang ditimbulkan Teknologi Komputer terhadap Pembelajaran Akuntansi.
Manfaat Makalah
Diharapkan melalui makalah ini kita dapat lebih memanfaatkan dan menerapkan teknologi komputer untuk Pendidikan Akuntansi dengan sebaik mungkin. Dan melalui makalah ini diharapkan kita bisa lebih mengerti tentang bagaimana peran teknologi komputer dan manfaat apa saja yang terkandung di dalamnya untuk pendidikan akuntansi atau pun dunia bisnis, sehingga kualitas pembelajaran Akuntansi akan semakin baik, proses pembelajaran semakin maju dan tidak ketinggalan. Dan para siswa juga dapat lebih efektif dan efisien dalam menyelesaikan berbagai permasalahan keuangan Akuntansi, dan dunia pendidikan juga dapat mencapai tujuannya dengan baik untuk menghasilkan para lulusan akuntan yang lebih kreatif, kompetitif, dan siap untuk terjun langsung dalam dunia kerja yang semakin canggih ini.
Prosedur Makalah
Dalam penyusunan Makalah ini, disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Melalui metode ini penulis akan menguraikan permasalahan yang dibahas secara jelas dan komprehensif. Data dalam makalah ini dikumpulkan dengan mengunakan metode studi pustaka, artinya penulis melakukan segala usaha untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang ditulis. Informasi itu dapat diperoleh dari karangan-karangan ilmiah baik buku maupun internet, laporan penelitian, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun elektronik lain.
BAB 2
PEMBAHASAN
Landasan Teori
Kemajuan Teknologi Pada Dunia PendidikanPerkembangan ilmu dan teknologi terutama pada pendidikan saat ini terus bekembang. Modernisasi pada pendidikan membuat segala sesuatunya menjadi lebih lancar dan mudah, beberapa faktor pendukung pendidikan adalah internet, fasilitas Wifi, dan komputer atau laptop yang dijadiikan sebagai penunjang kemajuan pada pendidikan. Dunia pendidikan dituntut untuk terus-menerus mengikuti alur perkembangan ilmu dan teknologi yang kian berkembang pesat, karena pendidikan yang tetap pada instruksional kurikulum hanya akan menjadikan ketidak selarasan terhadap kemajuan teknologi yang semakin tak terhindarkan.
Dalam konteks pendidikan, akhir-akhir ini telah banyak diperkenalkan model pembelajaran berbasis teknologi, sebagai contoh yang pertama adalah Pembelajaran berbasis Komputer, Komputer adalah alat yang kompleks dan mempunyai banyak kelebihan. Untuk memanfaatkan teknologi komputer tersebut, dalam konteks pembelajaran, saat ini telah mulai banyak muatan-muatan mata pelajaran. Komputer bisa dirancang dan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang terintegrasi dengan pembelajaran karena kelebihan yang dimiliki komputer tersebut, atau sama halnya dengan teknologi komputer yang dapat dirancang dan dimanfaatkan di dalam aktifitas pembelajaran. Peran komputer dalam proses pembelajaran sangat berperan penting di dalam menyampaikan materi pembelajaran, karena berkaitan dengan semakin tingginya kebutuhan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak semuanya diperoleh dalam lingkungan sekolah.
Teknologi Komputer Akuntansi
Semakin berkembangnya teknologi dalam dunia industri saat ini menyebabkan sebuah instansi dituntut untuk menggunakan teknologi sebagai penujang utama dari perkejaan instansi tersebut. sistem informasi akuntansi merupakan salah satu bidang Teknologi Informasi (TI) yang didukung dengan kemampuan dan penguasaan dalam bidang Akuntansi.
Pembahasan
Pemanfaatan Teknologi Dalam Dunia PendidikanPerkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan saat ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, sehingga membuat segala sesuatunya menjadi lebih lancar dan mudah dan menyebabkan Dunia Pendidikan harus terus selalu melakukan inovasi-inovasi agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Beberapa pemanfaatan Teknologi untuk Dunia Pendidikan antara lain adalah sebagai berikut :
Dijadikan sebagai alat dalam mendukung pengembangan pengetahuan bagi para siswa.
Dapat mewakili gagasan bagi pelajar sebagai pemahaman dan kepercayaan.
Merupakan salah satu sarana informasi yang sangat mendukung dalam proses belajar siswa serta dalam hal pencarian dan pengidentifikasian informasi yang diperlukan siswa.
Dapat dijadikan sebagai perbandingan kepercayaan, perspektif, dan pandangan terhadap dunia.
Sebagai media sosial yang dipergunakan untuk mendukung proses berbicara bagi siswa yang terkadang enggan berbicara didepan umum.
Dipergunakan siswa untuk berkolaborasi dengan siswa ataupun orang lain.
Dipergunakan untuk berdiskusi, penyampaian pendapat serta membangun konsensus antar anggota.
Dapat dipergunakan sebagai mitra intelektual dalam perannya untuk mendukung para pelajar.
Dapat membantu pelajar dalam mengartikulasikan dan memprentasikan ilmu apa yang mereka ketahui tentang sesuatu hal.
Dijadikan alat dalam meningkatkan mutu pendidikan dan sekolah yang menerapkannya.
Dapat membantu meningkatkan efektifitas serta efisiensi proses belajar dan mengajar (siswa dan guru).
Dipergunakan untuk mempermudah pelajar dalam mencapai tujuan pendidikan.
BAB 3
PENUTUP
Simpulan
Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan komputer bukan hanya sekedar menggantikan mesin TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), tetapi dengan kita mempelajari ilmu komputer banyak manfaatnya apalagi dalam dunia pendidikan, contohnya dalam bidang akuntansi yakni dapat mengerjakan laporan-laporan keuangan dengan mudah dan cepat. Selain itu juga dengan pemanfaatan teknologi komputer di dalam pembelajaran akuntansi ini, diharapkan akan semakin memberdayakan proses belajar mengajar menjadi lebih kreatif dan kompetitif, dan dapat memperbaiki kualitas lulusan dari Pendidikan Akuntansi sehingga mereka lebih siap ketika terjun langsung dalam dunia kerja nanti.
Saran
Karena begitu sangat berguna dan pentingnya perkembangan teknologi Komputer ini untuk dunia pendidikan khususnya akuntansi, disarankan bagi seluruh pendidik jurusan pendidikan akuntansi atau akuntansi tersendiri di berbagai universitas yang ada perlu untuk menerapkan teknologi komputer ini dalam pembelajarannya. Selain itu bagi pengembang teknologi komputer perlu juga membuat perangkat lunak (software) yang lebih lengkap dan mudah yang dikhususkan untuk dipelajari oleh para peserta didik ini.
DAFTAR PUSTAKACosta, Carol dan C. Wesley Addison. (2007). Alpha Teach Yourself: Accounting dalam 24
Jam. Jakarta: Prenada.
Widyahartono, Bob. (1984). Beberapa Segi Penyajian Informasi dan Pengenalan Komputer.
Bandung: Penerbit Alumni.
Prajitno, Sugiarto. (2009). Komputer Akuntansi dengan MYOB Accounting. Jakarta: Ghalia
Indonesia.
Weygandt, Jerry J dkk. (2012). Pengantar Akuntansi, Edisi 7. Jakarta: Salemba Empat.
Jiantari. (2011). "MS Excel, MYOB Accounting, Zahir Accounting, Accurate Accounting, &
Krishand Accounting". Makalah Tugas Final Komputer Akuntansi UNTAD 2011
FEKON Akuntansi S1, Palu.
Malik, Muh Khudri. (2009). "BAB II-Tahap Akuntansi".[Online]. Tersedia:
http://muhkhudrimalik.wordpress.com/2009/01/22/bab-ii-tahap-%E2%80%93tahap-akuntansi/. [25 November 2014].
Malik, Muh Khudri. (2009). "BAB II-Tahap Akuntansi".[Online]. Tersedia:
http://muhkhudrimalik.wordpress.com/2009/01/22/bab-ii-tahap-%E2%80%93tahap-akuntansi/. [25 November 2014].
Haryanto. (2013). "Pengertian Akuntansi, Fungsi, dan Bidang Akuntansi". [Online].
Tersedia: http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-akuntansi-fungsi-dan-bidang-akuntansi/. [25 November 2014].
Rahayu M, Tantri. (2013). "Manfaat Komputer dalam Bidang Akuntansi". [Online].
Tersedia: http://thandtriie231094.blogspot.com/2013/03/manfaat-komputer-dalam-bidang-akuntansi.html. [26 November 2014].
Artikel Terkait. (2013). "Manfaat Teknologi Dalam Dunia Pendidikan". [Online].
Tersedia:http://artikelterkait.com/manfaat-teknologi-dalam-dunia-pendidikan.html. [10 Desember 2014].
BAB 1PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang MasalahLaporan keuangan disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan(SAK) yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). SAK memberikan fleksibilitas bagi manajemen dalam memilih metode maupun estimasi akuntansi yang dapat digunakan. Wardhani (2008) menyatakan fleksibilitas tersebut akan mempengaruhi perilaku manajer dalam melakukan pencatatan akuntansi dan pelaporan transaksi keuangan perusahaan.
Kebebasan dalam memilih metode ini, dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan laporan keuangan yang berbeda-beda di setiap perusahaan. Karena aktivitas perusahaan yang dilingkupi dengan ketidakpastian maka penerapan prinsip konservatisme menjadi salah satu pertimbangan perusahaan dalam kaitannya dengan akuntansi dan laporan keuangannya.
Konsep ini mengakui biaya dan rugi lebih cepat, mengakui pendapatan dan untung lebih lambat, menilai aktiva dengan nilai yang terendah, dan kewajiban dengan nilai yang tertinggi. Konservatisme merupakan prinsip akuntansi yang jika diterapkan akan menghasilkan angka-angka pendapatan dan aset cenderung rendah, serta angka-angka biaya cenderung tinggi. Akibatnya, laporan keuangan akan menghasilkan laba yang terlalu rendah (understatement). Kecenderungan seperti itu terjadi karena konservatisme menganut prinsip memperlambat pengakuan pendapatan serta mempercepat pengakuan biaya. Secara tradisional, konservatisme dalam akuntansi dapat diterjemahkan melalui pernyataan tidak mengantisipasi keuntungan, tetapi megantisipasi semua kerugian
1.2 Rumusan Masalah1. Apa laporan keuangan itu?
2. Apa saja Jenis laporan Keuangan?
3. Bagaimana Cara meyusun laporan Keuangan?
1.3 Tujuan1. Untuk menyediakan informasi yang menyangkut kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi.
2. Menunjukkan apa yang dilakukan manajemen(stewardship),atau pertanggungjawaban manajemen atas sumberdaya yang dipercayakan kepadanya
1.4 Metode Penulisan Studi kepustakaan
Dalam metode ini, saya membaca buku tentang akuntansi dan juga melalui media internet.
1.5 ManfaatPembaca maupun penulis dapat lebih memahimi tentang laporan keuangan
Sebagai bahan referensi untuk pembaca
Penulis bisa menyusun makalah dengan lebih baik
BAB 2ISI2.1 Kajian Teori
2.1.1 Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan, dan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu tahun buku yang bersangkutan. Kemudian, pengertian di dalam standar akuntansi keuangan, Laporan keuangan adalah merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan dan laporan keuangan lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara, seperti sebagai laporan arus kas), catatan, laporan keuangan lain, dan materi penjelasan yang bagian integral dari laporan keuangan.
Pada umumnya, laporan keuangan itu terdiri dari neraca, laporan laba-rugi, serta laporan perubahan modal, tetapi dalam praktik keseharian sering pula diikut sertakan kelompok lain yang sifatnya membantu memperoleh penjelasan, seperti laporan sumber dan penggunaan kas atau arus kas, laporan biaya produksi, dan lain-lain. Oleh karena itu, laporan keuangan dapat dipakai sebagai alat berkomunikasi dengan pihak-pihak berkepentingan dengan data keuangan perusahaan, dan karena itulah sering juga disebut sebagai language of business.
Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa laporan keuangan merupakan hasil tindakan pembuatan ringkasan data keuangan perusahaan. Laporan keuangan terdiri dari empat laporan dasar, yaitu:
Neraca, menunjukkan posisi keuangan yang meliputi kekayaan, kewajiban serta modal pada waktu tertentu.
Laporan rugi-laba, menyajikan hasil usaha perusahaan yang meliputi pendapatan dan biaya (beban) yang dikeluarkan sebagai akibat dari pencapaian tujuan dalam suatu periode tertentu.
Laporan perubahan modal/laba ditahan, yang memuat tentang saldo awal dan akhir laba ditahan dalam Neraca untuk menunjukkan suatu analisa perubahan besarnya laba selama jangka waktu tertentu.
Laporan arus kas, memperlihat aliran kas selama periode tertentu, serta memberikan informasi terhadap sumber-sumber kas serta penggunaan kas dari setiap kegiatan dalam periode yang dicakup (di kutip dari Accounting Principle, 2010:125)
2.2 Pembahasan2.2.1 NeracaNeraca adalah salah satu komponen laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan pada tanggal tertentu. Yang dimaksud dengan posisi keuangan adalah posisi aset, kewajiban, dan ekuitas dana. Aset adalah sumber daya yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan/atau sosial yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah, dan dapat diukur dalam satuan uang. Sumber daya nonkeuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya juga termasuk dalam pengertian aset. Contoh aset antara lain kas, piutang, persediaan, dan bangunan.
Neraca merupakan laporan yang menyajikan posisi keuangan pemerintah pada tanggal tertentu. Yang dimaksud dengan posisi keuanganadalah posisi tentang aset, kewajiban, dan ekuitas. Aset mencakup seluruhsumber daya yang memberikan manfaat ekonomi dan/atau sosial yang dimilikidan/atau dikuasai oleh Pemerintah Daerah. Kewajiban merupakan utang yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Daerah di masa yang akan datang. Ekuitasmencerminkan kekayaan bersih Pemerintah Daerah, yaitu selisih antara aset dan kewajiban.
Aset, kewajiban, dan ekuitas yang disajikan di neraca Pemerintan Daerah berasal dari perolehan sejak Pemerintah Daerah tersebut berdiri. Pencatatan aset dan kewajiban selama ini dilakukan melalui sistem pencatatan tunggal yang tidak dapat menghasilkan neraca secara langsung. Di samping itu pencatatan aset pada umumnya juga dilakukan dalam berbagai subsistem yang terpecah-pecah dan tidak terintegrasi. Dengan demikian informasi yang dihasilkan kurang dapat diyakini keandalannya. Oleh karena itu, untuk keperluan penyusunan neraca pertama kali, Pemerintah Daerah perlu menyiapkan suatu pendekatan tertentu dan melakukan inventarisasi terhadap aset dan kewajibannya. Keandalan informasi tentang aset, kewajiban, dan ekuitas dalam neraca awal sangat penting dalam membangun sistem akuntansi pemerintah daerah, karena jumlah-jumlah yang disajikan dalam neraca awal ini akan menjadi saldo awal, yang akan terus terbawa dalam sistem akuntansi berikutnya .
2.2.1.2 KewajibanKewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah. Kewajiban mencakup utang yang berasal dari pinjaman, utang biaya, dan utang lainnya yang masih harus dibayar. Contoh kewajiban antara lain utang kepada pemerintah pusat, utang kepada entitas pemerintah lain, dan utang perhitungan fihak ketiga. Ekuitas Dana adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah. Contoh ekuitas dana antara lain Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran dan ekuitas dana yang diinvestasikan.
Pesamaan dasar akuntansi
Neraca mencerminkan persamaan akuntansi yang umum dikenal yaitu :
ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS DANA
Ekuitas Pemerintah diseut ekuitas dana. Ekuitas daa pemerintah berbeda dengan ekuitas sektor komersial . ekuitas sektor komersial mencerminkan sumber daari
sumber daya yag dimiliki oleh perusahaan, sedangkan ekuitas pemerintah merupakan selisih aset dengan kewajiban,sehingga persamaan akuntansinya menjadi:
Aset – Kewajiban = Ekuitas dana
Akun-akun neraca dikembangkan secara berpasangan. Akun-akun aset dan kewajiban berpasangan dengan akun-akun yang ada dalam ekuitas dana.Contoh: Kas berpasangan dengan SiLPA, Persediaan berpasangan denganCadangan Persediaan, Piutang berpasangan dengan Cadangan Piutang,Investasi Jangka Panjang berpasangan dengan Diinvestasikan dalam InvestasiJangka Panjang, Aset Tetap berpasangan dengan Diinvestasikan dalam Aset Tetap, Utang Jangka Pendek berpasangan dengan Dana yang HarusDisediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek.
2.2.1.3 Struktur NeracaNeraca terdiri dari aset, kewajiban, dan ekuitas dana. Aset diklasifikasikan menjadi lancar dan nonlancar. Aset lancar terdiri dari kas atau aset lainnya yang dapat diuangkan atau dapat dipakai habis dalam waktu 12 ulan mendatang. Aset nonlancar terdiri dari investasi jangka panjang, aset tetap, dan aset lainnya. Kewajiban diklasifikasikan menjadi jangka pendek dan jangka panjang. Kewajiban jangka pendek adalah kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah tanggal pelaporan, sedangkan kewajiban jangka panjang akan jatuh tempo dalam waktu lebih dari 12 bulan. Sedangkan ekuitas dana diklasifikasikan menjadi ekuitas dana lancar,ekuitas dana investasi, dan ekuitas dana cadangan.
2.2.3 Laporan Laba RugiLaporan laba rugi adalah suatu laporan yang menunjukkan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya dari suatu usaha untuk suatu periode tertentu. Selisih antara pendapatan-pendapatan dan biaya merupakan laba yang diperoleh atau rugi yang diderita oleh perusahaan. Laporan laba rugi yang kadang-kadang disebut laporan penghasilan atau laporan pendapatan dan biaya merupakan laporan yang menunjukkan kemajuan keuangan perusahaan dan jga merupakan tali penghubung dua neraca yang berurutan.
Maka arti penting dari laporan laba rugi yaitu sebagai alat untuk mengetahui kemajuan yang dicapai perusahaan dan juga mengetahui berapakah hasil bersih atau laba yang didapat dalam suatu periode.
Berikut ini istilah-istilah yang digunakan dalam laporan laba rugi yang diambilkan dari Statement of Financial Accounting Concepts Nomor 6 yang dikeluarkan oleh FASB.
1. Pendapatan (revenue)
Pendapatan adalah aliran masuk atau kenaikan lain aktiva suatu badan usaha atau pelunasan utangnya (atau kombinasi keduanya) selama suatu periode yang berasal dari penyerahan atau pembuatan barang, penyerahan jasa, atau dari kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama badan usaha.
2. Biaya (expense)
Biiaya adalah aliran keluar atau pemakaian lain aktiva atau timbulnya utang (atau kombinasi keduanya) selama satu periode yang berasal dari penyerahan atau pembuatan barang, penyerahan jasa, atau dari pelaksanaan kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama badan usaha.
3. Penghasilan (income)
Penghasilan adalah selisih penghasilan-penghasilan sesudah dikurangi biaya-biaya. Bila pendapatan lebih kecil daripada biaya, selisihnya sering disebut rugi.
4. Laba (gain)
Laba adalah kenaikan modal 9aktiva bersih) yang berasal dari transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha selama suatu periode kecuali yang timbul dari pendapatan (revenue) atau investasi oleh pemiliknya. Contohnya adalah laba yang timbul dari penjualan aktiva tetap.
5. Rugi (loss)
Rugi adalah penurunan modal (aktiva bersih) dan transaksi sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang mempengaruhi badan usaha selama suatu periode kecuali yang timbul dari biaya (expense) atau distribusi pada pemilik. Contohnya adalah rugi penjualan surat berharga.
6. Harga Perolehan (cost)
Harga adalah jumlah uang yang dikeluarkan atau utang yang timbul untuk memperoleh barang atau jasa. Jumlah ini pada saat terjadinya transaksi akan dicatat sebagai aktiva. Misalnya pembelian mesin, dan pembayaran uang muka sewa (persekot biaya).
2.2.3.1 Unsur Laporan Laba Rugi1) Pendapatan
Dalam pengertian akuntansi, penghasilan meliputi pendapatan dari penjualan (sales) barang/jasa, pendapatan sewa, dividen, bunga, royalti, honorarium profesioanal, komisi dan keuntungan (gains) dari penjualan surat berharga atau aktiva tetap. Tidak termasuk penghasilan adalah peningkatan aktiva perusahaan yang timbul dari investasi pemilik (investor).
Terjadinya penghasilan mengakibatkan penambahan terhadap aktiva atau pengurangan terhadap kewajiban. Penghasilan diakui dalam laporan laba rugi kalau kenaikan nilai aktiva atau penurunan nilai kewajiban sebagai akibatnya telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. Oleh karena itu penghasilan diakui sebagai berikut:
Pendapatan dari penjualan barang (produk) diakui pada saat terjadi transaksi penjualan.Pendapatan dari penjualanjasa diakui pada saat terjadi transaksi penyerahan jasa.Pendapatan yang diperoleh sebagai imbalan atas penggunaan sumber ekonomi perusahaan oleh pihak lain seperti pendapatan sewa, bunga atau. royalti diakui secara proporsional (sebanding) dengan waktu penggunaan sumber ekonomi yang bersangkutan.Keuntungan (gains) yang diperoleh dari penjualan aktiva selain barang dagangan seperti aktiva tetap atau surat berharga, diakui pada saat teijadi transaksi penjualan.
Dalam laporan laba rugi, penghasilan perusahaan secara garis besar diklasifikasikan menjadi dua golongan, yaitu: (1) penghasilan usaha, dan (2) penghasilan di luar usaha.
(1) Pendapatan usaha (operating income) adalah penghasilan yang diperoleh dari aktivitas usaha pokok (utarna) perusahaan. Misalnya aktivitas usaha pokok perusahaan dagang adalah pembelian dan penjualan barang dagangan. Penghasilan yang berhubungan langsung dengan kegiatan yang utama dilakukan perusahaan dagang adalah "hasil penjualan barang dagangan". Dengan demikian pengahasilan usaha perusahaan dagang adalah hasil penjualan barang dagangan, biasa disingkat dengan istilah "penjualan" (sales). Sementara, penghasilan usaha perusahaan yang bergerak di bidang jasa adalah "hasil penjualan jasa".
(2) Pendapatan di luar usaha (nonâ€'operating income) adalah penghasilan yang diperoleh dari aktivitas di luar aktivitas pokok perusahaan, atau dari kegiatan usaha sampingan yang dilakukan sewaktuâ€'waktu. Misalnya: (a) perusahaan bengkel selain menjual jasa bengkel, kadangâ€'kadang menyewakan kendaraan, (b) perusahaan dagang yang menyewakan sebagian gedung kantornya. Sewa yang diterima oleh perusahaan tersebut merupakan penghasilan di luar usaha. Termasuk juga penghasilan di luar usaha adalah laba penjualan surat berharga, laba penjualan aktiva tetap yang dihentikan penggunaannya.
2) Beban
Terjadinya beban (expenses) adalah berkurangnya nilai aktiva atau bertambahnya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak berhubungan dengan penarikan modal dan pembagian laba kepada penanam modal. Seperti halnya penghasilan, beban dalam laporan laba rugi dikelompokkan menjadi: (1) beban usaha (operating expenses), dan (2) beban di luar usaha (nonâ€'operating expenses).
Beban usaha adalah bebanâ€'beban yang secara langsun g atau tidak langsung berhubungan dengan aktivitas usaha pokok perusahaan. Beban usaha digolongkan menjadi:
a) Harga pokokpenjualan (cost of goods sold) tepatnya beban pokokpenjualan, adalah harga pokok barang yang dijual selama suatu periode akuntansi.
b) Beban penjualan (selling expenses), adalah bebanâ€'beban yang berhubungan dengan usaha memperoleh pembeli (pelanggan) dan usaha melayani pelanggan. Termasuk beban penjualan, antara lain: gaji pegawai bagian penjualan, beban iklan, dan beban pengiriman barang ke luar.
c) Beban administrasi (administrative expenses) atau beban umum (general expenses), yaitu bebanâ€'beban yang berhubungan dengan aktivitas umum perusahaan, misalnya: gaji pegawai kantor, perlengkapan kantor yang habis dipakai, beban penyusutan gedung dan peralatan kantor.
Beban di luar usaha adalah beban yang timbul dari aktivitas di luar usaha pokok perusahaan, misalnya: rugi penjualan aktiva tetap, dan beban bunga. Disamping beban usaha dan beban di luar usaha tersebut di atas, harus diinformasikan terpisah dalam laporan laba rugi adalah kerugian yang sifatnya tidak biasa seperti kerugian akibat kebakaran atau bencana banjir.
2.2.3.2 Susunan Laporan Laba RugiLaporan laba rugi adalah laporan yang menunjukkan hasil usaha dan biaya-biaya selama satu periode akuntansi. Menurut PSAK 2002 No.1 (revisi 1998), laporan laba rugi perusahaan disajikan sedemikian rupa yang menonjolkan unsur kinerja keuangan yang diperlukan bagi penyajian secara wajar. Laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos berikut ini :
a) Pendapatan;
b) Laba rugi usaha;
c) Beban pinjaman;
d) Bagian dari laba atau rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang diberlakukan menggunakan metode ekuitas;
e) Beban pajak;
f) Laba atau rugi dari aktivitas normal perusahaan;
g) Pos luar biasa;
h) Hak minoritas;
i) Laba atau rugi bersihuntuk periode berjalan.
Untuk menyajikan pos luar biasa seperti kebakaran, gempa, dan sebagainya perusahaan dapat menganut salah satu dari 2 perlakuan berikut ini:
ALL INCLUSIVE
Pencatatan kerugian dari pos luar biasa tsb dapat disajikan dalam laporan laba rugi, sedangkan dalam laporan laba yang ditahan hanya berisi net income yang ditransfer dari laporan rugi laba deklarasi (pembayaran dividend), penyisihan dari laba (appropriation of retained earning)
CURRENT OPERATING PERFORMANCE/NON CLEAN SURPLUS CONCEPT
Pecatatan kerugian dari pos luar biasa tidak boleh disajikan dalam laporan laba rugi melainkan disajikan dalam laporan laba ditahan atau laporan perubahan modal maka laporan laba rugi hanya menentukan hasil dari operasi normal periode tersebut.
2.2.3.3 Bentuk Laporan Laba Rugia. Bentuk langsung (single step)
Dalam bentuk single step, penghasilan usaha dan penghasilan di luar usaha disusun dalam satu kelompok. Demikian pula beban usaha dan beban di luar usaha. Laba atau rugi bersih dihitung dengan cara mengurangi total penghasilan dengan total beban.
b. Bentuk bertahap (multiple step)
Dalam bentuk ini baik penghasilan maupun beban dipisah secara rinci antara pendapatan dan beban usaha dengan penghasilan dan beban di luar usaha sehingga bias dihitung penghasilan-penghasilan sebagai berikut:
Laba bruto, yaitu hasil penjualan dikurangi harga pokok penjualanPenghasilan usaha bersih, yaitu laba bruto dikurangi biaya-biaya usaha.Penghasilan bersih sebelum pajak, yaitu penghasilan usaha bersih ditambah dan dikurangi dengan pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya diluar usaha.Penghasilan bersih sesudah pajak, yaitu penghasilan bersih sebelum pajak dikurangi pajak penghasilan.Penghasilan bersih dan elemen-elemen luar biasa, yaitu penghasilan bersih sesudah pajak ditambah dan /atau dikurangi dengan elemen-elemen yang tidak biasa (sesudah diperhitungkan pajak penghasilan untuk pos luar biasa)
2.2.4 Laporan Perubahan ModalLaporan perubahan modal adalah laporan yang menyajikan perubahan modal setelah digunakan untuk membiayai kegiatan usaha perusahaan selama satu periode akuntansi.Laporan perubahan modal menjadi suplemen pelengkap dari laporan laba/rugi. Laporan ini menyajikan pertambahan atau pengurangan modal dalam satu periode akuntansi. Unsur-unsur yang digunakan dalam penyajian laporan perubahan modal antara lain akun modal, akun prive, dan laba/rugi.
Proses penyusunan laporan perubahan modal menggunakan data kertas kerja yang terdiri dari akun modal, prive, dan saldo laba/rugi. Modal diketahui dari kertas kerja kolom neraca pada sisi kredit. Laba bersih dapat dilihat dari kolom laba/rugi sebelah debit, sementara kerugian dilihat dari kolom laba/rugi sebelah kredit. Pengambilan prive dapat dilihat dari kolom neraca sebelah debit.
2.2.5 Laporan Arus KasArus kas (cash flow) adalah suatu laporan keuangan yang berisikan pengaruh kas dari kegiatan operasi, kegiatan transaksi investasi dan kegiatan transaksi pembiayaan/pendanaan serta kenaikan atau penurunan bersih dalam kas suatu perusahaan selama satu periode.
Menurut PSAK No.2 (2002 :5) Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas. Laporan arus kas merupakan revisi dari mana uang kas diperoleh perusahaan dan bagaimana mereka membelanjakannya. Laporan arus kas merupakan ringkasan dari penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama periode tertentu (biasanya satu tahun buku).
Laporan arus kas (cash flow) mengandung dua macam aliran/arus kas yaitu :
1. Cash inflow
Cash inflow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas). Arus kas masuk (cash inflow) terdiri dari:
• Hasil penjualan produk/jasa perusahaan.
• Penagihan piutang dari penjualan kredit.
• Penjualan aktiva tetap yang ada.
• Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bila perseroan terbatas.
• Pinjaman/hutang dari pihak lain.
• Penerimaan sewa dan pendapatan lain.
2. Cash out flow
Cash out flow adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran kas. Arus kas keluar (cash out flow) terdiri dari :
• Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya pabrik lain-lain.
• Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi penjualan.
• Pembelian aktiva tetap.
• Pembayaran hutang-hutang perusahaan.
• Pembayaran kembali investasi dari pemilik perusahaan.
• Pembayaran sewa, pajak, deviden, bunga dan pengeluaran lain-lain.
Laporan arus kas ini memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas dari perusahaan dari suatu periode tertentu, dengan mengklasifikasikan transaksi berdasarkan pada kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.
Menurut PSAK No.2 (2002:9) Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Aktivitas Operasi
Aktivitas operasi menimburkan pendapatan dan beban dari operasi utama suatu perusahaan. Karena itu aktivitas operasi mempengaruhi laporan laba rugi, yang dilaporkan dengan dasar akrual. Sedangkan laporan arus kas melaporkan dampaknya terhadap kas. Arus masuk kas terbesar dari opersi berasal dari pengumpulan kas dari langganan. Arus masuk kas yang kurang penting adalah penerimaan bunga atas pinjaman dan dividen atas investasi saham. Arus keluar kas operasi meliputi pembayaran terhadap pemasok dan karyawan, serta pembayaran bunga dan pajak.
Aktivitas Investasi
Aktivitas investasi meningkatkan dan menurunkan aktiva jangka panjang yang digunakan perusahaan untuk melakukan kegiatannya. Pembelian atau penjualan aktiva tetap seperti tanah, gedung, atau peralatan merupakan kegiatan investasi, atau dapat pula berupa pembelian atau penjualan investasi dalam saham atau obligasi dari perusahaan lain.
Pada laporan arus kas kegiatan investasi mencakup lebih dari sekedar pembelian dan penjualan aktiva yang digolongkan sebagai investasi di neraea. Pemberian pinjaman juga merupakan suatu kegiatan investasi karena pinjaman menciptakan piutang kepada peminjam. Pelunasan pinjaman tersebut juga dilaporkan sebagai kegiatan investasi pada laporan arus kas.
Aktivitas Pendanaan
Aktivitas pendanaan meliputi kegiatan untuk memperoleh kas dari investor dan kreditor yang diperlukan untuk menjalankan dan melanjutkan kegiatan perusahaan. Kegiatan pendanaan mencakup pengeluaran saham, peminjaman uang dengan mengeluarkan wesel bayar dan pinjaman obligasi, penjualan saham perbendaharaan, dan pembayaran terhadap pemegang saham seperti dividen dan pembelian saham perbendaharaan. Pembayaran terhadap kreditor hanyalah mencakup pembayaran pokok pinjaman.
2.2.6 Penyunan Laporan KeuanganDalam penyusunan laporan keuangan pada perusashaan jasa maupun perusahaan dagang, penyusunan laporan keuangan di bagi ke dalam empat macam yakni:
Neraca
Laporan laba/rugi
Laporan perubahan modal
Laporan arus kas
2.2.6.1 Penyusunan NeracaTujuan umum disusunnya Neraca pada dasarnya untuk menginformasikan tentang kekayaan dan sumber kekayaan perusahaan kepada beberapa pihak pemakai informasi. Sebagaimana halnya ketika menyusun laporan laba-rugi, dan menyusun laporan perubahan moda untuk menyusun neraca juga dapat dilakukan dengan bantuan kertas kerja. Neraca dapat dibuat dengan mengutip saldo akun rill yaitu kertas kerja sedangkan akun modal akun harta atau akun aktiva, akun hutang pada kita kutip dari laporan perubahan modal, karena yang ditampilkan dalam neraca adalah modal akhir sedangkan dalam kertas kerja hanya tercantum modal awal, jadi untuk akun modal kita kutip dari laporan perubahan modal. Atau jika anda ingin menghitung modal akhir secara mandiri maka anda dapat menghitungnya dengan cara menambah modal awal pada kertas kerja dengan laba periode itu dan mengurangkan dengan saldo prive dika kondis aba) namun jika kondisinya rug maka modal akhir dihitung dengan modal awa rugi prive. Lebih jelas tentang penyusunan neraca maka simaklah gambar kertas kerja
2.2.6.2 Penyusunan Laporan Laba/Rugi
Laporan laba rugi (Income Statement atau Profit and Loss Statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akutansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
Laporan laba rugi yang disusun perusahaan strukturnya terdiri dari pendapatan dalam periode berjalan dan semua beban baik beban usaha maupun beban diluar usaha dalam periode berjalan.
Berikut langkah penyusunan laporan laba – rugi perusahaan.Laporan laba-rugi dalam rangkaian siklus akuntansi disusun setelah neraca saldo dan jurnal penyesuaian disusun atau setelah penyusunan kertas kerja atau neraca lajur.Mengapa laporan laba-rugi disusun setelah kertas kerja? Hal ini karena sumber dalam penyusunan laporan laba-rugi berasal dari kolom laba-rugi yang terdapat pada kertas kerja. Untuk dapat menyusun laporan laba-rugi perusahaan kita hanya perlu mengutip semua saldo-saldo akun pendapatan dan beban dalam kolom laba-rugi yang terdapat pada kertas kerja. Sebelum memulai menyusun laporan laba rugi perusahaan, perlu diketahui format laporan laba-rugi, secara sederhana formatnya adalah pada atas laporan harus dituliskan identitas perusahaan, jenis laporan yang disajikan (yaitu laporan laba-rugi) dan periode, setelah itu dibawahnya memuat 3 komponen pokok yaitu pendapatan total, beban total dan laba atau rugi. Jadi ketiga komponen tersebutlah yang menjadi inti laporan yang akan ditampilkan dalam laporan laba-rugi perusahaan. Komponen pendapatan dan beban dapat dikutip dari kertas kerja dalam kolom laba-rugi sedangkan komponen laba atau rugi merupakan selisih dari total pendapatan dan total beban (selisih komponen 1 dan 2), apabila total pendapatan lebih besar daripada total beban maka akan terjadi laba sebaliknya apabila total pendapatan lebih kecil dari total beban maka akan terjadi rugi.

2.2.6.3 Laporan Perubahan ModalLaporan perubahan modal adalah bagian dari laporan dengan yang mencatat informasi tentang penyebab bertambah atau berkurangnya modal selama kurun waktu tertentu.
Unsur-unsur laporan perubahan modal biasanya dari modal awal, laba/rugi bersih, prive, penambahan modal, dan hasil akhir (perubahan modal akhir per periode = modal awal + (laba bersih — prive)).
Modal awal adalah keseluruhan dana yang diinvestasikan untuk perkembangan atau kemajuan perusahaan mulai dari awal perusahaan tersebut berdiri sampai waktu tertentu di mana belum terjadi penambahan modal.
Laba/rugi bersih adalah selisih dari semua penghasilan dengan jumlah semua beban, sebagaimana yang tercatat di dalam laporan laba/rugi.
Prive adalah penarikan sejumlah modal oleh direktur (pemilik perusahaan) atau pihak-pihak yang menanam modal untuk keperluan pribadi atau keperluan lain di luar kegiatan usaha utama perusahaan.
Penambahan modal adalah selisih antara laba bersih dengan prive. Berikut adalah contoh dari laporan perubahan modal:


2.2.6.4 Laporan Arus KasAda 6 langkah yang harus diikuti untuk menyusun Laporan Arus Kas dengan menggunakan sumber data "Laporan Laba Rugi" dan "Neraca Perbandingan," sebagai berikut:
Langkah-1. Hitung Saldo Kas dan Setara Kas pada Neraca
Langkah-2. Konversikan Laporan Laba Rugi dari "Accrual" ke "Cash" Basis, untuk menentukan Arus Kas Dari Aktivitas Operasional (di sinilah bisa menggunakan direct atau indirect method)
Langkah-3. Analisa Aktiva Lancar dan Utang Lancar untuk melengkapi langkah-2.
Langkah-4. Analisa Aktiva Tak Lancar untuk menentukan Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Langkah-5. Analisa Utang Jangka Panjang, Modal dan Ekuitas untuk menentukan Arus Kas Dari Aktivitas Pembiayaan
Langkah-6. Siapkan Laporan Arus Kas
Dua bagian pekerjaan yang paling sulit dari cara kedua ini adalah (a) mengkonversikan Laba Rugi dari Accrual ke Cash Basis; dan (b) melakukan anlisa akun-per-akun pada pada Neraca periode sebelumnya dan periode yang akan dilaporkan.
SYARAT UTAMA untuk bisa menggunakan teknik ini adalah menguasi mekanikal proses akuntansi sekaligus memiliki pemahaman yang sangat baik mengenai dampak perubahan (kenaikan/penurunan saldo) pada suatu akun terhadap akun lainnya. Berikut adalh contoh dari laporan arus kas:

BAB 3PENUTUP3.1 simpulanLaporan keuangan (financial statement) adalah hasil akhir dari akuntansi yang merupakan suatu ringkasan transaksi keuangan. Laporan keuangan disajikan dengan maksud memberikan informasi mengenai posisi harta, utang, dan modal serta perolehan laba atau rugi yang menunjukkan hasil aktivitas yang terjadi dalam rumah tangga perusahaan dan membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan.
Seperti dalam perusahaan jasa, pada umumnya laporan keuangan yang disusun dalam perusahaan dagang meliputi:
1. laporan laba/rugi,
2. laporan perubahan modal,
3. neraca,
4. laporan arus kas.
3.2. SaranDalam penyusunan makalah ini saya menyadari bahwa masih jauh dari kesempurnaanya dan adapun kelemahan-kelemahan dari saya dalam penulisan makalah ini, baik itu kurangnya fasilitas yang mendukung seperti buku-buku referensi yang begitu terbatas dalam menjamin penyelesaian penulisan makalah ini sehingga kritik dan saran yang bersifat konstruktif baik itu dari bapak dosen maupun dari rekan-rekan mahasiswa/i sangatlah diharapkan untuk membantu prosses penulisan lebih lanjut.
DAFTAR PUSTAKAPeranginangin, Kasiman (2006). EKONOMI UNTUK SMA/MA KELAS II. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset. ·
Fayol, Hendry ( 2005). Accounting Principles. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Eldon S. Hendriksen. ( 2005). Accounting theory. Jakarta: Erlangga.
Supriadi,D.(2008). Akuntansi dasar:[online]. Tersedia:http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2063114-jenis-jenis-laporan-keuangan/[29 Maret 2008]
Albarda (2004). Laporan Keuangan[Online] Tersedia: http://rachdian.com/index2.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=27&Itemid=30, [3 August 2008]
Rudianto (2006) . Jenis-jenis Laporan Keuangan:[Online]. Tersedia: http://bolasalju.com/2012/02/16/laporan-keuangan-2-empat-jenis-laporan-keuangan/[31 Maret 2009]
BAB IPENDAHULUANLatar BelakangDalam suatu organisasi, pasti prioritasnya atau tujuannya yaitu mencari keuntungan. Maka dari itu keuangan merupakan bagian fital dalam suatu organisasi untuk menentukan kebijakan atau keputusan yang dilakukan oleh manajernya, maka dari itu akan sangat fatal jika terjadi human error dalam suatu pekerjaan.
Berbicara tentang keuangan, semuanya pasti berhubungan dengan akuntansi / metode pencatatan data keuangan kedalam bentuk yang sederhana demi mempermudah manajer untuk mengambil keputusan manajerial.
Dewasa ini akuntan yang profesional sangat dibutuhkan diberbagai lembaga atau organisasi, karena masalah keuangan atau finansial disuatu kantor, lembaga, atau organisasi sangat lah penting, bahkan merupakan inti dari penentu pengambil keputusan manajer.
Karena jika berbicara tentang akuntansi, pasti kita juga berbicara tentang sumber daya manusianya (akuntan). Maka dari itu muncul pemikiran sekaligus kesadaran bahwa akuntansi sangat penting dalam suatu organisasi, lembaga, atau organisasi. Bahkan dalam menelaah masyarakat Indonesia yang sedang berkembang, maka akuntansi juga menempati tempat yang penting dalam daftar kuliah di beberapa perguruan tinggi di seluruh indonesia agar tercipta lulusan-lulusan akuntansi yang profesional.Oleh karena itu, mengetahui dan memahami seluk beluk akuntansi dianjurkan guna mendapatkan pengetahuan yang menunjang perkembangan ilmu itu sendiri dan aplikasinya dalam bekerja baik bagi individu ataupun organisasi.Rumusan MasalahApa pengertian akuntasi?
Berapa penting posisi akuntan dalam sebuah organisasi?
Apa pengaruh akuntansi terhadap pengambilan keputusan manajer?
Apa hal yang membuat human error pada saat proses akuntansi?
Tujuan PenulisanMengetahui pengertian akuntansi.
Mengetahui pentingnya posisi akuntan dalam suatu organisasi.
Mengetahui besarnya pengaruh akuntansi dalam pengambilan keputusan manajemen.Mengetahui hal-hal yang mengabitkan humman error pada saat proses akuntansi.ManfaatMenumbuhkan kesadaran individu khususnya sebagai pelajar atau mahasiswa prodi akuntansi agar bersungguh-sungguh memperdalam pemahaman akuntansi.
Memberi motivasi terhadap para akuntan untuk lebih maju dan meningkatkan kinerjanya.Menambah kesadaran karyawan khususnya di bagian finansial agar berusaha lebih untuk turut serta memajukan suatu organisasi.Prosedur MakalahMakalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Dengan metode ini penulis akan menguraikan masalah secara jelas dan konprehensif dengan memusatkanperhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Data dalam makalah ini dikumpulkan dengan metode survey, artinya penulis memperoleh data melalui analisa hasil kuisioner yang dibagikan kepada beberapa karyawan di bagian financial sebanyak 20 orang.
BAB IIISIA. Landasan Teori1. Pengertian AkuntansiAccountancy atau Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajakdan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi juga disebut seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis".Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan.
Terdapat macam-macam definisi mengenai akuntansi menurut para ahli,diantaranya:
Pengertian Akuntansi menurut Paul Grady adalah suatu body of knowledgeserta fungsi organisasi yang secara sistematik, autentik dan orisinal, mencatat, mengklasifikasikan, memperoses, mengikhtisarkan, menganalisis, menginterprestasikan seluruh transaksi dan kejadian serta karakter keuangan yang terjadi dalam operasi entitas akuntansi dalam rangka menyediakan informasi yang berarti dibutuhkan manajemen sebagai laporan dan pertanggungjawaban atas kepercayaan yang diterimanya.
Kieso dan Weygandt menyatakan Pengertian Akuntansi ialah suatu sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat dan mengkomunikakan kejadian ekonomi dari suatu organisasi kepada pihak yang berkepentingan.
Dalam APB (Accoungting Principle Board) merumuskan Pengertian Akuntansi merupakan suatu kegiatan jasa. Fungsinya yaitu memberikan informasi kuantitatif, umumnya dalam ukuran materi (uang), mengenai suatu badan ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi, dimana digunakan dalam memilih di antara beberapa alternatif.
Pengertian Akuntasi menurut AICPA (American Institute of Certified Public Accountant) ialah seni pencatatan, pengikhtisaran dan pengelolaan dengan cara tertentu dan dalam ukuran moneter, transaksi dan kejadian-kejadian yang pada umumnya bersifat keuangan dan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.
Dari Pengertian-pengertian Akuntansi di atas, dapat kita simpulkan bahwa Pengertian Akuntansi yang pertama penekanannya sebagai body of knowledge atau seperangkat pengetahuan yang dihasilkan dari suatu proses pemikiran yang menghasilkan konsep, prinsip, standar, prosedur, teknik dalam rangka menyediakan informasi yang berarti sebagai pertanggungjawaban manajemen.
2. Teori dan Fugsi AkuntansiTeori akuntansi adalah cabang akuntansi yang terdiri dari pernyataan sistematik tentang prinsip dan metodologi yang membedakan dengan praktik. Definisi lain teori akuntansi merupakan suatu susunan konsep, definisi, dan dalil yang menyajikan secure sistematis gambaran fenomena akuntansi serta menjelaskan hubungan antarvariabel dalam struktur akuntansi dengan maksud untuk dapat memprediksi fenomena yang muncul. Fungsi Teori akuntansi adalah :
a. Sebagai pedoman bagi lembaga penyusun standar akuntansi.
b. Memberikan kerangka acuan dalam menyelesaikan masalah akuntansi yang tidak ada standar   resmi.
c. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan
d. Agar laporan keuangan dapat diperbandingkan.
e. Memberikan kerangka acuan dalam menilai prosedur dan praktik akuntansi.
Vernon kam (1986) menganggap bahwa teori akuntansi adalah suatu sistem yang komprehensif dimana termasuk postulat dan teori yang berkaitan dengannya. Dia membagi unsure teori dalam beberapa elemen: postulat dan asumsi dasar, definisi, tujuan akuntasi, prinsip atau standar, dan prosedur atau metode-metode.
Vernon Kam (1986) mengemukakan fungsi dari adanya teori akuntansi sebagai berikut :
a. Menjadikan pegangan bagi lembaga penyusunan standar akuntansi dalam  menyusun standarnya.Memberikan kerangka rujukan untuk menyelesaikan masalah akuntansi dalam hal tidak adanya standar resmi.
b. Menentukan batas dalm hal melakukan judgment dalam penyusunan laporan keuangan.
c. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan pembaca laporan terhadap informasi yang disajikan laporan keuangan.
d. Meningkatkan kualitas laporan yang dapat diperbandingkan.
Sedangkan Hendriksen (1982) mengemukakan kegunaan teori akuntansi sebagai berikut :
a. Memberikan kerangka rujukan sebagai dasar untuk menilai prosedur dan praktik akuntansi.
b.  Memberikan pedoman terhadap praktik dan prosedur akuntansi yang baru.
Menurut Ahmed Belkaoui, tidak ada teori akuntansi yang lengkap pada kurun waktu. Oleh karena itu, teori akuntansi harus mencakup semua literature akuntansi yang memberikan pendekatan yang berbeda-beda satu sama lain. Tidak ada teori akuntansi yang lengkap, yang mencakup dan memenuhi keinginan dari semua keadaan dan waktu dengan efektif.
Teori akuntansi harus dapat memberikan penjelasan mengenai praktik akuntansi; menjawab,dan menjelaskan semua fenomena yang melatarbelakangi penerapan suatu metode dalam praktik akuntansi. Teori akuntansi harus bisa memprediksi atau bahkan menemukan gejala akuntansi yang belum diketahui.B. Pembahasan1."Meneliti Pengaruh Kinerja Akuntan terhadap Pengambilan Keputusan Manajer dalam Suatu Perusahaan".Pada dasarnya, untuk hidup di dunia semua orang pasti membutuhkan yang namanya uang. Bahkan menurut studi Psikologi Sosial, manusia itu bersifat rasional. Maka dari itu pasti kepribadiannya pun berbeda-beda. Ada yang menganggap uang adalah segalanya demi status sosial atau gengsi, ada yang menganggap uang atau harta hanya lah titipan jika dipandang dari agama, dll. Tetapi tetap saja, untuk bertahan hidup semua orang pasti berusaha untuk mencari yang namanya uang.
Begitu juga suatu lembaga atau organisasi perusahaan, yang di dalamnya memiliki manajemen untuk mencapai planning perusahaan tersebut, yang notabene tujuannya yaitu pasti untuk mencari uang atau keuntungan. Demi kemajuan berjalannya suatu perusahaan pasti perusahaan tersebut membutuhkan biaya mulai dari biaya operasional, biaya untuk pengembangan perusahan, biaya untuk menunjang fasilitas, biaya untuk tunjangan karyawan, gaji karyawan, dan sebagainya. Dan semua itu pasti harus di dapat dengan strategi manajemen yang baik.
Berbicara tentang manajemen, agar fungsi manajemen suatu perusahaan yang terdiri dari Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling nya berjalan lancar, maka ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi pengambilan keputusan manajemen dalam menjalankan fungsi-fungsi tersebut. Suatu proses atau fungsi manajemen bisa saja terjadi karena kurangnya keahlian, lemahnya budaya organisasi tersebut, dll.
Dalam makalah ini saya akan berkonsentrasi atau memusatkan kepada masalah-masalah actual sebagaimana penelitian saya yaitu terhadap "kinerja akuntan". Jika berkaitan dengan kinerja akuntan berarti kita berbicara tentang "keahlian". Keahlian manajemen memiliki peran penting dalam menentukan keputusan manajer nantinya. Di dalam keahlian manajemen, terdapat beberapa aspek diantaranya Tekhnik, Keterampilan manusiawi, dan Keterampilan konseptual. Akuntan tentu saja masuk kedalam bidang tekhnik karena merupakan ahli dari bidang akuntansi.Kita pun dapat menerawang, seberapa penting pengaruh kinerja akuntan terhadap pengambilan keputusan tersebut, yaitu karena akuntan termasuk kedalam salah satu aspek dari keahlian manajen.
Maka dari itu jika terjadi human error pada saat proses akuntansi atau proses audit, maka akan berakibat fatal. Adapun beberapa bentuk dasar kesalahan dalam proses akuntansi yaitu: (1) kesalahan akuntansi (accounting errors) dan (2) kesalahan sistem (system errors). Kesalahan akuntansi mempengaruhi langsung pada kesalahan pelaporan keuangan. Sedangkan kesalahan sistem berhubungan erat dengan lemahnya sistem pengendalian intern yang pada gilirannya akan menyulitkan penditeksian kesalahan dan ketidak beresan yang terjadi dalam suatu organisasi.
Adapun penyebab – penyebab terjadinya human error seperti yang sudah dijelaskan diatas. Yaitu bisa dari kurangnya pemahaman seorang karyawan dibagian finansial terhadap akuntansi, bisa dari kurang profesionalnya atau kurangnya jam terbang seorang karyawan dalam proses pembukuan sehingga terjadi kesalahan sistem, bisa dari faktor ketidak sengajaan yang menyebabkan kesalahan akuntansi yang dikarenakan terburu-buru karena dead line, bisa jadi juga kurangnya keahlian akuntansi disebabkan karena jurusan selain IPS semasa di SMA yang masuk ke Universitas dan mengambil prodi akuntansi sehingga mereka tidak mengenal dasar akuntansi sebagaimana siswa di bidang IPS semasa SMA nya.
Kesalahan-kesalahan tersebut tentu sangat berakibat fatal atau sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan manajer, karena akuntansi merupakan proses pembukuan atau penghitungan yang nantinya akan menjadi laporan untuk membantu manajer mengambil keputusan atau kebijakan perusahaan lewat laporan keuangan tersebut, karena segala keputusan atau kebijakan seorang manajer tidak lain hanyalah bertujuan untuk membuat perusahaannya maju dan surplus. Maka dari itu proses accounting menjadi hal yang sangat penting dalam melihat suatu perkembangan perusahaan dari tahun ketahun apa perusahaan tersebut meningkat keuntungannya atau kah turun.
Pernyataan tersebut, sedikitnya menegaskan posisi IlmuAkuntansi dalam mempengaruhi keputusan seorang manajer dalam menentukan kebijakan atau mengambil keputusan di suatu perusahaan.
BAB III
PENUTUPSimpulan1. Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi keuangan yang akurat, yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajakdan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah
2. Beberapa bentuk dasar kesalahan dalam proses akuntansi yaitu: (1) kesalahan akuntansi (accounting errors) dan (2) kesalahan sistem (system errors).
3. Penyebab – penyebab terjadinya human error pada saat proses accounting yaitu bisa dari kurangnya pemahaman seorang karyawan dibagian finansial terhadap akuntansi, bisa dari kurang profesionalnya atau kurangnya jam terbang seorang karyawan dalam proses pembukuan sehingga terjadi kesalahan sistem, bisa dari faktor ketidak sengajaan yang menyebabkan kesalahan akuntansi yang dikarenakan terburu-buru karena dead line.
4. Ilmu akuntansi tentulah sangat berkaitan dengan manajemen, karena jika berbicara tentang manajemen pasti ujung-ujungnya tujuannya mencari untung, maka diperlukan akuntansi untuk menyajikan data yang akurat dalam masalah hitung-menghitung keuangan.
5. Proses manajemen mulai dari planning, organizing, actuating, hingga controlling diadakan secara terstruktur hanya untung satu tujuan yaitu mencari keuntungan, maka dari itu akuntansi menduduki hal yang penting dalam suatu perusahaan. Karena tanpa akuntansi kita tidak akan tahu keadaan kondisi keuangan suatu perusahaan dari tahun ketahun apakah berkembang atau kah malah sebaliknya.B. Saran1. Bagi Pihak Perusahaan
Seleksi lah secara ketat khususnya untuk para pekerja dibagian finansial atau keuangan. Karena akuntansi merupakan tekhnik atau keahlian, maka diperlukan juga akuntan atau sarjana akuntansi yang profesional. Dan berilah training atau pengukuhan terhadap karyawan baru mengenai akuntansi, karena biasanya yang bukan fresh graduatesuka lupa akan materi akuntansi yang dipelajarinya selama kuliah. Maka dari itu beberapa aspek diatas harus diperhatikan untuk meminimalisir masalah human error pada proses keuangan disuatu perusahaan.
2. Bagi Perorangan yang Menggeluti Bidang Akuntansi
Bersikap fokus lah terhadap studi yang dikaji, karena akuntansi bukan hanyalah studi ilmu yang hanya sekedar dipahami teorinya, namun kita juga harus bisa mempraktekan atau mengaplikasikannya jika sudah turun di dunia kerja. Karena yang namanya sarjana akuntansi pasti sangat lah dibutuhkan diberbagai organisasi atau perusahaan, karena memang akuntansi menduduki hal yang penting didalam suatu perusahaan. Maka dari itu berusahala untuk menjadi akuntan yang profesional.
3, Bagi Pemerintah dan Mentri Pendidikan
Kurikulum dari tahun ketahun pasti ada saja perubahan yang ditujukan agar memperbaik kualitas peserta didik. Namun alangkah lebih baiknya akuntansi sudah lebih awal dikenalkan di jenjang sekolah menengah pertama agar saat masuk materi ekonomi di sekolah menengah atas, para peserta didik sudah lebih paham dan tidak kaget terhadap penghitungan langsung seperti membuat neraca, dll nya. Dan alangkah lebih baiknya bukan hanya sekolah menengah kejuruan saja yang melakukan studi praktek, tapi sekolah menengah atas juga seharusnya menyelenggarakan studi prakteknya. Dan hal yang paling miris yaitu ketika Universitas menyaring masuk jurusan selain IPS kedalam Prodi akuntansi, di dalam kurikulum hanyalah IPS yang dikenalkan dasar-dasar akuntansi, tetapi relasi nya berbanding terbalik, banyak jurusan IPA yang masuk ke Prodi ekonomi. Maka dari itu semua aspek tersebut harus lah juga diperhatikan agar tercipta akuntan yang profesional.

DAFTAR PUSTAKA
Hendriksen. (1982). Kegunaan Teori Akuntansi. Diakses dari http://eyes-76.blogspot.com, 28 September 2010.
Vernon kam. (1986). Teori Akuntansi. Diakses dari http://eyes-76.blogspot.com, 28 September 2010.
Paul Grady. (1985). Pengertian Akuntansi Menurut Para Pakar. Diakses dari http://pengertianpakar.com, 9 September 2014.
Kieso dan Weygandt. (1987). Pengertian Akuntansi Menurut Para Pakar. Diakses dari http://pengertianpakar.com, 9 September 2014.
American Institute of Certified Public Accountant. (2001). Pengertian Akuntansi. Diakses dari http://pengertianpakar.com, 9 September 2014.
Surya, Raja Adri Satriawan. (2012). Akuntansi Keuangan Versi IFRS+. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Adin.(2013). Fungsi dan Bidang Akuntansi. Diakses dari http://ilmuakuntansi.web.id, 10 Maret 2014.
Badan Audit Operasional. (2014). Kesalahan-kesalahan dalam Proses Akuntansi. Diakses dari http://bpi.umm.ac.id, 10 Desember 2014.
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Akuntansi adalah pelajaran yang memerlukan ketelitian, kecermatan, kesabaran dalam setiap perhitungannya. Banyak peserta didik yang menganggap pelajaran akuntansi adalah pelajaran yang sulit karena jika dalam pengerjaannya kita melakukan kesalahan dari awal maka kebelakang hasil pekerjaan kita juga akan salah, maka diperlukan kejelian dalam mempelajari akuntansi. Selain itu, kesulitan peserta didik dalam mempelajari akuntansi dikarenakan peserta didik tidak dapat memahami materi yang disampaikan oleh guru dengan baik. Salah satu tantangan dalam proses pembelajaran akuntansi itu sendiri adalah bagaimana seorang guru dapat menyampaikan materi kepada peserta didik dengan baik. Tidak jarang peserta didik mengalami kesulitan dalam memperoleh materi yang disampaikan oleh guru disebabkan karena kurangnya keahlian seorang guru dalam menyampaikan materi kepada peserta didiknya. Oleh karena itu, diperlukan keahlian seorang guru dalam menerapkan metode pembelajaran dalam meningkatkan mutu pengajaran agar pembelajaran itu dapat diserap, dipahami, dimanfaatkan oleh peserta didik dengan baik.
Guru yang baik harus menguasai bermacam-macam metode pembelajaran sehingga dapat memilih dan menentukan metode serta pendekatan yang tepat yang harus ditetapkan pada pokok bahasan tertentu pula, khususnya pada Mata Pelajaran Akuntansi.
Metode pembelajaran yang sering digunakan di dalam proses belajar mengajar saat ini adalah metode konvensional, dalam hal ini metode ceramah, karena metode ini dinilai lebih praktis, mudah dilaksanakan dan tidak perlu peralatan serta dapat dilakukan untuk mengajar peserta didik yang jumlahnya relatif besar. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan metode belajar yang melibatkan peserta didik lebih aktif dalam proses belajar mengajar, khususnya pemahaman peserta didik dalam pembelajaran akuntansi, peserta didik harus dapat aktif sehingga tujuan pengajaran akuntansi tercapai.
Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam mempelajari akuntansi adalah dengan menggunakan Metode Pembelajaran Drill. Metode ini cocok digunakan untuk Mata Pelajaran Akuntansi karena dengan drill peserta didik dapat belajar Learning by Doing, tanpa perlu merasa digurui sehingga peserta didik pun dapat belajar secara antusias.
Batasan Masalah
Untuk menghindari meluasnya permasalahan maka penulisan memberikan batasan, yaitu:
Peranan Metode Drill dalam pembelajaran akuntansi.
Metode yang digunakan hanya berupa Metode Pembelajaran Drill.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, penulis dapat merumuskan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini. Masalah tersebut adalah sebagai berikut:
Apa yang dimaksud dengan Metode Pembelajaran Drill?
Apa tujuan dari penggunaan Metode Pembelajaran Drill?
Apa saja kelebihan dan kekurangan Metode Pembelajaran Drill?
Bagaimana peranan Metode Drill dalam pembelajaran akuntansi?
Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Metode Pembelajaran Drill.
Untuk mengetahui apa tujuan dari penggunaan Metode Pembelajaran Drill.
Untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan Metode Pembelajaran Drill.
Untuk mengetahui bagaimana peranan Metode Drill dalam pembelajaran akuntansi.
Manfaat Penulisan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis maupun manfaan praktis.
Secara Teoritis
Untuk memperkaya ilmu pengetahuan mengenai suatu cara atau metode yang cocok untuk diterapkan dalam proses pembelajaran guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan dan meningkatkan hasil belajar peserta didik di bidang ilmu pendidikan khususnya dalam bidang ilmu Akuntansi.
Secara Praktis
Bagi peneliti
Makalah ini dapat membantu dalam mengetahui peranan Metode Pembelajaran Drill, khususnya dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik mempelajari akuntansi.
Bagi Guru Mata Pelajaran Akuntansi
Makalah ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi guru dalam memilih dan menentukan metode yang sesuai untuk digukanan dalam pembelajaran Akuntansi guna mencapai hasil belajar yang memuaskan.

Bagi peserta didik
Pembelajaran pada saat menyampaikan materi dan pembelajaran pada saat mengerjakan soal latihan dapat mengarah kemampuan intelektual peserta didik serta meningkatkan rasa tanggung jawab peserta didik dalam menyelesaikan soal latihan Akuntansi.
Metodelogi Penulisan
Metode yang akan dilakukan dalam pengumpulan data dalam penulisan ini adalah dengan cara melakukan studi kepustakaan.
Studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan. Studi kepustakaan yang dilakukan oleh penulis adalah mengumpulkan data dari buku-buku dan sumber lain yang sudah ditentukan.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Landasan Teoritis
Pengertian Metode Pembelajaran Drill
Drill ialah suatu teknik yang dapat diartikan sebagai suatu cara dimana peserta didik melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan, agar peserta didik memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.
Menurut Usman, F (2012) dalam skripsinya yang berjudul Implementasi Metode Pembelajaran Drill Sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitan dan Prestasi Belajar Mata Diklat PLC (Programmable Logic Control) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, mengemukakan pengertian metode drill menurut beberapa pendapat sebagai berikut:
Suatu kegiatan dalam melakukan hal secara berulang-ulang dan sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu asosiasi atau menyempurnakan suatu keterampilan supaya menjadi permanen. (Shalahuddin, dkk, 1987:100).
Metode drill yaitu suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran dengan alan melatih anak-anak terhadap bahan pelajaran yang sudah diberikan. (Zuhairini, dkk, 1983:106).
Metode latihan merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga sebagai sarana untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan serta kecakapan. (Syaiful Sagala, 2007:217).
Tujuan Metode Pembelajaran Drill
Metode Pembelajaran Drill memiliki tujuan-tujuan dalam pelaksanaannya, diantaranya adalah:
Menurut Menurut Usman, F (2012) dalam skripsinya yang berjudul Implementasi Metode Pembelajaran Drill Sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitan dan Prestasi Belajar Mata Diklat PLC (Programmable Logic Control) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menyatakan bahwa latihan wajar digunakan untuk:
Kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan, membuat alat-alat, menggunakan alat-alat (mesin) permainan dan atletik.
Kecakapan mental, sepeti dalam perkalian, menjumlah, mengenal tanda-tanda (simbol) dan sebagainya. Asosiasi yang dibuat, seperti hubungan huruf-hruf dalam ejaan, penggunaan simbol, membaca peta dan sebagainya.
Kelebihan dan kekurangan Metode Pembelajaran Drill
Kelebihan Metode Pembelajaran Drill
Menurut Click, Heru (2013) metode drill memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah:
Membiasakan siswa bekerjasama menurut paham demokrasi, memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan sikap musyawarah dan bertanggung jawab.
Kesadaran akan adanya kelompok menimbulkan rasa kompetitif yang sehat, sehingga membangkitkan kemauan belajar yang sungguh-sungguh.
Guru tidak perlu mengawasi masing-masing murid secara individual cukup dengan memperhatikan kelompok saja atau ketua-ketua kelopoknya..
Melatih ketua kelompok menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan membiasakan anggota-anggotanya untuk melaksanakan tugas kewajiban sebagai warga yang patuh pada aturan.
Kekurangan Metode Pembelajaran Drill
Menurut Usman, F (2012) dalam skripsinya yang berjudul Implementasi Metode Pembelajaran Drill Sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitan dan Prestasi Belajar Mata Diklat PLC (Programmable Logic Control) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta menguraikan tentang kekurangan dari metode drill sebagai berikut:
Menghambat bakat dan inisiatif siswa
Mengajar dengan metode drill berarti minat dan inisiatif siswa dianggap sebagai gangguan dalam belajar atau dianggap tidak layak dan kemudian dikesampingkan.
Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan
Hal ini bertentangan dengan prinsip belajar dimana siswa seharusnya mengorganisasi kembali pengetahuan dan pengalaman sesuai dengan situasi yang mereka hadapi.
Membentuk kebiasaan yang kaku
Dengan metode latihan siswa belajar secara mekanis. Dalam memberikan respon terhadap suatu stimulus siswa dibiasakan secara otomatis.
Peranan Metode Drill dalam Pembelajaran Akuntansi
Menurut Kanaq (2011) menguraikan tentang peranan metode drill sebagai berikut,
Dalam strategi pembelajaran, metode drill dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan pembelajaran karena metode drill akan memberikan keterampilan tertentu secara nyata melalui latihan yang dilakukan, ketimbang melalui penuturan (verbalisme).
Pembahasan
Permasalahan yang sering dijumpai dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran akuntansi adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada peserta didik secara baik sehingga diperoleh hasil yang efektif dan efisien. Disamping itu, masalah lainnya yang juga sering didapati adalah kurangnya perhatian guru akuntansi terhadap variasi penggunaan metode pembelajaran dalam upaya peningkatan mutu pengajaran secara baik.
Metode pembelajaran adalah cara guru memberikan pelajaran dan cara peserta didik menerima pelajaran pada waktu pelajaran berlangsung, baik dalam bentuk memberitahukan maupun membangkitkan. Oleh karena itu, peranan metode pembelajaran ialah sebagai alat untuk menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif. Dengan metode ini diharapkan tumbuh berbagai kegiatan belajar peserta didik sehubungan dengan mengajar guru, dengan kata lain terciptalah interaksi edukatif antara guru dengan peserta didik. Dalam interaksi ini guru berperan sebagai penggerak atau pembimbing, sedangkan peserta didik berperan sebagai penerima atau yang dibimbing. Oleh karenanya, metode pembelajaran yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan belajar peserta didik dan sesuai dengan kondisi pembelajaran.
Dalam pembelajaran akuntansi, diperlukan metode pembelajaran yang dapat mengefisienkan dan mengefektifkan guru dalam menyajikan materi kepada peserta didik dan menarik minat peserta didik dalam mempelajari akuntansi. Belajar akuntansi pada dasarnya merupakan hasil belajar konsep sedangkan konsep-konsep dasar akuntansi merupakan kesatuan yang utuh, untuk itu dalam proses belajar mengajar akuntansi yang terpenting adalah bagaimana guru dapat mengajarkan konsep itu. Pengajaran akuntansi harus dimulai dari hal yang sederhana menuju hal yang lebih kompleks dan harus memperhatikan urutan dari beberapa konsep, walaupun demikian sampai saat ini akuntansi masih menjadi masalah bagi sebagian peserta didik dan mengatakan bahwa akuntansi itu sulit.
Belajar akuntansi memerlukan pemahaman yang baik, oleh karenanya pemilihan metode pembelajaran yang tepat akan mempunyai andil yang besar dalam meningkatan prestasi belajar akuntansi. Metode pembelajaran yang baik adalah metode yang mampu mengantarkan peserta didik dalam berbagai macam kegiatan, dalam hal ini peserta didik harus diberi kesempatan untuk melatih kemampuannya, misalnya menyelesaikan tugas-tugas dan latihan-latihan.
Salah satu metode yang dapat digunakan oleh seorang guru dalam pembelajaran akuntansi adalah metode drill. Drill merupakan metode belajar yang dapat digunakan untuk mengaktifkan peserta didik pada saat proses belajar mengajar berlangsung, karena metode drill menuntut peserta didik untuk selalu belajar dan mengevaluasi latihan-latihan yang diberikan oleh guru. Lebih dari itu diharapkan agar pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari oleh peserta didik menjadi permanen, mantap dan dapat dipergunakan setiap saat oleh orang yang bersangkutan. Metode ini dalam beberapa sumber juga sering disebut dengan metode latihan yang merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Selain itu, metode ini juga digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan.
Sebelum melaksanakan metode drill, ada baiknya guru memahami penggunaan metode drill itu sendiri, agar berhasil dan berdaya guna. Hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah:
Metode drill adalah metode latihan, guru harus mengetahui sifat-sifat suatu latihan, perlu adanya variasi yang dilakukan dalam memberikan latihan-latihan kepada peserta didik agar dalam pelaksanaannya peserta didik tidak merasa bosan dan tetap tertarik pada pembelajaran.
Guru perlu memperhatikan dan memahami nilai dari latihan itu sendiri serta kaitannya dengan keseluruhan pelajaran di sekolah. Dalam hal ini perlu diperhatikan beberapa hal yang harus digunakan oleh guru, yaitu:
Sebelum memasuki latihan, guru sebelumnya memberikan pengertian dan perumusan tujuan yang jelas bagi peserta didik.
Persiapan yang baik akan mendorong atau memotivasi peserta didik agar responsif dan fungsional.
. Namun, dalam pelaksanaannya guru harus mempertimbangkan tentang sejauh mana kesiapan guru, peserta didik dan pendukung lainnya yang terlibat dalam menerapkan metode ini.
Tahap Persiapan
Pada tahap ini ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, antara lain:
Merumukan tujuan yang harus dicapai oleh peserta didik.
Menentukan dengan jelas keterampilan secara spesifik dan berurutan.
Menentukan rangkaian gerakan atau langkah yang harus dikerjakan untuk menghindari kesalahan.
Melakukan kegiatan pradrill sebelum menerapkan metode ini secara penuh.
Tahap Pelaksanaan
Langkah pembukaan
Dalam langkah pembukaan, beberapa hal yang perlu dilaksanakan oleh guru diantaranya mengemukakan tujuan yang harus dicapai, bentuk-bentuk latihan yang akan dilakukan.
Langkah pelaksanaan
Memulai latihan dengan hal-hal yang sederhana terlebih dahulu.
Menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.
Meyakinkan peserta didik agar tertarik pada proses belajar mengajar.
Memberikan kesempatan kepada peserta didik adar terus berlatih.
Langkah mengakhiri
Apabila latihan sudah selesai, maka guru harus terus memberikan motivasi agar peserta didik terus melakukan latihan secara berkesinambungan sehingga latihan yang diberikan dapat semakin melekat, terampil dan terbiasa.
Adapun tujuan dari metode pembelajaran drill itu sendiri yaitu untuk memperoleh suatu ketangkasan, keterampilan tentang suatu yang dipelajari peserta didik dengan melakukannya secara praktis pengetahuan-pengetahuan yang dipelajari peserta didik itu dan siap dipergunakan bila sewaktu-waktu diperlukan. Selain itu salah satu tujuan dari metode pembelajaran drill adalah mengembangkan kecakapan intelek termasuk didalamnya menghitung. Dengan tujuan tersebut menunjukan bahwa metode drill dapat diterapkan pada mata pelajaran akuntansi.
Selain itu, metode drill juga memiliki kelebihan dan kekurangan dalam penerapannya. Kelebihan dari metode drill itu sendiri yaitu, dengan menerapkan metode drill peserta didik dapat belajar secara berkelompok, dimana ketua dari kelompok tersebut adalah peserta didik yang lebih menguasai materi yang dipelajari. Melalui sistem pembelajaran berkelompok ini peserta didik dapat bekerjasama, sharing antar anggota kelompoknya dan melakukan latihan-latihan soal serta mengoreksi hasil latihan soal yang telah dikerjakan peserta didik lain dalam kelompok agar lebih memahami dimana letak kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi ketika menemukan kasus yang sama dalam soal. Dalam sistem pembelajaran berkelompok pun akan melatih ketua kelompok menjadi pemimpin yang bertanggung jawab terhadap anggota-anggotanya. Selain itu juga akan menumbuhkan kesadaran peserta didik akan adanya kelompok tersebut, dan menimbulkan rasa kompetitif yang sehat sehingga membangkitkan kemauan belajar yang sungguh-sungguh, dengan seperti itu, akan melatih ketelitian, kecermatan peserta didik dalam mengerjakan soal-soal akuntansi, sehingga akuntansi yang tadinya dianggap sulit akan menjadi lebih mudah serta menuntut peserta didik menjadi lebih aktif.
Adapun kekurangan dari metode drill yaitu, monoton atau membosankan karena terkadang latihan yang dilaksanakan dilakukan secara berulang-ulang, selain itu juga latihan tanpa adanya guru yang melakukan pengawasan langsung akan mengurangi keseriusan dalam belajar. Ketika peserta didik merasa bosan atau jengkel tidak akan menambah gairah belajar dan menimbulkan keadaan psikis berupa mogok belajar/latihan atau bahkan membenci terhadap pelajaran atau guru mata pelajaran tersebut. Metode drill dapat menghambat bakat dan inisiatif siswa, karena meskipun dalam sistem pembelajaran kelompok ada seorang ketua yang memimpin kelompok tersebut, tetap saja latihan-latihan soal yang diberikan selalu dibawah bimbingan guru, dalam artian lain masih dalam perintah dari guru, sehingga dapat menghambat inisiatif maupun kreativitas peserta didik serta menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan. Membentuk kebiasaan yang kaku karena seolah-olah peserta didik melakukan sesuatu secara mekanis, dalam memberikan stimulus peserta didik bertindak secara otomatis. Selain itu, metode drill juga dapat menimbulkan verbalisme, terutama pada pelajaran yang bersifat menghapal. Dimana peserta didik dilatih untuk menguasai bahan pelajaran secara hapalan dan secara otomatis mengingatkannya bila ada pertanyaan yang berkenaan dengan hapalan terebut tanpa suatu proses berpikir secara logis.
Tetapi, ada beberapa cara untuk mengatasi kekurangan-kekurangan dalam metode drill ini, antara lain sebagai berikut:
Sebelum latihan dimulai, peserta didik hendaknya diberi pengertian yang mendalam tentang apa yang akan dilatih dan kompetensi apa saja yang harus dikuasai.
Latihan untuk pertama kalinya hendaknya bersifat diagnosis. Jika pada latihan pertama peserta didik tidak berhasil, maka guru harus mengadakan perbaikan lalu penyempurnaan.
Latihan harus menarik minat dan menyenangkan, gembira dan tidak membosankan.
Waktu dalam latihan tidak perlu lama-lama, singkat tetapi dilakukan secara terus menerus pada waktu-waktu tertentu.
Dalam strategi pembelajaran, peranan metode drill dapat digunakan untuk mengarahkan peserta didik agar lebih sering melakukan latihan-latihan mengenai soal akuntansi, dalam mengerjakan soal latihan, peserta didik melakukannya secara berkelompok, dengan seperti itu pembelajaran akan berangsung secara efektif karena guru hanya akan mengawasi kegiatan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dan peserta didik pun akan menjadi aktif, karena dengan mereka belajar bersama teman sebayanya biasanya mereka tidak akan malu untuk bertanya kepada teman yang lebih menguasai materi akuntansi dibandingkan dengan bertanya kepada guru. Selain itu, mengingat akuntansi adalah hal yang berkaitan dengan hitungan sehingga memerlukan pemahaman lebih mengenai perhitungan tersebut melalui latihan-latihan soal, karena dengan praktek langsung mengerjakan soal, peserta didik akan lebih mudah memahami perhitungan akuntansi dibandingkan dengan guru yang hanya memberikan teorinya saja. Dengan metode drill peserta didik akan lebih aktif dalam proses belajar mengajar di kelas, dengan peran aktif peserta didik ini akan menumbuhkan motivasi peserta didik untuk mengikuti proses belajar mengajar sehingga peserta didik pun akan lebih tertarik dengan pelajaran akuntansi, dengan begitu dalam menerima materi pembelajaran pun peserta didik akan lebih memahami materi yang disampaikan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Metode drill (latihan) adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan jalan melatih peseta didik agar menguasai pelajaran dan terampil. Dari segi pelaksanaannya peserta didik terlebih dahulu dibekali dengan pengetahuan secara teori secukupnya. Kemudian dengan tetap dibimbing oleh guru, peserta didik disuruh mempratikannya sehingga menjadi mahir dan terampil.
Tujuan metode drill adalah untuk memperoleh suatu ketangkasan, keterampilan tentang suatu yang dipelajari peserta didik dengan melakukannya secara praktis pengetahuan-pengetahuan yang dipelajari peserta didik itu dan siap dipergunakan bila sewaktu-waktu diperlukan.
Metode drill juga memiliki kelebihan dan kekurangan, kelebihan dari metode drill adalah melatih peserta didik agar lebih aktif dalam proses pembelajaran, dengan latihan yang terus-menerus dapat mempermudah peserta didik memahami perhitungan dalam akuntansi, terlebih akuntansi adalah hal yang berkaitan dengan perhitungan, maka diperlukan latihan yang berkesinambungan agar peserta didik lebih terampil dalam mengerjakan atau memecahkan soal-soal akuntansi. Kekurangan dari metode drill yaitu metode drill dianggap monoton, karena latihan yang berulang-ulang biasanya menyebabkan peserta didik menjadi bosan mengikuti pelajaran. Sehingga diperlukan keahlian guru dalam memvariasikan metode-metode pembelajaran agar latihan tidak dianggap monoton.
Dengan menerapkan metode drill dalam pembelajaran akuntansi, mengarahkan peserta didik agar lebih terampil dalam perhitungan akuntansi. Dengan latihan yang terus menerus dan dilakukan secara berkelompok dapat memudahkan peserta didik dalam memahami akuntansi dan memiliki keterampilan yang nyata.
Saran
Berdasarkan hasil studi pustaka dan kesimpulan diatas, maka penulis mempunyai beberapa saran yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
Pembelajaran menggunakan peranan metode drill yang telah dilaksanakan dengan menggunakan tahapan-tahapannya dapat meningkatkan aktifitas peserta didik dan pemahaman peserta didik terhadap akuntansi sehingga akan mempengaruhi prestasi peserta didik dalam pelaaran akuntansi, maka guru akuntasi dapat mencoba menerapkan metode pembelajaran tersebut.
Implementasi metode pembelajaran drill diterapkan, dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik secara individual.
Sebelum melaksanakan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran drill, guru harus memahami terlebih dahulu mengenai metode pembelajaran drill itu sendiri.
Guru harus mempersiapkan perangkat pembelajaran secara matang, seperti RPP, Jobsheet dan soal tes/latihan yang akan diberikan kepada peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
Usman, F. (2012). Implementasi Metode Pembelajaran Drill Sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitan dan Prestasi Belajar Mata Diklat PLC (Programmable Logic Control) SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Skripsi pada jurusan Teknik Mekatronika Universitas Negeri Yogyakarta: tidak diterbitkan.
Click, Heru. (2013). "Metode Latihan Drill Terbimbing". [Online]. Tersedia: https://heruclick.wordpress.com/2013/07/03/metode-latihan-drill-terbimbing/ yang direkam pada 03 Juli 2013. [30 November 2014].
Sejomank, Kanaq. (2011). "Implementasi Metode Drill/Latihan dan Metode Simulasi". [Online]. Tersedia: http://kanaqsejomank.blogspot.com/2011/09/implementasi-metode-drilllatihan-dan.html yang direkam pada September 2011. [30 November 2014].
Pendidikan, Sarjana. (2013). "Metode Drill". [Online]. Tersedia: http://sarjanaspdi.blogspot.com/2013/05/metode-drill.html yang direkam pada Mei 2013. [26 November 2014].
Pembelajaran, Strategi. (2010). "Metode Mengajar Akuntansi". [Online]. Tersedia: http://pintamins.blogspot.com/2010/06/guru-yag-baik-harus-menguasai.html yang direkam pada Juni 2010. [26 November 2014].
LAMPIRAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah: SMA
Mata Pelajaran: Ekonomi
Kelas / Semester: XII (duabelas) / 1
Standar Kompetensi: 1. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan dagang
Kompetensi Dasar: 1.1 Mencatat transaksi/dokumen ke dalam jurnal khusus
Indikator: 1. Menjelaskan ciri-ciri perusahaan dagang.
Mengidentifikasi akun-akun khusus pada perusahaan dagang.
Menjelaskan pengertian dan jenis-jenis jurnal khusus
Mencatat transaksi ke dalam jurnal khusus.
Alokasi Waktu: 6 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menjelaskan pengertian perusahaan dagang
Siswa dapat mengidentifikasi transaksi yang ada dalam perusahaan dagang
Siswa dapat menjelaskan syarat pembayaran pada perusahaan dagang
Siswa dapat menjelaskan syarat penyerahan barang
Siswa dapat mengidentifikasi akun-akun khusus pada perusahaan dagang
Siswa dapat menjelaskan pengertian dan jenis-jenis jurnal khusus
Siswa dapat mencatat transaksi ke jurnal khusus
B. Materi Pokok
Ciri-ciri perusahaan dagang
Pengertian perusahaan dagang
Transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan dagang
Syarat pembayaran pada perusahaan dagang
Syarat penyerahan barang
Akun-akun khusus pada perusahaan dagang
Pengertian dan jenis-jenis jurnal khusus
Mencatat transaksi ke jurnal khusus
C. Model dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Kooperatif
Metode Pembelajaran: Drill (latihan), ceramah, diskusi, dan presentasi.
D. Skenario Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal:
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru melakukan tanya jawab tentang jenis-jenis perusahaan dan siklus akuntansi perusahaan jasa, kemudian mengaitkannya dengan materi yang akan dibahas.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Motivasi
Pemahaman mengenai karakteristik dan akun-akun khusus pada perusahaan dagang akan mempermudah pemahaman materi selanjutnya. 10 menit
2 Kegiatan Inti:
Eksplorasi
Guru melakukan kegiatan tanya jawab dengan siswa tentang pengertian perusahaan dagang.
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing beranggotakan 4 siswa.
Setiap kelompok diberi tugas dan soal latihan untuk mempelajari / berdiskusi tentang ciri-ciri / karakteristik dan akun-akun khusus pada perusahaan dagang.
Elaborasi
Siswa secara berkelompok diberi tugas untuk mencari pengertian, karakteristik dan akun-akun khusus perusahaan dagang.
Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok secara bergiliran. Siswa dari kelompok lain memberikan tanggapan.
Konfirmasi
Guru memberikan penguatan dan evaluasi terhadap hasil diskusi yang dipresentasikan siswa.
Guru melengkapi atau menambahkan materi yang berkaitan dengan materi yang presentasikan siswa. 65 menit
3 Kegiatan Penutup:
Guru bersama siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran, yang digunakan pula untuk mengingat kembali materi yang baru saja dibahas.
Guru bersama siswa melakukan refleksi tentang kegiatan belajar yang baru saja dilaksanakan.
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membaca materi tentang pencatatan dalam jurnal khusus. 15 menit
2. Pertemuan Kedua
No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal:
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru mengulas materi pada pertemuan sebelumnya tentang karakteristik dan akun-akun khusus pada perusahaan dagang dan mengaitkannya dengan materi jurnal khusus.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Motivasi
Pemahaman mengenai jenis-jenis jurnal pada perusahaan dagang serta cara pencatatan transaksi ke jurnal khusus akan sangat membantu dalam menghasilkan informasi keuangan yang akurat. 10 menit
2 Kegiatan Inti:
Eksplorasi
Guru melakukan kegiatan tanya jawab dengan siswa tentang jenis-jenis jurnal khusus pada perusahaan dagang.
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing beranggotakan 4 siswa (kelompok asal). Setiap anggota kelompok diberi tugas dan latihan soal untuk mempelajari materi yang berbeda tentang 4 jenis jurnal khusus, yaitu jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas, jurnal pembelian dan jurnal penjualan.
Siswa diberi kesempatan untuk membaca materi tentang pengertian dan jenis-jenis jurnal khusus.
Elaborasi
Siswa dengan tugas yang sama (tim ahli) berdiskusi untuk mendalami materi tentang pengertian dan jenis-jenis jurnal khusus.
Siswa kembali ke kelompok asal, dan menjelaskan materi yang dipelajari di kelompok ahli ke setiap anggota kelompok asal, secara bergantian.
Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok secara bergiliran. Siswa dari kelompok lain memberikan tanggapan.
Konfirmasi
Guru memberikan penguatan dan evaluasi terhadap hasil diskusi yang dipresentasikan siswa.
Guru melengkapi atau menambahkan materi yang berkaitan dengan materi yang presentasikan siswa. 65 menit
3 Kegiatan Penutup:
Guru bersama siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran, yang digunakan pula untuk mengingat kembali materi yang baru saja dibahas.
Guru bersama siswa melakukan refleksi tentang kegiatan belajar yang baru saja dilaksanakan.
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membaca materi tentang pencatatan dalam jurnal khusus. 15 menit
3). Pertemuan Ketiga
No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal:
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru melakukan tanya jawab tentang ciri-ciri perusahaan dagang, akun-akun khusus pada perusahaan dagang, pengertian dan jenis-jenis jurnal khusus, kemudian mengaitkannya dengan materi yang akan dibahas.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Motivasi
Pemahaman mengenai perusahaan dagang serta cara pencatatannya akan mempermudah pemahaman materi selanjutnya. 10 menit
2 Kegiatan Inti:
Eksplorasi
Guru melakukan kegiatan tanya jawab dengan siswa tentang pencatatan transaksi ke jurnal khusus.
Siswa menuju ke kelompok masing-masing seperti pada pertemuan sebelumnya (kelompok asal). Setiap anggota kelompok diberi tugas untuk mempelajari materi pencatatan dalam jurnal khusus.
Siswa diberi kesempatan untuk membaca/mempelajari materi yang menjadi tugasnya masing-masing.
Elaborasi
Siswa bersama kelompok ahli berdiskusi untuk mengklasifikasikan transaksi-transaksi yang akan dicatat dalam setiap jurnal khusus.
Siswa mengerjakan soal latihan tentang pencatatan transaksi dalam jurnal khusus.
Siswa kembali ke kelompok asal, dan menjelaskan hasil kerja kelompoknya dengan tim ahli ke setiap anggota kelompok asal, secara bergantian.
Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok secara bergiliran. Siswa dari kelompok lain memberikan tanggapan.
Konfirmasi
Guru memberikan penguatan dan evaluasi terhadap hasil diskusi yang dipresentasikan siswa.
Guru melengkapi atau menambahkan materi yang berkaitan dengan materi yang presentasikan siswa. 65 menit
3 Kegiatan Penutup:
Guru bersama siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran, yang digunakan pula untuk mengingat kembali materi yang baru saja dibahas.
Guru bersama siswa melakukan refleksi tentang kegiatan belajar yang sudah dilaksanakan.
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membaca materi tentang pengertian dan tujuan posting jurnal khusus ke buku besar. 15 menit
E. Sumber dan Media Pembelajaran
Sumber
S Alam. 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Esis Erlangga (halaman 2-39)
Adji, wahyu, dkk. 2007. Ekonomi untuk SMA/ MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga (halaman 6-31)
Media Pembelajaran dan Alat
Media: Kartu soal dan kartu jawaban, LKS (Formulir Jurnal Khusus)
Alat: Viewer, laptop, papan tulis, spidol.
Penilaian
Jenis Penilaian
Tes
Non tes
Bentuk Penilaian
Tes tertulis
Pengamatan Proses pembelajaran
Portofolio
Standar Kompetensi: 1. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan dagang
Kompetensi Dasar : 1.2 Melakukan posting dari jurnal khusus ke buku besar
Indikator : 1. Menjelaskan pengertian dan tujuan posting jurnal khusus ke buku besar.
2. Menjelaskan prosedur posting dari jurnal khusus ke buku besar.
3. Melakukan posting dari jurnal khusus ke buku besar.
4. Menyusun neraca sisa.
Alokasi Waktu: 4 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menjelaskan pengertian dan tujuan posting jurnal khusus ke buku besar.
Siswa dapat menjelaskan prosedur posting dari jurnal khusus ke buku besar.
Siswa mampu melakukan posting dari jurnal khusus ke buku besar.
Siswa mampu menyusun neraca sisa.
B. Materi Pokok
Pengertian dan tujuan posting jurnal khusus ke buku besar.
Prosedur posting dari jurnal khusus ke buku besar.
Posting dari jurnal khusus ke buku besar dan buku pembantu.
Neraca sisa
C. Model dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran: Kooperatif
Metode Pembelajaran: Drill (latihan), ceramah, diskusi, dan presentasi.
D. Kegiatan Pembelajaran
1). Pertemuan Pertama
No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal:
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru mengingatkan kembali tentang materi sebelumnya dan dikaitkan dengan materi yang akan dipelajari, yaitu posting dari jurnal khusus ke buku besar.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Motivasi
Pemahaman mengenai pengertian, tujuan dan prosedur posting dari jurnal khusus ke buku besar akan mempermudah dalam menentukan saldo dari setiap akun yang digunakan pada perusahaan dagang pada saat tertentu. 10 menit
2 Kegiatan Inti:
Eksplorasi
Guru melakukan tanya jawab kepada siswa tentang pengertian dan tujuan posting dari jurnal khusus ke buku besar.
Siswa diberi kesempatan untuk membaca materi mengenai pengertian dan tujuan posting dari jurnal khusus ke buku besar, serta prosedur posting dari jurnal khusus ke buku besar.
Elaborasi
Siswa secara berkelompok berdiskusi untuk mendalami materi tentang pengertian, tujuan, prosedur dan posting dari jurnal khusus ke buku besar.
Guru meminta siswa untuk berkelompok dan tiap kelompok diberi latihan soal untuk memposting jurnal khusus yang telah dikerjakan pada pertemuan sebelumnya.
Siswa dari masing-masing kelompok secara bergiliran mempresentasikan proses posting. Siswa dari kelompok lain memperhatikan dan menganalisanya.
Siswa dari kelompok lain mengemukakan hasil analisanya.
Konfirmasi
Guru mengevaluasi hasil diskusi dan presentasi yang dilakukan siswa.
Guru memberikan penguatan atau melengkapi materi yang telah dipresentasikan oleh siswa. 65 menit
3 Kegiatan Penutup:
Guru bersama siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran, yang digunakan pula untuk mengingat kembali materi yang baru saja dibahas.
Guru bersama siswa melakukan refleksi tentang materi yang di pelajari hari ini.
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membaca materi selanjutnya, yaitu neraca saldo. 15 menit
2). Pertemuan Kedua
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal:
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru bertanya jawab dengan siswa untuk mengulas kembali materi tentang posting dan mengaitkannya dengan materi penyusunan neraca sisa.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Motivasi
Pemahaman materi mengenai posting dari jurnal khusus ke buku besar dan penyusunan neraca sisa akan membantu dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan. 10 menit
2 Kegiatan Inti:
Eksplorasi
Guru melakukan tanya jawab kepada siswa tentang pengertian neraca sisa, dan tujuan penyusunan neraca sisa.
Siswa diberi kesempatan untuk membaca materi tentang penyusunan neraca sisa.
Elaborasi
Siswa secara berkelompok diberi tugas untuk menyusun neraca sisa berdasarkan hasil posting yang telah dikerjakan pada pertemuan sebelumnya.
Siswa dari salah satu kelompok mendemonstrasikan proses penyusunan neraca sisa. Siswa dari kelompok lain memperhatikan dan menganalisanya.
Siswa dari kelompok lain mengemukakan hasil analisanya.
Konfirmasi
Guru mengevaluasi hasil diskusi dan presentasi yang dilakukannya bersama siswa.
Guru memberikan tambahan dan malengkapi materi yang telah dipresentasikan oleh siswa. 65 menit
3. Kegiatan Penutup:
Guru bersama siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran, yang digunakan pula untuk mengingat kembali materi yang baru saja dibahas.
Guru bersama siswa melakukan refleksi tentang materi yang di pelajari hari ini. 15 menit
E. Sumber dan Media Pembelajaran
Sumber
S Alam. 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Esis. (halaman 40-58)
Adji, wahyu, dkk. 2007. Ekonomi untuk SMA/ MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga. (halaman 40-45)
Media Pembelajaran dan Alat
Media : LKS (Formulir Buku Besar dan Neraca Saldo)
Alat : Viewer, laptop, papan tulis, spidol.
Penilaian
Jenis Penilaian
Tes
Non tes
Bentuk Penilaian
Tes tertulis
Pengamatan Proses pembelajaran
Portofolio
Standar Kompetensi: 1. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan dagang
Kompetensi Dasar: 1.3 Menghitung harga pokok penjualan
Indikator: 1. Menjelaskan pengertian harga pokok penjualan
2. Menjelaskan tujuan perhitungan harga pokok penjualan
3. Menjelaskan unsur-unsur harga pokok penjualan
4. Menghitung jumlah barang yang tersedia untuk dijual
5. Menghitung harga pokok penjualan
Alokasi Waktu: 4 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu menjelaskan pengertian harga pokok penjualan
Siswa mampu menjelaskan tujuan perhitungan harga pokok penjualan
Siswa mampu menjelaskan unsur-unsur harga pokok penjualan
Siswa mampu menghitung jumlah barang yang tersedia untuk dijual
Siswa mampu menghitung harga pokok penjualan
B. Materi Pokok
Harga pokok penjualan atau sering disebut harga perolehan adalah harga pokok dari barang yang dijual selama periode tertentu. Untuk menentukan harga pokok barang yang dijual kita bisa menggunakan rumus berikut ini:
HPP = Persedian barang tersedia dijual – persediaan akhir
Persediaan tersedia dijual = persediaan awal + pembelian bersih
Pembelian bersih = pembelian + beban angkut pembelian – (retur pembelian + potongan pembelian.
C. Model dan Metode Pembelajaran
1. Model Pembelajaran: Kooperatif
2. Metode pembelajaran: Drill (latihan), ceramah, diskusi, dan presentasi.
D. Skenario Pembelajaran
Pertemuan Pertama
No. Kegiatan Penjualan Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal:
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru melakukan tanya jawab dengan siswa untuk menggali pengetahuan dan pengalaman siswa tentang harga pokok penjualan, kemudian mengaitkannya dengan materi yang akan dibahas.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Motivasi
Dengan mempelajari perhitungan harga pokok penjualan pada perusahaan dagang akan memberi wawasan kepada siswa tentang bagaimana perusahaan dagang menghitung harga pokok barang yang dijualnya. 10 menit
2 Kegiatan Inti:
Eksplorasi
Guru menjelaskan kepada siswa tentang pengertian harga pokok penjualan, tujuan perhitungan harga pokok penjualan dan unsur-unsur harga pokok penjualan.
Guru memberikan contoh kasus beserta penyelesaiannya tentang perhitungan jumlah barang yang tersedia untuk dijual dan harga pokok penjualan pada perusahaan dagang.
Elaborasi
Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
Setiap siswa dalam kelompok diberi soal latihan agar siswa dapat mendalami materi. Setiap siswa mengerjakan soal tersebut sambil berdiskusi dengan teman dalam kelompoknya. Jika ada siswa yang mengalami kesulitan, maka siswa lain bertanggung jawab untuk membantu / menjelaskan sampai semua anggota kelompok menguasainya.
Guru berkeliling kelas untuk memantau aktivitas siswa dalam kelompoknya.
Konfirmasi
Guru memberikan evaluasi terhadap hasil kerja kelompok siswa.
Guru memberi penjelasan jika ada siswa yang belum jelas.
Guru memberikan penguatan atau pujian pada kelompok yang bekerja dengan baik. 65 menit
3 Kegiatan Akhir:
Guru bersama siswa membuat rangkuman/simpulan tentang materi perhitungan harga pokok produk.
Guru bersama siswa melakukan refleksi tentang kegiatan belajar yang sudah dilaksanakan.
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari kembali materi tentang menghitung jumlah barang yang tersedia untuk dijual dan menghitung harga pokok penjualan, karena pada pertemuan selanjutnya akan diadakan kuis. 15 menit
Pertemuan Kedua
No Kegiatan Penjualan Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal:
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru melakukan tanya jawab untuk mengingatkan kembali materi tentang pengertian, tujuan, dan unsur-unsur perhitungan harga pokok penjualan.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Motivasi
Jika siswa sudah benar-benar menguasai materi perhitungan harga pokok penjualan, maka akan dapat mengerjakan kuis dengan baik sehingga kelompok dapat memperoleh penghargaan. 10 menit
2 Kegiatan Inti:
Eksplorasi
Siswa diberi kesempatan, selama beberapa menit, untuk mempelajari kembali soal-soal latihan tentang menghitung jumlah barang yang tersedia untuk dijual dan menghitung harga pokok penjualan.
Elaborasi
Guru membagikan soal kuis kepada setiap siswa.
Siswa mengerjakan soal kuis secara individu.
Konfirmasi
Siswa bersama guru membahas soal kuis sambil mengoreksi lembar jawaban siswa.
Siswa bersama guru menghitung skor kuis yang diperoleh masing-masing siswa, dilanjutkan menghitung skor setiap kelompok.
Guru memberikan penghargaan pada kelompok yang memperoleh skor tertinggi. 65 menit
3 Kegiatan Akhir:
Guru bersama siswa melakukan refleksi tentang kegiatan belajar yang sudah dilaksanakan.
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membaca materi tentang membuat jurnal penyesuaian perusahaan dagang. 15 menit
E. Sumber dan Media Pembelajaran
Sumber
S Alam. 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Jakarta: Esis. (halaman 88-91)
Media Pembelajaran dan Alat
Media: LKS (Soal tentang Perhitungan Harga Pokok Penjualan)
Alat: Viewer, laptop, papan tulis, spidol.
Penilaian
Jenis Penilaian
Tes
Non tes
Bentuk Penilaian
Tes tertulis
Pengamatan Proses pembelajaran
Portofolio
Standar Kompetensi : 1. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan dagang
Kompetensi Dasar : 1.4 Membuat ikhtisar siklus akuntansi perusahaan dagang
Indikator : 1. Membuat jurnal penyesuaian perusahaan dagang
Melakukan posting jurnal penyesuaian ke buku besar
Membuat kertas kerja perusahaan dagang
Alokasi Waktu: 6 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu membuat jurnal penyesuaian perusahaan dagang.
Siswa mampu melakukan posting jurnal penyesuaian ke buku besar.
Siswa mampu menyususn kertas kerja perusahaan dagang.
B. Materi Pokok
Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang
Pendekatan Ikhtisar Laba Rugi
Pendekatan Harga Pokok penjualan (HPP)
Posting jurnal penyesuaian ke buku besar.
Kertas Kerja Perusahaan Dagang
C. Model dan Metode Pembelajaran
Model pembelajaran: Kooperatif
Metode Pembelajaran: Drill (latihan), ceramah, diskusi, dan presentasi.
D. Kegiatan Pembelajaran
1). Pertemuan Pertama
No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal:
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru bertanya jawab sambil mengulas kembali materi tentang neraca sisa kemudian mengaitkannya dengan materi jurnal penyesuaian perusahaan dagang.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Motivasi
Dengan menguasai materi tentang penyusunan jurnal penyesuaian perusahaan dagang, siswa dapat menyajikan data / laporan keuangan perusahaan secara benar. 10 menit
2 Kegiatan Inti:
Eksplorasi
Guru menjelaskan sambil bertanya jawab dengan siswa tentang alasan dibuatnya jurnal penyesuaian perusahaan dagang, disertai salah satu contoh jurnal penyesuaian.
Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
Secara berkelompok siswa menemukan dan mendiskusikan tentang contoh-contoh jurnal penyesuaian lainnya pada perusahaan dagang.
Elaborasi
Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
Setiap siswa dalam kelompok diberi soal latihan agar siswa dapat mendalami materi. Setiap siswa mengerjakan soal tersebut sambil berdiskusi dengan teman dalam kelompoknya. Jika ada siswa yang mengalami kesulitan, maka siswa lain bertanggung jawab untuk membantu / menjelaskan sampai semua anggota kelompok menguasainya.
Guru berkeliling kelas untuk memantau aktivitas siswa dalam kelompoknya.
Konfirmasi
Guru memberikan evaluasi terhadap hasil kerja kelompok siswa.
Guru memberi penjelasan jika ada siswa yang belum jelas.
Guru memberikan penguatan atau pujian pada kelompok yang bekerja dengan baik. 65 menit
3 Kegiatan Penutup:
Guru bersama siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran, yang digunakan pula untuk mengingat kembali materi yang baru saja dibahas.
Guru bersama siswa melakukan refleksi tentang materi yang dipelajari hari ini. 15 menit
2). Pertemuan Kedua
No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1. Kegiatan Awal:
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru bertanya jawab kepada siswa untuk mengingatkan kembali tentang materi jurnal penyesuaian.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Motivasi
Dengan menguasai materi posting jurnal penyesuaian ke buku besar akan membantu siswa dalam menghasilkan laporan keuangan yang akurat. 10 menit
2. Kegiatan Inti:
Eksplorasi
Guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang tujuan posting jurnal penyesuaian ke buku besar.
Siswa diberi kesempatan untuk membaca materi posting jurnal penyesuaian ke buku besar.
Elaborasi
Siswa secara berkelompok berdiskusi sambil melakukan posting jurnal penyesuaian ke buku besar.
Beberapa siswa, perwakilan dari setiap kelompok, mendemonstrasikan posting jurnal penyesuaian. Siswa dari kelompok lain memperhatikan dan menganalisanya.
Siswa dari kelompok lain mengemukakan hasil analisanya.
Konfirmasi
Guru mengevaluasi hasil diskusi dan presentasi yang dilakukannya bersama siswa.
Guru memberikan tambahan dan melengkapi materi yang telah dipresentasikan oleh siswa. 65 menit
3. Kegiatan Penutup:
Guru bersama siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran, yang digunakan pula untuk mengingat kembali materi yang baru saja dibahas.
Guru bersama siswa melakukan refleksi tentang materi yang di pelajari hari ini.
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membaca materi tentang kertas kerja perusahaan dagang.. 15 menit
Pertemuan Ketiga
No Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1. Kegiatan Awal:
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru mengulang kembali secara garis besar tentang materi pada pertemuan sebelumnya.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Motivasi
Dengan memahami penyusunan kertas kerja perusahaan dagang akan mempermudah siswa dalam menyusun laporan keuangan. 10 menit
2. Kegiatan Inti:
Eksplorasi
Guru melakukan tanya jawab kepada siswa tentang kertas kerja perusahaan dagang.
Siswa diberi kesempatan untuk membaca materi tentang kertas kerja perusahaan dagang.
Elaborasi
Siswa secara berkelompok berdiskusi untuk mendalami materi penyusunan kertas kerja pada perusahaan dagang.
Siswa, dalam kelompok. menyusun kertas kerja perusahaan dagang berdasarkan data yang telah dimilikinya.
Masing-masing kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas, sedangkan kelompok yang lain menanggapi.
Konfirmasi
Guru mengevaluasi hasil diskusi dan presentasi yang dilakukannya bersama siswa.
Guru memberikan tambahan dan malengkapi materi yang telah dipresentasikan oleh siswa. 65 menit
3. Kegiatan Penutup:
Guru bersama siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran, yang digunakan pula untuk mengingat kembali materi yang baru saja dibahas.
Guru bersama siswa melakukan refleksi tentang materi yang di pelajari hari ini. 15 menit
E. Sumber dan Media Pembelajaran
Sumber
Adji, wahyu, dkk. 2007. Ekonomi untuk SMA/ MA Kelas XII. Jakarta : Erlangga. (halaman 55-72)
S Alam. 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Esis. (halaman 64-82
Media Pembelajaran dan Alat
Media: Formulir buku Besar, Formulir Kertas Kerja.
Alat: Viewer, laptop, papan tulis, spidol.
Penilaian
Jenis Penilaian
Tes
Non tes
Bentuk Penilaian
Tes tertulis
Pengamatan Proses pembelajaran
Portof
Standar Kompetensi: 1. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan dagang
Kompetensi Dasar: 1.5 Menyusun laporan keuangan perusahaan dagang
Indikator: 1. Menyusun laporan laba-rugi
Menyusun laporan perubahan modal.
Menyusun neraca
Menyusun arus kas
Alokasi Waktu: 6 x 45 menit
Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menyusun laporan laba-rugi
Siswa dapat menyusun laporan perubahan modal.
Siswa dapat menyusun neraca
Siswa dapat menyusun arus kas.
Materi Pokok
Penyusunan Laporan Laba Rugi
Penyusunan Laporan Perubahan Modal
Penyusunan Neraca
Penyusunan Arus Kas
Model dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Kooperatif
Metode Pembelajaran : Drill (latihan), ceramah, diskusi, dan presentasi.
Skenario Pembelajaran
Pertemuan Pertama
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1 Kegiatan awal
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru melakukan tanya jawab tentang materi neraca lajur dan hubungannya dengan laporan laba rugi perusahaan dagang
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Motivasi
Laporan laba rugi perusahaan merupakan salah satu laporan keuangan perusahaan yang penting untuk menilai kinerja sebuah perusahaan. 10 menit
2
Kegiatan inti
Eksplorasi
Guru melakukan kegiatan tanya jawab dengan siswa tentang pengertian dan unsur-unsur dalam laporan laba rugi.
Siswa diminta untuk berdiskusi dengan teman di sebelahnya tentang cara penyusunan laporan keuangan laba rugi.
Elaborasi
Siswa secara berkelompok menyusun laporan laba rugi berdasarkan data yang telah tersedia.
Setiap kelompok bergabung dengan salah satu kelompok yang lain kemudian saling menyampaikan hasil pekerjaannya.
Beberapa wakil kelompok mempresentasikan hasil diskusi, dipimpin oleh guru.
Konfirmasi
Guru memberikan penguatan dan melengkapi jika presentasi siswa belum lengkap. 65 menit
3 Kegiatan akhir
Guru bersama siswa membuat rangkuman /menyimpulkan materi yang baru saja dibahas.
Guru dan siswa melakukan refleksi tentang pembelajaran hari itu.
Guru menugasi siswa untuk mempelajari materi tentang penyusunan Laporan Perubahan Modal dan Neraca. 15 menit
Pertemuan Kedua
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1 Kegiatan awal
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru mengulas kembali tentang materi sebelumnya, yaitu penyusunan laporan laba rugi, dan mengaitkannya dengan materi penyusunan laporan perubahan modal dan neraca.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Motivasi
Laporan perubahan modal dan neraca merupakan komponen laporan keuangan perusahaan yang penting untuk mengetahui kondisi keuangan sebuah perusahaan.
10 menit
2
Kegiatan inti
Eksplorasi
Guru melakukan kegiatan tanya jawab dengan siswa tentang laporan perubahan modal dan neraca.
Siswa diminta untuk berdiskusi dengan teman di sebelahnya tentang cara penyusunan laporan perubahan modal dan neraca, serta hubungan antara kedua laporan keuangan tersebut.
Elaborasi
Siswa secara berkelompok menyusun laporan perubahan modal dan neraca berdasarkan data yang telah tersedia. kelompok hendaknya berbeda dengan pasangan pada pertemuan sebelumnya.
Setiap kelompok bergabung dengan salah satu kelompok yang lain kemudian saling menyampaikan hasil pekerjaannya.
Beberapa wakil kelompok mempresentasikan hasil diskusi, dipimpin oleh guru.
Konfirmasi
Guru memberikan penguatan dan melengkapi jika presentasi siswa belum lengkap. 65 menit
3 Kegiatan penutup
Guru bersama siswa membuat rangkuman /menyimpulkan materi yang baru saja dibahas.
Guru dan siswa melakukan refleksi tentang pembelajaran hari itu.
Guru menugasi siswa untuk mempelajari materi tentang penyusunan Laporan Perubahan Modal dan Neraca. 15 menit
Pertemuan Ketiga
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1 Kegiatan awal
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru menanyakan tentang pendanaan dan investasi yang berkaitan dengan pembuatan laporan arus kas.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Motivasi
Laporan arus kas merupakan komponen laporan keuangan perusahaan yang penting untuk mengetahui aliran kas masuk dan kas keluar pada sebuah perusahaan. 10 menit
2
Kegiatan inti
Eksplorasi
Guru melakukan kegiatan tanya jawab dengan siswa tentang laporan arus kas.
Siswa diminta untuk berdiskusi dengan teman di sebelahnya tentang cara penyusunan laporan arus kas.
Elaborasi
Siswa secara berkelompok menyusun laporan arus kas berdasarkan data yang telah tersedia. kelompok hendaknya berbeda dengan kelompok pada pertemuan sebelumnya.
Setiap kelompok bergabung dengan salah satu kelompok yang lain kemudian saling menyampaikan hasil pekerjaannya.
Beberapa wakil kelompok mempresentasikan hasil diskusi, dipimpin oleh guru.
Konfirmasi
Guru memberikan penguatan dan melengkapi jika presentasi siswa belum lengkap. 65 menit
3 Kegiatan akhir
Guru bersama siswa membuat rangkuman /menyimpulkan materi yang baru saja dibahas.
Guru dan siswa melakukan refleksi tentang pembelajaran hari itu. 15 menit
Sumber dan Media Pembelajaran
Sumber
Adji, Wahyudi, dkk. 2007. Ekonomi untuk SMA/ MA Kelas XII. Jakarta : Erlangga. (halaman 84-101)
S Alam. 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta : Esis. (halaman 92-101)
Media Pembelajaran dan Alat
Media: LKS (Format Laporan Keuangan, meliputi: Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Neraca, dan Laporan Arus Kas)
Alat: Viewer, laptop, papan tulis, spidol.
Penilaian
Jenis Penilaian
Tes
Non tes
Bentuk Penilaian
Tes tertulis
Pengamatan Proses pembelajaran
Portofolio
Standar Kompetensi: 2. Memahami penutupan siklus akuntansi perusahaan dagang.
Kompetensi Dasar: 2.1 Membuat jurnal penutup
Indikator:
Menjelaskan pengertian dan tujuan pembuatan jurnal penutup.
Mengidentifikasi akun-akun yang perlu ditutup.
Menjelaskan langkah-langkah membuat jurnal penutup.
Membuat jurnal penutup.
Alokasi Waktu: 4 x 45 menit
Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu menjelaskan pengertian dan tujuan pembuatan jurnal penutup.
Siswa mampu mengidentifikasi akun-akun yang perlu ditutup.
Siswa mampu menjelaskan langkah-langkah membuat jurnal penutup.
Siswa mampu membuat jurnal penutup.
Materi Pokok
Pengertian dan tujuan pembuatan jurnal penutup.
Akun-akun yang perlu ditutup.
Langkah-langkah membuat jurnal penutup.
Membuat jurnal penutup.
Model dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran: Kooperatif
Metode Pembelajaran: Drill (latihan), ceramah, diskusi, dan presentasi.
Langkah- langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1 Kegiatan awal
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali materi tentang laporan keuangan dan mengaitkannya dengan materi jurnal penutup.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Motivasi
Dengan memahami materi jurnal penutup siswa akan mengetahui perbedaan fungsi akun riil dan akun nominal. 10 menit
2
Kegiatan inti
Eksplorasi
Guru memberikan penjelasan tentang pengertian, tujuan/ alasan perlunya dibuat jurnal penutup, akun-akun yang perlu ditutup, dan langkah-langkah pembuatan jurnal penutup.
Siswa diberi kesempatan beberapa saat untuk memikirkan apa yang telah dijelaskan oleh guru.
Siswa membentuk kelompok. kelompok yang dipilih adalah yang berbeda dengan kelompok pada pertemuan sebelumnya.
Elaborasi
Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
Setiap siswa dalam kelompok diberi soal latihan agar siswa dapat mendalami materi. Setiap siswa mengerjakan soal tersebut sambil berdiskusi dengan teman dalam kelompoknya. Jika ada siswa yang mengalami kesulitan, maka siswa lain bertanggung jawab untuk membantu / menjelaskan sampai semua anggota kelompok menguasainya.
Guru berkeliling kelas untuk memantau aktivitas siswa dalam kelompoknya.
Konfirmasi
Guru memberikan evaluasi terhadap hasil kerja kelompok siswa.
Guru memberi penjelasan jika ada siswa yang belum jelas.
Guru memberikan penguatan atau pujian pada kelompok yang bekerja dengan baik. 65 menit
3 Kegiatan akhir
Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang materi yang tadi dibahas.
Guru dan siswa melakukan refleksi tentang pengalaman belajar hari ini.
Siswa diberi tugas untuk membaca tentang contoh pembuatan jurnal penutup. 15 menit
Pertemuan Kedua
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1 Kegiatan awal
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru mengulas kembali tentang materi pada pertemuan sebelumnya, yaitu tentang akun-akun yang perlu ditutup, alasan dibuatnya jurnal penutup, dan langkah-langkah membuat jurnal penutup .
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Motivasi
Dengan mengalami/praktik membuat jurnal penutup siswa akan mengetahui perbedaan fungsi akun riil dan akun nominal secara lebih jelas. 10 menit
2
Kegiatan Inti
Eksplorasi
Siswa diminta untuk mencermati dan berdiskusi dengan teman disebelahnya tentang contoh pembuatan jurnal penutup yang ada di buku.
Siswa dibagi dalam kelompok.
Elaborasi
Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
Setiap siswa dalam kelompok diberi soal latihan agar siswa dapat mendalami materi. Setiap siswa mengerjakan soal tersebut sambil berdiskusi dengan teman dalam kelompoknya. Jika ada siswa yang mengalami kesulitan, maka siswa lain bertanggung jawab untuk membantu / menjelaskan sampai semua anggota kelompok menguasainya.
Guru berkeliling kelas untuk memantau aktivitas siswa dalam kelompoknya.
Konfirmasi
Guru memberikan evaluasi terhadap hasil kerja kelompok siswa.
Guru memberi penjelasan jika ada siswa yang belum jelas.
Guru memberikan penguatan atau pujian pada kelompok yang bekerja dengan baik. 65 menit
3. Kegiatan akhir
Guru dan siswa membuat kesimpulan tentang materi jurnal penutup.
Dengan panduan guru, siswa melakukan refleksi tentang pembelajaran hari itu. 15 menit
Sumber dan media
Pegangan Siswa
S Alam. 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Esis. (halaman 102-103)
Adji, wahyudi, dkk. 2007. Ekonomi untuk SMA/ MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga. (halaman 112-115)
Media Pembelajaran dan Alat
Media: LKS (Formulir Jurnal penutup).
Alat: Viewer, laptop, papan tulis, spidol.
Penilaian
Jenis Penilaian
Tes
Non tes
Bentuk Penilaian
Tes tertulis
Pengamatan Proses pembelajaran
Portofolio
Standar Kompetensi: 2. Memahami penutupan siklus akuntansi perusahaan dagang.
Kompetensi Dasar: 2.2 Melakukan posting jurnal penutup ke buku besar
Indikator: 1. Melakukan posting jurnal penutup ke buku besar.
Alokasi Waktu: 2 x 45 menit
Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat memposting jurnal penutup ke dalam buku besar.
Materi Pokok
Posting jurnal penutup.
Model dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Kooperatif
Metode Pembelajaran: Drill (latihan), ceramah, diskusi, dan presentasi.
Langkah- langkah Pembelajaran
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru mengulang kembali materi pada pertemuan sebelumnya yaitu tentang jurnal penutup, dan mengaitkannya dengan materi posting jurnal penutup.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Motivasi
Dengan mempelajari materi ini akan memberikan pemahaman kepada siswa tentang manfaat posting jurnal penutup. 10 menit
2
Kegiatan Inti
Eksplorasi
Guru menggali pengetahuan siswa tentang manfaat dan proses posting jurnal penutup ke dalam buku besar.
Elaborasi
Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok dengan anggota 4 siswa.
Siswa diberi waktu untuk memposting jurnal penutup bersama teman dalam kelompoknya.
Secara sukarela siswa menuliskan jawabannya di depan kelas, dan siswa yang lain memperhatikan dan menganalisa.
Siswa memberi tanggapan atas jawaban yang tertulis di papan tulis.
Konfirmasi
Guru memberikan evaluasi terhadap hasil kerja kelompok yang dipresentasikan siswa.
Guru memberikan penjelasan tentang hal-hal yang kurang dimengerti siswa. 65 menit
3 Kegiatan Akhir
Guru dan siswa melakukan refleksi
Guru melakukan evaluasi . 15 menit
Sumber dan Media Pembelajaran
Sumber
S Alam. 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Esis. (halaman) 103-107
Adji, Wahyudi, dkk. 2007. Ekonomi untuk SMA/ MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga. (halaman 116-12
Media Pembelajaran dan Alat
Media: LKS (Formulir Buku Besar).
Alat: Viewer, laptop, papan tulis, spidol.
Penilaian
Jenis Penilaian
Tes
Non tes
Bentuk Penilaian
Tes tertulis
Pengamatan Proses pembelajaran
Portofolio
Standar Kompetensi: 1. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan dagang
Kompetensi Dasar: 2.3 Membuat neraca saldo setelah penutupan buku
Indikator: 1. Menyusun neraca saldo setelah penutupan
2. Menjelaskan pengertian jurnal pembalik
3. Menjelaskan tujuan pembuatan jurnal pembalik
4. Mengidentifikasi akun-akun yang perlu dibalik
5. Membuat jurnal pembalik
Alokasi Waktu: 8 x 45 menit
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menyusun neraca saldo setelah penutupan
2. Siswa mampu menjelaskan pengertian jurnal pembalik
3. Siswa mampu menjelaskan tujuan pembuatan jurnal pembalik
4. Siswa mampu mengidentifikasi akun-akun yang perlu dibalik
5. Siswa mampu membuat jurnal pembalik
B. Materi Pokok
Neraca Saldo Setelah Penutupan
Pengertian Jurnal Pembalik
Tujuan Pembuatan Jurnal Pembalik
Akun-akun yang perlu dibalik
Contoh Jurnal Pembalik
C. Model dan Metode Pembelajaran
Model Pembelajaran : Kooperatif
Metode Pembelajaran: Drill (latihan), ceramah, diskusi, dan presentasi.
D. Skenario Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1. Kegiatan Awal
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru melakukan tanya jawab tentang posting jurnal penutup ke buku besar kemudian mengaitkannya dengan materi yang akan dibahas, yaitu penyusunan neraca saldo setelah penutupan.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Motivasi
Dengan membuat neraca saldo setelah penutupan, siswa akan mengetahui saldo akun-akun yang masih memiliki saldo pada akhir periode. 10 menit
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Guru melakukan kegiatan tanya jawab dengan siswa tentang neraca saldo setelah penutupan.
Siswa diberi kesempatan untuk membaca materi tentang neraca saldo setelah penutupan.
Elaborasi
Siswa dibagi dalam beberapa kelompok dengan anggota 4 siswa.
Secara berkelompok siswa berdiskusi untuk mendalami materi tentang penyusunan neraca saldo setelah penutupan.
Salah satu kelompok (secara suka rela) mempresentasikan proses penyusunan neraca saldo setelah penutupan berdasarkan hasil posting jurnal penutup yang telah dikerjakan pada pertemuan sebelumnya. Siswa dari kelompok lain memperhatikan dan menganalisanya.
Siswa dari kelompok lain mengemukakan hasil analisanya.
Konfirmasi
Guru memberikan penguatan dan evaluasi terhadap hasil diskusi yang dipresentasikan siswa.
Guru melengkapi atau menambahkan materi yang berkaitan dengan materi yang presentasikan siswa. 65 menit
3 Kegiatan Awal
Guru bersama siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran, yang digunakan pula untuk mengingat kembali materi yang baru saja dibahas.
Guru bersama siswa melakukan refleksi tentang kegiatan belajar yang sudah dilaksanakan.
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membaca materi tentang pengertian jurnal pembalik, mengidentifikasi akun-akun yang perlu dibalik, tujuan pembuatan jurnal pembalik. 15 menit
Pertemuan Kedua
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru melakukan tanya jawab tentang neraca saldo setelah penutupan, kemudian mengaitkannya dengan materi yang akan dibahas.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Motivasi
Pemahaman mengenai pengertian dan tujuan pembuatan jurnal pembalik, serta akun-akun yang perlu dibalik akan mempermudah siswa dalam membuat jurnal pembalik. 10 menit
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Guru melakukan kegiatan tanya jawab dengan siswa tentang pengertian jurnal pembalik, tujuan pembuatan jurnal pembalik.
Siswa diberi kesempatan untuk membaca materi tentang tujuan pembuatan jurnal pembalik dan mengidentifikasi akun-akun yang perlu dibalik.
Elaborasi
Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
Setiap siswa dalam kelompok diberi soal latihan agar siswa dapat mendalami materi. Setiap siswa mengerjakan soal tersebut sambil berdiskusi dengan teman dalam kelompoknya. Jika ada siswa yang mengalami kesulitan, maka siswa lain bertanggung jawab untuk membantu / menjelaskan sampai semua anggota kelompok menguasainya.
Guru berkeliling kelas untuk memantau aktivitas siswa dalam kelompoknya.
Konfirmasi
Guru memberikan evaluasi terhadap hasil kerja kelompok siswa.
Guru memberi penjelasan jika ada siswa yang belum jelas.
Guru memberikan penguatan atau pujian pada kelompok yang bekerja dengan baik. 65 menit
3 Kegiatan Akhir
Guru bersama siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran, yang digunakan pula untuk mengingat kembali materi yang baru saja dibahas.
Guru bersama siswa melakukan refleksi tentang kegiatan belajar yang sudah dilaksanakan.
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk membaca materi tentang membuat jurnal pembalik. 15 menit
3. Pertemuan Ketiga
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1. Kegiatan Awal
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru melakukan tanya jawab tentang pengertian jurnal pembalik, tujuan pembuatan jurnal pembalik, dan mengidentifikasi akun-akun yang perlu dibalik, kemudian mengaitkannya dengan materi yang akan dibahas.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Motivasi
Pemahaman mengenai alasan penyusunan jurnal pembalik akan memperjelas siswa tentang manfaat pembuatan juranl pembalik. 10 menit
2 Kegiatan Inti
Eksplorasi
Guru melakukan kegiatan tanya jawab dengan siswa tentang pembuatan jurnal pembalik.
Siswa diberi kesempatan untuk membaca materi tentang pembuatan jurnal pembalik.
Elaborasi
Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
Setiap siswa dalam kelompok diberi soal latihan agar siswa dapat mendalami materi. Setiap siswa mengerjakan soal tersebut sambil berdiskusi dengan teman dalam kelompoknya. Jika ada siswa yang mengalami kesulitan, maka siswa lain bertanggung jawab untuk membantu / menjelaskan sampai semua anggota kelompok menguasainya.
Guru berkeliling kelas untuk memantau aktivitas siswa dalam kelompoknya.
Konfirmasi
Guru memberikan evaluasi terhadap hasil kerja kelompok siswa.
Guru memberi penjelasan jika ada siswa yang belum jelas.
Guru memberikan penguatan atau pujian pada kelompok yang bekerja dengan baik. 65 menit
3 Kegiatan Awal
Guru bersama siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran, yang digunakan pula untuk mengingat kembali materi yang baru saja dibahas.
Guru bersama siswa melakukan refleksi tentang kegiatan belajar yang sudah dilaksanakan.
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mengerjakan latihan yang diberikan. 15 menit
4. Pertemuan Keempat
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu
1. Kegiatan Awal
Pembuka
Guru memberikan salam dan menyapa siswa untuk menyadarkan siswa bahwa guru sudah berada di dalam kelas.
Apersepsi
Guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang materi jurnal pembalik yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Motivasi
Pemahaman mengenai penyusunan jurnal pembalik akan melengkapi pengetahuan siswa tentang siklus akuntansi perusahaan dagang. 10 menit
2 Kegiatan Inti
Eksplorasi
Siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok dengan anggota masing-masing 4 siswa.
Tiap kelompok mengerjakan soal latihan tentang pembuatan jurnal pembalik.
Elaborasi
Siswa dibagi dalam beberapa kelompok.
Setiap siswa dalam kelompok diberi soal latihan agar siswa dapat mendalami materi. Setiap siswa mengerjakan soal tersebut sambil berdiskusi dengan teman dalam kelompoknya. Jika ada siswa yang mengalami kesulitan, maka siswa lain bertanggung jawab untuk membantu / menjelaskan sampai semua anggota kelompok menguasainya.
Guru berkeliling kelas untuk memantau aktivitas siswa dalam kelompoknya.
Konfirmasi
Guru memberikan evaluasi terhadap hasil kerja kelompok siswa.
Guru memberi penjelasan jika ada siswa yang belum jelas.
Guru memberikan penguatan atau pujian pada kelompok yang bekerja dengan baik. 65 menit
3 Kegiatan Akhir
Guru bersama siswa membuat rangkuman/simpulan pelajaran, yang digunakan pula untuk mengingat kembali materi yang baru saja dibahas.
Guru bersama siswa melakukan refleksi tentang kegiatan belajar yang sudah dilaksanakan.
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mengerjakan latihan yang diberikan. 15 menit
E. Sumber dan Media Pembelajaran
Sumber
S Alam. 2007. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta: Esis. (halaman 108-112)
Adji, wahyudi, dkk. 2007. Ekonomi untuk SMA/ MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga. (halaman 121-136)
Media Pembelajaran dan Alat
Media: LKS (Formulir Neraca Saldo setelah Penutupan, Formulir Jurnal Pembalik)
Alat: Laptop, viewer, papan tulis, spidol
Penilaian
Jenis Penilaian
Tes
Non tes
Bentuk Penilaian
Tes tertulis
Pengamatan Proses pembelajaran
Portofolio
Bandung,Desember 2014
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
NIP:NIP:

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Telah kita ketahui bahwa proses akuntansi merupakan salah satu hal terpenting yang harus ada dalam suatu perusahaan. Karena proses akuntansi ini merupakan sistem informasi berupa laporan keuangan untuk mengambil keputusan bisnis agar lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Apabila proses ini dapat dijalankan dengan baik, maka perusahaan tersebut dapat dikatakan berhasil.
Namun, tidak sedikit pula perusahaan-perusahaan mengalami gulung tikar akibat dari kesalahan dalam pencatatan siklus akuntansi. Oleh karena itu, sebelumnya kita harus mengetahui dan memahami terlebih dahulu bagaimana tahapan pencatatan siklus akuntansi yang baik dan benar agar perusahaan yang kita miliki dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Rumusan Masalah
Bagaimana dampak bagi perusahaan jasa apabila terjadi kesalahan dalam proses pencatatan siklus akuntansi?
Bagaimana tahapan pencatatan siklus akuntansi perusahaan jasa yang baik dan benar?
Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah
Untuk mengetahui dampak kesalahan dalam pencatatan siklus akuntansi,
Untuk mengetahui dan memahami tahapan pencatatan siklus akuntansi perusahaan jasa yang baik dan benar.
Manfaat
Manfaat yang diharapkan setelah melakukan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
Bagi penulis, makalah ini dapat membantu untuk memperdalam ilmu tentang tahap-tahap pencatatan siklus akuntansi yang baik dan benar,
Bagi pengusaha, makalah ini dapat memberi masukan dan upaya-upaya meningkatkan perusahaan jasa yang dimilikinya agar berjalan dengan baik.
Prosedur Makalah
Prosedur makalah yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan metode studi pustaka. Studi pustaka adalah segala usaha yang dilakukan oleh penulis untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang ditulis. Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun elektronik lain (internet).
Langkah-langkah penulisan ini meliputi :
Kajian pustaka untuk pengembangan konsep dasar yang menjadi fokus penulisan. Dalam hal ini, melakukan kajian terhadap kepustakaan mengenai pengertian siklus akuntansi, perusahaan jasa, karakteristik perusahaan jasa dan dampak kesalahan dalam pencatatan siklus akuntansi.
Pengumpulan data yang didapat dari beberapa sumber
Penyusunan makalah
BAB II
ISI
Landasan Teori
Pengertian Siklus Akuntansi
Dalam akuntansi terdapat siklus akuntansi yang terdiri dari kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pelaporan informasi ekonomi. Definisi siklus akuntansi, yang dikemukakan Michel Suharli (2006:49) bahwa pengertian siklus akuntansi adalah urutan transaksi, peristiwa, aktivitas, dan proses dari awal seperti lingkaran yang tidak akan pernah putus.
Sedangkan pengertian siklus akuntansi menurut Sofyan Syafri Harahap (2003:16) dalam bukunya teori akuntansi bahwa "Proses akuntansi adalah proses pengolahan data sejak terjadai transaksi, kemudian transaksi ini memiliki bukti yang sah sebagai dasar terjadinya transaksi kemudian berdasarkan data atau bukti ini, maka diinput ke proses pengolahan data sehingga menghasilkan output berupa informasi laporan keuangan".
Kesimpulan dari kedua definisi di atas, siklus akuntansi merupakan suatu proses pengolahan data yang terdiri dari urutan transaksi yang berdasarkan bukti transaksi, sehingga dapat menghasilkan informasi laporan keuangan.
Dalam siklus akuntansi terdapat tahap-tahap proses pengolahan data, yang saling berurutan hingga menghasilkan suatu informasi keuangan. Tahap-tahap dalam siklus akuntansi menurut Ely Suhayati dan Sri Dewi Anggadini (2005:16) dalam modulnya Pengantar Akuntansi I adalah sebagai berikut :
Tahap Pencatatan
Pembuatan atau penerimaan bukti transaksi
Pencatatan dalam jurnal (buku harian)
Pemindahbukuan ke buku besar
Tahap Pengihtisaran
Pembuatan neraca saldo (trial balance)
Jurnal penyesuaian
Neraca saldo disesuaikan
Perhitungan rugi laba dan neraca
Penyusunan laporan keuangan
Jurnal penutup
Pembuatan neraca saldo penutup
Jurnal pembalik.
Pengertian Perusahaan Jasa
Perusahaan adalah suatu unit kegiatan produksi yang mengelola sumber-sumber ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dan agar dapat memuaskan kebutuhan masyarakat.
Sedangkan jasa atau layanan adalah aktivitas ekonomi yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa perusahaan jasa adalah perusahaan yang kegiatannya menjual atau memberi jasa kepada pihak lain atau masyarakat. Contohnya : Bank, asuransi, transportasi, kantor angkutan, bengkel, salon, dan sebagainya.
Karakteristik Perusahaan Jasa
Terdapat empat karakteristik yang membedakan antara jasa dan barang, yaitu :
Intangibility (Tak berwujud)
Jasa memiliki sifat tidak dapat dilihat dan diraba.
Inseparability (tidak dapat dipisahkan)
Produksi dan penjualan jasa terjadi pada waktu yang bersamaan dan tidak dapat dipisahkan.
Perishability (tidak dapat disimpan)
Jasa tidak dapat disimpan untuk dijual kembali pada waktu yang berbeda.
Variability (berubah ubah)
Perusahaan jasa dapat bergerak dalam berbagai bidang usaha jasa antara lain:
Transportasi, meliputi perusahaan bus kota, perusahaan taksi, dan perusahaan angkutan kota/desa
Reparasi dan pemeliharaan, meliputi bengkel, cuci mobil, dan cleaning service.
Komunikasi, meliputi telepon, radio, tv, serta penerbitan surat kabar dan majalah.
Tempat tinggal, meliputi mess, hotel, dan penginapan.
Keahlian perseorangan, meliputi salon kecantikan, tukang jahit dan studio foto.
Hiburan, meliputi bioskop dan tempat rekreasi.
Profesi, meliputi akuntan, pengacara, rumah sakit bersalin dan notaris.
Kesalahan dalam Pencatatan Siklus Akuntansi
Kesalahan dalam Pencatatan Jurnal Umum
Suatu transaksi tidak dicatat dalam jurnal. Misalnya suatu transaksi penjualan jasa lupa tidak dicatat,maka tidak ada pendebitan dan pengkreditan yang bersangkutan dengan transaksi tersebut. Akibatnya jumlah keseluruhan sisi debit dan kredit tetap seimbang.
Suatu transaksi dicatat dalam jurnal dengan satuan uang yang salah. Misalnya transaksi penjualan jasa sebesar Rp 150.000 secara tunai dicatat Rp 105.000. transaksi tersebut dicatat sebagai Kas sisi debit sebesar Rp 105.000 dan pada penjualan sisi kredit dalam jumlah yang sama yaitu Rp 105.000. Dengan demikian posisi antara debit dan kredit tetap seimbang.
Suatu transaksi dicatat dalam jurnal lebih dari satu kali. Misalnya transaksi penjualan jasa sebesar Rp. 150.000 dicatat dua atau tiga kali, maka terdapat dua atau tiga kali pendebitan dan pengkreditan dalam jumlah yang sama, masing-masing Rp. 150.000. Sudah tentu kejadian ini tidak mempengaruhi kesamaan antara sisi debit dan sisi kredit.
Suatu transaksi dicatat dalam jurnal pada rekening yang tidak semestinya. Misalnya transaksi penjualan jasa sebesar Rp. 150.000 tunai, dicatat pada rekening piutang usaha di sisi debit dan penjualan di sisi kredit. Sekalipun pencatatan pada rekening piutang usaha adalah keliru, namun ia tidak berpengaruh terhadap keseluruhan di sisi debit. Dan karena sudah dilakukan pengkreditan yang benar maka sisi debit dan sisi kredit tetap dalam jumlah yang sama.
Kesalahan dalam Memposting ke Buku Besar
Kesalahan pada saat membukukan transaksi ke buku besar
1) Kesalahan jumlah yang dibukukan ke perkiraan
2) Jurnal debet dibukukan ke kredit atau sebaliknya
3) Kelalaian membukukan jurnal.
Pembahasan
Dampak Kesalahan dalam Proses Pencatatan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
Dampak Kesalahan dalam Pencatatan Jurnal Umum
Suatu transaksi tidak dicatat dalam jurnal.
Hal ini menyebabkan jumlah pendebitan dan pengkreditan akan lebih kecil. Dan tidak sesuai dengan bukti transaksi yang terdapat pada perusahaan jasa tersebut.
Suatu transaksi dicatat dalam jurnal dengan satuan uang yang salah.
Kesalahan ini merupakan kesalahan yang sangat fatal. Perusahaan tentu saja dapat mengalami kerugian apabila satuan uang dicatat lebih kecil atau lebih besar dari transaksi yang telah dilakukan oleh perusahaan tersebut.
Suatu transaksi dicatat dalam jurnal lebih dari satu kali.
Hal ini menyebabkan jumlah akhir yang tercantum pada jurnal umum akan terlalu besar.
Suatu transaksi dicatat dalam jurnal pada rekening yang tidak semestinya. Hal ini akan berdampak tidak baik bagi perusahaan, karena menyebabkan suatu transaksi akan dihitung terlalu besar dan rekening pengimbangnya dihitung terlalu kecil.
Dampak Kesalahan dalam Memposting ke Buku Besar
Kesalahan jumlah yang dibukukan ke perkiraan.
Kesalahan ini berdampak pada tidak adanya kesesuaian antara jumlah yang terdapat pada jurnal umum dan buku besar.
Jurnal debet dibukukan ke kredit atau sebaliknya.
Menyebabkan ketidaksesuaian antara saldo yang tercantum dalam buku besar dengan saldo yang sebenarnya.
Kelalaian membukukan jurnal.
Dalam membukukan sebuah jurnal, kita harus teliti dalam pencatatannya. Apabila dalam proses tersebut sudah mengalami kesalahan, maka jurnal tersebut tidak dapat diposting ke buku besar.
Dalam siklus akuntansi ini, setiap tahapan yang dicatat saling berkaitan. Jika dalam tahap awal sudah terjadi kesalahan, maka diproses akuntansi selanjutnya tidak akan mendapatkan hasil yang tepat pula.
Pada intinya, suatu perusahaan jasa pasti mengalami kerugian apabila kesalahan-kesalahan ini terjadi. Oleh karena itu, dalam pencatatan akuntansi diperlukan kecermatan untuk menghindari kesalahan pada tahap-tahap berikutnya.
Tahap Pencatatan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
Agar kita tidak mengalami kesalahan dalam pencatatan siklus akuntansi perusahaan jasa, maka kita harus mengetahui dan memahami tahapan-tahapan dalam pencatatan siklus akuntansi terlebih dahulu. Terdapat 3 tahap proses pencatatan siklus akuntansi, yaitu
3649183121920Buku besar
Buku besar
2460516129540Jurnal umum
Jurnal umum
1255395126365Bukti transaksi
Bukti transaksi

20458611187453251091121920
Bukti transaksi
Bukti transaksi merupakan tahap pertama dalam proses pencatatan siklus akuntansi perusahaan jasa. Oleh karena itu, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan bukti transaksi tersebut. Bukti transaksi ini merupakan sumber untuk mencatat sebuah jurnal umum. Bukti transaksi terbagi atas 2 bagian, diantaranya :
Bukti transaksi intern
Bukti transaksi intern adalah bukti transaksi yang khusus dibuat oleh perusahaan jasa dan dibuat untuk intern perusahaan jasa tersebut. Yang termasuk bukti transaksi intern adalah sebagai berikut :
Bukti kas masuk
Bukti kas masuk yaitu bukti transaksi yang menyatakan bahwa suatu perusahaan tersebut telah menerima uang (pendapatan) secara tunai.
Bukti kas keluar
Bukti kas keluar ini merupakan tanda bukti bahwa perusahaan itu sendiri yang mengeluarkan uang tunai. Misalnya untuk pembelian secara tunai, pembayaran gaji, utang, listrik dan pengeluaran-pengeluaran lainnya.
Memo
Memo adalah bukti transaksi yang dibuat oleh seorang manajer untuk bagian-bagian lainnya yang ada di perusahaan tersebut. Isi dari memo yaitu berupa perintah pencatatan suatu kejadian.
Bukti transaksi ekstern
Bukti transaksi ekstern adalah bukti pencatatan transaksi yang dibuat oleh suatu perusahaan untuk pihak di luar perusahaan. Bukti transaksi ekstern ini terdiri dari berbagai jenis, diantaranya :
Faktur
Faktur adalah tanda bukti yang dibuat apabila telah terjadi pembelian atau penjualan secara kredit.
Kuitansi
Kuitansi adalah bukti transaksi berupa penerimaan sejumlah uang secara tunai, kemudian ditanda tangani oleh penerima uang dan diserahkan kepada yang membayarkan uang tersebut.
Nota
Nota adalah bukti transaksi yang didapat ketika kita sudah melakukan pembelian atas sejumlah barang secara tunai.
Nota debet
Nota debet ini dibuat sebagai bukti jika suatu perusahaan melakukan retur pembelian. Karena barang yang dibeli secara kredit itu tidak sesuai dengan pesanan atau rusak. Dan penjual setuju jika barangnya diterima kembali atau harganya dikurangi.
Nota kredit
Nota kredit adalah bukti transaksi yang dibuat jika terjadi retur penjualan. Nota kredit ini dikirimkan oleh suatu perusahaan yang membeli barangnya secara kredit sehubungan barang yang dijual tidak sesuai pesanan atau terdapat kerusakan. Dan penjual setuju menerima barangnya kembali atau memberikan potongan harga terhadap barang yang dibeli oleh pelanggannya tersebut.
Cek
Cek adalah bukti transaksi berupa surat perintah yang dibuat oleh seseorang yang mempunyai rekening di Bank. Dengan cara mencantumkan nama yang bersangkutan dan jumlah uang yang akan diambil, kemudian Bank membayar sejumlah uang kepada pihak yang namanya tercantum dalam cek tersebut.
Jurnal Umum
Jurnal umum adalah tahap kedua dalam proses pencatatan siklus akuntansi perusahaan jasa. Salah satu fungsi jurnal umum ini adalah memudahkan pencatatan transaksi ke dalam buku besar. Jadi, setelah bukti-bukti transaksi terkumpul, maka kita pindahkan ke dalam jurnal umum terlebih dahulu. Mengenai bentuk jurnal umum, dapat dilihat di bawah ini :
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
1) 2) 3) 4) 4)
K
Keterangan :
Kolom ini digunakan untuk mencatat tanggal, bulan dan tahun terjadinya transaksi pada perusahaan tersebut.
Kolom ini digunakan untuk mencatat keterangan singkat tentang transaksi yang telah dilakukan perusahaan.
Kolom referensi ini digunakan untuk mencatat kode akun setelah diposting ke buku besar. Jika belum dipindahkan, maka kolom ini dibiarkan kosong saja.
Kolom debet dan kredit ini digunakan untuk mencatat jumlah dari transaksi yang dilakukan perusahaan.
Namun sebelum memulai proses pencatatan jurnal umum, hendaknya kita harus mengetahui mekanisme debet dan kredit terlebih dahulu, yaitu sebagai berikut.
Nama Akun Bertambah dicatat : Berkurang dicatat : Saldo Normal
Aktiva Disisi debet Disisi kredit Debet
Beban Disisi debet Disisi kredit Debet
Pendapatan Disisi kredit Disisi debet Kredit
Modal Disisi kredit Disisi debet Kredit
Utang Disisi kredit Disisi debet Kredit
Setelah itu, baru lah proses pencatatan jurnal umum dapat dilakukan. Berikut ini cara mencatat transaksi ke dalam jurnal umum, yaitu :
Mencatat tanggal
Tanggal dicatat di baris kedua pada kolom tanggal yang berlajur kecil.
Bulan dicatat di baris kedua pada kolom tanggal yang berlajur besar dan hanya ditulis satu kali pada setiap halamannya.
Tahun dicatat di atas nama bulan dan dicatat hanya satu kali pada setiap halaman.
Mencatat perkiraan pada kolom keterangan
Nama perkiraan yang harus dicatat di debet, maka nama perkiraan tersebut dicatat sebelah atas. Sedangkan nama perkiraan yang harus dicatat di sebelah kredit, maka nama perkiraannya dicatat di bawah nama perkiraan yang di debet dan penulisannya menjorok sedikit ke sebelah kanan.
Mencatat reference
Diisi dengan nomor kode perkiraan apabila jurnal itu sudah dipindahkan ke dalam buku besar.
Mencatat halaman jurnal
Halaman jurnal ini diisi sesuai dengan lembaran jurnalnya.
Penulisan Rp (rupiah) hanya dicatat dibaris paling atas dari kolom debet maupun kredit dan juga pada jumlah akhirnya.
Untuk lebih memahami cara penyusunan jurnal umum, berikut ini terdapat contoh suatu kasus transaksi pada perusahaan jasa, yaitu :
Nyonya Cahyani akan mendirikan usaha jasa salon dengan nama "CAHAYA". Transaksi selama bulan Januari 2014 sebagai berikut :
Januari2 Nyonya Cahyani menyetor uang tunai untuk modal sebesar Rp 50.000.000,00
5 Membeli perlengkapan salon secara tunai Rp 15.000.000
Bentuk jurnal umumnya sebagai berikut :
Jurnal Umum
Salon "CAHAYA"
Periode Januari 2014
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
2014
Januari 2
5 Kas
Modal Ny. Cahyani
Perlengkapan
Kas Rp 50.000.000
15.000.000 Rp 50.000.000
15.000.000
Jumlah Rp 65.000.000 Rp 65.000.000

Buku Besar
Buku besar merupakan tahap akhir dalam proses pencatatan siklus akuntansi perusahaan jasa. Buku besar adalah sebuah buku yang memuat kumpulan akun-akun yang terdapat pada jurnal umum. Salah satu tujuan dalam pembuatan buku besar ini adalah untuk mempermudah seorang akuntan untuk memberikan informasi kepada pemimpinnya berupa saldo yang tersisa pada perusahaannya tersebut.
Terdapat 4 bentuk buku besar, diantaranya :
1860550370840Bentuk T
20627161572290328515015675600 Debet Nama AkunKredit
Bentuk Skontro
Nama Akun
No. Akun :
Debet Kredit
Tgl. Keterangan Ref Jumlah Tgl. Keterangan Ref Jumlah
Bentuk 3 kolom
Nama Akun
No. Akun :
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Bentuk "Page" (4 kolom)
Nama Akun
No. Akun :
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Jumlah Jumlah Debet Kredit
Kegiatan pemindahan saldo-saldo dalam jurnal umum keakun dalam buku besar dapat disebut juga pemindahbukuan atau posting. Adapun langkah-langkah yang harus kita lakukan dalam memposting ke buku besar ini yaitu :
Mencatat nama akun dan nomor akun yang terdapat pada jurnal umum yang akan dipindahkan ke dalam buku besar.
Memindahkan tanggal yang terdapat pada jurnal umum ke kolom buku besar.
Mencatat keterangan yang diambil dari uraian pada jurnal umum ke kolom keterangan dalam buku besar.
Memindahkan nomor halaman dari jurnal umum ke kolom Ref (reference) yang terdapat pada buku besar. Misalnya JU 1, yang artinya jurnal umum halaman 1.
Memindahkan jumlah debet dalam jurnal umum ke dalam kolom debet pada buku besar dan memindahkan jumlah kredit dalam jurnal umum ke dalam kolom kredit pada buku besar.
Agar lebih memahami dalam proses pemindahbukuan dari jurnal umum ke buku besar, akan diberikan contoh prosesnya. Di sini saya akan memposting dari jurnal umum salon "CAHAYA" yang sudah saya cantumkan di halaman sebelumnya. Dalam contoh di bawah ini, buku besar yang digunakan adalah bentuk 4 kolom. Karena dengan bentuk 4 kolom ini, kita dapat lebih mudah untuk membacanya serta memahaminya.
Kas No. 101
Tgl. Keterangan Ref Debet
(Rp) Kredit
(Rp) Saldo
Debet
(Rp) Kredit
(Rp)
2014 2
5 Modal Ny. Cahyani
Perlengkapan JU 1
JU 1 50.000.000 15.000.000 50.000.000
35.000.000 Perlengkapan No. 102
Tgl. Keterangan Ref Debet
(Rp) Kredit
(Rp) Saldo
Debet
(Rp) Kredit
(Rp)
2014
Januari 5 Kas JU 1
15.000.000 15.000.000 Modal Ny. CahyaniNo. 301
Tgl. Keterangan Ref Debet
(Rp) Kredit
(Rp) Saldo
Debet
(Rp) Kredit
(Rp)
2014
Januari 2
Kas
JU 1
50.000.000 50.000.000
BAB III
PENUTUP
Simpulan
Dampak Kesalahan dalam Proses Pencatatan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
Pada intinya, suatu perusahaan jasa pasti mengalami kerugian apabila kesalahan-kesalahan dalam proses pencatatan siklus akuntansi perusahaan jasa ini terjadi. Oleh karena itu, dalam pencatatan akuntansi diperlukan kecermatan untuk menghindari kesalahan pada tahap-tahap berikutnya.
Tahap Pencatatan Siklus Akuntansi
Agar kita tidak mengalami kesalahan dalam pencatatan siklus akuntansi perusahaan jasa, maka kita harus mengetahui dan memahami tahapan-tahapan dalam pencatatan siklus akuntansi terlebih dahulu. Terdapat 3 tahap proses pencatatan siklus akuntansi, yaitu :
Bukti Transaksi
Bukti transaksi intern
Bukti transaksi ekstern
Jurnal umum
Jurnal umum adalah tahap kedua dalam proses pencatatan siklus akuntansi perusahaan jasa. Salah satu fungsi jurnal umum ini adalah memudahkan pencatatan transaksi ke dalam buku besar. Jadi, setelah bukti-bukti transaksi terkumpul, maka kita pindahkan ke dalam jurnal umum terlebih dahulu.
Langkah-langkah pencatatan jurnal umum :
Mencatat tanggal
Mencatat perkiraan pada kolom keterangan
Mencatat reference
Mencatat halaman jurnal
Penulisan Rp (rupiah) hanya dicatat dibaris paling atas dari kolom debet maupun kredit dan juga pada jumlah akhirnya.
Buku Besar
Buku besar merupakan tahap akhir dalam proses pencatatan siklus akuntansi perusahaan jasa. Buku besar adalah sebuah buku yang memuat kumpulan akun-akun yang terdapat pada jurnal umum. Salah satu tujuan dalam pembuatan buku besar ini adalah untuk mempermudah seorang akuntan untuk memberikan informasi kepada pemimpinnya berupa saldo yang tersisa pada perusahaannya tersebut.
Langkah-langkah yang harus kita lakukan dalam memposting ke buku besar ini yaitu :
Mencatat nama akun dan nomor akun yang terdapat pada jurnal umum yang akan dipindahkan ke dalam buku besar.
Memindahkan tanggal yang terdapat pada jurnal umum ke kolom buku besar.
Mencatat keterangan yang diambil dari uraian pada jurnal umum ke kolom keterangan dalam buku besar.
Memindahkan nomor halaman dari jurnal umum ke kolom Ref (reference) yang terdapat pada buku besar. Misalnya JU 1, yang artinya jurnal umum halaman 1.
Memindahkan jumlah debet dalam jurnal umum ke dalam kolom debet pada buku besar dan memindahkan jumlah kredit dalam jurnal umum ke dalam kolom kredit pada buku besar.
Saran
Sebagai seorang akuntan harus dapat memahami semua proses pencatatan siklus akuntansi dalam perusahaan jasa yang dimilikinya. Selain itu, diperlukan juga kecermatan serta ketelitian dalam proses pencatatannya. Karena dengan cara itulah proses akuntansi akan berjalan dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Anastasia dan Agus. (2013). Panduan Belajar Mandiri Ekonomi. Depok: CV Arya Duta
Haryanto. (2012). "Pengertian Siklus Akuntansi". [Online]. Tersedia: http://ilmuakuntansi.web.idHawami, Farid. (2014). "Pengertian Perusahaan". [Online]. Tersedia: http://pardi87.heck.inHidayah, Siti. (2013). "Kesalahan dalam Akuntansi". [Online]. Tersedia: http://accountingismylife.blogspot.com
Suryandari. (2012). "Jurnal Posting Neraca Saldo Jurnal Koreksi". [Online]. Tersedia: http://slideshare.netWulandari. (2012). "Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur". [Online]. Tersedia: http://wulan40.blogspot.comBAB IPENDAHULUANLatar Belakang MasalahDi era globalisasi ini orang lebih baik sadar dan berpikir kreatif untuk menciptakan lapangan pekerjaan dari pada mencari pekerjaan. Sehingga masyarakat bergerak dalam dunia usaha dan bisnis. Bermacam-macam peluang dan kesempatan yang ada dalam kegiatan dunia usaha dan bisnis, menuntut perlu adanya penilaian tentang seberapa besar kegiatan tersebut sehingga mampu memberikan manfaat bila diusahakan kepada calon perusahaan.
Penilaian tersebut sangat diperlukan dan dianalisis dari berbagai aspek, aaspek keuanganlah yang paling penting. Untuk menganalisanya, laporan keuanganlah yang digunakan. Laporan keuangan merupakan proses akuntansi karena memuat pelaporan keuangan yang menjadi salah satu sumber informasi penting yang digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan baik pihak internal maupun eksternal dalam pengambilan keputusan ekonomi di masa yang akan datang. Dan merupakan hasil dari proses akuntansi yang pada umumnya terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan catatan laporan keuangan dalam suatu periode tertentu yang digunakan untuk pihak yang berkepentingan dengan perusahaan tersebut dalam proses pengambilan keputusan.
Namun, laporan keuangan yang digunakan untuk memertimbangkan keputusan investasi adalah laporan arus kas yang memuat estimasi aliran kas. Hal ini dikarenakan estimasi kas melibatkan berbagai variabel, individu, dan berbagai bagian atau departemen dalam perusahaan. Misalnya, proyeksi penjualan dan harga diperoleh dari bagian pemasaran, proyeksi aliran kas keluar yang berkaiatan dengan produk baru disediakan oleh bagia produksi, dan proyeksi biaya operasi diperoleh dari bagian akuntansi biaya, produksi, pembelian dan bagian yang terkait.
Salah satu keputusan ekonomi adalah keputusan investasi. Keputusan investasi merupakan keputusan yang dibuat oleh manajer keuangan untuk mengalokasikan modal baik berupa aktiva lancar atau aktiva tetap yang dimiliki dengan waktu jangka panjang atau lama guna mengharapkan keuntungan di masa yang akan datang. Untuk pengambilan keputusan investasi ini, laporan keuanganlah yang digunakan untuk memertimbangkan keputusan investasi.
Investasi sendiri memiliki banyak manfaat salah satunya untuk memperluas usaha karena dengan adanya investasi yang memberikan penambahan modal maka usaha dapat diperluas. Misalnya penambahan modal dibelikan pada pembelian bahan atau mesin.
Dari uraian tersebut, maka laporan keuangan dan keputusan investasi memiliki keterhubungan. Dimana laporan keuangan memengaruhi keputusan investasi. Semua informasi yang dibutuhkan dalam keputusan investasi disajikan dalam laporan keuangan. Oleh karena itu, berdasarkan uraian diatas maka penulis dalam penulisan makalah ini mengambil judul "Pengaruh Laporan Keuangan terhadap Keputusan Investasi".
Rumusan MasalahAdapun rumusan masalah dalam penulisan makalh ini adalah:
Apa yang dimaksud dengan laporan keuangan?
Apa yang dimaksud dengan keputusan investasi?
Bagaimana pengaruh laporan keuangan terhadap keputusan investasi?
TujuanAdapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan laporan keuangan.
Untuk mengetahui apa yan dimaksud dengan keputusan investasi.
Untuk mengetahui pengaruh laporan keuangan terhadap keputusan investasi.
Manfaat Penulisan MakalahAdapun manfaat teori dari penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui pengaruh laporan keuangan terhadap keputusan investasi. Sedangkan manfaat praktis dari penulisan makalah ini yaitu:
Bagi Penulis
Bagi penulis manfaat penulisan makalah ini yaitu meningkatnya kemampuan seorang penulis dalam menulis makalah, mengetahui laporan keuangan dan pengaruhnya terhadap keputusan investasi.
Bagi Pembaca
Bagi Pembaca manfaat makalah ini yaitu mengetahui pengaruh laporan keuangan terhadap keputusan investasi disamping dari manfaat mengetahui arti dari laporan keuangan dan keputusan investasi. Selain itu, apabila pembaca merupakan manager keuangan atau investor ataupun calon menjadi profesi tersebut maka akan bermanfaat sekali nantinya.
Bagi Manager Keuangan dan Investor
Bagi Manager Keuangan tentunya makalah ini membatu dalam kinerja pembuatan laporan keuangan yang mampu menarik investor untuk menanamkan modalnya. Sedangkan bagi investor membatu dalam pertimbangan penanaman modal pada perusahaan sehingga penanaman dapat memberikan manfaat yang besar.
Prosedur Penulisan MakalahProsedur dalam penulisan makalah ini yaitu menggunakan studi literatur, yang merupakan pengambilan dari berbagai referensi baik dari buku-buku atau dari internet yang berhubungan dengan masalah dalam makalah ini.

BAB IIKAJIAN TEORIISILAPORAN KEUANGANPengertian Laporan KeuanganBerikut ini beberapa pengertian laporan keuangan menurut beberapa ahli dalam skripsi di internet:
Menurut Siegel yang dialihbahasakan oleh Kurdi (Anonim, 2009:13) menjelaskan bahwa laporan keuangan yang diperlukan adalah neraca, laporan laba rugi, dan laporan posisi keuangan, ketiganya dapat digabungkan dengan laporan pelengkap untuk melukiskan status keuangan atau kinerja organisasi.
Menurut S. Munawir (Anonim, 2009:13) menyebutkan bahwa laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunaan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktiitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.
Menurut Mambuh M. Hanafi (Anonim, 2009:13), laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang penting disamping informasi lain seperti informasi industri, kondisi perekonomian pangsa pasar perusahaan, kualitas manajemen dan lainnya.
Menurut Sofyan Syafri Harahap (Anonim, 2009:13), laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha dari suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka wakti tertentu.
Menurut IAI (Anonim, 2009:13), laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap, biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
Berdasarkan beberapa pengertian laporan keuangan tersbut, maka dapat dikatakan bahwa laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan yang menjadi salah satu sumber informasi penting yang digunakan oleh para pengelola organisasi dalam pengambilan keputusan ekonomi di masa yang akan datang. Dan merupakan hasil dari proses akuntansi yang pada umumnya terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan catatan laporan keuangan dalam suatu periode tertentu yang digunakan untuk pihak yang berkepentingan dengan perusahaan tersebut dalam proses pengambilan keputusan.
Laporan Keuangan (Financial Statements) adalah informasi keuangan yang disajikan dan disiapkan oleh manajemen dari suatu perusahaan kepada pihak internal dan eksternal, yang berisi seluruh kegiatan bisnis dari satu kesatuan usaha yang merupakan salah satu alat pertanggungjawaban dan komunikasi manajemen kepada pihak-pihak yang membutuhkannya. Laporan keuangan merupakan seperangkat laporan keuangan formal (full set) yang terdiri dari:
Laporan Laba Rugi (income statement)
Laporan ini melaporkan pendapatan dan beban selama suatu periode waktu tertentu. Dalam laporan, pendapatan disajikan pertama kali, baru setelah itu diikuti dengan beban.
Laporan Ekuitas Pemilik (owner's equity statement)
Laporan ini merangkum perubahan-perubahan yang terjadi pada ekuitas pemilik selama suatu periode tertentu.
Neraca (balane sheet)
Laporan ini melaporkan aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik pada tanggal tertentu.
Laporan Arus Kas (statement of chas flow)
Laporan ini merangkum seluruh informasi mengenai arus kas masuk dan arus kas keluar untuk periode tertentu.
Catatan atas pelaporan keuangan (notes of financial statement)
Catatan ini berisi informasi yang tidak dapat diungkapkan dalam keempat laporan keuangan di atas, yang mengungkapkan seluruh prinsip, prosedur, metode, dan teknik yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan tersebut.
Pelaporan Keuangan (Financial Reporting)Pelaporan keuangan adalah laporan keuangan yang ditambah dengan informasi-informasi lain yang berhubungan, baik langsung maupun tidak langsung dengan informasi yang disediakan oleh sistem akuntansi keuangan, seperti informasi tentang sumber daya perusahaan, earnings, current cost, informasi tentang prospek perusahaan yang merupakan bagian integral dengan tujuan untuk memenuhi tingkat pengungkapan yang cukup.
Menurut SFAC Nomor 1 tentang Objective of Financial Reporting by Business Enterprises (Anonim, para 5), tujuan pelaporan keuangan adalah:
Menyediakan informasi yang berguna bagi investor, kreditor, dan pengguna potensial lainnya dalam membantu proses pengambilan keputusan yang rasional atas investasi, kredit dan keputusan lain yang sejenis.
Menyediakan informasi yang berguna bagi investor, kreditor, dan pengguna potensial lainnya yang membantu dalam menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian prospek penerimaan kas dari dividen atau bunga dan pendapatan dari penjualan, penebusan atau jatuh tempo sekuritas atau pinjaman. Menaksir aliran kas masuk (future cash flow) pada perusahaan.
Memberikan informasi tentang sumber daya ekonomi, klaim atas sumber daya tersebut dan perubahannya. 
Sedangkan rumusan tujuan pelaporan keuangan tersebut, berkaitan dengan aspek-aspek sebagai berikut:
Informasi yang berguna untuk keputusan kredit dan investasi.
Informasi yang berguna untuk menilai prospek arus kas.
Informasi tentang alokasi sumber daya ekonomi, klaim dan perubahannya.
Dalam paragraf berikutnya SFAC mengemukakan bahwa pelaporan harus menyajikan tentang kinerja dan earnings dari satu kesatuan usaha tersebut, yaitu:
Pelaporan harus menyediakan informasi tentang kinerja keuangan perusahaan (financial performance) selama suatu periode tertentu.
Pelaporan kinerja keuangan tersebut berguna untuk mengukur earning power dengan seluruh komponennya, karena para pengguna sangat berkepentingan atas prospek penerimaan kas bersih dari perusahaan.
Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi, bagaimana manajemen perusahaan mempertanggungjawabkan kepada para stakeholdersnya atas pengelolaan sumber daya ekonomi yang telah dipercayakan kepada manajemen. 
Sementara itu, bagi organisasi nirlaba (nonbisnis) tujuan pelaporan keuangan akan berbeda dengan pelaporan keuangan untuk perusahaan bisnis. Perbedaan tujuan tersebut dikarenakan karakteristik organisasi yang berbeda. Berikut adalah karakteristik dari organisasi nonbisnis, antara lain:
Tidak terdapatnya indikator kinerja seperti pada perusahaan bisnis.
Tujuannya tidak mencari keuntungan.
Jumlah sumber daya yang diterima dari penyedia sumber daya, maka penyedia sumber daya tersebut tidak berharap menerima pembayaran atau manfaat ekonomi dari sumber daya yang diberikannya.
Hak kepemilikan tidak dapat dijual, ditransfer atau ditebus, atau tidak terdapat hak untuk memperoleh bagian distribusi sumber daya residual ketika organisasi tersebut dilikuidasi.
c. Tujuan Laporan KeuanganMenurut IAI (Anonim, 2009:19) laporan keuangan disusun dengan tujuan untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Berdasarkan tujuan laporan keuangan tersebut dapat dikatakan bahwa laporan keuangan merupakan alat komunikasi dan tujuan pokok laporan keuangan dapat diuraikan sebagai berikut:
Menyajikan informasi sebagai dasar untuk emngambil keputusan.
Membantu pihak yang berkepentingan khususnya bagi pihak luar perusahaan yang sangat memutuhkan informasi tentang kegiatan ekonomi suatu perusahaan.
Memberika informasi kepada pemilik dan pihak-pihak yang berkepetingan untuk membuat prediksi dan evaluasi tentang kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba baik dari sudut maupun penggunaan data.
Informasi mengenai posisi keuangan, kinerja dan peubahan posisi keuangan sangat diperlukan untuk dapat melakukan evaluasi atas kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas, setara kas, waktu dan kepastian dari hasil tersebut. Posisi kuangan perusahaa dipengaruhi oleh sumber daya yang dikendalikan, struktur keuangan, likuiditas, dan solvabilitas serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
Informasi perubahan posisi keuangan perusahaan bermanfaat untuk menilai efektiitas, pendanaan dan operasi perusahaan selama periode pelaporan. Selain itu, informasi juga berguna untuk menilai kebutuhan perusahaan dalam memanfaatkan arus kas tersebut.
Tujuan umum laporan keuangan dalam arti luas menurut Prinsip Akuntansi Indonesia (Anonim, 2009:20) adalah:
Memberikan informasi keuangan yang terpercaya tentang sumber ekonomi dan kewajiban perusahaan.
Memberikan informasi yang terpercaya tentang sumber kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha di dalam mencari laba.
Mamberikan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
Memberikan informasi yang diperlukan lainnya tentang perubahan harta dan kewajiban.
Mengungkapkan informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yan g relavan untuk kebutuhan pemakai laporan.
Dari beberapa tujuan laporan keuangan tersebut dapat dikatakan bahwa informasi mengenai posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan sangat diperlukan untuk dapat melakukan evaluasi atas kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas, setara kas, waktu dan kepastian dar hasil tersebut.
Pemakai Laporan KeuanganPara pemakai laporan keuangan ini menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi beberapa kebutuhan informasi yang berbeda. Berdasarkan IAI (Anonim, 2009:20), para pemakai lapopran keuangan adalah:
Investor
Bagi investor laporan keuangan sangant penting dalam menentukan kebijaksanaan penanaman modal dalam suatu perusahaan, apakah perusahaan tersebut memiliki prospek yang cukup baik dan untuk mengetahui jaminan investasi serta untuk mengetahui kondisi kerja atau kondisi keuangan jangka panjang. Para investor berkepentingan terhadap yang melekat dan hasil pengembangan dari investasi yang dilakukan. Investor ii membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menanam, atau menjua investasi tersebut. Selain itu, mereka juga tertarik pada informasi yang memungkinkan melakukan penilaian terhadap perusahaan dalam membayar deviden.
Kreditur (Pemberi Pinjaman)
Para kreditur tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat diukur pada saat jatuh tempo.
Pemasok dan Kreditur Usaha Lainnya
Pemasok tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditur usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek dibandingkan kreditur.
Para Pemegang Saham
Para pemegang saham berkepentingan dengan informasi mengenai kemajuan perusahaan, pembagian keuntungan yang akan diperoleh, dan penambahan modal untuk business plan berikutnya.
Pelanggan
Para pelanggan berkepentingn dengan informasi mengenai kelangsungsn hidup perusahaan, terutama jika mereka terllibat dala perjanjian jangka panjang dengan atau bergantung pada perusahaan.
Pemerintah
Pemerintah daln lembaga yang berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan oleh karenanya berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Selain itu, mereka juga mebutuhkan informasu untuk mengatur aktiviatas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
Karyawan
Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakilinya tertarik pada informasi stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka melakukan penilaian atas kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja.
Masyarakat
Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara, seperti pemberian kontribusi pada pereokomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan kepada para penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.
Manajemen
Manajemen juga bekepentingan dengan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan menskipun memiliki akses terhadap informasi manajemen dan keuangan tambahan yang membantu dalam melaksanakan tanggung jawab perencanaan, pengenalian dan pengambilan keputusan.
Sedangkan manfaat lainnnya bagi pihak yang tidak berkepentingan terhadap laporan keuangan antara lain:
Konsultan dan Para Analisis Keuangan
Konsultan dan para analisis keuangan berkepentingan dalam memberikan nasehat kepada investor dan calaon investor dalam mengambil keputusan investasi, maupun dalam menilai prospek investasi dimasa yang akan datang.
Ahli Hukum
Berkepentingan dalam memberikan saran kepada kliennya mengenai pembagian deviden atau keuangan maupun perjanjian-perjanjian lain dengan rekan kliennya.
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bersifat umum, sehingga tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan informasi setiap pemakai. Berhubung para investor merupakan penanam modal berisiko, maka ketentuan laporan keuangan yang memenuhi kebutuhan mereka juga akan memenuhi sebagian besar kebutuhan pemakai lain.
Karakteristik Laporan KeuanganInformasi yang ada dalam laporan keuangan dan dalam laporan lainnya yang dibuat perusahaan untuk melaporkan kegiatannya harus memiliki karakteristik tertentu untuk memenuhi kebutuhan pemakainya. Karakterisktik kualitatif laporan keuangan merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan tersebut berguna bagi para pemakai dalam efektivitas pengambilan keputusan ekonomi. Menurut SAK (Anonim, 2009:23), terdapat 4 karakteristik kualitatif pokok, yaitu:
Dapat Dipahami
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai. Untuk maksud ini, pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas eknomi dan bisnis, akuntansi serta kemauan untuk memperlajari informasi dengan ketekunan yang wajar. Namun demikian, informasi komplek yang seharusnya dimasukkan dalam laporan keuanan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan behsa informasi tersebut terlalu sulit unutk dipahami oleh pemakai tertentu.
Relavan
Agar bermanfaat, informasi harus relavan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses engambilan keputusan, informasi memiliki kualitas relavan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kni, atau masa depan, menegaskan, atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa lalu.
Keandalan
Agar bermanfaat, informasi juga harus andal (reliable). Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan aterial, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian tulus atau jujur dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan.
Dapat Dibandingkan
Pemakai harus dapar membandingkan laporan keuangn perusahaan antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi keuangan dan kinerja keuangan, pemakai juga harus dapat membandingkan laporan antar perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja, serta posisi keuangan secara relatif. Oleh karena itu, pengukuran dan penyajian dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang serupa harus dilakukan secara konsisten untuk perusahaan tersebut antar periode perusahaan yang sama dan unutk perusahaan yang berbeda.
Informasi yang disediakan oleh laporan keuangan tidak akan berguna seandainya tidak relavam. Dalam membuat keputusan pemakai tidak hanya engerti atau memahami informasi yang disajikan, tetepi juga harus mampu menilai tingkat keandalan dan dapat diperbandingkan dengan informasi tentang kemungkinan aternatif dan pengalaman yang lalau. Sehingga laporan keuangan dapat memberika informasi yang berguna untuk mengambil keputusan ekonomi.
Sifat dan Keterbatasan Laporan KeuanganLaporan keuangan berisi informasi yang berguna bagi pemakai laporan keuangan, mengenai sifat laporan keuangan, SAK menyebutkan bahwa laporan keuangan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pihak-pihak tertentu saja. Agar laporan keuangan lebih bermanfaat bagi pihak-pihak tertentu yang berkepentingan maka harus dikaitkan analisis dan interpretasi terlebih dahulu. Interpretasi laporan keuangan adalah menghubungkan angka-angka yang terdapat dalam laporan keuangan, termasuk hasil analisisnya dengan leputusan usaha yang akan diambil, dari hubungan ini dapat dilakukan penilaian terhadap perusahaan yang bersangkutan, sehingga dapat ditarik kesimpulan untuk mengambil keputusan.
Menurut IAI (Anonim, 2009:27), sifat dan keterbatasan laporan keuangan adalah:
Laporan keuangan bersifat historis, yaitu laporan atau kejadian yang telah terlewat. Karenanya laporan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
Laporan keuangan bersifat umum, disajikan untuk semua pemakai dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu saja, misalnya untuk pajak bank dan lainnya.
Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai perimbangan.
Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material. Demikian pula penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu mungkin tidak dilaksanakan jika hal itu dianggap tidak material atau tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan laporan keuangan.
Laporan keuangan bersifat konservtif dalam menghadapi ketidakpastian, bila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, maka lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil.
Laporan keuangan lebih menekankan pada makna eknomis suatu peristiwa atau transaksi daripaa bentuk hukumnya (formalitas).
Laporan keuangan disusun dengan istilah-istilah teknis, dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan.
Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan sifat dari informasi yang dilaporkan.
Informasi bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantitatifkan umumnya diabaikan.
Dengan memahami sifat dan keterbatasan laporan keuangan, maka pengguna informasi kaporan keungan dapat menjada keungkina salah tafsir terhadp informasi yang diberikan, sehingga kesimpulan yang diambil lebih akurat.
INVESTASIPengertian investasiBerikut ini beberapa pengertian investasi menurut para ahli yang diambil dalam jurnal di internet:
Menurut Sunariyah (Erza 3, 2013:1) investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.
Menurut Mulyadi (Erza 3, 2013:1) Investasi adalah pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk menghasilkan laba di masa yang akan datang.
Menurut Supriyono (Erza 3, 2013:1)Investasi juga dapat didefinisikan sebagai penanaman modal atau pemilikan sumber-sumber dalam jangka panjang yang akan bermanfaat pada beberapa periode akuntansi yang akan datang.
Menurut Halim ( Erza 3, 2013:1) investasi adalah penempatan sejumah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang.
Umumnya investasi dapat dibedakan menjadi dua, menurut Halim (Erza 3, 2013:1) yaitu:
Investasi pada financial assets
Investasi ini dibedakan lagi menjadi 2, yaitu:
Investasi pada financial assets yang dilakukan di pasar uang, misalnya berupa sertifikat deposito, commercial paper, surat berharga pasar uang dan lainnya.
Investasi pada financial assets yang dilakukan di pasar modal, misalnya berupa saham, obligasi, waran, opsi dan lainnya.
Investasi pada real assets
Investasi pada real assets diwujudkan dalam bentuk pembelian harta produktif, pendirian pabrik, pembukaan pertambangan, pembukaan perkebunan dan lainnya
Investasi pada real assets termasuk dalam keputusan investasi (capital budgeting), yaitu keseluruhan proses perencanaan dan pengambilan keputusan tentang pengeluaran dana, di mana jangka waktu kembalinya dana tersebut labih dari setahun. Dengan demikian keputusan investasi mempunyai arti sangat penting bagi perusahaan karena menurut Riyanto ( Erza 3, 2013:2) , mengemukakan beberapa alasan yaitu:
Dana yang dikeluatkan akan terikat untuk jangka waktu yang panjang. Ini berarti perusahaan harus menunggu selama waktu yang panjang atau lama sampai keseluruhan dana yang tertanam dapat diperoleh kembali oleh perusahaan.
Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan terhadap hasil penjualan di waktu yang akan datang. Kesalahan dalam mengadakan forecasting akan dapat mengakibatkan adanya over investment atau under investment dalam aktiva tetap. Apabila over investment akan memberikan beban tetap yang besar bagi perusahaan. Sebaliknya jika under investment akan mengakibatkan kekurangan peralatan, yang ini dapat mengakibatkan perusahaan bekerja dengan harga pokok yang tinggi sehingga mengurangi daya bersaingnya atau kemungkinan lain ialah kehilangan sebagian dari pasar bagi produknya.
Pengeluaran dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang besar. Jumlah dana yang besar itu mungkin tidak dapat diperoleh dalam jangka waktu yang pendek atau mungkin tidak dapat diperoleh sekaligus.
Kesalahan dalam pengambilan keputusan mengenai pengeluaran modal tersebut akan mempunyai akibat yang panjang dan berat. Kesalahan dalam pengambilan keputusan ini tidak dapat diperbaiki tanpa adanya kerugian.
Jenis-Jenis InvestasiMenurut Mulyadi (Erza 3, 2013:3), investasi dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu:
Investasi yang tidak menghasilkan laba (non-profit investment)
Investasi jenis ini timbul karena adanya peraturan pemerintah atau karena syarat-syarat kontrak yang telah disetujui, yang mewajibkan perusahaan untuk melaksanakannya tanpa mempertimbangkan laba atau rugi. Misalnya karena air limbah yang telah digunakan dalam proses produksi jika dilarikan keluar pabrik akan mengakibatkan timbulnya pencemaran lingkungan, maka pemerintah mewajibkan perusahaan untuk memasang instalasi pembersih air limbah, sebelum air limbah dibuang ke luar pabrik.
Investasi yang tidak dapat diukur labanya (non-measurable profit investment)
Investasi ini dimaksudkan untuk menaikkan laba, namun laba yang diharapkan akan diperoleh perusahaan dengan adanya investasi ini sulit untuk dihitung secara teliti. Sebagai contoh adalah pengeluaran biaya promosi produk untuk jangka panjang, biaya penelitian dan pengembangan, dan biaya program pelatihan dan pendidikan karyawan.
Investasi dalam penggantian ekuipmen (replacement investment)
Investasi jenis ini meliputi penggeluaran untuk penggantian mesin dan peralatan yang ada. Informasi penting yang perlu dipertimbangkan dalam keputusan penggantian mesin dan peralatan adalah informasi akuntansi diferensial yang berupa akitva diferensial dan biaya diferensial. Penggantian mesin biasanya dilakukan atas dasar pertimbangan adanya penghematan biaya (biaya diferensial) yang akan diperoleh atau adanya kenaikan produktivitas (pendapatan diferensial) dengan adanya penggantian tersebut.
Investasi dalam perluasan usaha (expansion investment)
Investasi jenis ini merupakan pengeluaran untuk menambah kapasitas produksi atau operasi menjadi lebih besar dari sebelumnya. Untuk memutuskan jenis investasi ini, yang perlu dipertimbangkan adalah apakah aktiva diferensial yang diperlukan untuk perluasan usaha diperkirakan akan menghasilkan laba diferensial (yang merupakan selisih antara pendapatan diferensial dengan biaya diferensial) yang jumlahnya memadai. Kriteria yang perlu dipertimbangkan adalah taksiran laba masa yang akan datang (yang merupakan selisih pendapatan dengan biaya) dan kembalian investasi (return on investment) yang akan diperoleh karena adanya investasi tersebut.
Tujuan InvestasiTujuan perusahaan mengadakan investasi pada umumnya adalah:
Untuk dapat mengadakan pengawasan terhadap kebijaksanaan atau kegiatan perusahaan lain.
Untuk memperoleh pendapatan yang tepat secara terus menerus.
Untuk membentuk suatu dana guna tujuan tertentu.
Untuk membina hubungan baik dengan peusahaan lain.
Untuk tujuan-tujuan lainnya.
Tentu saja investasi juga perlu diatur agar tidak terjadi over investment atau under invesment. Menurut Husnan (Erza 3, 2013:5), perngaturan investasi modal yang efektif perlu memerhatikan beberapa faktor berikut ini:
Adanya usul-usul investasi.
Penaksiran aliran kas dari usul-usul investasi tersebut.
Evaluasi aliran kas tersebut.
Memilih proyek-proyek sesuai dengan ukuran tertentu.
Penilaian terus menerus terhadap proyek investasi setelah proyek tersebut diterima.
Aspek Penting Perencanaan dalam Investasi Pengeluaran ModalMenurut Gunawan Adisaputro dan Yunita Anggraini (Erza 3, 2013:5), mengemukakan bahwa ada beberapa aspek penting perencanaan dalam investasi pengeluaran modal, yaitu:
Investasi pada aktiva tetap akan mengikat perusahaan untuk jangka waktu lama, sehingga keputusan yang keliru akan memberi dampak beban tetap jangka panjang dalam bentuk:
Biaya depresiasi yang berat.
Beban bunga modal pinjaman bila pembelanjaan aktiva itu sebagian atau seluruhnya berasal dari pinjaman bank yang memiliki pengaruh besar terhadap arus kas.
Apabila kapasitas mesin yang dipilih terlalu besar dan tidak dapat dimanfaatkan secara memadai, maka akibatnya biaya tetap per unit produk akan meningkat. Hal itu jelas berpengaruh terhadap kemampuan bersaing produk perusahaan itu di pasar. Sehingga secara luas pula pengaruhnya terhadap prospek perusahaan selama bertahun-tahun.
Adanya kesulitan untuk menjual kembali aktiva tetap yang telah dipakai karena tidak tersedianya pasar aktiva tetap bekas pakai.
Investasi aktiva tetap umumnya membutuhkan dana dalam jumlah besar, sehingga mempengaruhi kebutuhan dana secara keseluruhan. Oleh karenanya akan mempengaruhi risiko usaha maupun risiko keuangan yang dihadapi perusahaan.
Oleh karena investasi membutuhkan tambahan modal yang besar, kerapkali tidak dapat dipenuhi oleh sumber internal (modal sendiri).
Kekeliruan pemilihan kapasitas yang tepat akan membawa akibat yang lama dan panjang terhadap biaya (cost) per unit produk, harga jual, keuntungan dan daya saing perusahaan.
Sehingga berdasarkan alasan-alasan tersebut diperlukan perencanaan yang teliti dan cermat sebelum keputusan investasi akan diambil.
Metode Penilaian InvestasiSetelah informasi yang relavan terkumpul, barulah dapat dilakukan evaluasi terhadap layak tidaknya suatu usulan investasi. Dalam keputusan investasi hana ada dua alternatif, menolak atau menerima usulan investasi. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi keputusan investasi, yaitu:
Metode Payback period
Payback period adalah waktu yang dibutuhkan agar investasi yang direncanakan dapat dikembalikan, atau waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas. Jika waktu yang dibutuhkan makin pendek, proposal investasi dianggap makin baik. Kendatipun demikian, kita harus berhati-hati menafsirkan kriteria payback period ini. Sebab ada investasi yang baru menguntungkan dalam jangka panjang (> 5 tahun).
Problem utama dalam metode payback adalah sulitnya menentukan periode payback maksimum yang disyaratkan sebagai pembanding. Secara normatif memang tidak ada pedoman yang bisa dipakai untuk menentukan periode payback maksimum.
204422725590500 Payback Periode = Investasi x 1 Tahun
Cash Flow
Metode Net Present Value
Perhitungan dengan menggunakan nilai nominal dapat menyesatkan, sebab tidak memperhitungkan nilai waktu dari uang. Untuk membuat hasil lebih akurat, maka nilai sekarang didiskontokan. Keuntungan dari menggunakan metode diskonto adalah kita dapat langsung menghitung selisih nilai sekarang dari biaya total dengan penerimaan total bersih. Selisih inilah yang disebut net present value. Suatu proposal investasi akan diterima jika NPV > 0, sebab nilai sekarang dari penerimaan total lebih besar daripada nilai sekarang dari biaya total.
Metode ini menghitung selisih present value (nilai sekarang) investasi dengan present value kas masuk bersih (proceeds). Untuk menghitung present value tersebut perlu ditentukan terlebih dahulu tingkat bunga yang relevan. Net Present Value (NPV) yang positip menunjukkan bahwa PV proceeds lebih besar dari PV investasi (initial cash flow). Karena itu NPV yang positip berarti investasi yang diharapkan akan meningkatkan kekayaan pemodal atau pemilik. Karenanya investasi dinilai menguntungkan. Dengan demikian aturan keputusannya adalah: terima suatu usulan investasi yang diharapkan memberikan NPV positip, dan tolak kalau memberikan NPV negatif.
Internal Rate of Return
IRR menunjukkan tingkat bunga yang menyamakan PV proceeds dan PV investasi. Aturan keputusan metode ini adalah: terima investasi yang diharapkan memberikan IRR > tingkat bunga yang dipandang layak.
Metode Profitability Index (PI)
Metode ini membandingkan antara present value dari penerimaan dengan present value dari investasi. Jika PI lebih besar dari 1, maka proyek dikatakan layak untuk dijalankan.
PEMBAHASANLAPORAN KEUANGANBagian terpenting dalam proses akuntansi adalah menciptakan laporan keuangan. Karena laporan keuangan memberikan informasi penting bagi pihak-pihak yang membutuhkan, terutama bagi investor untuk berinvestasi atau menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Laporan yang diinginkan oleh pihak-pihak yang membutuhkan tentunya memenuhi karakterisktik kualitatif laporan keuangan. Karakteristik laporan keuangan merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan tersebut berguna bagi para pemakai dalam efektivitas pengambilan keputusan ekonomi. Sehingga laporan keuangan harus mudah dipahami, dapat diandalkan, relavan, dan dapat dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.
Banyak para ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai laporan keuangan seperti Siegel, S. Munawir, Mamduh M. Hanafi, Sofan Syafri Harahap, dan Ikatan Akuntansi Indonesia atau dikenal dengan IAI. Dari semua pendapat tersebut memiliki inti makna yang sama mengenai laporan keuangan.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan merupakan proses terpenting dalam proses akuntansi, karena memuat pelaporan keuangan yang menjadi salah satu sumber informasi penting yang digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan baik pihak internal maupun eksternal dalam pengambilan keputusan ekonomi di masa yang akan datang. Dan merupakan hasil dari proses akuntansi yang pada umumnya terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan catatan laporan keuangan dalam suatu periode tertentu yang digunakan untuk pihak yang berkepentingan dengan perusahaan tersebut dalam proses pengambilan keputusan.
Singkatnya, laporan keuangan memuat informasi penting yang dibuat oeh manajer keuangan bagi pihak-pihak yang membutuhkan guna untuk pengambilan keputusan ekonomi, salah satunya yaitu keputusan investasi.
KEPUTUSAN INVESTASIAdanya laporan keuangan diciptakan untuk pihak-pihak yang membutuhkan guna untuk pengambilan keputusan ekonomi. Keputusan ekonomi terdiri dari keputusan investasi, keputusan pembelanjaan dan kebijakan dividen. Semua keputusan ekonomi tersebut diambil oleh manajer keuangan dengan tujuan yang sama, yakni mengestimasikan hasil yang diharapkan dan risiko atau kemungkinan hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam hal ini yang diutamakan adalah keputusan investasi. Banyak para ahli yang mengemukakan pendapat mengenai pengertian investasi seperti Sunariyah, Mulyadi, Supriyono dan Halim. Tetapi dari semua pendapat tersebut memiliki inti makna yang sama. Sehingga yang dimaksud dengan keputusan investasi adalah keputusan yang dibuat oleh manajer keuangan untuk mengalokasikan modal baik berupa aktiva lancar atau aktiva tetap yang dimiliki dengan waktu jangka panjang atau lama guna mengharapkan keuntungan di masa yang akan datang.
Keputusan investasi memiliki dimensi waktu jangka panjang, sehingga keputusan yang diambil harus dipertimbangkan dengan baik, karena memiliki konsekuensi berjangka panjang pula. Perencanaan terhadap keputusan investasi sangat penting karena ada beberapa hal, seperti:
Dana yang dikeluarkan untuk investasi jumlahnya besar, dan dana tersebut tidak bisa diperoleh kembali dalam jangka pendek atau diperoleh sekaligus.
Dana yang dikeluarkan akan terikat dalam jangka panjang, sehingga perusahaan harus menunggu untuk memperoleh kembalinya dana yang sudah diinvestasikan. Dengan demikian akan mempengaruhi penyediaan dana untuk keperluan lain.
Keputusan investasi menyangkaut harapan terhadap hasil keuntungan di masa yang akan datang. Kesalahan dalam mengadakan peramalan akan dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan.
Keputusan investasi berjangka panjang, sehingga kesalahan dalam pengambilan keputusan akan mempunyai akibat yang panjang dan berat, serta kesalahan dalam keputusan ini tidak dapat diperbaiki tanpa adanya kerugian yang besar.
Oleh sebab itu, seorang manajer keuangan dalam membuat keputusan investasi haruslah mempertimbangan aspek-aspek penting dalam perencanaan investasi pengeluaran modal, seperti yang telah dibahas di atas.
Seseorang yang akan menginvestasikan modalnya harus mengetahui kondisi internal dan eksternal perusahaan. Kondisi internal perusahaan adalah faktor-faktor yang berada di bawah kontrol perusahaan seperti tingkat efisiensi, kualitas sumber daya manusia dan teknologi. Selain itu, kepemilikan hak dan atau kekuatan monopoli, kedekatan dengan pusat kekuasaan dan penguasaan jalur informasi haruslah diperhatikan.
Sedangkan kondisi eksternal perusahaan yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan akan investasi utama adalah perkiraan tentang tingkat produksi dan pertumbuhan ekonomi domestik maupun internasional. Hal tersebut harus diperhatikan karena memengaruhi tingkat pengembalian modal yang diharapkan atau tingkat keuntungan yang diharapkannya.
Selain kondisi perusahaan, dalam pengambilan keputusan investasi harus memengaruhi tingkat bunga pinjaman, karena tingkat bunga pinjaman memengaruhi biaya investasi. Makin tinggi bunga pinjaman maka makin tinggi pula biaya investasinya. Sehingga ketika biaya investasi tinggi maka minat untuk berinvestasi rendah. Meskipun, tidak jarang ketika tingkat bunga pinjaman rendah, tingkat minat berinvestasi pun rendah. Hal tersebut dikarenakan faktor yang memengaruhinya seperi biaya total investasi masih tinggi dan masalah kelembagaannya.
Jadi, ketika keputusan investasi yang merupakan keputusan mengalokasikan dana guna mengharapkan keuntungan di masa yang akan datang dibuat haruslah memperhatikan dan mempertimbangkan aspek-aspek dan faktor-faktor yang mempengaruhinya agar keuntungan yang diperoleh sesuai yang diharapkan.
PENGARUH LAPORAN KEUANGAN TERHADAP KEPUTUSAN INVESTASILaporan keuangan dan keputusan investasi saling berkaitan satu sama lain. Hal tersebut disebabkan karena laporan keuangan menjadi patokan utama dalam mempertimbangkan keputusan investasi. Sehinnga laporan keuangan memengaruhi terhadap keputusan investasi. Laporan keuangan yang diinginkan oleh pihak-pihak yang membutuhkan terutama invesstor adalah laporan keuangan yang memuat informasi yang dibutuhkan, seperti yang telah diuraikan di bab sebelumnya.
Dari semua laporan keuangan yang ada, laporan arus kaslah yang paling penting dalam pengambilan keputusan investasi. Karena didalam laporan arus kas memberikan gambaran estimasi aliran kas. Estimasi atau proyeksi aliran kas melibatkan berbagai variabel, individu, dan berbagai bagian atau departemen dalam perusahaan. Misalnya, proyeksi penjualan dan harga diperoleh dari bagian pemasaran, proyeksi aliran kas keluar yang berkaitan dengan produk baru disediakan oleh bagian produksi, dan proyeksi biaya operasi diperoleh dari bagian akuntansi biaya, produksi, pembelian dan bagian lain yang terkait. Peran manajer keuangan adalah mengkoordinasikan informasi berbagai departemen dan mengendalikan proses estimasi untuk meyakinkan bahwa bagian atau individu menggunakan metode secara konsisten dan asumsi yang rasional.
Tidak sedikit orang yang menganggap laporan laba rugilah yang sangat penting dalam pengambilan keputusan investasi. Tetapi pada teorinya, laporan arus kaslah yang sangaat penting dalam pengambilan keputusan investasi. Hal tersebut disebabkan karena laba dalam pengertian akuntansi tidak sama dengan kas masuk bersih. Para investor dan manajemen lebih tertarik mengetahui aliran kas bersih yang benar-benar akan diterima. Di dalam menaksir atau memproyeksikan aliran kas, di samping akurasi, juga penting diperhatikan masalah relevansi. Untuk estimasi aliran kas yang relevan, diperlukan perhatian atas hal-hal penting berikut ini:
Estimasi aliran kas harus atas dasar setelah pajak, karena, yang menjadi hak dan dapat dinikmati oleh pemilik perusahaan adalah aliran kas bersih setelah pajak.
Taksirlah aliran kas atas dasar incremental atau selisih. Misalnya, untuk rencana peluncuran produk baru mungkin akan mengakibatkan pengurangan penjualan produk lama. Dengan demikian perlu diperhatikan penurunan penjualan produk lama karena peluncuran produk baru dalam menaksir aliran kas.
Pemisahan aliran kas karena keputusan investasi dan keputusan pendanaan (pembelanjaan). Aliran kas karena keputusan pembelanjaan seperti, pembayaran bunga, angsuran pokok pinjaman, dan pembayaran dividen tidak perlu diperhatikan. Yang dianalisis dalam penilaian investasi adalah profitabilitas investasi.
Aliran kas dapat dikelompokan menjadi tiga bagian, yaitu:
Aliran Kas Permulaan (initial cash flow)
Untuk dapat menentukan aliran kas permulaan (initial cash flow) atau juga diistilahkan capital outlays, perlu diidentifikasi aliran kas yang berhubungan dengan pengeluaran investasi. Ini berarti harus diketahui berapa besar pengeluaran untuk tanah, pembuatan bangunan dengan perlengkapannya dan sebagainya. Ditambah juga dengan pengeluaran-pengeluaran untuk biaya-biaya pendahuluan dan sebelum operasi, termasuk penyediaan modal kerja. Karena itulah untuk proyek-proyek yang besar, aliran kas permulaan ini tidak hanya terjadi pada awal periode, tetapi bisa beberapa kali; pada tahun 1, tahun 2 dan sebagainya.
Aliran Kas Operasional (operational cash flow)
Aliran kas operasional (operational cash flow) juga diistilahkan dengan aliran kas masuk bersih atau Proceeds. Estimasi tentang besarnya aliran kas operasional tahunan merupakan titik permulaan untuk penilaian profitabilitas usulan investasi. Kebanyakan cara yang dipergunakan untuk menaksir aliran kas operasional tahunan adalah dengan menyesuaikan taksiran rugi laba yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi dan menambahkannya dengan biaya-biaya yang sifatnya bukan tunai ( seperti: penyusutan misalnya). Karena itu, dalam praktek cara yang sering dijumpai dalam menaksir aliran kas operasional atau proceeds ini adalah menggunakan rumus:
Aliran Kas masuk bersih = laba setelah pajak + penyusutan
Meskipun cara tersebut sering tepat, tetapi ada persyaratan yang harus dipenuhi. Penggunaan cara tersebut cukup tepat apabila pengakuan terhadap penghasilan dan biaya menurut akuntansi tidak banyak berbeda dengan terjadinya penerimaan dan pengeluaran kas. Kalau antara pengakuan penghasilan dan biaya cukup berbeda, maka penggunaan cara itu akan memberikan hasil yang tidak tepat. Kalaupun bisa menyesuaikan laporan akuntansi menjadi pola aliran kas karena persyaratannya memenuhi, maka yang sering juga menjadi persoalan adalah kalau proyek tersebut dibelanjakan dengan (sebagian) pinjaman. Umumnya kalau proyek tersebut dibelanjakan dengan modal sendiri, penaksiran aliran kas operasionalnya tidak menjadi masalah. Masalah sebenarnya timbul karena dicampurkannya keputusan pembelanjaan dengan hasil investasi proyek tersebut. Untuk lebih jelasnya akan disajikan suatu contoh:
Misalkan ada suatu investasi yang dibelanjakan dengan 100% modal sendiri, senilai Rp 100 juta. Umur ekonomisnya 2 tahun, tidak mempunyai nilai sisa . Kalau penyusutan dilakukan dengan metode garis lurus, maka penyusutan per tahunnya adalah Rp 50 juta. Taksiran laba rugi per tahun adalah sebagai berikut:
PenghasilanRp 150 juta
Biaya-biaya tunaiRp 70 juta
PenyusutanRp 50 juta
(Rp 120 juta)
Laba sebelum pajakRp 30 juta
Pajak (50%)(Rp 15 juta)
Laba setelah pajakRp 15 juta
Aliran Kas masuk bersih atau proceeds = laba setelah pajak + penyusutan
Aliran kas bersih = Rp 15 juta + Rp 50 juta = Rp 65 juta
Perhitungan di atas adalah benar apabila pengakuan terhadap biaya dan penghasilan menurut akuntansi tidak banyak berbeda dengan terjadinya pengeluaran dan penerimaan kas.
Sekarang kalau misalkan proyek tersebut dibelanjai dengan 100% pinjaman (contoh ini hanya untuk menyederhanakan saja, karena mungkin tidak pernah ada proyek yang dibelanjai dengan 100% pinjaman). Katakan bahwa bunga pinjaman adalah 20% per tahun. Taksiran laba rugi menjadi sebagai berikut:
PenghasilanRp 150 juta
Biaya-biaya tunaiRp 70 juta
PenyusutanRp 50 juta
(Rp 120 juta)
Laba sebelum bunga dan pajakRp 30 juta
Bunga(Rp 20 juta)
Laba sebelum pajakRp 10 juta
Pajak (50%)(Rp 5 juta)
Laba setelah pajakRp 5 juta
Aliran Kas masuk bersih atau proceeds = laba setelah pajak + penyusutan
Aliran kas masuk = Rp 5 juta + Rp Rp 50 juta = Rp 55 juta
Untuk keperluan penaksiran operationanal cash flow atau proceeds , cara semacam ini membuat kesalahan dalam hal mencampur-adukkan cash flow karena keputusan pembelanjaan (yaitu pembayaran bunga) dan cash flow karena keputusan investasi (penghasilan, pengeluaran biaya tunai, pajak). Untuk itu cara menaksir aliran kas operasional yang benar adalah:
Aliran kas masuk = laba setelah pajak + penyusutan + bunga (1-Pajak)
atau prodceeds
Dengan memerhatikan rumus tersebut maka:
Prodceeds = Rp 5 juta + Rp 50 juta + Rp 20 juta (1 – 0,50) = Rp 65 juta
Perhatikan bahwa hasil perhitungan tersebut, yaitu Rp 65 juta, adalah sama dengan hasil yang diperoleh kalau menganggap bahwa investasi tersebut dibelanjai dengan modal sendiri. Kalau misalnya investasi tersebut dibelanjai dengan 50% hutang dan 50% modal sendiri, maka kalau digunakan cara seperti tersebut di atas, aliran kas masuk bersihnya juga tetap Rp 65 juta.
Penaksiran aliran kas bersih semacam ini terutama penting, kalau investasi nantinya dihubungkan dengan biaya modal (cost of capital). Kalau biaya bunga dikurangkan terlebih dahulu dalam menghitung aliran kas, dan kemudian dipergunakan biaya modal dalam perhitungan layak tidaknya suatu usulan investasi, maka akan terjadi perhitungan ganda (double accounting). Pertama pada waktu mengurangkan bunga pada laba, kedua pada waktu menggunakan tingkat bunga sebagai biaya modal untuk menilai layak tidaknya suatu investasi.
Dalam menaksir aliran kas masuk atau operasional juga perlu ditentukan periode waktu yang diperkirakan. Umumnya periode waktu yang dipergunakan dalam menaksir aliran kas operasional ini disesuaikan dengan umur ekonomis investasi tersebut. Umur ekonomis suatu proyek investasi merupakan jangka waktu di mana proyek itu dapat memberikan manfaat ekonomis. Di luar periode tersebut, proyek tidak lagi mempunyai arti ekonomis.
Didalam menaksir umur ekonomis ini pun terkadang mengalami kesulitan. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena perubahan teknologi. Semakin cepat perubahan teknologi, semakin pendek umur ekonomis yang ditaksir dapat dinikmati oleh investasi tersebut. Berikut ini disajikan beberapa cara yang dapat digunakan untuk menaksir aliran kas operasional. Misalkan, sebuah perusahaan memiliki laporan perhitungan laba rugi performa sebagai berikut:
Pendapatan penjualanRp 145 juta
Biaya tunai:
Biaya variabel(Rp 90 juta)
Biaya tunai tetap(Rp 10 juta)
Penyusutan(Rp 15 juta)
Laba sebelum bunga dan pajakRp 30 juta
Bunga(Rp 5 juta)
Laba sebelum pajakRp 25 juta
Pajak (40%)(Rp 10 juta)
Laba setelah pajakRp 15 juta
Aliran kas masuk = (1 – T) (ebdit) – (T x Dep)
= (1 – 0,4)(Rp 45 juta) + (0,4)(Rp 15 juta)
= Rp 33 juta
Aliran kas masuk = (1 – T) (ebit) + Dep
= (1 - 0,4) (Rp 30 juta) + Rp 15 juta
= Rp 33 juta
Aliran kas masuk = (1 – T) (ebit) + (1 – T) (bunga) + Dep
= (1 – 0,4) (Rp 25 juta) + (1 - 0,4) (Rp 5 juta) + RP 15 juta
= Rp 33 juta
Aliran kas masuk = Eat + DEP + (1 – T) (bunga)
= (Rp 15 juta + R[ 15 juta) + (1 – 04) (Rp 5 juta)
= Rp 33 juta
Aliran Kas Pada Akhir Umur Investasi (terminal cash flow)
Terminal Cash Flow umumnya terdiri dari cash flow nilai sisa (residu) investasi tersebut, dan pengembalian modal kerja. Beberapa proyek mungkin masih mempunyai nilai meskipun aktiva-aktiva tetapnya sudah tidak mempunyai nilai ekonomis lagi. Aliran kas dari nilai sisa ini juga perlu dihubungkan dengan pajak yang mungkin dikenakan. Sebagai misal, nilai buku dari suatu aktiva tetap adalah Rp 10 juta. Tetapi saat dijual, laku seharga Rp 12 juta. Berarti perusahaan memperoleh laba sebesar Rp 2 juta (laba ini sebenarnya merupakan capital gain). Kalau misalkan perusahaan dikenakan pajak 20% atas capital gain tersebut, maka aliran kas dari nilai sisa ini adalah Rp 12 juta – (Rp 2 juta x 0,2) = Rp 11,60 juta.
Sebagaimana pada umur ekonomis, maka penaksiran nilai sisa dari suatu investasi juga cukup sulit. Masalahnya tidak lain adalah lamanya dimensi waktu yang dihadapi dalam penaksiran ini. Misalkan umur ekonomis ditaksir 5 tahun, maka untuk menaksir berapa nilai sisa suatu aktiva tetap, berarti kita memproyeksikan pada 5 tahun mendatang. Ini jelas merupakan pekerjaan yang cukup sulit.
Kalau proyek tersebut memerlukan modal kerja, dan umumnya proyek-proyek memang membutuhkan, maka kalau proyek tersebut berakhir, modal kerjanya tidak lagi diperlukan. Dengan demikian, modal kerja ini akan kembali sebagai aliran kas masuk pada akhir umur proyek.
Untuk lebih memahami konsep-konsep pemecahan masalah pengambilan keputusan investasi dengan penaksiran aliran kas, maka berikut ini contoh soal dari hal tersebut.
Perhatikan contoh soal berikut!
Misalkan suatu perusahaan sedang mempertimbangkan untuk mengganti mesin lama dengan mesin baru yang lebih efisien. Nilai buku mesin lama adalah Rp 80 juta dan masih bisa dipergunakan dalam 4 tahun lagi, tanpa nilai sisa. Mesin baru harganya Rp 120 juta dengan umur ekonomis 4 tahun tanpa nilai sisa, Anggap perusahaan memakai penyusutan dengan metode garis lurus. Kalau mesin baru dipakai perusahaan bisa menghemat biaya operasi tunai per tahun sebesar Rp 25 juta. Misalkan mesin lama kalau dijual saat ini masih laku Rp 80 juta, tarif pajak yang dikenakan, baik untuk laba operasional maupun capital gains, sebesar 30%. Bagaimana penaksiran aliran kasnya?
Jawab: Penaksiran aliran kas yang digunakan adalah dengan menggunakan taksiran selisih (incremental). Kalau perusahaan mengganti mesin lama dengan mesin baru, maka perlu tambahan investasi sebesar Rp 120 juta – Rp 80 juta = Rp 40 juta. Taksiran operational cash flow per tahun adalah
Tambahan keuntungan karena pengehematan biaya operasionalRp 25 juta
Tambahan penyusutan:
Mesin baruRp 30 juta
Mesin lama(Rp 20 juta)
(Rp 10 juta)
Tambahan laba sebelum pajakRp 15 juta
Tambahan pajak(Rp 4,5 juta)
Tambahan laba setelah pajakRp 10,5 juta
Aliran kas masuk = laba setelah pajak + penyusutan
= Rp 10,5 juta + Rp 10 juta
= Rp 20,5 juta
Dengan demikian, maka rencana penggantian mesin tersebut akan mengakibatkan penambahan investasi (yang merupakan kas keluar) Rp 40 juta, dan memberikan tambahan kas masuk operasional setiap tahun Rp 20,5 juta selama 4 tahun. Karena dalam hal ini tidak ada nilai sisa, maka tidak ada terminal cash flow.
Suatu perusahaan transportasi akan membuka divisi baru, yaitu divisi taksi. Divisi akan dimulai dengan 50 buah taksi, dan karena akan dipergunakan untuk usaha taksi, mobil-mobil tersebut dapat dibeli dengan harga Rp 30 juta per unit. Ditaksir usia ekonomis selama 4 tahun dengan nilai sisa sebesar Rp 4 juta per unit. Untuk mempermudah analisis dipergunakan metode penyusutan garis lurus.
Taksi tersebut akan dioperasikan selama 300 hari dalam setahun, setiap hari pengemudi dikenakan setoran Rp 50.000. Berbagai biaya tunai seperti penggantian ban, kopling, rem, penggantian oli, biaya perpanjangan STNK, dan sebagainya) ditaksir sebesar Rp 3.000.000 per unit taksi. Perusahaan dikenakan pajak 35%. Tingkat keuntungan yang disyaratkan 16%. Berdasarkan informasi tersebut apakah pembukaan divisi taksi ini layak atau tidak?
Jawab:
Taksiran laba rugi per tahun
Penghasilan = 300 hari x 50 buah x Rp 50.000 = Rp 750 juta
Biaya tunai = 50 buah x Rp 3 juta = Rp 150 juta
Penyusutan = 50 buah x (30 juta – 4 juta) : 4 tahun = Rp 325 juta
PenghasilanRp 750 juta
Biaya tunaiRp 150 juta
PenyusutanRp 325 juta
(Rp 475 juta)
Laba operasiRp 275 juta
Pajak (35%)Rp 92,25 juta
Laba setelah pajakRp 178,75 juta
Aliran kas masuk = laba setelah pajak + penyusutan
= Rp 178,75 juta + Rp 325 juta
= Rp 503,75 juta
Pada tahun ke 4 alira kas masuk karena nilai sisa sebesar 50 buah x Rp 4 juta = Rp 200 juta. Dengan demikian aliran kas dari investasi tersebut diperkirakan menjadi sebagai berikut:
Tahun Kas Keluar Kas Masuk
1 Rp 1.500 juta -
2 - Rp 503,75 juta
3 - Rp 503,75 juta
4 - Rp 503,75 juta
Menggunakan metode Payback Periode:
Investasi awalRp 30 juta x 50 unit = Rp 1.500 juta
Kas masuk tahun 1Rp 503,75 juta
Sisa investasi tahun 2(Rp 1.500 juta – Rp 503, 75 juta) = Rp 996,25 juta
Kas masuk tahun 2Rp 503,75 juta
Sisa investasi tahun 3(Rp 996,25 juta – Rp 503,75 juta) = Rp 492,50 juta
Karena pada tahun ke 3 kas masuk bersih Rp 503,75 juta, maka sisa sebesar Rp 492,50 juta diharapkan akan kembali dalam waktu (Rp 492,50 juta / Rp 503,75 juta x 12 bulan) 11,73 bulan.
Dengan demikian peride payback investasi adala 2 tahun 11,73 bulan. Karena payback periode < umur ekonomis (2 tahun 11,73 bulan < 4 tahun) investasi diterima.
BAB III
PENUTUPSIMPULANAdapun simpulan yang diperoleh dari penulisan makalah ini yaitu:
Laporan keuangan merupakan proses terpenting dalam proses akuntansi, karena memuat pelaporan keuangan yang menjadi salah satu sumber informasi penting yang digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan baik pihak internal maupun eksternal dalam pengambilan keputusan ekonomi di masa yang akan datang. Dan merupakan hasil dari proses akuntansi yang pada umumnya terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, laporan arus kas, dan catatan laporan keuangan dalam suatu periode tertentu yang digunakan untuk pihak yang berkepentingan dengan perusahaan tersebut dalam proses pengambilan keputusan.
Keputusan investasi merupakan keputusan yang dibuat oleh manajer keuangan untuk mengalokasikan modal baik berupa aktiva lancar atau aktiva tetap yang dimiliki dengan waktu jangka panjang atau lama guna mengharapkan keuntungan di masa yang akan datang.
Laporan keuangan dan keputusan investasi memiliki keterhubungan. Dimana laporan keuangan yang memengaruhi dalam keputusan investasi. Laporan arus kaslah yang menjadi alatnya, karena dalam arus kas terdapat estimasi aliran kas yang melibatkan berbagai variabel, individu dan berbagai departemen dalam perusahaan. Laporan keuangan yang diinginkan oleh pihak-pihak yang membutuhkan adalah laporan yang memuat informasi-informasi yang dibutuhkan.
SARANPenulis menyarankan dalam pengambilan keputusan informasi haruslah menganalisa laporan keuangan terutama laporan arus kas dengan teliti dan cermat agar perhitungan keuntungan yang akan diperoleh di masa yang akan datang sesuai dengan harapan. Selain itu, gunakanlah berbagai metode perhitungan investasi agar keakurasiannya tepat.
DAFTAR PUSTAKAAnonim. 2009. [Online] terssedia: httprepository.widyatama.ac.idbitstreamhandle103641003bab1-2.pdfsequence=3 yang direkam pada 22 April 2009. (27 Desember 2014)
Anonim. 2014. "Teori Akuntansi Tujuan Pelaporan Keuangan". [Online] tersedia: http://tesisdisertasi.blogspot.com/2013/01/teori-akuntansi-tujuan-pelaporan.html yang direkam pada 2014. (27 Desember 2014)
E Kieso, Donald. 2012. "Accounting Principles. Pengantar Akuntansi Edisi 7." Jakarta: Salemba Empat
Erza 3. 2013. "Microsoft Woed – 05. Hal. depan". [Online]. Tersedia: httpe-journal.uajy.ac.id272732EA14861.pdf yang direkam pada 2 Juli 2013. (28 Desember)
Muntahanah. 2010. "Keputusan Investasi". [Online] tersedia: http://muntahanah.wordpress.com yang direkam pada 21 Oktober 2010. (27 Deember 2014)
La Vida, Vila. 2010. "Keputusan Investasi". [Online]. Tersedia: http://ekonomister.blogspot.com/2010/10/keputusan-investasi.html yang direkam pada 2010. (27 Desember 2014)
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang masalah
Pelaporan akuntansi dalam kehidupan dunia perekonomian suatu negara memegang peranan yang sangat penting untuk menjamin suatu perusahaan kelas nasional maupupun internasional. Sejalan dengan berkembangnya manajemen pendidikan, dalam lingkup pendidikan formal mulai muncul Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), yang menjadikan pengelolaan pendidikan lebih terarah dan lebih terkoordinasi baik dari segi penyelenggaraan, pendanaan, pengembangan, dan pengawasan. Ada satu hal yang sebetulnya sanagt penting dan mendasar  dalam suatu organisasi terkait dengan penyelenggaraan kelancaran jalannya pendidikan dan tercerminnya kinerja sumber daya yang ada dalam dunia pendidikan, yaitu akuntansi pendidikan. Oleh karena itu, dalam organisasi pendidikan, akuntansi diperlukan sebagai pedoman bagi penyelenggaraan kegiatan yang terkait dengan pendididkan.
Akuntansi adalah suatu ilmu yang sangat diperlukan dalam menjalankan suatu usaha. Tanpa ilmu akuntansi sebuah usaha tidak akan berjalan dengan lancer. Ilmu akuntansi mengajarkan kepada kita bagaimana seorang manusia tersebut berfikir sehingga menghasilkan sebuah kerangka pemikiran yang konseptual tentang prinsip, asumsi, teknik, serta prosedur yang dijadikan landasan dalam membuat suatu laporan keuangan. Suatu laporan keuangan haruslah berisi informasi-informasi yang tentunya berguna untuk menyelesaikan suatu permasalahan keuangan atau membantu dalam pengambilan keputusan bagi para penggunanya. Penggunaan ilmu akuntansi dalam kehidupan sehari-hari sangatlah bervariasi mulai dari sebagai alat hitung menghitung, sampai dengan sebagai sarana dalam mengambil suatu keputusan.
Dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari, sesungguhnya kita telah menggunakan ilmu akuntansi. Mulai dari hal-hal kecil, misalnya seorang pemilik warung ketika mencatat pembelian barang dagangan, mencatat orang-orang yang berhutang di warungnya atau siapa saja yang membayar hutang. Tanpa disadari sebenarnya pemilik warung tersebut telah menerapkan ilmu akuntansi, tapi dalam skala yang masih sederhana. Penerapan ilmu akuntansi yang lebih luas dan kompleks akan terjadi jika dihadapkan pada usaha bisnis yang lebih besar.
Alangkah baiknya jika kita mengetahui latar belakang atau sejarah ilmu akuntansi, tidak hanya mahir dalam penggunaannya.  Dengan mengetahui semua itu kita bisa lebih mudah memahami dan mempelajari ilmu akuntansi tersebut. Sama halnya dengan ilmu yang lain, akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan peradaban manusia. Akan tetapi baik akunansi maupun ilmu-ilmu lainnya tidak berkembang dengan sendirinya tanpa adanya hal yang cukup berarti yang dapat mendorong akuntansi tersebut berkembang dan bertahan hingga sekarang.
Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan akan dibatasi hanya pada:
Peranan ilmu akuntansi di pandangan masyarakat, mahasiswa dan perushaan di era globalisasi sekarang
Perbedaan ilmu akuntansi yang diterapkan di berbagai negara menjadi sebuah permasalahan yang cukup ditautkan kedalam makalah ini.
Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
Bagaimana sejarah singkat profesi akuntansi?
Bagaimana sikap negara Indonesia di bidang akuntansi dalam menghadapi dunia internasional? Adakah permasalahan Indonesia dalam menghadapinya berbagi persepsi?
Apakah perbedaan penerapan pelaporan akuntansi menurut IFRS dan U.S. GAAP?
Bagaimana mahasiswa menyikapi perbedaan penerapaan pelaporan akuntansi tersebut?
Tujuan
Adapun tujuan permasalahan ini adalah untuk mendeskripsikan :
Mengetahui sejarah profesi akuntansi
Mengetahui permasalahan yang dihadapi Indonesia dalam menyikapi perbedaan persepsi yang membahas pelaporan akuntansi yang benar
Mengetahui perbedaan penerapan pelaporan akuntansi menurut dua pendapat.
Mengetahui pelaporan akuntansi yang mana sebaiknya menjadi pusat atau tolak ukur dunia pasar internasional
Manfaat
Manfaat yang diharapkan setelah melakukan penelitian ini adalah sebagi berikut :
Bagi peneliti, makalah ini dapat membantu dalam mengetahui peranan akuntansi di dunia perekonomian dan juga perkembang ilmu akuntansi di kaca internasional maupun nasional.
Bagi mahasiswa, makalah ini dapat membantu menigkatkan kita dalam perkembangan ilmu diluar negeri, terkhusus untuk akuntan didik agar bias mengidentifikasi dan mengkaji ulang pekembangan ilmu akuntansi di era sekarang
Bagi guru dan dosen, makalah ini bisa memberikan masukan dan upaya-upaya kritis dalam menyikapi berbagai persepsi ilmu di dunia akuntansi.
BAB IIISI
2.1LANDASAN TEORETIS
2.1.1Pengertian Akuntansi
Pengertian akuntansi menurut Weygandt, Kieso dan Kimmel (2005:4) adalah : "Accounting is an information system that identifies, records, and communicates the economic events of an organization to interested users".
Pengertian akuntansi menurut Umi Muawanah dalam buku yang berjudul "Konsep dasar akuntansi dan pelaporan keuangan" (2008:1) adalah : "Akuntansi sering disebut sebagai bahasa bisnis (business language), atau lebih tepatnya sebagai bahasa pengambilan keputusan"
AICPA (American Institute of Certified Public Accountans) pada tahun 1941,mendefinisikan akuntansi sebagai :"seni mencatat, menggolongkan dan meringkas transaksi dan kejadian yangbersifat keuangan dengan cara tertentu dan dalam bentuk satuan uang, sertamenafsirkan hasil-hasilnya".
Peranan akuntansi dalam perusahan
Pihak-pihak yang berkepentingan menggunakan laporan akuantansi sebagai sumber informasi utama untuk pengambilan keputusan. Informasi lain pun juga diperlukan dalam pengambilan keputusan perusahaan. Informasi-informasi tersebut ditampung menjadi satu, dianalisis dan pada akhirnya dipakai sebagai dasar untuk pengambilan keputusan.
Sebagai suatu sistem informasi, akuntansi sangatlah diperlukan baik oleh pihak intern perusahaan, maupun dari luar perusahaan. Secara garis besar, pihak-pihak yang memerlukan informasi akuntansi adalah manager, investor, kreditor, instansi pemerintah, organisasi nirlaba, dan pemakai lainnya
Penjelasan singkat profesi akuntansi
Di awal masa kemerdekaan Indonesia, warisan dari penjajah Belanda masih dirasakan dengan tidak adanya satupun akuntan yang dimiliki atau dipimpin oleh bangsa Indonesia. Pada masa ini masih mengikuti pola Belanda masih diikuti, dimana akuntan didaftarkan dalam suatu register negara. Di negeri Belanda sendiri ada dua organisasi profesi yaitu Vereniging van Academisch Gevormde Accountans (VAGA )yaitu ikatan akuntan lulusan perguruan tinggi dan Nederlands Instituut vanAccountants (NIvA) yang anggotanya terdiri dari lulusan berbagai program sertifikasi akuntan dan memiliki pengalaman kerja. Akuntan-akuntan Indonesia pertama lulusan periode sesudah kemerdekaan tidak dapat menjadi anggota VAGA atau NIvA.
Situasi ini mendorong Prof. R. Soemardjo Tjitrosidojo dan empat lulusan pertama FEUI yaitu Drs. Basuki T.Siddharta, Drs. Hendra Darmawan, Drs. Tan Tong Joe danDrs. Go Tie Siem memprakarsai berdirinya perkumpulan akuntan Indonesia yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia yang disingkat IAI pada tanggal 23 Desember1957 di Aula Universitas Indonesia.
Di masa pemerintahan orde baru, terjadi banyak perubahan signifikan dalam perekonomian Indonesia, antara lain seperti terbitnya Undang-Undang Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam negeri (PMDN) serta berdirinya pasar modal. Perubahan perekonomian ini membawa dampak terhadap kebutuhan akan profesi akuntan publik, dimana pada masa itu telah berdiri banyak kantor akuntan Indonesia dan masuknya kantor akuntan asing yang bekerja sama dengan kantor akuntan Indonesia. 30 tahun setelah berdirinya IAI, atas gagasan Drs. Theodorus M. Tuanakotta , pada tanggal 7 April 1977 IAI membentuk Seksi Akuntan Publik sebagai wadah para akuntan publik di Indonesia untuk melaksanakan program-program pengembangan akuntan publik. Dalam kurun waktu 17 tahun sejak dibentuknya Seksi Akuntan Publik, profesi akuntan publik berkembang dengan pesat. Seiring dengan perkembangan pasar modal dan perbankan di Indonesia, diperlukan perubahan standar akuntansi keuangan dan standar profesional akuntan publik yang setara dengan standar internasional. Dalam Kongres IAI ke VII tahun 1994, anggota IAI sepakat untuk memberikan hak otonomi kepada akuntan publik dengan merubah Seksi Akuntan Publik menjadi Kompartemen Akuntan Publik.Setelah hampir 50 tahun sejak berdirinya perkumpulan akuntan Indonesia, tepatnya pada tanggal 24 Mei 2007 berdirilah Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) sebagai organisasi akuntan publik yang independen dan mandiri dengan berbadan hukum yang diputuskan melalui Rapat Umum Anggota Luar Biasa IAI – Kompartemen Akuntan Publik.
Berdirinya Institut Akuntan Publik Indonesia adalah respons terhadap dampak globalisasi, dimana Drs. Ahmadi Hadibroto sebagai Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI mengusulkan perluasan keanggotaan IAI selain individu. Hal ini telah diputuskan dalam Kongres IAI X pada tanggal 23 Nopember 2006. Keputusan inilah yang menjadi dasar untuk merubah IAI – Kompartemen Akuntan Publik menjadi asosiasi yang independen yang mampu secara mandiri mengembangkan profesi akuntan publik. IAPI diharapkan dapat memenuhi seluruh persyaratan International Federationof Accountans (IFAC) yang berhubungan dengan profesi dan etika akuntan publik, sekaligus untuk memenuhi persyaratan yang diminta oleh IFAC sebagaimana tercantum dalam Statement of Member Obligation (SMO).
PEMBAHASAN
2.2.1Hasil pemaparan ilmu akuntansi di dunia masa kini

Sehubungan dengan globalisasi yang terjadi dalam dunia bisnis sekarang, harmonisasi standar akuntansi internasional merupakan sebuah isu hangat yang banyak dibicarakan. Globalisasi itu tampak antara lain dari kegiatan perdagangan antar negara serta munculnya perusahaan multinasional yang mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan suatu standar akuntansi yang berlaku secara luas di seluruh dunia.Peraturan-peraturan dan praktik-praktik akuntansi memang bervariasi antar negara, budaya, bahasa, agama, pendidikan, dan perbedaan lainnya merupakan faktor utama yang mempengaruhi variasi tersebut. Sebagai contoh di kaca internasional kita pelaporan akuntansi diberbagai negara.
Konvergengsi di berbagai negara
Dengan adanya transaksi antar negara dan prinsip-prinsip akuntansi yang berbeda antar negara mengakibatkan munculnya kebutuhan akan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia. Dengan berjalannya waktu muncullah IFRS sebagai standar akuntansi yang diikuti oleh sebagian besar pasar modal dunia. Oleh karena itu, bagi Indonesia untuk turut serta mengimplementasikan atau melakukan konvergensi IFRS. Namun ada tiga permasalahan utama yang dihadapi oleh Indonesia dalam melakukan adopsi penuh IFRS. Permasalahan pertama adalah kurang siapnya infrastruktur seperti DSAK sebagi financial accounting standard setter di Indonesia. Permasalahan yang kedua adalah kondisi peraturan perundang-undangan yang belum tentu sinkron dengan IFRS. Permasalahan terakhir adalah kurang siapnya sumber daya manusia dan dunia pendidikan di Indonesia. Saat ini konvergensi di beberapa negara muncul, konvergengsi disini maksudnya sebuah gerakan, gerakan dimana seluruh dunia yang sedang berlangsung untuk mengembangkan satu set standar akuntansi untuk memberikan konsistensi dalam pelaporan keuangan.
Dampak konvergengsi IFRS terhadap pendidikan akuntansi diantaranya adalah :
Pembentukan IFRS Task Force.
Kajian-kajian dan riset mengenai IFRS.
Pengajaran principles-based dan bukan rules-based.
Penggunaan Textbook berbasis IFRS.
Pengetahuan mengenai pengungkapan berdasarkan IFRS.
Pemutakhiran pemateri ajar terutama untuk mata kuliah yang terkena dampak besar dari konvergengsi IFRS.
Mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan, harus mempersiapkan diri untuk meng-update pengetahuannya mengenai standar baru yang akan diterapkan di Indonesia, yaitu IFRS. Mengingat semua buku mengenai U.S. GAAP yang selama ini dipelajari akan berubah. Ini merupakan dampak paling besar yang akan dirasakan oleh mahasiswa, terutama bagi mereka yang sudah memasuki tahap akhir perkuliahan (Mahasiswa jurusan akuntansi tingkat akhir). Begitu juga dengan peranan jurusan akuntansi sebagai akuntan pendidik untuk dapat membentuk tim sukses konvergengsi IFRS yang nantinya akan mendukung kesiapan para mahasiswa jurusan akuntansi karena kebutuhan akan akuntan terus meningkat.
Para akuntan pendidik harus segera memulai pengajaran akuntansi berbasis IFRS kepada semua mahasiswanya. Hal ini dikarenakan IFRS telah digunakan oleh sekitar 100 negara di dunia. Akuntan pendidik perlu merencanakan bagaimana memadukan IFRS ke dalam kurikulum akuntansi mereka. Bagi mereka yang dibebani untuk mendidik generasi berikutnya dari akuntan, pergesaran yang telah diperkirakan dari U.S. GAAP ke IFRS menimbulkan sekumpulan masalah pelik yang potensial. Namun peranan mahasiswa untuk mempelajari IFRS masih rendah.
Sekarang telah tersedia semakin banyak kesempatan dalam pendidikan berbasis IFRS. Pertama, IASB telah menyediakan dalam situsnya (www.iasb.org). Penting untuk mempertimbangkan kebutuhan mahasiswa sesuai dengan tingkatan pembelajaran mereka.
Immediate needs : termasuk dengan memanfaatkan pendidikan U.S GAAP yang sudah diperoleh dan menawarkan pembelajaran mengenai IFRS dan perbedaan yang relevan dari US. GAAP
Mid-term needs : termasuk memadukan IFRS ke dalam materi akuntansi keuangan menengah dan akuntansi keuangan lanjutan. Ini secara efektif berarti mengajar IFRS disamping GAAP
Longer-term needs yang sebagian besar belum ditangani, termasuk mengembangkan materi, seperti textbook, sehingga IFRS dapat diajarkan sejak hari pertama.
Penting untuk disadari bahwa perspektif keseluruhan dari kedua standar ini berbeda. U.S. GAAP lebih berfokus pada pedoman yang rinci dan atura-aturan yang jelas, sedangkan IFRS lebih berfokus pada prinsip-prinsip dan konsep-konsep umum. Ini akan berdampak tidak hanya pada apa yang diajarkan, tetapi juga bagaimana mahasiswa dinilai. Memadukan kecakapan pemecahan masalah dan analisis ekonomi akan menjadi lebih penting untuk melatih penggunaan professional judgment mahasiswa.
BAB III
PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa peranan ilmu akuntansi itu sangat penting bagi suatu perusahaan, baik itu perusahaan nasional maupun internasional. Dan bukan hanya bagi perusahaan, melainkan juga ilmu akuntansi penting juga untuk mahasiswa yang sedang terjun di dunia pendidikan akunatansi, baik itu non-dik maupun dik.
Akuntansi sangat berhubungan dengan bidang-bidang lain meskipun hal itu tidak selalu berhubungan, terutama di zaman modern iniyang pertarungan bisnis dan perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin pesat menuntut semua kegiatan menggunakan ilmu akuntansi meskipun terkadang tidak dilakukan persis sesuai aturan.
Mahasiswa akuntansi sebagai calon akuntan, harus mempersiapkan diri untuk meng-update pengetahuannya mengenai standar baru yang akan diterapkan di Indonesia, yaitu IFRS. Penting untuk disadari bahwa perspektif keseluruhan dari kedua standar ini berbeda. U.S. GAAP lebih berfokus pada pedoman yang rinci dan atura-aturan yang jelas, sedangkan IFRS lebih berfokus pada prinsip-prinsip dan konsep-konsep umum.
Saran
Penulis mengahrapkan kepada semua pihak yang terkait dengan langsung agar dapat menerapkan peranan ilmu akuntansi dan pelaporan ilmu akuntansi sebagaima mestinya. Lebih dari itu, penulis mengharapkan agar tidak melupakan serta dapat mempertahankan dan mengembangkan ilmu akuntansi itu sendiri, terlebih di zaman yang semakin maju ini.
DAFTAR PUSTAKA
Muawanah, Umi. Dkk. (2008). Konsep dasar akuntansidan pelaporan keuangan (jilid 2). Jakarta : Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.
Isroah, Siti. (2012). Sejarah perkembangan ilmu akuntansi. [Online]. Tersedia: Surakarta : Sitiisroah.wordpress.com/tugas-kuliah/makalah/sejarah-perkembangan-ilmu-akuntansi/ yang direkam pada tahun 2012 [22 November 2014].
BAB I
PENDAHULUANLatar BelakangDi era modern ini persaingan antarperusahaan semakin ketat. Agar tidak tertinggal dan dapat mencapai tujuan, perusahaan harus meningkatkan kualitas usahanya. Namun, dalam usaha meningkatkan usaha tersebut perusahaan selalu menghadapi berbagai masalah.
Terutama perusahaan manufaktur yang sangat kompleks dalam menjalankan usaha dimulai dari memproses bahan mentah menjadi bahan setengah jadi kemudian menjadi bahan jadi dan baru kemudian barang tersebut dapat dipasarkan. Tidak seperti perusahaan jasa maupun dagang yang aktivitas perusahaannya hanya menjual jasa dan menjual barang dagang. Sehingga perusahaan manufaktur dalam menjalankan usahanya terdapat masalah seperti perusahaan tidak dapat beroperasi seefisien mungkin.
Untuk menghadapi masalah tersebut, seorang manajer di perusahaan manufaktur memerlukan suatu sistem pelaporan intern yang memadai dari seorang akuntan manajemen, sehingga jika terjadi penyelewengan ataupun pemborosan proses produksi dapat segera diatasi.
Akuntansi manajemen yang bertujuan untuk menyediakan informasi harga pokok produk, laporan biaya variabel dan tetap, laporan kinerja tenaga kerja, menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan berupa perencanaan, pengendalian, dan evaluasi yang kemudian dilaporkan kepada pihak manajemen untuk bahan pertimbangan dalam pemecahan masalah. Dan akuntansi manajemen merupakan jaringan penghubung yang sistematis dalam penyajian informasi yang berguna untuk membantu pimpinan perusahaan atau manajer dalam usaha mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Batasan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan akan dibatasi hanya pada perusahaan manufaktur dan penyajian berupa laporan biaya variabel, biaya tetap, dan biaya total pabrik.
Rumusan MasalahApa fungsi dan tujuan akuntansi manajemen pada perusahaan manufaktur ?
Bagaimana proses penyajian informasi akuntansi manajemen ?
TujuanMemahami fungsi dan tujuan akuntansi manajemen pada perusahaan manufaktur.
Mengetahui proses penyajian informasi akuntansi manajemen.
ManfaatBagi penulis dan pembaca, makalah ini dapat memperdalam ilmu akuntansi manajemen.
Bagi penulis, makalah ini dapat memberikan informasi mengenai akuntansi manajemen.
Bagi pembaca, mengetahui fungsi dan tujuan akuntansi manajemen serta penerapannya pada perusahaan manufaktur.
Prosedur MakalahMetode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam menyusun makalah ini serta dalam memperoleh data ditempuh dengan cara studi pustaka. Studi pustaka adalah suatu penelitian atau penulisan dan pengumpulan data dengan cara mempelajari dan membaca buku serta literatur-literatur yang ada kaitannya dengan metode penelitian.
BAB II
ISILandasan TeoritisPengertian Akuntansi ManajemenAkuntansi manajemen sebagaimana didefinisikan oleh Asosiasi Akuntan Nasional atau National Association of Accountants (NAA) dalam Ikhsan dan Prianthara (2009:132) adalah proses identifikasi, pengukuran, pengumpulan, analisi, penyiapan, dan komunikasi informasi finansial yang digunakan oleh manajemen untuk perencanaan, evaluasi, pengendalian dalam suatu organisasi, serta untuk menjamin ketepatan penggunaan sumber-sumber dan pertanggungjawaban atas sumber-sumber tersebut. Akuntansi manajemen juga meliputi penyiapan laporan finansial untuk kelompok-kelompokn non manajemen seperti misalnya para pemegang saham, para kreditur, lembaga-lembaga pengaturan, dan penguasa perpajakan.
Menurut Simamora (2000:544) akuntansi manajemen (management accounting) adalah bidang akuntansi yang memasok informasi keuangan dan ekonomi bagi para manajer dan pemakai internal lainnya. Informasi akuntansi manajemen meliputi data historis dan taksiran yang dipakai oleh manajer dalam menjalankan kegiatan-kegiatan harian, merencanakan kegiatan-kegiatan dimasa depan, dan menyusun segenap strategi bisnis.
Pengertian Perusahaan ManufakturMenurut Jusup (2011:559) perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang menggunakan tenaga kerja, peralatan, perlengkapan, dan fasilitas lainnya untuk mengubah bahan baku menjadi produk jadi.
Menurut Allathanshiida (2012) perusahaan manufaktur adalahperusahaan yang mengubah barang mentah menjadi produk jadi melalui proses produksi kemudian dijual kepada pelanggann.
Fungsi dan Tunjuan Akuntansi Manajemen
Menurut Sadeli dan Siswanto (2010:27) akuntansi manajemen di dalam suatu perusahaan biasanya bekerja meliputi tiga fungsi pokok sebagai berikut :
Seleksi data dan pencatatan.
Analisis data
Persiapan laporan kepada manajemen.
Menurut Magistra (2011) tujuan umum sistem akuntansi manajemen :
Menyediakan informasi yang diperlukan dalam perhitungan harga pokok produk, dan tujuan lain yang diinginkan.
Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Alat Dasar Akuntansi ManajemenMenurut Sadeli dan Siswanto (2000:34) alat dasar akuntansi manajemen meliputi :
Penyusunan informasi akuntansi manajemen
Alat ini merupakan kemampuan atas analisis, apakah ia seorang akuntan manajer, untuk struktur informasi akuntansi dalam bentuk perbandingan informasi yang relevan pada keputusan atas standar yang relevan atau sasaran keputusan.
Pengklasifikasian biaya
Karena aktivitas yang penting dari manajemen adalah pengendalian jumlah dan banyaknya biaya individual dari aktivitas suatu perusahaan, teknik pengelompokan menjadi amatlah berharga.
Penyusunan informasi dalam bentuk persamaan
Bentuk persamaan amat berguna untuk penyajian, analisis, dan perkiraan informasi akuntansi.
Penyusunan informasi dalam bentuk grafik
Kemampuan untuk menyusun biaya dan informsi akuntansi manajemen yang lain dalam bentuk grafik.
PembahasanFungsi Akuntansi ManajemenAkuntansi manajemen diperlukan oleh manajemen digunakan untuk dalam perencanaan jangka panjang. Manajemen menggunakan informasi ini untuk merumuskan kebijakan yang luas dalam perusahaan dan untuk membuat keputusan-keputusan spesifik yang harus diambil dalam suatu perusahaan.
Informasi yang terdapat dalam akuntansi manajemen yaitu berupa laporan kinerja tenaga kerja, laporan kinerja antardepartemen, dan laporan biaya tetap dan variabel . Informasi tersebut dibuat oleh seorang akuntan manajemen yang berfungsi sebagai :
Untuk menyeleksi data dan pencatatan
Seorang akuntan manajemen melakukan seleksi data dan melakukan pencatatan mengenai apa yang harus dilaporkannya kepada manajemen seperti data mengenai historis biaya, penggunaan sumber daya, dan daftar pendapatan.
Fungsi seleksi ini untuk dibedakan mana data yang dapat memberikan laporan selanjutnya. Sedangkan pencatatan berfungsi sebagai menggabungkan semua data yang telah diseleksi untuk dianalisis.
Untuk menganalisis data
Menganalis data berfungsi sebagai penentuan harga pokok yang harus ditetapkan dan juga pembuatan perencanaan dan pengendalian. Menganalisis data dengan memperhitungkan dan mempertimbangkan cara mencapai tujuan perusahaaan dengan efisien yang bersumber dari data biaya historis atau aktivitas yang berkaitan degan produksi dan daftar pendapatan yang telah dicapai.
Untuk pelaporan kepada manajemen
Fungsi akuntansi manajemen selain untuk menyeleksi data, sebagai pencatatan dan menganalisis data, fungsi selanjutnya yaitu untuk persiapan pelaporan kepada manajemen. Adapun yang dilaporkan oleh akuntan manajemen adalah :
Perencanaan dan pengendalian harian, yang berisi tentang apa yang akan dilakukan oleh perusahaan dimasa depan dalam jangka pendek dan juga perencanaan merupakan keputusan tentang bagaimana cara mencapai tujuan perusahaan. Serta pengendalian sebagai penentu sejauh mana perencanaan dan tujuan perusahaan dapat dicapai.
Aktivitas jangka panjang, dalam laporan ini seorang akuntan manajemen mendeskripsikan aktivitas apa yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu yang panjang untuk mencapai tujuan perusaan setelah dibuatnya perencanaan dan pengendalian harian tersebut.
Kedua laporan tersebut berupa analisa dari data historis perusahaan yang berfungsi memudahkan seorang manajer dalam pengambilan keputusan yang berupa data fakta dan perencanaan aktivitas suatu perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Tujuan Akuntansi ManajemenAkuntansi manajemen adalah bidang akuntansi yang menghasilkan informasi untuk membantu dalam merencanakan dan mengendalikan kegiatan perusahaan yang bersangkutan dengan masa yang akan datang dan akuntansi manajemen dapat membantu dalam mengevaluasi bagaimana perusahaan mengelola sumber daya yang dimilikinya. Adapun tujuan akuntansi manajemen adalah sebagai berikut :
Menyediakan informasi yang diperlukan berupa laporan harga pokok produk dan laporan lainnya
Manajemen membutuhkan informasi dari seorang akuntan manajemen berupa harga pokok produk atau jasa.
Laporan harga pokok produk terdiri dari:
Barang dalam proses awal tahun
Total biaya produksi, yang terdiri dari :
Pemakaian bahan baku
Biaya tenaga kerja langsung
Biaya overhead pabrik
Persediaan barang dalam proses akhir tahun
Biaya produksi barang jadi
Laporan lainnya, seperti :
Laporan kinerja tenaga kerja
Laporan biaya tetap dan variabel
Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
Informasi mengenai perencanaan, terdiri dari biaya dan penghasilan yang akan dikeluarkan dan dicapai perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan.
Informasi mengenai pengendalian, terdiri dari batasan atau kecapaian yang memungkinkan dalam menjalankan perencanaan tersebut.
Informasi mengenai pengevaluasian, setelah atau sedang dilaksanakannya kegiatan operasi maka kegiatan-kegian tersebut dievaluasi mana yang termasuk kedalam kegiatan efisien dan yang termasuk kedalam kegiatan pemborosan.
Informasi mengenai perbaikan lanjutan, dari pengevaluasian tersebut maka seorang akuntan manajemen memberikan saraannya mengenai perbaikan dari aktivitas yang tidak mengefisiensikan sumber daya tersebut.
Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Informasi yang telah disusun oleh seorang akuntan manajemen lalu dilaporkan kepada manajer untuk bahan pertimbangan dari sisi akuntansi dalam pengambilan keputusan dalam suatu masalah.
Proses Penyajian Akuntansi Manajemen pada Perusahaaan ManufakturDalam bagian ini akan dijelaskan tentang proses penyajian akuntansi manajemen yang berupa laporan biaya tetap dan variabel. Tahap-tahapnya sebagai berikut.
Penyusunan informasi akuntansi manajemen
Semua informasi akuntansi manajemen membantu perusahaan dalam proses pengambilan keputusan. Karena semua keputusan manajemen dirancang untuk mencapai tujuan dan memberi informasi kepada manajer melalui sistem akuntansi, maka informasi akuntansi harus disusun untuk membantu pencapaian tujuan yang telah ditentukan.
Misalnya seorang manajer departemen produksi dalam suatu perusahaan manufaktur ingin mngendalikan biaya bahan-bahan mentah yang dipakai dalam proses produksi. Langkah yang harus dikerjakan oleh seorang akuntan manajemen dalam menyusun informasi untuk manajer departemen tersebut adalah :
Menentukan berapa banyak bahan-bahan mentah yang akan dipergunakan pada tiap-tiap produksi dalam departemen tersebut.
Menentukan berapa banyak bahan-bahan yang benar-benar dipakai untuk tiap-tiap produksi dalam departemen untuk suatu periode waktu.
Merancang laporan kinerja atas pemakaian bahan-bahan untuk menghasilkan barang-barang akhir.
Dalam menyusun informasi tersebut diperlukan cacatan mengenai berapa banyak bahan mentah yang telah dipakai selama suatu periode dan berapa banyak produk akhir yang diproduksikan oleh departemen tersebut dalam suatu periode.
Pengklasifikasian biaya
Setelah menyusun informasi yang dibutuhkan selanjutnya yaitu pengklasifikasian biaya. Dalam perusahaan manufaktur banyak jenis-jenis biaya yang dikeluarkan, diantaranya adalah :
Biaya Tetap, yaitu biaya yang jumlahnya tidak berubah-ubah pada setiap tingkat produksi pabrik. Contoh : biaya asuransi untuk pabrik, biaya sewa gedung untuk pabrik dan lain-lain.
Biaya Variabel, yaitu biaya yang jumlahnya berubah-ubah jika tingkat produksi bertambah maka biaya variabel juga bertambah dan apabila tingkat produksi berkurang maka biaya variabel juga berkurang. Contoh : Biaya bahan mentah dan biaya tenaga kerja langsung dalam pabrik.
Mengklasikfikasikan biaya sangat penting karena seorang manajer dapat melihat tingkat penggunaan biaya dan juga dapat melihat mana biaya yang dapat diminimalisasikan dan mana yang tidak.
Menyusun Informasi dalam bentuk persamaan
Langkah selanjutnya yaitu menyusun informasi dalam bentuk persamaan. Yaitu maksudnya biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dikategorikan sebagai jumlah dari suatu akun biaya yang ada.
Contoh persamaan biaya :
Biaya tetap, perusahaan mengeluarkan uang sebesar Rp 200.000,00 untuk asuransi pabrik. Jadi persamaannya adalah Biaya Asuransi Pabrik = Rp 200.000,00.
Biaya variabel, perusahaan memproduksi barang sebanyak 2.000 unit dan biaya mentah yang dikeluarkan perunit adalah sebesar Rp 5.000,00. Jadi persamaannya adalah Biaya Bahan Mentah = 2.000 x Rp 5.000,00 = Rp 10.000.000,00.
Total biaya pabrik, diketahui total biaya tetap suatu perusahaan manufaktur sebesar Rp 2.000.000,00 dan biaya variabelnya Rp 5.000.000,00 untuk 1.000 unit. Jadi, persamaannya adalah Total Biaya Pabrik = Rp 2.000.000,00 + Rp 5.000.000,00 = Rp 7.000.000,00. Dimana total biaya pabrik adalah total dari biaya tetap ditambah total biaya variabel. Dapat disimpulkan persamaan untuk total biaya pabrik adalah
107823058420Total Biaya Pabrik = Total Biaya Tetap + (Biaya Variabel x χ unit)
0Total Biaya Pabrik = Total Biaya Tetap + (Biaya Variabel x χ unit)

Menyusun Informasi dalam Bentuk Grafik
Grafik ini menginformasikan mengenai biaya pabrik. Dalam menyusun grafik diperlukan data biaya mengenai biaya tetap, biaya variabel, biaya total produksi, dan jumlah unit produksi. Cara membuat grafik untuk penyajian laporan kepada manajer akan diilustrasikan oleh kasus berikut.
Dalam perusahaan manufaktur mengeluarkan biaya tetap sebesar Rp 1.000.000,00 dan biaya variabel sebesar Rp 5.000.000,00 untuk 500 unit. Maka total biaya pabrik sebesar Rp 6.000.000,00.
Biaya Tetap, Variabel,
115894918683800Total Pabrik
11589492035540Rp 7.000.000,00Total Biaya Pabrik
115887536830011588758953503295650895350Rp 6.000.000,00 Biaya Variabel
11589491042580Rp 5.000.000,00
Rp 4.000.000,00
Rp 3.000.000,00
Rp 2.000.000,00
11690355113651158948107684Rp 1.000.000,00 Biaya Tetap
419163528575019558003810028486102413003295015254000373761021590024161752921001494790323850Rp 0,00Unit
100200300400500600700
Contoh Grafik Penyajian Informasi Akuntansi Manajemen

BAB III
PENUTUPSimpulanBerdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa:
Dalam penerapan akuntansi manajemen terjadapat fungsi yang harus dijalankan oleh sebuah perusahaan terutama perusahaan manufaktur. Fungsi akuntansi manajemen untuk menyeleksi data dan pencatatan, untuk menganalisis data, untuk pelaporan kepada manajemen. Yang ketiga fungsi tersebut sangat berkaitan apabila fungsi pertama tidak berjalan maka fungsi berikutnya tidak akan berjalan.
Tujuan akuntansi manajemen dalam arti luas adalah menyediakan informasi berupa laporan harga pokok produk, menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan, dan menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Dalam proses penyusunan informasi akuntansi manajemen pada perusahaan manufaktur yang berupa laporan biaya tetap dan variabel terdapat 4 tahap pertama yaitu penyusunan informasi akuntansi manajemen, kedua pengklasifikasian biaya, ketiga menyusun informasi dalam bentuk persamaan, dan yang terakhir menyusun informasi dalam bentuk grafik.
DAFTAR PUSTAKA
Allathanshiida, Wulan.(2012)."PERUSAHAAN JASA, DAGANG, DAN MANUFAKTUR". [Online]. Tersedia : wulan40.blogspot.com/2012/10/perusahaan-jasa-dagang-dan-manufaktur.html?m=1 yang direkam pada 31 Oktober 2012. [04 Desember 2014].
Haryono Jusup, Al.(2011). Dasar-dasar Akuntansi JILID 2. Yogyakarta: SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI YKPN.
Ikhsan, Arfan dan I.B. Teddy Prianthara.(2009). Akuntansi untuk Manajer. Yogyakarta: GRAHA ILMU.
M. Sadeli, Lili dan Bedjo Siswanto. (2010). AKUNTANSI MANAJEMEN Sistem, Proses, dan Pemecahan Soal. Jakarta: Bumi Aksara.
Simamora, Henry.(2000). AKUNTANSI Basis Pengambilan Keputusan Bisnis Jilid II. Jakarta: Salemba Empat.
Vitae Magistra, Historia.(2011)."PERANAN, SEJARAH DAN TUJUAN AKUNANSI MANAJEMEN".[Online]. Tersedia : sahabatriswanto.blogspot.com/2011/02/peranan-sejarah-dan-tujuan-akuntansi.html?m=1 yang direkam pada 23 Februari 2011 21:49. [01 Desember 2014].
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang memberikan gambaran tentang keadaan posisi keuangan, hasil usaha, serta perubahan dalam posisi keuangan suatu perusahaan. Laporan keuangan juga merupakan kesimpulan dari pencatatan transaksi yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Laporan keuangan adalah media yang paling penting untuk menilai kondisi ekonomi dan prestasi manajemen. Laporan keuangan disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). SAK memberikan fleksibilitas bagi manajemen dalam memilih metode maupun estimasi akuntansi yang dapat digunakan. Wardhani (2008) menyatakan fleksibilitas tersebut akan mempengaruhi perilaku manajer dalam melakukan pencatatan akuntansi dan pelaporan transaksi keuangan perusahaan.
Dalam rangka membantu pengguna laporan keuangan dalam memahami dan menginterpretasikan laporan keuangan maka perlu dibuat analisis laporan keuangan. Analisis laporan keuangan dimaksudkan untuk membantu bagaimana memahami laporan keuangan, bagaimana menafsirkan angka-angka dalam laporan keuangan, bagaimana mengevaluasi laporan keuangan dan bagaimana menggunakan informasi keuangan untuk pengambilan keputusan. Teknik analisis yang sering digunakan dalam menganalisis laporan keuangan adalah analisis rasio. Analisis rasio adalah teknik analisis untuk mengetahui hubungan matematis dari pos-pos tertentu dalam setiap elemenlaporan keuangan. Hasil dari perhitungan rasio akan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, agar dapat diketahui perubahan yang terjadi, apakah mengalami kenaikan atau penurunan.

Analisis laporan keuangan menggunakan perhitungan rasio-rasio agar dapat mengevaluasi keadaan finansial perusahaan dimasa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang. Rasio dapat dihitung berdasarkan sumber datanya yang terdiri dari rasio-rasio neraca yaitu rasio yang disusun dari data yang berasal dari neraca, rasio-rasio laporan laba-rugi yang disusun dari data yang berasal dari perhitungan laba-rugi, dan rasio-rasio antar laporan yang disusun berasal dari data neraca dan laporan laba-rugi. Laporan keuangan perlu disusun untuk mengetahui apakah kinerja perusahaan tersebut meningkat atau bahkan menurun dan didalam menganalisis laporan keuangan diperlukan alat analisis keuangan, salah satunya adalah dengan menggunakan rasio-rasio keuangan. Rasio keuangan tersebut meliputi rasio likuiditas, rasio solvabilitas(leverage), rasio aktivitas, rasio profitabilitas, dan rasio pertumbuhan.
Diharapkan dengan analisis ini dapat diketahui gambaran keadaan keuangan perusahaan, sehingga interpretasi pengguna laporan terhadap laporan keuangan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan,terutama bagi direktur dalam rangka menetapkan kebijakan, menyusun rencana yang lebih baik, serta menentukan kebijaksanaan yang lebih tepat agar prestasi manajemen semakin baik pada tahun-tahun berikutnya.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah hambatan dari laporan keuangan ?
2. Bagaimana cara mengatasi hambatan laporan keuangan?
C. Tujuan
1. Untuk lebih mengetahui tentang laporan keuangan.
2. Agar dapat mengetahui hambatan-hambatan dalam laporan keuangan.
D. Manfaat Penulisan
Manfaat yang diharapkan dari makalah ini bukan hanya secara teoritis tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat secara praktis, diantaranya yaitu :
Bagi Pembaca
Untuk dapat dijadikan sebagai referensi dalam menghadapi masalah yang sama dan sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan.
Bagi Penulis
Untuk sarana menambah ilmu pengetahuan dan penerapan teori yang diperoleh.
E. Prosedur Makalah
Makalah ini dibuat dengan cara Studi Pustaka, yaitu segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis baik tercetakmaupunelektroniklain.
BAB II
ISI
A. Landasan Teori
Menurut Syafri S. Harahap dalam buku Teori Akuntansi atas Laporan Keuangan (1993:109), Laporan keaungan diharapkan memberikan informasi tentang prestasi keuangan perusahaan selama periode tertentu dan bagaimana manajemen mempertanggungjawabkan kepemimpinan kepada pemilik.
Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, dalam buku Analisis Laporan Keuangan (2002:63), Laporan Keuangan adalah laporan yang diharapkan bisa memberi informasi mengenai perusahaan, dan digabungkan dengan informasi yang lain, seperti industri, kondisi ekonomi, bisa memberikan gambaran yang lebih baik mengenai prospek dan risiko perusahaan.
Menurut Sofyan S. Harahap, dalam buku Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan (2006:105), laporan keuangan adalah laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Laporan Keuangan adalah :
1. bagaimana manajemen mempertanggungjawabkan kepemimpinan kepada pemilik.
2. Merupakan potret perusahaan, yaitu dapat menggambarkan kinerja keuangan maupun kinerja manajemen perusahaan, apakah dalam kondisi yang baik atau tidak.
3. merupakan ringkasan dari seluruh proses transaksi keuangan selama periode yang bersangkutan.
B. Pembahasan
Laporan keuangan adalah merupakan output dan hasil akhir dari proses akuntansi. Laporan keuangn inilah yang menjadi bahan informasibagi para pemakainya sebagai salah satu bahan dalam proses pengambilan keptusan. Di samping sebagai informasi laporan keuangan juga sebagai pertanggungjawaban atau accountability. Dan juga menggambarkan indicator kesuksesan suatu perusahan mencapai tujuannya.
Laporan keuangan sebenarnya banayk namun keuangan utama menurut PAI hanya tiga.
Daftar neraca yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu.
Perhitungan Laba Rugi yang menggambarkan jumlah hasil, biaya dan Laba Rugi perusahaan pada suatu periode tertentu.
Laporan sumber dan penggunaan dana. Di sini dimuat sumber dan pengeluaran perusahaan selama satu periode.
Yang sering menjadi Hambatan atau Masalah dalam laporan ini adalah mengenai pengertian dana.
Sebelum mengetahui solusinya, anda harus mengetahui dulu apa artikata dari dana. Dana mrupakan uang yang disediakan untuk suatu keperluan biaya. Dana dapat diartikan macam-macam:
Dana adalah kas
Dana adalah aktiva cepat
Dana adalah monetary assets
Dana adalah aktiva lancer
Dana adalah modal kerja
Dana diartikan sebagai keseluruhan aktiva
Di USA dengan keluarnya FASB no.95 yang wajib sekarang adalah laporan sumber dan penggunaan Dana dalam arti Kas. Laporan ini (Cash Flow Statement) merupakan ikhtisar Arus Kas masuk dan Arus Kas keluar yang dibagi dalam kelompok-kelompok:
Kegiatan Operasi
Kegiaan Investasi
Kegiatan Keuangan
Laporan kas ini dapat disusun dengan dua cara:
Direct Method dan
Indirect Method
Dalam PAI dijelaskan dua konsep Dana:
Dana dalam arti Kas
Dana dalam arti modal kerja
Orang sering memberikan jenis laporan keuangan lain seperti:
Daftar laba diatahan
Daftar perubahan modal
Daftar perhitungan harga pokok
Daftar ini semua adalah merupakan daftar pendukung dari laporan keuangan utama. Bukan laporan yang berdiri sendiri
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Dengan adanya FASB no.95 yang wajib sekarang adalah laporan sumber dan penggunaan dana dalam arti Kas. Sehingga kita tidak slah lagi dalam mengartikan penggunaan dana, dan dapat membedakan mana laporan pendukung dan mana laporan keuangan utama.
B. Saran
Saya setuju dengan adanya FASB no.95, karna sekarang dalam penggunaan dana, sudah mengetahui manfaatnya, dan juga laporan menurut masing-masing fungsinya.


DAFTAR PUSTAKA
HARAHAP, SOFYAN SYAFRI,Teori Akuntansi,Jakarta:PT Raja Grafindo Persada,1993.
Hanafi,Mamduh.(2002). Analisis Laporan Keuangan . [online]. Tersedia : http://id.m.wikipedia.org/wiki/Laporan_keuangan yang direkam pada tahun 2002 [22 november 2014].
Harahap,Sofyan. Analisis KRitis Atas Laporan Keuangan. [online]. Tersedia : http://deriirwan.wordpress.com/2013/08/23/apa-saja-kendala-dalam-menyediakan-informasi-laporan-keuangan-yang-berkualitas/ yang direkam pada tahun 2006 [22 november 2014].
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Indonesia telah turut memasuki abad 21 namun apakah indonesia siap. Berbagai masalah dari dalam maupun dari luar wilayah indonesia, tekanan demi tekanan, yang menghambat segalah bidang yang berkaitan dan sangat penting bagi kemakmuran negara ini. Masalah yang menjadi faktor penentu suatu negara adalah ekonomi dan itulah yang terus dihadapi indonesia sampai saat ini, terutama ekonomi masyarakatnya dimana sebagian masyarakat indonesia berekonomi lemah.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa banyak faktor penyebab masalah dalam ekonomi ini. Namun penulis mengambi suatu masalah yang jarang kita ketahui bahkan tidak kita sadari yaitu akuntansi pemerintahan. Akuntansi adalah merupakan metode menghitung hal-hal yang dinamakan transaksi, berbagai bentuk penghitungan dengan kegunaanya masing-masing. Segala kegiatan transaksi dalam bentuk apapun dalam pemerintahan merupakan cakupan akuntansi, apalagi hasil perhitungan akuntansi sangat menentukan keberhasilan suatu transaksi. maka dapat dipastikan akuntansi dalam pemerintahan mempunyai peran yang sangat mempengaruhi keadaan ekonomi negara ini.
Karena pengaruh akuntansi sanga tinggi bagi perkembangan ekonomi, maka dapat diperkirakan bahwa, berbagai masalah yang ada dalam perekonomian neagara ini tidak terlepas dari pengaruh akuntansi yang berarti terdapat masaah-masalah dalam sistem akuntansi pemerintahan.
Berdasarkan paparan tersebut diatas, diharapkan permasalahan akuntansi pemerintahan dapat ditemukan, dan sebagai acuan untuk tindakan yang akan dilakukan diwaktu kedepan.
B. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan akan dibatasi pada:
Sistem akuntansi pemerintahan
Masalah yang ada dalam akuntansi pemerintahan
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah diatas, maka rumusan masalah makalah ini sebagai berikut:
Apa itu sistem akuntansi pemerintahan?
Masalah-masalah apa saja yang ada dalam akuntansi pemerintahan?
D. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
Mengetahuai dan memahami sistem akuntansi pemerintahan,
Mengetahui masalah-masalah akuntansi pemerintahan.
E. Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
Bagi Peneliti, makalah ini dapat membantu untuk lebih memahami bidang akuntansi yang lebih luas lagi.
Bagi Pelajar khususnya Mahaiswa, makalah ini menjadi sebuah motivasi untuk segerah bertindak melalui caranya masing-masing, mauoun dillakukan bersama.
Bagi masyarakat umum, makalah ini mampu membuka wawasan tentang keadaan ekonomi negara kita, dan sebagai alasan bertindak.
BAgi pemerintah, makalah ini dapat membantu dalam penyelesaian masalah ekonomi.
F. Prosedur Penulisan Makalah
Makalah ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan metode Deskriptif, artinya penulisan disusun dengan Kajian Pustaka dengan beberapa bagian berasal dari media Internet yang berdasarkan mutu dari setiap sumber.
BAB II
ISI
A. Kajian Teori
1.Pengertian Akuntansi Pemerintahan
Akuntansi Pemerintah (Govermental accounting) 2002:3 , Akuntansi pemerintah berhubungan dengan pencatatan dan pelaporan transaksi ekonomi di lembaga- lembaga pemerintah. Pencatatan itu mencakup administrasi keuangan negara, pelaporan, dan pengontrolan anggaran, agar tidak terjadi penyimpangan dari undang-undang dan peraturan yang berlaku.
Akuntansi didefinisikan sebagai aktifitas pemberian jasa (service activity) untuk menyediakan informasi keuangan kepada para pengguna (user) dalam rangka pengambilan keputusan. Untuk aktifitas tersebut , dilakukan suatu peroses pencatatan , pengklasifikasian dan pengikhtisaran suatu transaksi keuangan yang timbul dari kegiatan suatu organisasi untuk menghasilkan informasi keuangan berupa posisi keuangan pada waktu tertentu, hasil kegiatan untuk periode yang berakhir pada waktu tertentu, disertai dengan suatu penafsiran atas informasi keuangan tertentu.
Dengan demikian, secara umum pengertian tersebut tidak berbeda dengan akuntansi, namun perbedaan teletak pada jenis transaksi yang dicatat dan penggunaanya. Jenis transaksi yang dicatat dalam akuntansi pemerintahan adalah transaksi keuangan pemerintah yang sebagian akan memiliki karakteristik tersendiri yang membedakanya dengan transaksi dalam akuntansi bisnis. Penggunaan informasi keuangan pemerintah antara lain rakyat secara umum yang diwakili oleh lembaga legislatif, pemerintah sendiri, kreditor seperti Bank Dunia, International Monetary Fund (IMF), Asian Development Bank (ADB) dan lainya
Adapun pengertian dari beberapa ahli mengenai Akuntansi Pemerintah:
Menurut Revrisond Baswir (1998:7) adalah sebagai berikut:"Akuntansi Pemerintahan (termasuk di dalamnya akuntansi untuk lembaga-lembaga yang tidak bertujuan mencari laba lainnya), adalah bidang akuntansi yang berkaitan dengan lembaga pemerintahan dan lembaga-lembaga yang tidak bertujuan mencari laba".
Menurut Bahtiar Arif (2002:3) mendefinisikan akuntansi pemerintahan sebagai berikut:
"Akuntansi pemerintahan sebagai suatu aktivitas pemberian jasa untuk menyediakan informasi keuangan pemerintah berdasarkan proses pencatatan, pengklasifikasian, pengikhtisaran suatu transaksi keuangan pemerintah dan sistem penafsiran atas informasi keuangan".

B. PEMBAHASAN
Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Akuntansi Pemerintahan adalah suatu aktifitas pemberian jasa untuk menyediakan informasi keuangan pemerintah berdasarkan proses pencatatan, pengklasifikasian dan pengikhtisaran suatu transaksi keuangan pemerintah serta penafsiran atas informasi keuangan tersebut yang digunakan dalam suatu organisasi pemerintahan atau lembaga yang tidak bertujuan untuk mencari laba, dan merupakan suatu bagian dari akuntansi yang utuh.
Dari uraian teori diatas dapat dipastikan kebutuhan akan akuntansi pemerintahan semakin besar, terutama dalam kondisi eknomi indonesia saat ini, disipli akuntansi telah memasukan akuntansi pemerintahan sebagai bagian pencakupanya. Di indonesia telah dibentuk kompertemen khusus untuk akuntansi sektor publik dalam lembaga Ikatan Akuntansi Indonesia.
Jika diklasifikasikan berdasarkan ruang lingkupnya, akuntansi dapat dibagi menjadi dua, yaitu akuntansi mikro dan akuntansi makro. Dan akuntansi pemerintahan pun termasuk dalam akuntansi mikro.
Fakor-Faktor yang Mempengaruhi Akuntansi Pemerintahan
SistemPemerintahan
Dalam sistem pemerintahan demokrasi parlementer atau presidensial akuntansi pemerintahan banyak dipengaruhi oleh lembaga eksekutif dan legslatif yang mengalami check and belence, sehingga turut mengambil bagian dalam pengambilan keputusan akuntansi
Sifat Sumber Daya
Sumber daya akuntansi pemerintahan bersifat tidak berhubungan langsung dengan hasilnya, seperti seorang warga yang menyator uang tidak mengharapkan kontra prestasi langsung dari kontribusinya, artinya akuntansi berdampak dikemudian hari
Politik Salah satu yang sangat dipengruhi oleh politik ialah anggaran yang sarat akan aspek politik. Anggaran diartikan sebagai alat politik, maka dalam proses persetujuan anggaran terjadi negosiasi politik antara lembaga legislatif yang terdiri dari wakil partai politik dan pemerintah (sebagai pemenang proses politik suatu jangka tertentu).
Anggaran
Anggaran atau budget (1992: 104) dapat didefinisikan dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Dalam arti sempit, anggaran dimaksutkan sebagai rencana kerja keuangan. Sedangkan dalam arti luas anggaran merupakan suatu peroses yang terus-menerus, yang dimulai dari tahap penyusunan anggaran sampai pada tahap pengesahan pertanggung jawaban penggunaan anggaran oleh yang berwenang. Setelah tahap terakhir tersebut maka dimulai lagi tahap penyusunan anggaran untuk tahun anggaran berikutnya, demikian seterusnya sehingga tahap-tahap tersebut merupakan lingkaran dan karenanya disebut sebagai lingkaran atau daur anggaran (budget cyclus). Walawpun daur anggaran merupakan proses yang terus-menerus, tetapi dalam praktiknya penyusunan anggaran sudah dimulai pada saat pelaksanaan tahun anggara sebelumnya (yang sedang berjalan). Apabilah tahap pertanggung jawaban memerlukan beberapa tahun setelah tahun anggaran berakhir (di indonesia selambat-lambatnya 3 tahun), maka pada suatu tahun anggaran sebenarnya telah berlangsung tahap-tahap anggaran dari beberapa tahun anggaran.
Siklus anggaran dapat diperinci sebagai berikut:
Penyusunan rancangan anggaran oleh pemerintah ;
Pengajuan rancangan APBN, oleh pemerintah kepada DPR yang berakhir dengan penetapan UU APBN, sebagai pengesahan;
Pelaksanaan anggaran oleh pemerintah;
Pengawasan atas pelaksanaan anggaran;
Penyusunan pertanggung jawaban anggaran oleh pemerintah dan pengajuan ke DPR untuk disahkan.
Adapun klasifikasi anggaran sebagai berikut:
Klasifikasi organik
Anggaran dikelompokan menurut unit organisasi, misalnya dalam depertemen-depertemen ditunjuk seorang yang bertanggung jawab untuk unit tersebut.
Klasifikasi fungsional
Semua pengeluaran untuk tugas-tugas negara (fungsi-fungsi) yang sama dikelompokan menjadi satu, misalnya pengeluaran untuk pendidikan yang sedang tersebar pada depertemen-depertemen dan dijadikan satu kelompok.
Klasifikasi ekonomis
Anggaran dikelompokan sedemikian rupa dengan maksut untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai kebijakan pemerintahan dalam bidang ekonomi.
Klasifikasi objek
Untuk tiap unit kegiatan disusun anggaran tersendiri, misalnya anggaran untuk proyek, yang berarti disalurkan untuk tujuan tertentu.
Karakteristik Akuntansi Pemerintahan
Pemerintah tidak bereorientasi pada laba, sehingga dalam laporan keuangan pemerintah tidak ada laba/rugi (income statemen) dan treatmen akuntansi yang berkaitan dengan laba.
Pemerintah membukukan anggaran ketika anggaran tersebut dibukukan. Anggaran dalam pemerintahan sangat penting kerena menjadi dasar pelaksanaan kegiatan. Anggaran belanja menjadi batas tertinggi (plafond) dan tidak boleh ada pergeseran dari satu perkiraan keperkiraan lainnya, perubahan harus atas dasar yang berwenang.
Di dalam akuntansi pemerintahan dimungkinkan mempergunakan lebih dari satu jenis dana. Volume transaksi dari setiap jenis dana dalam akuntansi pemeintahan sangat banyak sehingga perlu dibentuk satu dana tersendiri.
Akuntansi pemerintah akan membukukan pengeluaran modal seperti membangun gedung, dan mengadakan kendaraan dalam perkiraan neraca dan hasil operasional.
Akuntansi pemerintahan bersifat kaku karena sangat bergantung pada peraturan perundang-undangan dan terikat pada politik. Apabila ada pertentangan antara transaksi dan peraturan,akan didahulukan peraturannya, keputusannya dipengaruhi oleh legislatif
Akuntansi pemerintahan tidak mengenal perkiraan modal dan laba yang ditahan di neraca.
Masalah-Masalah Akuntansi Pemerintahan
Masalah sistem Entry yang digunakan
Pada awalnya, akuntansi pemerintahan indonesia menggunakan sistem tunggal (single entry), yaitu setiap taransaksi keuangan hanya dicatat (dijurnaj) sekali. Biasanya sistem single entry dalam akuntansi keuangan digunakan untuk organisasi kecil atau sederhana. Dengan digunakan sistem single entry maka, pengertian atau catatan yang biasa terdapat dalam akuntansi keuangan, misalnya persamaan akuntansi (accounting equation) trial belence, jurnal dan posting ke genera ledger menjadi tidak ada dalam akuntansin pemerintahan indonesia.
Dengan menggunakan single entry, produk akhir siklus akuntansinya bukanlah neraca, karena yang dicatat tidak selengkap seperti pada propietory accounting, yaitu yang mencatat harta, utang, ekuitas, pendapatan serta beban dalam sistem akuntansinya.
Sebagai contoh, akuntansi anggaran mencatat anggaran dan realisasinya baik sisi pendapatan maupun belanja, tetapi tidak mencatat harta, utang maupun ekuitas. Demikian pula akuntansi inventaris yang hanya mencatat investasi beserta perubahan-perubahanya, juga tidak mencatat utang, ekuitas, serta pendapatan maupun belanja. Oleh karena itu, akuntansi dengan sisite single entry ini tidak dapat menghasilkan neraca.
Dalam kaitan ini, perlu diberikan catatan bahwa sistem single entry (bersama-sama dengan perubahan basis kas menjadi basis akrual) akan diubah menjadi sistem double entry.
Berikut ini proses perubahan akuntansi basis kas menjadi basis akrual dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Mengimplementasikan anggaran yang fokus pada keluaran (outpu) dan kemudian mengimplementasikan akuntansi dan pengangguran akrual,
Mulai dari mengimplementasikan akuntansi akrual dam tahap selanjutnya baru memeperkenalkan pengangguran akrual,
Mencoba melaksanakan pada beberapa unit baru kemudian mengimplementasikam secara penuh,
Melakukan perubahan dari akuntansi berbasis kas ke akuntansi berbasis akrual.
sumber: Deloitte dalam Binsar H. Simanjuntak (2005)
Adapun beberapa fakta substantif yang disarikan dari beberap berita dan simpulan seminar yang dipublikasikan melalui media :
Kualitas laporan keuangan pemerintah ternyata masih sangat rendah, baik di tingkat pusat maupun pemerintah daerah. Hal ini tercermin dari masih banyaknya hasil audit BPK atas laporan keuangan kementerian dan lembaga dengan opini selain wajar tanpa pengecualian. Berdasarkan, audit atas 293 Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2008 dan satu LKPD tahun 2007 oleh BPK ternyata menghasilkan 8 LKPD mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), 217 LKPD Wajar Dengan Pengecualian (WDP), 21 LKPD Tidak Wajar (TW) dan 47 LKPD Disclaimer.
Rendahnya kualitas laporan keuangan tersebut disebabkan oleh aparat pemerintah yang resisten terhadap reformasi pengelolaan keuangan negara. Mental korup juga masih kuat di pemerintahan.
Kemampuan pemerintah dalam menyusun dan melaporkan keuangan secara wajar sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan juga masih terbatas. Hal ini sebagian disebabkan oleh tidak memadainya SDM yang menangani pengelolaan dan pelaporan keuangan di pemerintah.
Sementara itu, pendidikan akuntansi di perguruan tinggi selama ini hanya menekankan akuntansi sektor bisnis (private). Akuntansi sektor publik, termasuk di dalamnya akuntansi pemerintahan, masih belum diperhatikan secara memadai.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan keseluruhan isi dapat diambil beberapa simpulan sebagai berikut:
1. Akuntansi memiliki peran penting dalam perekonomian negara.
2. Lemahnya sisitem akuntansi pemerintahan.
3. Banyaknya masalah dalam akuntansi pemerintahan.
B. Saran
Berdasarkan hasil penulisan makalah ini, saran penulis sebagai berikut:
1. Bagi pemerintah khususnya yang ada dalam sisitem akuntansi pemerintahan, agar meningkatkan kinerjanya baik yang di pemerintahan pusat maupun daerah, terutama dalam hal komunikasi dan pengawasan.
2. Bagi mahasiswa khususnya yang mengambil program studi bidang akuntansi, agar mempelajari dan memahami akuntansi, terutama akuntansi pemerintahan. Dan bagi mahasiswa lainnya agar turut berjuang memajukan ekonomi, dengan segala bentuk aksinya tapi tanpa kekerasan.
3. Bagi masyarakat umum, agar turut mengikuti perkembangan ekonomi dan tanpa ragu-ragu mengeluarkan pendapat dan aspirasinya.
DAFTAR PUSTAKA
Arif, Bahtiar. dkk. 2002. Akuntansi Pemerintah. Jakarta: Salem Empat
Yujana, Lalu Hendry. 1992. Akuntansi Pemerintahan. Jakarta: FAkultas Ekonomi Universitas Indonesia.
http://lamanbaca.blogspot.com/2011/10/pengertian-dan-tujuan-akuntansi.html http://sgenk.blogspot.com/2009/10/definisi-akuntansi-keuangan-auditing.html http://www.warsidi.com/2009/12/masalah-masalah-dalam-pelaksanaan.htmlBAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Manusia adalah makhluk sosial, artinya satu dengan yang lainnya itu saling membutuhkan. Untuk memenuhi keberlangsungan hidupnya dibutuhkan jasa dari orang lain. Di dunia ini banyak sekali orang-orang pintar yang memiliki kemampuan untuk saling melengkapi dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia sendiri banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa. Perusahaan jasa adalah perusahaan yang kegiatannya menjual atau memberi jasa kepada pihak lain atau masyarakat.
Sepanjang perekonomian di dunia menggunakan uang sebagai alat pembayaran, maka akuntansi sangat berperan penting, Karena akuntansi mencatat peristiwa-peristiwa yang bersifat keuangan. Istilah akuntansi mulai dikenal pada awal tahun 1960-an, ketika ilmu akuntansi Amerika Serikat mulai masuk ke Indonesia yang berasal dari kata Bahasa inggris to account yang mempunyai arti memperhitungkan atau mempertanggungjawabkan.
Hubungan perusahaan jasa dengan akuntansi itu sangat erat. Sebagai suatu sistem informasi, akuntansi menghasilkan informasi keuangan melalui laporan-laporan keuangan yang didasarkan pada prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang berlaku umum. Laporan keuangan yang dapat diandalkan oleh para penggunanya merupakan hasil dari proses akuntansi yang membuat hubungan perusahaan jasa dengan akuntansi itu begitu sangat erat. Laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu proses pencatatan dan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu tahun buku yang bersangkutan (Tn, 2014)

Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan akan dibatasi hanya pada :
Siklus akuntansi pada perusahaan jasa
Laporan keuangan pada perusahaan jasa
Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
Bagaimana siklus akuntansi pada perusahaan jasa?
Bagaimana laporan keuangan pada perusahaan jasa?
Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk :
Memahami bagaimana siklus akuntansi yang terjadi pada perusahaan jasa.
Mengetahui laporan keuangan pada perusahaan jasa
Manfaat
Manfaat yang diharapkan setelah penelitian ini adalah sebagai berikut :
Bagi penulis dan pembaca, makalah ini dapat memperdalam ilmu mengenai laporan keuangan pada perusahaan jasa.
Bagi penulis, makalah ini dapat membantu mengetahui bagaimana siklus akuntansi pada perusahaan jasa
Bagi pembaca, makalah ini dapat membantu mengetahui bagaimana laporan keuangan pada perusahaan jasa.
Prosedur Makalah
Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam menyusun makalah ini serta dalam memperoleh data ditempuh dengan cara studi pustaka. Studi pustaka adalah suatu penelitian atau penulisan dan pengumpulan data dengan cara mempelajari dan membaca buku serta literatur-literatur yang ada kaitannya dengan metode penelitian.
BAB II
ISI
Landasan Teori
Definisi Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa adalah perusahaan yang pada dasarnya proses pembuatan laporan keuangan akuntansi atas transaksi, pencatatan, penggolongan pengikhtisaran, dan pembuatan laporan keuangan akuntansi (Tn, 2014, 9)
Definisi Laporan Keuangan
Laporan keungan sebagaimana didefinisikan oleh Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah laporan yang menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonominya.
Menurut Sofyan S. Harahap (2006:105), laporan keuangan adalah laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu.
Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, (2002:63), laporan keuangan adalah laporan yang diharapkan bisa memberi informasi mengenai perusahaan, dan digabungkan dengan informasi yang lain, seperti industri, kondisi ekonomi, bisa memberikan gambaran yang lebih baik mengenai prospek dan risiko perusahaan.
Menurut Munawir (1995: 5), laporan keuangan itu terdiri dari neraca dan perhitungan laba-rugi serta laporan keuangan dan modal dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu, sedangkan pehitungan laporan laba-rugi memperlihatkan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta biaya yang terjadi selama tertentu, dan laporan perubahan modal menunjukan sumber dan penggunaan atau alasan-alasan yang menyebabkan perubahan modal perusahaan.
Siklus Akuntansi
Menurut Mursyidi (2010:18), bahwa tahapan dalam proses akuntansi mencakup hal-hal sebagai berikut :
Pencatatan (recording) transaksi-transaksi keuangan. Pada tahap ini setiap transaksi keuangan dicatat secara kronologis dan sistematis dalam periode tertentu didalam sebuah atau beberapa buku yang disebut jurnal. Tiap catatan itu harus ditunjang oleh dokumen sumbernya (nota, faktur, kuitansi, bukti memorial, dan lain-lain). Pencatatan dalam akuntansi ada dua tahap, yaitu pencatatan transaksi dalam buku jurnal (journal entry) dan pencatatan ayat jurnal ke buku besar (posting to legder).Pengelompokkan (classification). Pada tahap ini menunjukkan aktivitas transaksi-transaksi yang sudah dicatat itu dikelompokan menurut kelompok akun yang ada, yaitu kelompok akun (assets), akun kewajiban (liabilities), akun ekuitas (equities), akun pendapatan (revenue) dan akun beban (expenses).
Pengikhtisaran (summarizing). Pada tahap ini dilakukan aktivitas penyusunan nilai untuk setiap akun yang disajikan dalam bentuk saldo masing-masing sisi debit dan kredit, bahkan hanya berupa saldo saja. Berarti bahwa secara berkala semua transaksi yang sudah dicatat, dikelompokkan, disajikan secara rigat dala mdaftar tersendiri, yang disebut neraca saldo (trial balance).
Pelaporan (reporting). Pada tahap ini dilakukan aktivitas penyusunan ringkasan dari hasil peringkasan. Laporan disusun secara sistematis untuk dapat dipahami dan dapat diperbandingkan serta disajikan secara lengkap (full disclosure). Laporan keuangan terdiri atas laporan laba rugi (income statement), laporan perubahaan ekuitas (equity statement), laporan neraca (balance sheet), laporan arus kas (cash flos statement), dan catatan atas laporan keuangan.
Penafsiran (analizing). Tahap ini merupakan lanjutan dari proses akuntansi secara teknis, yaitu membaca laporan keuangan melalui alat dan formula tertentu sehingga dapat diketahui kinerja dan posisi keuangan dan perubahannya untuk suatu organissasi.
Pembahasan.
Siklus Akuntansi
Siklus Akuntansi adalah tahap-tahap kegiatan mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan sehingga siap untuk pencatatan transaksi tahun berikutnya. Siklus akuntansi terdiri dari beberapa tahapan, yaitu :
Tahap pencatatan perusahaan jasa
Pembuatan bukti transaksi
Pembuatan bukti transaksi terjadi pada saat transaksi jasa dilakukan. Bukti transaksi ini bisa berbentuk faktur, kwintansi, dan lain-lain
Pencatatan dalam jurnal
Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan secara beruntut. Setelah bukti transaksi diterima lalu setiap transaksi dimasukan ke dalam jurnal. Di dalam jurnal terdapat kolom pendebetan dan pengkreditan. Perlu diingat antara kolom debet dan kredit jumlah nominal harus seimbang dan sesuai dengan transaksi.
Pemindah bukuan/Posting.
Buku besar adalah kumpulan rekening-rekening yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokan transaksi-transaksi yang sama. Setelah kita membuat jurnal, kita harus memindahkan transaksi-transaksi yang telah terjadi ke dalam buku besar.
Tahap pengikhtisaran
Pembuatan neraca saldo
Neraca saldo adalah suatu daftar yang memperlihatkan adanya kesamaan jumlah debet dan kredit dalam buku besar. Dalam pembuatan neraca saldo, hanya prlu menyusun semua perkiraan yang ada dalam buku besar berdasarkan nomor urut dalam buku besar.
Pembuatan neraca lajur dan jurnal penyesuaian
Neraca lajur adalah kertas kerja yang digunakan untuk membantu mempermudah penyusunan laporan keuangan. Dalam pembuatan neraca lajur dan jurnal penyesuaian sebagai berikut :
Penyusunan neraca saldo
Mencatat jurnal penyesuaian pada lajur penyesuaian
Menyusun neraca saldo yang telah disesuaikan dalam lajur neraca saldo.
Memindahkan saldo nominal penghasilan dan beban ke lajur ikhtisar rugi-laba
Memindahkan saldo riil harta, utang dan modal ke lajur neraca
Menghitung saldo rugi-laba sebuah perusahaan pada lajur ikhtisar rugi-laba
Menghitung saldo rugi-laba pada lajur neraca.
Menyamakan saldo di lajur ikhtisar rugi-laba dengan saldo di lajur neraca, perlu diingat saldo antara keduanya harus sama.
Penyusunan laporan keuangan perusahaan jasa.
Laporan keuangan adalah neraca dari perhitungan rugi laba dan keterangan-keterangan lainnya sesuai buku besar. Pada dasarnya laporan keuangan pada perusahaan ajasa mempunyai 3 unsur, yaitu :
Laporan rugi laba
Laporan rugi laba adalah laporan yang berisi penghasilan dan beban-beban yang terjadi pada perusahaan jasa selama waktu tertentu.
Laporan perubahan modal
Laporan perubahan modal adalah laporan yang berisi perubahan modal pada perusahaan jasa selama waktu tertentu
Neraca
Neraca adalah laporan yang berisi harta, hutang, dan modal suatu perusahaan jasa yang disusun secara sistematis pada waktu tertentu.
Pembuatan jurnal penutup
Jurnal penutup adalah proses dimana memindahkan saldo nominal menjadi saldo rill, dengan tujuan menentukan laba atau rugi, mendapatkan neraca akhir dan data/dokumen antar tahun sekarang dan tahun berikutnya.
Pembuatan neraca saldo penutup
Setelah membuat jurnal penutup lalu membuat neraca saldo penutup, tujuannya adalah memastikan bahwa buku besar telah sama sebelum memulai pencatatan siklus akuntansi pada tahun berikutya.
Pembuatan jurnal pembalik
Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada awal tahun suatu periode pada perusahaan jasa. Dasar pembuatan jurnal pembalik adalah jurnal penyesuaian, dan perlu diingat tidak semua jurnal harus dibalik hanya lajur rill yang baru.
Laporan Keuangan Perusahaan Jasa.
Jenis Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan salah satu informasi yang penting bagi perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data-data yang terdiri dari neraca, dan perhitungan laba-rugi serta keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampirannya. Ada 2 macam jenis laporan keuangan pada perusahaan jasa yaitu :
Neraca
Neraca adalah laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan jasa pada periode tertentu. Neraca ini dibuat berdasarkan persamaan dasar akuntansi
Laporan Rugi-Laba
Laporan laba-rugi adalah laporan keuangan yang mengambarkan hasil usaha pada perusahaan jasa pada periode tertentu. Laba rugi bersih adalah selisih antara pendapatan total dengan biaya atau pengeluaran total.
Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal adalah laporan yang menyajikan perubahan modal setelah digunakan untuk membiayai kegiatan usaha perusahaan jasa.
Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan dibuatnya laporan keuangan pada perusahaan jasa adalah memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor, kreditur yang berkaitan dengan perusahaan jasa, memberikan informasi yang bermanfaat untuk pemakai eksternal untuk memperkirakan jumlah waktu, memberi informasi untuk menolong investor, kreditur yang berkaitan dengan perusahaan jasa
Isi Laporan Keuangan
Laporan keuangan perusahaan jasa adalah sumber informasi yang penting
disamping informasi lain seperti informasi industri, kondisi perekonomian, pangsa
pasar perusahaan, kualitas manajemen dan yang lainnya. Ada 3 macam laporan
keuangan yang pokok dihasilkan yaitu neraca dan laporan laba-rugi
Laporan Keuangan Neraca
Neraca merupakan laporan yang berisi keuangan perusahaan jasa pada wakt tertentu. Di dalam neraca terdapat aset, kewajiban, dan ekuitas. Aset mencakup seluruh sumber daya yang memberikan manfaat ekonomi dan/atau sosial yang dimiliki oleh perusahaan jasa. Kewajiban merupakan utang yang harus diselesaikan oleh perusahaan jasa. Ekuitas merupakan kekayaan bersih perusahaan jasa, yaitu selisih antara aset dan kewajiban. Di dalam laporan keuangan neraca ada 2 jenis, yaitu :
Bentuk skontro
Neraca skontro merupakan neraca yang bentuknya seperti huruf T. Oleh karena itu, sering juga disebut T Form. Dalam bentuk ini neraca dibagi ke dalam dua posisi, yaitu di sebelah kiri berisi aktiva dan di sebelah kanan yang berisi kewajiban dan modal. Bentuk neraca jenis ini sering pula disebut dengan bentuk horisontal.
Bentuk laporan
Bentuk laporan sering disebut juga bentuk vertikal. Dalam bentuk laporan isi neraca disusun mulai dari atas terus ke bawah, yaitu mulai dari aktiva lancar seperti kas, bank, efek, komponen aktiva tetap, komponen aktiva lainnya, komponen kewajiban lancar, komponen utang jangka panjang dan terakhir adalah komponen modal (ekuitas)
Laporan Rugi Laba
Laporan Rugi Laba adalah merupakan laporan akuntansi utama, atau bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
Laporan Perubahan Modal
Proses penyusunan laporan perubahan modal menggunakan kertas kerja yang terdiri dari akun modal, prive, dan saldo laba/rugi. Modal diketahui dari kertas kerja kolom neraca pada sisi kredit. Laba bersih dapat dilihat dari kolom laba/rugi sebelah debit, sementara kerugian dilihat dari kolom laba/rugi sebelah kredit. Pengambilan prive dapat dilihat dari kolom neraca sebelah debit.
BAB IIIPENUTUP
Simpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa:
Siklus akuntansi terutama pada perusahaan jasa terdiri dari 2 tahap yaitu tahap pencatatan dan tahap pengikhtisaran. Apabila salah satu dari kedua tahap itu ada yang terlewati maka perusahaan jasa akan mengalami tumpang tindih antara pengeluaran dan pemasukan keuangan.
Laporan keuangan pada perusahaan jasa sangat dibutuhkan, karena untuk melihat keuntungan yang didapat perusahaan jasa, atau kerugian yang diperoleh maupun perubahan modal dari tahun sekarang dan tahun yang akan datang.
Saran
Saran yang dapat disampaikan adalah sebgai berikut :
Bagi perusahaan jasa, dapat menerapkan siklus akuntansi dan membuat laporan keuangan yang baik demi kelancaran kas keuangan perusahaan.
Bagi pembaca, terus memperdalam ilmu akuntansi yang berkaitan dengan siklus akuntansi dan laporan keuangan.
DAFTAR PUSTAKA
Halim Abdul. (2002). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta
Haryono Al Jusup. (2011). Dasar dasar Akuntansi Jilid 1. Yogyakarta. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN
BAB 1 PENDAHULUAN
Latar BelakangSalah satu tantangan dalam era ekonomi global adalah kemampuan untuk menjawab berbagai kebutuhan yang semakin tidak terbatas dalam berbagai sektor, termasuk di dalamnya sektor formal dan sektor nonformal lainnya seiring dengan meningkatnya arus perputaran barang dan jasa serta berkembangnya arus inovasi yang semakin mempertajam keberlangsungan suatu organisasi atau suatu perusahaan. Namun, terdapat berbagai aspek yang menjadi kendala dalam upaya menjawab berbagai tantangan tersebut. Salah satu kendala terbesar adalah suatu organisasi atau perusahaan tidak mampu menjawab kebutuhan informasi bagi para pemangku kepentingan dalam aktivitas bisnis, sebagai contoh laporan keuangan yang menjadi tolak ukur keberhasilan atau kegagalan suatu perusahaan dinilai tidak dapat mencerminkan dan memberikan informasi yang akurat dan nyata.
Untuk mewujudkan informasi laporan keuangan yang relevan dan andal terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Kendala yang dimaksud adalah setiap keadaan yang tidak memungkinkan terwujudnya kondisi yang ideal dalam mewujudkan informasi akuntansi dan laporan keuangan yang relevan dan andal akibat keterbatasan (limitations) atau karena alasan-alasan kepraktisan. Sehubungan dengan hal tersebut maka fnformasi yang bermanfaat bagi para pemangku kepentingan adalah informasi yang mempunyai nilai. Informasi akan bermanfaat apabila informasi tersebut dapat mendukung pengambilan keputusan dan dapat dipahami oleh para pemangku kepentingan. Oleh karena itu, salah satu aspek dalam mengukur informasi yang relevan dan tepat adalah dengan cara menyajikan (Intangible Assets) dalam laporan posisi keuangan. Aktiva Tetap Tidak Berwujud atau Intangible Assets adalah aktiva tetap yang secara fisik tidak dapat dilihat bentuknya, akan tetapi memberi kontribusi nyata bagi suatu organisasi atau perusahaan. Mengingat pentingnya informasi yang relevan dan tepat serta masih terbatasnya penyajian aktiva tetap tidak berwujud, maka menarik untuk dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai Intangible Assets sebagai wujud dalam menyajikan laporan posisi keuangan yang relevan.
Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
Apa yang dimaksud dengan laporan posisi keuangan yang relevan ?
Bagaimana pengaruh penyajian aktiva tetap tidak berwujud (Intangible Assets) sebagai upaya menciptakan laporan posisi keuangan yang relevan ?
Tujuan MakalahAdapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan :
Konsep laporan posisi keuangan yang relevan.
Mengukur manfaat atau pengaruh aktiva tetap tidak berwujud (Intangible Assets) sebagai upaya menciptakan laporan posisi keuangan yang relevan.
Manfaat MakalahManfaat dari makalah ini diharapkan dapat memberikan sumbangan sebagai berikut :
Manfaat AkademisMakalah ini diharapkan mampu menambah wawasan dan ilmu pengetahuan di bidang Akuntansi khususnya yang berhubungan dengan penyajian aktiva tetap tidak berwujud (Intangible Assets) sebagai upaya menciptakan laporan posisi keuangan yang relevan.
Manfaat PraktisMakalah ini diharapkan mampu menjadi masukan bagi para manajer agar menyajikan aktiva tetap tidak berwujud dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan serta menciptkan nilai tambah bagi perusahaan.
Prosedur MakalahPenelitian merupakan salah satu cara dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam penelitian, setidaknya ada dua pendekatan yang mempengaruhi proses penelitian, mulai dari merumuskan permasalahan hingga pengambilan keputusan, yaitu pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Dalam makalah ini digunakan metode kualitatif dalam bentuk kajian deskriptif, fokusnya adalah penggambaran secara menyeluruh tentang bentuk, fungsi, dan makna ungkapan dan larangan. Dengan kata lain, penelitian ini disebut penelitian kualitatif karena merupakan penelitian yang tidak mengadakan perhitungan. Berikut merupakan sistematika penulisan makalah :
BAB 1PENDAHULUAN
Bab 1 menjelaskan mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan makalah, manfaat makalah dan sistematika penulisan.
BAB 2TINJAUAN PUSTAKA
Bab 2 berisikan landasan teori yang mendasari penelitian, serta membahas hasil penelitian yang sejenis dan menggambarkan hasil penelitian.
BAB 3 PENUTUP
Bab 3 berisikan kesimpulan yang diambil berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya. Bab ini juga berisikan saran untuk penelitian selanjutnya
BAB 2TINJAUAN PUSTAKA
Landasan TeoritisLaporan KeuanganLaporan keuangan dapat dengan jelas memperlihatkan gambaran kondisi keuangan suatu perusahaan. Laporan keuangan yang merupakan hasil dari aktivitas operasional perusahaan akan memberikan informasi yang berguna bagi para pemangku kepentingan dan para pihak entitas lain diluar perusahaan. Laporan keuangan merupakan kombinasi dari data keuangan suatu perusahaan yang menggambarkan kemajuan perusahaan dan dibuat secara periodik. Menurut PSAK No. 1 (IAI, 2009) :
Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja suatu entitas. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi.
Sedangkan menurut Baridwan (2014:17) mengemukakan bahwa laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan, merupakan suatu ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
PSAK No.1 (IAI,2009) menyatakan bahwa laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen yang meliputi neraca, laporan laba/rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.
Neraca
Neraca adalah laporan keuangan yang disusun secara sistematis untuk menyajikan posisi keuangan perusahaan pada suatu saat atau tanggal tertentu. Neraca juga disebut laporan posisi keuangan. Ada tiga elemen pokok dalam neraca yaitu aktiva yang menggambarkan keputusan penggunaan dana atau keputusan investasi di masa lalu, sedang utang dan modal (passiva) menunjukan asal sumber dana untuk kepentingan pendanaan di masa lalu tersebut. Pos-pos pada neraca disusun mulai dari yang paling likuid, mudah dicairkan menjadi uang tunai sampai yang paling tidak likuid.
Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi merupakan ikhtisar yang disusun secara sistematis tentang penghasilan, biaya rugi laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu. Prinsip-prinsip yang umum diterapkan dalam laporan laba rugi adalah :
bagian pertama menunjukan penghasilan yang diperoleh dari usaha pokok perusahaan (penjualan barang dagangan atau memberikan servis) diikuti dengan biaya pokok dari barang atau jasa yang dijual sehingga diperoleh laba kotor.
bagian kedua menunjukan biaya-biaya operasional yang terdiri dari biaya penjualan dan biaya umum atau administrasi (operating expenses.)
bagian ketiga menunjukan hasil-hasil yang diperoleh dari luar organisasi pokok perusahaan (non operating/ financial income dan expenses).
Bagian keempat menunjukan laba atau rugi yang insidentil (extraordinary) diperoleh laba bersih sebelum pajak pendapatan.
Laporan keuangan ini memperlihatkan laporan hasil kegiatan atas operasional, perusahaan selama suatu periode tertentu. Ikhtisar perubahan posisi keuangan memperlihatkan keefektifan manajemen dalam menyerap dana dan menyalurkannya. Jenis dana yang diserap dan jenis penyaluran dana juga mencerminkan profedionalisme dari manajemen yang ada.
Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan perubahan ekuitas menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode yang bersangkutan. Berdasarkan PSAK nomer 1 (IAI, 2009) perusahaan harus menyajikan laporan perubahan ekuitas sebagai komponen utama laporan keuangan, yang menunjukan:
total laba rugi komprehensif selama suatu periode, yang menunjukan secara terpisah total jumlah yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali
untuk tiap komponen ekuitas, pengaruh penerapan retrospektif atau penyajian kembali secara retrospektif yang diakui sesuai dengan PSAK 25.
untuk setiap komponen ekuitas, rekonsiliasi antara jumlah tercatat pada awal dan akhir periode, secara teepisah mengungkapkan masing-masing perubahan yang timbul dan (i) laba rugi; (ii) masing-masing pos pendapatan komprehensif lain, dan (iii) transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik, yang menunjukan secara terpisan kontribusi si pemilik dan distribusi kepada pemilik dan perubahan hak kepemilikan pada entitas anak yang tidak menyebabkan hilang pengendalian.
Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
Secara etimologis istilah karakteristik tafsir merupakan susunan dua kata yang terdiri dari kata; karakteristik dan tafsir. Istilah karakteristik diambil dari bahasa Inggris yakni characteristic, yang artinya mengandung sifat khas. Ia mengungkapkan sifat-sifat yang khas dari sesuatu.
Berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) No 01 – Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan, Karakteristik kualitatif laporan keuangan adalah ukuran-ukuran normatif yang perlu diwujudkan dalam informasi akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuannya atau menghasilkan informasi yang berkualitas. Dalam Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) Nomor 2 Tahun 1980 tentang Qualitative Characteristics of Accounting Information mengisyaratkan bahwa informasi akuntansi yang berkualitas harus menunjukkan manfaat yang lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan untuk menyajikan informasi tersebut, yang mana suatu informasi akuntansi dapat dikatakan berkualitas jika para pengguna laporan keuangan berdasarkan pemahaman dan pengetahuan mereka masing-masing dapat mengerti dan menggunakan informasi akuntansi yang disajikan tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan. Keempat karakteristik berikut ini merupakan prasyaratan normatif yang diperlukan agar laporan keuangan dapat memenuhi kualitas yang dikehendaki:
Relevan
Laporan keuangan bisa dikatakan relevan apabila informasi yang termuat di dalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu atau masa kini, dan memprediksi masa depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa lalu. Dengan demikian, informasi laporan keuangan yang relevan dapat dihubungkan dengan maksud penggunaannya. Informasi dapat dikatakan relevan jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
Memiliki manfaat umpan balik (feedback value), Informasi memungkinkan pengguna untuk menegaskan atau mengoreksi ekspektasi mereka di masa lalu.
Memiliki manfaat prediktif (predictive value), Informasi dapat membantu pengguna untuk memprediksi masa yang akan datang berdasarkan hasil masa lalu dan kejadian masa kini.
Tepat waktu, Informasi disajikan tepat waktu sehingga dapat berpengaruh dan berguna dalam pengambilan keputusan.
Lengkap, Informasi akuntansi keuangan pemerintah disajikan selengkap mungkin, mencakup semua informasi akuntansi yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dengan memperhatikan kendala yang ada. Informasi yang melatarbelakangi setiap butir informasi utama yang termuat dalam laporan keuangan diungkapkan dengan jelas agar kekeliruan dalam penggunaan informasi tersebut dapat dicegah.
Agar informasi yang disajikan dapat relevan maka informasi yang disajikan dalam laporan keuangan pemerintah harus didasarkan pada kebutuhan informasi para pengguna laporan keuangan pemerintah.
Andal
Informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material, menyajikan setiap fakta secara jujur, serta dapat diverifikasi. Informasi mungkin relevan, tetapi jika hakikat atau penyajiannya tidak dapat diandalkan maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan dan merugikan pengguna laporan keuangan. Informasi yang andal memenuhi karakteristik:
Penyajian Jujur, Informasi menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan.
Dapat Diverifikasi (verifiability), Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat diuji, dan apabila pengujian dilakukan lebih dari sekali oleh pihak yang berbeda, hasilnya tetap menunjukkan simpulan yang tidak berbeda jauh.
Netralitas, Informasi diarahkan pada kebutuhan umum dan tidak berpihak pada kebutuhan pihak tertentu.
     Agar informasi yang dihasilkan dapat dipercaya (andal) maka penyajian informasi dalam laporan keuangan pemerintah harus didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan disajikan secara menyeluruh.
Dapat Dibandingkan
Pengguna harus dapat membandingkan laporan keuangan entitas antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan serta membandingkan laporan keuangan antar entitas untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja dan perubahannya secara relatif. Oleh karena itu, pengukuran dan penyajian dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang serupa dilakukan secara konsisten. Informasi yang termuat dalam laporan keuangan akan lebih berguna jika dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau laporan keuangan entitas pelaporan lain pada umumnya. Perbandingan dapat dilakukan secara internal dan eksternal. Perbandingan secara internal dapat dilakukan bila suatu entitas menerapkan kebijakan akuntansi yang sama dari tahun ke tahun.
Perbandingan secara eksternal dapat dilakukan bila entitas yang diperbandingkan menerapkan kebijakan akuntansi yang sama. Apabila entitas pemerintah menerapkan kebijakan akuntansi yang lebih baik daripada kebijakan akuntansi yang sekarang diterapkan, perubahan tersebut diungkapkan pada periode terjadinya perubahan. Agar informasi yang disajikan dapat dibandingkan maka penyajian laporan keuangan pemerintah minimal harus disajikan dalam 2 (dua) periode atau 2 (dua) tahun anggaran.
Dapat Dipahami
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan pemerintah dikatakan dapat dipahami jika pengguna mengerti dengan informasi-informasi yang disajikan dan mampu menginterpretasikannya. Hal ini dapat terlihat dari manfaat informasi yang disajikan tersebut terhadap pengambilan keputusan. Untuk itu, penyajian informasi dalam laporan keuangan pemerintah harus menggunakan format/bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan batas pemahaman para pengguna. Pengguna harus diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai atas kegiatan dan lingkungan operasi entitas pelaporan, serta memiliki kemauan untuk mempelajari informasi yang disajikan dalam laporan keuangan pemerintah. Dalam kenyataannya, pemerintah masih menghadapi beberapa kendala kendala dalam menyajikan informasi yang relevan dan andal tersebut. Kendala tersebut merupakan suatu keadaan yang tidak memungkinkan terwujudnya kondisi yang ideal dalam mewujudkan laporan keuangan pemerintah yang relevan dan andal akibat keterbatasan (limitations) atau karena alasan-alasan kepraktisan. Tiga hal yang menimbulkan kendala dalam penyajian laporan keuangan pemerintah tersebut, yaitu:
Materialitas
Walaupun idealnya memuat segala informasi, laporan keuangan pemerintah hanya diharuskan memuat informasi yang memenuhi kriteria materialitas. Informasi dipandang material apabila kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna yang diambil atas dasar laporan keuangan. Selama seluruh informasi yang material telah disajikan dalam laporan keuangan maka laporan keuangan pemerintah tersebut dapat dikatakan wajar. Hal inilah yang mengakibatkan mungkin saja ada suatu informasi yang tidak disajikan dalam laporan keuangan pemerintah.
Pertimbangan Biaya dan Manfaat
Manfaat yang dihasilkan informasi akuntansi seharusnya melebihi biaya penyusunannya. Dampak dari pertimbangan biaya dan manfaat tersebut, laporan keuangan pemerintah diperbolehkan untuk tidak menyajikan segala informasi, apalagi jika informasi tersebut manfaatnya lebih kecil daripada biaya penyusunannya. Namun demikian, evaluasi atas biaya dan manfaat membutuhkan proses pertimbanganyang matang. Biaya penyajian informasi tidak harus dipikul oleh pengguna informasi yang menikmati manfaat, karena manfaat dari penyajian informasi tersebut mungkin saja dinikmati oleh pengguna lain di luar mereka yang menjadi tujuan informasi.
Keseimbangan antar Karakteristik Kualitatif
Keseimbangan antar karakteristik kualitatif yang diperlukan untuk mencapaivsuatu keseimbangan yang tepat di antara berbagai tujuan normatif yang diharapkan dipenuhi oleh laporan keuangan pemerintah. Bisa saja untuk mementingkan dipenuhinya keandalan suatu informasi, menyebabkan informasi tersebut kurang relevan, begitupula sebaliknya jika relevansinya dipentingkan, mengakibatkan informasi tersebut kurang andal. Kepentingan relatif antar karakteristik dalam berbagai kasus mungkin akan berbeda, terutama antara relevansi dan keandalan, adakalanya pengguna lebih membutuhkan informasi yang andal dibandingkan informasi yang relevan, namun bisa saja pengguna lebih mementingkan kerelavansian dari pada keandalannya.
Untuk itu, dibutuhkan suatu pertimbangan profesional dalam penentuan tingkat kepentingan antara dua karakteristik kualitatif tersebut agar dapat menyediakan informasi sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Tujuan dan Syarat Laporan Keuangan
Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan:
Informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai posisi keuangan perusahaan (termasuk bank) pada suatu saat tertentu.
Informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai hasil usaha perusahaan selama periode akuntansi tertentu.
Informasi keuangan yang dapat membantu pihak-pihak yang berkepentingan untuk menilai atau menginterpretasikan kondisi dan potensi perusahaan.
Informasi penting lainnya yang relevan dengan kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan yang bersangkutan.
Laporan keuangan akan lebih bermanfaat apabila memenuhi syarat-syarat seperti dibawah ini:
Relevan : Data yang diolah dan disajikan dalam laporan keuangan hanyalah data yang ada kaitannya dengan transaksi yang bersangkutan. Data yang tidak perlu diungkapkan dan tidak ada kaitannya dengan kegiatan perusahaan tidak perlu disajikan.
Jelas dan dapat dimengerti : Informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan harus ditampilkan dengan cara sedemikian rupa hingga jelas dapat dipahami dan dimengerti oleh semua pembaca laporan keuangan. Dengan demikian, para pemakai laporan keuangan dapat mengambil keputusan yang relevan dari informasi yang dibaca.
Dapat diuji kebenarannya : Data dan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan harus dapat ditelusuri kepada bukti asalnya, baik dalam bentuk dokumen dasar, formulir berharga, maupun fisik aktiva bersangkutan. Semua data dan informasi yang disajikan harus dapat dipertanggungjawabkan oleh manajemen perusahaan.
Netral : Laporan keuangan haruslah disajikan untuk dapat dipergunakan oleh semua pihak. Laporan keuangan tidak ditujukan untuk memenuhi pihak-pihak tertentu, sehingga harus dibuat lebih dari satu macam laporan keuangan sesuai dengan kebutuhan informasi para pemakai. Laporan keuangan yang disajikan harus dibuat tidak bias atau harus netral sehingga semua pihak dapat mempergunakannya.
Tepat waktu : Laporan keuangan harus memiliki periode pelaporan, sehingga jelas batas pelaporan dari posisi harta, hutang, modal, pendapatan, dan biaya dari perusahaan yang akan dilaporkan. Waktu penyajiannya harus dinyatakan dengan jelas dan disajikan dalam batas waktu yang wajar, dalam arti tidak terlalu terlambat sehingga dapat digunakan oleh manajemen untuk mengambil keputusan yang sifatnya manajerial maupun teknikal.
Dapat diperbandingkan : Laporan keuangan yang disajikan harus dapat diperbandingkan dengan periode-periode sebelumnya sebagai dasar untuk mengikuti perkembangan arah (trend) dari harta, hutang, modal, pendapatan, serta biaya. Dasar dari laporan yang dapat diperbandingkan adalah penerapan prinsip akuntansi secara konsisten.
Lengkap : Data yang disajikan dalam informasi akuntansi, baik dalam neraca, ikhtisar laba-rugi, maupun ikhtisar posisi keuangan, haruslah lengkap sehingga tidak memberikan informasi yang menyesatkan bagi para pemakai laporan keuangan. Keutuhan data akuntansi merupakan syarat mutlak bagi tercapainya azas relevan.
Aset Tetap Tidak Berwujud (Intangible Assets)Definisi Aset Tetap Tidak Berwujud
Perusahaan merupakan organisasi modern yang mempunyai keingan tertentu untuk mencapai tujuan perusahaan yang mencangkup laba, pertumbuhan (growth), kelangsungan usaha (survival), dan pencitraan public (image). Untuk mencapai tujuan ini manajemen sebagai pihak yang diserahi hak dan tanggung jawab memiliki faktor produksi seperti money, material, man dan method yang selanjutnya yang kita ketahui sebagai proses produksi. Untuk menghasilan produk ini maka peranan aktiva tetap sangat besar. Seperti lahan sebagai tempat berproduksi, bangunan sebagai tempat kantor, mesin sebagai alat berproduksi dan lain-lain sebagai alat pendukung kegiatan perusahaan. Bahkan ada aktiva tetap yang tidak berwujud (intangible assets) namun penting dalam kegiatan produksi dan tanpa aktiva ini dimungkinkan juga perusahaan tidak dapat beroperasi.
Aset tidak berwujud merupakan hak, keistimewaan, dan manfaat kepemilikan atau pengendalian. Dua karakteristik umum aset tidak berwujud adalah tingginya ketidakpastian masa manfaat dan tidak adanya wujud fisik. Goodwill, paten, hak cipta, merek, sewa, pemegang hak sewa, lisensi, franchises, formula khusus, teknologi, penelitian dan pengembangan merupakan contoh aset tidak berwujud. Aset tidak berwujud sering kali tidak dapat dipisahkan dari suatu perusahaan atau segmennya, masa manfaat yang tidak terhingga, dan mengalami perubahan penilaian yang besar (Subramanyam dan Wild, 2008).
Menurut PSAK No. 19, aset tidak berwujud adalah aktiva non moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif. Jadi, terdapat tiga kriteria yang harus terpenuhi untuk mengakui suatu pengeluaran sebagai aktiva tak berwujud, yaitu: keteridentifikasian, pengendalian atas sumber daya, dan adanya manfaat ekonomis di masa depan.
Berkaitan dengan aset tidak berwujud, terdapat pro dan kontra mengenai perlunya pengukuran nilai yang akurat atas aset tidak berwujud yang dimiliki perusahaan. Pengukuran kinerja pemanfaatan aset, baik yang bersifat tangible maupun yang bersifat intangible perlu dilakukan oleh perusahaan sebagai cara untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja perusahaan. Akan tetapi, terdapat kesulitan yang muncul dalam mengukur kinerja pemanfaatan aset tidak berwujud yaitu nilainya yang terkadang sulit diukur.
PembahasanPenyajian Aktiva Tetap Tidak Berwujud (intangible assets)Salah satu karakteristik laporan keuangan adalah laporan keuangan tersebut memberikan informasi yang relevan dan tepat waktu bagi para pemangku kepentingan agar informasi yang termuat di dalam laporan keuangan tersebut mencerminkan secara nyata kondisi aktivitas bisnis dan kondisi perusahaan dalam rangka pengambilan keputusan yang jelas. Berkaitan dengan informasi yang termuat harus relevan, maka laporan keuangan diharapkan dapat menyajikan informasi tersebut sangat berkaitan dengan proses bisnis di masa yang akan datang, karena dengan penilaian laporan keuangan yang relevan dapat menjadi tolak ukur dalam koreksi keberhasilan dan evaluasi dalam beberapa waktu perusahaan selama kegiatan operasional berlangsung.
Laporan posisi keuangan sebagai salah satu bagian dalam laporan keuangan mendapat mandat untuk menyajikan berbagai komponen penting di dalamnya, meliputi penyajian komponen aset yang dimiliki perusahaan, penyajian komponen utang yang menjadi klaim kreditor atas harta yang dmiliki perusahaan serta penyajian komponen ekuitas pemilik yang menjadi klaim atas harta atas selisih dari klaim atas kreditor. Laporan posisi keuangan sangat berperanan penting dalam pengambilan keputusan ekonomi ini diharapkan agar menyajikan ketiga komponen tersebut secara rinci dan jelas tanpa ada pengecualian, ketiga komponen tersebut harus dibuat dengan struktur yang baik agar pengungkapan laporan keuangan sesuai dengan kondisi yang nyata tanpa adanya fraud maupun asumsi lebih saji. Komponen utama yang menjadi kendala terhadap penyajian laporan keuangan yang relevan adalah komponen akun aktiva tetap tidak berwujud (intangible asset) yang seringkali diasumsikan tidak memiliki indikasi besar terhadap kualitas penyajian laporan keuangan.
Adapun yang terjadi di lapangan adalah laporan posisi keuangan yang memiliki mandat untuk mengungkap ketiga komponen tanpa pengecualian, seringkali terkendala akan berbagai hal sehingga laporan posisi keuangan yang disajikan bisa dikatakan tidak relevan sebab terdapat satu komponen penting yang tidak disajikan yang dimana komponen tersebut adalah aktiva tetap tidak berwujud (intangible asset). Asumsi yang mendasar adalah jika suatu sistem dibangun dengan basic yang tidak meyakinkan maka suatu sistem tersebut dengan jelas merupakan sebuah kesalahan, hal tersebut senada dengan laporan keuangan, jika landasan maupun kebijakan akuntansi yang telah memberikan aturan untuk komponen apa saja yang meski disajikan tetapi dalam implementasi terdapat beberapa komponen yang tidak disajikan. Hal tersebut merupakan sebuah indikasi ketidakpatuhan terhadap sistem yang telah dibuat oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) melalui Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).
Alasan terbesar mengapa sebagian besar kesalahan yang terjadi di lapangan adalah dimana manajemen bersama jajarannya tidak mengerti dan mengetahui bahwa telah terjadi pelanggaran jika tidak menyajikan satu komponen penting dalam penyajian laporan posisi keuangan. Perusahaan berasumsi bahwa intangible asset sulit dilakukan pengukuran, sebab intangible asset sulit dinilai dalam bentuk satuan mata uang kemudian sulit dilakukan transfer dalam bentuk aset lancar. Beberapa tahun ini, terjadi pergeseran paradigma mengenai daya saing perusahaan. Dalam rangka menyongsong persaingan di era ekonomi global, seringkali yang menjadi landasan adalah daya saing suatu organisasi dalam kemampuan menghasilkan suatu barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan, kemudian setelah pergeseran paradigma tersebut munculah Management Knowledge yang mengaitkan keberhasilan suatu entitas dalam persaingan di era ekonomi global adalah pentingnya aktiva tetap tidak berwujud dalam membawa keberhasilan perusahaan di persaingan ekonomi global.
Intangible assets adalah kelompok asset non-fisik, namun dengan disajikannya di dalam laporan posisi keuangan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat memperoleh laba yang melebihi jumlah yang diprediksi. Aspek terpenting dalam penyajian intangible assets dalam laporan posisi keuangan adalah nilai jual perusahaan akan menjadi lebih tinggi dibanding perusahaan yang sebelumnya tidak pernah menyajikan intangible assets dalam laporan posisi keuangan. Hal tersebut terjadi karena para pemangku kepentingan akan memutuskan untuk berinvestasi atau bekerjasama dengan suatu entitas jika didasari dengan laporan posisi keuangan yang menjanjikan. Disajikannya intangible assets dalam laporan posisi keuangan akan memberikan keyakinan lebih bahwa perusahaan tersebut memiliki citra yang baik sehingga menyajikan intangible assets dalam bentuk goodwill. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, kuesioner yang disebar menunjukan implikasi yang dihasilkan adalah bahwa laporan posisi keuangan mengharuskan seluruh informasi tersajikan dengan lengkap.
Dengan demikian laporan posisi keuangan yang sesuai dengan standar adalah laporan posisi keuangan yang menyajikan seluruh komponen tanpa terkecuali. Jika seluruh komponen disajikan dengan benar maka dengan jelas bahwa laporan keuangan tersebut telah sesuai dengan karakteristik laporan keuangan yang relevan karena berisikan informasi yang jelas sehingga mempengaruhi keputusan ekonomi yang lebih baik Jika laporan posisi keuangan disajikan dengan kekurangan komponen maka dengan sendirinya laporan keuangan telah kehilangan karakteristiknya yaitu tidak relevan, dan jika laporan tidak relevan maka informasi di dalam laporan keuangan tersebut terindikasi tidak andal, kemudian jika informasi tidak andal maka keakuratan laporan keuangan tersebut diragukan.
BAB 3PENUTUP
SimpulanBerdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada bab 2 serta sesuai dengan tujuan makalah yaitu untuk mengukur manfaat aktiva tetap tidak berwujud sebagai upaya menciptakan laporan posisi keuangan yang relevan. Laporan posisi keuangan yang relevan adalah laporan posisi keuangan yang keseluruhan komponen disajikan dengan baik termasuk aktiva tetap tidak berwujud (intangible assets), maka dapat disimpulkan bahwa penyajian aktiva tetap tidak berwujud (intangible assets) dalam laporan posisi keuangan dapat mempengaruhi relevansi dalam laporan tersebut. Dimana dapat dilihat bahwa dalam penyajian intangible assets dalam laporan posisi keuangan maka nilai jual perusahaan akan menjadi lebih tinggi dibanding perusahaan yang sebelumnya tidak pernah menyajikan intangible assets dalam laporan posisi keuangan
SaranSaran untuk para pemangku kepentingan adalah sebelum memberikan laporan posisi keuangan kepada pihak eksternal agar lebih baik memperbaiki kembali laporan posisi keuangan, agar dengan menyajikan aktiva tetap tidak berwujud sebagai cermin relevansi dari kondisi keuangan suatu perusahaan sehingga dengan itu laporan posisi keuangan dapat dijadikan alat pengambil keputusan yang jelas bagi para pemangku kepentingan.
DAFTAR PUSTAKA BIBLIOGRAPHY Baridwan, Z. (2004). Intermiate Accounting. Jakarta: BPFE.
Indonesia, I. A. (2007). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Jakarta: IAI Jakarta.
Lam, N., & Lau, P. (2014). Akuntansi Keuangan : Perspektif IFRS. Jakarta: Salemba Empat.
Rachmawati, A. S. (2011). Pengaruh Aktiva Tetap Tidak Berwujud (Intangible Assets) Terhadap Financial Distress. Depok: Universitas Indonesia.
Soraya, L. (2013). Pengaruh Nilai Aset Tidak Berwujud dan Penelitian dan Pengembangan Terhadap Nilai Pasar Perusahaan. Semarang: Universitas Diponegoro.
Warren, C. S., Reeve, J. M., & Duchac, E. J. (n.d.). Pengantar Akuntansi Adaptasi Indonesia. Jakarta: Salemba Empat.
Wild, J., & Subramanyam. (2008). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
BAB IPENDAHULUANLatar BelakangDi era globalisasi ini, kerjasama dalam dunia bisnis semakin luas.Hal tersebut yang kemudian mendorong seorang akuntanuntuk bisa menghasilkan informasi yang berkualitas dan dapat diandalkan.Informasi yang dihasilkan oleh penyedia kegiatan akuntansi maupun akuntan harus dapat dibandingkan dan dinilai kualitasnya secara luas dan terstandar internasional.Selain itu, penggunaan teknologi yang semakin majubanyak bermunculan,dan aplikasinyadigunakan untuk mempermudah pekerjaan seorang akuntan. Aplikasi tersebut banyak dikembangkan oleh pihak asing dan tentunya menggunakan istilah-istilah asing akuntansi. Bisa dibayangkan betapa pentingnya seorang akuntan dalam menguasai istilah-istilah akuntansi dalam bahasa asing. Penggunaan istilah-istilah akuntansi tersebut perlu dipelajari sejak dini.
Di lembaga pendidikan setingkat SMA, pelajaran akuntansi diperkenalkan kepada siswa ketika sudah duduk di bangku kelas XI IPS. Tidak semua sekolah menggunakan istilah-istilah asing dalam pembelajaran akuntansi. Hal ini menyebabkan siswa yang berasal dari sekolah yang tidak menggunakan istilah-istilah asing dalam pembelajarannya, perlu belajar lebih ekstra ketika siswa tersebut berencana masuk pada jurusan akuntansi yang notaben di perguruan tinggi menggunakan istilah-istilah asing. Penguasaan siswa pada istilah-istilah akuntansi dalam bahasa asing ini menjadi sangat penting, dimana setelah lulus dari perguruan tinggi nanti hal ini digunakan dalam dunia kerja.
Berdasarkan latar belakang di atas, kami menyajikan makalah ini untuk membahas mengenai istilah akuntansi dalam bahasa asing pada pelajar tingkat SMA, tepatnya di kelas IPS SMAN 1 Sukaresmi Cianjur. Dari masalah ini, kami melakukan analisis mengenai faktor penyebab dan solusi dalam mengatasinya.
Rumusan MasalahApa saja faktor penyebab kurangnya penguasaan istilah akuntansi dalam bahasa asing di kelas IPS SMAN 1 Sukaresmi Cianjur?
Apa saja solusi dalam mengatasi permasalahan mengenai kurangnya penguasaan istilah akuntansi dalam bahasa asing di kelas IPS SMAN 1 Sukaresmi Cianjur?
TujuanMengetahui apa saja faktor penyebab kurangnya penguasaan istilah akuntansi dalam bahasa asing di kelas IPS SMAN 1 Sukaresmi Cianjur.
Mengetahui apa saja solusi dalam mengatasi permasalahan mengenai kurangnya penguasaan istilah akuntansi dalam bahasa asing di kelas IPS SMAN 1 Sukaresmi Cianjur.
ManfaatBagi peneliti, sebagai bahan referensi untuk mengetahui apa saja faktor penyebab dan solusi dalam mengatasi permasalahan mengenai kurangnya penguasaan istilah akuntansi dalam bahasa asing di kelas IPS SMAN 1 Sukaresmi Cianjur.
Bagitenaga pendidik, sebagai referensi untuk mengetahui pentingnya penerapan dan penggunaan istilah asing dalam pembelajaran akuntansi.
Bagi sekolah, sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran khususnya mengenai penerapan dan penggunaan istilah akuntansi dalam bahasa asing.
Metode PenelitianMetode Observasi
Metode observasi adalah metode yang digunakan dengan melakukan tinjauan secara langsung pada siswa di kelas IPS SMAN 1 Sukaresmi Cianjur untuk memperoleh data yang konkrit tentang istilah akuntansi dalam bahasa asing di sekolah tersebut.
Metode Studi Pustaka
Metode studi pustaka adalah metode yang dilakukan untuk memperoleh kelengkapan data yang dibutuhkan. Kami melakukan studi pustaka untuk mencari sumber yang berkaitan dengan masalah yang dikaji yaitu mengenai penggunaan istilah akuntansi dalam bahasa asing.
BAB IIKAJIAN TEORI DAN PEMBAHASANKajian TeoriPengertian AkuntansiMenurut Isroah dan Siti Nurjanah (2012:3), Akuntansi sering disebut sebagai bahasa dunia usaha atau the language of business. Dari segi bahasa, akuntansi berasal dari to account yang berarti menghitung atau mempertanggungjawabkan sehingga menjadi accounting. Istilah account diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi perkiraan atau rekening.
Definisi akuntansi secara resmi sebagaimana termuat dalam Accounting Terminologi Bulletin No. 1 yang diterbitkan oleh APB (Accounting Principles Board) sebagai komite penyusun prinsip akuntansi yang dibentuk oleh American Institut of Certified Public Accountans sebagai berikut. (Isroah dan Siti Nurjanah, 2012:3).
Accounting is the art of recording, classifying and summarizing in a significant manner and in terms of money; transactions and events which are, in part at least, of financial character, and interpreting the result thereof.
Artinya, akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, peringkasan transaksi serta kejadian yang bersifat keuangan dengan cara yang signifikan (bermakna) dan dalam bentuk satuan uang, dan penginterpretasian hasil proses tersebut. Pengertian seni dalam definisi tersebut dimaksudkan bahwa akuntansi bukan merupakan ilmu pengetahuan eksakta, melainkan sebagai keterampilan atau pengetahuan terapan yang isi dan strukturnya disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan. (Isroah dan Siti Nurjanah, 2012:3).
American Accounting Association (Isroah dan Siti Nurjanah, 2012:3), mendefinisikan akuntansi sebagai suatu proses pengidentifikasian, pengukuran dan pelaporan informasi ekonomi yang memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan secara jelas dan tegas bagi pengguna informasi tersebut. Dari definisi tersebut, akuntansi mengandung pengertian sebagai berikut.
Akuntansi merupakan suatu proses mengubah data yang belum siapm menjadi informasi yang siap dipakai.
Akuntansi merupakan kegiatan yang terdiri atas mengumpulkan, mengidentifikasi, mengukur, mencatat, dan mengikhtisarkan data keuangan.
Data pengikhtisaran disebut informasi ekonomi, kemudian informasi tersebut disampaikan kepada para pemakai dalam bentuk laporan. Laporan tersebut dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengambil keputusan ekkonomi.
Akuntansi merupakan suatu teknik atau seni mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang bersifat keuangan, kemudian melaporkannya kepada pemakai informasi tersebut.
Sejarah dan Perkembangan Akuntansi di IndonesiaMenurut Isroah dan Siti Nurjanah (2012:4), Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan organisasi dan kegiatan bisnis. Diawali dengan pencatatan sederhana, akuntansi mulai diterapkan dalam setiap kegiatan bisnis suatu organisasi. Setiap kejadian dicatat di atas batu, kayu, ataupun daun. Hal ini telah dilakukan di Babilonia pada tahun 3600 SM, kemudian dilakukan di Mesir dan Yunani. Pencatatannya pun belum dilakukan secara sistematis dan belum lengkap. Selanjutnya, di Italia pedagang-pedang Venesia melakuakan pencatatan transaksi keuangannya sudah lebih sistematis.
Pada tahun 1494 Luca Pacioli menulis buku yang berjudul Summa de Arithmatica, Geometrica Proportioni et Proportionalita. Buku tersebut berisi tentang ilmu matematika, selain itu juga memuat materi akuntansi untuk para pelaku usaha. Materi akuntansi disajikan dalam bab yang berjudul Tractatus de Computis et Scriptoris yang di dalamnya dikenalkan tentang sistem pembukuan berpasangan.
Pembukuan (bookkeeping) mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 1642, yakni setelah adanya Undang-Undang Tanam Paksa oleh Belanda. Pembukuan yang biasa dikenal dengan tata buku merupakan tindakan pencatatan secara teratur dan sistematis tentang segala transaksi keuangan dan segala akibat yang ditimbulkan oleh transaksi itu. Tata buku ini hanya menyangkut kegiatan yang bertujuan untuk menyajikan informasi yang berdasarkan pada data keuangan.
Pada zaman pendudukan Belanda banyak pengusaha Belanda menerapkan sistem pembukuan. Sistem pembukuan Belanda dengan konsep sistem akuntansi lebih dikenal dengan sistem kontinental.
Pada masa pendudukan Jepang, Indonesia masih menggunakan sistem kontinental karena banyak pengusaha yag masih memakai tenaga yang berasal dari Belanda walupun berangsur-angsur perannya mulai berubah dan berkurang. Pada akhir abad ke 19, sistem pembukuan mulai berkembang di Amerika yang sering disebut dengan accounting (akuntansi). Sejalan dengan perkembangan teknologi maka pada pertengahan abad ke 20 dipakailah komputer sebagai pengolah data akuntansi sehingga data akuntansi dapat diselesaikan dengan baik dan efesien.
Pada saat Indonesia sudah merdeka, pembukuan masih menggunakan sistem kontinental karena banyak lembaga pendidikan yang masih menggunakan tenaga pengajar dari Belanda. Setelah tahun 1960 Indonesia mulai menggunakan sistem Amerika, yaitu Anglo Saxon, karena dipandang lebih efisien dan praktis.
Asumsi Dasar AkuntansiMenurut Hery (2014:10), asumsi dasar akuntansi adalah sebagai berikut.
Monetary Unit Assumption (Asumsi Unit Moneter)
Data transaksi yang akan dilaporkan dalam catatan akuntansi harus dapat dinyatakan dalam satuan mata uang (unit moneter). Asumsi ini memungkinkan akuntansi untuk mengukur setiap transaksi bisnis/peristiwa ekonomi ke dalam nilai uang.
Asumsi unit moneter terkait langsung dengan penerapan konsep biaya (cost concept). Konsep biaya digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan keuangan, dimana aset yang dibeli pada umumnya akan dicatat sebesar harga perolehannya.
Diasumsikan pula bahwa nilai daya beli adalah konstan, sesuai dengan asumsi stable monetary unit, yang berarti mengabaikan efek inflasi. Sebagai contoh, sebuah peralatan kantor yang dibeli dengan harga Rp 15.000.000,00, maka peralatan kantor yang baru dibeli tersebut dapat dicatat sebesar harga perolehannya, dengan satuan mata uang (unit moneter) dalam rupiah.
Economic/Business Entity Asumption (Asumsi Kesatuan Usaha)
Adanya pemisahan pencatatan antara transaksi perusahaan sebagai entitas ekonomi dengan transaksi pemilik sebagai individu dan transaksi entitas ekonomi lainnya. Sebagai contoh, Tn. Alfonso sebagai pemilik bengkel mobil, tidak boleh memperhitungkan biaya pribadinya sebagai beban bengkel. Biaya pribadi di sini, misalnya biaya untuk sewa apartemen sebagai tempat tinggalnya atau biaya untuk keperluan anaknya, dan lain-lain. Jadi yang boleh diperhitungkan sebagai beban bengkel hanyalah pengeluaran-pengeluaran yang memang benar-benar terkait langsung dengan usaha bengkelnya.
Accounting/Time Period Assumption (Asumsi Periode Akuntansi)
Informasi akuntansi dibutuhkan atas dasar ketepatan waktu (timely basis). Umur aktivitas perusahaan dapat dibagi menjadi beberapa periode akuntansi, seperti bulanan (monthly), tiga bulanan (quarterly), atau tahunan (annually).
Going Concern Assumption (Asumsi Kesinambungan Usaha)
Perusahaan didirikan dengan maksud untuk tidak dilikuidasi (dibubarkan) dalam jangka waktu dekat, akan tetapi perusahaan diharapkan akan tetap terus beroperasi dalam jangka waktu yang tidak terbatas.
Kualitas Informasi AkuntansiMenurut Alam (2007:140), informasi akuntansi yang berkualitas harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
Perbandingan antara Manfaat dan Biaya
Pertimbangan utamanya adalah bahwa manfaat laporan akuntansi paling tidak harus sama dengan biaya untuk membuat laporan tersebut. Biaya sebuah laporan akuntansi tidak boleh lebih besar daripada manfaat yang bisa diterima oleh pemakai informasi tersebut.
Dapat Dimengerti
Informasi dapat dimengerti oleh pemakai karena dinyatakan dalam bentuk dan dengan istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian atau pengetahuan pemakai.
Relevan
Agar informasinya relevan, maka dipilih metode-metode pengukuran dan pelaporan akuntansi keuangan yang akan membantu para pemakai dalam pengambilan keputusan yang memerlukan pengguanaan data akuntansi.
Dapat dipercaya
Suatu informasi akunatansi yang dapoat dipercaya tergantung pada tiga hal sebagai berikut:
Dapat diuji
Informasi harus dapat diuji kebenarananya oleh para penguji independen dengan menggunakan metode pengukuran yang sama.
Netral
Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak-pihak tertentu.
Menyajikan yang seharusnya
Informasi akuntansi dikatakan dapat dipercaya bila informasi itu memang berasal dari kondisi ekonomi atau kejadian yang seharusnya terjadi.
Nilai Prediksi
Informasi tentang keadaan keuangan masa sekarang atau kinerja masa lalu bisa memiliki nilai prediksi. Artinya, dapat digunakan sebagai dasar memrediksi masa depan.
Feedback (Umpan Balik)
Umpan balik dapat berupa rediksi, pembenaran, atau penolakan terhadap perencanaan yang telah dibuat sebelumnya.
Tepat Waktu
Informasi harus disampaikan sedini mungkin agar dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam pengambilan keputusan-keputusan perusahaan dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan.
Dapat Dibandingkan atau Konsisten
Dapat dibandinghkan dapat dimaksudkan agar pembaca laporan keuangan dapat lebih mudah mengetahui persamaan dan perbedaan diantara perusahaan-perusahaan yang bersangkutan. Dengan prosedur dan prinsip yang sama, perbedaan antara dua perusahaan yang sejenis akan disebabkan oleh keadaan ekonomis perusahaan yang bersangkutan, bukan oleh perbedaan dalam aplikasi prinsip dan prosedur akuntansi.
Materiality (Cukup Berarti)
Tuntutan prinsip-prinsip akuntansi bisa diabaiakn jika suatu laoran keuangan dianggap penting bagi pemakai laporan keuangan tersebut. Jadi tuntutan prinsip akuntansi bisa diabaikan selama tidak menyebabkan kekeliruan atau kesalahan laporan yang memengaruhi keputusan atau penilaian pembaca laporan.
Pihak-pihak yang Menggunakan Informasi AkuntansiMenurut Alam (2007:142), pihak-pihak yang menggunakan informasi akuntansi dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu sebagai berikut:
Pihak internal
Pihak internal adalah pihak yang berhubungaan langsung dengan operasi perusahaan sehari-hari, yaitu pemimpin perusahaan. Pemimpin perusahaan sangat berkepentingn terhadap informasi akuntansi karena dialah yang paling bertanggung jawab atas kemajuan perusahaan. Berdasarkan informasi akuntansi, pemimpin perusahaan dapat menjual berbagai kebijakan dalam pengalokasian biaya yang efesien, penyusunan anggaran yang realistis, penetapan harga pokok produksi yang rasional, dan penetapan harga jual yang menguntungkan. Berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemimpin perusahaan perlu dikomunikasikan baik ke dalam maupun ke luar perusahaan.
Pihak eksternal
Pihak eksternal adalah pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan tetai tidak terlibat secara langsung dalam membuat berbagai keputusan dan kebijakan operasional perusahaan. Pihak eksternal terdiri dari pihak-pihak sebagai berikut:
Pemilik perusahaan atau pemegang saham (investor)
Pemilik perusahaan atau pemegang saham adalah pihak yang berkepentingan atas maju-mundurnya perusahaan karena merekalah yang menanggung resiko atas modal yang disetornya ke dalam perusahaan.
Karyawan dan serikat pekerja
Karyawan dan serikat pekerja berkepentingan atas maju-mundurnya perusahaan. Jika kondisi keuangan perusahaan baik, misalnya, maka karyawan dapat menuntut perbaikan penghasilan.
Kreditor
Perusahaan membutuhkan pinjaman(kredit) untuk membiayai operasinya. Pinjaman tersebut daat diperoleh dari kreditor, yang memutuskan apakah akan memberi pinjaman atau tidak, setelah mengetahui keadaan. Kreditor mengetahui keadaan perusahaan setelah melihat informasi yang disajikan oleh akuntasi.
Badan-badan pemerintah
Pemerintah berkepentingan terhadap perusahaan, misalnya, dalam hal erpajakan dan ketenagakerjaan. Dalam hal perpajakan, pemerintah perlu mengetahui laba suatu perusahaan agar dapat menghitung besarnya pajak penghasilan perusahaan tersebut. Dalam hal ketenagakerjaan, pemerintah perlu mengetahui apakah ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan upah telah terpenuhi. Pemerintah dapat mengetahuinya melalui laporan yang disajikan oleh akuntansi.
Pelanggan
Pelanggan sudah pasti berkepentingan atas maju-mundurnya perusahaan. Pelanggan, dalam hal ini, mencakup konsumen dan emasok. Pemasok(supplier), misalnya, perlu mengetahui keadaan keuangan perusahaan untuk menjamin kelancaran pembayaran barang yang dipasoknya.
Masyarakat
Masyarakat, terutama yang berada di sekitar perusahaan,berkepentingan terhadap perusahaan dalam hal penyediaan lapangan kerja dan manfaat sosial lainnya. Kemampuan perusahaan dalam menyediakan lapangan kerja dan manfaat sosial lainnya dapat diketahui melalui laporan keuangan (akuntansi).
Bidang Profesi AkuntansiMenurut Alam (2007:147), bidang profesi akuntansi adalah sebagai berikut.
Akuntansi Keuangan
Akuntansi keuangan adalah bagian dari akuntansi yang mengkhususkan dalam proses pencatatan transaksi hingga penyajiannya dalam bentuk laporan keuangan.
Auditing
Bidang akuntansi yang mengkhususkan pada pemeriksaan catatan-catatan akuntansi secara independen disebut auditing.
Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya berhubungan dengan perencanaan, penetapan dan pengendalian biaya produksi.
Akuntansi Manajemen
Akuntansi manajemen adalah bidang akuntansi yang mengkhususkan pada pengembangan dan penafsiran informasi akuntansi untuk membantu manajemen dalam menjalankan perusahaan.
Akuntansi Anggaran
Akuntansi anggaran berhubungan dengan penyusunan rencana pengeluaran perusahaan dan membandingkannya dengan pengeluaran aktual.
Akuntansi Perpajakan
Akuntansi perpajakan mengkhususkan kegiatannya dalam penyiapan data yanng diperlukan untuk perhitungan pajak.
Sistem Akuntansi
Sistem akuntansi adalah bidang akuntansi yang mengkhususkan dalam perencanaan dan pelaksanaan prosedur pengumpulan, serta pelaporan data keuangan.
Akuntansi Pemerintahan
Akuntansi pemerintahan mengkhususkan dalam penyajian laporan transaksi yang dilakukan oleh pemerintah dengan melaporkan dan menjelaskan, melalui data akuntansi, berbagai aspek dari pengelolaan administrasi keuangan negara dan melakukan pengendalian atas pengeluaran uang negara.
Akuntansi Pendidikan
Akuntansi pendidikan berhubungan dengan kegiatan pengajaran dan pengembangan pendidikan akuntansi.
PembahasanHasil PenelitianDalam mengkaji permasalahan yang dibahas pada makalah ini, kami melakukan penelitian pada siswa kelas IPS di SMAN 1 Sukaresmi Cianjur, dengan jumlah sampel sebanyak 34 orang. Berikut ini merupakan pertanyaan pada angket/kuesioner yang kami berikan serta jawaban yang diperolehnya.
Apakah anda menyukai pelajaran Akuntansi?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 33 sampel menjawab ya dan 1 sampel menjawab tidak.
Artinya, 97 % dari sampel menyatakan bahwa mereka menyukai pelajaran Akuntansi, dan hanya 3 % dari sampel tidak menyukainya.
Apakah anda menguasai semua materi pembelajaran Akuntansi yang telah disampaikan?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 3 sampel menjawab ya dan 31 sampel menjawab tidak.
Artinya, hanya 8 % dari sampel yang menyatakan bahwa mereka menguasai semua materi pembelajaran Akuntansi yang telah disampaikan, dan sebanyak 92 % menyatakan tidak.
Apakah anda pikir semua materi pembelajaran Akuntansi itu sulit?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 9 sampel menjawab ya dan 25 sampel menjawab tidak.
Artinya, 26 % dari sampel menyatakan bahwa semua materi pembelajaran Akuntansi itu sulit dan 74 % dari sampel menyatakan tidak.
Apakah anda pikir semua materi pembelajaran Akuntansi itu mudah?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 4 sampel menjawab ya dan 30 sampel menjawab tidak.
Artinya, hanya 11 % dari sampel menyatakan bahwa semua materi pembelajaran Akuntansi itu mudah dan 89 % dari sampel menyatakan tidak.
Apakah anda pikir bahwa guru mata pelajaran Akuntansi di kelas Anda telah menyampaikan materinya dengan baik?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 10 sampel menjawab ya, 23 sampel menjawab tidak, dan 1 sampel tidak memberikan jawabannya.
Artinya, 29 % menyatakan bahwa guru mata pelajaran Akuntansi di kelas Anda telah menyampaikan materinya dengan baik, 67 % menyatakan tidak dan 4 % tidak memberikan jawabannya.
Apakah anda tahu dan hafal mengenai nama-nama akun/rekening dalam Akuntansi?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 1 sampel menjawab ya, 32 sampel menjawab tidak, dan 1 sampel tidak memberikan jawabannya.
Artinya, 2 % dari sampel menyatakan bahwa mereka tahu dan hafal mengenai nama-nama akun/rekening dalam Akuntansi, 94 % menyatakan tidak dan 4 % tidak memberikan jawabannya.
Apakah anda tahu dan hafal mengenai nama-nama akun/rekening dalam Akuntansi tersebut dengan menggunakan istilah dalam bahasa asing?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 1 sampel menjawab ya dan 33 sampel menjawab tidak.
Artinya, hanya 4 % dari sampel yang menyatakan bahwa mereka tahu dan hafal mengenai nama-nama akun/rekening dalam Akuntansi tersebut dengan menggunakan istilah dalam bahasa asing dan sejumlah 96 % menyatakan tidak.
Apakah guru mata pelajaran Akuntansi di kelas anda pernah/sering memperkenalkan istilah-istilah Akuntansi dalam bahasa asing?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 25 sampel menjawab ya dan 9 sampel menjawab tidak.
Artinya, 73 % dari sampel menyatakan bahwa guru mata pelajaran Akuntansi di kelasnya pernah/sering memperkenalkan istilah-istilah Akuntansi dalam bahasa asing, dan 27 % menyatakan tidak.
Menurut anda, pentingkah penguasaan istilah-istilah Akuntansi dalam bahasa asing pada pembelajaran Akuntansi?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 34 sampel menjawab ya.
Artinya, 100 % dari sampel menyatakan bahwa penguasaan istilah-istilah Akuntansi dalam bahasa asing pada pembelajaran Akuntansi itu penting.
Apa istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "Utang Jasa"?
Tidak tahu
Jawab: .................
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 34 sampel menjawab tidak tahu.
Artinya, 100 % dari sampel menyatakan bahwa mereka tidak tahu mengenai istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "Utang Jasa".
Apa istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "Piutang Jasa"?
Tidak tahu
Jawab: .................
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 34 sampel menjawab tidak tahu.
Artinya, 100 % dari sampel menyatakan bahwa mereka tidak tahu mengenai istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "Piutang Jasa".
Apa istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "kas"?
Tidak tahu
Jawab: .................
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 27 sampel memberikan jawaban dengan benar, dan 77 menjawab tidak tahu.
Artinya, 80 % dari sampel yang dapat memberikan jawaban dengan benar dan sisanya menyatakan bahwa mereka tidak tahu mengenai istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "kas".
Apa istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "beban sewa"?
Tidak tahu
Jawab: .................
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 11 sampel memberikan jawaban yang benar dan 23 menyatakan tidak tahu.
Artinya, 32 % dari sampel dapat memberikan jawaban dengan benar dan 68 % menyatakan bahwa mereka tidak tahu mengenai istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "beban sewa".
Apa istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "wesel tagih"?
Tidak tahu
Jawab: .................
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 5 sampel memberikan jawaban yang benar dan 29 menyatakan tidak tahu.
Artinya, 14 % dari sampel dapat memberikan jawaban dengan benar dan 86 % menyatakan bahwa mereka tidak tahu mengenai istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "wesel tagih".
Apa istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "utang bunga"?
Tidak tahu
Jawab: .................
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 7 sampel memberikan jawaban yang benar dan 27 menyatakan tidak tahu.
Artinya, 20 % dari sampel dapat memberikan jawaban dengan benar dan 80 % menyatakan bahwa mereka tidak tahu mengenai istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "utang bunga".
Apa istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "beban bunga"?
Tidak tahu
Jawab: .................
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 13 sampel memberikan jawaban yang benar dan 21 menyatakan tidak tahu.
Artinya, 38 % dari sampel dapat memberikan jawaban dengan benar dan 62 % menyatakan bahwa mereka tidak tahu mengenai istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "beban bunga".
Apa istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "asuransi dibayar di muka"?
Tidak tahu
Jawab: .................
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 8 sampel memberikan jawaban yang benar dan 26 menyatakan tidak tahu.
Artinya, 23 % dari sampel dapat memberikan jawaban dengan benar dan 77 % menyatakan bahwa mereka tidak tahu mengenai istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "asuransi dibayar di muka".
Apa istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "beban serba-serbi"?
Tidak tahu
Jawab: .................
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 34 sampel menyatakan tidak tahu.
Artinya, 100 % dari sampel menyatakan bahwa mereka tidak tahu mengenai istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "beban serba-serbi".
Apa istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "beban iklan"?
Tidak tahu
Jawab: .................
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 7 sampel memberikan jawaban yang benar dan 27 menyatakan tidak tahu.
Artinya, 20- % dari sampel dapat memberikan jawaban dengan benar dan 80 % menyatakan bahwa mereka tidak tahu mengenai istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "beban iklan".
Apa istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "ekuitas/modal pemilik"?
Tidak tahu
Jawab: .................
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 10 sampel memberikan jawaban yang benar dan 24 menyatakan tidak tahu.
Artinya, 29 % dari sampel dapat memberikan jawaban dengan benar dan 71 % menyatakan bahwa mereka tidak tahu mengenai istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "ekuitas/modal pemilik".
Apa istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "prive"?
Tidak tahu
Jawab: .................
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 2 sampel memberikan jawaban yang benar dan 32 menyatakan tidak tahu.
Artinya, 5 % dari sampel dapat memberikan jawaban dengan benar dan 95 % menyatakan bahwa mereka tidak tahu mengenai istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "prive".
Apa istilah asing dalam akuntansi untuk "laporan perubahan modal"?
Tidak tahu
Jawab: .................
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 34 sampel menyatakan tidak tahu.
Artinya, 100 % dari sampel menyatakan bahwa mereka tidak tahu mengenai istilah asing dalam akuntansi untuk "laporan perubahan modal".
Apa istilah asing dalam akuntansi untuk "laporan rugi-laba"?
Tidak tahu
Jawab: .................
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 16 sampel memberikan jawaban yang benar dan 18 menyatakan tidak tahu.
Artinya, 47 % dari sampel dapat memberikan jawaban dengan benar dan 53 % menyatakan bahwa mereka tidak tahu mengenai istilah asing dalam akuntansi untuk laporan rugi-laba".
Apa istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "ikhtisar rugi-laba"?
Tidak tahu
Jawab: .................
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 8 sampel memberikan jawaban yang benar dan 26 menyatakan tidak tahu.
Artinya, 23 % dari sampel dapat memberikan jawaban dengan benar dan 77 % menyatakan bahwa mereka tidak tahu mengenai istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun "ikhtisar rugi-laba".
Berdasarkan penelitian melalui angket/kuesioner di atas, dapat diperoleh keterangan-keterangan sebagai berikut.
Berdasarkan angket no. 1 dengan pertanyaan.
Apakah anda menyukai pelajaran Akuntansi?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 33 sampel menjawab ya dan 1 sampel menjawab tidak.
Artinya, 97 % dari sampel menyatakan bahwa mereka menyukai pelajaran Akuntansi, dan hanya 3 % dari sampel tidak menyukainya
Sebagian besar siswa SMAN 1 Sukaresmi Cianjur yang berada di kelas jurusan studi IPS menyukai pelajaran Akuntansi.
Berdasarkan angket no. 2 dengan pertanyaan.
Apakah anda menguasai semua materi pembelajaran Akuntansi yang telah disampaikan?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 3 sampel menjawab ya dan 31 sampel menjawab tidak.
Artinya, hanya 8 % dari sampel yang menyatakan bahwa mereka menguasai semua materi pembelajaran Akuntansi yang telah disampaikan, dan sebanyak 92 % menyatakan tidak.
Sebagian besar siswa SMAN 1 Sukaresmi Cianjur yang berada di kelas jurusan studi IPS tidak menguasai materi pembelajaran akuntansi yang telah disampaikan oleh guru.
Berdasarkan angket no. 3 dengan pertanyaan.
Apakah anda pikir semua materi pembelajaran Akuntansi itu sulit?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 9 sampel menjawab ya dan 25 sampel menjawab tidak.
Artinya, 26 % dari sampel menyatakan bahwa semua materi pembelajaran Akuntansi itu sulit dan 74 % dari sampel menyatakan tidak.
Sebagian besar siswa SMAN 1 Sukaresmi Cianjur yang berada di kelas jurusan studi IPS tidak menyatakan bahwa materi pembelajaran akuntansi itu sulit.
Berdasarkan angket no. 4 dengan pertanyaan.
Apakah anda pikir semua pembelajaran Akuntansi itu mudah?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 4 sampel menjawab ya dan 30 sampel menjawab tidak.
Artinya, hanya 11 % dari sampel menyatakan bahwa semua materi pembelajaran Akuntansi itu mudah dan 89 % dari sampel menyatakan tidak.
Sebagian besar siswa SMAN 1 Sukaresmi Cianjur yang berada di kelas jurusan studi IPS tidak menyatakan bahwa materi pembelajaran akuntansi itu mudah.
Berdasarkan angket no. 5 dengan pertanyaaan.
Apakah anda pikir bahwa guru mata pelajaran Akuntansi di kelas anda telah menyampaikan materinya dengan baik?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 10 sampel menjawab ya, 23 sampel menjawab tidak, dan 1 sampel tidak memberikan jawabannya.
Artinya, 29 % menyatakan bahwa guru mata pelajaran Akuntansi di kelas Anda telah menyampaikan materinya dengan baik, 67 % menyatakan tidak dan 4 % tidak memberikan jawabannya.
Sebagian besar siswa SMAN 1 Sukaresmi Cianjur yang berada di kelas jurusan studi IPS menyatakan bahwa guru mata pelajaran Akuntansi di kelasnya belum menyampaikan materi pembelajaran dengan baik.
Berdasarkan angket no. 6 dengan pertanyaan.
Apakah anda tahu dan hafal mengenai nama-nama akun/rekening dalam Akuntansi?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 1 sampel menjawab ya, 32 sampel menjawab tidak, dan 1 sampel tidak memberikan jawabannya.
Artinya, 2 % dari sampel menyatakan bahwa mereka tahu dan hafal mengenai nama-nama akun/rekening dalam Akuntansi, 94 % menyatakan tidak dan 4 % tidak memberikan jawabannya.
Sebagian besar siswa SMAN 1 Sukaresmi Cianjur yang berada di kelas jurusan studi IPS menyatakan bahwa mereka tidak tahu dan hafal mengenai nama-nama akun/rekening dalam Akuntansi.
Berdasarkan angket no. 7 dengan pertanyaan.
Apakah anda tahu dan hafal mengenai nama-nama akun/rekening dalam Akuntansi tersebut dengan menggunakan istilah dalam bahasa asing?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 1 sampel menjawab ya dan 33 sampel menjawab tidak.
Artinya, hanya 4 % dari sampel yang menyatakan bahwa mereka tahu dan hafal mengenai nama-nama akun/rekening dalam Akuntansi tersebut dengan menggunakan istilah dalam bahasa asing dan sejumlah 96 % menyatakan tidak.
Sebagian besar siswa SMAN 1 Sukaresmi Cianjur yang berada di kelas jurusan studi IPS menyatakan bahwa mereka tidak tahu dan hafal mengenai nama-nama akun/rekening dalam Akuntansi tersebut dengan menggunakan istilah dalam bahasa asing.
Berdasarkan angket no. 8 dengan pertanyaan.
Apakah guru mata pelajaran Akuntansi di kelas anda pernah/sering memperkenalkan istilah-istilah Akuntansi dalam bahasa asing?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 25 sampel menjawab ya dan 9 sampel menjawab tidak.
Artinya, 73 % dari sampel menyatakan bahwa guru mata pelajaran Akuntansi di kelasnya pernah/sering memperkenalkan istilah-istilah Akuntansi dalam bahasa asing, dan 27 % menyatakan tidak.
Sebagian besar siswa SMAN 1 Sukaresmi Cianjur yang berada di kelas jurusan studi IPS menyatakan bahwa guru mata pelajaran Akuntansi di kelasnya pernah/sering memperkenalkan istilah-istilah Akuntansi dalam bahasa asing.
Berdasarkan angket no. 9 dengan pertanyaan.
Menurut anda pentingkah penggunaan istilah-istilah Akuntansi dalam bahasa asing pada pembelajaran Akuntansi?
Ya
Tidak
Hasil yang diperoleh adalah sejumlah 34 sampel menjawab ya.
Artinya, 100 % dari sampel menyatakan bahwa penguasaan istilah-istilah Akuntansi dalam bahasa asing pada pembelajaran Akuntansi itu penting.
Seluruh siswa SMAN 1 Sukaresmi Cianjur yang berada di kelas jurusan studi IPS yang dijadikan sebagai sampel menyatakan bahwa penggunaan istilah-istilah Akuntansi dalam bahasa asing pada pembelajaran Akuntansi itu penting.
Berdasarkan angket no. 10-24 dengan pertanyaan.
Apa istilah asing dalam akuntansi untuk nama akun utang jasa, piutang jasa, kas, beban sewa, wesel tagih, utang bunga, beban bunga, asuransi dibayar di muka, beban serba-serbi, beban iklan, ekuitas/medal pemilik, prive, laporan perubahan modal, laporan rugi-laba dan ikhtisar rugi-laba.
Sebagian besar siswa SMAN 1 Sukaresmi Cianjur yang berada di kelas jurusan studi IPS menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui jawaban untuk beberapa akun/rekening dalam pembelajaran Akuntansi dengan menggunakan istilah dalam bahasa asing yang ditanyakan pada angket yaitu akun utang jasa, piutang jasa, beban sewa, wesel tagih, utang bunga, beban bunga, asuransi dibayar di muka, beban serba-serbi, beban iklan, ekuitas/modal pemilik, prive, ikhtisar rugi-laba dan untuk istilah asing pada laporan keuangan yaitu laporan perubahan modal dan laporan rugi-laba.
Faktor Penyebab Kurangnya Penguasaan Istilah Akuntansi dalam Bahasa Asing di Kelas IPS SMAN 1 Sukaresmi CianjurBerdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kami melihat bahwa adanya permasalahan mengenai kurangnya penguasaan istilah Akuntansi dalam bahasa asing di kelas IPS SMAN 1 Sukaresmi ini disebabkan oleh beberapa faktor penyebab sebagai berikut.
Siswa tidak menguasai materi pembelajaran Akuntansi yang disampaikan.
Terbukti, dari hasil angket yang diujikan, sebagian besar dari sampel menyatakan bahwa mereka tidak menguasai materi pembelajaran Akuntansi yang disampaikan oleh guru.
Materi pembelajaran Akuntansi belum disampaikan dengan baik oleh guru di kelas. Terbukti, dari hasil angket yang diujikan, sebagian besar dari sampel menyatakan bahwa guru mata pelajaran Akuntansi di kelasnya belum menyampaikan materi dengan baik.
Kurang efektifnya proses pembelajaran. Hal ini dibuktikan dari hasil angket yang diujikan yang menunjukkan bahwa sebagian besar dari sampel menyatakan bahwa guru mata pelajaran Akuntansi di kelasnya pernah/sering memperkenalkan istilah-istilah Akuntansi dalam bahasa asing. Namun, pada pertanyaan angket berikutnya, mereka menyatakan bahwa mereka tidak tahu dan hafal mengenai istilah-istilah Akuntansi dalam bahasa asing. Artinya, dalam hal ini terjadi ketidakserasian antara apa yang telah disampaikan oleh guru dengan apa yang diperoleh dan dikuasai oleh siswa. Hal ini menunjukkan bahwa adanya ketidakefektifan pada proses pembelajaran materi Akuntansi yang dilakukan. Ketidakefektifan proses belajar ini dapat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut.
Kemampuan guru dalam menyampaikan materi yang dirasa masih kurang.
Siswa yang tidak memberikan respon terhadap apa yang disampaikan oleh guru.
Guru yang otoriter atau tidak dapat membuat siswa nyaman pada saat proses pembelajaran berlangsung.
Terlalu banyak tugas yang dibebankan.
Guru yang kurang melakukan evaluasi terhadap kemampuan siswa mengenai materi yang telah disampaikannya.
Terlalu banyak materi yang disampaikan/ harus dikuasai.
Suasana kelas dan proses pembelajaran yang kurang kondusif.
Kurangnya kesadaran dan realisasi dalam proses pembelajaran mengenai pentingnya penguasaan istilah akuntansi dalam bahasa asing, meskipun mereka mengakuinya. Baik guru maupun siswa mengetahui bahwa penguasaan istilah akuntansi dalam bahasa asing adalah penting. Hal ini dibuktikan oleh guru dengan adanya materi pembelajaran yang disampaikan dikelas mengenai istilah akuntansi dalam bahasa asing dan sebagian besar siswa pun mengakui akan hal ini. Namun, hal ini tidak terealisasi dengan baik dan sebagian besar siswa tidak tahu dan tidak hafal menganai istilah-istilah Akuntansi dalam bahasa asing.
Solusi dalam Mengatasi Permasalahan Mengenai Kurangnya Penguasaan Istilah Akuntansi dalam Bahasa Asing di Kelas IPS SMAN 1 Sukaresmi CianjurBerdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kami melihat bahwa permasalahan mengenai kurangnya penguasaan istilah Akuntansi dalam bahasa asing di kelas IPS SMAN 1 Sukaresmi ini dapat diatasi oleh beberapa solusi berikut.
Meningkatkan pemahaman dan penguasaan yang lebih terhadap materi yang telah disampaikan. Kegiatan ini dapat dilakukan baik oleh siswa maupun guru. Siswa yang menyadari bahwa kemampuannya masih kurang dalam memahami dan menguasai materi pembelajaran, sebaiknya melakukan berbagai bentuk usaha guna meningkatkan kemampuannya seperti belajar secara mandiri di rumah yang dilakukan secara terus menerus, belajar melalui media internet, bertanya pada teman yang dirasa telah memahami dan menguasai materi pembelajaran, memberikan waktu yang lebih/ekstra terhadap intensitas belajar, atau bahkan siswa dapat mengikuti pelatihan/kursus mengenai materi pembelajaran jika dirasa guru belum cukup dan mampu menyampaikan materi dengan baik.
Begitu pun dengan guru, proses peningkatan pemahaman dan penguasaan materi pembelajaran pada siswa dapat dilakukan dalam berbagai bentuk seperti:
Pemahaman yang menyeluruh terhadap materi sebelum materi itu disampaikan sehingga saat proses pembelajaran berlangsung, materi yang ditargetkan untuk disampaikan dapat tersampaikan dengan baik dan jelas serta menyeluruh kepada siswa.
Bertanya pada siswa mengenai apakah materi yang disampaikan sudah jelas dan dapat dipahami dengan baik. Dalam hal ini, guru dapat saja melakukan pengulangan-pengulangan penjelasan materi jika masih ada siswa yang belum paham akan materi yang disampaikan.
Memodifikasi cara belajar. Kurangnya pemahaman dan penguasaan siswa akan sebuah materi pembelajaran dapat disebabkan karena cara guru dalam menyampaikan materi terkesan monoton dan membosankan. Dalam hal ini dibutuhkan kreativitas pada seorang guru dalam memberikan inovasi-inovasi baru terhadap proses pembelajaran sehingga kegiatan belajar tak lagi monoton dan membosankan. Guru harus mencari hal-hal yang dianggap dapat menyenangkan siswa saat proses pembelajaran, tanpa menghilangkan tujuan akhir dari penyampaian materi. Hal ini dapat dilakukan dalam berbagai cara seperti salah satunya dengan menyelipkan games yang berkaitan dengan materi pembelajaran dan memberikan point-point tambahan pada siswa yang berhasil mengikuti kegiatan games ini dengan baik, sehingga diharapkan siswa dapat lebih tertantang dan memberikan respon yang baik serta mau mengikuti dan berusaha memahami materi pembelajaran yang disampaikan dengan baik.
Evaluasi terhadap materi pembelajaran yang telah disampaikan. Kegiatan ini dirasa sangat perlu dilakukan pada sebuah proses pembelajaran guna menguji dan mengukur sejauh mana pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi yang disampaikan. Diluar dari ulangan harian, ulangan bab, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester, guru dapat melakukan evalusi misalnya dengan memberikan quiz singkat pada setiap pertemuan belajar. Quiz ini dapat dilakukan 10 atau 15 menit sebelum kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Quiz ini dapat dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan singkat seputar materi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Dengan kegiatan ini, diharapkan siswa dapat melakukan pemahaman yang lebih dan belajar dengan lebih baik lagi terhadap materi yang disampaikan serta guru pun dapat mengetahui apakah materi yang disampaikan sudah dipahami oleh siswa sepenuhnya atau belum.
Penekanan yang lebih oleh guru terhadap siswa akan pentingnya penguasaan istilah-istilah Akuntansi dalam bahasa asing. Kegiatan ini penting untuk dilakukan agar siswa paham betul dan memahami bahwa dalam proses pembelajaran mata pelajaran Akuntansi mereka harus menguasai juga istilah-istilah Akuntansi dalam bahasa asing, karena kelak bahasa asinglah yang akan mendominasi dalam proses pembelajaran Akuntansi di perguruan tinggi ataupun penggunaanya dalam dunia kerja nanti. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui berbagai bentuk seperti salah satunya dengan memberikan pengenalan terhadap dunia Akuntansi secara internasional, pengenalan terhadap perkembangan ilmu Akuntansi dan kegiatan ekonomi yang memerlukan semakin seringnya interaksi dengan dunia luar, serta pemberian tugas atau latihan-latihan soal mengenai istilah-istilah akuntansi dalam bahasa asing. Melalui pengenalan dan latihan-latihan soal yang dilakukan secara terus menerus diharapkan siswa dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaannya terhadap materi pembelajaran Akuntansi, dalam hal ini khususnya untuk istilah-istilah Akuntansi dalam bahasa asing.
BAB IIIPENUTUPSimpulanBerdasarkan penelitian dan pengkajian yang telah dilakukan, kami menarik simpulan bahwa permasalahan mengenai kurangnya penguasaan istilah Akuntansi dalam bahasa asing di kelas IPS SMAN 1 Sukaresmi Cianjur disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut.
Siswa tidak menguasai materi pembelajaran Akuntansi yang telah disampaikan.
Materi pembelajaran Akuntansi belum disampaikan dengan baik oleh guru di kelas.
Kurang efektifnya proses pembelajaran.
Kurangnya kesadaran dan realisasi dalam proses pembelajaran mengenai pentingnya penguasaan istilah akuntansi dalam bahasa asing, meskipun siswa atau pun guru sama-sama mengetahui dan mengakuinya.
Adapun solusi yang dapat dilakukan dalam mengatasi permasalahan ini adalah sebagai berikut.
Peningkatkan pemahaman dan penguasaan yang lebih oleh siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Selain itu, hal ini juga perlu dilakukan oleh guru, dimana sebaiknya guru meningkatkan pemahaman dan penguasaannya terhadap materi pembelajaran yang akan disampaikan di kelas.
Evaluasi pada siswa terhadap materi pembelajaran yang telah disampaikan.
Penekanan yang lebih oleh guru terhadap siswa akan pentingnya penguasaan istilah-istilah Akuntansi dalam bahasa asing.
SaranBerdasarkan simpulan di atas, kami memiliki saran atas permasalahan mengenai kurangnya penguasaan istilah Akuntansi dalam bahasa asing di kelas IPS SMAN 1 Sukaresmi Cianjur ini, yaitu sebagai berikut.
Bagi siswa, saat guru sedang menerangkan siswa harus fokus terhadap materi yang sedang disampaikan. Sehingga ilmu yang sedang disampaikan oleh guru bisa diingat dan dipahami kemudian bisa diaplikasikan dalam kehidupan.
Bagi guru, seorang guru harus bisa mejadikan suasana kelas nyaman. Ketika sudah nyaman, siswa sudah siap untuk menerima ilmu yang baru. Selain itu guru juga harus bisa membuat suatu metode pembelajaran yang menarik. Sehingga materi yang disampaikan bisa ditangkap dengan mudah oleh siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Isroah dan Siti Nurjanah. 2012. Akuntansi. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
S, Alam. 2007. Ekonomi. Jakarta: Esis
Heri. 2014. Accounting Principles. Jakarta: PT Grasindo
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Manusia adalah makhluk sosial, artinya satu dengan yang lainnya itu saling membutuhkan. Untuk memenuhi keberlangsungan hidupnya dibutuhkan jasa dari orang lain. Di dunia ini banyak sekali orang-orang pintar yang memiliki kemampuan untuk saling melengkapi dalam kehidupan sehari-hari. Di Indonesia sendiri banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa. Perusahaan jasa adalah perusahaan yang kegiatannya menjual atau memberi jasa kepada pihak lain atau masyarakat.
Sepanjang perekonomian di dunia menggunakan uang sebagai alat pembayaran, maka akuntansi sangat berperan penting, Karena akuntansi mencatat peristiwa-peristiwa yang bersifat keuangan. Istilah akuntansi mulai dikenal pada awal tahun 1960-an, ketika ilmu akuntansi Amerika Serikat mulai masuk ke Indonesia yang berasal dari kata Bahasa inggris to account yang mempunyai arti memperhitungkan atau mempertanggungjawabkan.
Hubungan perusahaan jasa dengan akuntansi itu sangat erat. Sebagai suatu sistem informasi, akuntansi menghasilkan informasi keuangan melalui laporan-laporan keuangan yang didasarkan pada prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang berlaku umum. Laporan keuangan yang dapat diandalkan oleh para penggunanya merupakan hasil dari proses akuntansi yang membuat hubungan perusahaan jasa dengan akuntansi itu begitu sangat erat. Laporan keuangan adalah ringkasan dari suatu proses pencatatan dan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama satu tahun buku yang bersangkutan (Tn, 2014)

B. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan akan dibatasi hanya pada :
Siklus akuntansi pada perusahaan jasa
Laporan keuangan pada perusahaan jasa
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
Bagaimana siklus akuntansi pada perusahaan jasa?
Bagaimana laporan keuangan pada perusahaan jasa?
D. Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk :
Memahami bagaimana siklus akuntansi yang terjadi pada perusahaan jasa.
Mengetahui laporan keuangan pada perusahaan jasa
E. Manfaat
Manfaat yang diharapkan setelah penelitian ini adalah sebagai berikut :
Bagi penulis dan pembaca, makalah ini dapat memperdalam ilmu mengenai laporan keuangan pada perusahaan jasa.
Bagi penulis, makalah ini dapat membantu mengetahui bagaimana siklus akuntansi pada perusahaan jasa
Bagi pembaca, makalah ini dapat membantu mengetahui bagaimana laporan keuangan pada perusahaan jasa.
F. Prosedur Makalah
Metode penelitian yang digunakan oleh penulis dalam menyusun makalah ini serta dalam memperoleh data ditempuh dengan cara studi pustaka. Studi pustaka adalah suatu penelitian atau penulisan dan pengumpulan data dengan cara mempelajari dan membaca buku serta literatur-literatur yang ada kaitannya dengan metode penelitian.
BAB II
ISI
A. Landasan Teori
1. Definisi Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa adalah perusahaan yang pada dasarnya proses pembuatan laporan keuangan akuntansi atas transaksi, pencatatan, penggolongan pengikhtisaran, dan pembuatan laporan keuangan akuntansi (Tn, 2014, 9)
2. Definisi Laporan Keuangan
Laporan keungan sebagaimana didefinisikan oleh Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah laporan yang menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonominya.
Menurut Sofyan S. Harahap (2006:105), laporan keuangan adalah laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu.
Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, (2002:63), laporan keuangan adalah laporan yang diharapkan bisa memberi informasi mengenai perusahaan, dan digabungkan dengan informasi yang lain, seperti industri, kondisi ekonomi, bisa memberikan gambaran yang lebih baik mengenai prospek dan risiko perusahaan.
Menurut Munawir (1995: 5), laporan keuangan itu terdiri dari neraca dan perhitungan laba-rugi serta laporan keuangan dan modal dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu, sedangkan pehitungan laporan laba-rugi memperlihatkan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta biaya yang terjadi selama tertentu, dan laporan perubahan modal menunjukan sumber dan penggunaan atau alasan-alasan yang menyebabkan perubahan modal perusahaan.
3. Siklus Akuntansi
Menurut Mursyidi (2010:18), bahwa tahapan dalam proses akuntansi mencakup hal-hal sebagai berikut :
a. Pencatatan (recording) transaksi-transaksi keuangan. Pada tahap ini setiap transaksi keuangan dicatat secara kronologis dan sistematis dalam periode tertentu didalam sebuah atau beberapa buku yang disebut jurnal. Tiap catatan itu harus ditunjang oleh dokumen sumbernya (nota, faktur, kuitansi, bukti memorial, dan lain-lain). Pencatatan dalam akuntansi ada dua tahap, yaitu pencatatan transaksi dalam buku jurnal (journal entry) dan pencatatan ayat jurnal ke buku besar (posting to legder).
b. Pengelompokkan (classification). Pada tahap ini menunjukkan aktivitas transaksi-transaksi yang sudah dicatat itu dikelompokan menurut kelompok akun yang ada, yaitu kelompok akun (assets), akun kewajiban (liabilities), akun ekuitas (equities), akun pendapatan (revenue) dan akun beban (expenses).
c. Pengikhtisaran (summarizing). Pada tahap ini dilakukan aktivitas penyusunan nilai untuk setiap akun yang disajikan dalam bentuk saldo masing-masing sisi debit dan kredit, bahkan hanya berupa saldo saja. Berarti bahwa secara berkala semua transaksi yang sudah dicatat, dikelompokkan, disajikan secara rigat dala mdaftar tersendiri, yang disebut neraca saldo (trial balance).
d. Pelaporan (reporting). Pada tahap ini dilakukan aktivitas penyusunan ringkasan dari hasil peringkasan. Laporan disusun secara sistematis untuk dapat dipahami dan dapat diperbandingkan serta disajikan secara lengkap (full disclosure). Laporan keuangan terdiri atas laporan laba rugi (income statement), laporan perubahaan ekuitas (equity statement), laporan neraca (balance sheet), laporan arus kas (cash flos statement), dan catatan atas laporan keuangan.
e. Penafsiran (analizing). Tahap ini merupakan lanjutan dari proses akuntansi secara teknis, yaitu membaca laporan keuangan melalui alat dan formula tertentu sehingga dapat diketahui kinerja dan posisi keuangan dan perubahannya untuk suatu organissasi.
B. Pembahasan.
1. Siklus Akuntansi
Siklus Akuntansi adalah tahap-tahap kegiatan mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan sehingga siap untuk pencatatan transaksi tahun berikutnya. Siklus akuntansi terdiri dari beberapa tahapan, yaitu :
a. Tahap pencatatan perusahaan jasa
1. Pembuatan bukti transaksi
Pembuatan bukti transaksi terjadi pada saat transaksi jasa dilakukan. Bukti transaksi ini bisa berbentuk faktur, kwintansi, dan lain-lain
2. Pencatatan dalam jurnal
Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan secara beruntut. Setelah bukti transaksi diterima lalu setiap transaksi dimasukan ke dalam jurnal. Di dalam jurnal terdapat kolom pendebetan dan pengkreditan. Perlu diingat antara kolom debet dan kredit jumlah nominal harus seimbang dan sesuai dengan transaksi.
3. Pemindah bukuan/Posting.
Buku besar adalah kumpulan rekening-rekening yang digunakan untuk mencatat dan mengelompokan transaksi-transaksi yang sama. Setelah kita membuat jurnal, kita harus memindahkan transaksi-transaksi yang telah terjadi ke dalam buku besar.
b. Tahap pengikhtisaran
1. Pembuatan neraca saldo
Neraca saldo adalah suatu daftar yang memperlihatkan adanya kesamaan jumlah debet dan kredit dalam buku besar. Dalam pembuatan neraca saldo, hanya prlu menyusun semua perkiraan yang ada dalam buku besar berdasarkan nomor urut dalam buku besar.
2. Pembuatan neraca lajur dan jurnal penyesuaian
Neraca lajur adalah kertas kerja yang digunakan untuk membantu mempermudah penyusunan laporan keuangan. Dalam pembuatan neraca lajur dan jurnal penyesuaian sebagai berikut :
Penyusunan neraca saldo
Mencatat jurnal penyesuaian pada lajur penyesuaian
Menyusun neraca saldo yang telah disesuaikan dalam lajur neraca saldo.
Memindahkan saldo nominal penghasilan dan beban ke lajur ikhtisar rugi-laba
Memindahkan saldo riil harta, utang dan modal ke lajur neraca
Menghitung saldo rugi-laba sebuah perusahaan pada lajur ikhtisar rugi-laba
Menghitung saldo rugi-laba pada lajur neraca.
Menyamakan saldo di lajur ikhtisar rugi-laba dengan saldo di lajur neraca, perlu diingat saldo antara keduanya harus sama.
3. Penyusunan laporan keuangan perusahaan jasa.
Laporan keuangan adalah neraca dari perhitungan rugi laba dan keterangan-keterangan lainnya sesuai buku besar. Pada dasarnya laporan keuangan pada perusahaan ajasa mempunyai 3 unsur, yaitu :
a. Laporan rugi laba
Laporan rugi laba adalah laporan yang berisi penghasilan dan beban-beban yang terjadi pada perusahaan jasa selama waktu tertentu.
b. Laporan perubahan modal
Laporan perubahan modal adalah laporan yang berisi perubahan modal pada perusahaan jasa selama waktu tertentu
c. Neraca
Neraca adalah laporan yang berisi harta, hutang, dan modal suatu perusahaan jasa yang disusun secara sistematis pada waktu tertentu.
4. Pembuatan jurnal penutup
Jurnal penutup adalah proses dimana memindahkan saldo nominal menjadi saldo rill, dengan tujuan menentukan laba atau rugi, mendapatkan neraca akhir dan data/dokumen antar tahun sekarang dan tahun berikutnya.
5. Pembuatan neraca saldo penutup
Setelah membuat jurnal penutup lalu membuat neraca saldo penutup, tujuannya adalah memastikan bahwa buku besar telah sama sebelum memulai pencatatan siklus akuntansi pada tahun berikutya.
6. Pembuatan jurnal pembalik
Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada awal tahun suatu periode pada perusahaan jasa. Dasar pembuatan jurnal pembalik adalah jurnal penyesuaian, dan perlu diingat tidak semua jurnal harus dibalik hanya lajur rill yang baru.
2. Laporan Keuangan Perusahaan Jasa.
a. Jenis Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan salah satu informasi yang penting bagi perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data-data yang terdiri dari neraca, dan perhitungan laba-rugi serta keterangan yang dimuat dalam lampiran-lampirannya. Ada 2 macam jenis laporan keuangan pada perusahaan jasa yaitu :
1. Neraca
Neraca adalah laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan jasa pada periode tertentu. Neraca ini dibuat berdasarkan persamaan dasar akuntansi
2. Laporan Rugi-Laba
Laporan laba-rugi adalah laporan keuangan yang mengambarkan hasil usaha pada perusahaan jasa pada periode tertentu. Laba rugi bersih adalah selisih antara pendapatan total dengan biaya atau pengeluaran total.
3. Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal adalah laporan yang menyajikan perubahan modal setelah digunakan untuk membiayai kegiatan usaha perusahaan jasa.
b. Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan dibuatnya laporan keuangan pada perusahaan jasa adalah memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor, kreditur yang berkaitan dengan perusahaan jasa, memberikan informasi yang bermanfaat untuk pemakai eksternal untuk memperkirakan jumlah waktu, memberi informasi untuk menolong investor, kreditur yang berkaitan dengan perusahaan jasa
c. Isi Laporan Keuangan
Laporan keuangan perusahaan jasa adalah sumber informasi yang penting
disamping informasi lain seperti informasi industri, kondisi perekonomian, pangsa
pasar perusahaan, kualitas manajemen dan yang lainnya. Ada 3 macam laporan
keuangan yang pokok dihasilkan yaitu neraca dan laporan laba-rugi
Laporan Keuangan Neraca
Neraca merupakan laporan yang berisi keuangan perusahaan jasa pada wakt tertentu. Di dalam neraca terdapat aset, kewajiban, dan ekuitas. Aset mencakup seluruh sumber daya yang memberikan manfaat ekonomi dan/atau sosial yang dimiliki oleh perusahaan jasa. Kewajiban merupakan utang yang harus diselesaikan oleh perusahaan jasa. Ekuitas merupakan kekayaan bersih perusahaan jasa, yaitu selisih antara aset dan kewajiban. Di dalam laporan keuangan neraca ada 2 jenis, yaitu :
Bentuk skontro
Neraca skontro merupakan neraca yang bentuknya seperti huruf T. Oleh karena itu, sering juga disebut T Form. Dalam bentuk ini neraca dibagi ke dalam dua posisi, yaitu di sebelah kiri berisi aktiva dan di sebelah kanan yang berisi kewajiban dan modal. Bentuk neraca jenis ini sering pula disebut dengan bentuk horisontal.
Bentuk laporan
Bentuk laporan sering disebut juga bentuk vertikal. Dalam bentuk laporan isi neraca disusun mulai dari atas terus ke bawah, yaitu mulai dari aktiva lancar seperti kas, bank, efek, komponen aktiva tetap, komponen aktiva lainnya, komponen kewajiban lancar, komponen utang jangka panjang dan terakhir adalah komponen modal (ekuitas)
Laporan Rugi Laba
Laporan Rugi Laba adalah merupakan laporan akuntansi utama, atau bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
Laporan Perubahan Modal
Proses penyusunan laporan perubahan modal menggunakan kertas kerja yang terdiri dari akun modal, prive, dan saldo laba/rugi. Modal diketahui dari kertas kerja kolom neraca pada sisi kredit. Laba bersih dapat dilihat dari kolom laba/rugi sebelah debit, sementara kerugian dilihat dari kolom laba/rugi sebelah kredit. Pengambilan prive dapat dilihat dari kolom neraca sebelah debit.
BAB IIIPENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Siklus akuntansi terutama pada perusahaan jasa terdiri dari 2 tahap yaitu tahap pencatatan dan tahap pengikhtisaran. Apabila salah satu dari kedua tahap itu ada yang terlewati maka perusahaan jasa akan mengalami tumpang tindih antara pengeluaran dan pemasukan keuangan.
2.Laporan keuangan pada perusahaan jasa sangat dibutuhkan, karena untuk melihat keuntungan yang didapat perusahaan jasa, atau kerugian yang diperoleh maupun perubahan modal dari tahun sekarang dan tahun yang akan datang.
B. Saran
Saran yang dapat disampaikan adalah sebgai berikut :
1. Bagi perusahaan jasa, dapat menerapkan siklus akuntansi dan membuat laporan keuangan yang baik demi kelancaran kas keuangan perusahaan.
2. Bagi pembaca, terus memperdalam ilmu akuntansi yang berkaitan dengan siklus akuntansi dan laporan keuangan.
DAFTAR PUSTAKA
Halim Abdul. (2002). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta
Haryono Al Jusup. (2011). Dasar dasar Akuntansi Jilid 1. Yogyakarta. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN
BAB I
PENDAHULUANA. Latar Belakang Pada era globalisasi saat ini, dunia usaha dihadapkan pada situasi atau kondisi persaingan yang semakin ketat yang menuntut perusahaan untuk menjalankan usahanya dengan lebih efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan perusahaan. Penggunaan komputer di dalam otomatisasi kantor dan sistem yang terpadu adalah keharusan bagi perusahaan untuk eksis dalam dunia bisnis. Karena itu, para profesional pun dituntut untuk bisa mengembangkan keahlian di bidang komputer secara terus menerus. Salah satu dasar sistem informasi manajemen yang krusial adalah penggunaan program akuntansi dalam melakukan transaksi bisnis. Dengan program akuntansi, seluruh aspek bisnis yang dikelola dapat diukur dengan tepat waktu, tanpa harus menunggu selesainya laporan yang harus dibuat secara manual dan memakan waktu lama. Informasi akuntansi sangat berguna bagi aktivitas perusahaan atau manajemen dalam mengambil keputusan. Informasi ini sangat penting artinya untuk perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan yang efektif untuk kelangsungan hidup perusahaan. MYOB adalah sebuah program aplikasi komputer akuntansi yang didesain untuk memenuhi kebutuhan penyediaan informasi akuntansi, sekaligus sebagai alat pengolah laporan keuangan.
Pembelajaran dalam mengaplikasikan MYOB sudah banyak kita temui di berbagai Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia. Hal tersebut terjadi karena siswa SMK dituntut untuk memiliki kemampuan yang mumpuni agar siap menghadapi dunia kerja. Dengan adanya MYOB, proses pembelajaran dan pencatatan akuntansi menjadi lebih mudah dan praktis. Pemerintah pun sangat mendukung dengan penerapan MYOB di SMK dengan diadakannya Ujian Kompetensi MYOB. Oleh karena itu, siswa SMK harus menguasai penggunaan MYOB dengan baik dan benar. Namun, pada kenyataannya, siswa belum menguasai penuh tentang materi MYOB ini dikarenakan mereka menganggap program ini sukar untuk dipahami. Selain itu, waktu yang disediakan oleh pihak sekolah untuk memberikan pembelajarn tentang MYOB pun sangat terbatas.
Dengan masalah yang telah disebutkan di atas, maka penulis tertarik untuk membuat sebuah program untuk mengatasi kurangnya pemahaman siswa SMK terhadap pembelajaran MYOB. Makalah yang penulis buat yaitu berjudul "Menerapkan Program Belajar One Day One Hour for MYOB di Kelas XI Akuntansi 1 SMKN 2 Sumedang untuk Meningkatkan Pemahaman MYOB".B. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan akan dibatasi hanya pada:
Penelitian hanya dilakukan pada siswa Kelas XI Akuntansi 1 SMKN 2 Sumedang.
Program belajar ini hanya diterapkan pada siswa di Kelas XI Akuntansi 1
SMKN 2 Sumedang.
C. Rumusan Masalah
Apa saja hambatan yang dialami siswa Kelas XI Akuntansi 1 SMKN 2 Sumedang dalam mempelajari MYOB?
Apa program belajar yang digunakan untuk mengatasi kurangnya pemahaman MYOB pada Kelas XI Akuntansi 1 SMKN 2 Sumedang?
Bagaimana cara penerapan program belajar tersebut?
D. Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui hambatan apa saja yang dialami siswa di SMKN 2 Sumedang dalam mempelajari MYOB.
Untuk mengetahui program yang digunakan untuk mengatasi kurangnya pemahaman MYOB di SMKN 2 Sumedang.
Untuk mendeskripsikan cara penerapan program"One Day One Hour for MYOB".
E. Manfaat Penulisan
Manfaat yang diharapkan setelah melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut:
Bagi pembaca, makalah ini dapat menambah wawasan tentang Menerapkan Program "One Day One Hour for MYOB" di Kelas XI Akuntansi 1 SMKN 2 Sumedang untuk Meningkatkan Pemahaman MYOB.
Bagi peserta didik SMK , makalah ini dapat membantu untuk mengurangi kesulitan siswa dalam mempelajari MYOB.
Bagi pendidik, makalah ini dapat memberikan solusi / saran dalam proses pembelajaran MYOB akuntansi.
F. Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan mengunakan metode deskriptif-kuantitatif dengan melakukan penyebaran angket. Metode deskriptif adalah metode yang di gunakan untuk meneliti suatu objek atau ruang serta kondisi atau fenomena yang sedang terjadi secara terperinci. Selain metode deskriptif juga di gunakan metode kuantitatif, yaitu metode yang mengkaji dan menganalisis suatu permasalahan dengan mengolah data-data angka yang diperoleh dari hasil perhitungan data dari narasumber.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengangkat fakta, keadaan, variable, dan fenomena-fenomena yang terjadi saat sekarang dan menyajikan apa adanya.
BAB IIISI
A. Landasan Teoretis
1. Pengertian Program Pembelajaran
Pembelajaran merupakan salah satu bentuk program, karena pembelajaran yang baik memerlukan perencanaan yang matang. Selain itu, pelaksanaan pembelajaran melibatkan berbagai orang, baik guru maupun siswa, dan memiliki keterkaitan antara kegiatan pembelajaran yang satu dengan kegiatan pembelajaran yang lain, yaitu untuk mencapai kompetensi bidang studi yang pada akhirnya untuk mendukung pencapaian kompetensi lulusan, serta berlangsung dalam sebuah lembaga atau instansi.
McDavid J.C. & Hawthorn, L.R.L., (2006: 15) mendefinisikan program sebagai hubungan makna yang dirancang dan diterapkan dengan purposive. Suatu program dapat dipahami sebagai kelompok dari aktivitas yang dimaksudkan untuk mencapai satu atau terkait beberapa sasaran hasil.
Farida Yusuf Tayibnabis (2000: 9) mengartikan program sebagai segala sesuatu yang dilakukan seseorang dengan harapan akan mendatangkan hasil atau pengaruh. Dengan demikian program dapat diartikan sebagai serangkain kegiatan yang direncanakan dengan seksama dan dalam pelaksanaannya berlangsung dalam proses yang berkesinambungan, dan terjadi dalam suatu organisasi yang melibatkan banyak orang. Dalam pengertian tersebut ada empat unsur pokok untuk dapat dikategorikan sebagai program, yaitu:
1. Kegiatan yang direncanakan atau dirancang dengan seksama. Bukan asal rancangan tetapi rancangan kegiatan yang disusun dengan pemikiran yang cerdas dan cermat.
2. Kegiatan tersebut berlangsung secara berkelanjutan dari satu kegiatan ke kegiatan yang lain, dengan kata lain ada keterkaitan antar kegiatan sebelum dengan kegiatan sesudahnya.
3. Kegiatan tersebut berlangsung dalam sebuah organisasi, baik organisasi formal maupun organisasi non formal bukan kegiatan individual.
4. Kegiatan tersebut dalam implementasi atau pelaksanaanya melibatkan banyak orang, bukan kegiatan yang dilakukan oleh perorangan tanpa ada kaitannya dengan kegiatan orang lain.
Definisi program pembelajaran dari South African Qualifications Authority (SAQA) adalah "A learning programme is a set of planned learning activities (learning, teaching and assessment)" (NQF, no date). Berdasarkan definisi tersebut, program pembelajaran adalah serangkaian kegiatan belajar yang direncanakan (belajar, mengajar dan penilaian). Lebih lanjut, SAQA mengidentifikasi bagian dari program pembelajaran, yaitu: (1) kegiatan belajar yang terkait dengan hasil; (2) suatu rencana yang mengidentifikasi bagaimana pembelajaran akan disampaikan dan bagaimana peserta didik akan didukung; (3) suatu rencana penilaian; (4) media pelajaran dan sumber lainnya yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran; (5) praktisi terlatih dan sumber daya manusia lainnya.
Swinburne University of Technology (2011: 1) mendefinisikan program pembelajaran sebagai berikut.
"A learning program is the learning and assessment strategy used to deliver and assess a unit of competency or clustered units. Learning programs document a cohesive and integrated process for the learner. They include the learning outcomes or the learning objectives (derived from competency standards) and outline the content, sequence and structure of learning and the delivery and assessment methods to be used".
Definisi program pembelajaran adalah strategi pembelajaran dan penilaian yang digunakan untuk menyampaikan dan menilai unit kompetensi. Cakupan program pembelajaran adalah hasil belajar atau tujuan pembelajaran (berasal dari standar kompetensi) dan garis besar isi, urutan, struktur pembelajaran dan metode penyampaian dan penilaian yang akan digunakan.
Berdasarkan definisi program pembelajaran di atas, dapat disimpulkan bahwa program pembelajaran adalah rancangan atau perencanaan satu unit atau kesatuan kegiatan yang berkesinambungan dalam proses pembelajaran, yang memiliki tujuan, dan melibatkan sekelompok orang (guru dan siswa) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan yang dimaksud adalah pencapaian hasil belajar yang berasal dari standar kompetensi.
2. Pengertian MYOB
Menurut Ali Imron (2009:11) MYOB (Mind Your Own Business) Accounting merupakan software olah data akuntansi secara terpadu (integrated software), yaitu proses pencatatan data transaksi akuntansi yang dilakukan dengan meng-entry data transaksi melalui media form yang terdapat dalam command centre, kemudian program MYOB akan memproses secara otomatis, cepat, tepat, dan terpadu ke dalam seluruh catatan akuntansi dan berakhir dengan laporan keuangan.
Software ini dibuat oleh MYOB Limited Australia dan sudah dipakai di berbagai negara, baik di Eropa, Amerika, Kanada, dan Asia. Saat ini sudah hadir MYOB Accounting versi Trial untuk wilayah Asia Tenggara . MYOB Accounting dapat diterapkan pada berbagai jenis perusahaan, baik bidang jasa, dagang (retail) maupun industri (pengolahan), dan pertanian serta usaha-usaha yang lain.
MYOB Accounting memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan software sejenis lainnya, di antaranya :
Mudah dipahami dan digunakan sehingga bisa diajarkan kepada siswa SMK/SMA dan mahasiswa, maupun dipelajari oleh user secara mandiri untuk aplikasi langsung dalam pengelolaan perusahaan.
Bisa diterapkan untuk jenis usaha yang ada di Indonesia, baik untuk skala kecil, menengah, dan besar.
Mampu menampilkan data secara cepat dan mudah, baik ke layar monitor maupun dicetak ke printer.
Mampu menyajikan laporan keuangan yang lengkap, akurat, dan cepat serta memenuhi Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Indonesia.
Mampu mentransfer data maupun laporan keuangan ke program Ms. Excel, ketika terdapat laporan keuangan yang tidak sesuai keinginan user, data tersebut dapat diedit dengan Ms. Excel.
Fleksibel, artinya kode akun dan nama akun dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan, Prinsip Akuntansi Indonesia, dan SAK.
Integrated, data akuntansi mulai dari jurnal, buku besar, buku pembantu, kartu persediaan, ayat penyesuaian, dan laporan keuangan menjadi satu sehingga dalam satu unit komputer mampu dipakai untuk banyak jenis usaha dan data yang berbeda. Misalnya, seseorang memiliki 5 jenis usaha, seperti:
Biro jasa travel dan pariwisata
Penyewaan peralatan pesta
Photo sudio dan shooting video
Stasiun radio swata
Perdagangan bahan peralatan sablon dan percetakan.
Dari kelima usaha tersebut dapat dibuat lima file data akuntansi yang dikerjakan oleh satu orang dalam satu unit komputer.
3. Cara Kerja MYOB Accounting
Menurut Ali Imron (2009:12), siklus akuntasi dimulai dari pencatatan data keuangan awal tahun, kemudian dilakukan pencatatan transaksi ke dalam jurnal sekaligus ke dalam kartu piutang, hutang dan kartu persediaan, dan dilanjutkan dengan memposting jurnal ke dalam buku besar, membuat ayat jurnal penyesuaian, dan posting ayat jurnal penyesuaian ke dalam buku besar kemudian diakhiri dengan penyusunan laporan keuangan. Pada akhir tahun dilakuakn pencocokan antara jumlah saldo-saldo kartu piutang dengan saldo akun piutang usaha dalam buku besar, demikian juga degan kartu utang dan persediaan.
Melihat proses akuntansi dalam satu siklus yang demikian banyak pekerjaan, form, buku, kartu dan laporan-laporan, maka pekerjaan demikian menjadi tidak efisien dan efektif jika dikerjakan secara manual. Untuk itu MYOB Accounting versi 17 memberikan solusinya untuk anda.
4. Keuntungan Komputerisasi Data Akuntansi
Menurut Ali Imron (2009:15), dengan komputerisasi data akuntansi menggunakan MYOB Accounting versi 17, tentunya banyak keuntungan-keuntungan yang bisa diperoleh. Keuntungan-keuntungan itu di antaranya :
Proses kerja cepat. Sistem komputer dapat menghasilkan informasi atau laporan keuangan relatif lebih cepat dibandingkan dengan pengerjaan secara manual, karena komputer dapat melaksanakan beberapa pekerjaan secara bersamaan dengan kecepatan tinggi.
Pencegahan kesalahan. Sistem komputer selain mampu bekerja cepat, juga teliti dan patuh melaksanakan perintah. Pemakaian komputer dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan manusia. Komputer memproses data yang di-entry oleh manusia. Jika manusia tidak teliti dan melakukan kesalahan, maka pemrosesan data oleh komputer juga akan salah.
Posting dari jurnal ke buku besar dan buku pembantu serta kartu persediaan dapat dilakukan secara otomatis sehingga informasi keuangan dapat dilihat atau dicetak setiap saat dan dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan secepatnya.
Volume kerja lebih besar. Dengan komputerisasi akuntansi, data transaksi yang diolah dapat lebih banyak dan informasi yang dihasilkan pun lebih banyak. Dengan demikian, dapat memacu bisnis anda untuk berkembang lebih pesat lagi karena tidak ada rasa khawatir administrasi keuangan jadi terbengkalai.
Pencetakan dokumen dan laporan keuangan dapat dilakukan berulang kali dalam waktu yang cepat. Karena data transaksi akuntansi dapat disimpan dalam komputer (hard disk) maupun media lain. Jika sewaktu-waktu dibutuhkan, tinggal buka data dan cetak.
B. Hasil Penelitian dan Pembahasan
1. Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil observasi dari kuisioner yang telah diberikan kepada responden, maka data yang berhasil kami peroleh yaitu:
a. Pernyataan 1: MYOB mempermudah dalam proses pengerjaan akuntansi.
Dari 36 responden yang kami teliti, semua responden menjawab setuju.
b. Pernyataan 2 : Mempelajari MYOB membutuhkan waktu praktik yang sering.
Dari 36 responden yang kami teliti, semua responden menjawab setuju.
c. Pernyataan 3: Kurangnya pemahaman siswa tentang teori MYOB menyebabkan pengerjaan soal akuntansi dalam MYOB menjadi tidak efisien
Dari 36 responden yang kami teliti, 35 responden menjawab setuju, sedangkan 1 responden menjawab tidak setuju.
d. Pernyataan 4: Terdapat hambatan dalam mempelajari MYOB.
Dari 36 responden yang kami teliti, semua responden menjawab setuju.
e. Pernyataan 5: Terdapat hambatan dalam memahami MYOB.
Dari 36 responden yang kami teliti, semua responden menjawab setuju.
f. Pernyataan 6: Diadakan program rutin untuk pelatihan MYOB.
Dari 36 responden yang kami teliti, semua responden menjawab setuju.
h. Pernyataan 7: Fasilitas yang disediakan sekolah untuk pelatihan MYOB harus memadai.
Dari 36 responden yang kami teliti, semua responden menjawab setuju.
g. Pernyataan 8: Dalam memberikan pengajaran tentang MYOB, guru sudah memberikan metode pembelajaran yang efektif.
Dari 36 responden yang kami teliti, 16 responden menjawab setuju, sedangkan 20 responden menjawab tidak setuju.
2. Pembahasan
a. Hambatan yang Dialami Siswa
Berdasarkan hasil observasi dari kuisioner yang telah diberikan kepada responden, maka data yang kami peroleh yaitu terdapat hambatan-hambatan yang dialami siswa dalam mempelajari MYOB, diantaranya:
1) Hambatan teknis
Fasilitas yang kurang memadai, seperti komputer, internet, ruang belajar, dsb.
Waktu untuk praktik MYOB terbatas, sedangkan untuk mempelajari MYOB membutuhkan waktu yang banyak.
Siswa yang tidak mempunyai laptop atau komputer hanya melakukan praktik di sekolah saja.
Kurangnya modul pembelajaran MYOB.
Kurangnya penjelasan dari tenaga pendidik dalam menjelaskan cara-cara dan langkah-langkah pengaplikasian MYOB.
Kurangnya penjelasan tentang teori MYOB dari tenaga pendidik.
Kurangnya bimbingan belajar dari tenaga pendidik.
Adanya Kurikulum 2013 menyebabkan siswa harus memahami materi sendiri, tanpa ada penjelasan yang detail dari tenaga pendidik.
2) Hambatan non-teknis
Siswa kurang mengerti tentang fungsi icon yang terdapat dalam aplikasi MYOB sehingga siswa kesulitan saat memasukkan transaksi.
Siswa kurang teliti dalam mengaplikasikan MYOB.
Siswa kurang paham istilah-istilah MYOB yang harus dimengerti.
Siswa kurang mengerti istilah bahasa inggris yang terdapat di dalam aplikasi MYOB.
Siswa sulit memahami dan membedakan jenis akun yang terdapat dalam MYOB.
MYOB terlalu rumit untuk dipelajari oleh siswa. Salah satu contohnya adalah jika terjadi kesalahan saat memasukkan data (alamat, tanggal) tidak bisa diubah kembali.
Hasil akhir proses pengerjaan MYOB dari masing-masing siswa terkadang tidak sama.
Siswa tidak mampu mengefektifkan waktu yang telah disediakan untuk belajar MYOB.
b. Program Yang Digunakan Untuk Mengatasi Kurangnya Pemahaman MYOB
Dari hasil penelitian yang telah penulis dapatkan, ternyata banyak sekali hambatan yang dialami oleh siswa Kelas XI Akuntansi 1 SMKN 2 Sumedang dalam mempelajari dan memahami MYOB. Hambatan tersebut terdiri dari hambatan teknis dan non-teknis. Hambatan yang dialami oleh peserta didik di SMK hampir semuanya sama, yaitu kurangnya pemahamaman terhadap pembelajaran MYOB dan terbatasnya waktu pembelajaran. Oleh karena itu, penulis ingin membuat sebuah program belajar yang akan membantu memudahkan siswa dalam mempelajari dan memahami MYOB. Program tersebut bernama " One Day One Hour for MYOB", yaitu sebuah program yang mengharuskan siswa belajar MYOB selama satu jam dalam satu hari. Program tersebut diharapkan akan meminimalisasikan hambatan-hambatan yang dialami siswa dalam mempelajari dan memahami MYOB.
c. Penerapan Program One Day One Hour for MYOB
Program ini akan dicoba untuk diterapkan pada siswa kelas XI Akuntansi 1 SMKN 2 Sumedang. Program tersebut berjalan setiap hari selama satu jam setelah jam pelajaran sekolah selesai. Program ini dilaksanakan sesuai dengan jadwal sekolah dari hari Senin s.d. Sabtu. Setiap harinya, siswa harus menyempatkan waktu untuk mengikuti program ini. Sekretaris kelas menyiapkan daftar absensi untuk siswa dan daftar hadir ini disetujui oleh wali kelas. Jika siswa tidak hadir 3 kali secara berturut-turut tanpa alasan yang jelas maka siswa akan dikenakan sanksi yaitu membayar denda sebesar Rp 10.000,- yang akan dialokasikan untuk dana kas kelas.
Proses belajar dalam program ini akan di pandu oleh seorang guru yang bertugas dalam pembelajaran MYOB atau dengan seorang siswa yang sudah mahir dalam pembelajaran MYOB, sehingga pembelajaran ini akan cukup efektif dan menurut kami, peserta didik akan merasa nyaman jika belajar dengan teman.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat hambatan-hambatan yang dialami oleh siswa kelas XI Akuntansi 1 di SMKN 2 Sumedang. Hambatan tersebut terdiri dari hambatan teknis dan non-teknis.

B. Saran
Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut, penulis menyarankan agar siswa kelas XI Akuntansi 1 di SMKN 2 Sumedang agar menerapkan program "One Day One Hour for MYOB" yang telah penulis canangkan. Hal tersebut diharapkan akan menjadikan siswa lebih mengerti dan memahami tentang aplikasi komputer akuntansi MYOB.
DAFTAR PUSTAKA
Imron, Ali. 2009. 17 Jurus Mempelajari MYOB Accounting 17. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Nur'ani, Eka. (2012). "Program Pembelajaran". [Online]. Tersedia: http://amaeka.files.wordpress.com/2012/11/program-pembelajaran.pdf. yang direkam pada 7 Desember 2014, 9.09.
BAB I
PENDAHULUANLatar BelakangDalam pembelajaran akuntansi sangat diperlukan efektivitas waktu dalam belajar. Ini sangat diperlukan karena sebagian besar pembelajaran dalam akuntansi itu berhubungan dengan hitungan dan konsep. Sering kita temui peserta didik akan kehilangan fokus dalam belajar jika mereka terlalu lama menerima pembelajaran. Ketika mereka mulai tidak fokus mereka akan sulit menerima pembelajaran dan akan berdampak terhadap prestasi akademik mereka. Kasus ini seringkali terjadi dalam pembelajaran akuntansi selama ini. pada kenyataanya mahasiswa jurusan akuntasi mendapat porsi jam belajar akuntansi lebih banyak dibandingkan jurusan lainnya. biasanya mata kuliah akuntansi keuangan dasar memiliki porsi tiga sks penuh untuk tatap muka. kebanyakan dosen menggunakan seluruh waktu tersebut untuk menyampaikan teori dan untuk mengerjakan latihan diluar tugas rumah. jika terus dibiarkan maka ini akan mengurangi optimaslisasi peserta didik dalam menyerap pembelajaran. kebanyakan perserta didik tidak memahami sepenuhnya materi yang telah disampaikan dosen. mereka seringkali meminta temanya untuk menjelaskan kembali teori yang telah disampaikan sebelumya atau meminta dosen yang besrsangkutan untuk mengadakan belajar tambahan. Selain itu dosen juga biasanya memberikan tugas rumah tanpa memperhatikan sampai dimana kemampun setiap peseta didiknya.
Untuk mengefektifkan waktu dalam setiap pembelajaran sangat diperlukan adanya waktu isitrahat atau "break time" setiap jangka waktu tertentu. ini sangat dibutuhkan terutama dalam pembelajaran yang berhubungan dengan hitungan dan konsep. Selain itu waktu istirahat juga dibutuhkan untuk memaksimalkan kerja otak dalam menyerap pembelajaran. waktu istirahat ini juga harus dapat digunakan siswa untuk mengasah seberapa jauh pengetahuan mereka terhadap mata kuliah akuntansi. setiap kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam waktu istirahat ini harus menarik dan meyenangkan. jadi selain untuk mengasah kemampuan akuntansi waktu istirahat ini juga dapat menjadi sarana untuk merefresh otak dan mempersiakan otak kita untuk menerima pembelajaran mengenai materi selanjutnya. Kami berharap dengan adanya program "break time for quiz" ini dapat menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan efektivitas waktu belajar peserta didik. Untuk pembahasan selanjutnya akan dibahas dalam makalah.
Ruang Lingkup/Batasan MasalahBerdasarkan latar belakang diatas, ruang lingkup atau batasan masalah dari makalah ini adalah mahasiswa/mahasiswi Pendidikan Akuntansi 2014.
Rumusan MasalahApakah keefektifan pembelajaran akuntansi berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa?
Bagaimana pengaruh penerapan program Break Time for Quiz (BTFQ ) pada setiap 30 menit terhadap hasil belajar mahasiswa?
Tujuan MakalahUntuk mengetahui apakah keefektifan pembelajaran akuntansi berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa.
Untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan program Break Time for Quiz (BTFQ) pada setiap 30 menit terhadap hasil belajar mahasiswa.
Manfaat MakalahUntuk mahasiswa
Memberikan informasi kepada mahasiswa mengenai program Break Time for Quiz (BTFQ) sebagai sarana untuk mengefektifkan pembelajran akuntansi dan meningkatkan minat mahasiswa dalam memahami pembelajaran akuntansi.
Untuk dosen
Memberikan informasi kepada dosen mengenai program Break Time for Quiz (BTFQ) sebagai sarana untuk lebih memahami keadaan siswa dalam proses pembelajaran dan dapat menyesuaikan metode yang paling cocok untuk diterapkan dalam proses belajar mengajar terutama dalam mata kuliah Akuntansi Keuangan Dasar.
Metode PenelitianDalam penelitian ini, kami melakukan observasi dengan skala pengukuran Likert untuk melihat gambaran penerapan program Break Time for Quiz. Observasi yang dilakukan adalah melalui angket. Angket tersebut terdapat beberapa pertanyaan yang disajikan dalam bentuk skala numerik.
No Pertanyaan Skor
3 2 1
Keterangan:
Angka 3 menyatakan setuju
Angka 2 menyatakan kurang setuju
Angka 1 menyatakan tidak setuju
Sistematika penulisan makalahKATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Ruang Lingkup
Rumusan Masalah
Tujuan Penulisan Makalah
Manfaat Penulisan Makalah
Metode Penelitian
Sistematika Penulisan Makalah
BAB 2 ISI
Landasan teori
Pembahasan
BAB 3 PENUTUP
Simpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB II
ISIKajian TeoriEfektivitas Pembelajaran
Efektivitas berarti berusaha untuk dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, sesuai pula dengan rencana, baik dalam penggunaan data, sarana, maupun waktunya atau berusahan melalui aktivitas tertentu baik secara fisik maupun non fisik untuk memperoleh hasil yang maksimal baik secara kuantitatif maupun kualitatif (Said, 1981:83).
Sedangkan menurut Purwadarminta (1994:32) "di dalam pengajaran efektivitas berkenaan dengan pencapaian tujuan, dengan demikian analisis tujuan merupakan kegiatan pertama dalam perencanaan pengajaran".
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) definisi efektivitas adalah sesuatu yang memiliki pengaruh atau akibat yang ditimbulkan, manjur, membawa hasil dan merupakan keberhasilan dari suatu usaha atau tindakan, dalam hal ini efektivitas dapat dilihat dari tercapai tidaknya tujuan instruksional khusus yang telah dicanangkan. Metode pembelajaran dikatakan efektif jika tujuan instruksional khusus yang dicanangkan lebih banyak tercapai.
Ciri-ciri Efektifitas
Menurut Harry Firman (1987) keefektifan program pembelajaran ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut :.
Berhasil menghantarkan siswa mencapai tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan.
Memberikan pengalaman belajar yang atraktif, melibatkan siswa secara aktif sehingga menunjang pencapaian tujuan instruksional.
Memiliki sarana-sarana yang menunjang proses belajar mengajar.
Berdasarkan ciri program pembelajaran efektif seperti yang digambarkan diatas, keefektifan program pembelajaran tidak hanya ditinjau dari segi tingkat prestasi belajar saja, melainkan harus pula ditinjau dari segi proses dan sarana penunjang.
Aspek hasil meliputi tinjauan terhadap hasil belajar siswa setelah mengikuti program pembelajaran yang mencakup kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Aspek proses meliputi pengamatan terhadap keterampilan siswa, motivasi, respon, kerjasama, partisipasi aktif, tingkat kesulitan pada penggunaan media, waktu serta teknik pemecahan masalah yang ditempuh siswa dalam menghadapi kesulitan pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Aspek sarana penunjang meliputi tinjauan-tinjauan terhadap fasilitas fisik dan bahan serta sumber yang diperlukan siswa dalam proses belajar mengajar seperti ruang kelas, laboratorium, media pembelajaran dan buku-buku teks.
Kriteria Efektifitas
Efektifitas metode pembelajaran merupakan suatu ukuran yang berhubungan dengan tingkat keberhasilan dari suatu proses pembelajaran.
Kriteria keefektifan dalam penelitian ini mengacu pada :
Ketuntasan belajar, pembelajaran dapat dikatakan tuntas apabila sekurang-kurangnya 75 % dari jumlah siswa telah memperoleh nilai = 60 dalam peningkatan hasil belajar (Nurgana, 1985:63).
Model pembelajaran dikatakan efektif meningkatkan hasil belajar siswa apabila secara statistik hasil belajar siswa menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pemahaman awal dengan pemahaman setelah pembelajaran (gain yang signifikan).
Model pembelajaran dikatakan efektif jika dapat meningkatkan minat dan motivasi apabila setelah pembelajaran siswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar lebih giat dan memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Serta siswa belajar dalam keadaan yang menyenangkan
Pengertian Akuntansi
Akuntansi adalah suatu aktivitas jasa (mengidentifikasikan, mengukur, mengkalsifikasikan dan mengikhtisarkan) kejadian atau transaksi ekonomi yang menghasilkan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan yang digunakan dalam pengambilan keputusan (Amin. W, 1997)
Pengertian Akuntansi menurut Abubakar. A & Wibowo (2004) adalah proses identifikasi, pencatatan dan komunikasi terhadap transaksi ekonomi dari suatu entitas/perusahaan
Aktivitas Akuntansi
Dari pengertian-pengertian akuntansi diatas, maka akuntansi terdiri dari tiga aktivitas atau kegiatan utama yaitu:
Aktivitas identifikasi yaitu mengidentifikasikan transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan.
Aktivitas pencatatan yaitu aktivitas yang dilakukan untuk mencatat transaksi-transaksi yang telah diidentifikasi secara kronologis dan sistematis.
Aktivitas komunikasi yaitu aktivitas untuk mengkomunikasikan informasi akuntansi dalam bentuk laporan keuangan kepada para pemakai laporan keuangan atau pihak yang berkepentingan baik internal perusahaan maupun pihak eksternal.
Fungsi Akuntansi
Akuntansi seringkali dinyatakan sebagai bahasa perusahaan yang berguna untuk memberikan informasi yang berupa data-data keuangan perusahaan yang dapat digunakan guna pengambilan keputusan. Setiap perusahaan memerlukan dua macam informasi  tentang perusahaannya yaitu informasi mengenai nilai perusahaan dan informasi tentang laba/rugi usaha.
Kedua informasi tersebut berguna untuk:
Mengetahui besarnya modal yang dimiliki perusahaan
Mengetahui perkembangan ayau maju mundurnya perusahan
Sebagai dasar untuk perhitunngan pajak
menjelaskan keadaan perusahaan sewaktu-waktu memerlukan kredit dari bank atau pihak lain
Dasar untuk menentukan kebijakan yang akan ditempuh
Menarik minat investor saham jika perusahaan berbentuk perseroan terbatas.
Untuk memperoleh informasi-informasi tersebut diatas, pengusaha hendaknya mengadakan catatan yang teratur mengenai transaksi-transaksi yang dilakukan perusahaan yang dinyatakan dalam satuan uang.
Manfaat Akuntansi
Akuntansi dilengkapi dengan tehnik untuk menghimpun dan diutamakan untuk menghubungkan data ekonomi ke dalam bermacam-macam bentuk perusahaan, baik perorangan maupun lembaga.
Mengetahui status dan kondisi keuangan perusahaannya serta bagaimana kemungkinannya pada masa mendatang (bagi pemilik dan calon investor)
Menetapkan tingkat resiko yang berkaitan dengan pinjaman atau kredit yang akan diberikan (bagi bankers dan kreditor)
dasar menentukan pajak dan peraturan-peraturan (bagi badan pemerintah)
mendapatkan gambaran kemantapan dan tingkat laba dari perusahan (bagi pekerja dan wakil serikat buruh)
Kegunaan Akuntansi
Semua orang berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan. Untuk menyederhanakannya, dapat dibagi menjadi pihak intern perusahaan dan pihak ekstern perusahaan.
Pihak Intern
Perencanaan : Berdasarkan informasi ekonomi yang tepat, dapat disusun rencana kerja yang baik untuk pelaksanaan kegiatan tahap berikutnya.
Pengendalian : Berdasarkan rencana dan penerapan sistem akuntansi yang baik, dapat dikontrol atau dinilai jalannya kegiatan perusahaan.
Pertaggungjawaban : Setelah diadakan pencatatan terhadap semua transaksi dan kejadian, pada akhir periode disusun laporan keuangan untuk disampaikan kepada pemilik atau pihak ekstern lain untuk mendapatkan penilaian.
Pihak Ekstern
Akuntansi digunakan sebagai alat bantu untuk mengambil keputusan ekonomi bagi pihak yang memerlukan.
Pengaruh Break Time terhadap Hasil Belajar
Para mahasiswa rata-rata dapat fokus tidak lebih dari satu jam pada kelas tertentu. Maka dari itu, waktu istirahat sangatlah penting di antara jam belajar. Suatu survei membuktikan, jika kita menghabiskan 30-45 menit untuk belajar, maka harus diselingi dengan waktu istirahat selama 10 menit di antaranya.
Selama istirahat, kita bisa melakukan games berupa kuis yang masih berkaitan dengan materi yang telah dipelajar sebelumnya. Hal tersebut bisa membuat lebih bersemangat untuk belajar tentang materi tersebut. Selain itu, istirahat di sela-sela waktu belajar juga akan membuat mood kita bertambah saat waktu belajar tiba lagi, sehingga membantu kita lebih fokus menyimpan informasi secara lebih efektif.
Menurut Daryanto (2010:2) belajar adalah suatu proses usahan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan menurut Djamarah (2008:13) mengatakan bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotor. Berdasarkan pendapat dari beberapa teori yang telah dipaparkan di atas, dapat dikemukan bahwa belajar adalahsuatu proses perubahan dalam diri individu sebagai hasil interaksi dengan lingkungan sekitar. Ciri-ciri perubahan dalam pengertian belajar menurut Slameto (dalam Fathurrohman dan Sutikno, 2010:10) meliputi:
Perubahan yang terjadi berlangsung secara sadar, sekurang-kurangnya sadar bahwa pengetahuannya bertambah, sikapnya berubah, kecakapannya berkembang, dan lain-lain.
Perubahan dalam belajar bersifat kontinyu dan fungsional. Belajar bukan proses yang statis karena terus berkembang secara gradual dan setiap hasil belajar memiliki makna dan guna yang praktis.
Perubahan belajar bersifat positif dan aktif. Belajar senantiasa menuju perubahan yang lebih baik.
Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara, bukan hasil belajar jika perubahan itu hanya sesaat, seperti berkeringat, bersin, dan lain-lain.
Perubahan dalam belajar bertujuan dan terarah. Sebelum belajar, seseorang hendaknya sudah menyadari apa yang akan berubah pada dirinya melalui belajar.
Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku, bukan bagian-bagian tertentu secara parsial.
Pengertian Hasil Belajar Ekonomi Menurut Purwanto (2011:46) hasil belajar adalah perubahan perilaku peserta didik akibat belajar. Perubahan perilaku disebabkan karena dia mencapai penguasaan atas sejumlah bahan yang diberikan dalam proses belajar mengajar. Lebih lanjut lagi ia mengatakan bahwa hasil belajar dapat berupa perubahan dalam aspekkognitif, afektif dan psikomotorik. Sejalan dengan pendapat tersebut Sudjana (2003:3) mengemukakan bahwa hasil belajar adalah perubahan tingkah laku yang mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik yang dimiliki oleh siswa setelah menerima pengalaman belajar.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia oleh Poerwodarminto (1990:700) menyatakan bahwa, Hasil belajar ekonomi adalah pengukuran pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru.
Sehingga berdasarkan penjelasan diatas, dapat dikatakan bahwa adanya Break Time atau waktu istirahat dalam proses pembelajaran sangat dbutuhkan, karena ini dapat membantu siswa untuk meningkatkan minat belajar dan mempermudah siswa dalam menyerap setiap pembelajaran yang ada. Selain itu dengan adanya Break Time akan mebuat waktu pembelajaran yang panjang akan terasa lebih menyenangkan tanpa mengurangi porsi materi yang diterima oleh siswa.
Teori Skala Pengukuran Data
Skala Likert diciptakan tahun 1930 oleh Rensis Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan Skala Likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan Skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata-kata antara lain: Sangat Penting (SP), Penting (P), Ragu-ragu (R), Tidak Penting (TP), Sangat Tidak Penting (STP). Untuk penilaian ekspektasi pelanggan, maka jawaban itu dapat diberi skor, misalnya:  Setuju : 3, Kurang Setuju: 2, dan Tidak Setuju :1.
Instrumen penelitian yang menggunakan skala Likert dapat dibuat dalam bentuk checklist ataupun pilihan ganda.  Keuntungan skala Likert adalah
Mudah dibuat dan diterapkan
Terdapat kebebasan dalam memasukkan pertanyaan-pertanyaan, asalkan masih sesuai dengan konteks permasalahan
Jawaban suatu item dapat berupa alternative, sehingga informasi mengenai item tersebut diperjelas
Reliabilitas pengukuran bisa diperoleh dengan jumlah item tersebut diperjelas

2. Pembahasana. Pembelajaran akuntansi yang efektif
Akuntansi adalah suatu aktivitas jasa (mengidentifikasikan, mengukur, mengkalsifikasikan dan mengikhtisarkan) kejadian atau transaksi ekonomi yang menghasilkan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan yang digunakan dalam pengambilan keputusan. Dalam pembelajaran akuntasi banyak berhubungan dengan konsep dan hitungan. Pada jurusan Pendidikan Akuntansi satu kali tatap muka dalam pembelajaran akuntansi biasanya selama tiga SKS dengan waktu kurang lebih 150 menit. Dengan demikian pembelajaran akuntansi merupakan pembelajaran yang membutuhhan waktu yang cukup lama. Jika pembelajaran terlalu lama itu akan berdampak terhadap kurangnya fokus peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran. Selain kurangnya fokus, peserta didik juga akan merasa bosan dengan materi yang disampaikan. Peserta didik biasanya tidak menyukai pembelajaran yang monoton, mereka biasanya lebih menyukai pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.
Pembelajaran akuntansi dikatakan efektif jika selama proses pembelajaran berlangsung dapat diikuti oleh setiap peserta didik dengan optimal. Jadi peserta didik dapat mengikuti setiap proses pembelajaran dan memahami setiap materi pembelajran yang diberikan. Peserta didik juga harus dapat berperan aktif dalam setiap proses pembelajaran yang ada. Keaktifan peserta didik ini dapat diwujudkan jika mereka merasa tertarik dengan pembelajaran tersebut. Ini merupakan "PR" bagi para pengajar atau dosen untuk menciptakan suasana belajar mengajar yang menarik dan menyenangkan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik.
Ketika pembelajaran akuntansi dikelas sudah efektif maka peserta didik pun tidak akan merasa kesulitan saat belajar, mereka dapat dengan mudah memahami dan menyerap setiap materi yang ada. Mereka tidak akan merasa terbebani dengan pembelajaran akuntansi yang banyak berhubungan dengan hitungan dan konsep. Mereka akan merasa bahwa akuntansi itu mudah dipahami dan mudah dimengerti. Dan ketika peserta didik sudah merasa bahwa akuntansi itu mudah , maka itu akan berdampak baik terhadap hasil belajar mereka.
b. Pengaruh keefektifan pembelajaran akuntansi terhadap hasil belajar mahasiswa
Seperti yang kita ketahui dari landasan teori yang telah dibahas sebelumnya bahwa efektivitas berarti berusaha untuk dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, sesuai pula dengan rencana, baik dalam penggunaan data, sarana, maupun waktunya atau berusaha melalui aktivitas tertentu baik secara fisik maupun non fisik untuk memperoleh hasil yang maksimal baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Sedangkan pengertian dari hasil belajar itu sendiri adalah adalah perubahan perilaku peserta didik akibat belajar. Perubahan perilaku disebabkan karena dia mencapai penguasaan atas sejumlah bahan yang diberikan dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini keefektifan sangatlah diperlukan dalam kegiatan pembelajaran agar peserta didik dapat memahami materi pembelajaran yang ada serta mendapatkan hasil yang optimal.
Dari pengertian efektifitas diatas pembelajaran dapat dikatakan efektif jika bisa memenuhi beberapa aspek yang harus dicapai, yaitu:
Dapat mencapai sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan kebutuhan, ini berarti dalam setiap kegiatan pembelajaran pengajar sudah dapat menentukan hal apa saja yang harus dicapai dalam pembelajaran tersebut, jika semua hal tersebut dapat dipenuhi barulah pembelajran tesebut dapat dikatakan efektif.
Sesuai dengan rencana, ini berarti jika kita sudah menentukan sasaran yang
harus dicapai maka pengajar juga harus membuat perencanaan mengenai bagaimana cara agar kita dapan mencapai sasaran tersebut.
Baik dalam penggunaan data, sarana, maupun waktu. Agar pembelajarran efektif pengajar juga harus dapat mengoptimalkan penggunaan data, saran, dan waktu yang ada
Berusaha melalui aktivitas tertentu baik secara fisik maupun non fisik, pembelajaran akuntansi merupakan kegiatan non fisik dan pengajar harus bisa menjalankan kegiatan tersebut dengan optimal.
Dilihat dari aspek-aspek yang harus dicapai diatas jika dikaitkan dengan pembelajaran akuntansi saat ini masih banyak aspek yang belum terpenuhi. Kegiatan pembelajaran akuntansi masih dirasa kurang optimal, padahal jika peserta didik dapat melakukan kegiatan pembelajaran dengan optimal, maka itu dapat berdampak baik terhadap hasil belajar peserta didik sehingga peserta didik pun dapat dengan mudah meraih prestasi yang baik dalam belajar.

c. Kegiatan yang akan diterapkan dalam program Break Time for Quiz
Program ini diterapkan 2 kali dalam setiap pertemuan pembelajaran akuntansi. Setelah penyampaian materi akuntansi berlangsung selama 45 menit, pendidik akan memulai permainan yang didalamnya terdapat pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang telah disampaikan dan berlangsung selama 10 menit. Didalam program Break Time for Quiz ini terdapat beberapa permainan yang setiap minggunya berbeda bentuk permainanya agar peserta didik tidak merasa bosan, diantaranya :
1) Petunjuk pertanyaan.
Sebelum permainan ini dimulai, pendidik menyiapkan beberapa pertanyaan dan petunjuk jawaban atas pertanyaan tersebut. Lalu petunjuk tersebut diberikan secara acak kepada peserta didik. Kemudian pendidik membacakan salah satu pertanyaan, jika peserta didik mendapatkan petunjuk jawaban atas pertanyaan yang dibacakan oleh pendidik, maka peserta didik tersebut harus ke depan kelas. Kemudian setelah peserta didik maju , pendidik membacakan ulang pertanyaan tersebut, setelah itu peserta didik membacakan petunjuk jawabannya yang dianggap sesuai dengan pertanyaan tersebut. Jika petunjuk jawaban sesuai dengan pertanyaan tersebut, pendidik akan memberikan hadiah berupa bintang yang akan ditempelkan pada buku peserta didik, dan di akhir pertemuan yang paling banyak mengumpulkan bintang akan diberi hadiah dari pendidik. Jika petunjuk jawaban tidak sesuai dengan pertanyaan tersebut peserta didik mendapatkan hukuman yaitu menghibur teman-temannya dengan cara, bernyanyi atau menari.
2) Tebak Kata
Permainan ini sangat sederhana dan efektif untuk melatih peserta didik agar dapar berfikir cepat dan tepat dalam menjawab soal yang diberikan oleh pendidik. Permainan ini dimulai dengan pendidik membacakan soal kemudian pendidikan menulis petunjuk dengan beberapa kolom kosong yang didalamnya harus diisi dengan huruf. Kemudian pendidik memberikan satu petunjuk huruf yang diisikan pada kolom tersebut yang akan dijawab oleh peserta didik. Setelah itu, jika ada peserta didik yang sudah mengetahui jawaban dari soal yang diberikan, bisa langsung maju ke depan dan mengisi kolom yang kosong terebut dengan jawaban yang diketahuinya. Kemudian jika jawaban peserta didik tersebut benar, maka peserta didik mendapatkan bintang yang nantinya akan diakumulasikan pada akhir pertemuan. Jika jawabannya salah maka peserta didik tidak mendapatkan bintang dari pendidik.
3) Tebak Soal Cepat
Permainan ini dilakukan secara berkelompok, peserta didik dibagi kedalam beberapa kelompok yang didalamnya terdapat 5 sampai 6 orang. Setelah terbentuk beberapa kelompok, pendidik memberikan kertas kepada perwakilan kelompok yang didalamnya terdapat soal yang sama mengenai materi yang telah disamapikan. Kemudian peserta didik mengerjakan soal yang telah diberikan, dan yang paling cepat menyelesaikan soal tersebut maju kedepan kelas dan perwakilannya menjelaskan jawabannya. Setelah itu di beri komentar oleh pendidik dan peserta didik lainnya, jika benar akan di beri hadiah oleh pendidik berupa bintang yang nantinya akan diakumulasikan pada pertuman terakhir dan jika salah peserta didik tidak mendapat bintang dari pendidik.
4) Bola Akuntansi
Permainan ini merupakan permainan yang sangat efektif bagi peserta didik untuk lebih memahami tentang materi akuntansi yang sudah disampaikan oleh pendidik. Sebelum permainan ini dimulai pendidik akan mempersiapkan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan. Pertama-tama pendidik akan memberikan bola kecil kepada peserta didik yang bertembat duduk di sudut kemudian para peserta didik menyanyikan lagu yang disuruh oleh pendidik. Kemudian jika lagu tersebut berhenti di salah satu peserta didik maka peserta didik tersebut harus menjawab pertanyaan yang dibacakan oleh pendidik. Jika peserta didik berhasil menjawab pertanyaan tersebut maka peserta didik yang bersangkutan akan mendapatkan hadiah berupa bintang yang akan diakumulasikan di akhir semester dan peserta didik yang berhasil mengumpulkan bintang terbanyak maka akan mendapatkan hadiah dari pendidik sedangkan peserta didik yang bersangkutan tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut maka peserta didik yang besangkutan akan mendapatkan hukuman harus menari maupun menyanyi.
5) Coures review horee
Sebelum permainan ini dimulai, peserta didik membuat kelompok sebanyak 5 kelompok. Masing masing kelompok mempunyai warna kelompok misalnya Kelompok 1 = Merah, Kelompok 2 = Hijau, Kelompok 3 = Kuning, Kelompok 4 = Biru, dan Kelompok 5 = Ungu. Lalu guru membuat kolom persegi yang didalamnya terdapat 9 kotak di papan tulis. Masing-masing kotak diberi angka 1 sampai 9 secara acak, Dan di masing-masing angka tersebut terdapat pertanyaan.
314134531754648203175
Setelah itu guru mengambil bola warna kecil yang warnanya merupakan warna-warna dari masing-masing kelompok secara acak. Ketika guru sudah memilih salah satu warna, kelompok dari warna tersebut memilih angka yang terdapat di papan tulis dan menjawab pertanyaan dari angka tersebut. Misalnya, Guru mengambil bola berwarna hijau, lalu kelompok 2 memilih angka 1 dan menjawab pertanyaannya. Jika jawaban dari pertanyaan itu benar, maka kelompok dua berhak mendapat bintang berwarna hijau dan ditempelkan di kotak no.1. begitupun seterusnya hingga bintang yang kelompok 2 kumpulkan membentuk garis vertical, horizontal maupun diagonal.
550545-1066803779520-1257302131695-135255
16002001057275Jika Kelompok 2 berhasil menempelkan bintang hijau membentuk vertikal, horizontal maupun diagonal, maka kelompok 2 lah yang memenangkan permainan ini. dan setiap anggota kelompok mendapat poin yang diakhir semester akan diakumulasikan untuk nilai tambah dalam pembelajaran akuntansi.

Intinya, dalam setiap permainan itu bertujuan untuk melatih kecerdasan dan kecepatan peserta didik dalam menjawab dan memahami soal yang berhubungan dengan materi yang telah disampaikan pendidik. Dan juga melatih ingatan peserta didik akan materi yang telah disampaikan oleh pendidik sebelumnya, disini pendidik dapat menilai sejauh mana pemahaman peserta didik dalam memahami pelajaran atau materi yang disampaikan oleh pendidik. Nantinya peserta pendidik akan memberikan reward berupa bintang atau dalam bentuk lainnya kepada para peserta didiknya jika mereka dapat mengerjakan setiap permainan yang diberikan dengan baik. Lalu untuk peserta didik yang mengumpulkan bintang paling banyak, diakhir pertemuan akan diberikan hadiah dari pendidik. Inilah merupakan salah satu cara untuk mengapresiasi peserta didik yang aktif dalam pembelajaran.
d. Gambaran pengaruh penerapan program Break Time for Quiz (BTFQ ) pada setiap 45 menit terhadap hasil belajar Peserta didik
Gambaran pengaruh penerapan program ini yaitu, jika program ini berhasil dan diterima baik oleh peserta didik maupun pendidik, maka hasil belajar peserta didik akan mengalami perubahan kearah progresif. Peserta didik akan lebih aktif dalam pembelajaran dan akan terbiasa untuk berfikir cepat dan tepat. Peserta didik pun tidak akan merasa bosan atau mengantuk dengan adanya program ini, yang dilakukan dalam selang waktu tertentu selama proses pembelajaran akuntansi. Peserta didik cenderung akan merasa terpacu jika teman teman sekitarnya berperan aktif. Ini akan membuat minat belajar peserta didik akan meningkat dari sebelumnya. Mereka akan beranggapan bahwa pembelajaran akuntansi merupakan pembelajaran yang menarik dan akan ada banyak hal yang perlu dipecahkan didalamnya. Selama ini pembelajaran akuntansi terkesan membosankan dan tidak memiliki daya tarik. Ini dikarenakan peserta didik beranggapan bahwa pelajaran akuntansi merupakan pelajaran yang membutuhkan konsentrasi penuh dalam waktu yang panjang. Dengan adanya program ini, selain mengasah pengetahuan mereka mengenai akuntansi dengan program ini mereka juga dapat merefresh otak sehingga pembelajaran akuntansi di kelas tidak terkesan membosankan.
Dari keseluruhan waktu pembelajaran akuntansi di kelas diperlukan adanya istirahat dalam selang waktu tertentu, misalnya dari 150 menit waktu belajar setiap 45 menit belajar dan menyampaikan materi akuntansi, diperlukan adanya istirahat kurang lebih 10 menit. Ini diperlukan agar peserta memiliki waktu rehat untuk menerima materi selanjutnya. Dalam waktu istirahat tersebut pendidik juga harus mampu menggunakan waktu istirahat tersebut untuk melakukan hal hal yang menarik tetapi tetap berhubungan dengan materi akuntansi. Dengan adanya kegiatan seperti ini bukan berarti akan membuyarkan dan menghilangkan focus peserta didik setelah menerima materi pembelajaran sebelumnya, tetapi justru akan membuat peserta didik akan kembali focus ketika mereka sudah menerima istirahat dan melanjutkan pembelajaran.
Ketika waktu istirahat tersebut berlangsung pendidik akan mengadakan beberapa kuis atau games yang membahas soal akuntansi. Pendidik telah menyiapkan beberapa jenis games yang berbeda setiap minggunya. Setiap kuis atau games ini harus diikuti oleh seluruh peseta didik di kelas. Games atau kuis ini dilakukan secara individu ataupun berkelompok sesuai dengan jenis games yang telah dipersiapkan. Pendidik akan menilai keaktifan setiap peserta didiknya. Disini akan terlin komunikasi yang lebih baik antara peserta didik dan pendidik atau antara peserta didik dengan peserta didik lainnya. Ini juga akan menumbuhkan jiwa kompetitif antar peserta didik, tetapi tetap terikat dengan peraturan yang sudah ada. Artinya peserta didik boleh memiliki jiwa kompetitif yang tinggi tetapi harus mengarah kepada hal-hal yang positif bukan dengan hal yang negative seperti berbuat curang atau melakukan hal buruk lainnya.
e. Respon Mahasiswa Pendidikan Akuntansi 2014 Terhadap Adanya Program Break Time for Quiz
-262255404495Diagram batang hasil pengisian kuisioner dari 40 simpatisan
Tabulasi data angket gambaran penerapan program break time for quiz
No Responden Nomor Item Total Skor Kelas
1 2 3 4 5 6 7 8 1 3 2 2 1 3 2 3 3 19 2
2 3 2 3 3 2 3 3 3 22 3
3 3 2 3 3 2 2 3 3 21 3
4 3 2 3 3 2 2 3 3 21 3
5 3 2 3 3 2 2 3 3 21 3
6 3 2 3 3 2 2 3 3 21 3
7 3 2 2 2 3 3 3 3 21 3
8 3 2 2 3 2 3 3 3 21 3
9 3 3 2 2 2 3 3 3 21 3
10 2 1 3 3 3 3 3 3 21 3
11 3 3 2 2 1 2 3 3 19 2
12 3 3 1 3 2 2 3 3 20 2
13 3 2 3 3 3 3 3 3 23 3
14 2 2 3 3 3 2 3 3 21 3
15 2 1 3 2 1 3 2 3 17 1
16 3 2 3 3 3 3 3 3 23 3
17 3 2 3 3 2 3 3 3 22 3
18 3 1 3 3 3 3 2 3 21 3
19 3 2 3 3 3 3 3 2 22 3
20 3 2 2 3 2 3 3 3 21 3
21 3 2 2 1 1 1 3 3 16 1
22 3 2 3 1 2 2 1 1 15 1
23 3 3 1 1 1 2 3 3 17 1
24 3 3 2 1 1 1 3 3 17 1
25 3 2 1 1 1 3 3 3 17 1
26 3 3 2 2 2 3 3 3 21 3
27 3 2 2 3 2 3 3 3 21 3
28 3 3 2 2 2 1 3 3 19 2
29 3 1 3 2 2 2 2 2 17 1
30 2 2 2 3 3 3 2 2 19 2
31 3 3 1 3 1 3 1 1 16 1
32 3 2 1 1 2 3 3 3 18 2
33 2 1 3 3 3 3 3 3 21 3
34 2 3 3 2 3 3 3 3 22 3
35 3 2 2 1 2 3 3 3 19 2
36 3 2 2 2 1 2 3 3 18 2
37 3 3 1 2 2 3 3 3 20 2
38 3 3 3 2 1 3 3 3 21 3
39 3 3 2 3 3 2 3 3 22 3
40 3 2 2 3 1 2 3 3 19 2
angka 1 34 11 18 21 8 21 32 32 angka 2 6 23 16 11 20 15 4 3 angka 3 0 6 6 8 12 4 4 5 Analisis Kuisioner
Pembelajaran akuntansi itu penting
Setuju
Kurang setuju
Tidak Setuju
85% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 setuju bahwa pendidikan akuntansi itu penting.
15% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 kuang setuju bahwa pendidikan akuntansi itu penting.
0% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 tidak setuju bahwa pendidikan akuntansi itu penting.
Ini menunjukan bahwa mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 setuju pada pernyataan kuisioner pada point pertama.
Pembelajaran akuntansi sudah optimal:
Setuju
Kurang setuju
Tidak Setuju
27,5% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 setuju bahwa pembelajaran akuntansi sudah optimal.
57,5% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 kurang setuju bahwa pembelajaran akuntansi sudah optimal.
15% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 tidak setuju bahwa pembelajaran akuntasi sudah optimal.
Ini menunjukan bahwa mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 kurang setuju pada pernyataan kuisioner pada point kedua.
Pembelajaran akuntansi kurang efektif:
Setuju
Kurang setuju
Tidak Setuju
45% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 setuju bahwa pembelajaran akuntasi kurang efektif.
40% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 kurang setuju bahwa pembelajaran akuntansi kurang efektif.
15% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 tidak setuju bahwa pembelajaran akuntansi kurang efektif
Ini menunjukan bahwa mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 setuju pada pernyataan kuisioner pada point ketiga.
Pembelajaran akuntansi membosankan
Setuju
Kurang setuju
Tidak Setuju
52.5% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 setuju bahwa pembelajaran akuntansi membosankan
27,5% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 kurang setuju bahwa pembelajaran akuntansi membosankan
20% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 tidak setuju bahwa pembelajaran akuntansi membosankan
Ini menunjukan bahwa mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 setuju pada pernyataan kuisioner pada point keempat.
Sulit menyerap materi akuntansi
Setuju
Kurang setuju
Tidak Setuju
20% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 setuju bahwa sulit untuk menyerap materi akuntansi
50% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 kurang setuju bahwa sulit untuk menyerap materi akuntansi.
30% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 tidak setuju bahwa sulit untuk menyerap materi akuntansi.
Ini menunjukan bahwa mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 kurang setuju pada pernyataan kuisioner pada point kelima
Masih belum memahami keseluruhan materi yang disampaikan
Setuju
Kurang Setuju
Tidak Setuju
52,5% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 setuju bahwa mereka masih belum memahami keseluruhan materi yang disampaikan.
37,5% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 kurang setuju bahwa mereka masih belum memahami keseluruhan materi yang disampaikan.
10% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 tidak setuju bahwa mereka masih belum memahami keseluruhan materi yang disampaikan.
Ini menunjukan bahwa mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 setuju pada pernyataan kuisioner pada point keenam.
Pentingnya break time
Setuju
Kurang Setuju
Tidak Setuju
80% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 setuju bahwa break time penting pada saat pembelajaran akuntansi.
10% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 kurang setuju bahwa break time penting pada saat pembelajaran akuntansi.
10% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 tidak setuju bahwa break time penting pada saat pembelajaran akuntansi.
Ini menunjukan bahwa mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 setuju pada pernyataan kuisioner pada point ketujuh.
Break time membuat mahasiswa bersemangat
Setuju
Kurang Setuju
Tidak Setuju
80% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 setuju bahwa break time dapat membuat mahasiswa bersemangat dalam pembelajaran akuntansi.
7,5% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 kurang setuju bahwa break time dapat membuat mahasiswa bersemangat dalam pembelajaran akuntansi.
12,5% mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 tidak setuju bahwa break time dapat membuat mahasiswa bersemangat dalam pembelajaran akuntansi.
Ini menunjukan bahwa mahasiswa pendidikan akuntansi 2014 setuju pada pernyataan kuisioner pada point kedelapan.
Gambaran Efektifitas Pembelajaran menggunakan program Break Time for Quiz
Kriteria Interval Frekuensi Persentase
Rendah 15 - 17 8 20%
Sedang 18 - 20 10 25%
Tinggi 21 - 23 22 55%
Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa sebanyak 8 orang atau sebanyak 20 % mengatakan bahwa efektifitas penerapan program Break Time for Quiz berada pada kriteria rendah, 10 orang atau sebesar 25% mengatakan bahwa efektifitas penerapan program Break Time for Quiz berada pada kriteria sedang. Dan 22 orang atau sebesar 55% mengatakan bahwa efektifitas penerapan program Break Time for Quiz berada pada kriteria tinggi.
Frekuensi paling banyak yaitu 22 orang atau sebesar 55% mengatakan bahwa efektifitas penerapan program Break Timefor Quiz berada pada kriteria tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan Break Time for Quiz pada Kelas Pendidikan Akuntansi 2014 akan berjalan efektif
Berdasarkan keseluruhan data diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa Pendidikan Akuntansi 2014 menyetujui bahwa pembelajaran akuntansi saat ini dirasa belum cukup optimal. Ini dikarena kurangnya efektifitas pembelajaran akuntansi, sehingga masih ada mahasiswa yang sulit menyarap materi pembelajaran secara keseluruhan. Selain itu banyak mahasiswa yang menyetujui adanya program Break Time for Quiz guna mengeefektifkan pembelajaran akuntansi. Mereka berharap dengan adanya program ini mereka bisa lebih menyukai dan memiliki minat yang tinggi terhadap pelajaran akuntansi.
BAB III
PENUTUPSimpulanEfektifitas pembelajaran akuntansi sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Ketika proses pembelajaran di kelas berjalan efektif itu akan membuat peserta didik lebih mudah memahami setiap materi yang disampaikan. Pengajar atau dosen harus mampu membuat proses pembelajaran di kelas efektif. Pengajar atau dosen juga harus dapat membuat kegiatan belajar mengajar dikelas lebih menarik dan menumbuhkan minat belajar peserta didik.
Break Time for Quiz dapat menjadi salah satu sarana untuk mengefektifkan pembelajaran akuntansi di kelas. Degan adanya istirahat dengan selang waktu tertentu dalam setiap pembelajaran itu akan mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar. Dengan efektifitas waktu yang baik itu akan meningkatkan kualitas belajar di kelas dan akan membuat peserta didik lebih mudah meraih prestasi dalam belajar.
2. SaranUntuk pengembangan lebih lanjut maka penulis memberikan saran yang bermanfaat bagi pendidik dan peserta didik agar proses pembelajaran akuntansi dapat berjalan dengan efektif dan mendapat kan hasil belajar yang optimal. Saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut:
1. Untuk pendidik, sebaiknya dalam pembelajaran setiap 30menit sekali diadakan break time hal ini berpengaruh terhadap kemampuan otak untuk menerima materi dan juga peserta didik tidak merasa bosan dengan pembelajaran yang disampaikan. Break time ini diisi dengan games dengan soal-soal yang membuat peserta didik dapat berperan aktif dalam menjawab soal-soalngames tersebut.
2. Untuk peserta didik, dengan adanya break time for quiz ini, peserta didik seharusnya dapat berperan aktif dalam kegiatan ini, selain untuk melatih ketepatan dalam menjawab soal peserta didik juga dapat mendapatkan ilmu tentang apa yang disampaikan.
DAFTAR PUSTAKA

 Haryanto. (2013). Pengertian Akuntansi dan Bidang Akuntansi. [Online]. Tersedia : http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-akuntansi-fungsi-dan-bidang-akuntansi/ [Diakses 02 Desember 2014]
Marasakti, Abah. (2010), Skala Pengukuran. [Online]. Tersedia: https://abahmarasakti.wordpress.com/2010/01/09/skala-pengukuran/ [Diakses 17 Desember 2014]
Riris Saputri, Annisa. 2012. Tips Belajar Efektif. [Online]. Tersedia : http://news.okezone.com/read/2012/08/02/373/672202/tips-belajar-efektif [Diakses 02 Desember 2014]

Wilujeng Santoso, Ayu. (2003). Analisis Pengaruh Efektivitas Cara Belajar Terhadap Hasil Belajar. [Online]. Tersedia : http://eprints.uns.ac.id/3495/ [Diakses 02 Desember 2014]
BAB IPENDAHULUANLatar Belakang MasalahSebagaimana kita ketahui bahwa Akuntansi adalah mata kuliah yang wajib bagi mahasiswa Pendidikan Akuntansi.Namun seringkali dijumpai mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran Akuntansi tersebut.
Banyak faktor yang mempengaruhi mengapa mahasiswa mengalami akesulitan dalam memahami pelajaran Akuntansi.Salah satunya adalah kurangnya daya tanggap dalam pembelajaran.
Daya tanggap yang dimiliki setiap orang tentu berbeda.Ada yang daya tanggap mengenai Akuntansi nya cepat, namun ada juga yang daya tanggap Akuntansi nya lambat. Bagi yang memiliki daya tanggap lambat, tentu mereka akan mengalami kesulitan dalam belajar Akuntansi tersebut karena pembelajaran mereka dengan pembelajaran yang memiliki daya tanggap cepat disamakan.
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tanggap adalah membaca dan memperbanyak latihan soal. Dimana daya tanggap adalah kemampuan menerima dengan pancaindera dan member reaksi terhadapnya.
Berdasarkan paparan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan daya tanggap dalam proses pembelajaran Akuntansi.
Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang masalah diatas, maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
Apakah daya tanggap mahasiswa Pendidikan Akuntansi dalam pelajaran Akuntansi sudah baik?
Bagaimana cara meningkatkan daya tanggap mahasiswa dalam mata kuliah Akuntansi?
Apakah daya tanggap mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa?
Tujuan MakalahAdapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan:
Mengetahui daya tanggap mahasiswa Pendidikan Akuntansi dalam pelajaran Akuntansi.
Mengetahui cara meningkatkan daya tanggap mahasiswa dalam mata kuliah Akuntansi.
Mengetahui pengaruh daya tanggap terhadap prestasi belajar mahasiwa.
Manfaat MakalahManfaat yang diharapkan setelah melakukan penelitian adalah sebagai berikut:
Bagi Peneliti, makalah ini dapat membantu dalam mengetahui cara meningkatkan daya tanggap dalam meningkatkan prestasi belajar pada mahasiswa Pendidikan Akuntansi.
Bagi Pembaca, makalah ini dapat membantu dalam mengetahui cara meningkatkan daya tanggap dalam mempelajari mata kuliah Akuntansi agar prestasi belajar dapat meningkat.
Metode PenelitianMetode penelitian yang digunakan guna penyusunan makalah ini adalah dengan melakukan studi literatur.Kami mencari informasi melalui internet dan buku terkait.Untuk memperkuat penelitian, kami juga menggunakan teknik pengamatan secara langsung dan mengumpulkan sampel data dari beberapa mahasiswa Pendidikan Akuntansi dengan membagikan angket lalu menyimpulkannya secara keseluruhan.
BAB IIISILandasan TeoriPengertian IngatanBerikut pengertian mengenai Ingatan menurut Para Ahli:
Menurut Kartono (1990) dalam Khadijah, N (2009), menyatakan bahwa memori atau ingatan adalah kemampuan untuk mencamkan, menyimpan, dan memproduksi kembali hal-hal yang pernah diketahui. Sedangkan sifat-sifat dari ingatan yang baik adalah setia, cepat, bisa menyimpan lama, luas dan siap.
Menurut Walgito (1997) dalam Khadijah, N (2009), menyatakan bahwa memori atau ingatan adalah kemampuan jiwa untuk memasukkan (learning), menyimpan (retention), dan menimbulkan kembali (remembering) hal-hal yang telah lampau.
Menurut Morgan dkk (1986) dalam Khadijah, N (2009), mendefinisikan memori atau ingatan sebagai proses encoding (Pengkodean), storage (penyimpanan), dan retrieval (pemanggilan kembali) apa yang pernah dipelajari sebelumnya.
Menurut Bruno (1987) dalam Khadijah, N (2009), menyatakan bahwa memori atau ingatan adalah proses mental yang meliputi pengkodean, penyimpanan, dan pemanggilan kembali informasi dan pengetahuan yang semuanya terpusat dalam otak.
Al Farabi menjelaskan memori (Ad-Dzakirah) atau hafalan (al-Hafizhah) sebagai daya yang menyimpan makna-makna yang dimengerti oleh waham. Waham adalah daya yang memahami makna-makna non-inderawi yang ada pada objek inderawi eksternal. Ada dua memori, yaitu pertama, memori untuk menyimpan gambar-gambar inderawi internal setelah menghilang, dan itulah daya konsepsi. Kedua, memori untuk menyimpan makna-makna non-inderawi yang ditangkap oleh waham, dan itulah memori atau daya ingat (Najati, 2002:68).
Dari beberapa pengertian dari Para Ahli diatas, kelompok kami menyimpulkan bahwa memori atau ingatan adalah kemampuan untuk menyimpan, menimbulkan kembali, memasukkan, dan mencamkan hal-hal, informasi atau pengetahuan yang pernah diketahui di masa lampau dan terpusat di otak.
Pengaruh Positif Ingatan dalam BelajarPengaruh positif ingatan dalam belajar adalah baiknya kemampuan siswa dalam mengingat materi-materi pelajaran yang telah diberikan dan dapat mengulangnya kembali, sehingga pengetahuan yang diberikan benar-benar dapat diterimanya dengan baik.
Pengaruh Negatif Ingatan dalam BelajarPengaruh negatif ingatan dalam belajar adalah jika pendidik memberikan pengetahuan yang dilakukan dengan tidak baik atau kurang lengkap, maka siswa hanya akan mendapat ingatan dari pengetahuan yang pendidik berikan tersebut, sehingga menyebabkan pengetahuannya tidak sempurna jika dia tidak mengambil referensi dari luar juga.
Pengertian KecerdasanBerikut pengertian mengenai kecerdasan menurut Para Ahli:
Menurut David Wechsler, intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif.
Menurut Alfred Binet (1857-1911), menurut Binet intelegensi adalah sisi tunggal dari karakteristik yang terus berkembang sejalan dengan proses kematangan seseorang.
Menurut Edward Lee Thondike (1916), pada dasarnya teori Thondike menyatakan bahwa intelegensi terdiri atas berbagai kemampuan spesifik yang ditampakkan dalam wujud perilaku intelegen.
Menurut William Stern, Intelegensi merupakan kapasitas atau kecakapan umum pada individu yang secara sadar untuk menyesuaikan pikirannya pada situasi yang dihadapi.
Menurut Dearbon, Intelegensi adalah kesanggupan untuk belajar dari pada pengalaman.
Dari beberapa pengertian dari Para Ahli diatas, kelompok kami menyimpulkan bahwa kecerdasan atau intelegensi adalah kemampuan atau kesanggupan untuk berpikir, bertindak, dan berprilaku sesuai dengan situasi yang dihadapi secara efektif dan terus berkembang sejalan dengan proses kematangan seseorang.
Pengaruh Positif dan Negatif Kecerdasan dalam BelajarPengaruh positif kecerdasan dalam belajar adalah siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan mampu menunjukkan dirinya berkompeten dalam pelajaran yang diberikan.
Pengaruh negatif kecerdasan dalam belajar adalah terjadinya kesenjangan terhadap siswa yang cerdas dengan siswa yang kurang cerdas, sehingga membuat kebutuhan belajar siswa berbeda, karena siswa yang cerdas dapat dengan mudah memahami pelajaran sedangkan yang kurang cerdas cukup sulit untuk menerima pelajaran.
Pengertian KonsentrasiBerikut pengertian konsentrasi menurut Para Ahli:
Menurut Sumartno (2004) dalam Rachman (2010) yang menyatakan bahwa konsentrasi merupakan suatu perilaku dan fokus perhatian siswa untuk dapat memperhatikan dengan baik dalam setiap pelaksanaan pembelajaran, serta dapat memahami setiap materi pelajaran yang telah diberikan.
Menurut Scholz (2006) yang menyatakan bahwa Konsentrasi merupakan suatu kemampuan yang tercermin di berbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam pekerjaan, di sekolah, dalam berkendara, atau dalam membaca buku.
Menurut Westhoff dan Hagemaister (2006) yang menyatakan bahwa Konsentrasi sebagai satu aspek bekerja yang selalu diperlukan jika seseorang harus mengolah informasi secara sadar. Dalam hal ini banyak informasi yang digunakan tidak secara acak, melainkan pilihan informasi yang harus diolah pada titik waktu tertentu.
Dari beberapa definisi tentang konsentrasi yang telah disebutkan diatas, kami dapat menyimpulkan bahwa daya konsentrasi bukanlah sifat bawaan yang dimiliki seseorang, melainkan merupakan suatu kemampuan untuk memfokuskan dan menjaga pikiran terhadap suatu hal. Ketika seseorang sedang berkonsentrasi, objek yang difokuskan hanya objek yang menjadi target utama konsentrasi, sehingga informasi yang diperoleh hanyalah informasi yang telah dipilih. Fokus yang ditajamkan meningkatkan kemungkinan seseorang dapat menyerap dan memahami informasi yang didapat.
Pengertian Daya TanggapBerikut pengertian daya tanggap menurut Para Ahli:
Menurut Ma'rat (1984) yang menyatakan bahwa respon atau tanggapan merupakan reaksi akibat penerimaan stimulus, dimana stimulus adalah berita, pengetahuan, informasi, sebelum diproses atau diterima oleh indera nya.
Menurut Berlo (1960) (Dalam Reza Yogaswara), merumuskan respon sebagai sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang sebagai hasil atau akibat menerima stimulus.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga dijelaskan definisi respon atau daya tanggap adalah berupa tanggapan, reaksi, dan jawaban. Dalam pembahasan teori respon tidak terlepas dari pembahasan, proses teori komunikasi, karena respon atau daya tanggap merupakan timbal balik dari apa yang dikomunikasikan terhadap orang-orang yang terlibat proses komunikasi.
Menurut Gulo (1996), respon atau daya tanggap adalah suatu reaksi atau jawaban yang bergantung pada stimulus atau merupakan hasil stimulus tersebut.
Respon adalah setiap tingkah laku pada hakekatnya merupakan tanggapan atau balasan (respon) terhadap rangsangan atau stimulus (Sarlito, 1995).
Dari beberapa pengertian Para Ahli diatas, kelompok kami menyimpulkan bahwa respon atau daya tanggap adalah reaksi yang berupa tanggapan atau jawaban terhadap stimulus yang diterimanya yang berupa informasi, berita, pengetahuan.
Pengaruh Positif dan Negatif Daya Tanggap dalam BelajarPengaruh positif daya tanggap dalam belajar adalah aktifnya siswa dalam member tanggapan, bertanya, dan memberikan umpan balik terhadap materi yang dipelajarinya terutama dalam proses diskusi sehingga siswa memperoleh pengetahuan yang diinginkannya.
Pengaruh negatif daya tanggap dalam belajar adalah karena seringnya siswa itu menganggapi statemen seseorang maka itu dapat mengganggu jalannya pembelajaran dan bisa juga siswa itu menganggapi dengan kurang baik statemen seseorang.

PembahasanMetodologi PenelitianMetode penelitian yang digunakan untuk mengetahui daya tanggap mahasiswa Pendidikan Akuntansi dalam pelajaran akuntansi adalah studi deskriptif.Disamping itu peneliti menyebar angket terhadap 20 mahasiswa di jurusan akuntansi dan untuk mengetahui daya tanggap mahasiswa Pendidikan Akuntansi dalam pelajaran akuntansidan kepuasan nilai akuntansi yang diperoleh mahasiswa.
Tujuan khusus penelitian untuk mengungkap daya tanggap mahasiswa Pendidikan Akuntansi dalam pelajaran akuntansimahasiswa jurusan Pendidikan Akuntansi dan sekaligus hasil penelitian diharapkan dapat menemukan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi kesulitan-kesulitan mahasiswa dalam belajar akuntansi.
Jumlah mahasiswa jurursan Pendidikan Akuntansi 2014 UPI yaitu 96mahasiswa, mengingat jumlah populasi tersebut tidak memungkinkan untuk diselidiki secara keseluruhan maka dalam penelitian hanya diambil sebagian saja yang dianggap dapat mewakili populasi tersebut di atas. Sampel yang ditetapkan untuk jurusan Pendidikan Akuntasi 2014 UPI sebanyak 20.
Metode Pengumpulan Data Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah:
Metode Angket atau Kuesioner adalah suatu daftar pertanyaan yang berisikan pertanyaan pertanyaan mengenai suatu hal atau dalam suatu bidang.Di sini peniliti langsung mengirimkan daftar pertanyaan kepada orang orang yang dimintai pendapat, keyakinan atau menceritakan tentang keadaan diri sendiri dengan memilih salah satu jawaban yang telah disediakan.Dengan kuesioner tipe pilihan ini, peneliti dapat membatasi responden dalam memberikan jawaban.
Kriteria Penilaian AngketPenentuan skoring pada kriteria objektif :
Rumus umum
Interval (I) = Range (R) / Kategori (K)
Range (R) = skor tertinggi - skor terendah = 100 - 0 = 100%
Kategori (K) = 2 adalah banyaknya kriteria yang disusun pada criteria objektif suatu variabel
Kategori yaitu Cukup dan Kurang
Interval (I) = 100 / 2 = 50%
Kriteria penilian = skor tertinggi - interval = 100 - 50 = 50%, sehingga
Cukup = jika skor >= 50%
Rendah = jika skor < 50%
Catatan : 
Berapapun banyaknya jumlah pertanyaan jika pertanyaan dengan pilihan 2 jawaban yang sama yaitu Benar (B) dan Salah (S), penentuan kriteria objektifnya akan tetap pada interval 50%. Maksudnya, meskipun dengan jumlah pertanyaan sampai 100 pun dengan jumlah pilihan pertanyaan terdiri dari 2 dengan kategori pada kriteria objektif variabel sebanyak 2 maka batas intervalnya adalah tetap 50%.

Hasil PenelitianTingkat Daya Tanggap Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Terhadap Mata Kuliah Akuntansi
Tingkat Daya Tanggap Mahasiwa Pendidikan Akuntansi Terhadap Mata Kuliah Akuntansi dapat dilihat pada tabel 2.1 dibawah ini.
Tabel 2.1 Tingkat Daya Tanggap Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Terhadap Mata Kuliah Akuntansi

Keterangan:
Pernyataan 1: Akuntansi adalah pelajaran yang sulit
Pernyataan 2: Seringkali mahasiswa malu untuk bertanya ketika ada materi atau soal yang tidak ia mengerti mengenai akuntansi
Pernyataan 3: Seringkali mahasiswa pura-pura memahami materi yang diajarkan karena sudah jenuh atau bosan dalam pembelajaran akuntansi.
Pernyataan 4: Seringkali mahasiswa memainkan gadget mereka ketika proses pembelajaran sedang berlangsung sehingga hal tersebut membuat siswa kehilangan konsentrasi saat belajar akuntansi.
Pernyataan 5: Anda lebih mudah memahami pelajaran akuntansi saat pengajar menjelaskan
Pernyataan 6: Anda lebih memahami pelajaran akuntansi saat diterangkan oleh teman sebaya
Pernyataan 7: Apakah nilai tes Akuntansi anda memuaskan?
Pernyataan 8: Apakah konsentrasi anda mudah teralihkan pada saat suasana kelas tidak kondusif?
Pernyataan 9: apakah anda mengalami putus asa saat mengerjakan soal-soal akuntansi
Pernyataan 10: Apakah sejak awal mengenal atau mempelajari akuntansi anda sudah mengalami kesulitan?
Pernyataan 11: Apakah anda merasa bosan dengan cara mengajar tenaga pengajar anda?
Pernyataan 12: Apakah hanya dalam pelajaran akuntansi anda mengalami kesulitan?
Pernyataan 13: Anda sering merasa cemas atau khawatir saat pelajaran akuntansi
Pernyataan 14: Apakah faktor dari tugas yang menumpuk yang diberikan pengajar sangat mempengaruhi konsentrasi dan fokus anda ketika sedang mempelajari akuntansi?
Pernyataan 15: Apakah anda merasa sangat lelah dalam berpikir saat sedang mengerjakan dan memahami soal akuntansi?
Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan berikut :
Sebagian besar mahasiswa tidak menganggap bahwa Akuntansi adalah pelajaran yang sulit.
Sebagian besar mahasiswa Pendidikan Akuntansi malu untuk bertanya mengenai materi yang tidak dimengerti kepada dosen pengajarnya.
Sebagian besar mahasiswa memilih untuk berpura-pura memahami materi yang diberikan saat mereka sudah mulai jenuh dengan pembelajaran Akuntansi.
Sebagian besar mahasiswa memainkan gadget ketika prooses pembelajaran sedang berlangsung dan hal tersebut berdampak pada konsentrasi mahasiswa.
Sebagian besar mahasiswa Pendidikan Akuntansi lebih mudah memahami mata kuliah Akuntansi saat Dosen pengajar menjelaskan materi dan sebagian besar mahasiswa Pendidikan Akuntansi juga mudah memahami jika dijelaskan oleh teman sebaya.
Sebagian besar mahasiswa Pendidikan Akuntansi mendapat hasil nilai tes yang memuaskan.
Sebagian besar konsentrasi mahasiswa cenderung mudah teralihkan saat suasana kelas tidak kondusif.
Sebagian besar mahasiswa dapat mengerjakan soal-soal akuntansi.
Sebagian besar mahasiswa Pendidikan Akuntansi tidak mengalami kesulitan saat mengawali perkuliahan mata kuliah Akuntansi karena mereka sudah memiliki dasar-dasar yang sudah pernah dipelajari pada waktu SMA sederajat.
Mahasiswa Pendidikan Akuntansi yang merasa bosan sebanding dengan mahasiswa Pendidikan Akuntansi yang menyukai cara mengajar Dosen.
Hampir semua mahasiswa Pendidikan Akuntansi tidak hanya merasa kesulitan dalam mata kuliah Akuntansi saja.
Sebagian besar mahasiswa Pendidikan Akuntansi cenderung merasa cemas saat mengikuti pelajaran Akuntansi.
Sebagian besar mahasiswa menilai bahwa faktor dari tugas yang menumpuk yang diberikan pengajar lain mempengaruhi konsentrasi dan fokus mereka mereka ketika sedang mempelajari mata kuliah Akuntansi.
Sebagian besar mahasiswa Pendidikan Akuntansi bisa memahami dan mampu mengerjakan soal yang diberikan Dosen pengajar.
Keterbatasan PenelitianPenelitian ini hanya menyelidiki daya tanggap mahasiswa Pendidikan Akuntansi dalam mempelajari Akuntansi. Berkaitan dengan problem daya tanggap mahasiswa dalam belajar akuntansi, maka melalui angket yang didapat dari responden permasalahan daya tanggap dapat diketahui. Mahasiswa Pendidikan Akuntansi sebagian besar tidak merasa Akuntansi adalah pelajaran yang sulit dinyatakan sebesar 58% dan 42% mahasiswa merasa pelajaran akuntansi adalah pelajaran yang sulit, maupun sejak awal mempelajari akuntansi dinyatakan sebesar 65% dan 35% merasa sulit sejak awal.
Mahasiswa lebih mudah memahami pelajaran saat pengajar ataupun saat dijelaskan oleh teman sebaya menjelaskan dinyatakan sebesar 75% dan 25% tidak mudah memahami saat pengajar menjelaskan, dan 79% memahai diterangkan teman sebaya 21% tidak memahami. Namun seringkali mahasiswa malu untuk bertanya ketika ada materi atau soal yang ia tidak mengerti, mahasiswa pura-pura memahami materi yang diajarkan karena sudah jenuh atau bosan dalam pembelajaran, memainkan gadget ketika proses pembelajaran berlangsung dan sebagian merasa bosan dengan cara mengajar pengajar. Dinyatakan sebesar 70% malu bertanya 30% tidak malu bertanya, 80% pura-pura memahami 20% tidak pura pura memahami, 70% sering memainkan gadget 30% tidak sering, dan 50% merasa bosen 50% merasa tidak bosan.
Cara Meningkatkan Daya Tanggap MahasiswaBerdasarkan hasil penelitian yang telah kami lakukan kami dapat menyimpulkan bahwa daya tanggap pada mahasiswa dapat ditingkatkan dengan cara memperbanyak latihan soal dan melatih konsentrasi dengan cara memfokuskan pikiran pada subjek yang sedang dipelajari. Dan juga dengan cara aktif bertanya baik itu pada dosen selaku pengajar maupun pada teman sebaya.
BAB IIIKESIMPULAN DAN SARANKesimpulanMenurut Kartono (1990) dalam Khadijah, N (2009), menyatakan bahwa memori atau ingatan adalah kemampuan untuk mencamkan, menyimpan, dan memproduksi kembali hal-hal yang pernah diketahui. Sedangkan sifat-sifat dari ingatan yang baik adalah setia, cepat, bisa menyimpan lama, luas dan siap. Semakin tinggi kemampuan mengingat seseorang, semakin tinggi pula daya tanggap yang dimilikinya.
SaranBagi Mahasiswa Pendidikan Akuntansi, Belajar Lebih Giat Lagi Agar Kemampuan Daya Tanggap Yang Dimiliki Dapat Meningkat Dan Memperoleh Nilai Yang Memuaskan.
DAFTAR PUSTAKANst, Haris. "Pengertian Ingatan, Kecerdasan dan Tanggapan Berdasarkan Para Ahli". 7 Januari 2013. http://harisnst33.blogspot.com/2013/01/pengertian-ingatan-kecerdasan-dan.htm
Fahreza, M. "Pengertian Konsentrasi menurut Beberapa Ahli". 14 Mei 2014. http://mfahreza742.wordpress.com/2014/05/14/pengertian-konsentrasi-menurut-beberapa-ahli/Sinaga, Donivrisko. "Cara Meningkatkan Daya Tangkap dan Daya Ingat". 30 Mei 2013. http://robakil.blogspot.com/2013/05/cara-meningkatkan-daya-tangkap-daya.htmlBAB IPENDAHULUAN
Latar Belakang MasalahJurusan kuliah adalah pilihan cabang ilmu yang dipilih calon mahasiswa berdasarkan minat dan bakat yang telah ia gali sendiri selama sekolah (TK sampai SMA) atau dipilih untuk mendukung karirnya dikemudian hari. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa jurusan kuliah harus sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki para mahasiswa. Namun pada kenyataannya fenomena salah memilih jurusan merupakan fenomena yang sering terjadi di kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan Pendidikan Akuntansi.
Ketidaksesuaian antara minat dan bakat dengan jurusan yang dipilih yaitu jurusan Pendidikan Akuntansi memiliki banyak dampak negatif diantaranya adalah mahasiswa yang salah memilih jurusan akan merasa minder atau tidak percaya diri, dan akhirnya terjadinya ketidakefektivan mahasiswa dalam bergaul. Selain dari itu, jika dilihat dari aspek psikologis ketika belajar karena terpaksa itu akan muncul rasa kesal, marah, sedih dan semua itu berakibat pada kurangnya efektivitas kerja otak sehingga yang terjadi adalah materi khususnya materi akuntansi akan sulit dicerna oleh otak. Hal tersebut berakibat negatif pada hasil belajar yang diperoleh mahasiswa yang sesungguhnya dituntut memuaskan. Apabila ruang lingkupnya diperluas lagi, maka dapat diamati yang terjadi adalah kurangnya produktivitas masyarakat. Oleh karena itu, kami menyajikan makalah ini dengan tujuan untuk membahas mengenai fenomena salah mengambil jurusan yang sering terjadi di kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan Pendidikan Akuntansi.
Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut.
Apa faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan mahasiswa dalam memilih jurusan khususnya jurusan Pendidikan Akutansi?
Bagaimana hasil perolehan atas proses belajar mahasiswa yang salah dalam memilih jurusan?
Tujuan MakalahTujuan dari penelitian adalah untuk :
Mengetahui faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan mahasiswa dalam memilih jurusan khususnya jurusan Pendidikan Akutansi.
Mendeskripsikan hasil perolehan atas proses belajar mahasiswa yang salah dalam memilih jurusan.
Manfaat MakalahManfaat yang diharapkan dengan adanya makalah ini adalah sebagai berikut.
Dapat mengetahui faktor yang mempengaruhi terjadinya kesalahan mahasiswa dalam memilih jurusan khususnya jurusan Pendidikan Akutansi.
Dapat mendeskripsikan hasil perolehan atas proses belajar mahasiswa yang salah dalam memilih jurusan.
Metode PenelitianMetode penelitian yang digunakan guna penyusunan makalah ini adalah dengan melakukan studi literatur. Kami mencari informasi melalui internet dan buku terkait. Untuk memperkuat penelitian, kami juga menggunakan teknik pengamatan secara langsung, wawancara, dan mengumpulkan sampel data dari beberapa mahasiswa Pendidikan Akuntansi dengan membagikan angket lalu menyimpulkannya secara keseluruhan.
BAB IIISI
Landasan TeoriPengertian Jurusan Pendidikan AkuntansiSecara etimologis (asal usul kata), jurusan Pendidikan Akuntansi terdiri dari tiga kata yaitu jurusan, pendidikan, dan akuntasi, pengertian jurusan sendiri merupakan bagian dari suatu fakultas atau sekolah tinggi yang bertanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan suatu bidang studi (KBBI,1991:423). Sedangkan pendidikan mempunyai arti sebagai proses pegubahan sikap dan tata laku seorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (KBBI,1991:232). Dan pengertian akuntansi adalah teori dan praktek perakunan, termasuk tanggung jawab, prinsip, standar, kelaziman (kebiasaan) dan semua kegiatannya (KBBI,1991:21).
Berdasarkan pengertiannya maka dapat kita simpulkan bahwa jurusan Pendidikan Akuntansi merupakan bagian dari perguruan tinggi yang berada pada bidang upaya mendewasakan manusia melalui pengajaran dan pelatihan sesuatu yang berhubugan dengan teori praktek perakunan.
Maksud dari Kesalahan Mahasiswa dalam Memilih JurusanMahasiswa dapat mengalami fenomena salah dalam memilih jurusan ketika jurusan yang mereka pilih tidak sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Mengapa dikatakan seperti itu? Karena minat dan bakat mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan belajar mahasiswa.
Minat adalah kecenderungan yang mengarahkan manusia terhadap bidang-bidang yang ia sukai dan tekuni tanpa adanya keterpaksaan dari siapapun. Jadi, minat mengarahkan seseorang untuk berprestasi dalam berbagai hal atau bidang yang ia sukai dan tekuni. Sama halnya dengan bakat karena secara umum bakat merupakan kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Bakat juga dapat diartikan sebagai kemampuan alamiah yang dapat mempermudah dalam memperoleh pengetahuan atau keterampilan, baik yang bersifat umum maupun khusus. Oleh sebab itu, seseorang yang kurang atau tidak berbakat untuk suatu kegiatan belajar tertentu akan mengalami kesulitan dalam belajar.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat BelajarAda beberapa faktor yang dapat mempengaruhi minat belajar seseorang, antara lain :
Motivasi
Belajar
Bahan pelajaran dan sikap guru
Keluarga
Teman pergaulan
Lingkungan
Cita-cita
Bakat
Hobi
Media massa
Fasilitas
Hubungan antara Kemampuan dan BakatBerdasarkan pengertian bakat yang telah dijelaskan sebelumnya, yaitu bakat merupakan kemampuan alamiah yang dapat mempermudah dalam memperoleh pengetahuan atau keterampilan, baik yang bersifat umum maupun khusus. Maka dapat disimpulkan bahwa bakat merupakan bagian dari kemampuan yang dimiliki individu. Kemampuan dalam hal ini mengandung arti :
Achievement :Kemampuan nyata diukur dengan tes tertentu.
Capasity :Kemampuan yang dapat dikembangkan dimasa mendatang melalui latihan yang optimal.
Aptidude: Kemampuan bawaan yang masih perlu dikembangkan atau dilatih.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi BakatPembentukkan bakat terjadi sejak 60 hari setelah dilahirkan sampai dengan usia 16 tahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan bakat tersebut, antara lain :
Faktor keturunan
Lingkungan
Fisik
Tema Bakat
Tema bakat terdiri dari 34, yaitu :
Achiever, Activator, Adaptability, Analytical, Arranger, Belief, Command, Communication, Competition, Connectedness, Consistency, Context, Deliberative, Developer, Discipline, Empathy, Focus, Futuristic, Harmony, Ideation, Includer, Individualization, Input, Intellection, Learner, Maximizer, Positivity, Relator, Responsibility, Restorative, Self-assurance, Significance, Strategic, Woo.
Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar merupakan prestasi belajar siswa secara keseluruhan yang menjadi indikator kompetensi dan derajat perubahan prilaku yang bersangkutan. Kompetensi yang harus dikuasai siswa perlu dinyatakan sedemikian rupa agar dapat dinilai sebagai wujud hasil belajar siswa yang mengacu pada pengalaman langsung. Dampak Negatif Akibat Kesalahan dalam Memilih JurusanDampak negatif yang muncul akibat kesalahan mahasiswa dalam memilih jurusan akan dapat dirasakan oleh berbagai pihak, antara lain :
Dampak yang dirasakan mahasiswa
Dampak yang dapat dirasakan mahasiswa itu sendiri dapat dilihat dari berbagai sudut, diantaranya adalah munculnya :
Problem psikologis
Mempelajari sesuatu yang tidak sesuai dengan minat dan bakat merupakan pekerjaan yang sangat tidak menyenangkan. Belajar karena terpaksa itu akan sulit dicerna otak karena sudah ada blocking emosi. Kesal, marah, sebal, sedih, itu semua sudah memblokir efektivitas kerja otak dan juga dapat menghambat motivasi. Kepahitan dan kegetiran, penyesalan dan penasaran juga tentu bisa membayangi setiap langkah hidupnya. Dampak lainnya yang muncul adalah menurunnya daya tahan terhadap tekanan, konsentrasi dan menurunnya daya juang. Apalagi jika pelajaran semakin sulit, masalah semakin bertambah dan bisa menyebabkan kuliah terancam terhenti di tengah jalan.
Problem akademis
Problem akademis yang bisa terjadi jika salah mengambil pilihan jurusan diantaranya, seperti prestasi yang tidak optimum, banyak mengulang mata kuliah, kesulitan memahami materi, kesulitan memecahkan persoalan, ketidakmampuan untuk mandiri dalam belajar, dan buntutnya adalah rendahnya nilai indeks prestasi. Selain itu, salah memilih jurusan yang mempengaruhi motivasi belajar berujung pada tingkat kehadiran mahasiswa. Kalau makin sering tidak masuk kuliah, makin sulit memahami materi, lalu makin tidak suka dengan perkuliahannya, dan akhirnya semakin sering bolos. Padahal, tingkat kehadiran mempengaruhi nilai.
Problem relasional
Salah memilih jurusan, membuat orang tersebut tidak nyaman dan tidak percaya diri. Ia merasa tidak mampu menguasai materi perkuliahan sehingga ketika hasilnya tidak memuaskan, ia pun merasa minder karena merasa dirinya bodoh hingga ia menjaga jarak dengan teman lain, makin pendiam, menarik diri dari pergaulan, lebih senang mengurung diri di kamar, takut bergaul karena takut kekurangannya diketahui dan sebagainya. Atau seseorang bahkan bisa menjadi agresif karena kompensasi dari inferioritas di pelajaran. Seseorang yang berusaha tampil hebat di lingkungan sosial dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah mendominasi atau mengintimidasi orang lain yang dianggap lebih pandai karena ia merasa kurang di dalam pelajaran.
Dampak yang dirasakan orang tua
Penyesalan adalah dampak utama yang akan dirasakan orang tua ketika mereka memaksakan anaknya memenuhi keinginan mereka. Pada saat anak memilih jurusan kuliah dengan didasari desakan orang tua, anak akan merasa tidak nyaman untuk menjalankan perkuliahan yang tidak sesuai dengan minat dan bakatnya. Hal tersebut dapat mendorong anak untuk berkeinginan pindah jurusan kuliah, dan ketika hal itu terjadi, orang tua baru akan merasakan penyesalan akan paksaan yang diberikan kepada anak, terlebih lagi ketika orang tua harus mengeluarkan uang perkuliahan lebih banyak ketika anak ingin pindah jurusan kuliah.
Hasil Penelitian dan PembahasanHasil Angket
Pernyataan YA TIDAK
Jurusan yang dipilih (Pendidikan Akuntansi) telah sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki
62 21
Desakan Orangtua : 3
Ikut-ikutan Teman : 0
Mencari Status : 0
Beasiswa : 3
Tidak Ada Pilihan : 15
Sebelum diterima di jurusan Pendidikan Akuntansi, sudah mengetahui dampak negatif yang akan dirasakan apabila salah dalam memilih jurusan 54 29
Memiliki keinginan untuk pindah jurusan 32 51
Jika benar, hal yang mendorong untuk pindah jurusan karena kurangnya kemampuan dalam memahami pelajaran 20 12
Perlu adanya informasi khusus mengenai jurusan Pendidikan Akuntansi kepada siswa SMA sederajat yang masih bimbang menentukan pilihannya dalam memilih jurusan dan menentukan pilihan sementaranya pada jurusan Pendidikan Akuntansi 78 5
Perlu adanya tes bakat agar meyakinkan siswa SMA sederajat dalam menentukan jurusan 77 6
Motif dan motivasi baik intern maupun ekstern merupakan solusi ampuh dalam mengatasi penyesalan mahasiswa yang salah dalam mengambil jurusan 76 7
Hasil penelitian pertama yang kami lakukan dengan cara membagikan angket kepada 83 orang mahasiswa Pendidikan Akuntansi yang diantaranya terdiri dari 47 orang angkatan tahun 2013 dan 36 orang lainnya dari angkatan tahun 2014 menunjukan bahwa 25,30 % diantara mereka menyatakan bahwa jurusan Pendidikan Akuntansi tidak sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Jumlah ini tidak menunjukan angka yang sedikit. Jadi sudah dapat dipastikan bahwa diperlukannya tindak lanjut agar adanya penurunan mahasiswa Pendidikan Akuntansi yang menyatakan bahwa dirinya telah salah dalam memilih jurusan. 14,29 % diantara mereka yang salah dalam memilih jurusan menyatakan faktor yang membuat mereka salah dalam memilih jurusan adalah karena desakan orang tua, 14,29 % lainnya disebabkan karena beasiswa. Dan sisanya yaitu 71,42 % mengatakan tidak sengaja dan tidak ada pilihan lain.
Faktor lain yang dapat berpengaruh atas kesalahan mahasiswa dalam memilih jurusan khususnya jurusan Pendidikan Akuntansi yaitu dikarenakan pada dasarnya calon mahasiswa kurang mengetahui dampak negatif yang akan dirasakan ketika mereka salah dalam memilih jurusan. Pernyataan ini didukung oleh 34,94 % responden yang menyatakan hal tersebut.
Selanjutnya 38,71 % responden mengatakan bahwa mereka pernah memiliki keinginan untuk pindah jurusan padahal sebelumnya mereka menyatakan jurusan yang mereka pilih yaitu Pendidikan Akuntansi telah sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Dan 62,5 % diantara mereka mengatakan faktor yang membuat mereka menginginkan untuk pindah jurusan adalah dikarenakan kurangnya kemampuan mereka dalam memahami sebagian besar mata kuliah yang ada pada jurusan Pendidikan Akuntansi. Ini berarti bahwa faktor lain yang mendorong jumlah mahasiswa salah dalam memilih jurusan (Pendidikan Akuntansi) disebabkan karena sesungguhnya mereka belum mengetahui pasti mengenai bakat yang mereka miliki.
Selain dari itu 93,98 % responden menyatakan bahwa informasi khusus mengenai jurusan Pendidikan Akuntansi bagi calon mahasiswa yang masih bimbang dalam menentukan pilihan dan sementara mereka menaruh pilihannya pada jurusan Pendidikan Akuntansi itu sangat dibutuhkan. Hal ini membuktikan bahwa calon mahasiswa pun memiliki informasi yang rendah mengenai jurusan yang akan mereka pilih khususnya mengenai informasi jurusan Pendidikan Akuntansi sehingga mereka membutuhkan informasi tersebut.
Lalu 92,77 % responden setuju mengenai perlunya tes bakat agar meyakinkan calon mahasiswa dalam memilih jurusan khususnya jurusan Pendidikan Akuntansi. Tentu, ini mendukung pernyataan sebelumnya bahwa pada dasarnya calon mahasiswa belum mengetahui pasti mengenai bakat yang dimilikinya.
Selanjutnya mengenai solusi yang mampu mengatasi penyesalan mahasiswa yang salah dalam memilih jurusan khususnya jurusan Pendidikan Akuntansi adalah dengan meningkatkan motif dan motivasi baik intern maupun ekstern. Solusi ini didukung oleh 91,57 % responden yang setuju.
Dan guna meningkatkan bakat mahasiswa yang terlanjur salah dalam memilih jurusan pada bidang Pendidikan Akuntansi adalah dapat dilakukan melalui cara belajar (berusaha) dengan bantuan teman dan sisanya didukung oleh dosen juga pemahaman sendiri. Pernyataan ini didukung oleh 73,49 % responden yang berpendapat seperti itu.
Dari hasil penelitian yang kami paparkan diatas maka dapat disimpulkan faktor yang menyebabkan mahasiswa salah menentukan pilihannya dalam memilih jurusan dari yang paling berpengaruh sampai yang kurang berpengaruh adalah :
Rendahnya informasi yang dimiliki mahasiswa mengenai jurusan Pendidikan Akuntansi.
Kurangnya pemahaman mahasiswa mengenai bakat yang dimilikinya.
Kurangnya pengetahuan mengenai "dampak negatif salah memilih jurusan".
Terlanjur kecewa dengan ditolaknya dia di jurusan yang dia inginkan.
Desakan orang tua.
Beasiswa.
Pengetahuan mengenai faktor-faktor tersebut sangat penting karena faktor-faktor tersebut dapat membantu untuk mencegah kesalahan mahasiswa dalam memilih jurusan atau dapat membantu kita menciptakan program nyata atas solusi ampuh yang dapat mengurangi dampak negatif atas kesalahan mahasiswa memilih jurusan.
Hasil Wawancara
Hasil penelitian kedua, kami lakukan dengan cara mewawancarai salah satu dosen jurusan Pendidikan Akuntasi yaitu Ibu Hera. Tujuan wawancara yang kami lakukan adalah untuk mengetahui mengenai seberapa banyak mahasiswa yang berkeinginan untuk pindah jurusan. Dalam wawancara ini, beliau tidak mengetahui secara pasti berapa mahasiswa yang berkeinginan untuk pindah jurusan namun ternyata beliau pernah menangani secara langsung mahasiswa yang memutuskan untuk pindah jurusan, salah satu alasan mahasiswa tersebut pindah jurusan adalah karena Pendidikan Akuntansi merupakan jurusan yang ia dapat melalui jalur undangan, sedangkan minat mahasiswa tersebut tidak mengarah pada jurusan Pendidikan Akuntansi namun minat belajar yang dimilikinya lebih kepada hafalan dibandingkan dengan hitungan seperti Akuntansi.
Beliau juga menyampaikan bahwa, permasalahan mahasiswa yang memilih untuk pindah jurusan tidak memiliki pengaruh atau dampak apapun terhadap prodi, melainkan hanya memiliki pengaruh dan dampak yang besar bagi mahasiswa itu sendiri salah satunya adalah dampak mengenai biaya yang harus dikeluarkan dan juga waktu yang terbuang.
Adapun solusi preventif yang disampaikan adalah dengan mengadakan test minat dan bakat sebelum calon mahasiswa memilih jurusan kuliah yang akan dipilih,, sekolah memberikan informasi lebih mengenai jurusan-jurusan kuliah secara lengkap. Sedangkan solusi represif yang harus dilakukan adalah dengan memotivasi diri sendiri untuk selalu belajar, latihan, dan tigkatkan kemampuan dan kemauan belajar, dan selalu berkomunikasi dengan teman dan dosen untuk meminta bantuan dalam memahami mata kuliah khususnya Akuntansi.
Melalui hasil wawancara ini, kami juga memperoleh daftar hasil belajar mahasiswa angkatan 2013. Dari daftar hasil belajar yang kami peroleh, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa mahasiswa bahkan banyak yang memperoleh nilai yang kurang memuaskan. Maka dari itu dapat ditegaskan bahwa kesalahan mahasiswa dalam memilih jurusan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswanya. Adapun daftar hasil belajar mahasiswa angkatan 2013 yang kami peroleh sebagai berikut.
68961046799500Daftar Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Angkatan 2013


BAB III
PENUTUP
Simpulan
Kesalahan mahasiswa dalam memilih jurusan terjadi ketika jurusan yang ia pilih tidak sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih jurusan diantaranya adalah:
Rendahnya informasi yang dimiliki mahasiswa mengenai jurusan Pendidikan Akuntansi.
Kurangnya pemahaman mahasiswa mengenai bakat yang dimilikinya.
Kurangnya pengetahuan mengenai "dampak negatif salah memilih jurusan".
Terlanjur kecewa dengan ditolaknya dia di jurusan yang dia inginkan.
Desakan orang tua.
Beasiswa.
Faktor-faktor tersebut harus dihilangkan dalam upaya menyelesaikan permasalahan mengenai salah memilih jurusan.
Dampak negatif yang paling penting yang di akibatkan karena kesalahan mahasiswa dalam memilih jurusan adalah buruknya hasil belajar mahasiswa yang diperoleh.
Saran
Bagi calon mahasiswa, di tekankan untuk lebih hati-hati dalam memilih jurusan dengan cara sebelum calon mahasiswa menentukan pilihannya di harapkan untuk mengetahui informasi mengenai bakat dan minat yang di milikinya, informasi jurusan yang ia pilih, serta cita-cita atau harapan profesi yang akan dijalani setelah ia lulus kelak.
Bagi mahasiswa yang sudah terlanjur salah memilih jurusan jangan terlalu menyesali kesalahan yang sudah terjadi, tetapi di sarankan lebih memikirkan bagaimana cara agar meningkatkan minat daan bakat dalam jurusn Pedidikan Akuntasi.


Download Kumpulan Makalah Mahasiswa Pendidikan Akuntansi.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Kumpulan Makalah Mahasiswa Pendidikan Akuntansi. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon