September 08, 2016

BAB I LANDASAN KONSEPTUAL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


Judul: BAB I LANDASAN KONSEPTUAL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Penulis: Sorta Lidya


BAB I LANDASAN KONSEPTUAL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan dapat dikontrol apabila frekwensi transaksi masih sedikit, jika perusahaan semakin berkembang dan besar, maka frekwensi aktivitas transaksi akan semakin banyak dan meluas, tentu dibutuhkan alat dan sistem pengendalian untuk mengontrol seluruh unit aktivitas perusahaan tersebut. Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan strategi dan alat yang mampu digunakan untuk mengendalikan transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan serta terhadap aset yang dimiliki, mencakup data-data keuangan dan non keuangan untuk memperoleh informasi ekonomoni perusahaan yang akurat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mempelajari SIA adalah bagaimana membuat sistem informasi akuntansi yang efektif dan efisien selama peoses operasional perusahaan melalui transaksi, mengumpulkan data, mengelompokkan data, menggolongkan data sampai proses pengolahan data menjadi laporan keuangan sesuai dengan bentuk dan tujuan perusahaan tersebut, sehingga informasi berguna bagi pengambilan keputusan dan menjamin kebenaran, keakuratan dan ketepatan data informasi yang disajikan, hal inilah yang menyebabkan kita mempelajari SIA.
Tujuan Instruksional Umum : Pada akhir kuliah, mahasiswa mampu berpikir, yaitu dapat tahu mengenai istilah umum, tujuan, ruang lingkup dan konsep-konsep dari landasan konseptual sistem informasi akuntansi
Tujuan Instruksional Khusus : Tujuan utama dari mata Bab ini adalah membekali mahasiswa cara berpikir dan pemecahan persoalan dalam landasan konseptual sistem informasi akuntansi. Mahasiswa harus mampu membuat penyelesaian masalah landasan konseptual sistem informasi akuntansi diberbagai instansi, baik pemerintahan maupun swasta dan kemudian ia mampu untuk mengeksekusi laporan keuangan perusahaan dari hasil pengolahan komputer atau software, maka setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan definisi sistem 2. Menjelaskan pengertian sistem informasi akuntansi 3. Mengetahui landasan konseptual sistem informasi akuntansi. 4. Tujuan dari penggembangan sistem informasi akuntansi 5. Alasan mempelajari sistem informasi akuntansi 6. Karak tersitik sistem informasi akuntansi 7. Perbedaan akuntansi komputer dengan komputer akuntansi 8. Penerapan teknologi informasi dalam akuntansi Diktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 1
2. LANDASAN KONSEPTUAL BAB I SISTEM INFORMASI AKUNTANSI1.
1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Informasi akuntansi dan keuangan sangat dibutuhkan oleh berbagai pihak khususnyauntuk manajemen, sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis. Selain pihak manajemeninformasi keuangan sangat dibutuhkan oleh pihak-pihak luar perusahaan seperti : caloninvestor, kreditur, kantor pajak, dan masyarakat umum untuk dapat menyajikan informasikeuangan yang baik (informative, akurat dan cepat) maka diperlukan sistem yang mampumengolah data akuntansi menjadi sebuah laporan keuangan. Dasar dari sistem informasi akuntansi bersal dari rangkain sistem yang terintegraidengan sofware dan akuntansi sehingga membentuk rangakian dalam suatu program atausoftware, untuk lebih jelas dan detail, mari kita perhatikan urain dan pengetiannya dibawahini.
Pengertian sistem
1. Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh dan sistematis.
2. Sebuah entitas yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berinteraksi yang dikoordinasikan untuk mencapai satu atau lebih tujuan bersama
3. Sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Elemen sistem :Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen yang sama, tapi suatu susunan dasar adalah :input, transformasi, output, mekanisme kontrol dan tujuan.
Jenis Sistem :
1. Sistem lingkaran terbuka adalah sistem yang tidak mempunyai elemen mekanisme kontrol, dan tujuan pengendalian informasi keuagan dari ruang lingkup siklus akuntansi.
2. Sistem lingkaran tertutup adalah sistem yang disertai oleh adanya elemen mekanisme kontrol dan tujuan.
Sifat Sistem :
1. Sistem terbuka adalah Sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumberdaya.
2. Sistem tertutup adalah Sistem yang sama sekali tidak berhubungan dengan lingkungannya.Sistem terdiri dari sistem-sisten bagian (subsistem)Diktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 2
3. Contoh : Sistem komputer yang terdiri dari subsistem perangkat keras dan perangkat lunak. Subsistem perangkat keras (hardware) terdiri dari alat masukan, alat pemroses, alat keluaran dan simpanan luar.
Prosedur : Adalah suatu urutan-urutan pekerjaan clerical, yang melibatkan beberapa bagian dan orang dalam suatu organisasi. Disusun untuk menjamin keseragaman aktivitas operasional perusahaan
.Data : Data adalah suatu masukan atau input dapat berupa signal, gelombang, tulisan, gambar yang nantinya akan diolah menjadi sebuah informasi.
Informasi : Data yang telah diolah dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Informasi yang berkualitas adalah sebuah informasi yang disajikan secara relevan, akurat, tepat waktu
Pengertian Sistem Informasi Akuntansi :
1) Adalah suatu kegiatan mengelompokkan, menggolongkan, mencatat dan memproses kegiatan bisnis perusahaan kedalam sebuah pelaporan keuangan sebagai suatu informasi bagi manajemen dan pihak lainnya.
2) Suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern. Akuntansi seringkali disebut sebagai "language of business" atau bahasa bisnis,fenomena yang terjadi akuntansi manual sudah jarang dipakai perusahan untuk membantutugas keuangan dan akuntansi, lebih dominan memakai software akuntansi dan kadangpemakai (user) tidak mengetaui cakupannya, seperti pengertian dan fungsinya hanya sebagaipemakai saja, sehingga dalam bab ini akan membahas secata tuntas landasan konseptualsistem informasi akauntansi. Maka pengertian sistem informasi akuntansi menurut para ahlidibidang informasi dan akuntansi maupun pakar bidang sistem informasi akuntansi, antaralain:
a. Menurut Wilkinson : Sistem informasi akuntansi merupakan suatu kerangka pengkordinasian sumber daya (data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan
b. Menurut Gelinas, Orams, dan Wiggins : Sistem informasi akuntansi (SIA) sebagai subsistem khusus dari sistem informasi manajemen yang tujuannya adalah menghimpun, memproses dan melaporkan informsi yang berkaitan dengan transaksi keuangan.
c. Menurut Gelinas, Orams, dan Wiggins : Mendefinisikan sistem informasi akuntansi (SIA) sebagai subsistem khusus dari sistem informasi manajemen yang tujuannya adalah menghimpun, memproses dan melaporkan informsi yang berkaitan dengan transaksi keuangan.
d. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi merupakan suatu kerangka pengkordinasian sumber daya (data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan.e. Menurut Kieso (2005), sistem informasi akuntansi adalah sistem yang mengumpulkan dan memproses data transaksi serta menyajikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yangDiktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 3
4. berkepentingan. Sistem informasi berkembang sepanjang waktu dan menjadi semakin kompleks seiring dengan perkembangan organisasi. Organisasi saat ini sangat memerlukan sistem informasi akuntansi untuk mendukung proses bisnis dan bersaing secara kompetitif. James (2004) dan Marshall Romney Steinbart (2005), mempelajari sistem pasti adatujuannya, maka
tujuan dari penggembangan sistem informasi akuntansi antara lain adalahsebagai berikut :
1. Untuk mendukung dan memudahkan kegiatan operasi sehari-hari misalnya dalam memproses setiap transaksi yang terjadi sehingga pemberian jasa/pelayanan dapat berjalan secara efektif dan efisien.
2. Untuk menyediakan informasi dan data-data yang akurat, relevan dan tepat waktu yang diperlukan untuk mendukung proses pengambilan keputusan.
3. Untuk mengumpulkan informasi yang dapat digunakan untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan.
4. Data yang diperlukan tidak perlu berlebihan , akan tetapi relevansi dan reliabilitas data lebih diutamakan dalam pengumpulannya
5. Untuk meningkatkan kualitas perusahaan dan meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
6. Menjamin bahwa implementasi sistem dan prosedur dapat berjalan secara akuntabel khususnya dalam pengadministrasian transaksi yang berkaitan dengan keuangan.
7. Membantu kelancaran proses akuntansi yang memungkinkan agar laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan lebih auditable.
8. Menjamin terciptanya pengendalian dan meminimalisasi kemungkinan terjadinya berbagai kecurangan dalam pengelolaan keuangan rumah sakit.Perbedaan akuntansi komputer dengan komputer akuntansi No Akuntansi Komputer Komputer Akuntansi Proses pencatatan dan pengolahan data Proses pencatatan dan pengolahan data menggunakan software yang sudah menggunakan software yang belum terintergarsi dalam kesatuan dengan 1 terintergarsi dalam kesatuan dalam bahasa pemrograman. Contoh : Visual bahasa pemrograman contoh membuat Foxpro, Visual Basic, C++, Linux dan lain- laporan dengan software M.S. Office lain sehingga menghasilkan paket softare Pembuatan laporan hanya sebatas Pembuatan laporan lebih lengkap bisa di tertentu sehingga data-data tidak bisa di 2 upgrade atau di konversi data lama dengan upgrade lansung tidak dapat di konversi data yang baru data lama dengan data yang baru Proses pengolahan data untuk Proses pengolahan untuk memperoleh memperoleh informasi membutuhkan informasi lebih cepat dan akurat, karena waktu yang sangat lama dan tidak perhitungan telah terotorisasi dalam 3 mencakup seluruh kegiatan karena program maupum software yang perhitungan belum terotorisasi digunakan secara keseluruhan data yang komputer secara keseluruhan telah imput kedalam komputer. Perbaikan kesalahan harus diperbaiki Pebaikan kesalahan data dapat dilakukan 4 dari awal penulisan dari transaksi hanya pada bagian penjurnalan saja ketransaksi lainnya sampai kelaporan 4 Contoh aplikasi yang dipakai adalah M.S. Contoh aplikasi yang dipakai adalah MYOB Word, Excel, Powerpoint Accounting, DecEasy, Peactry, Value Pluss,Diktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 4
Melakukan komunikasi dengan menggunakan teknologi informasi terkini d) Sistem informasi akuntansi merupakan komponene kunci dalam setiap proses mengembangkan usaha melalui pembuatan laporan dengan melakukan penilaian kinerja usaha (corporate revaluation), mampu memenuhi kebutuhan infomasi yang ditujukan kepada pemakai extern (calon investo/kreditor seperti bank, lessor ) dan kepada pihak intern seperti para manager, pemilik maupun karyawan. Dengan adanya revolusi teknologi informasi menyebabkan Sistem informasi akuntansi sangat berperan didalam melakukan efisiensi dan efektifitas pengelolaan usaha. e) Matakuliah sistem informasi akuntansi melengkapi matakuliah sistem lainnya.2. Secara khusus : Karena Informasi sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan, SIA digunakan untuk melakukan kontrol terhadap seluruh aset yang dimiliki organisasi tersebut. Menyiapkan data-data keuangan dan non keuangan untuk menjadi informasi yang akurat guna pengambilan keputusan.Tiga Fungsi Penting Sistem informasi akuntansi dalam Organisasi1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas – aktivitas yang dilaksanakan oleh organisasi agar pihak manajemen, pegawai dan pihak pihak luar yang berkepentingan dapat meninjau ulang hal-hal yang telah terjadi2. Mengubah data menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan3. Menyediakan pengendalian yang memadai untuk menjaga aset–aset organisasi termasuk data organsiasi, untuk memastikan bahwa data tersebut tersedia saat dibutuhkan, akurat dan handalTujuan Sistem Informasi AkuntansiDiktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 5 Menagakses database untuk keperluan standar audit /pemeriksaan Membantu merancang dan menyusun SIA secara efektif dan efisien Mengakses dan menganalisi suatu perusahaan melalui laporan keuangan Pelaporan informasi keuangan c) Bermanfaat untuk perancangan, penggunaan dan implementasi sistem laporan keuangan untuk menambah keahlian didalam merancang sebuah sistem, sehingga dari keahlian tersebut diharapkan seperti : Sifat, desain, pemakaian dan implementasi SIA Pemakaian informasi didalam pengambilan keputusan 5. ERP, MRP dan Sistem Akuntansi yang terintergrasi lainnya1.2 Alasan Mempelajari SIA Kemajuan dan perkembangan teknologi saat ini, selalu membawa dampak yang positifdan negatif sehingga proses pembelajaran terus menerus mengalami perubahan, dikarenakanpenemuan-penemuan baru selalu muncul dalam dunai teknologi informasi.
Adapun alasankita mempelajari Sitem Informasi Akuntansi ini adalah :
1) Secara umum :
a) Semua informasi dibidang akuntansi dipakai untuk mengambil keputusan, sehingga SIA efektif dan penting bagi keberhasilan jangka panjang organisasi manapun.
b) Mempelajari SIA adalah hal yang penting dalam akuntansi untuk :
Eksternal : untuk pihak luar perusahaan seperti konsumen membutuhkan bukti dan penagihan, pemasok menginginkan order pembelian dan pembayaran dengan cek, karyawan untuk pelaporan gaji , bank untuk transaksi pembayaran dan penyimpanan uang perusahaan
2. Mendukung pengambilan keputusan oleh pengambil keputusan internal. Misalnya keputusan untuk membeli atau membuat sendiri produk/material3. Memenuhi kewajiban terkait dengan pertanggung jawaban perusahaan. Misalnya membayar pajak ke kas negara, menyusun laporan keuangan (bagi perusahaan yang go public)
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mempelajari Sistem informasi akuntansi :
1. Bagaimana dasar merancang sistem dalam perusahaan yang berhubungan dengan aktivitas perusahaan untuk menjaga aset-aset perusahaan.
2. Bagaimana mengumpulkan data dan mengkaitkannya dengan aktivitas organisasi atau perusahaan dalam komp Internal : untuk kepentingan dalam perusahaan seperti manajer, karyawan. 6. 1. Mendukung kegiatan operasi sehari-hari (transaction processing system) user dari sistem informasi akuntansi, terkait dengan transaction processing system uterisasi akuntansi.
3. Bagaimana caranya menyalurkan data dan informasi dari serangkaian aktivitas/transaksi perusahaan sehingga menghasilkan informasi keuangan yang berguna bagi pengambilan keputusan.
4. Bagaimana melakukan audit informasi dari software akuntansi yang tersedia maupun software yang di buat oleh programmer1.3
Karakteristis Sistem Informasi Akuntansi
Untuk menjamin kebenaran, keakuratan dan kecepatan data dan informasi lainnya yangdisajikan dari output sistem informasi akuntansi harus di kendalikan berdasarkankarakteristik dari pembuatan sistem informasi akuntansi tersebut, sehingga konsep dasarsistem merupakan suatu sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri daridua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai tujuan. Contohkomputerisasi sistem penjualan, komputeriasi penggajian dan pengupahan.\
Karakteristik sistem
1. Komponen-komponen (Components)
2. Batas Sistem (Boundary)
3. Lingkungan Luar Sistem(environment)
4. Penghubung (Interface)
5. Masukan ( Input )
6. Keluaran (Output)
7. Pengolah (Process)
8. Sasaran (Objective) Atau Tujuan (Goal)
Karakteristik SIA yang membedakannya dengansubsistem lainnya :
1. SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
2. Berpegang pada prosedur yang relatif standar
3. Menangani data rinci
4. Berfokus historis
5. Menyediakan informasi pemecahan
Penerapan Teknologi Informasi Dalam Akuntansi Perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang berkembang dewasa ini memberikanbanyak kemudahan pada berbagai kegiatan bisnis karena sebagai sebuah teknologi yangmenitik beratkan pada pengaturan sistem informasi dengan penggunaan komputer, TI dapatmemenuhi kebutuhan informasi dunia bisnis dengan sangat cepat, tepat waktu, relevan, danakurat. Teknologi informasi (TI) turut berkembang sejalan dengan perkembangan peradabanmanusia. Perkembangan TI tidak hanya mempengaruhi dunia bisnis, tetapi juga bidang –bidang lain, seperti kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan lain-lain. Kemajuan TI jugaberpengaruh signifikan pada perkembangan akuntansi yang kegiatannya tidak terlepas dariteknologi informasi tersebut. Semakin maju TI semakin banyak pengaruhnya pada bidangakuntansi. Perkembangan teknologi informasi, terutama pada era teknologi berdampaksignifikan terhadap sistem informasi akuntansi (SIA) dalam suatu perusahaan. Dampak yangdirasakan secara nyata adalah pemrosesan data yang mengalami perubahan dari sistemmanual ke sistem komputer. Di samping itu, pengendalian intern dalam SIA serta peningkatanjumlah dan kualitas informasi dalam pelaporan keuangan juga akan terpengaruh.Perkembangan akuntansi yang menyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkanlaporan keuangan akan mempengaruhi praktik pengauditan. Perubahan proses akuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakansuatu bidang praktik yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagaiobjeknya. Kemajuan TI juga mempengaruhi perkembangan proses audit. Kemajuan softwareaudit memfasilitasi pendekatan audit berbasis komputer. Akuntan merupakan profesi yangaktivitasnya banyak berhubungan dengan TI. Perkembangan SIA dan proses audit sebagaiakibat dari adanya kemajuan TI dan perkembangan akuntansi akan memunculkan peluangbagi akuntan. Peluang ini dapat dimanfaatkan oleh akuntan yang mempunyai pengetahuanmemadai tentang SIA dan audit berbasis komputer. Sebaliknya, akuntan yang tidakmempunyai pengetahuan yang cukup tentang SIA dan audit berbasis komputer akan tergusurposisinya karena tidak mampu memberikan informsai akuntan berbasis komourisasi. Perkembangan teknologi informasi yang pesat mengakibatkan perubahan yang sangatsignifikan terhadap akuntansi. Perkembangan akuntansi berdasar kemajuan teknologi terjadidalam tiga babak, yaitu era bercocok tanam, era industri, dan era informasi. Hal ini dinyatakanoleh Alvin Toffler dalam bukunya yang berjudul The Third Wave (Robert, 1992). Salah satubidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan TI adalah SIA. Pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis komputer sama dengan SIA berbasismanual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu laporan keuangantidak bertambah ataupun tidak ada yang dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubahkarakter dari suatu aktivitas. Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untukmemberikan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliotdan Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki bahwamodel akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur tingkatperubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar pada nilaipelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network. Perubahan prosesakuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktikDiktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 7
8. yang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditingeksternal bertujuan untuk memberikan opini kewajaran penyajian laporan keuangan.1.4.2 Dampak TI terhadap Akuntansi Kemajuan TI saat ini mencakup semua unit usaha, mulai dari usaha kecil sampai usahabesar secara nasional, multi nasional dan internasional dalam bidang akuntansi yangmenyangkut SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan, maka praktikakuntansi dalam dunia usaha/bisnis, bahwa Perkembangan TI mempengaruhi perkembanganilmu akuntansi. Menurut Marshall Romney B. dan Steinbart John Paul Steinbart (2005), penerapan SIAseacara aplikatif, terdapat tiga pendekatan auditing pada audit komputer, yaitu audit sekitarkomputer (auditing around the computer), audit melalui komputer (auditing through thecomputer), dan audit berbantuan komputer (auditing with computer). Auditing around thecomputer adalah audit terhadap penyelenggaraan system informasi komputer tanpamenggunakan kemampuan peralatan itu sendiri, pemrosesan dalam komputer dianggapbenar, apa yang ada dalam komputer dianggap sebagai "black box" sehingga audit hanyadilakukan di sekitar box tersebut. Pendekatan ini memfokuskan pada input dan output. Jikadalam pemeriksaan output menyatakan hasil yang benar dari seperangkat input pada sistempemrosesan, maka operasi pemrosesan transaksi dianggap benar. Salah satu bidang akuntansi yang banyak dipengaruhi oleh perkembangan TI adalah SIA,karena pada dasarnya siklus akuntansi pada SIA berbasis komputer sama dengan SIA berbasismanual, artinya aktivitas yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu laporan keuangantidak bertambah ataupun tidak ada yang dihapus. SIA berbasis komputer hanya mengubahkarakter dari suatu aktivitas. Model akuntasi berbasis biaya historis tidak cukup untukmemberikan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pada era teknologi informasi (Elliotdan Jacobson, Gani, 1999). Model akuntansi pada era teknologi informasi menghendaki bahwamodel akuntansi dapat mengukur tingkat perubahan sumber daya, mengukur tingkatperubahan proses, mengukur aktiva tetap tak berwujud, memfokuskan ke luar pada nilaipelanggan, mengukur proses pada realtime, dan memungkinkan network. Perubahan prosesakuntansi akan mempengaruhi proses audit karena audit merupakan suatu bidang praktikyang menggunakan laporan keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya. Praktik auditingbertujuan untuk memberikan opini terhadap kewajaran penyajian laporan keuangan yangdihasilkan oleh SIA. Berdasarkan penjelasan diatas maka, kita dapat menyimpulkan manfaatIT dalam Akuntansi untuk berbgai organisasi adalah : a. Menjadikan pekerjaan lebih mudah (makes job easier) b. Bermanfaat (usefull) untuk mengolah data transaksi ekonomi perusahan yang telah diimput oleh pemakai (user) dari otomatisasi pemrosesan komputermenjadi laporan keuangan perusahan c. Menambah produktifitas (Increase productivity) d. Mempertinggi efektifitas (enchance effectiveness) e. Mengembangkan kinerja pekerjaan (improve job performanceDiktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 8
BAB II TEKNIK SISTEM DOKUMENTASI DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Perancangan sistem bertujuan untuk menyajikan data-data keuangan dan non keuangan menjadi informasi yang akurat guna pengambilan keputusan. Hal-hal yang perlu kita diperhatikan dalam teknik sistem dokumentasi dalam perancanngan sistem informasi akuntansi dari berbagai aktivitas organisasi/perusahaan, sehingga berguna bagi pengambilan keputusan dan menjamin keakuratan data serta kecepatan informasi yang disajikan. Tehnik sistem adalah berbagai tool yang digunakan dalam analisa, rancangan dan dokumentasi SIA. Relasi antar sub sistem dalam SIA, terdapat pembesaran grapis (pictorial) secara alamiah. Teknik sistem digunakan oleh para akuntan yang bekerja dalam SIA juga karakterisasi pemanfaatan tehnik-tehnik sistem dipakai oleh para akuntan dan auditor untuk SIA. Selain itu, harus mampu mendeskripsikan pemanfaatan tehnik diagram alir dalam analisa sistem pemrosesan informasi, juga mendefinisikan tehnik-tehnik sistem yang umum, seperti diagram alir data –DAD (data flow diagram– FD), HIPO, dan diagram alir data logic untuk mengendaliakan tugas-tugas yang berhubungan dengan proses pengolahan data akuntansi dan keuangan.
Tujuan Instruksional Umum : Pada akhir kuliah, mahasiswa mampu berpikir, yaitu dapat tahu mengenai istilah umum, tujuan, ruang lingkup dan konsep-konsep dari landasan teknik sistem dan dokumentasi serta dokumentasi dan perancangan SIA Tujuan Instruksional Khusus : Tujuan utama dari bab ini adalah membekali mahasiswa cara berpikir dan pemecahan persoalan dalam teknik dokumentasi dan perancangan sistem informasi akuntansi. Mahasiswa harus mampu membuat penyelesaian masalah teknik sistem dan dokumentasi serta dokumentasi dan perancangan SIA diberbagai instansi, kemudian ia mampu untuk mengeksekusi laporan keuangan perusahaan dari hasil pengolahan komputer atau software. Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan definisi teknik sistem informasi 2. Memahami rancangan sistem informasi akuntansi 3. Memahami Simbol dan flowcahart dalam sistem informasi akauntansi 4. Membuat Diagram Alir Data- DAD (Data Flow Diagram – DFD) 5. Menyusun Diagram Konteks, Diagaram Detail dan Diagram Nol 6. Membuat usulan sistem informasi akuntansi Diktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 10
TEKNIK SISTEM DOKUMENTASI BAB 2 DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Pendahuluan Materi berukut ini kita membahas teknik sistem dan dokumentasi dalam perancangansistem informasi akuntansi, sebab transaksi-transaksi harus dikontrol untuk mengendalikanterjadinya perlakuan yang tidak bertanggung jawan dari divisi masing-masing aktivitas yangberhubungan dengan pihak luar perusahaan dalam pertukaran ekonomi dengan pihak-pihakeksternal tersebut saat penjualan barang dan jasa, pembelian persediaan, pembebanankewajiban keuangan dan penerimaan kas dari pelanggan. Sedangkan peristiwa-peristiwainternal dapat diselesaikan dengan sitem akuntansi yang ada melalui alat software komputerakuntansi seperti penyusutan aktiva tetap, penggunaan tenaga kerja, bahan baku danoverhead ke proses produksi, dan transfer persediaan dari satu departemen ke departemenyang lain. Sistem infromasi akuntansi pada bab ini akn mencakup penggunaan teknologi informasiuntuk menyediakan informasi bagi pengguna komputer. Komputer digunakan sebagai asettetap perusahan untuk membantu pekerjaan dalam berbagai jenis melalui sistem informasidan teknologi informasi. Teknologi informasi dalam perusahaan meliputi komputer dankomunikasi memampukan (enable) suatu entitas mengumpulkan data, menyimpan, mengolah,dan melaporkan serta mendistribusikan informasi kepada para pemakai dengan bebanusaha yang relatif rendah. Teknologi informasi juga memampukan suatu entitas menangkapdan menangapi informasi eksternal secara efektif (effective sensing radar)2.2 Teknik Sistem Dokumentasi2.2.1 Teknik sistem Teknik sistem akuntansi berawal dari siklus akuntansi sesuai dengan bidang dan unitkegiatan perusahaan.
Siklus akuntansi adalah proses pencatatan akuntansi dari seluruhtransaksi (aktivitas perusahaan) mulai dari transaksi awal (penerimaan dan pengeluaran uangsecara tunai atau kredit), pencatatan buku besar (posting), menyusun neraca saldo, ayat jurnalpenyesiaan sampai penyusunan laporan keuangan.
Siklus akuntansi terdiri dari dua bagian yang saling terkait antara lain :
1) tahap pencatatan
2) tahap pelaporan.
Tahap pencatatan meliputi kegiatan pengumpulan informasi atas transaksi dan kejadian ekonomi, dan menyaring informasi tesebut kedalam bentuk yang bermanfaat bagi proses akuntansi. Siklus akuntansi ini merupakan teknik sistem pencatatan yang berurutan untukmenghasilan informasi keuangan dan bertujuan agar proses pencatatan keuangan tertatadengan benar dan sempurna selama aktivitas perusahaan berlangsung, sehingga mengurangikesalahan pencatatan nilai/angka dari aktivitas perusahaan untuk mengetahui lebih terperincidan jelas laporan keuangan sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) untukperusahaan swasta, sedangkan untuk Instansi Pemerintahan memakai Pernyataan StandarAkuntansi Pemerintahan (PSAP). Siklus akuntansi menjadi tahap-tahap pencatatan untuk menyusun laporan keuangandiuraikan pada halam berikut. Karena tahapnya banyak dan memerlukan waktu, analisis
proses maka diperlukan alat berupa software untuk mengolah data laporan keuangan yanglebih cepat, terintergasi dengan divisi-divisi yang ada dalam perushaan Siklus akuntansi Pencatatan dilakukan berdasarkan bukti dokumen-dokumen transaksi sehingga siklusakuntansi perusahaan dapat dimulai, tanpa adanya transaksi dan dokumen siklus ini tidaktercapai.
Siklus akuntansi perusahaan jasa berbeda dengan perusahaan dagang, padaperusahaan dagang melalui jurnal khusus dan buku besar pembentu, sehingga lebih panjangdibandingkan dengan perusahaan jasa. Transaksi pembelian dan penjualan secara tunaimaupun kredit dicatat melalui jurnal khusus, hasil pencatatan jurnal khusus ini akanmenunjukkan jumlah hutang dan piutang. Sebelum mencatat jurnal umum dan jurnal khususpencatatan dapat dilakukan dengan memilih salah satu dari metode fisik atau perpetual sesuaidengan jenis dan bentuk perusahaan. Perusahaan kecil biasanya kurangnya penerapanpencatatan jurnal khusus dan jurnal khusus, sedangkan perusahaan mengah, besarmemerlukan tahap ini, karena jumlah transaksinya banyak dan mempunyai pelanggan yang banyak.
Landasan siklus akuntansi :
1) Tahap pencatatan
a. Melakukan transaksi (aktivitas). Analisis atau dokumen aktivitas binis menjadi dasar untuk pencatatan awal setiap transaksi.
b. Mencatat transaksi dalam jurnal. Berdasarkan dokumen pendukung, transaksi dicatat dengan menggunakan ayat atau entri jurnal secara kronologis pada awal setiap transaksi.
c. Memindah bukukan (posting) transaksi kedalam buku besar (ledger). Transaksi yang telah dikelompokkan dan dicatat pada jurnal diposting pada akun – akun yang sesuai dengan buku besar (general ledger) dan apabila diperlukan pada buku tambahan atau buku pembantu(subsidiary ledger)
2) Tahan Pelaporan
a. Menyiapkan neraca saldo atau neraca percobaan (trial balance) atas akun – akun dibuku besar. Neraca saldo berisi daftar setiap akun pada buku besar bersama saldo debit dan kreditnya. Tahap ini memungkinkan pengecekan umum atas keakuratan pencatatan dan pemindah bukuan.
b. Mencatat jurnal penyesuaian. Sebelum laporan keuangan disiapkan, semua informasi relevan yang belum tercatat harus diidentifikasi dan dibuatkan penyesuaian yang tepat. Jurnal penyesuaian harus dicatat dan diposting sehingga akun-akun berada pada saldo yang benar sebelum lapran keuangan disiapkan.
c. Menyiapkan laporan keuangan. Laporan ini merupakan ikhtisar hasil operasi dari aktivitas perusahaan dan menunjukkan posisi keuangan serta arus kas yang disiapkan berdasarkan informasi yang terdiri dari akun yang telah disajikan.
d. Menutup akun nominal. Saldo-saldo akun nominal (sementara) ditutup ke akun laba ditahan. Proses penutupan ini mengakibatkan akun nominal bersaldo nol (0) pada awal periode berikutnya.
e. Menyiapkan neraca saldo setelah penutupan atau neraca penutup (post closing trial balance) untuk memastikan kesamaan atau keseimbangan daebit dan kredit setelah jurnal penyesuaian dan juranal penutup diposting. Dokumentasi Dokumen-dokumen transaksi merupakan tahap awal dari siklus akuntansi. Semuapencatatan harus ada bukti yang jelas sebagai sumber bukti pencatatan selama prosespenyusunan laporan keuangan yang berasal dari internal (pihak perusahaan yang menyusunlaporan keuangan) maupun dari eksternal (pihak luar yang berhubungan dengan transaksidan dokumen).2.2.3 Sumber Bukti Transaksi Sumber bukti transkasi diperoleh dari dalam dan dari luar perusahaan. Dokumen yangberasal dari luar perusahaan adalah dokumen yang keluarkan perusahaan sendiri untukpenjualan dan penagihan piutang (account receivable) sedangkan dokumen yang berasal dariluar perusahaan seperti bukti pembelian, pembayaran.
Berikut ini dokumen-dokumen yangdigunakan sebagai pendukung menyusun informasi ekonomi perusahaan, antara lain:
a. Bukti Kas Masuk, Bukti kas masuk adalah tanda bukti bahwa perusahaan telah menerima uang secara tunai (cash), transaksi ini terjadi karena penjualan tunai maupun penagihan piutang usaha dan pendapatan bunga.
b. Bukti Kas Keluar, Bukti kas keluar adalah tanda bukti bahwa perusahaan telah mengeluarkan uang tunai, seperti pembelian peralatan, asset tetap, pembayaran hutang, pembayaran gaji atau pengeluaran-pengeluaran yang lainnya dilakukan secara tunai.
c. Memo, Memo adalah bukti pencatatan antar departemen/divisi dari pimpinan seperti manager dengan departemen yang ada di lingkungan perusahaan.
Buku Besar Pembantu (Subsidiary Ladger), Buku Besra Pembantu disimpan dalam departemen akuntansi perusahaan, termasuk diantaranya persediaan, utang dagang, gaji dan piutang dagang. Pemisahaan ini memungkinkan kontrol dan dukungan ke kegiatan operasi lebih baik.Pengolahan data melalui otorisasi komputer menggunakan file induk buku besar umummerupakan file utama dalam database SIA. Basis dari file ini adalah kode daftar akunperusahaan. Setiap record dalam file induk buku besar umum bisa merupakan akun softwaredari SIA yang terpisah (misalnya penjuaalan) atau akun kontrol seperti kontrol untuk file bukubesar pembantu, korespondennya dalam sistem pemrosesan transaksi (transaction processingsystem-TPS). Laporan informasi mengambil dari induk program/software untuk menghasilkanlaporan keuangan perusahaan. Buku besar umum memberikan nilai tunggal untuk setiap akun kontrol, seperti utang dagang, piutang dagang dan persediaan. Jurnal umum. Untuk mencatat transaksi yang jarang terjadi atau tidak sama.2.2.5
Buku Besar (Ledger) adalah pengelompokan akun-akun sejenis yang berasal dari jurnal umumdari sebuah mencerminkan efek-efek keuangan dari transaksi perusahaan . Jurnal menunjukanefek kronologiis dari kegiatan bisnis, buku besar menunjukkan kegiatan perjenis akun. Sebuahbuku besar menunjukkan kenaikan, penurunan dan saldo lancar dari setiap akun. Jurnal khusus. Digunakan untuk mencatat kelas transaksi spesifik yang muncul dalam volume tinggi. 14. departemen pembuat memo, nama, tujuan dan isi yang sifatnya sementara sebelum adanya realisai dari memo tersebut. Sebuah dokumen menyediakan bukti dari peristiwa ekonomi dan dapat digunakan untukmemulai pemrosesan transaksi. Sebagian dokumen merupakan merupakan hasil daripemrosesan transaksi.
Ada tiga jenis dokumen
a. Dokumen sumber : Peristiwa-peristiwa ekonomi menimbulkan dokumen-dokumen yang diciptakan pada awal transaksi. Dokumen ini digunakan untuk menangkap dan menformulasikan data transaksi yang diperlukan untuk memproses siklus transaksi.
b. Dokumen Produk. Adalah hasil transaksi pemrosesan, bukan dokumen yang memicu mekamisme proses.
c. Dokumen turn around adalah dokumen produk dari satu sistem yang menjadi dokumen dari sistem lainnya. Jurnal Suatu record transaksi secara kronologis. Ketika semua fakta yang relevan tentangtransaksi diketahui, peristiwa dicatat dalan sebuah jurnal dalam urutan kronologis. Setiaptransaksi memerlukan ayat jurnal terpisah, mencerminkan akun-akun yang dipengaruhi danjumlah yang akan didebit dan dikredit.
Terdapat dua jenis jurnal : Jurnal khusus dan jurnal umum.
Neraca saldo ialah suatu daftar yang berisi saldo-saldo sementara setiap akun bukubesar pada suatu saat periode pencatatan akuntansi. Neraca saldo sering disebut neraca sisaatau daftar yang berisi semua saldo akhir dari akun buku besar yang dicatat secara sistematismenurut nomor akun buku besarnya, disertai saldo debet dan kredit akun yang bersangkutan.Tujuan dari penyusunan neraca saldo adalah untuk menguji kesaman jumlah kolom debit danjumlah kolom kredit neraca saldo. Adanya kesamaan jumlah kolom debit dan kolom kreditneraca saldo tidak menjamin bahwa semua saldo tiap-tiap rekening di neraca saldomenunjukkan jumlah benar karena terdapat kesalahan yang tampak dalam neraca saldokarena mempengaruhi kesamaan debit dan kredit neraca saldo dan kesalahan yang tidaktampak pada neraca saldo. Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjustment) Ayat jurnal penyesuaian adalah pencatatan dalam jurnal untuk menentukan nilai saldoyang sebenarnya dari beberapa transaksi yang telah terjadi pada periode sekarang maupunsebelumnya dari piutang, aset tetap, beban yang masi akan diabayar dan pendapatan padaakhir periode akuntansi yang diakibatkan berlalunya waktu agar laporan keuangan disajikanbenar. Setelah mempelajari neraca salado, maka kita beralih ke neraca lajur yang menjadibagian dari siklus akuntansi pada akhir periode. Ayat jurnal penyesuaian dibuat untuk menyesuaikan saldo perkiraan-perkiraan ke saldoyang sebenarnya sampai akhir periode akuntansi, atau untuk memisahkan penghasilan ataubiaya dari suatu periode dengan periode yang lain.
Ada tujuh rekening yang perlu dilakukan penyesuaian pada setiap akhir periode sebelum penyusunan laporan keuangan, yaitu;
1. Penyesihan piutang ragu– ragu /piutang tak tertagih (Allowence for bad debt/doubful account)
2. Perlengkapan (suplies)
3. Penyusustan aktiva tetap (depreciation of fixed assets)
4. Beban dibayar dimuka (prepaid expense) atau beban yang ditangguhkan (deferred expenses)
5. Beban yang masih harus dibayar (accrued expense) atau beban akrual
6. Pendapatan diterima dimuka (unearnerd revenue) atau Pendapatan yang ditangguhkan (deferred revenue)
7. Pendapatan yang masih harus diterima dimuka (accrued revenue) atau Pendapatan akrual.
8 Laporan Keuangan Penjelasan laporan keuangan telah bahas bab sebelumnya, menyatakan bahwa laporankeuangan (financial statement) adalah laporan atas kejadian–kejadian masa lalu dari suatuproses pencatatan yang bersifat keuangan selama periode akuntansi yang bersangkutan atauringkasan dari suatu proses pencatatan, yaitu ringkasan transaksi–transaksi keuangan selamatahun buku yang bersangkutan. Sesuai dengan standar akuntansi keuangan (PSAK), Pencerminan posisi keuangan dan kondisi ekonomi perusahaan dapat kita simpulkanberdasarkan laporan keuangan, karena laporan keuangan disajikan atas dasar fakta daricatatan akuntansi yang telah terjadi selama periode operasional memberikan gambarantentang kemajuan (progress report) secara periodik.
Sedangkan sifat laporan keuangan terdiri dari :
(1) fakta yang telah dicatat (record fact),
(2) prinsip – prinsip dan kebiasaan di dalamakuntansi (accounting convention),
(3) pendapat pribadi (personal judgment)
Fungsi laporan keuangan secara umum adalah menyampaikan informasi dari aktivitasperusahaan secara keselurahan pada akhir periode pecatatan antara lain :
a. Menyajikan informasi keuangan berupa aset, liabilitas dan ekuitas perusahaan.
b. Menyajikan informasi mengenai perubahan dalam harta bersih suatu perusahaan yang terjadi sebagai akibat kegitan usaha dalam rangka memperoleh laba.
c. Menyajikan informasi keuangan untuk membantu para pengguna laporan keuangan dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
d. Menyajikan informasi yang penting mengenai perubahan harta dan kewajiban perusahaan, seperti informasi mengenai pembiayaan dan investasi.
Laporan keuangan dipersiapkan atau dibuat dengan maksud untuk memberikan gambarankemajuan perusahaan secara periodik yang dilakukan oleh karyawan melalui para manajer,pempinan (management), laporan keuangan menurut PSAK No.1 (revisi 2009) yang terdiridari :1. Posisi Laporan Keuangan/Neraca (Balance Sheet), PSAK No.1 (revisi 2009)2. Laporan Laba–Rugi (Income Statement), PSAK No.1 (revisi 2009)3. Perubahan Ekuitas (Equity Statement) atau Modal Pemilik (Capital), PSAK No.1 (revisi 2009)4. Laporan Perputaran Kas (Cash Flow Statement), PSAK No.2 tentang (revisi 2009)5. Catatan atas laporan keuangan (Notes Financial Statemen)2.3
Pemodelan Sistem Berbasis Data Record akuntansi dalam sistem berbasis komputer disajikan dalam empat jenis filemagnetis yang beredar, yaitu
.1) File Induk, secara umu berisi data-data akun. Buku besar dan buku besar pembantu adalah contoh dari file induk. Nilai data-data dalam file induk diperbaharui dari transaksi.
2) File Transaksi, file sementara yang menyimpan record transaksi yang akan digunakan untuk mengubah atau memperbaharui data dalam file induk. Pesanan penjualan, penerimaan persediaan, dan penerimaan kas adalah contoh dari file transaksi.
3) File Referensi, menyimpan data yang digunakan sebagai standar untuk memproses transaksi. Misalnya, program pembayaran gaji dapat merujuk ke tabel pajak. File referansi lainnya meliputi daftar harga untuk faktur pelanggan, daftar pemasok yang diotorisasi, daftar nama pegawai, dan file kredit pelanggan untuk penjualan kredit.
4) File Arsip, berisi record-record tentang transaksi masa lalu yang dipertahankan untuk referensi akan datang. Bentuk transaksi ini merupakan bagan yang penting dari jejak audit. File arsip meliputi jurnal-jurnal, informasi pembayaran gaji periode sebelumnya, daftar nama pegawai sebelumnya, ecord tentang akun yang dihapus dan buku besar periode sebelumnya. Organisasi yang menggunakan buku besar umum semata-mata untuk pelaporankeuangan akan menemukan bahwa suatu sistem batch, yang menggunakan file sekuensial,memenuhi kebutuhannya dan menyediakan tingkat keamanan yang tinggi. Sistem seperti itusederhana cara beroperasinya, dan mengontrol akses ke buku besar umum juga mudahdilakukan. Akan tetapi, ketika buku besar umum digunakan untuk mendukung kisaran tugasyang lebih luas dalam organisasi, suatu sistem yang menggunakan pemrosesan real-time danfile akses langsung mungkin diperlukan. Pada bagian ini kita akan mengkaji general ledgerotomatis tradisional dan pendekatan rekayasa teknologi yang menggunakan software denganbasis-komputer.Diktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 16
Teknik dokumentasi perlu dikuasai oleh akuntan maupun keuangan dan akuntansi untuk mendesain dan mempermudah auditor sistem, para akuntan menggunakandokumentasi sistem secara rutin. Kemampuan untuk mendokumentasikan sistem dalambentuk grafik karena merupakan keahlian penting bagi para akuntan untuk dikuasai. Adaenam teknik dokumentasi dasar, diantaranya : diagram relasi entitas (REA), diagram arus data(DAD), flowchart dokumen, flowcahart sistem, flowchart program, dan diagram tata letakrecord Diagram Relasi Entitas – REA Diagram REA adalah suatu teknik dokumentasi yang digunakan untuk menyajikan relasiantara entitas (sumber daya, peristiwa, dan agen) dalam sebuah sistem. Sebuah entitas adalahsumber daya (mobil, kas, atau persediaan), sebuah peristiwa (memilih mobil, pesanan barang-barang, menerima kas, atau memperbaharui record akuntansi), atau seorang agen (petugaspenjualan, pelanggan, atau pemasok).
Flow Map dapat menunjukkan hal-hal seperti berikut:
1) Data yang mengalir, bergerak, berpindah, dll
2) Arah aliran data bergerak dan / atau apa sumber dan tujuan tersebut.
3) Jumlah data yang mengalir, yang ditransfer, diangkut.
4) Informasi umum yang mengalir dan proses data mengalir.
Tujuan penggunaanDFD adalah untuk memisahkan secara jelas proses logika analisis sistem dengan proses desiansistem secara fisik.
a. Konsep Dasar Diagram Alir Data-DAD (Data Flow Diagram-DFD) adalah suatu network yang menggambarkan suatu sistem automat / komputerisasi, manual atau gabungan dari keduanya dalam susunan berbentuk komponen sistem yang saling berhubungan sesuai dengan aturan mainnya.
b. Simbol-simbol yang digunakan Terminator (External Entity) Simbol yang digunakan untuk menggambarkan asal/tujuan data. Merupakan lingkungan sistem, berupa Departemen, Organisasi, sekelompok orang yang terlibat dalam sistem. (diluar/didalam). Berikan label/nama di dalam entity tersebut. Proses (Process) Digunakan untuk proses pengolahan atau transformasi data. Kegiatan yang dilakukan oleh organisasi (perusahaan), kelompok orang, mesin/komputer dari hasil suatu arus data. Arus Data (Data Flow) Untuk menggambarkan aliran data yang berjalan. Mengalir diantara proses, data store dan external entity. Dapat berupa masukan untuk sistem atau keluaran dari proses sistem. Simpanan Data/Arsip (Data Store) Untuk menggambarkan data flow yang sudah disimpan/ diarsipkan. c. Aturan Main
Foreign Key, yaitu satu attribute atau satu set attribute yang melengkapi satu hubungan (relationship)yang menunjukkan ke induknya.
Tahapan Proses Normalisasi
1. UnNormalized Form, Proses pengumpulan data yang akan direkam dengan tidak mengikuti suatu format tertentu.
2. First Normal Form/1NF, Mempunyai ciri yaitu setiap data dibentuk dalam flat file dengan setiap field berupa "atomic value" – tidak ada atribut yang berulang.
3. Second Normal Form/2NF, Mempunyai syarat yaitu bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk 1NF Alternate Key, yaitu Candidate Key yang tidak terpilih sebagai Primary Key. Primary Key, yaitu satu attribute atau satu set minimal attribute yang tidak hanya mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian yang spesifik, tetapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entity. Candidate Key, yaitu satu attribute atau satu set minimal attribute yang mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian yang spesifik dari suatu entity. 24. @ Petunjuk (key field)2.4.4 Normalisasi Sebelum membuat pemograman sistem informasi akuntansi, terlebih dahulu membuatnormalisasi data, sebab data-data yang diproses kalau tidak normal maka program sisteminformasi akuntansi tidak normal.
Ada dua yang menjadi perhatian dalam penyusunannoemalisasi yaitu :
1. Konsep Dasar Normalisasi adalah merupakan proses pengelompokkan elemen data menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan relasinya.
2. Key (Kunci), Field key yang digunakan : & atribut non key bergantung fungsi dengan primary key.4. Third Normal Form/3NF, Relasi harus dalam bentuk 2NF & semua atribute non primer tidak punya hubungan transitif.5. Boyce-Codd Normal Form/BCNF, Mempunyai paksaan yang lebih baik dari bentuk 3NF, Relasi harus dalam bentuk 1NF & IPO (Input proses output) adalah menggambarkan input yang diperlukan untuk memproduksi output tertentu, biasanya tidak memberikan informasi detail mengenai bagaimana cara memproses input tersebut.IPO (Input proses output) HIPO (Input proses output) adalah sekumpulan diagram IPO yang terorganisasi setiap atribute harus bergantung fungsi pada atribute superkey.
Pengkodean Digunakan untuk mengklasifikasikan data, yang dimasukkan kedalam komputerataupun untuk mengambil bermacam-macam informasi. Kode dapat terbentuk dari kumpulanangka, huruf atau simbol lainnya. Ada beberapa macam tipe kode antara lain : kode mnemonik(mnemonic code), kode urut (sequential code), kode blok (block code), kode grup (group code),kode batang (bar code), kode desimal (decimal code).2.4.5 Diagram IPO dan HIPO
25. Pembuat Laporan : Komputerisasi Pengolahan Tanggal Transaksi Nomor Diagram : Data Pesanan Input Poses Output Permintaan Bahan Baku Catatan pekerjaan master Penerimaan Bahan Baku Laporan Penerimaan Pesanan file pengolahan pesanan Perekeman Penerimaan Bahan Baku Pembuatan Laporan
BAB III PENINGKATAN PERANAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MELALUI ADOPSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN NETWORK
Kemajuan perkembangan teknologi informasi dan teknologi jaringan menyebabkan terjadinya perubahan kultur bisnis. Dalam era yang disebut "information age" ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. Kemajuan era informasi mengharuskan perusahaan untuk mengubah mind-set mereka. Perusahaan harus melakukan investasi besar dalam bidang teknologi informasi dan konektivitas jaringan, investasi mereka dalam teknologi informasiRATNAGNEP terkadang jauh melebihi investasi untuk pabrik dan peralatan. Pemanfaatan internet pada masa era globalisasi ini telah semakin meningkat penggunaannya oleh berbagai kalangan, baik individu maupun kelompok, termasuk kalangan organisasi khususnya para pengusaha. Internet merupakan sebuah koneksi global dari ribuan jaringan yang dikelola secara bebas. Internet, sebagai bagian dari kemajuan teknologi, secara dramatis telah membentuk ulang pasar dan bisnis. Konsumen di seluruh dunia ter- exposed akan cara hidup dan konsumsi baru dan menginginkan banyak dari hal-hal yang mereka lihat. Pola kehidupan berangsur-angsur mengalami perubahan sejak tercipta teknologi internet. Tujuan Instruksional Umum : Pada akhir kuliah bab ini mahasiswa mampu berpikir, yaitu dapat tahu mengenai istilah umum, tujuan, ruang lingkup dan konsep-konsep peningkatan peranan sistem informasi akuntansi melalui adopsi teknologi informasi dan network Tujuan Instruksional Khusus : Tujuan utama dari mata kuliah ini adalah membekali mahasiswa cara berpikir dan pemecahan persoalan dalam peningkatan peranan sistem informasi akuntansi melalui adopsi teknologi informasi dan network. Mahasiswa harus mampu membuat penyelesaian masalah sistem informasi akuntansi melalui adopsi teknologi informasi dan network, baik pemerintahan maupun swasta dan kemudian ia mampu untuk mengeksekusi audit dan laporan keuangan perusahaan dari hasil pengolahan teknologi informasi melalui jaringan (network).Diktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 27
28. Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menjelaskan pernan sistem informasi akuntansi 2. Menjelaskan perkembangan adopsi teknologi 3. Mengetahui e-commerce dan e-business 4. Mengetahui konfigurasi jaringan PENINGKATAN PERANAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BAB 3 MELALUI ADOPSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN NETWORK3.1 Pendahuluan Terknologi informasi melalui jaringan, mampu merubah desain bisnis seperti e-businessdan e-commerce. Penggunaan e-business ini menimbulkan berbagai keuntungan karenaperusahaan dapat melakukan berbagai kegiatan bisnis secara elektronik tanpa batas dankendala waktu. Kegiatan bisnis itu meliputi transaksi bisnis, operasi fungsi-fungsi perusahaan,sharing informasi khususnya dengan pelanggan dan suplier sehingga hubungan antara pihak-pihak tersebut dnegan perusahaan dapat terjalin baik sebelum, selama dan setelah prosespembelian. Aktifitas bisnis secara elektronik ini (e-business/e-commerce) telah memberikanbeberapa kemudahan baik bagi penjual maupun bagi pembeli. Pemanfaatan teknologi e-business dan website di Indonesia untuk sekarang ini telahberkembang. Hal ini disebabkan infrastruktur yang ada saaat ini sudah memadai, ketersediaanpekerja yang ahli tentang teknologi informasi (IT), keterlibatan lembaga keuangan/perbankankurang akibat peningkatan pengetahuan dan tingkat pendidikan pengguna (user) . Walaupundemikian, seiring dengan penggunaan teknologi internet yang semakin luas, indikator untukteknologi informasi dan komunikasi (ICT) dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia cukupmeningkat secara signifikan. Perkembangan teknologi informasi yang sangat dramatis dalam beberapa tahun terakhirtelah membawa dampak transformational pada berbagai aspek kehidupan, termasuk didalamnya dunia bisnis. Setelah berlalunya era 'total quality' dan 'reengineering', kini saatnya'era elektronik' yang ditandai dengan menjamurnya istilah-istilah e-business, e-economy, e-university, e-government, e-entertainment, e-service, dan masih banyak lagi istilah sejenis.Salah satu konsep yang dinilai merupakan paradigma bisnis baru adalah e-business ataudikenal pula dengan istilah e-commerce sebagai bidang kajian yang relatif masih baru dan akanterus berkembang, e-business berdampak besar pada praktek bisnis, setidaknya dalam halpenyempurnaan direct marketing, transformasi organisasi, dan redefinisi organisasi.3.2Pengantar E-Business3.2.1 Definisi e–Business E-business adalah salah satu stratetgi usaha atau cara perusahaan untuk meningkatkandaya saing melalui berbagai manfaat yang diberikannya, diantaranya perolehan efisiensi biayaoperasi, kecepatan menjangkau pasar, maupun jangkauan geografis usaha yang lebih luas.Sistem bisnis enterprise adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusaahan sepertiperusahaan di bidang manufaktur maupun jasa yang berperan untuk mengintegrasikan danmengotomatisasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupundistribusi di perusahaan yang bersangkutan. E-bisnis memiliki pengertian penggunaanDiktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 28
29. internet untuk berhubungan dengan konsumen, rekan bisnis dan supplier, denganpenggunaan internet menyebabkan proses bisnis lebih efisien dan meningkatkanproduktivitas perusahaan pengguna e bisinis. Definisi e-Business menurut beberapa pihaksebagai berikut :1) IBM : E-Commerce plus (EC+) adalah semua aktivitas yang membuat mungkin e- commerce dengan menggunakan teknologi internet untuk meningkatkan dan mentransformasikan kunci proses bisnis.2) Kalakota : mendefinisikan e-Business adalah sebagai suatu gabungan yang kompleks dari proses bisnis, aplikasi perusahaan, dan struktur organisasi yang diperlukan untuk membuat model bisnis mempunyai kinerja yang tinggi.3) Sid L. Huff, dkk. 2000. Dalam Cases in Electronic Commerce, menjelaskan bahwa E- business meliputi semua hal yang harus dilakukan menggunakan teknologi Informasi dan komunikasi (ICT) untuk melakukan kegiatan bisnis antar organisasi maupun dari organisasi ke konsumen.4) Menurut Kenneth C. Laudon dan Jane P. Laudon. Dalam Esssentials of Management Information Systems: Organization and Technology in Networked Enterprise. Prentice Hall, 2001, menjelaskan bahwa e bisnis merupakan penggunaan internet dan teknologi digital lainnya untuk komunikasi, koordinasi, dan manajemen organisasi.5) AMR : mendefinisikan suatu rangkaian kegiatan mengelola rantai pasok (supply chain), manajemen perusahaan (enterprise management) dan manajemen pelanggan (customer management). • Supply Chain Management (SCM) meliputi: Logistics, Distribution planning, Demand planning, Forecasting, Warehouse management. • Enterprise Management (EM) meliputi: Finance and administration, Operations, Procurement, Human Resources, Inventory management, R & D. • Cus Business-to-Consumer (B2C) : yaitu transaksi ritel dengan pembeli individual. Contohnya antara lain www.amazon.com, www.barnesandnoble.com, www.elexmedia.co.id, htttp://commerce.i -2.co.id/dagadu, www.togamas.com, dan www.indonesiancd.com • Business-to-business-to-Consumer (B2B2C): Tipe bisnis ini menyediakan produk dan jasa untuk klien bisnis. Klien bisnis memelihara pelanggannya, yang dapat sebagai karyawannya, untuk mana produk dan jasanya disediakan tanpa menambahkan nilai tambah lainnya. Satu contoh adalah satu perusahaan yang membayar AOL (American Online) untuk menyediakan karyawannya akses internetDiktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 29 Business-to-Business (B2B): Meliputi transaksi IOS (Inter Organizational System) dan transaksi pasar elektronik (electronic market transactions) antar organisasi. Tipe- tipe IOS antara lain berupa EDI, extranets, electronic funds transfer, electronic forms, integrated messaging, shared databases, dan supply chain management. Hingga saat ini tipe B2B adalah yang paling dominan dalam praktek e-business. tomer Management (CM) meliputi: Sales channel management, Marketing automation, Customer relationship management, Personalization3.2.2 Klasifikasi e-Business Lebih lanjut, e-business bisa di klasifikasikan berdasarkan karakteristik transaksimenjadi beberapa jenis (Turban, et al.,2000) ;
30. (dari sekadar karyawannya yang membayar secara langsung kepada AOL). Contoh yang lain adalah Qantas Pan Pasific, yang meyediakan jasa perjalanan seperti tiket pesawat terbang dan kamar hotel untuk rekan bisnis seperti travel agen, yang menjual jasa kepada pelanggannya. B2B2C dapat juga disebut juga dengan wholesaler-to-retailer-to-consumer. • Consumer-to-Consumer (C2C) : dimana konsumen menjual produk secara langsung kepada konsumen lainnya. Biasanya individu mengiklankan produk, jasa, pengetahuan, maupun keahliannya disalah satu situs lelang atau classified ads. Contohnya meliputi www.bekas.com dan www.classified2000.com • Consumer-to-Business (C2B) : meliputi iIndividuyang menjual produk atau jasa kepada organisasi, serta individu yang mencari penjual,bertransaksi dengan penjual tersebut, dan melakukan transaksi. • Non-Business Electronic Commerce : terdiri dari institusi non bisnis seperti lembaga pendidikan, organisasi nirlaba, organisasi keagamaan, organisasi sosial, dan instansi pemerintah (contohnya, www.bapenas.go.id), www.bps.go.id, www.komnas.go.id, dan www.bppt.go.id). Umumnya organisasi non bisnis menggunakan berbagai tipe e- commerce untuk keperluan menekan biaya atau meningkatkan layanan pelanggan dan operasi. · Intrabusiness (organizational) electronic commerce, meliputi semua aktivitas internal organisasi yang biasanya dilakukan melalui intranet meliputi pertukaran barang, jasa atau informasi. Aktivitas internal bisa bermacam-macam, mulai dari menjual produk korporat kepada para karyawan hingga aktivitas pelatihan online. • Peer-to-peer application : Teknologi ini dapat digunakan di dalam C2C, B2B dan B2C. Teknologi ini mendorong jaringan komputer untuk membagi data dan prosesnya dengan komputer lain secara langsung. Sebagai contoh , di dalam aplikasi C2C, orang dapat bertukar musik, video, software dan bentuk barang digital secara elektronik. • Mobile commerce (m-commerce) : Transaksi EC yang dilakukan secara penuh atau sebagian di dalam lingkungan nirkabel (Wireless). Sebagai contoh, beberapa orang yang diperlengkapi dengan cell phones, orang dapat melakukan order buku dari amazon.com atau hal-hal yang berhubungan dengan perbankan. Banyak aplikasi m- commerce terdiri dari perangkat bergerak berbasis internet (Internet-enabled mobile devices). • Intrabsuiness EC : Mencakup semua aktivitas internal organisasi yang meliputi pertukaran barang, jasa, atau informasi diantara beberapa unit dan individu di dalam organisasi. Aktivitas dapat meliputi dari penjualan produk perusahaan ke satu karyawan untuk tranining online dan dukungan bagi design secara bersama- sama. Intrabisnis EC biasanya dilakukan pada intranet atau portal perusahaan (Corporate Portal) secara umum. • Business-to-employees (B2E) : Adalah bagian dari Intrabisnis, dimana suatu organisasi mengirimkan jasa, informasi, atau produk kepada karyawan individu, seperti yang dilakukan oleh Maybelline. • Collaborative commerce : Ketika individu atau kelompok melakukan kolaborasi, mereka akan tumbuh kedalam collaborative commerce. Sebagai contoh, rekan bisnis di dalam suatu lokasi yang berbeda dapat mendesign produk mereka secara bersamaan, menggunanakan screen sharing, atau mereka secara bersama-sama memperkirakan jumlah permintaan dari suatu produk, seperti yang dilakukan olehDiktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 30
31. Mark& Lebih Kompleka. B2C (Business to Customer) Dalam B2C, pelanggan secara langsung menggunakan platform internet, khususnyaweb, untuk melakukan aktivitas seperti browsing, ordering dan pembayaran. Internet bukanmerupakan platform yang pertama yang menyediakan pelanggan dengan kemampuan untukmelakukan pembelian (shoping) dari rumah menggunakan media telekomunikasi. Sebagianbesar dukungan ini tidak berhasil. Studi dari kegagalan ini akan membuat kita menjadi sensitifuntuk bagaimana suatu faktor sosial berinteraksi dengan teknologi. Interaksi antara pebisnisdengan pelanggan terdiri dari beberapa aktivitas seperti : Promosi (promotion), Pemesanan(ordering), Penyampain produk (product delivery), Layanan purna jual (after-sales support) Tujuan dari semua bisnis adalah untuk mampu bertahan (survive) dan memaksimalkannilai pemilik sahamnya. Ini dapat dibuat mungkin dengan mencapai tujuan perantara(intermediate goals) yang sering disebut dengan nilai-nilai bisnis (business values).• Tiga jenis atau dimensi dari nilai-nilai bisnis bisnis pada B2C adalah: Operational exellence (operasional yang istimewa), dimana bisnis menekankan pada pembiayaan yang rendah (low cost), biaya operasional yang rendah (low overhead), respon yang cepat, proses yang terfokus (streamlined proses)• Customer intimacy (hubungan dengan pelanggan), dimana fokus pada hubungan jangka panjang (lifelong relationship) dan memenuhi kebutuhan individu• Product and service leadership (kepeloporan produk dan jasa), yang berlanjut pada inovasi (penemuan) produk dan jasa yang sejalan dengan intestasi di dalam pengembangan dan riset.Perusahaan yang sukses membangun strategi adalah yang menekankan kombinasi dariketiga nilai-nilai bisnis diatas dengan definisi profile kompetisi mereka.Seperti nilai bisnis (business value) yang mempunyai dimensi, begitu juga nilai pelanggan(customer value). Ketika semua pelanggan mencari pengalaman yang memuaskan, adabeberapa aspek yang menyumbangkan kepuasan tadi. Dimensi nilai pelanggan ini dapatDiktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 31 Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan Hubungan yg kuat dan berkelanjutan B2E (Bisuness to Education) Nilai Uang yang dilibatkan lebih besar (B2G) Busines to Government Antar - Organisasi B2B (Business to Business) Secara Relatif Sederhana Transaksi satu-waktu atau tdk sering terjadi Nilai Uang yg dilibatkan lebih kecil Organisasi-individu B2C (Business to Customer) Spencer dan suppliernya. • Nonbusiness EC : Pertumbuhan jumlah dari institus non-profit seperti institusi akademik, organisasi non-profit, organisasi kerohanian, organisasi social, dan agen- agen pemerintah yang menggunakan EC telah menurunkan pengeluaran mereka , meningkatkan proses operasi serta layanan kepada pelanggan3.2.3 Model Bisnis pada e-Business : Tipe dari Karakteristik E-Business
32. ditangkap sebagai:• Cost (Biaya), Menghemat biaya adalah satu alasan utama bagi pelanggan untuk belanja online.• Choice (Pilihan), User mempunyai banyak pilihan terhadap produk yang diminati• Convenience (Kenyamanan), Web menyediakan kenyamanan untuk membeli produk. Pembeli dapat mereview detil produk, membandingkan harga, melakukan pemesanan, melakukan pembayaran, dan mengatur pengiriman tanpa meninggalkan rumah.• Customizations (Kustomisasi), website dapat membuat dan menyaring informasi dan berita untuk membuatnya berhubungan dengan pelanggan.b. B2B (Business to Business) Hubungan diantara pemasok (supplier) dan pembeli langsung (direct customer) dapatdideskripsikan sebagai istilah shopping (belanja), sedangkan hubungan diantara dua entitasbisnis dapat dideskripsikan sebagai procurement. Procurement dapat dilakukan daribeberapa dollar sampai jutaan dollar. Banyak individu yang terlibat dalam proses procurement,yang secara formal dan terekam. Seperti hubungan diantara pelanggan dan penjual, hubungandiantara dua entitas bisnis untuk satu sama lainnya dapat dijelaskan dalam istilah aktivitasyang membentuk siklus transaksi, sebagai berikut: • Gathering of market intelligence : Perusahaan membeli suatu produk yang kompleks dan perlu untuk mendapatkan, seperti contoh:spesifikasi produk dan layanan yang ditawarkan, kualitasnya, dan garansinya. Bayangkan kompolesitas yang dipilih oleh vendor untuk rencana tenaga nuklir dan informasi yang dibutuhkan untuk membuat pilihan-pilihan seperti itu. • Prepurchasing : Terdiri dari langkah-langkah yang mengawali pemesanan. Aktivitas penting meliputi seperti RFP (request for proposal), mencari RFQ (request for quotation), menyediakan spesifikasi untuk vendor dan kondisi kontrak negosiasi. • Purchasing : Langkah-langkah ini meliputi semua aktivitas yang diperlukan di dalam penempatan order. Pengiriman harus disetujui dan order pembelian harus diketahui. • Shipping dan receipt of goods : Pembeli harus diberi informasi tentang skedul pengiriman dan penerimaan yang layak dari barang yang diperlukan. Banyak pengiriman yang diawali dengan pemberitahuan awal tentang pengiriman . • Paying vendors : Vendor harus membayar sesuai dengan kontrak, instruksi pembayaran dan harus diisued ke Bank.Diktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 32
Proses Bisnis adalah melakukan bisnis secara elektronis dengan menyelesaikan /melengkapi proses bisnisnya secara jaringan elektronik, oleh karenanya menggantikan informasi untuk proses bisnis secara fisik.Diktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 33 Perdagangan atau Niaga . Menyediakan kemampuan pembelian dan penjualan produk, jasa, dan informasi pada internet dan layanan online lainnya. Komunikasi. adalah pengiriman barang, jasa, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer. 33. Gambar 3.1. Sistem B2Bc. B2E (Bisuness to Education) Adalah pengembangan dari sebagian e-Business. Dengan kehadiran globalisasi danformasi nilai rantai dimana perusahaan secara bersama-sama menyediakan suatu layananekonomi dan tanggapan terhadap pelanggan, kebutuhan ini kemudian berkembang untukplatform yang universal yang memfasilitasi kolaborasi diantara para pekerja. Telekomunikasitelah berkembang ketika para pekerja dapat bekerja jauh dari kantor3.3E-Commerce (Electronic Commerce)3.3.1 Definisi E-Commerce (Electronic Commerce) Perdagangan elektronik atau e-dagang (e-commerce ) menurut arti kata dariWikipedia.org adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melaluisistem elektronik seperti internet atau televisi, Web, atau jaringan computer lainnya. e-Dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, systemmanajemen inventori otomatis, dan system pengumpulan data otomatis. Menurut O'Brien danMarakas (2010), mendefinisikan e-Commerce: "is changing the shape of competition, the speedof action, and the streamlining of interaction, and payment from customer to companies, andfrom companies to suppliers." Sedangkan menurut Seminar (2008), e-Commerce adalah membeli atau menjualinformasi, produk dan jasa melalui jaringan computer yang menggunakan internet, intranetataupun extranet. Lebih lanjut dijelaskan bahwa e-Commerce memiliki empat prespektif.Pertama adalah komunikasi, yaitu untuk memberikan informasi produk atau jasa danpembayaran. Kedua adalah bisnis, yaitu membuat otomatisasi transaksi bisnis dan workflows.Ketiga pelayanan, yaitu berhubungan dengan pengurangan biaya guna peningkatan kualitasdan percepatan service delivery. Terakhir adalah online, yaitu memiliki kemampuanmenyediakan pembelian dan penjualan produk menggunakan internet atau pelayanan onlineyang lainnya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa e-Commerce lebih dari membeli dan menjual secaraonline, tetapi termasuk juga proses pengembangan, pemasaran, pelayanan dan pembayaranproduk atau jasa; yang ditransaksikan pada internetworked global marketplaces denganbantuan worldwide network. Sehingga dapat disimpulkan bahwa e-Commerce adalah suatu kegiatan pemasaransecara luas yang meliputi proses pembelian, penjualan, pelayanan dan pengembangan lainnyadengan memanfaatkan media internet sebagai alat komunikasi efektif antara penjual denganpembeli sehingga diharapkan aksesnya dapat dilakukan dengan mudah serta real time-based.e- Commerce dapat didefinisikan dari berbagai macam persepsi :
Kolaboratif : kerangka kerja untuk kolaborasi dalam dan antar perusahaan.3.3.2 Proses Arsitektur E-Commerce Menurut O'Brien dan Marakas (2010), arsitektur proses dari e-Commerce meliputibeberapa aspek yang disajikan pada halaman berikutnya. a. Access and Control Security; Proses dalam e-Commerce harus memiliki mutual trust dan secure access antara pihak yang melakukan transaksi di dalam e-Commerce. Misalnya dengan authenticating users, authorizing access, dan enforcing security features. b. Profiling and Personalizing; e-Commerce diharapkan mampu untuk melakukan personalisasi kepada setiap penggunanya yaitu dengan mendapatkan karakteristik dan preferensi dari pengguna kemudian dibangun suatu electronic profile serta website behavior pengguna. Pada akhirnya profile ini digunakan untuk mengenali dan menyediakan sebuah personalized view one-to-one marketing strategy, misalnya berhubungan dengan produk dan iklan. c. Search Management; Search processes akan membantu konsumen untuk menemukan produk atau jasa yang dicari dan mungkin akan dibeli. d. Content Management; Berupa software yang membantu perusahaan yang menjalankan e-Commerce untuk mengembangkan, menghasilkan, mengirimkan, memperbarui dan mendapatkan data dan informasi multimedia yang ada dalam website e-Commerce. e. Catalog Management; Berupa software yang membantu menghasilkan dan mengelola isi catalog yang akan mendukung customer self-service dan mass-customization of product. f. Payment; Memungkinkan konsumen melakukan pembayaran secara langsung melalui websites melalui kartu kredit ataupun melalui peralatan yang lainnya, misalnya terhubung dengan telepon atau mesin ATM. g. Workflow Management; Software yang membantu kolaborasi secara elektronik untuk menyelesaikan transaksi dalam knowledge-based business processes. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa transaksi yang dijalankan adalah tepat, keputusan, dan aktivitas kerja yang dilakukan adalah benar dan dokumen dikirim ke pelanggan atau pemasok sacara tepat. h. Event Notivication; Kebanyakan aplikasin e-Commerce yang dikembangkan adalah event-driven. Dalam melakukan aktivitas ini, dibantu dengan software yang memberitahukan adanya kejadian, memonitor proses e-Commerce, mencatat semua kejadian yang terkait termasuk masalah yang terjadi, dan memberitahukan semua stakeholders yang terlibat. Sebagai contoh misalnya: akses terhadap Komunitas adalah menggabungkan tempat untuk anggota komunitas untuk belajar, transaksi, dan kolaborasi. Pembelajaran yaitu yang memungkinkan pelatihan dan pendidikan secara online di sekolah, universitas dan organisasi yang lain, termasuk bisnis. Layanan/Jasa adalah alat yang menunjukkan keinginan pemerintah, perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memotong biaya jasa sambil meningkatkan kualitas layanan dan kecepatan jasa layanan kepada pelanggan. 34. website yang mendahulukan customer, pembayaran dan pengiriman. i. Collabolation and Trading; Merupakan proses yang mendukung vital collaboration arrangements dan trading services, yang dibutuhkan oleh konsumen, supplier danDiktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 34
35. stakeholders lainnya melalui online communities of interest seperti e-mail, chat, and discussion groups yang akan meningkatkan pelayanan dan membangun loyalitas konsumen.3.3.3 Jenis-Jenis Transaksi dalam e-Commerce. Menurut Fuady M (2005) dalam Kholil M (2008), e-Commerce memiliki beberapa jenistransaksi yang dibedakan menurut pihak-pihak yang melakukan transaksi. a. Busines to Busines (B2B) : Busines to Busines (B2B) juga dapat diartikan sebagai sistem komunikasi bisnis online antar pelaku bisnis. Bentuk dadi B2B dapat berupa transaksi Inter-Organizational System (IOS), misalnya transaksi extranet dan electronic funds transfer. b. Bussines to Cunsumer (B2C) : Bussines to Cunsumer (B2C) merupakan transaksi ritel dengan pembeli individual. Selain itu B2C juga dapat berarti mekanisme toko online (electronic shoping mall) yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer. c. Consumer to Consumer (C2C) : Consumer to Consumer (C2C) merupakan transaksi dimana konsumen menjual produk secara langsung kepada konsumen lainnya. Dapat diartikan pula saat seorang individu yang mengiklankan produk barang atau jasa, pengetahuan, maupun keahliannya di web. d. Consumer to Bussines (C2B) : Consumer to Bussines (C2B) merupakan individu yang menjual produk atau jasa kepada organisasi dan individu yang mencari penjual dan melakukan transaksi. e. Non-Bussines Electronic Commerce : Non-Bussines Electronic Commerce meliputi kegiatan non bisnis seperti kegiatan lembaga pendidikan, organisasi nirlaba, keagamaan dan lain-lain. f. Intrabussines (Organizational) Electronic Commerce : Kegiatan ini meliputi semua aktivitas internal organisasi melalui internet untuk melakukan pertukaran barang, jasa, dan informasi, menjual produk perusahaan kepada karyawan dalam perusahaan. 3.3.2 Model Bisnis dalam e-Commerce Model bisnis merupakan cara yang dilakukan oleh perusahaan untuk menghasilkanuang pada lingkungan bisnisnya saat ini (Wheelen dan Hunger 2010). Model bisnis inimenjelaskan lima elemen, yaitu: (1) Who it serves? , (2) What it provides? , (3) How it makesmoney? , (4) How it differenciates and sustains competitive advantage?, (5) How it provides itsproducts/service?. Menurut Rappa M (2010) terdapat beberapa model bisnis di dalam suatu e-Commerce yang menggunakan web antara lain:a. Brokerage Model : Broker adalah pencipta pasar, mereka membawa para pembeli dan penjual bersama-sama dan memfasilitasi transaksi. Broker sering memainkan peranan dalam pasar-pasar bisnis-ke-bisnis (B2B), bisnis-ke-konsumen (B2C), atau konsumen-ke- konsumen (C2C). Biasanya broker mengenakan biaya atau komisi bagi setiap transaksi yang diperantarainya. Rumus untuk biaya dapat bervariasi. Adapun beberapa model Broker meliputi: • Marketplace Exchange (contohnya: Orbitz, ChemConnect) • Buy/Sell Fulfillment (contohnya: CarsDirect, Respond.com) • Demand Collection System (contohnya: Priceline.com) • Auction Broker (contohnya: eBay)Diktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 35
Click and Mortar (contohnya: Barnes Catalog Merchant (contohnya: Lands End) Virtual Merchant (contohnya: Amazon.com) Metamediary (contohnya: Edmunds)d. Merchant Model : Grosir dan penjual eceran barang dan jasa. Penjualan dapat didasarkan atas daftar harga atau melalui lelang. Incentive Marketing (contohnya: Coolsavings) Audience Measurement Services (contohnya: Nielsen//Netratings) Advertising Networks (contohnya: DoubleClick) 36. • Transaction Broker (contohnya: PayPal, Escrow.com) • Distributor • Search Agent • Virtual Marketplace (contohnya: zShops and Merchant Services at Amazon.com)b. Advertising Model : Model periklanan web merupakan perpanjangan dari model siaran media tradisional. Penyiar, dalam kasus ini, situs web, menyediakan konten (biasanya, tetapi tidak harus, secara gratis) dan jasa (seperti email, IM, blog) dicampur dengan pesan- pesan iklan dalam bentuk iklan banner. Iklan banner dapat menjadi sumber utama atau satu-satunya pendapatan bagi broadcaster. Penyiar (broadcaster) mungkin pencipta konten atau distributor konten yang dibuat dimana saja. Model iklan terbaik terjadi ketika volume lalu lintas pengunjung besar atau sangat khusus. • Portal (contohnya: Yahoo!) • Classifieds (contohnya: Monster.com, Craigslist) • User Registration (contohnya: NYTimes) • Query-based Paid Placement (contohnya: Google, Overture) • Contextual Advertising / Behavioral Marketing • Content-Targeted Advertising (contohnya: Google) • Intromercials (contohnya: CBS MarketWatch) • Ultramercials (contohnya: Salon in cooperation with Mercedes-Benz)c. Infomediary Model : Data mengenai konsumen dan kebiasaan konsumsi mereka sangat berharga, terutama ketika informasi secara berhati-hati dianalisis dan digunakan untuk kampanye pemasaran. Data yang dikumpulkan secara independen mengenai produsen dan produk mereka berguna bagi konsumen ketika mempertimbangkan pembelian. Beberapa perusahaan berfungsi sebagai infomediaries (perantara informasi) membantu pembeli dan/atau penjual memahami pasar tertentu. & Bit Vendor (contohnya: Apple iTunes Music Store)e. Manufacturer (Direct) Model : Para produsen "model langsung", didasarkan pada kekuatan web yang memungkinkan produsen (yaitu, sebuah perusahaan yang menciptakan produk atau jasa) untuk mencapai pembeli secara langsung. Dengan demikian memangkas saluran distribusi. Model produsen didasarkan pada efisiensi, meningkatkan layanan pelanggan, dan pemahaman yang lebih baik akan preferensi pelanggan antara lain : (a)Diktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 36Noble)
37. Purchase (contohnya: Dell Computer), (b) Lease, (c) Lisence (contonya: Microsoft), (d) Brand Integrated Contentf. Affiliate Model : Berbeda dengan portal umum yang berusaha mendorong volume tinggi lalu lintas ke satu situs, model afiliasi, membuka peluang untuk pembelian di mana pun orang mungkin berada. Hal ini dilakukan dengan menawarkan insentif keuangan (dalam bentuk persentase pendapatan) kepada situs mitra afiliasi. Afiliasi menyediakan klik-titik pembelian melalui pedagang. Ini merupakan model pembayaran berbasis kinerja - jika afiliasi tidak menghasilkan penjualan, maka pedagang tidak perlu membayar. Model afiliasi inheren cocok untuk web, yang menjelaskan popularitasnya. Variasi meliputi, pertukaran banner, bayar per-klik, dan program pembagian pendapatan. (Barnes & Content Services (contohnya: Listen.com, Netflix Social Networking Services (contonya: Flickr, Friendster, Orkut)h. Subscription Model : Pengguna dikenakan beban secara periodik yaitu biaya berlangganan harian, bulanan atau tahunan. Hal ini tidak biasa untuk situs yang menggabungkan konten gratis dengan konten "premium" (yaitu, pelanggan atau hanya anggota). Biaya berlangganan dikenai berdasarkan tingkat penggunaan aktual. Model langganan dan iklan sering digabungkan. Public Broadcasting (contohnya: The Classical Station, WCPE.org) Open Content (contohnya: Wikipedia) Open Source (contohnya: Red Hat) Noble, Amazon.com) seperti Banner Exchange, Pay-per-click, Revenue Sharingg. Community Model : Viabilitas model masyarakat didasarkan atas loyalitas pengguna. Pengguna memiliki investasi tinggi baik dalam waktu maupun emosi. Pendapatan dapat didasarkan pada penjualan produk tambahan dan jasa atau kontribusi sukarela; atau pendapatan yang bisa dikaitkan dengan iklan kontekstual dan langganan untuk layanan premium. Internet adalah secara inheren cocok bagi model bisnis komunitas dan saat ini merupakan salah satu area pengembangan yang lebih, seperti terlihat dalam munculnya jejaring sosial. Metered Subscriptions (contohnya: Slashdot) 3.3.3 Klasifikasi e-Commerce.Jika diklasifikan, sistem e-commerce terbagi menjadi 3 tipe, yaitu:Diktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 37 Metered Usage Internet Services Providers (contohnya: America Online)i. Utility Model : Model utilitas atau "on-demand" berdasarkan ukuran penggunaan, atau pendekatan "pay as you go". Tidak seperti layanan pelanggan, layanan diukur berdasarkan tingkat penggunaan yang sebenarnya. Secara tradisional, metering telah digunakan untuk berbagai layanan penting (misalnya, air, listrik, layanan telepon jarak jauh). Penyedia layanan Internet (ISP) di beberapa belahan dunia beroperasi sebagai utilitas, mengenakan biaya ke pelanggan untuk koneksi menit, berlawanan dengan model pelanggan yang umum di Amerika Serikat. Trust Services (contohnya: Truste) Person-to-Person Networking Services (contohnya: Classmates) )
38. a. Electronic markets (EMs) yaitu sistem informasi antar organisasi yang menyajikan fasiltas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan.b. Electronic Data Interchange (EDI) yaitu sarana untuk mengefisiensikan pertukaran data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi- organisasi komersial. Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Asociation (IDEA) sebagai "transfer data tersruktur dengan format standard yang telah disetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik".c. Internet Commerce yaitu penggunaan internet yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk perdagangan melingkupi kegiatan penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual. Penggunaan internet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan mempunyai keuntungan antara lain: internet merupakan media pomosi perusahaan dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah dan pembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesanan. 3.3.4 Peluang E-Commerce di Indonesia Semakin maraknya proses globalisasi yang terjadi di hampir semua negara di duniamembuat kebutuhan akan internet semakin besar. Adanya perjanjian AFTA, CAFTA, danmunculnya bermacam-macam TRIAD (himpunan dari negara-negara) seperti Uni Eropamembuat persaingan dalam bisnis semakin besar. Salah satu strategi yang digunakan olehpara perusahaaan baik lokal maupun internasional dalam mengatasi persaingan ini adalahdengan pemanfaatan media internet sebagai sarana penunjang dalam hal promosi hinggadalam hal memperoleh informasi. Semakin meningkatnya pengguna internet di berbagai negara membuat peluang E-commerce untuk berkembang semakin besar. Berdasarkan data dari Departemen KomunikasiDan Informatika Republik Indonesia, Indonesia merupakan salah satu dari 20 besar negarayang memiliki tingkat pertumbuhan penggunaan internet yang terbesar. Dari tahun 2000hingga 2008, pengguna internet telah mengalami pertumbuhan sebesar lebih dari 1000 % dandiperkirakan sampai akhir tahun 2008 pengguna internet di Indonesia sekitar 25 juta jiwa. Adanya keuntungan yang sangat besar dari E-Commerce membuat banyak pelaku bisnismemanfaatkan E-commerce ini. E-Commerce memiliki keuntungan antara lain: a. Mampu memperluas jangkauan pemasaran suatu produk b. Menghemat biaya khususnya yang berhubungan dengan percetakan, transportasi informasi lain, komunikasi dan lain-lain. c. Mampu beroperasi selama 24 jam sehari karena e-commerce menggunakan akses internet yang selalu on-line 24 jam. d. Tidak dikenakan pajak (untuk negara tertentu)Namun ditengah pesatnya pertumbuh E-commerce bukan berarti tanpa kendala, hambatan iniantara lain: a. Masih kurangnya tingkat keamanan yang ada sehingga mempengaruhi tingkat kepercayaan baik pihak penjual maupun pembeli. b. SDM yang berkualitas dalam bidang ini masih sedikit.Diktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 38
39. c. Budaya tiap negara yang bebeda-beda sehingga kadang mempersulit perkembangan E- Commerce d. Otentikasi user dan belum tersedianya public key infrastructure e. Permasalahan hukum/legalitas.Walaupun masih terdapat hambatan-hambatan seperti di atas, e-Commerce masih memilikipeluang yang besar di Indonesia. Manfaatnya yang besar sangat diperlukan untukmengembangkan bisnis dan menghadapi persaingan yang sangat ketat ini3.4 Konfigurasi Jaringan3.4.1 Jenis – Jenis Jaringan Elektronik Jenis–jenis jaringan elektronik terdiri dari empat bagian yang saling terpisaha danmempunyai masing-masing cakupan yang digunakan dalam pengembangan dan penelitianteknologi informasi, antara lain : 1. Local area networks (LAN) : Jaringan komputer dan peralatan lainnya yang ada pada satu lokasi tertentu, seperti satu gedung berdekatan dengan gedung yang lainnya (biasanya dalam satu gedung) 2. Metropolitan Area Network (MAN) : Jaringan dalam satu kota tertentu atau area metropolitan. 3. Wide Area Network (WAN) : Jaringan komputer yang mencakup minimal 2 metropolitan 4. Internet : Jalur elektronik yang terdiri dari berbagai standar dan protokol yang memungkinkan komputer di alokasi manpun untuk saling berkomunikasiBentuk Gambar Konfigurasi Jaringan1. Konfigurasi LAN 1) Konfigurasi Bintang 2). Konfigurasi Cincin 3). Konfiguasi BusDiktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 39
40. 2. Konfigurasi Wide area networks (WAN) Ada 3 konfigurasi WAN: a. Centralized system b. Decentralized system c. Distributed data processingLATIHAN - 3 1. Apakah yang dimaksud dengan e-business ? 2. Apakah yang dimaksud dengan e-commerce ? 3. Apakah yang dimaksud dengan konfigurasi jaringan ? 4. Meskipun model e-business ini memiliki banyak manfaat, tetapi masih ada sejumlah tantangan dan keterbatasan yang harus diatasi sebutkan dan uraikan ? 5. Bagimanakah klasifikasi e-commerce ? 6. Sebutkan dan jelaskan Klasifikasi e-Business.SOAL - 31. Uraikanlah penerapan e-business berdasarkan model bisnis2. Jelaskanlah jenis transaksi e-commerce3. Sebutkan dan jelaskanlah model Bisnis dalam e-commerce4. Uraikanlah dengan jelas dan lengkap proses arsitektur e-Commerce5. Bagiamanakah jenis transaksi bisnsi untuk e-Commerce pada saat ini, sebutkan dan jelaskan.6. Walaupun internet mampu menyajikan berbagai informasi untuk pengembangan bisnis, namun beberapa perusahaan mengalami kebangkrutan karena data dan rahasianya dapat dimasuki oleh heacker, Jelaskan manfaat dan kendala e-business untuk : (a) Untuk perusahaan atau pebisnis perorangan, (b) Untuk konsumen, (c) Kompetitor (pesaing)Diktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 40
41. 7. Kemajuan dan perkembangan zaman atau era globalisisi merupakan faktor dari kemajuan teknologi dunia maya dan teknologi jaringan, beberapa negara selalu kreatif mempromosikan hasil krerasi anak bangsanya sendiri, Jelaskan dan uraikan secara lengkap Prospek e-business di Indonesia untuk menghadapi negara-negara maju.8. Buatlah gambar maupun tipe dari Model Bisnis dalam e-commerce yang terdiri dari : brokerage model, advertising model, infomediary model, merchant model, manufacturer (direct) model , affiliate model, community model, subscription utility model dan berikan penjelasan dari keterangan gambar tersebut.9. Seiring dengan kemujuan teknologi saat ini, kita sering menemukan produk baru dari hasil adopsi ternologi jaringan. Sebutkan dan jelaskanlah jenis-jenis jaringan elektronik dan konfigurasi jaringan yang di terapkan dalam teknologi jaringan saat ini DAFTAR PUSTAKA1. Bodnar., George H. and William S. Hopwood(2004), Sistem Informasi Akuntansi, 9 th ed Andi Yogyakarta.2. Braun A. (2004), A Software Architecture for Knowledge Acquisition and Retrieval for Global Software Development Teams.3. Hafiz. 2009. e-Business. [terhubung berkala]. http://hafiz-online.blogspot.com/2009/06/e- business.html [20 Jun 2011].4. Hall, A James (2004), Accounting Information System, 4th ed., South Western Publising Co.5. Leon A. (2005), Enterprise Resources Planning. New Delhi: McGraw Hill.6. Marshall., Romney B. dan Steinbart John Paul Steinbart (2005), Accounting Information System, 9th ed Salemba Empat Jakarta.7. O'Brien JA, Marakas GM (2010), Introduction to Information Systems. McGraw Hill.8. Rachmat Vidiansyah (2010), Implementasi, Kegunaan Dan Manfaat E-Business Di Indonesia. Magister Manajemen Dan Bisnis Institut Pertanian BogorDiktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 41
42. BAB IV MANAJEMEN DESAIN DAN DATABASE MODEL DATA REA (RESOURCE EVEN AND AGENT)NEP Model data Resource Event Agent-REA adalah perangkat modeling konseptual yang khususnya didesain untuk menyediakan struktur untuk mendesain database dalam sistem informasi akuntansi. Model data REA menyediakan struktur dengan 2 cara : Pertama adalah mengidentifikasi apakah kesatuan-kesatuan harus dimasukkan dalam database SIA, kedua adalah penjabaran bagaimana membuat struktur hubungan diantara kesatuan-kesatuan dalam database. Materi pembahasan REA dengan data model, entity relationalship (ER) diagrams untuk mengembangkan diagram REA, implementasi diagram REA ke database relational menggunakan diagram REA dan mengintegrasikan diagram REA atas seluruh siklus akuntansi. Tujuan Instruksional Umum : Pada akhir kuliah, mahasiswa mampu berpikir, yaitu dapat tahu mengenai istilah umum, tujuan, ruang lingkup manajemen data bases design Tujuan Instruksional Khusus : Tujuan utama dari mata kuliah ini adalah membekali mahasiswa cara berpikir dan pemecahan persoalan dalam paradigma manajemen data bases design. Mahasiswa harus mampu membuat penyelesaian masalah data bases design diberbagai instansi, baik pemerintahan maupun swasta dan kemudian ia mampu untuk mengeksekusi aplikasi melalui diagram Resource-Event-Agent. Setelah mempelajari bab ini mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menggunakan REA sebagai alat design data base Diktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 42
43. 2. Menggunakan REA diagram 3. Membangun seperangkat table data base dari suatu model REA 4. Membaca REA diagram dan mengkaitkannya dengan kegiatan usaha BAB IV BAB 4 MANAJEMEN DESAIN DAN DATABASE MODEL DATA REA (RESOURCE EVEN AND AGENT)4.1 Model Data dan Rancangan Data Base4.1.1 Model data REA (Resource Event & Agent) Data modeling adalah proses pendefinisian dari sebuah database sehingga mewakilisemua aspek dalam organisasi, termasuk interaksi dengan pihak luar. Model data REA adalahperangkat modeling konseptual yang khususnya didesain untuk menyediakan struktur untukmendesain data base dan sistem informasi akuntansi. Model data REA menyediakan strukturdengan 2 cara : (a) Mengidentifikasi apakah kesatuan-kesatuan harus dimasukkan dalam database AIS. (b) Dengan penjabaran bagaimana membuat struktur hubungan diantara kesatuan-kesatuan dalam database. Jenis-Jenis Kesatuan REA terdiri dari :1) Sumber daya; Didefinisikan sebagai hal yang mempunyai nilai ekonomis dalam organisasi, contoh : kas, inventori, perlengkapan, peralatan dan tanah.2) Kejadian/Transaksi; Berbagai kegiatan bisnis, yang manajemen lakukan untuk mengumpulkan informasi untuk perencanaan dan pengawasan. Beberapa transaksi secara langsung mempengaruhi kuantitas dari sumber-sumber daya. Sebagai contoh : kegiatan penjualan menurunkan kuantitas inventaris dan kegiatan pengumpulan uang kas meningkatkan sejumlah besar kas.3) Agen ; dalah orang-orang dan organisasi yang berpartisipasi dalam setiap kejadian dan kepada merekalah informasi dibutuhkan untuk perencanaan, pengawasan dan pengevaluasian.4.1.2 Entity-Relationship Diagrams (E-R Diagram) Adalah satu metode untuk menggambarkan sebuah data base dalam bentuk skema.Disebut REA diagram karena menunjukkan berbagai model kesatuan dan hubungan pentingdiantara mereka. Di dalam sebuah diagram karena menunjukkan berbagai model kesatuan danhubungan penting diantara mereka. Di dalam sebuah diagram REA, kesatuan muncul dalambentuk segiempat dan hubungan antara kesatuan-kesatuan digambarkan dalam bentukdiamond, seperti gambar yang tertera di bawah, yaitu sebuah diagram REA dari bagian siklusDiktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 43
44. pendapatan untuk menyederhanakan gambar tersebut kita hanya memasukkan dua transaksi,yaitu penjualan merchandise untuk pelanggan dan kumpulan uang kas dari pelanggan.Resources Evens Agens Inventor Line Items Sales Party Sales person y Ma to Ma de de Customer to to Recei ved Cash Incerase Cash collection from s Recei Cashier ved4.1.3 Mengembangkan Diagram REA by REA memperlakukan sistem akuntansi sebagai representasi virtual bisnis yangsebenarnya. Dengan kata lain, itu menciptakan objek komputer yang langsung mewakili bendanyata dunia bisnis. Dalam istilah ilmu komputer, REA adalah suatu ontologi. Objek nyatatermasuk dalam model REA adalah: (1) Barang, jasa atau uang, yaitu, sumber daya, (2)Transaksi bisnis atau perjanjian yang mempengaruhi sumber daya, yaitu, kejadian, (3) Orangatau badan-badan manusia lain (perusahaan lain, dll), yaitu, agen. REA sistem biasanyadimodelkan sebagai database relasional, meskipun hal ini tidak wajib. Desain biasanyamenggunakan diagram entitas-hubungan. Pengembangan diagram REA untuk siklus transaksiyang spesifik terdiri dari tiga tahap :1) Mengidentifikasikan setiap kejadian atau transaksi yang mempengaruhi perubahan dasar ekonomi dalam siklusnya.2) Mengidentifikasi sumber daya yang mempengaruhi setiap kejadian atau transaksi beserta agen-agen yang terlibat.3) Menentukan pokok utama untuk setiap hubungan kerjasama.Tahap – Tahap Model REA :Tahap 1: Mengidentifikasikan peristiwa perubahan ekonomi Dasar REA terdiri dari dua peristiwa, yang satu meningkatkan sumber daya yang lainnya menurunkan sumber daya. Perubahan dasar ekonomi pada siklus pendapatan berhubungan dengan penjualan barang atau jasa dan penerimaan pembayaran kas dari penjualan. Gambaran sebuah diagram REA untuk setiap siklus individu, biasanya dengan membagi kertas kerja menjadi 3 kolom untuk setiap pekerjaan. 1. Kolom kiri untuk sumber daya 2. Kolom tengah untuk peristiwa/transaksi 3. Kolom agen untuk agen adalah sangat penting untuk menentukan apakah masih ada peristiwa binis lainnya dalam siklus tersebut atau tidak.Tahap 2 : Mengidentifikasikan sumber daya dan agen-agen. Satu dan peristiwa penting dapat dispesifikasi, sumber daya yang dipengaruhi oleh peristiwa tersebut dapat didefinisikan. Bagaimana dengan Account Receivable? Ini tidak termasuk dalam peristiwa penting tersebut, karena account receivable tidakDiktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 44
45. terdapat dalam definisi model data REA. Account Receivable adalah objek yang tidak bebas, tetapi penyajiannya sederhana pada waktu berbeda antara dua peristiwa. Yaitu penjualan dan pengumpulan kas. Konsekuensinya, jika data tentang penjualan dan pengumpulan kas disimpan dalam data base, maka tidak perlu menyimpan informasi secara berlebihan tentang account receivable.Tahap 3 : Mengidentifikasi jabatan (cardinalitas) Jabatan mengidentifikasikan hubungan beberapa kejadian dalam suatu perusahaan yang dapat dihubungkan dengan kejadian pada perusahaan lain. Beberapa perusahaan dapat mengimplementasikan kejadian tersebut dalam sebuah table. Pada kenyataannya jabatan dapat menyediakan informasi tentang bagaimana baris- baris dalam table dari hubungan yang lain dapat dihubungkan dengan tiap-tiap baris dalam table tersebut, jabatan seringkali diekspresikan menjadi 2 yaitu jabatan minimum dan jabatan maksium.4.2 Jenis-Jenis Entitas REA Model REA secara khusus diperugunakan dalam desain database SIA sebagai alatpembuatan model konseptual yang fokus pada aspek sistemtik bisnis yang mendasari aktivitasrantai nilai organisasi. Model REA memberikan petunjuk dalam desain database dengan caramengidentifikasi entitas apa yang seharusnya dimasukkan kedalam database SIA, dan jenisREA: (1) Sumber daya (resource) yang didapat dan dipergunakan oleh organisasi, (2) Kegiatan(event) aktivitas bisnis yang dilakukan oleh organisasi, (3) Pelaku (agent) pelaku atauhubungan dengan agent unit bisnisTipe-tipe kerjasamaMenurut maksimum jabatan, ada tiga jenis kerjasama yaitu :1. A one-to-one relationship atau hubungan antara satuan, jika jabatan maksimum tiap perusahaan hanya ada satu. A. One-to-one (1:1) Relationship (0,1) (1,1) Cash Sales Pays for CollactionsB. One-to-Many (1:N) Relationship Between Sales and Cash Collection (0,N) (1,1) Sales Pays Cash for CollactionsB. One-to-Many (1:N) Relationship Between Cash Collection and Sales (0,1) (1, N) Sales Pays Cash for Collactions A. Many-to-Many (M:N) Relationship (0, N) (1, N) Sales Pays Cash for CollactionsDiktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 45
46. 2. A one-to-many relationship atau hubungan satuan dengan besaran jika jabatan maksimum dalam suatu perusahaan hanya ada satu dan jabatan maksimum perusahaan lain hanya ada sebanyak N.3. A-many-to-many relationship atau hubungan antara besaran, jika jabatan maksimum di kedua perusahaan sebanyak N.4.2.1 Penerapan diagram REA dalam Database RelationalTahap 1 : Membuat table untuk setiap satuan dan hubungan antara besaranTahap 2 : Mengidentifikasi atribut-atribut untuk setiap tabel : a. Kunci utama. Perusahaan seringkali membuat identifikator numeric (berupa angka) yang merupakan sumber khusus identifikasi yang unik, kejadian-kejadian dan agen-agen, identifikator numeric ini merupakan kandidat yang baik sebagai kunci utama. Sebagai contoh, S&S dapat menggunakan nomor invoice sebagai kunci utama pada tabel penjualan dan jumlah konsumen sebagai kunci utama pada tabel konsumen. b. Atribut-atribut lain. Seperti tanggal dan jumlah dari masing-masing penjualan, diperlukan untuk melengkapi dan mengakuratkan proses transaksi dan produksi pada pengukuran keuangan dan laporan manajerial. Atribut lain disimpan karena mereka memberikan fasilitas pada manajemen secara efektif terhadap suatu sumber organisasi, kejadian dan agen-agen. c. Data harga. Harga disimpan sebagai tabel pada tabel invetaris d. Data komulatif. Jumlah yang tersedia dalam neraca rekening kas tidak perlu dicatat karena keseluruhan dalam database, karena system dapat menghitung mereka kapanpun diperlukan.Tahap 3 : Penerapan hubungan antara satuan dan hubungan satuan dengan besaran.Pola Dasar REA (Basic REA Templete) Pelak Pelaku Internal Sumber MENERIMA u Arus Daya A Masuk Sumber Daya A Pelak Pelaku u Eksternal Pelak Pelaku Internal Sumber MEMBERI Arus u Daya B Kelua Sumber Daya B r Pelak Pelaku u Eksternal4.2.2 Penggunaan diagram REA :a. Dokumentasi Diagram REA kegunaanya sangat khusus sekali misalnya dalam dokumentasi pembuatandatabase SIA. Diagram REA memberikan dua tipe yang penting dalam informasi mengenai database SIA yang tidak digambarkan di dokumentasi lainnya, yaitu informasi tentang hubunganantara data dan informasi tentang pelatihan bisnis organisasi.Diktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 46
47. Diagram REA dengan jelas menggambarkan hubungan antara bermacam-macam datayang disimpan di dalam data base akuntansi. Berbeda dengan flowchart yang hanyamemperlihatkan bagaimana membuat dan menggambarkan karakteristik utama file, sepertibagaimana file diatur dan dicatat. Seperti halnya data flow diagram menggambarkankandungan atau isi dari masing-masing file dalam sebuah system, tetapi tidak secara jelasmemperlihatkan bagimana file-file itu berhubungan satu dengan lainnya.b. Informasi tentang pelatihan bisnis Mengartikan dengan benar apa yang menjadi utama dalam diagram REA maksudnyaharus mengartikan dengan benar peristiwa apa dalam keseluruhan yang mewakili. Ini selalumudah baik bagi agen maupun bagi transaksi secara keseluruhan. Setiap peristiwa dari agensebuah entitas mewakili orang yang khusus atau organisasi. Sama seperti, setiap peristiwa darikejadian sebuah entitas mewakili aktivitas bisnis yang khusus atau transaksi. Contoh, setiapperistiwa penjualan mewakili transaksi penjualan yang khusus.c. Informasi Tentang Isi Database Diagram REA menggambarkan hubungan antara berbagai data yang disimpan dalam database akuntansi, sebaliknya flowchart hanya menunjukkan file yang ada dan menggambarkankarakter dasar mereka, sebagaimana mereka dikumpulkan dan disimpan. Diagram dataflowchart (DFD) menunjukkan isi dari tiap file dalam system, tapi tidak menunjukkanbagaimana file-file itu berhubungan satu dan lainnya. Hubungan dalam diagram REA menyediakan informasi yang berguna tentang keadaanperusahaan dan kebijakan yang dianutnya. Contohnya menyediakan kredit untukpelanggannya dan juga mengijinkan mereka untuk melakukan pembayaran secara berkala. Inijuga mengindikasikan bahwa perusahaan telah menjual barang dalam jumlah yang besar.Resources Evens Agens (1,1) (1,N) Inventor Sales Party Sales person Line Items y (0,N) (1,N) (0,N) to (0,N) (0,N) Made Made to Customer to (0,N) Received (1,N) (1,1) (1,N) (1,1) from Inventor Inceras Cash Collection (1,1) (1,N) y es Received Cashier byTabel nama Contents (primary key, foreign keys, other atributes)Inventory Item #, description, cost, priceSales Invoice #, salesperson #, customer #, data, amount, timeSalesparson Employee #, name, date hired, salaryCashier Employee #, name, date hired, salaryCastomer Customer #, name, street, city, state, credit limitCash Account #, type, locationCash collaction Remittance #, customer #, cashier #, account #, data, amountDiktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 47
48. Sales-Inventory Invoice #, Item #, Quality sold, replacement, ageSales-cash collections Invoice #, remittance #, amount Dengan mengetahui tiap-tiap apa yang didapat dari sumber data bagaimanapun, dapatkadang-kadang lebih sulit, ingat bahwa informasi tentang atribut-atribut yang disimpandengan tiap tujuan hubungannya kadang-kadang termasuk dalam diagram REA. Hal ini dapatdigunakan untuk menerjemahkan tujuan dari sumber itu. Dalam Figure 6.7 daftar dari atributinventory yang termasuk kuantitasnya. Ini menggambarkan bahwa tiap baris dari inventorymewakili salah satu macamnya tidak dalam obyek individual. Baris baris tersebut dapat menyimpan data tentang item yang spesifik, contohnya VCDPlayer, dan baris lainnya dapat menyimpan data tentang item spesifik lainnya S&S akanmengetahui berapa banyak tiap produk ini akan di tangan, konsekuensinya, kuantitas atributdi tangan akan ditemukan di dalam catatan inventory. Sekarang kita kaji hubungan antarapenjualan dan inventory. Hubungan ini disebut garis item dan menunjukkan fakta bahwapenjualan melingkupi satu atau lebih barang persediaan, tiap-tiap mana muncul sebagai garisitem terpisah pada Sales in Voice. Kuantitas penjualan menunjukkan bahwa pelanggan dapatmembeli lebih dari satu barang. Lihat hubungan antara kas dan pengumpulan kas. Tiap barisdalam satuan kas menunjukkan akun yang spesifik, yang mana satu baris menyimpan datatentang kas pemeriksaan reguler S&S, yang lainnya tentang payroll, yang lainnya lagi tentangakan investasi pasar uang dan seterusnya. menggambarkan hubungan antara kas danpengumpulan kas sebagai kesatuan, semua pengumpulan kas didepositokan ke akun yangsama.4.2.3 Spesifikasi Organisasi tentang Diagram REA Meskipun perkembangan dari diagram REA untuk siklus pendapatan S & S (satu siklus)kelihatannya sudah tegas dan intuitif, model dan dapat menjadi suatu proses yang kompleks.Biasanya diagram REA adalah unik untuk suatu organisasi. Contohnya S&S tidak menerimapesanan dari pelanggan. Maksudnya, pelanggan hanya dapat membeli barang-barang yangsudah ditentukan sebelumnya. Konsekuensinya siklus pendapatan S&S hanya melengkapi 2item dasar : Penjualan dan pengumpulan kas, sebaliknya perusahaan pesanan lewat suratmenerima pesanan pelanggan, mengambil barangnya di gudang dan melakukan pengapalanpesanan itu pada pelanggannya. Untuk itu diagram REA untuk siklus pendapatan dariperusahaan tersebut melingkupi hal-hal : terima pesanan, mengisi peranan, menghapalkanpesanan dan mengumpulkan kas. Untuk lebihnya perusahaan retail seperti S&S hanya punyasatu inventory, diagram REA untuk perusahaan manufaktur melingkupi kesatuan terpisahuntuk material dan finished goods inventory. Akhirnya karena S&S menjual barang denganjumlah besar, model diagram REAnya menunjukkan hubungan antara penjualan dan invetory.Sebaliknya dengan REA untuk penjualan barang seni langka akan menggambarkan hubunganantara penjualan dan pengumpulan kas.4.2.4 Memindahkan Informasi dari SIA Diagram REA yang lengkap juga menunjukkan panduan berguna dalam menggunakandata base SIA. Awalnya menunjukkan nomor-nomor dari elemen-elemen yang ditemukandalam SIA tradisional seperti jurnal, ledger dan informasi tentang klaim, contohnya kunreceivables. Sebenarnya semua informasi itu disajikan, tapi disimpan di format yang berbeda.Informasi biasanya ditemukan dalam jurnal yang disimpan dalam tabel untuk menyimpan dataDiktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 48
49. tentang transaksi. Contohnya jurnal penjualan dapat diproduksi dengan menampilkanmasuknya yang diperlukan dalam tabel penjualan. Ini akan menghasilkan daftar dari semuaperistiwa penjualan, yaitu tunai dan kredit, proses serupa dapat dilakukan untukmemproduksi pengumpulan kas, pembelian atau jurnal pengeluaran kas. Bentuk informasisecara tradisional biasanya berisi ledger disimpan dalam data base kombinasi antara sumberdan tabel peristiwa. Tiga jenis hubungan yang terdapat dalam kemungkinan tiga jenis dasar hubungan antarentitas: 1. Hubungan satu-ke-satu (one-to-one relationship) : (1:1) terjadi saat kardinal maksimum untuk setiap entitas dalam hubungan tersebut adalah N 2. Hubungan satu-ke-banyak (one-to-many reletionship) : (1:N) terjadi saat kardinalitas maksimum dari suatu entitas dalam hubungan adalah 1 dan kardinalitas maksimum entitas lainnya dalam hubungan tersebut adalah N. 3. Hubungan banyak-ke-banyak (many-to-many relationship ) : (M:N) Terjadi saat kardinalitas maksimum kedua entitas dalam satu hubungan adalah N.LATIHAN - 4 1. Apakah yang dimaksud dengan model diagram REA? 2. Bagimanakah model data REA dalam menyediakan struktur untuk e-commerce ? 3. Sebutkanlah jenis-jenis kesatuan model data REA dalam sistem informasi akuntansi 4. Sebutkanlah bagimana penerapan diagram REA dalam data base relational. 5. Uraikanlah tujuan dokumentasi dalam model date REA 6. Berikan contoh (dari perusahaan yang anda kenal) untuk setiap situasi bisnis yang dideskripsikan oleh kardinalitas hubungan berikut : a. Penjualan (0,N) ke pengumpulan Kas (1,N) b. Penjualan (1,1) ke Persediaan (0,1) c. Pembelian (0,N) ke pengeluaran Kas (1,N) d. Pembelian (0,1) ke Pengeluaran Kas (1,N) e. Pembelian (1,N) ke Pengeluaran Kas (1,1) f. Pegawai (1,1) ke Departemen (1,N) g. Pembelian (1,1) ke Penerimaan Persediaan (1,N)SOAL - 41. Uraikanlah dan jelaskan penggunaan diagram REA melalui teknologi informasi dan jaringan teknologi internet untuk business online.2. Buatlah gambar diagram REA untuk pendapatan dan pengeluaran kas, jelaskan penerapan diagram REA tersebut dalam database relational pendapatan dan pengeluaran kas.3. Jelaskan menurut pendapat anda tujuan dan fungsi penggunaan model diagram REA apabila kita membuat suatu perancangan sistem informasi akuntansi komputer.4. Jelakan spesifikasi organisasi tentang diagram REA dalam sistem informasi akuntansi perusahaan Industri, mulai dari pembelian bahan kemudian pengolahan, kemudian barang jadi dan sampai persediaan barang jadi.Diktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 49
50. 5. Buatlah diagram REA dan jelaskan tipe-tipe dalam sistem informasi akuntansi piutang, penjualan dan hutang usaha.6. PT Sanjaya Utama menyediakan perlengkapan (sparepart) dan services untuk berbagai komputer. Pelanggan dapat membeli perlengkapan dan melakukan perbaikan sendiri di rumah, atau mereka boleh membawa komputer mereka untuk diperbaiki di toko tersebut, namum mereka akan membayar biaya perlengkapan mencakup pembelian perlengkapan, hanya saja baia kerja untukservices . Pelanggan individual harus membayar semua pembelian peralatan secara penuh pada saat penjualan. Pelanggan individu harus membayar 50% di depan ketika membawa komputernya untuk diservices dan membayar sisanay pada pada saat mengambil komputer tersebut. Akan tetapi, pelanggan korporat ditagih perbulan untuksemua penjualan (perlengkapan dan services). Meskipun PT Sanjaya Utama memiliki beberapa rekening bank, semua penjualan dimasukkan kedalam rekening utama. Diminta gambarlah diagram REA DAFTAR PUSTAKA 1. Bodnar, George H. and William S. Hopwood (2004), Sistem Informasi Akuntansi, 9 th ed Andi Yogyakarta. 2. Hall. A James (2004), Accounting Information System, 4th ed., South Western Publising Co. 3. Marshall Romney B. dan Steinbart John Paul Steinbart (2005), Accounting th Information System, 9 ed Salemba Empat Jakarta.Diktat Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi 50


Download BAB I LANDASAN KONSEPTUAL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca BAB I LANDASAN KONSEPTUAL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon