September 01, 2016

Akutansi


Judul: Akutansi
Penulis: Yusniati Kamaruddin


Akutansi : suatu aktivitas jasa (mengidentifikasikan, mengukur, mengkalsifikasikan dan mengikhtisarkan) kejadian atau transaksi ekonomi yang menghasilkan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan yang digunakan dalam pengambilan keputusan
Fungsi akuntansi : Mengumpulkan dan menyimpan data dari semua aktivitas dan transaksi perusahaan
Memproses data menjadi informasi yang berguna pihak manajemen.
Memanajemen data-data yang ada kedalam kelompok-kelompok yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
Mengendalikan kontrol data yang cukup sehingga aset dari suatu organisasi atau perusahaan terjaga.
Penghasil informasi yang menyediakan informasi yang cukup bagi pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, mengeksekusi perencanaan dan mengkontrol aktivitas.
Pengguna informasi akuntansi
1. Pemilik / owners/ Investor
Informasi akuntansi diperlukan baik oleh calon investor atau investor.  Calon investor perlu melakukan analisis risiko dan hasil pengembalian yang diharapkan dapat diterima dari rencana penanaman modal yang akan dilakukan. Setelah menjadi investor mereka perlu untuk memonitoring kinerja perusahaan. Investor melakukan kegiatan baik perencanaan dan monitoring investasinya melalui analisis laporan keuangan perusahaan.
2. Kreditur
Kreditur membutuhkan informasi untuk menilai kemampuan debitur atau calon debitur untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok pinjaman dan bunganya. Kemampuan untuk mengembalikan pinjaman ini sangat tergantung pada besarnya keuntungan (laba) dan arus kas yang dihasilkan dari kegiatan operasi perusahaan debitur. Melalui analisis laporan keuangan perusahaan debitur, kreditur dapat mengetahui kondisi di atas.
3. Karyawan
Karyawan berkepentingan untuk mengetahui profitabilitas dan stabilitas perusahaan dimana mereka bekerja karena kelangsungan hidupnya sangat tergantung kondisi perusahaan tersebut termasuk pula jaminan hidup setelah mereka pensiun. Akuntansi dapat memberikan informasi yang diperlukan oleh karyawan tersebut.
4. Pelanggan
Pelanggan mempunyai kepentingan dengan kelangsungan hidup perusahaan terutama mereka yang sangat membutuhkan produk produk perusahaan dalam jangka panjang dan sulit untuk digantikan oleh produk perusahaan lainnya.
5. Pemerintah
Salah satu sumber pendapatan pemerintah adalah dari sektor pajak. Perusahaan merupakan salah satu wajib pajak. Pemerintah berkepentingan untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk menetapkan jenis pajak dan besarnya kewajiban pajak yang harus ditanggung dan dibayar oleh perusahaan tersebut.
6. Pemasok
Pemasok atau supplier berkepentingan untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk memenuhi utang atas pembelian barang atau jasa dari mereka pada saat jatuh tempo. Informasi akuntansi dapat memberikan (gambaran) tentang besarnya aset lancar yang dapat menjamin pembayaran utang utang di atas.
7. Manajer
Manajer adalah orang yang diberi wewewnang oleh pemilik untuk mengoperasikan perusahaan. Untuk itu manajer membutuhkan informasi akuntansi guna perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan.
8. Masyarakat
Laporan keuangan dapat menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya. Informasi ini berguna untuk menilai kontribusi perusahaan terhadap ekonomi nasional misalnya jumlah orang yang dipekerjakan, jumlah modal yang ditanamkan dalam perusahaan.
Bapak akuntansi : LUCA PACIOLU
Jasa : jasa atau layanan adalah aktivitas ekonomi yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan.
Perusahaan : Pengertian perusahaan disini maksudnya suatu lembaga yang diorganisasikan dan dijalankan untuk menyediakan barang atau jasa untuk maasyarakat dengan motif atau insentif keuntungan. Selain sebagai suatu lembaga, perusahaan juga merupakan suatu wadah yang diorganisasikan, didirikan dan diterima dalam tata kehidupan masyarakat. Para pengusaha harus berani menanggung risiko. Artinya, sebagai tujuan bersama dari setiap perusahaan adalah berusaha memperoleh laba berdasarkan rentabilitas.
Contoh jenis perusahaan jasa : o  PT.Bank Negara Indonesia (persero)
o  PT.Garuda Indonesia (persero)
o  PT.Telekomunikasi Indonesia (persero)
o  PT.Pos Indonesia (persero)
o  PT.Jasa Raharja (persero)
o  PT.Pelayaran Nasional Indonesia (persero)
o  Yayasan Perguruan Tinggi Taman Siswa
o  PT.Angkasa Putra (persero)
PT.Asuransi Sinar Mas
Jenis transaksi prsahaan jasa :
Pengertian jasa dan contohnya : Perusahaan Jasa Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang usahanya menyelenggarakan jasa untuk para konsumen (pemakai) dengan memperoleh imbalanContoh : a. Perusahaan pengangkutan busb. Jasa bank dan jasa pergudanganc. Jasa seorang dokter, jasa seorang penjahit.
Pengertian dagang dan contohya : Perusahaan Perdagangan Perusahaan perdagangan adalah perusahaan yang usahanya mengumpulkan dan menyalurkan barang-barang hasil produksi dari produsen (pembuat) kepada konsumen (pemakai). Contoh perusahaan perdagangan ialah usaha pertokoan serta perdagangan ekspor dan impor.
Pengertian industry dan contohnya : Perusahaan Industri adalah perusahaan yang usahanya mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi (bahan baku), atau mengolah bahan baku menjadi barang jadi.Contoh : a. Perusahaan kerajinan rotan mengolah bahan mentah (rotan) menjadi barang jadi (misalnya kursi rotan dan anyaman rotan)b. Perusahaan tepung terigu mengolah bahan mentah (gandum) menjadi bahan baku (tepung terigu).c. Perusahaan roti mengolah bahan baku (tepung terigu) menjadi barang jadi (roti).d. Perusahaan mobil, pupuk, kimia, obat-obatan dan sepatu.
Jasa n dgang :
Jasa n indstri :
Dgang n industry :
Perusahaan Perorangan (PO) adalah Suatu jenis perusahaan yang dijalankan oleh satu orang pemilik.
Perseroan terbatas (PT) (bahasa Belanda: Naamloze Vennootschap) adalah suatu badan hukum untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.
Persekutuan Komanditer (commanditaire vennootschap atau CV) adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin.
Firma (dari bahasa Belanda venootschap onder firma; secara harfiah: perserikatan dagang antara beberapa perusahaan) atau sering juga disebut Fa, adalah sebuah bentuk persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama.Pemilik firma terdiri dari beberapa orang yang bersekutu dan masing-masing anggota persekutuan menyerahkan kekayaan pribadi sesuai yang tercantum dalam akta pendirian perusahaan.
Koperasi adalah badan hukum yang berdasarkan atas asa kekeluargaan yang anggotanya terdiri dari orang perorangan atau badan hukum dengan tujuan untuk mensejahterakan anggotanya.
Yayasan (Inggris: foundation) adalah suatu badan hukum yang mempunyai maksud dan tujuan bersifat sosial, keagamaan dan kemanusiaan, didirikan dengan memperhatikan persyaratan formal yang ditentukan dalam undang-undang. Di Indonesia, yayasan diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan. Rapat paripurna DPR pada tanggal 7 September 2004 menyetujui undang-undang ini, dan Presiden RI Megawati Soekarnoputri mengesahkannya pada tanggal 6 Oktober 2004.
perusahaan umum (Perum) adalah jenis Badan Usaha Milik Negara yang modalnya masih dimiliki oleh pemerintah, namun memiliki sifat mirip perusahaan jawatan (perjan) dan sisanya perusahaan perseroan (persero). Hal ini disebabkan karena perum boleh mengejar keuntungan di samping melayani kepentingan masyarakat.
Harta
Menurut Pribadi
Adalah Kekayaan yang dimiliki dalam berbagai bentuk yang terlihat secara fisik atau secara mudah dapat di tukar atau diuangkan tanpa melakukan pengelompokan tertentu.
Menurut Akuntansi
Harta adalah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dalam berbagai bentuk baik wujud dan tak berwujud dan terdiri atas beberapa jenis (akun-akun) tertentu.
Utang
Untuk persoalah hutang tidak antara Pendapat pribadi dengan perusahaan tidak jauh berbeda. Yaitu merupakan kewajiban yang harus di bayarkan.
3. Modal
Menurut Pribadi
Modal adalah sebuah nilai nominal yang di gunakan saat memulai usaha tanpa memikirkan penyusutan, kerugian atau laba yang di peroleh. Termasuk anda masukkan juga pinjaman bank sebagai modal anda, bukankah begitu ?
Menurut Akuntansi
Modal adalah kewajiban perusahaan terhadap pemilik perusahaan berupa modal yang di setor di tambahkan dengan Laba usaha atau dikurangi kerugian usaha.
 Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh suatu perusahaan dari suatu aktivitas yang dilakukannya, dan kebanyakan aktivitas tersebut adalah aktivitas penjualan produk dan atau penjualan jasa kepada konsumen.
beban adalah pengurangan dari pendapatan yang akan menghasilkan laba bersih pada laporan laba/rugi.
Pada kode perkiraan, beban biasanya merupakan jenis yang paling banyak jumlahnya, walaupun secara sederhana, beban dapat diklasifikasikan menjadi:
Beban perolehan pendapatan
Beban operasi/rutin
Beban operasional lainnya
Beban lain-lain
Harta Lancar / Aktiva Lancar / Current AssetsHarta lancar adalah harta yang berbentuk uang tunai maupun aktiva lainnya yang dapat ditukarkan dengan uang tunai dalam jangka satu tahun.Contoh : piutang dagang, biaya atau beban dibayar di muka, surat berharga, kas, emas batangan, persediaan barang dagang, pendapatan yang akan diterima, dan lain sebagainya.2. Harta Investasi / Aktiva Ivestasi / Investment AssetsHarta Investasi adalah harta yang diinvestasikan pada produk-produk investasi untuk mendapatkan keuntungan.Contoh : Reksadana, saham, obligasi, dan lain-lain.3. Harta Tak Berwujud / Intangible AssetsAset tak berwujud adalah harta yang tidak memiliki bentuk tetapi sah dimiliki perusahaan dan dapat menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.Contoh : Merk dagang, hak paten, hak cipta, hak pengusahaan hutan / hph, franchise, goodwill, dan lain sebagainya.4. Harta Tetap / Aktiva Tetap / Fixed AssetsHarta tetap adalah harta yang menunjang kegiatan operasional perusahaan yang sifatnya permanen kepemilikannya.Contoh : Gedung, mobil, mesin, peralatan dan perlengapan kantor, dan lain-lain.5. Harta Lainnya / Other AssetsHarta lain adalah perkiraan atau akun yang tidak dapat dikategorikan pada harta atau aset di atas baik dalam bentuk aset tetap, aset investasi, aset tak berwujud dan aset lancar.Contoh : Mesin rusak, uang jaminan, harta yang masih dalam proses kepengurusan yang sah, dan lain-lain.
Aktiva Lancar : harta / asset / sumber daya yang dimiliki o/ perusahaan yg habis dalam sekali pakai Yang termasuk aktiva lancar : kas, piutang, wesel tagih, perlengkapan toko/kantor, persediaan barang dll Aktiva tetap : harta yang dimiliki o/ perusahaan yg tidak habis dalam sekali pakai Yang termasuk aktiva tetap : gedung toko, peralatan toko, akumulasi penyusutan gedung dan peralatan, kendaraan, dll Aktiva Tetap Tak Berwujud yang bahas Inggrisnya Intangible Asset merupakan aktiva tetap yang secara fisik tidak dapat dilihat bentuknya, akan tetapi memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan.
Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
Siklus Akuntansi
Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa sebenarnya sama saja dengan siklus akuntansi pada perusahaan dagang, yang membedakan adalah jenis usahanya, dimana perusahaan jasa ini bergerak dalam menjual "jasa", tidak berupa barang. Jika pada perusahaan dagang ada akun persediaan barang, maka pada perusahaan jasa tidak akan pernah dijumpai persediaan barang karena memang perusahaan jasa tidak pernah memiliki persediaan barang untuk dijual.

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
Pengumpulan bukti transaksi. Ini adalah Siklus pertama dari sebuah Siklus Akuntansi Namun kali ini kita skip saja.Siklus Akuntansi 1 : PenjurnalanSetelah bukti bukti transaksi selesai dinilai, pada siklus penjurnalan ini adalah menjurnal atau bahasa lainnya mencatat nilai transaksi yang terdapat pada bukti bukti yang dikumpulkan tersebut kedalam buku catatan transaksi. proses ini seringkali disebut dengan kegiatan menjurnal.Siklus Akuntansi 2 : Buku BesarPenyusunan Buku besar merupakan sebuah proses dari pengklasifikasian atau pengelompokan terhadap nilai nominal pos akun masing masin supaya bisa mengetahui saldo dari masing masing akun.Siklus Akuntansi 3 : Neraca PercobaanNeraca percobaan biasanya disusun ketika hendak penutupan buku. Neraca percobaan dilakukan untuk melihat input data yang ada pada jurnal umum ke buku besar sudah sesuai dan benar dengan menyusun neraca saldonya. Posisi debit dan kredit haruslah seimbang.Siklus Akuntansi 4 : Jurnal PenyesuaianJurnal Penyesuaian merupakan kegiatan penyesuaian antara saldo pada akun dengan perhitungan fisik yang ada. Selengkapnya bisa anda baca di: Jurnal PenyesuaianSiklus Akuntansi 5 : Neraca LajurNeraca Lajur atau Neraca Percobaa setelah Penyesuaian dilakukan jika saldo masih belum seimbang, pada langkah neraca percobaan diulang lagi dan langkah jurnal penyesuaian juga harus diulang lagi hingga kondisinya menjadi seimbangSiklus Akuntansi 6 : Laporan KeuanganSiklus Akuntansi selanjutnya adalah menyusun laporan keuangan yang berupa Neraca, Laporan Laba Rugi serta Laporan Perubahan EkuitasSiklus Akuntansi 7 : Jurnal PenutupSiklus Akuntansi perusahaan jasa berikutnya adalah membuat jurnal penutup, jurnal penutup ini dilakkan kepada beberapa pos akun yang berpengaruh terhadap Laporan Laba Rugi serta Laporan Perubahan Ekuitas. Pos pos yang ditutup adalah seluruh pendapatan, beban, penarikan ekuitas (prive) dan Laba Rugi,
Untuk lebih jelas anda bisa membaca mengenai Jurnal Penutup di: Jurnal PenutupSiklus Akuntansi 8 : Jurnal PembalikJurnal Pembalik merupakan siklus akuntansi proses terakhir. Jurnal pembalik dilakukan untuk menutup beberapa post akun yang sudah ditutup sebelumnya, semisal pembayaran sewa dibayar dimuka dan yang lainnya
Untuk lebih detail silahkan baca di: Jurnal PembalikSiklus Akuntansi 9 : Neraca Awal atau Neraca AkhirPenyusunan Neraca Awal atau Neracas Akhir, Neraca awal disusun berdasarkan neraca akhir periode tahun sebelumnya
PEMBAHASAN
2.1.     Pengertian dan Ciri Perusahaan Jasa
Pengertian perusahaan secara ekonomis, merupakan suatu lembaga atau perkumpulan dari beberapa orang (selaku pendiri) yang melakukan kegiatan bersifat ekonomi dan sosial pada suatu masyarakat dengan tujuan memperoleh laba. Jadi, perusahaan jasa adalah suatu usaha atau lembaga yang kegiatannya dibidang jasa.Ciri-ciri perusahaan jasa, yaitu:
1.      Usahanya terus menerus
2.      Secara terang-terangan (mempunyai ijin usaha) dan
3.      Yang dihasilkan berupa jasa
Perusahaan jasa, contohnya: akuntansi publik, servis atau reparasi sepeda motor, salon kecantikan, dan sebagainya.Transaksi keuangan perusahaan jasa, meliputi:
a.       Investasi pemilik berupa setoran uang maupun barang habis pakai atau aktiva lainnya
b.      Membeli aktiva tetap
c.        Menerima pinjaman dan membayar utang
d.      Menerima pelunasan piutang
e.       Menggunakan aktiva yang ada
f.       Membuat laporan pertanggungjawaban
Serangkaian kegiatan tersebut dilakukan secara terus menerus demi kelangsungan usaha dengan tujuan mencari laba. Proses akuntansi berperan pada kegiatan ini, mulai terjadinya transaksi, mencatatnya, melaporkan, menganalisa sampai dengan meramalkan kegiatan mendatang.
2.2.     Tahap-Tahap Siklus Akuntansi
1.      Tahap PencatatanSiklus akuntansi dimulai dengan adanya suatu transaksi / kejadian yang harus dicatat. Tahap pencatatan meliputi pencatatan-pencatatan dalam bukti transaksi / bukti pembukuan, jurnal, dan buku besar.
A.    Transaksi yaitu tindakan yang mengakibatkan perubahan aktiva / kewajiban dan ekuitas /modal yang berhubungan dengan pihak luar.Contoh :
a.       Pembelian barang, perlengkapan, dan peralatan 
b.      Penjualan barang atau jasa
c.       Pembayaran utang usaha
d.      Pembayaran beban sewa, gaji
e.       Penerimaan pendapatan, piutang usaha
B.     Kejadian yaitu tindakan yang terjadi di dalam perusahaan (transaksi intern).Contoh :
a.       Penyusutan aktiva tetap 
b.      Pemakaian perlengkapan
c.       Pembentukan cadangan piutang tak tertagih
2.      Tahap Pengikhtisaran 
A.    Memproses hasil pencatatan selama periode akuntansi danmenyesuaikannya dengan keadaan yang sebenarnya pada akhirperiode akuntansi.
B.     Tahap ini meliputi penyusunan neraca saldo, jurnal penyesuaian,penutupan buku besar, dan neraca sisa setelah penutupan. 
3.      Tahap Pelaporan 
A.    Penyusunan laporan keuangan yang bersumber dari hasilpengikhtisaran. 
B.     Pembuatan laporan keuangan berdasarkan akun–akun buku besar. 
C.     Laporan keuangan dapat disusun setelah membuat penyesuaian danmemasukkannya ke dalam akun buku besar atau setelah menyusunkertas kerja.
2.3.     Pencatatan Dalam Bukti Transaksi
1.      Bukti TransaksiSumber bukti pencatatan dapat dibedakan menjadi :
A.    Bukti Intern merupakan bukti pencatatan transaksi yang dilakukan di lingkungan perusahaan itu sendiri. Misalnya, memo pencatatan antar bagian atau manajer dengan bagian-bagian yang ada di perusahaan.
B.     Bukti Ekstern adalah bukti pencatatan transaksi yang berhubungan dengan pihak di luar perusahaan. 
a.       Faktur adalah bukti pembelian atau penjualan barang secara kredit.
b.      Kuitansi adalah bukti penerimaan sejumlah uang yang ditandatangani oleh penerima uang dan diserahkan kepada yang membayar sejumlah uang tersebut.
c.       Nota Kontan adalah bukti atas pembelian sejumlah barang secara tunai.
d.      Nota Kredit adalah nota yang dibuat perusahaan sehubungan barang yang dijual tidak cocok dengan pesanan atau rusak.
e.       Cek adalah surat perintah bayar kepada bank sebesar jumlah uang yang tercantum dalam cek tersebut kepada seseorang atau orang yang membawa cek tersebut.
C.     Analisis Bukti Pencatatan 
Setiap bukti transaksi yang akan dicatat ke dalam jurnal perlu dianalisis terlebih dahulu. Hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis transaksi :
a.       Tentukan pengaruh penambahan dan pengurangan harta, utang, modal,pendapatan, dan beban. 
b.      Tentukan perkiraan apa saja yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut. 
c.       Tentukan debet atau kredit dari akun yang bersangkutan. 
d.      Tentukan jumlah yang harus didebet atau dikredit.
Hal ini merupakan penerapan sistem pembukuan berpasangan, yaitu setiap transaksi yang terjadi akan dicatat dalam dua sisi, sehingga jelas pengaruhnya terhadap harta, utang, modal, pendapatan, dan biaya.Prinsip utama sistem ini adalah setiap transaksi akan dicatat dengan mendebet atau mengkredit dari satu unit atau lebih dengan jumlah yang sama.
D.    Jurnal
Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urutan waktu) dengan menunjukkan akun yang harus didebet dan dikredit beserta jumlahnya masing-masing.Jurnal merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatan dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai "the book of original entry".
E.     Buku Besar 
Buku besar merupakan hasil dari analisis transaksi setelah jurnal.
Buku besar adalah kumpulan dari akun – akun yang saling berhubungan dan merupakan suatu kesatuan, misalnya pada semua akun yang digunakan dalam pembukuan sebuah perusahaan.
2.4.     Jurnal Umum 
1.      Pengertian Jurnal UmumJurnal umum adalah buku untuk mencatat analisis tiap transaksi secara kronologis atau beraturan sesuai dengan tanggal kejadian. Jurnal umum perlu dibuat untuk menjaga keseimbangan perkiraan didalam buku besar, serta untuk menghindari terjadinya kesalahan didalam mendebit dan mengkredit perkiraan-perkiraan.
A.    Prosedur Jurnal UmumProsedur jurnal umum dibagi atas beberapa macam:
a.       Setiap lembar jurnal harus diberi nomor halaman untuk memudahkan penelusuran transaksi dari perkiraan ke jurnal. 
b.      Tahun pembuatan jurnal harus dicantumkan pada awal lembar jurnal sebelah kiri atas. 
c.       Tanggal dan bulan dicatat pada kolom " Tanggal " dan harus berurutan sesuai dengan transaksinya. 
d.      Perkiraan yang didebit ditulis menepi kekiri pada kolom uraian.
e.       Perkiraan yang dikredit ditulis menepi kekanan pada kolom uraian.
f.       Jumlah yang didebet ditulis pada kolom debit.
g.      Jumlah yang dikredit ditulis pada kolom kredit. 
h.      Untuk setiap jurnal dibuat garis penutup yang memisahkannya dengan jurnal lain. 
i.        Kolom referensi akan berguna sebagai referensi silang.
2.5.     Posting
Setelah pencatatan kedalam jurnal selesai, maka tahap selanjutnya adalah memindahkan catatan yang terdapat dalam jurnal kebuku besar. Pemindahan catatan dari jurnak kebuku besar ini disebut Posting. 
Kegiatan posting memerlukan 4tahap, yaitu:
1.      Pembuatan rekapitulasi jurnal 
2.      Penyortasian rekening yang akan diisi dengan data rekapitulasi
3.      Pencatatan data rekapitulasi dalam rekening yang bersangkutan. 
4.      Pengembalian rekening terhadap arsip pada urutannya semula.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam pemindah bukuan kebuku besar adalah sebagai berikut:
a.       Pindahkan tanggal kejadian yang ada dalam jurnal kelajur akun yang bersangkutan. 
b.      Pindahkan jumlah debet atau kredit yang ada dalam jurnal kelajur debetatau kredit akun yang bersangkutan.Jika menggunakan bentuk akun yangada kolom sisanya maka langsung dihitung sisanya. 
c.       Catat nomor kode akun kedalam kolom referensi jurnal sebagai tandajumlah jurnal telah dipindahkan kebuku besar. 
d.      Catat nomor halaman jurnal kedalam kolom referensi buku besar setiappemindah bukuan terjadi. 
e.       Penjelasan singkat dalam kolom "keterangan" dapat dipindahkan kekolomyang sama diperkiraan kebanyakan penjelasan ini diabaikan.
2.6.     Neraca Saldo
Adalah semua transaksi yang terjadi selama periode berjalan diposting yang berguna untuk memverivikasikan bahwa saldo debit dan saldo kredit jumlahnya sama dan saldo rekening yang ada diambil langsung dari saldo rekening buku besar yang belum dilakukan penyesuaian.
BAB III
PENUTUP
3.1.       Kesimpulan
Perusahaan jasa adalah suatu usaha atau lembaga yang kegiatannya dibidang jasa. Siklus Akuntansi meliputi tahap pencatatan, pengikhtisaran dan pelaporan. Jurnal adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan urutan waktu) dengan menunjukkan akun yang harus didebet dan dikredit beserta jumlahnya masing-masing. Jurnal merupakan catatan pertama setelah adanya bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatan dalam buku besar, sehingga jurnal sering dikatakan sebagai "the book of original entry". Buku besar merupakan hasil dari analisis transaksi setelah jurnal. Buku besar adalah kumpulan dari akun–akun yang saling berhubungan dan merupakan suatu kesatuan, misalnya pada semua akun yang digunakan dalam pembukuan sebuah perusahaan. Neraca Saldo adalah semua transaksi yang terjadi selama periode berjalan diposting yang berguna untuk memverivikasikan bahwa saldo debit dan saldo kredit jumlahnya sama dan saldo rekening yang ada diambil langsung dari saldo rekening buku besar yang belum dilakukan penyesuaian.
3.2.       Saran
Diakhir penulisan makalah ini diharapkan kepada pembaca agar lebih memahami dan mengetahui mengenai akuntansi untuk perusahaan jasa, dimana didalamnya terdapat siklus akuntansinya, jurnal umum beserta neraca saldonya.


Download Akutansi.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca Akutansi. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon