August 31, 2016

PSAK 18 & 22 Terkait Penggabungan Usaha


Judul: PSAK 18 & 22 Terkait Penggabungan Usaha
Penulis: Rizki Kurniasari


PENGGABUNGAN USAHA

Oleh :Rizki Kurniasari2013230890
Program Pendidikan Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Brawijaya
2014
LATAR BELAKANG
Topik goodwill telah menjadi topik yang mengundang diskusi sejak lama di kalangan akuntan.Pada awalnya, goodwill lebih diartikan sebagai memiliki hubungan yang baik dengan pelanggan.Faktor-faktor sekunder lainnya turut mendukung ke arah tersebut, misalnya memiliki lokasi yang strategis (misalnya dekat dengan pelanggan atau mudah dijangkau) dan kebiasaan belanja pelanggan, sehingga dapat meningkatkan nilai suatu bisnis. Goodwill didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dapat memberikan kontribusi untuk keuntungan yang dimiliki oleh suatu bisnis yang mapan dibandingkan dengan suatu bisnis yang baru Sejak itu, konsep goodwill telah berkembang menjadi konsep kekuatan mencetak laba (earning power concept) dimana nilai goodwill merupakan semua laba yang diperoleh di masa depan yang diharapkan (expected excess earnings stream) akan lebih tinggi dibandingkan laba rata-rata yang akan dihasilkan oleh perusahaan sejenis (similar), laba mana kemudian didiskonto untuk diperoleh nilai kininya.
Lebih lanjut, disebutkan bahwa laporan posisi keuangan atau neraca suatu entitas menyajikan nilai untuk asset yang dapat dipisahkan, aset mana yang memiliki harga pasar saat ini (current market prices) yang dapat berbeda dengan nilai tercatat yang disajikan di laporan posisi keuangan suatu entitas pelapor (reporting entity). Goodwill, sebaliknya, adalah komponen yang tidak dapatdipisahkan (non-separable component) yang nilainyadidasarkan pada kejadian masa depan yang diharapkan, dan tidak dapat dinyatakan dengan menggunakan harga pasar saat ini.
Sifat dari tidak dapat dipisahkannya goodwill dari aset lain, juga diakui oleh IFRS, dimana disebutkan bahwa tidak seperti aset tak berwujud lainnya yang secara individual dapat teridentifikasi, goodwill adalah tak berbentuk dan tidak dapat hadir, dari sudut pandang pelaporan keuangan, terpisah dari aset berwujud dan takberwujud teridentifikasi dengan mana ia diperoleh dan tetap terkait. Dengan demikian, evaluasi langsung atas nilai terpulihkan dari goodwill sesungguhnya tidak mungkin. Untuk itu, IFRS mewajibkan bahwa goodwill digabungkan dengan aset lainnya yang bersama-sama membentuk Unit Penghasil Kas (Cash-Generating Unit), dan bahwa evaluasi dari penurunan nilai potensial apapun wajib dilakukan secara keseluruhan (aggregate basis) secara tahunan. Unit Penghasil Kas adalah kelompok terkecil aset teridentifikasikan yang menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari arus kas masuk dari aset atau kelompok aset lain. PSAK 15 dan PSAK 22 terkait penggabungan usaha akan menjabarkan lebih lanjut mengenai posisi goodwill di dalam entitas.
PEMBAHASAN
PSAK 15 : INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DAN VENTURA BERSAMA
Definisi
Entitas asosiasi adalah suatu entitas yang mana investor mempunyai pengaruh signifikan.Ventura bersama adalah pengaturan bersama yang para pihaknya memiliki pengendalian bersama atas pengaturan memiliki hak atas aset neto dari pengaturan. Venturer bersama adalah pihak dalam ventura bersama yang memiliki pengendalian bersama atas ventura bersama tersebut.
Laporan keuangan konsolidasian adalah laporan keuangan suatu kelompok usaha yang di dalamnya aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, dan arus kas entitas induk dan entitas anak disajikan sebagai suatu entitas ekonomi tunggal. Metode ekuitas adalah metode akuntansi dimana investasi pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan pasca perolehan dalam bagian investor atas asset neto investee. Laba rugi investor mencakup bagiannya atas laba atau rugi investee dan penghasilan komprehensif lain investor mencakup bagiannya atas penghasilan komprehensif lain investee.
Pengaruh Signifikan
Jika entitas memiliki, secara langsung maupun tidak langsung (contohnya melalui entitas anak), 20% atau lebih hak suara investee, maka entitas dianggap memiliki pengaruh signifikan, kecuali dapat dibuktikan dengan jelas bahwa entitas tidak memiliki pengaruh signifikan. Sebaliknya, jika entitas memiliki, secara langsung mapun tidak langsung (contohnya melalui entitas anak), kurang dari 20% hak suara investee, maka entitas dianggap tidak memiliki pengaruh signifikan, kecuali pengaruh signifikan tersebut dapat dibuktikan dengan jelas. Kepemilikan substansial atau mayoritas oleh investor lain tidak menghalangi entitas untuk memiliki pengaruh signifikan.
Keberadaan pengaruh signifikan oleh entitas umumnya dibuktikan dengan satu atau lebih cara berikut ini:
keterwakilan dalam dewan direksi dan dewan komisaris atau organ setara di investee;
partisipasi dalam proses pembuatan kebijakan, termasuk partisipasi dalam pengambilan keputusan tentang dividen atau distribusi lainnya;
adanya transaksi material antara entitas dengan investee;
pertukaran personel manajerial; atau
penyediaan informasi teknis pokok.
Entitas mungkin memiliki waran, opsi beli saham, instrument utang atau instrumen ekuitas yang dapat dikonversi menjadi saham biasa, atau instrumen sejenis lain yang mempunyai potensi (jika dilaksanakan atau dikonversi) untuk menambah hak suara entitas atau mengurangi hak suara pihak lain atas kebijakan keuangan dan operasional entitas lainnya (yaitu hak suara potensial).
Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial yang saat ini dapat dilaksanakan atau dikonversi, termasuk hak suara potensial yang dimiliki oleh entitas lain, dipertimbangkan ketika menaksir apakah entitas memiliki pengaruh signifikan. Hak suara potensial saat ini tidak dapat dilaksanakan atau dikonversi ketika, sebagai contoh, hak suara tersebut tidak dapat dilaksanakan atau dikonversi sampai dengan suatu tanggal di masa depan atau sampai terjadinya suatu peristiwa di masa depan.
Dalam menaksir apakah hak suara potensial berkontribusi terhadap pengaruh signifikan, maka entitas menguji seluruh fakta dan keadaan (termasuk syarat pelaksanaan hak suara potensial dan pengaturan kontraktual lain apakah dipertimbangkan secara individual atau dalam kombinasi) yang mempengaruhi hak potensial, kecuali maksud manajemen dan kemampuan keuangan untuk melaksanakan atau mengkonversi hak potensial tersebut.
Entitas kehilangan pengaruh signifikan atas investee ketika entitas kehilangan kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee. Hilangnya pengaruh signifikan dapat terjadi dengan atau tanpa perubahan dalam tingkat kepemilikan secara absolut atau relatif.
Metode Ekuitas
Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama diakui sebesar biaya perolehan, dan jumlah tercatat tersebut ditambah atau dikurang untuk mengakui bagian investor atas laba rugi investee setelah tanggal perolehan. Bagian investor atas laba rugi investee diakui dalam laba rugi investor. Penerimaan distribusi dari investee mengurangi nilai tercatat investasi. Penyesuaian terhadap jumlah tercatat tersebut juga diperlukan jika terdapat perubahan dalam proporsi bagian investor atas investee yang timbul dari penghasilan komprehensif lain investee. Perubahan tersebut termasuk perubahan yang timbul dari revaluasi aset tetap dan selisih penjabaran valuta asing. Bagian investor atas perubahan tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain investor (lihat PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan).
Pengakuan penghasilan yang didasarkan pada distribusi yang diterima tidak dapat menjadi ukuran yang cukup atas penghasilan yang diperoleh oleh investor atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama karena distribusi yang diterima mempunyai hubungan yang sedikit dengan kinerja entitas asosiasi atau ventura bersama. Karena investor memiliki pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas investee, maka investor mempunyai andil dalam kinerja entitas asosiasi atau ventura bersama, dan sebagai hasilnya, memperoleh imbal hasil atas investasinya. Investor mencatat bagiannya dengan memperluas lingkup laporan keuangannya dengan mencakup bagiannya atas laba rugi investee. Sebagai hasilnya, penerapan metode ekuitas memberikan pelaporan yang lebih informatif atas aset neto dan laba rugi investor.Ketika terdapat hak suara potensial atau derivatif lain yang mengandung hak suara potensial, kepentingan entitas dalam entitas asosiasi atau ventura bersama ditentukan semata-mata berdasarkan adanya bagian kepemilikan yang ada dan tidak mencerminkan kemungkinan pelaksanaan atau konversi hak suara potensial dan instrumen derivatif lain.
Dalam beberapa keadaan, entitas memiliki, secara substansi, kepemilikan yang ada saat ini sebagai hasil dari suatu transaksi yang saat ini memberinya akses kepada imbal hasil yang berhubungan dengan bagian kepemilikan. Dalam keadaan tersebut, proporsi yang dialokasikan kepada entitas ditentukan dengan memperhitungkan pelaksanaan akhir hak suara potensial dan instrumen derivatif lain
yang saat ini memberikan entitas akses tehadap imbal hasil.
Penerapan Metode Ekuitas
Pengecualian Penerapan Metode Ekuitas
Ketika investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama dimiliki oleh, atau dimiliki secara tidak langsung melalui, entitas yang merupakan organisasi modal ventura, atau reksa dana, unit perwalian dan entitas sejenis termasuk dana asuransi terkait investasi, entitas dapat memilih untuk mengukur investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama tersebut pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai dengan PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.
Ketika entitas memiliki investasi pada entitas asosiasi, yang sebagiannya dimiliki secara tidak langsung melalui organisasi modal ventura, atau reksa dana, unit perwalian dan entitas sejenis termasuk dana asuransi terkait investasi, entitas tersebut dapat memilih untuk mengukur bagian dari investasi pada entitas asosiasi tersebut pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai dengan PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran terlepas dari apakah organisasi modal ventura, atau reksa dana, unit perwalian dan entitas sejenis termasuk dana asuransi terkait investasi, memiliki pengaruh signifikan atas bagian dari investasi tersebut. Jika entitas membuat pilihan tersebut, maka entitas menerapkan metode ekuitas untuk setiap bagian yang tersisa dari investasi pada entitas asosiasi yang tidak dimiliki melalui organisasi modal ventura atau reksa dana, unit perwalian dan entitas sejenis termasuk dana asuransi terkait investasi.
Klasifikasi sebagai Dimiliki untuk Dijual
Entitas menerapkan PSAK 58: Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan untuk investasi, atau sebagian dari investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama yang memenuhi kriteria untuk diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual. Sisa bagian apapun dari investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama yang belum diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual dicatat dengan menggunakan metode ekuitas sampai pelepasan bagian yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual terjadi. Setelah pelepasan terjadi entitas mencatat bagian yang tersisa dalam entitas asosiasi atau ventura bersama sesuai dengan PSAK 55 : Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran kecuali bagian yang tersisa tetap menjadi entitas asosiasi atau ventura bersama, dalam kasus ini entitas menggunakan metode ekuitas.
Ketika investasi, atau bagian dari investasi, pada entitas asosiasi atau ventura bersama yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual tidak lagi memenuhi kriteria untuk diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, investasi tersebut dicatat dengan menggunakan metode ekuitas secara retrospektif sejak tanggal klasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual. Laporan keuangan untuk periode sejak klasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual harus disesuaikan.Penghentian Metode Ekuitas
Entitas menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal ketika investasinya berhenti menjadi investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama sebagai berikut:
Jika investasi menjadi investasi entitas anak, maka entitas mencatat investasinya sesuai dengan PSAK 22: Kombinasi Bisnis dan PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian.
Jika sisa kepentingan dalam entitas asosiasi atau ventura bersama merupakan aset keuangan, maka entitas mengukur sisa kepentingan tersebut pada nilai wajar. Nilai wajar dari sisa kepentingan dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal sebagai aset keuangan sesuai dengan PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Entitas mengakui dalam laba rugi selisih apapun antara:
nilai wajar sisa kepentingan apapun dan hasil apapun dari pelepasan sebagian kepentingan pada entitas asosiasi atau ventura bersama; dan
jumlah tercatat investasi pada tanggal penggunaan metode ekuitas dihentikan.
Ketika entitas menghentikan penggunaan metode ekuitas, entitas mencatat seluruh jumlah yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan investasi tersebut menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika investee telah melepaskan secara langsung aset dan liabilitas terkait.
Perubahan dalam Bagian Kepemilikan
Jika bagian kepemilikan entitas pada entitas asosiasi atau ventura bersama berkurang, tetapi entitas tetap menerapkan metode ekuitas, maka entitas mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan pengurangan bagian kepemilikan tersebut jika keuntungan atau kerugian tersebut disyaratkan untuk direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan aset atau liabilitas yang terkait.
Prosedur Metode Ekuitas
Bagian kelompok usaha pada entitas asosiasi atau ventura bersama merupakan penggabungan kepemilikan entitas induk dan entitas anaknya pada entitas asosiasi atau ventura bersama tersebut. Kepemilikan entitas asosiasi lain atau ventura bersama dalam kelompok usaha diabaikan untuk tujuan ini. Jika entitas asosiasi atau ventura bersama mempunyai entitas anak, entitas asosiasi atau ventura bersama, maka laba rugi, penghasilan komprehensif lain dan aset neto yang dicatat dengan menerapkan metode ekuitas merupakan jumlah yang diakui dalam laporan keuangan entitas asosiasi atau ventura bersama (termasuk bagian entitas asosiasi atau ventura bersama atas laba rugi, penghasilan komprehensif lain, dan aset neto dari entitas asosiasi dan ventura bersama), setelah penyesuaian yang diperlukan terhadap dampak penyeragaman kebijakan akuntansi.
Investasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas sejak tanggal investasi tersebut memenuhi definisi entitas asosiasi atau ventura bersama. Pada saat perolehan investasi, setiap selisih antara biaya perolehan investasi dengan bagian entitas atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi dari investee dicatat dengan cara sebagai berikut:
Goodwill yang terkait dengan entitas asosiasi atau ventura bersama termasuk dalam jumlah tercatat investasi. Amortisasi goodwill tersebut tidak diperkenankan.
Setiap selisih lebih bagian entitas atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi dari investee terhadap biaya perolehan investasi dimasukkan sebagai penghasilan dalam menentukan bagian entitas atas laba rugi entitas asosiasi atau ventura bersama pada periode investasi diperoleh.
Penyesuaian terhadap bagian entitas atas laba rugi entitas asosiasi atau ventura bersama setelah perolehan dilakukan untuk mencatat, sebagai contoh, penyusutan dari aset yang tersusutkan berdasarkan nilai wajarnya pada tanggal perolehan. Serupa dengan hal tersebut, penyesuaian terhadap bagian entitas atas laba rugi entitas asosiasi atau ventura bersama setelah perolehan dilakukan untuk rugi penurunan nilai yang diakui oleh entitas asosiasi, misalnya goodwill atau asset tetap.
Rugi Penurunan Nilai
Setelah menerapkan metode ekuitas, termasuk pengakuan kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama sesuai dengan paragraph 37, maka entitas menerapkan persyaratan dalam PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran untuk menentukan apakah diperlukan untuk mengakui tambahan rugi penurunan nilai dengan memperhatikan investasi neto entitas pada entitas asosiasi atau ventura bersama.Entitas juga menerapkan persyaratan dalam PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran untuk menentukan apakah tambahan rugi penurunan nilai apapun diakui dengan memperhatikan bagian entitas pada entitas asosiasi atau ventura bersama yang bukan merupakan bagian dari investasi neto dan jumlah rugi penurunan nilai.
Karena goodwill yang membentuk bagian dari nilai tercatat investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama tidak diakui secara terpisah, maka tidak dilakukan pengujian penurunan nilai secara terpisah dengan menerapkan persyaratan pengujian penurunan nilai goodwill dalam PSAK 48: Penurunan Nilai Aset. Sebagai gantinya, seluruh nilai tercatat investasi diuji penurunan nilai berdasarkan PSAK 48 sebagai suatu aset tunggal, dengan membandingkan antara jumlah terpulihkan (mana yang lebih tinggi antara nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual) dengan jumlah tercatatnya, kapanpun penerapan persyaratan dalam PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran mengindikasikan bahwa investasi mungkin telah mengalami penurunan nilai. Rugi penurunan nilai yang diakui pada keadaan tersebut tidak dialokasikan pada setiap aset, termasuk goodwill, yang membentuk bagian dari nilai tercatat pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Dengan demikian, pembalikan dari penurunan nilai diakui sesuai dengan PSAK 48 sepanjang jumlah terpulihkan dari investasi tersebut kemudian meningkat. Dalam menentukan nilai pakai investasi, entitas mengestimasi:
bagiannya atas nilai kini arus kas masa depan estimasian yang diharapkan akan dihasilkan oleh entitas asosiasi atau ventura bersama, termasuk arus kas dari operasional entitas asosiasi atau ventura bersama dan hasil dari pelepasan investasi; atau
nilai kini arus kas masa depan estimasian yang diharapkan timbul dari dividen yang akan diperoleh dari investasi dan pelepasan investasi.
PSAK 22 : KOMBINASI BISNIS
Definisi
Penggabungan Usaha (Business combination) adalah penyatuan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan (uniting with) perusahaan lain atau memperoleh kendali (control) atas aktiva dan operasi perusahaan lain.
Akuisisi (Acquisiton) adalah suatu penggabungan usaha di mana salah satu perusahaan, yaitu pengakuisisi (acquirer) memperoleh kendali atas aktiva neto dan operasi perusahaan yang diakuisisi (acquiree), dengan memberikan aktiva tertentu, mengakui suatu kewajiban, atau mengeluarkan saham.
Penyatuan Kepemilikan (Uniting of interest/Pooling of Interest) adalah suatu penggabungan usaha dimana para pemegang saham perusahaan yang bergabung bersama-sama menyatukan kendali atas seluruh, atau secara efektif seluruh aktiva neto dan operasi perusahaan yang bergabung tersebut dan selanjutnya memikul bersama segala resiko dan manfaat yang melekat pada entitas gabungan, sehingga tidak ada pihak yang dapat diidentifikasi sebagai perusahaan pengakuisisi (acquirer).
Pengendalian (Control) adalah kekuatan (power) untuk menentukan kebijakan keuangan dan operasi suatu badan usaha agar dapat menikmati manfaat dari kegiatan perusahaan tersebut.
Kepemilikan Minoritas (Minority interest) adalah bagian hasil usaha dan bagian aktiva neto anak perusahaan, yang tidak dimiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaan, oleh induk perusahaan. Nilai wajar (fair value) adalah suatu jumlah yang dapat digunakan sebagai dasar pertukaran aktiva atau penyelesaian kewajiban antara pihak yang paham (knowledgeable) dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm's length transaction).
Tanggal akuisisi adalah tanggal pada saat kendali atas aktiva neto dan operasi perusahaan yang diakuisisi (acquiree) secara efektif beralih ke perusahaan pengakuisisi (acquirer).
Akuisisi (Acquisition)
Meskipun salah satu dari perusahaan yang bergabung tidak memiliki lebih dari 50% hak suara pada perusahaan lain, perusahaan pengakuisisi mungkin tetap dapat diidentifikasi apabila salah satu perusahaan yang bergabung memperoleh:
kekuasaan (power) lebih dari 50% hak suara atas perusahaan yang lain tersebut berdasarkan perjanjian dengan investor lain;
kekuasaan (power) untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasi perusahaan lain tersebut berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian;
kekuasaan untuk mengangkat dan memberhentikan sebagian besar anggota pengurus perusahaan yang lain tersebut;
kekuasaan untuk mendapatkan hak suara mayoritas dalam rapat direksi perusahaan yang lain tersebut.
Reverse Acquisition
Perusahaan mengeluarkan sahamnya yang berhak suara (voting shares) dalam jumlah tertentu sehingga menyebabkan pengendalian perusahaan atas perusahaan gabungan beralih ke pemegang saham perusahaan yang sahamnya telah diakuisisi. Akuisisi ini disebut Reverse Acquisition.
Penyatuan Kepemilikan (Uniting of interest)
Para pemegang saham perusahaan yang bergabung bersama-sama berbagi risiko dan manfaat atas perusahaan gabungan tersebut adalah penyatuan kepemilikan (uniting of interest). Untuk mencapai pembagian risiko dan manfaat secara seimbang antar perusahaan yang bergabung maka:
mayoritas dari saham berhak suara perusahaan yang bergabung dipertukarkan atau digabungkan;
nilai wajar suatu perusahaan tidak berbeda secara signifikan dengan nilai wajar perusahaan lainnya;
para pemegang saham setiap perusahaan tetap mempertahankan hak suara dan kepemilikan yang seimbang dalam perusahaan gabungan, relatif sama dengan sebelum perusahaan bergabung.
Biaya Perolehan (Cost of Acquisition)
Suatu akuisisi harus dibukukan sebesar biaya perolehan, yaitu jumlah kas atau aktiva setara kas yang dibayar atau nilai wajar (pada tanggal pertukaran) aktiva lain yang diberikan oleh perusahaan pengakuisisi, sebagai imbalan atas perolehan kendali atas aktiva neto perusahaan lain, ditambah biaya-biaya lain yang secara langsung dapat diatribusikan pada akuisisi tersebut.
Pengakuan Aktiva dan Kewajiban yang Dapat Diidentifikasi
Aktiva dan kewajiban yang diperoleh harus dibukukan secara terpisah jika:
besar kemungkinan (probable) bahwa segala manfaat terkait pada masa yang akan datang akan mengalir ke atau dari perusahaan pengakuisisi; dan
tersedia suatu ukuran yang andal sehubungan dengan biaya perolehan atau nilai wajarnya.
Alokasi Biaya Perolehan (Allocation of Cost of Allocation)
Aktiva dan kewajiban yang diakui harus diukur dengan menjumlahkan:
nilai wajar aktiva dan kewajiban teridentifikasi yang diperoleh pada tanggal transaksi pertukaran sepanjang kepemilikan (interest) perusahaan pengakuisisi diperoleh melalui transaksi pertukaran; dan
hak minoritas atas Nilai tercatat aktiva dan kewajiban anak perusahaan sebelum tanggal akuisisi.
Pembelian Saham Secara Bertahap (Successive Share Purchases)
Suatu akuisisi mungkin terdiri serangkaian transaksi pertukaran, misalnya dengan pembelian secara bertahap (successive purchase) di bursa efek. Jika akuisisi dilakukan secara bertahap (successive purchases), nilai wajar aktiva dan kewajiban teridentifikasi dapat berbeda-beda pada setiap tanggal transaksi pertukaran.
Goodwill yang Timbul dari Suatu Akuisisi
Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam mengestimasi masa manfaat goodwill meliputi:
ramalan umur bisnis atau industri yang bersangkutan;
pengaruh keusangan produk, perubahan dalam permintaan dan faktor ekonomi lainnya;
ekspektasi sisa masa kerja para manajer, atau kelompok karyawan yang menjalankan tugas penting;
antisipasi tindakan para pesaing atau calon pesaing; dan
ketentuan hukum, peraturan yang berlaku atau ketentuan kontraktual yang mempengaruhi masa manfaat goodwill.
Goodwill Negatif yang Timbul dari Akuisisi
Jika biaya perolehan (cost of the acquisition) lebih rendah dari bagian (interest) pengakuisisi atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi yang diakuisisi pada tanggal transaksi, maka nilai wajar aktiva non moneter yang diakuisisi harus diturunkan secara proporsional, sampai seluruh selisih tersebut dieliminasi.
Perubahan Kemudian Biaya Perolehan (Acquisition Cost)
Jika tidak terjadi kenaikan biaya perolehan, tidak dilakukan penyesuaian terhadap goodwill atau goodwill negatif. Akan tetapi, tambahan saham atau obligasi yang diterbitkan akan menurunkan agio saham atau menaikkan disagio saham atau obligasi yang diterbitkan pada saat akuisisi.
Identifikasi Kemudian atau Perubahan Nilai atas Aktiva dan Kewajiban
Nilai tercatat (carrying amount) aktiva dan kewajiban yang diperoleh harus disesuaikan, jika setelah akuisisi, terdapat bukti tambahan yang dapat digunakan untuk mengestimasi nilai aktiva dan kewajiban yang telah dibukukan pada saat akuisisi terjadi.Penyatuan Kepemilikan
Suatu penyatuan kepemilikan (uniting of interests) harus dibukukan dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest method). Selisih antara jumlah yang dibukukan sebagai modal saham yang diterbitkan ditambah kompensasi pembelian lainnya dalam bentuk kas ataupun aktiva lainnya dengan jumlah modal saham yang diperoleh, harus disesuaikan terhadap ekuitas atau modal sendiri.Pengungkapan
Untuk semua penggabungan usaha, pengungkapan berikut harus dibuat dalam laporan keuangan pada periode terjadinya penggabungan usaha:
nama dan penjelasan tentang perusahaan yang bergabung;
metode akuntansi yang digunakan untuk penggabungan usaha tersebut;
tanggal efektif penggabungan usaha untuk tujuan akuntansi;
operasi atau kegiatan usaha yang telah diputuskan untuk dijual atau dihentikan akibat penggabungan usaha tersebut.
Untuk penggabungan usaha yang merupakan akuisisi, pengungkapan tambahan berikut dalam laporan keuangan harus dibuat pada periode terjadinya akuisisi:
persentase saham berhak suara yang diperoleh;
biaya perolehan (acquisition cost) dan penjelasan tentang harga beli yang telah dibayar atau terhutang secara kontinjen (contingently payable); dan
sifat dan jumlah penyisihan untuk beban restrukturisasi dan beban penutupan pabrik yang timbul akibat akuisisi dan diakui pada tanggal akuisisi.
Laporan keuangan harus mengungkapkan:
perlakuan akuntansi goodwill termasuk periode amortisaslnya;
apabila masa manfaat goodwill lebih dari lima tahunt penjelasan tentang alasan dan pertimbangan yang digunakan;
apabila goodwill tidak diamortisasikan dengan metode garis lurust metode yang digunakan serta alasan kenapa metode tersebut dianggap lebih tepat daripada metode garis lurus;
rekonsiliasi goodwill pada saat awal dan akihr periode yang menunjukkan:
jumlah bruto goodwill dan akumulasi amortisasinya pada awal periode;
tambahan goodwill yang dibukukan selama periode berjalan;
jumlah selama periode berjalan;
penyesuaian yang dilakukan akibat adanya identifikasi susulan atau perubahan nilai aktiva dan kewajiban setelah tanggal akuisisi;
penghapus bukuan goodwill yang dilakukan selama periode berjalan; dan
jumlah bruto goodwill dan akumulasi amortisasinya pada akhir periode.
Untuk suatu penggabungan usaha yang merupakan penyatuan kepemilikan (uniting of interest) pengungkapan tambahan berikut harus dibuat dalam laporan keuangan pada periode terjadinya:
penjelasan dan jumlah saham yang diterbitkan, serta persentase saham berhak suara setiap perusahaan yang dipertukarkan untuk melaksanakan penyatuan kepemilikan tersebut;
jumlah aktiva dan kewajiban yang diserahkan oleh setiap perusahaan; dan
pendapatan penjualan, pendapatan operasional lainnya, pos luar biasa dan laba bersih (rugi) dari masing-masing perusahaan untuk periode sebelum penggabungan, yang termasuk dalam laba bersih (rugi) yang disajikan dalam laporan keuangan gabungan.
KESIMPULAN
Baik dalam PSAK 15 dan PSAK 22 telah dikemukakan mengenai goodwill dan posisinya dalam entitas. Dalam Ventura bersama, pada saat perolehan investasi, goodwill yang terkait dengan entitas asosiasi atau ventura bersama termasuk dalam jumlah tercatat investasi. Amortisasi goodwill tersebut tidak diperkenankan. Sedangkan pada Kombinasi bisnis (PSAK 22) dikemukakan juga bagaimana factor dalam mengestimasi masa manfaat goodwill.
DAFTAR PUSTAKA
PSAK 15
PSAK 22


Download PSAK 18 & 22 Terkait Penggabungan Usaha.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca PSAK 18 & 22 Terkait Penggabungan Usaha. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon