August 31, 2016

LAPORAN KEUANGAN LENGKAP


Judul: LAPORAN KEUANGAN LENGKAP
Penulis: Zarmi Sukses


BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG LAPORAN KEUANGAN
-2857592075
Pada modul ini kita akan mempelajari khususnya Laporan Keuangan Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, dan laporan keuangan pada umumnya. Sumber data laporan keuangan diambil dari modul laporan keuangan perusahaan jasa, dagang, dll.
Bentuk laporan keuangan perusahaan perusahaan jasa dan perusahaan dagang hampir sama, hanya ada perbedaan pada laporan laba ruginya. Yaitu Perbedaan tersebut dapat terjadi karena dalam perusahaan dagang terdapat transaksi jual beli barang dagangan yang di dalamnya ada kaitan dengan harga pokok barang yang dijual. Sedangkan untuk laporan lainnya hampir sama, baik perusahaan jasa maupun perusahaan dagang dan perusahaan-perusahaan lainnya.
Dalam laporan keuangan perusahaan dagang sama halnya dengan perusahaan jasa terdapat tiga laporan pokok yaitu:
1. laporan neraca.
2. laporan laba/rugi.
3. laporan perubahan modal.
Dan laporan keuangan perusahaan dagang yang sifatnya umum atau go pulick harus menyajikan yang lebih detail yaitu dengan melengkapi dengan :
4. Laporan Arus Kas
5. Laporan Catatan akhir/Neraca Akhir.
Setelah mempelajari modul ini kita diharapkan dapat menguasai penyusunan laporan keuangan perusahaan Jasa, dagang , laporan keuangan segala bentuk usaha, Perbankkan, perpajakan dan laporan keuangan pemerintah sesuai dengan standarisasi IAI, dll.
B. PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN adalah :
Catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi, yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Dan Laporan keuangan tersebut adalah bagian dari proses pelaporan keuangan.
ATAU Catatan Informasi Keuangan yang disusun oleh suatu perusahaan untuk menggambarkan kinerja perusahaannya, yang berguna untuk memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang memakainya.
9525483235Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.
Dalam modul ini Penulis membatasi ruang lingkup laporan keuangan yang menjadi pokok pembahasan, yakni penyajian Laporan keuangan perusahaan jasa dan perusahaan dagang dan beberapa pelaku usaha. Disini penulis menyajikan proses pembuatan Laporan keuangan beberapa pelaku usaha dan khususnya perusahaan dagang yang sesuai dengan standarisasi yang berlaku di Negara kita..
POKOK PEMBAHASAN PENULIS
Pembahasan laporan keuangan secara umum.
Pembahasan format table laporan keuangan
Pembahasan contoh laporan keuangan
Kesimpulan
.
HARGA POKOK PENJUALAN (HPP)
a. Pengertian HPP.
b. Rumus menghitung penjualan bersih
c. Rumus menghitung pembelian bersih
d. Rumus menghitung HPP
Pembahasan Laporan Keuangan
a. Pengertian laba rugi.
b. Menyusun laba rugi.
c. Pembahasan unsur laporan perubahan modal.
d. Menyusun laporan perubahan modal.
e. Pembahasan unsur-unsur laporan neraca.
f. Menyusun laporan neraca.
C. TUJUAN DAN MANFAAT LAPORAN KEUANGAN Yaitu :
Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerjanya, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pemakainya, dalam pengambilan suatu keputusan ekonomi.
19050149225Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar pemakainya yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu suat perusahaan..
Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atau pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
SARAN PENULIS
Untuk lebih memahami uraian materi pelajaran laporan keuangan ini mari kita belajar dengan sungguh-sungguh, dan penulis juga menyarankan petunjuk berikut:
1. Bacalah modul Laporan keuangan dengan teliti.
2. Amatilah bentuk atau contoh-contohnya diantaranya :
- bagian perhitungan HPP.( Harga Pokok Penjualn )
- bagian perhitungan laba rugi.
- bagian perhitungan laporan perubahan modal
- bagian perhitungan laporan neraca.
3. Pelajarilah modul Laporan keuangan iitu secara rinci dan kembangkan menurut pemikiran anda yang sesuai dengan standarisasi IAI dan perkembangan zaman.
4. Apabila kita menemukan materi yang sulit dipahami, silakan tanyakan kepada Dosen kita yaitu ibu Sunarsih
5. Apabila kita sudah selesai mempelajari kegiatan dalam modul ini, coba anda buat latihan
mandiri.
6. Untuk mengukur kemampuan kita bandingkan hasil tes Anda dengan contoh Laporan keuangan yang benar.
7. Kunci jawaban ada di tangan anda semua.
Setelah mempelajari Laporan keuangan ini, kita diharapkan memahaminya dengan baik langkah - langkah proses penyajian laporan keuangan sampai dengan menyajikan laporan keuangan yang sesuai dengan standarisasi IAI yang berlaku di Negara kita. Karena sangat banyak manfaatnya, baik bagi kehidupan pribadi ataupun di masyarakat terutama dalam dunia kerja dan dunia usaha.
Selamat Belajar !!!.
BAB II
PEMBAHASAN LAPORAN KEUANGAN
1. STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN,
Pelaporan  keuangan dalam akuntansi biasanya didasarkan pada peraturan ataupun standar yang berlaku, missal untuk
akuntansi komersial memakai Pernyataan Standar Akuntansi ( PSAK ),
Organisasi nirlaba berpedoman dengan PSAK NO. 45, dan
Akuntansi sector public yang berpedoman pada PSAP.
Tujuan laporan keuangan untuk tujuan umum adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
2. Unsur-unsur Laporan keuangan terdiri dari :
aktiva;
kewajiban;
ekuitas;
pendapatan dan beban, termasuk keuntungan dan kerugian; serta
arus kas.
Informasi tersebut diatas beserta informasi lainnya yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan dan membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas pada masa depan khususnya dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas dan setara kas.
Pernyataan ini menggunakan terminologi yang cocok bagi perusahaan yang berorientasi profit. Organisasi Nirlaba dan perusahaan lainnya yang akan menerapkan standar ini mungkin perlu melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap deskripsi beberapa pos yang terdapat dalam laporan keuangan dan istilah laporan keuangan itu sendiri serta dapat pula menyajikan komponen-komponen tambahan dalam laporan keuangannya. Untuk Organisasi Nirlaba, Tujuan utama laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang relevan untuk memenuhi kepentingan para penyumbang,anggota organisasi, kreditur, dan pihak lain yang menyediakan sumberdaya bagi organisasi nirlaba.. Bagi akuntansi sector public ataupun pemerintahan mempunyai standard sendiri dalam mengatur hal ini, akan tetapi dalam PSAP NO.1 belum mencantumkan pertimbangan apa saja yang akan digunakan oleh SAP dalam rangka penyajian pelaporan keuangan, pedoman struktur laporan keuangan, dan persyaratan minimum isi laporan keuangan walau demikian secara khusus, tujuan pelaporan keuangan pemerintah atau sektor publik adalah untuk menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan menunjukan  akuntabilitas entitas pelaporan atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
Perusahaan dan Organisasi nirlaba dalam menyusun laporan keuangannya dan pelaporannya berdasarkan PSAK yaitu harus menyusun laporan keuangan atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas. Dalam Akuntansi Sektor Publik, Entitas Pelaporan diperkenankan untuk menyelenggarakan akuntansi dan penyajian laporan keuangan dengan menggunakan sepenuhnya basis akrual, baik dalam pengakuan pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan, maupun dalam pengakuan asset, kewajiban, dan, ekuitas walaupun kita ketahui bahwa penyusunan laporan keuangan sector public menerapkan basis kas.
Dalam pelaporan dan penyajiannya, Laporan keuangan komersil setidaknya disajikan secara tahunan. Apabila tahun buku perusahaan berubah dan laporan keuangan tahunan disajikan untuk periode yang lebih panjang atau pendek dari periode satu tahun maka sebagai tambahan terhadap periode cakupan laporan keuangan, perusahaan harus mengungkapkan antara lain :
alasan penggunaan periode pelaporan selain periode tahunan; dan
fakta bahwa jumlah komparatif dalam laporan laba rugi, laporan perubahan  ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan tidak dapat diperbandingkan.
laporan keuangan organisasi nirlaba,
laporan keuangan disajikan secara periodik sesuai dengan PSAK yang berlaku. Hal yang sama pun berlaku untuk akuntansi sektor publik atau pemerintahannya, akan tetapi yang berbeda disini ialah jika adanya suatu masa transisi misal perubahan kas menjadi akrual basis maka suatu entitas pelaporan mengubah tanggal pelaporan entitas-entitas akuntansi yang berada dalam entitas pelaporan untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan kosolidasian.
3. Jenis-jenis Laporan Keuangan
Neraca
Laporan laba/rugi
Laporan perubahan modal
Untuk Laporan keuangan komersil yang lengkap terdiri dari komponen-komponen seperti berikut ini:
neraca,
laporan laba-rugi,
laporan perubahan ekuitas,
laporan arus kas, dan
catatan atas laporan keuangan.
JENIS-JENIS LAPORAN KEUANGAN utama dan pendukung laporan keuangan terdiri atas :
Daftar Neraca > yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu.
perhitungan Laba/Rugi > yang menggambarkan jumlah hasil, Biaya dan Laba/Rugi perusahaan pada suatu periode tertentu.
Laporan Perubahan Modal/Sumber dan Penggunaan dana. Di sini dimuat sumber dan pengeluaran perusahaan selama satu periode
Laporan Arus Kas. Disini digambarkan sumber dan penggunaan kas dalam suatu periode.
Laproan harga pokok produksi yang menggambarkan berapa dan unsur apa yang diperhitungkan dalam harga pokok produksi usatu barang.
Laporan Laba Ditahan, menjelaskan posisi laba ditahan yang tidak dibagikan kepada pemilik saham.
Laporan Perubahan modal, menjelaskan perubahan posisi modal baik saham dalam Perseroan Terbatas atau Modal dalam perusahaan perseroan.
Dari beberapa janis laporan keuangan tersebut di atas, akan diuraikan sebagai berikut :
a)    Laporan Neraca (Posisi Keuangan)
Laporan neraca atau daftar neraca disebut juga laporan posisi keuangan perusahaan. Laporan ini menggambarkan posisi aktiva, kewajiban, dan modal pada saat tertentu. Laporan ini bisa disusun setiap saaat dan merupakan opname situasi posisi keuangan pada saat itu.
Isi/komponen laporan neraca terdiri atas:
Harta,Aktiva (Asset)
Asset adalah harta yang dimiliki perusahaan yang berperan dalam operasi perusahaan misalnya kas, persediaan, aktiva tetap, aktiva yang tak terwujud, dan lain-lain. Pengertian asset ini dikemukakan oleh berbagai pihak sebagai berikut :
Menurut Accounting Principal Board (APB) Statement (1970:132) dikemukakan bahwa :
"kekayaan ekonomi perusahaan, termasuk didalamnya pembebanan yang ditunda, yang dinilai dan diakui sesuai prinsip akuntansi yang berlaku."
Selanjutnya Financial Accounting Standard Board (FASB) (1985) memberikan definisi sebagai berikut :
"asset adalah kemungkinan keuntungan ekonomi yang diperoleh atau dikuasai di masa yang akan datang oleh lembaga tertentu sebagai akibat transaksi atau kejadian yang lalu."
Berdasarkan definisi tersebut di atas maka dapat dikatakan bahwa sesuatu dianggap sebagai asset jika di masa yang akan datang dapat diharapkan memberikan net cash inflow yang positif kepada perusahaan.
Selanjutnya klasifikasi aktiva yang dimiliki perusahaan terdiri dari berbagai macam. Secara umum klasifikasi aktiva tetap terdiri atas : 1) aktiva tetap berwujud (Fixed Asset), dan 2) aktiva tetap tidak berwujud (Intangible Assets).  Aktiva tetap berwujud meliputi semua barang yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk dipakai secara aktif dalam operasi perusahaan, dan mempunyai masa kegunaan relatif permanen. Aktiva tetap berwujud yang mempunyai masa kegunaan yang terbatas harus didepresiasi selama masa kegunaannya, dan disajikan dalam neraca sebesar nilai bukunya (harga perolehan dikurangi dengan akumulasi depresiasinya). Yang termaduk dalam golongan aktiva ini adalah bangunan, mesin dan alat-alat pabrik, mebel dan alat-alat kantor kendaraan dan alat-alat transport, alat kerja bengkel,  aktiva sumber alam. Sedang aktiva tetap berwujud yang mempunyai masa kegunaan tidak terbatas, disajikan di dalam neraca sebesar harga perolehan. Sedangkan aktiva tetap tidak berwujud meliputi hak-hak preferensi ( istimewa ) yang dijamin oleh undang-undang, kontrak, perjanjian-perjanjian dan mempunyai masa manfaat dalam waktu relatif permanen.
Selanjutnya menurut Harnanto (1991:357), bagi manajemen operating investment (assets), meliputi seluruh mesin dan alat-alat pabrik dan lain-lain equipmen serta modal kerja yang ditempatkan untuk dikelola atau dioperasikan dalam usaha perusahaan untuk menghasilkan laba.
Berdasarkan pengertian di atas menunjukkan bahwa pada sudut pandang operasional investasi, aktiva tetap adalah merupakan salah satu unsur penting yang perlu menjadi fokus perhatian bagi perusahaan dalam kegiatan operasionalnya dalam kaitannya dengan menghasilkan pendapatan/laba.  Disamping itu untuk untuk tujuan pemeliharaan kondisi aktiva tetap baik berwujud maupun tidak berwujud tetap dalam kondisi produktif bagi perusahaan diperlukan adanya depresiasi dan amortisasi sebagai proses alokasi harga perolehan aktiva tetap tersebut.
Kewajiban/utang (Liabilities)
Menurut definisi yang diberikan oleh APB bahwa :
"kewajiban ekonomis dari suatu perusahaan yang diakui dan dinilai seusuai prinsip akuntansi. Kewajiban disini termasuk juga saldo kredit yang ditunda yang bukan merupakan utang atau kewajiban."
Berdasarkan definisi di atas, maka kewajiban  ekonomis bagi perusahaan adalah diartikan sebagai penyerahan harta atau jasa di masa yang akan datang. Selanjutnya FASB memberikan definisi kewajiban sebagai berikut :
"….kemungkinan pengorbanan kekayaan ekonomis di masa yang akan datang yang timbul akibat kewajiban perusahaan sekarang untuk memberikan harta atau memberikan jasa kepada pihak lain di masa yang akan datang sebagai akibat suatu transaksi atau kejadian yang sudah terjadi."
Definisi tersebut di atas menunjukkan bahwa kewajiban memiliki 3 sifat utama yaitu ; (1) kewajiban itu benar ada, (2) kewajiban itu tidak dapat dihindarkan, (3) kewajiban yang mewajibkan perusahaan telah terjadi.
Kewajiban jika dikategorikan sesuai dengan jangka waktunya, maka terdapat kewajiban jangka pendek (Current liabilities) dan kewajiban jangka panjang (long-term liabilities). Menurut Harnanto (1991:59), hutang jangka panjang adalah semua hutang yang jatuh tempo pembayarannya melampaui batas waktu satu tahun sejak tanggal neraca atau pembayarannya tidak akan dilakukan dalam periode siklus operasi perusahaan, tetapi lebih panjang dari batas waktu tersebut. Hutang obligasi, hutang hipoteik, hutang bank (kredit investasi) merupakan contoh-contoh dari hutang jangka panjang.
Dalam kegiatan operasi perusahaan, hutang jangka panjang merupakan salah satu sumber permodalan yang mengandung resiko, karena memiliki komitmen untuk melakukan pembayaran sesuai jumlah yang disepakati, meski perusahaan dalam keadaan rugi sekalipun, sehingga hutang dapat saja menanggung resiko melebihi jumlah modal sendiri. Hal ini dipertegas oleh Harnanto (1991:304) bahwa semakin besar proporsi hutang di dalam struktur permodalan perusahaan, akan semakin besar pula kemungkinan terjadinya ketidak mampuan untuk membayar kembali hutang beserta bunganya pada tanggal jatuh temponya.  Pernyataan tersebut berarti bahwa bagi para kreditur bahwa kemungkinan turut sertanya dana yang mereka tanamkan di dalam perusahaan, untuk dipertaruhkan pada resiko kerugian juga semakin besar. Sedangkan bagi para pemilik khususnya pemegang saham biasa, adaaanya hutang di dalam perusahaan merupakan pula suatu resiko tersendiri terhadap kemungkinan rugi yang dihadapi dari dana yang mereka tanamkan.  Tetapi resiko itu juga diimbangi adanya harapan untuk mendapatkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi (rentabilitas) sebagai akibat penggunaan modal asing. Akan tetapi perlu diingat bahwa proporsi hutang/modal asing yang berlebihan akan berakibat pada fleksibilitas manajemen untuk beralih pada aktivitas yang profitable akan tertutup dan menghadapi banyak hambatan/tintangan. 
Modal Pemilik (Owner's Equity)
Equity adalah suatu hak yang tersisa atas aktiva suatu lembaga (entity)  setelah dikurangi kewajibannya. Kategori modal bagi setiap perusahaan dapat berbeda yaitu pada perusahaan perseorangan nilai modal ini merupakan modal pemiliknya sendiri. Sedangkan dalam perusahaan perseroan terdiri dari modal setor dan modal dari pendapatan (retained Earnings).
b)    Laporan Laba rugi (Profit & Loss)
Committee on Terminology memberikan definisi laba sebagai jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi, biaya lain, dan kerugian dari penghasilan atau penghasilan operasi. Sedangkan menurut APB Statement mengartikan laba rugi sebagai kelebihan/defisit penghasilan di atas biaya selama suatu periode akuntansi.
Dari definisi tersebut di atas, maka laba rugi merupakan selisih positif atau selisih negatif yang diperoleh dari operasi dan non-operasional perusahaan terhadap biaya dalam satu periode akuntansi yang menyebabkan perubahan dalam posisi equity (net asset) perusahaan. Hal ini dipertegas lagi oleh FASB Statement dengan mendefinisikan Accounting Income atau Laba akuntansi sebagai perubahan dalam equity (net asset) dari suatu entity selama suatu periode tertentu yang diakibatkan oleh transaksi dan kejadian atau peristiwa yang berasal dari bukan pemilik. Isi/komponen laporan laba rugi terdiri atas :
Pendapatan/hasil (Revenue)
Pendapatan/hasil (revenue) merupakan hasil penjualan/penyerahan jasa oleh perusahaan kepada langganan atau penerima jasa. Menurut  Harahap (2002:114) mengemukakan bahwa :
"suatu penghasilan akan diakui sebagai pendapatan pada periode kapan kegiatan utama yang perlu untuk menciptakan dan menjual barang dan jasa itu telah selesai."
Definisi tersebut memberi penekanan pengakuan pendapatan dari sisi waktu. Ditinjau dari sisi waktu maka pengakuan pendapatan tersebut dapat digunakan alternatif ;
selama produksi,
pada saat proses produksi selesai,
pada saat penjualan/penyerahan jasa, (4) pada saat penagihan Kas.
Biaya (Expense)
Menurut APB mendefinisikan sebagai penurunan gross dalam asset  atau kenaikan gross dalam kewajiban yang diakui dan dinilai menurut prinsip akuntansi yang diterima yang berasal dari kegiatan mencari laba yang dilakukan perusahaan. Sedangkan menurut FASB mendefinisikan expense  sebagai arus keluar aktiva, penggunaan aktiva atau muculnya kewajiban atau kombinasi keduanya selama suatu periode yang disebabkan oleh pengiriman barang, pembuatan barang, pembebanan jasa, atau pelaksanaan kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama perusahaan.
Penggolongan biaya terdiri atas ;
biaya yang dihubungkan dengan penghasilan pada periode itu,
biaya yang dihubungkan dengan periode tertentu yang tidak dikaitkan dengan penghasilan,
biaya yang akrena alasan praktis tidak dapat dikaitkan dengan periode manapun.
c). Laporan Laba Perubahan modal (Insidentil Gains & Insidentil Loses)
Menurut FASB Gains adalah naiknya nilai Equity  dari transaksi yang sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama entity dan dari transaksi atau kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selama satu periode tertentu kecuali yang berasal dari hasil atau investasi dari pemilik. Sedangkan Loses  adalah turunnya equity dari transaksi yang sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama entity dan dari seluruh transaksi kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selama periode tertentu kecuali yang berasal dari biaya atau pemberian kepada pemilik (prive).
d). Laporan Arus kas /Pos Luar Biasa (Extraordinary item)
Pos luar biasa merupakan kejadian atau transaksi yang mempengaruhi secara materiil yang tidak diperkirakan terjadi berulang kali dan tidak dianggap merupakan hal yang berulang dalam proses operasiyang biasa dari sautu perusahaan.
Menurut PAI kriteria Pos luar biasa ini adalah :
bersifat tidak normal (tidak biasa), artinya memiliki tingkat abnormalitas yang tingi dan
tidak berhubungan dengan aktivitas perusahaan sehari-hari,
(2) tidak sering terjadi, atau tidak diharapkan akan terjadi di masa yang akan datang..
Pelaporan pos luar biasa ini harus dipisahkan dari hasil usaha sehari-hari dan ditunjukkan secara terpisah dalam perhitungan laba rugi disertai pengungkapan mengenai sifat dan jumlahnya.
Selanjutnya menurut Michael A. Diamond (1993:23) bahwa :
"…The four main financial statement are the balance sheet, the income stattement, the retained earnings statement, and the statement of cash flows."
Definisi tersebut di atas menunjukkan bahwa diantara berbagai laporan keuangan yang biasanya disajikan oleh perusahaan, maka ada empat diantaranya merupakan laporan keuangan utama yang lazim digunakan yaitu : laporan neraraca, laporan laba-rugi, laporan laba ditahan, dan laporan arus kas.  
DEVINISI LAPORAN KEUANGAN DEVINISI LAPORAN KEUANGAN DEVINISI LAPORAN KEUANGAN DEVINISI LAPORAN KEUANGAN DEVINISI LAPORAN KEUANGAN B. DEFINISI LAPORAN KEUANGAN………
1. DEFINISI LAPORAN KEUANGAN YAITU
Top of Form
Informasi keuangan yang di butuhkan Bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap posisi dan kondisi keuangan suatu perusahaan, dan informasi keuangan tersebut dapat diperoleh dari laporan keuangan suatu pelaku usaha atau perusahaan.
2. Informasi disusun dan disajikan perusahaan dalam bentuk
Neraca,
Laporan laba-rugi,
Laporan Perubahan modal
Laporan Arus kas.
Catatan atas laporan keuangan.
NERACA ( BALANCE SHEET )
Neraca juga disebut sebagai "Pernyataan Posisi Keuangan," artinya: bagaimana posisi keuangan perusahaan anda 'pada saat tertentu' (katakanlah per 30 Juni, atau 31 Desember). Secara harfiah, pernyataan ini menunjukan posisi keuangan pada saat tertentu (snapshot), mengenai:
Apa yang dimiliki oleh perusahaan anda (Aset/Asset)
Berapa kewaiban perusahaan terhadap pihak lain (Hutang/Liability)
Berapa besarnya modal yang terkumpul (Modal/Shareholder's Equity)
Selama satu periode tertentu (sebulan/1 kwartal/1 semester/1 tahun) berbagai transaksi dicatat, dampak dari setiap transaksi atas aset dan kewajiban bisnis juga dicatat. Sebagai contoh, ketika anda membuat penjualan tunai, anda tidak hanya pendapatan merekam pendapatan, tapi juga merekam peningkatan nilai asset, yaitu: saldo kas anda. Ketika mengeluarkan biaya, anda tidak hanya mencatat jumlah beban, tetapi juga mencatat penurunan nilai uang tunai anda. Inilah sebabnya mengapa disebut Akuntansi "double entry"!
Perbedaan antara aset dan kewajiban perusahaan merupakan nilai buku ekuitas pemilik dalam bisnis. Dalam korporasi, ini disebut sebagai ekuitas pemegang saham. Neraca digunakan terutama untuk membantu kita memahami kekuatan keuangan bisnis. Perubahan dalam akun-akun neraca dari waktu ke waktu membantu kita memahami tren penting dalam bisnis juga.
Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi juga dapat disebut sebagai pernyataan (statement) itu sebabanya orang asing sering menyebutnya 'Income Statement'. Laporan ini bercerita tentang apa yang benar-benar dicapai oleh bisnis anda selama 'periode waktu' tertentu (misalnya: 1 s/d 30 Juni 2011) yang mencakup "Pernyataan Aktivitas.".
Hal itu dilakukan dengan cara meringkas hasil ekonomi dari semua transaksi yang terjadi selama periode waktu itu, dan menunjukan apakah anda memeperoleh atau kehilangan uang akibat dari kegiatan operasional perusahaan anda selama periode tersebut.
Anda dapat belajar banyak tentang bisnis anda dari menganalisis Laporan Laba Rugi. Mengetahui apakah anda mendatangkan uang atau kehilangan uang saja tidak cukup. Laporan atau pernyataan ini juga dapat digunakan untuk memahami dimana persisnya uang anda berputar setiap bulannya. Dan yang terpenting: apakah digunakan secara efisien atau tidak?
Lebih jauh lagi. Anda dapat membandingkan kategori pengeluaran dan pendapatan yang berbeda-beda dalam presentase dari bulan-ke-bulan. Anda juga bisa melihat: Penjualan, harga pokok penjualan, dan tren belanja. Anda bisa memperoleh ide yang melimpah dari setiap perubahan yang anda butuhkan untuk membuat perusahaan anda menjadi lebih menguntungkan. Tren negatif pada laporan laba rugi adalah penting untuk menyelidiki apa yang terjadi sesungguhnya, dimana inefisiensi terjadi—bukan untuk mengabaikannya.
Laporan Perubahan Modal
Adalah Laporan yang menggambarkan pada perubahan yang terjadi atas ekuitas pada 1 periode akuntansi.
Unsur-unsur yang terdapat didalamnya yaitu
Modal awal
Laba atau Rugi
Prive
Laporan Arus Kas
Adalah Laporan yang menggambarkan penerimaan dana dan pengeluaran dana selama satu periode dalam bentuk kas.
Informasi tersebut sangat diperlukan oleh pihak-pihak yang go public dalam persiapannya untuk melakukan penawaran umum karena salah satu syarat perusahaan yang go public adalah harus menyerahkan laporan keuangannya selama dua tahun terakhir yang sudah diperiksa oleh akuntan publik.
Setiap perusahaan mempunyai laporan keuangan yang bertujuan menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai laporan keuangan dalam pengambilan keputusan secara ekonomi. Laporan keuangan harus disiapkan secara periodik untuk pihak-pihak yang berkepentingan.
Pengertian laporan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama 1 tahun periode akuntansi. Menurut Sundjaja dan Barlian (2001 : 47) laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk pihak-pihak yang berkepentingan dengan data keuangan atau aktivitas perusahaan.
Sedangkan definisi laporan keuangan menurut Munawir (1991 : 2) laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan.
Kesimpulkan laporan keuangan adalah
Laporan akuntansi utama yang mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
3. Dasar Laporan Keuangan
Laporan keuangan perusahaan didasarkan pada aturan-aturan akuntansi dan harus memberikan informasi historis, kuantitatif dasar yang merupakan sekumpulan input yang penting yang digunakan dalam menghitung nilai-nilai ekonomis.
4. Konsep Laporan keuangan terdiri dari :
a. Neraca konsepnya H = U + M atau Aktiva = Pasiva,
yaitu : laporan mengenai aktiva, hutang dan modal dari perusahaan pada suatu saat tertentu.
Aktiva, dibagi menjadi 2 yaitu :
Jangka panjang, yaitu jangka waktu lebih dari 1 tahun
Jangka pendek, yaitu jangka waktu 1 tahun atau kurang dari 1 tahun.
Hutang dapat diklasifikasikan menjadi :
Dijamin penuh, kreditor yang diberi jaminan sama atau lebih dari besarnya hutang.
Dijamin sebagian, kreditor yang diberi jaminan kurang dari besarnya hutang
Kreditur tidak dijamin, kreditor yang tidak diberi jaminan dalam bentuk barang-barang tertentu.
b. Laporan Laba / Rugi Konsepnya Pendapatan – Biaya-biaya
yaitu : laporan mengenai penghasilan, biaya, laba-rugi yang diperoleh suatu perusahaan selama periode tertentu.
c. Laporan Perubahan Modal ( Ekuitas )
yaitu : laporan yang menunjukan perubahan modal seperti penambahan atau pengurangan modal yang terjadi setelah Laporan Laba/Rugi.
d. Laporan arus kas :
yaitu laporan Yang menunjukkan operasi perusahaan, investasi, dan aliran kas
C. Bottom of Form
Hakikat Laporan Keuangan………………
Proses analisis keuangan melibatkan pengkajian kembali berbagai data formal atau informal yang relevan untuk tujuan analisis spesifik ini. Beberapa data bersifat umum untuk kebanyakan jenis analisis keuangan, sementara data lainnya memberikan informasi yang lebih khusus. Bentuk paling umum dari informasi keuangan dasar suatu perusahaan adalah informasi yang dipublikasikan secara umum kecuali perusahaan yang dimiliki secara pribadi yang merupakan seperangkat laporan keuangan yang dikeluarkan menurut standar akuntansi keuangan. Seperangkat laporan ini biasanya terdiri dari neraca untuk tanggal tertentu , laporan operasi untuk periode tertentu, dan laporan arus dana untuk periode yang sama. Selain itu, laporan khusus yang menyoroti perubahan ekuitas pemilik dalam neraca biasanya juga tersedia.Karena laporan keuangan merupakan dasar bagi upaya analitis atas suatu perusahaan, maka pertama-tama kita harus mengerti sifat, cakupan, dan keterbatasannya sebelum kita menggunakan data serta observasi yang dihasilkan dari laporan itu untuk pertimbangan analitis kita. Laporan keuangan yang disusun berdasarkan prinsip akuntansi yang lazim mencerminkan pengaruh keputusan yang dibuat manajemen pada masa lalu maupun sekarang. Namun laporan tersebut mengandung dua arti yang berbeda Laporan keuangan yang disusun berdasarkan peraturan akuntansi keuangan berusaha mencatat secara konsisten dan wajar
1 Prinsip konservatif digunakan untuk setiap transaksi bisnis sebagai berikut :
Transaksi dicatat menurut biaya yang berlaku pada saat itu.
Penyesuaian terhadap nilai berjalan yang hanya dilakukan jika nilai tersebut menurun.
Pendapatan dan biaya yang diakui ketika transaksi terjadi, dan bukan pada saat kas berpindah tangan.
Penyesuaian secara periodik atas pendapatan dan biaya yang dicapai melalui accrual, defferal, dan alokasi akuntansi.
Penyisihan untuk kontingensi negatif disyaratkan, sehingga mengurangi laba dan nilai yang dicatat menurut estimasi.
Peraturan-peraturan ini karena sifat dasarnya mengakibatkan laporan keuangan terbuka bagi beberapa interpretasi, khususnya jika para analis berusaha untuk memahami kinerja dan nilai ekonomi perusahaan. Media yang dapat dipakai meneliti kondisi kesehatan perusahaan adalah laporan keuangan yang terdiri dari neraca, perhitungan rugi-laba, ikhtisar laba yang ditahan, dan laporan posisi ksuangan. Laporan keuangan adalah hasil akhir proses akuntansi. Setiap transaksi yang dapat diukur dengan nilai uang, dicatat dan diolah sedemikian rupa Laporan akhirpun disahkan dalam nilai uang. Sistem atau prosesakuntansi akan menghasilkan laporan keuangan. Laporan keuangan berisi daftar neraca, perhitungan laba rugi, laporan dan sumber penggunaan dana, dan laporan arus kas.Transaksi yang tidak dapat dicatat dengan nilai uang, tidak akan terlihat dalam laporan keuangan. Karena itu, hal-hal yang belum terjadi dan masih berupa potensi, tidak tercatat dalam laporan keuangan. Dengan demikian, laporan keuangan merupakan informasi historia. Tetapi, guna melengkapi analisis untuk proyeksi masa depan perusahaan, informasi kualitatif dan informasi-informasi lain yang sejenis perlu ditambahkan.a. NeracaSecara harfiah, neraca merupakan laporan yang memberikan informasi mengenai jumlah harta, utang dan modal perusahaan pada saat tertentu. Angka-angka yang ada dalam neraca memberikan informasi yang sangat banyak mengenai keputusan yang telah diambil oleh perusahaan. Lnformasi tersebut dapat bersifat operasional atau strategis, baik kebijakan modal kerja investasi, maupun kebijakan struktur permodalan yang telah diambil oleh perusahaan.Secara garis besar, neraca memberikan informasi mengenai sumber dan penggunaan dana perusahaan. Sisi sebelah kiri neraca (aktiva) merupakan sisi penggunaan dana perusahaan, yakni berupa kebijakan investasi, baik investasi jangka panjang, maupun investasi jangka pendek yang dilakukan perusahaan selama periode tertentu. Sedangkan sisi sebelah kanan (passiva) menunjukkan sumber-sumber dana untuk membiayai investasi tersebut, baik sumber dana jangka panjang, maupun sumber dana jangka pendek.
b. Laporan laba rugiLaporan laba-rugi merupakan laporan mengenai pendapatan, biaya-biaya, dan laba perusahaan selama periode tertentu. Biasanya laporan ini disusun dengan dua pendekatan yakni pendekatan kontribusi dan pendekatan fungsional. Pendekatan kontribusi membagi biaya- biaya kie dalam dua sifat pokok, yakni biaya variabel dan biaya tetap. Pendekatan ini biasanya dipergunakan dalam pengambilan keputusan manajemen berkenaan dengan perencanaan biaya, volume dan laba. Lapaoran laba-rugi yang disusun dengan pendekatan fungsional memberikan informasi mengenai biaya-biaya yang dikeluarkan oleh setiap fungsi utama dalam perusahaan (fungsi produksi, pemasaran, sumber daya manusia dan umurn, serta fungsi keuangan).
c. Laporan Perubahan ModalLaporan keuangan berikutnya yang biasA dibuat oleh perusahaan adalah suatu analisis tentang perubahan utama perkiraan modal pemilik atau kekayaan bersih selama suatu periode tertentu. Perubahan yang paling utama adalah laba atau rugi. Akan tetapi keputusan manajemen lahnya mungkin telah mempengaruhi ekuitas pemilik. Dalam pengukuran laba perusahaan, pendekatan fungsional dapat memberikan informasi yang jelas mengenai penyimpangan yang dilakukan oleh setiap departemen (fungsi) yang adadalam perusahaan atas penyimpangan yang terjadi terhadap target laba perusahaan.

CONTOH
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
PT. APN
PER 31 DES 20
No.AK PERKIRAAN JUMLAH JUMLAH
  MODAL AWAL PERIODE   100,000,000
       
  RUGI / LABA ……………………………. 12,000,000  
  PRIVE ……………………………………… 2,000,000 -
    >>> 10,000,000
  MODAL AKHIR PERIODE   110,000,000
       
D. TUJUAN LAPORAN KEUANGAN…………………………………
1. Tujuan laporan keuangan adalah sebagai berikut:
Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar pemakainya yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu suat perusahaan..
Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atau pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia
Laporan keuangan adalah laporan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan.
Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (bahasa Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.
2. Unsur – Unsur Laporan Keuangan yang di akui oleh IAI
Dari pengertian diatas laporan keuangan dibuat sebagai bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap, dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepada manajemen.
Ada 5 jenis Laporan Keuangan yang diakui oleh IAI maupun FASB, yaitu :
Neraca, adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, kewajiban, dan ekuitas yang dihubungkan dengan persamaan berikut:
aset = kewajiban + ekuitas
     
Informasi yang dapat disajikan di neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut dalam suatu periode akuntansi,
Baik itu
Per Bulan
Per 3 bulan,
Per 6 bulan, atau
Tahunan..
Laporan Laba Rugi adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih.
Unsur-unsur Laporan Laba-Rugi biasanya terdiri dari:
Pendapatan dari penjualan
Dikurangi Beban pokok penjualan
Laba/rugi kotor
Dikurangi Beban usaha
Laba/rugi usaha
Ditambah atau dikurangi Penghaslan/beban lain
Laba/rugi sebelum pajak
Dikurangi Beban pajak
Laba/rugi bersih
c. Laporan Perubahan Ekuitas
d. Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana. Laporan Arus Kas adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan.
Catatan Atas Laporan Keuangan, menginformasikan kebijaksanaan akuntansi yang mempengaruhi posisi keuangan dari hasil keuangan perusahaan.
Kelima laporan keuangan tersebut hanyalah salah satu media dalam penyampaian informasi.
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah
Aktiva (Assets)
Aktiva adalah sumber daya yang dikuasai perusahaan sebagai hasil dari peristiwa masa lalu dan dari manfaat ekonomi yang diharapkan akan diperoleh perusahaan pada masa yang akan datang.
Kewajiban (Liabilities)
Kewajiban merupakan utang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu. Penyelesaian utang mengakibatkan arus keluar dari sumber daya perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi (aktiva).
Modal (Ekuitas)
Ekuitas/modal adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban.
sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinerja dalam laporan laba/rugi adalah
Pendapatan dan Beban.
a.     Pendapatan (Revenue)
Pendapatan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama periode akuntansi dalam bentuk penambahan aktiva atau pengurangan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan modal yang tidak berasal dari kontribusi peranan modal.
b.      Beban (Expense)
Beban adalah manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva. Dengan kata lain, kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada peranan modal.
Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.
3. Perbedaan Laporan Keuangan dengan Pelaporan keuangan.
Haruslah dibedakan pengertian
Pelaporan keuangan (financial reporting) dan
laporan keuangan (financial reports).
Pelaporan Keuangan
meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyediaan dan penyampaian informasi keuangan. Aspek-aspek tersebut antara lain lembaga yang terlibat (misalnya penyusunan standar, badan pengawas dari pemerintah atau pasar modal, organisasi profesi, dan entitas pelapor), peraturan yang berlaku termasuk PABU (Prinsip Akuntansi Berterima Umum atau Generally Accepted Accounting Principles/GAAP).
Laporan keuangan
Ialah salah satu medium dalam penyampaian informasi. Bahkan seharusnya harus dibedakan pula antara statemen (statement) dan laporan (report)
4. Pemakai Laporan Keuangan
InvestorKaryawan
Pemberi PinjamanPemasok dan Kreditor usaha lainnya
Pelanggan
PemerintahMasyarakat
Kerangka Pemakai Laporan Keuangan
GAMBAR 4-1
TujuanKarakteristik mutu informasiElemen Laporan Keuangan AsumsiPrinsip KendalaTingkatan pertama:- Tujuan pokok akuntansiTingkatan kedua:- Konsep dasar pelaporanTingkatan ketiga:- Pedoman pelaksanaan
Gambar pemakai Laporan keuangan.
Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
Gambar karakter Kualitatif Laporan Keuangan 4-2
Primary QualitiesSecondary QualitiesKeandalanDaya ujiNetralJujurElemen Laporan keuangan:AktivaHutangModalPendapatanBiayaLaba/RugiRelevanNilai prediksiNilai feedbackTepat waktu
Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu :
Dapat Dipahami, informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami peserta dan bentuk serta istilahnya disesuaikan dengan batas para pengguna
Relevan, laporan keuangan dianggap jika informasi yang disajikan didalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna
Keandalan, informasi dalam laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material
Dapat diperbandingkan, informasi yang disajikan akan lebih berguna bila dapat diperbandingkan dengan laporan keuangan pada periode sebelumnya.

E. Prinsip Akuntansi Indonesia……………………………
GAMBAR 5-1
Prinsip Akuntansi:Cost PrincipleRevenue Realization PrincipleMatching PrincipleFulldisclousure Principle
1. Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan
 Prinsip akuntansi merupakan himpunan prinsip, prosedur, metoda dan teknik Akuntansi yang mengatur penyusunan laporan keuangan. khususnya yang ditujukan kepada pihak luar, seperti pemegang saham, kreditur. dan pemerintah. Prinsip Akuntansi yang ada di Indonesia dkenal dengan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) yang dikeluarkan oleh lkatan Akuntan Indonesia (IAI) bagian komite PAI. Prinsip akuntansi ini penting sekali artinya sebagai pedoman sistem penyusunan laporan keuangan yang bermanfaat bagi dunia usaha, khususnya mereka yang berkepentingan dengan laporan keuangan.
Dengan adanya prinsip akuntansi, laporan keuangan yang disusun mempunyai kesatuan bahasa teknik akuntansi yang dapat dimengerti oleh para pemakainya, sehingga tujuan akuntansi keuangan untuk menyampaikan akuntansi kepada pihak luar mencapai sasaran secara tepat.
Penerapan prinsip akuntansi dalam menyusun laporan keuangan ini menghasilkan laporan keuangan yang layak, tepat, relevan dan dapat dipercaya. Tetapi angka-angka yang terdapat dalam laporan keuangan bukan sesuatu yang mutlak karena tergantung dari prinsip serta kebijaksanaan akuntansi yang dilaksanakan perusahaan yang bersangkutan. Bila kebijaksanaan akuntansi yang dianut berubah maka angka yang disajikan dalam laporan keuangan akan berbeda. Oleh karena itu, penerapan prinsip-prinsip akuntansi bersifat longgar. Apabila kita mengetahui sejak terbentuknya prinsip akuntansi yang merupakan suatu persetujuan dari berbagai pihak yang berkepentingan maka kelonggaran prinsip akuntansi menjadi hal yang wajar.
2. Periode Akuntansi
Yang perlu kita ketahui tentang sebagian prinsip akuntansi dalam kaitannyadengan akunfansi keuangan yang direncanakan dalam buku ini adalah periode akuntansi.
Suatu gambaran yang iengkap dan tepat mengenai kesuksesan suatu perusahaan hanya dapat diketahui pada saat perusahaan tersebut menghentikan usahanya atau mencairkan seluruh hartanya menjadi kas likuidasi. Tetapi hal ini tidak mungkin dilakukan oleh perusahaan yang dianggap akan terus menjalankan usahanya dan tidak akan dibubarkan (going concern).
Oleh karena itu, aktivitas ekonomi perusahaan dipisah ke dalam periode-periode akuntansi dan dengan penyajian laporan keuangan secara periodik diharapkan dapat membantu pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan. Prinsip ini banyak ditemui ketika menyusun laporan keuangan dilakukan.
3. Penetapan Beban dan Pendapatan
(Matching Cost Against Revenue)
 Dalam menentukan laba periodik dan posisi keuangan, prinsip penetapan beban dan pendapatan ini akan banyak ditemui. penetapan laba periodik dan posisi keuangan dilakukan berdasarkan metode aktual, yaitu suatu metode yang mengaitkan pengukuran pendapatan (revenue) dan beban (expense) atau aktuva (assets), dan kewajiban (liability) serta perubahannya pada saat terjadi bukan sekedar pencatatan penerimaan dan pengeluaran uang
Laporan keuangan dipersiapkan atau dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran atas laporan kemajuan (Progress report) secara periodik yang dilakukan pihak management sebagai yang bersangkutan.
Laporan keuangan adalah bersifat historis serta menyeluruh dan sebagai suatu progress report laporan keuangan yang terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara:

a. Fakta yang lebih dicatat (Recorded fact),
Hal ini berarti bahwa laporan keuangan ini dibuat atas dasar fakta dari catatan akuntansi, seperti jumlah piutang, persediaan barang dagangan, hutang maupun aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Pencatatan darr pos-pos ini berdasarkan catatan historis dari peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di masa lampau, dan jumlah-jumlah uang yang tercatat dalam pos-pos itu dinyatakan dalam harga-harga pada waktu terjadi peristiwa tersebut. Kita tidak mencoba menaksir berapa jumlah yang harus dikorbankan jika kita akan menggantikan aktiva tersebut atau dengan kata lain kita tidak mencoba untuk menaksir nilai realisasi atau nilai ganti aktiva tersebut (Current market value atau Replacement valuenya).
Dengan sifat yang demikian itu maka laporan keuangan tidak dapat mencerminkan posisi keuangan dari suatu perusahaan dalam kondisi perekonomian yang paling akhir. Karena segala sesuatu sifatnya historis sehingga mungkin terdapat beberapa hal yang dapat membawa akibat terhadap posisi keuangan perusahaan tidak dicatat dalam pencatatan akuntansi atau tidak nampak dalam laporan keuangan.b. Prinsip-prinsip dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (accounting convention and postulate).Hal ini berarti data yang dicatat itu didasarkan pada prosedur maupun anggapan-anggapan tertentu yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim (Generate Accepted Accounting Principles), hal ini dilakukan dengan tujuan memudahkan pencatatan (Expediensi) atau untuk keseragaman. Disamping itu didalam akuntansi juga digunakan prinsip atau anggapan-anggapan yang melengkapi konvensi-konvensi atau kebiasaan yang digunakan antara lain:1). Bahwa perusahaan akan tetap berjalan sebagai sesuatu yang going concern atau kontunitas usaha, konsep ini menganggap bahwa perusahaan akan berjalan terus konsekwensinya bahwa jumlah-jumlah yang tercantum dalam laporan merupakan nilai-nilai untuk perusahaan yang masih berjalan dan didasarkan pada nilai atau harga pada saat terjadinya peristiwa itu.
2). Daya beli dari uang dianggap tetap, stabil atau konstan, walaupun hal ini bertentangan derrgan kenyataan namun akuntansi mencatat semua transaksi atau peristiwa dalam jumlah uangnya dan tidak mengadakan perbedaan antara nilai-nilai dari berbagai tahun.3). Pendapat Pribadi (Personal Judgment)Dimaksudkan bahwa, walaupun pencatatan transaksi telah diatur oleh konvensi-konvensi atau dalil-dalil dasar yang sudah ditetapkan dan sudah menjadi standar praktek pembukuan, namun penggunaan dari konvensi-konvensi dan dalil dasar tersebut tergantung daripada akuntan atau management perusahaan yang bersangkutan. Judgment atau pendapat ini tergantung kepada kemampuan atau integritas pembuatnyayang dikombinasikan dengan fakta yarrg tercatat dan kebiasaan serta dalil-dalil dasar akuntansi yang telah disetujui akan digunakan di dalam beherapa hal. Misalnya cara-cara atau metode untuk menaksir piutang yang tidak akan dapat ditagih, dan penentuan beban penyusutan serta penentuan umur dari suatu aktiva tetap akan sangat tergarrtung pada pendapat pribadi managementnya dan berdasarkan pengalaman masa lalu. Juga misalnya dalam menentukan nilai persediaan, pada prinsipnya dinilai berdasarkan harga pokoknya (bila lebih rendah dari harga pasar), namun management atau akuntan penyusun laporan itu dapat memilih atau menentukan harga pokok yang mana yang akan dipakai, apakah berdasarkan First in first out dimana barang yang masuk pertama dianggap sebagai yang dikeluarkan pertama atau Last in first out dimana barang yang masuk terakhir dianggap yang dikeiuarkan lebih dahulu atau dengan metode rata-rata.
TIPS
Mengelola keuangan merupakan hal yang paling vital dan paling penting dalam memulai atau merintis usaha. Karena keuangan yang tidak terkontrol dapat membuat seorang harus meutup usahanya karena keadaan tidak berjalan sesuai dengan rencana.
Sebesar apapun penghasilan anda, nggak peduli anda pegawai maupun pengusuha. Jika keuangan anda tidak terkontrol maka tidak akan menutup kemungkinan pengeluaran lebih besar dari pendapatan. Istilahnya Besar pasak dari pada tiang, Ujung-ujungnya menimbulkan hutang dan kebangkrutan.
Hal pertama yang paling penting dalam berwirausaha adalah
Bagaimana cara anda memasarkan produk anda sehingga dikenal di pasar atau masyarakat. ( MARKETING )
Buku kas sebagai manajemen keuangan. Manajemen keuangan memegang peranan utama dalam proses maju mundurnya sebuah bidang usaha.
Jangan berfikir bahwa manajemen keuangan itu merupakan sebuah ilmu akuntansi yang sulit dan ribet, tapi sebaliknya sebenarnya sangat mudah anda bisa memulainya dari hal yang paling sepele.
Sebagai contoh manajemen keuangan sederhana berikut ini bisa anda aplikasikan dalam bidang usaha anda, misalnya toko kelontong, counter pulsa, counter handphone, bengkel motor, jasa loundry, usaha cucian motor, usaha Printing/percetakan dan lain-lain.
Anda bisa memulai merintis usaha salah satunya dengan membuat buku kas sederhana,
langkah-langkah sebagai berikut :
Mencatat semua pemasukan. Siapkan pembukuan sederhana yang berfungsi sebagai catatan semua arus keuangan masuk dan keluar 
Buat daftar rincian penjualan. Buat kolom dengan nama kolom :
TANGGAL, NO, NAMA BARANG, JUMLAH, SATUAN, TOTAL. Catat setiap transaksi yang terjadi sesuai dengan nama kolom-kolom diatas 
Catat setiap pengeluaran. Ada kalanya anda harus membeli perlengkapan usaha, maupun tambahan barang dagangan anda, jika uang yang anda keluarkan berasal dari penghasilan toko, maka anda wajib mencatatnya pada buku diatas. Sebagai contoh : TANGGAL 22/05/13, NO 15, NAMA BARANG = Kulakan gula pasir, JUMLAH = 10, SATUAN = 12.000, TOTAL = (-) 120.000 
Rekap keuangan harian. Rekap data keuangan pribadi anda dengan cara menjumlahkan setiap transaksi pada kolom total, jangan lupa dikurangi pengeluaran yang ada atau tanda (-) minus. Catat pendapatan harian anda setelah dikurangi pengeluaran. Tambahkan dengan pendapatan kemarin, begitu seterusnya. 
Pisahkan dengan keuangan pribadi. Hal ini mungkin terdengar sangat sepele, tetapi akan sangat baik sekali jika anda tidak menggabungkan keuangan pribadi dan usaha anda, sehingga laporan keuangan tidak carut marut dan anda bisa mengetahui perkembangan usaha anda
Kita harus tetap berusaha dan berikhtiar, kesuksesan tidak akan datang dengan sendirinya tanpa kita berusaha, semua berawal dari kesulitan yang terselesaikan. Semoga sedikit tips manajemen keuangan sederhana ini bermanfaat bagi kita semua.
F. RUMUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG1. RUMUS HPP (Harga Pokok Penjualan)
HPP = Persediaan barang dagang awal + Pembelian bersih - Persediaan barang dagang akhir
Rinciannya ---> persediaan barang dagang awal + pembelian + biaya angkut - retur pembelian - persediaan barang dagang akhir - potongan pembelian
2. RUMUS PEMBELIAN BERSIH
pembelian + biaya angkut - retur pembelian - potongan pembelian
Persediaan Barang Dagang
HPP - barang yang tersedia untuk dijual
Barang yang Tersedia Untuk Dijual
persediaan barang dagang awal + pembelian + biaya angkut - retur pembelian
Laba Kotor
penjuala bersih - HPP
Laba Bersih 
laba kotor - beban beban + pendapatan bunga
Modal Akhir
modal akhir + laba - prive
Penjualan Bersih
penjuala - potongan penjualan - retur penjualan
Laba Bersih Sebelum Pajak
penjualan bersih - laba kotor
3. Rumus Menghitung Penjualan Bersih.
Penjualan dalam perusahaan dagang sebagai salah satu unsur dari pendapatan
perusahaan. Unsur-unsur dalam penjualan bersih terdiri dari:
- penjualan kotor;
- retur penjualan;
- potongan penjualan;
- penjualan bersih.
Untuk mencari penjualan besih adalah sebagai berikut:
Penjualan bersih = penjualan kotor – retur penjualan – potongan penjualan.
Contoh:
Diketahui penjualanRp. 25.000.000,-
Retur penjualanRp. 125.000,-
Potongan penjualanRp. 150.000,-
Hitunglah penjualan bersih!
Penjulan bersih
Rp. 25.000.000,- – Rp. 125.000,- – Rp. 150.000,- = Rp.24.725.000,-
4. Rumus Menghitung Pembelian Bersih.
Pembelian bersih = pembelian + biaya angkut pembelian – retur pembelian –
potongan pembelian.
Jadi untuk Menghitung ( HPP ) Harga Pokok Penjualan
HPP = Persediaan awal barang dagangan + pembelian bersih – persediaan akhir
HPP = Barang yang tersedia untuk dijual – persediaan akhir
Pembelian bersih = pembelian + biaya angkut pembelian – retur pembelian – potongan pembelian.
Persediaan awal …………………………………………………… .Rp. xxxxx
Pembelian barang dagang………… Rp. xxxxx
Biaya angkut pembelian ………… Rp. xxxxx
–––––––– +
Pembelian Bersih…………………….. Rp. xxxxx
persediaan akhir………………………. Rp. xxxxx
–––––––– -
Rp. xxxxx >>>> Rp. xxxxx
–––––––– +
HPP …………………………………………………………………Rp. xxxxxxxxx
Keterangan
Barang yang tersedia untuk dijual = Persediaan awal barang dagangan + pembelian bersih.
Pembelian bersih = Pembelian + biaya angkut pembelian – retur
pembelian – potongan pembelian.
Atau
Barang yang tersedia untuk dijual = Persediaan awal + pembelian + beban angkut Pembelian – retur pembelian – potongan pembelian.
Persediaan akhir barang yang tersedia (dikuasai) pada akhir periode akuntansi.
Untuk menghitung Harga Pokok Penjualan.
Perhatikan bagan di bawah ini.
Persediaan awal …………………………………………………… .Rp. xxxxx
Pembelian……………………… Rp. xxxxx
Biaya angkut pembelian Rp. xxxxx
–––––––– +
Pembelian Bersih………….. Rp. Xxxxx >>>>>>>> Rp. xxxxx
–––––––– +
HPP ………………………………………………………………………. Rp. Xxxxx
G. Perbedaan Akuntansi Perusahaan Dagang,
Manufaktur dan Jasa
Perbedaan Laporan KeuanganPerusahaan Dagang, Manufaktur dan Jasa.  Katika anda bertanya apakah sama antara Akutansi yang di terapkan pada perusahaan Dagang, Perusahaan Jasa dan Perusahaan Manufaktur (Produksi). Maka saya akan menjawab sama saja, akuntansi yang di terapkan kecuali hanya pada produk persediaan jenis bidang usaha tersebut.
Intinya pada produk itulah perusahaan itu berbeda, mari kita lihat :
Perusahaan dagang memperoleh produk persediaan dari supplier dalam bentuk bahan jadi untuk di jual kembali. Perusahaan ini hanya melakukan penjualan kembali dan mengambil selisih penjualan sebagai keuntungan usaha.
Perusahaan manufaktur memperoleh produk persediaan yang dibuat dari bahan mentah/baku menjadi bahan baku atau bahan jadi. Jadi tidak mutlak perusahaan jenis ini mengolah bahan baku menjadi bahan jadi tetapi bisa saja mengolah kembali memproduksi bahan baku untuk perusahaan lain.
Perusahaan Jasa tidak memiliki persediaan barang untuk di pasarkan. Tetapi produk mereka bersifat tidak wujud seperti perusahaan dagang atau manufaktur. Produk mereka terlihat berupa hasil jasa mereka.
Jadi untuk perbedaan system akuntansi mereka itu akan terlihat hanya pada bagian Persediaan dan pembelian saja.
1. Perusahaan dagang
Persediaan barang Dagangan
Pembelian
Ada Harga Pokok Produksi (HPP)
2. Perusahaan Manufaktur (Produksi)
Persediaan Bahan Baku
Persediaan Dalam Proses Produksi
Persediaan Bahan Pembantu
Persediaan Barang Jadi
Pembelian
Ada Harga Pokok Penjualan (HPP)
Ada Akuntansi Biaya
3. Perusahaan Jasa
Tidak Memiliki Persediaan
Pembelian langsung di masukkan dalam Peralatan atau perlengkapan
Tidak ada Harga Pokok Penjualan (HPP)
Dari gambaran di atas terlihat jelas sekali Perbedaan Akuntansi Perusahaan Dagang, Manufaktur dan Jasa.
Kemudian muncul kasus yang terkadang membuat orang bingung, misanya bagaimana dengan perusahaan servis kendaraan (Bengkel) yang juga menjual sperpart kendaraan.
Itu mudah saja, tinggal memasukkan apa yang menjadi bagian dari perusahaan dagang ke perusahaan jasa tersebut. Menggabungkan biaya yang timbul dan melakukan perhitungan Harga pokok penjualan. Dan untuk hasil dari jasa service memiliki pos terpisah sehingga dalam usaha tersebut ada 2 penghasilan yaitu hasil penjualan barang dan pendapatan jasa service.
Mudah-mudahan hal ini mudah untuk di mengerti, jika masih ada pertanyaan seputar Perbedaan Laporan Keuangan Perusahaan Dagang, Manufaktur dan Jasa, bisa ditanyakan melalu Dosen kita atau kepada yang ahlinya.
BAB III
CONTOH FORMAT-TABEL LAPORAN KEUANGAN
A. CONTOH TABEL LAPORAN KEUANGAN JASA ………………
LAPORAN NERACA
NERACA
SALON PT. APN
PER 31 DES 20
No PERKIRAAN SALDO   No PERKIRAAN SALDO
  KAS 169,880,000     UTANG USAHA 25,000,000
  PIUTANG SEWA TENDA 10,000,000        
  PERLENGKAPAN 6,350,000        
  INVENTARIS KANTOR 7,500,000     MODAL USAHA / AWAL PERIODE 200,000,000
  AKUMULASI PENYUSUTAN INVENTARIS KANTOR -250,000     LABA TAHUN BERJALAN 81,713,333
  PERALATAN SALON 40,000,000        
  AKUMULASI PENYUSUTAN PERALATAN SALON -600,000        
  PERALATAN TENDA 50,000,000      
  AKUMULASI PENYUSUTAN PERALATAN TENDA -750,000        
  SEWA GEDUNG DIBAYAR DIMUKA 24,583,333        
      +      
  JUMLAH 306,713,333       306,713,333
             
2. LAPORAN RUGI / LABA
RUGI / LABA
SALON PT. APN
PER 31 DES 2013
No.AK PERKIRAAN JUMLAH JUMLAH
  PENDAPATAN RIAS 79,850,000  
  PENDAPATAN SEWA TENDA 28,500,000 +
    >>> 108,350,000
  BEBAN GAJI KARYAWAN 7,500,000  
  BEBAN PERLENGKAPAN 1,150,000  
  BEBAN PENYUSUTAN INVENTARIS KANTOR 750,000  
  BEBAN PENYUSUTAN PERALATAN SALON 600,000  
  BEBAN PENYUSUTAN TENDA 250,000  
  BEBAN LISTRIK 416,666  
  BEBAN AIR 1,520,000  
  BEBAN TELEPHON 650,000  
  BEBAN PEMELIHARAAN PERALATAN SALON 300,000  
  BEBAN PEMELIHARAAN PERALATAN TENDA 500,000  
  BEBAN PEMELIHARAAN GEDUNG 500,000  
  BEBAN ANGKUT TENDA 1,500,000  
  BEBAN LAIN-LAIN 5,000,000 +
  TOTAL JUMLAH BEBAN >>> 26,636,667
  LABA USAHA PER 31 DES 2013   81,713,333
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
LAPORAN PERUBAHAN MODAL SALON PT. APN PER 31 DES 20 No.AK PERKIRAAN JUMLAH JUMLAH   MODAL AWAL PERIODE   200,000,000           RUGI / LABA ……………………………. 81,713,333     PRIVE ……………………………………… 0 +     >>> 81,713,333 +
  MODAL AKHIR PERIODE / AKTIVA   281,713,333         B. CONTOH TABEL LAPORAN KEUANGAN DAGANG …………
LAPORAN NERACA
NERACA
PT. APN
PER 31 DES 20
No.AK PERKIRAAN SALDO   No.AK PERKIRAAN SALDO
  KAS XXX     UTANG DAGANG XXX
  KAS BANK MANDIRI XXX     UTANG BANK XXX
  KAS BANK BCA XXX        
  PIUTANG XXX     MODAL XXX
  PERSEDIAAN BARANG XXX     LABA TAHUN BERJALAN XXX
  KENDARAAN XXX        
  GEDUNG XXX        
  TANANH XXX +      
    XXXXXXX       XXXXXXX
LAPORAN RUGI / LABA
RUGI / LABA
PT. APN
PER 31 DES 20
No.AK PERKIRAAN JUMLAH JUMLAH
  PENDAPATAN   xxxxx
       
  PEMBELIAN xxxxx  
  RETUR PEMBELIAN xxxxx  
  ONGKOS PEMBELIAN xxxxx  
  BIAYA GAJI KARYAWAN xxxxx  
  BIAYA LISTRIK xxxxx  
  BIAYA AIR xxxxx  
  BIAYA TELEPHON xxxxx  
  BIAYA TRANSPORT xxxxx  
  BIAYA LAIN-LAIN xxxxx +
  JUMLAH BIAYA >>> xxxxx
  RUGI/LABA   xxxxx
PERUBAHAN MODAL
LAPORAN PERUBAHAN MODAL PT. APN PER 31 DES 20 No.AK PERKIRAAN JUMLAH JUMLAH   MODAL AWAL PERIODE   xxxxx           RUGI / LABA xxxxx     PRIVE xxxxx +     >>> xxxxx +
  MODAL AKHIR PERIODE   xxxxx         C. CONTOH TABEL LAPORAN KEUANGAN MANUFAKTURE …
LAPORAN NERACA
PT. APN
LAPORAN NERACA
Per. 31 Desember 2013
    AKTIVA 31-Dec-12
I   Komersial
1 Aktiva Lancar 0.00
1 Kas - Idr 0.00
2 Kas - Usd 0.00
3 WOORI BANK IDR 0.00
4 BANK CENTRAL ASIA IDR - BUKITDURI 0.00
5 BANK CENTRAL ASIA IDR - PS MINGGU 0.00
5 BANK WOORI USD 0.00
5 BANK MANDIRI 0.00
6 Piutang Usaha 0.00
7 Deposito Berjangka 0.00
2 Persediaan 0.00
1 Barang Dagangan 0.00
2 Barang Dalam Proses 0.00
3 Bahan Baku 0.00
4 Barang Dalam Perjalanan 0.00
3 Aktiva Lancar Lainnya 0.00
1 Pembayaran di muka 0.00
2 Asuransi Dibayar Dimuka 0.00
3 Sewa Dibayar Dimuka 0.00
4 Pinjaman Dinas 0.00
5 Pinjaman Pribadi 0.00
6 PPN Pembelian 0.00
7 Pajak dibayar dimuka 0.00
8 Jaminan Simpanan 0.00
4 Aktiva Tetap 0.00
1 Bangunan Lainnya 0.00
2 Mesin-mesin 0.00
3 Peralatan & Perabot Pabrik 0.00
4 Peralatan & Perabot Kantor 0.00
5 Kendaraan 0.00
6 Akumulasi Penyusutan 0.00
5 Aktiva Ditangguhkan 0.00
1 Biaya Pendirian 0.00
2 Akumulasi Depresiasi 0.00
0.00
    TOTAL AKTIVA 0.00
II PASIVA 0.00
1 Passiva Lancar 0.00
1 Hutang Usaha Lokal 0.00
2 Hutang Usaha Import 0.00
3 Hutang Ymh Dibayar 0.00
4 Hutang Pajak 0.00
5 PPN Keluaran 0.00
6 Pendapatan Diterima Dimuka 0.00
7 Simpanan Sementara 0.00
2 Hutang Jangka Panjang 0.00
1 Pinjaman Group Jangka Panjang 0.00
3 Kekayaan Pemegang Saham 0.00
1 Modal Persero ($.175.000 x 9145) 0.00
2 Laba Ditahan 0.00
3 Laba Tahun Berjalan 0.00
    TOTAL PASIVA 0.00
2. LAPORAN RUGI/LABA
PT. APN
LAPORAN RUGI / LABA
Per. 31 Desember 2013
No.   Keterangan 31-Dec-08
  Komersial
1 Penjualan 0.00
1 Penjualan 0.00
2 Return Penjualan 0.00
2 Harga Pokok Penjualan 0.00
Persediaan Awal 0.00
Pembelian 0.00
Jumlah 0.00
Persediaan Akhir 0.00
3 Laba Bruto Total 0.00
4 Biaya Tenaga Kerja 0.00
1 Gaji Karyawan 0.00
2 Bonus Karyawan 0.00
3 Pesangon 0.00
4 Tunjangan -Makan 0.00
5 Tunjangan -Kesehatan 0.00
6 Tunjangan -Pajak 0.00
5 Tunjangan Pph 21 0.00
6 Jamsostek Perusahaan 0.00
5 Biaya Penjualan & Adm. Umum 0.00
1 Biaya Listrik & Air 0.00
2 Biaya Bahan Bakar 0.00
2 Biaya Pengangkutan 0.00
3 Biaya Sewa 0.00
4 Biaya Pemeliharaan & Perbaikan 0.00
5 Biaya Pemakaian Kantor 0.00
6 Biaya Penyusutan 0.00
7 Biaya Asuransi 0.00
8 Biaya Perjalanan 0.00
9 Biaya Kendaraan 0.00
10 Biaya Pemeliharaan Kendaraan 0.00
11 Biaya Perhubungan 0.00
12 Biaya Bea & Pajak Lainnya 0.00
13 Biaya Pelayanan 0.00
14 Biaya Contoh 0.00
15 Biaya Pajak & BM Export 0.00
14 Biaya Iklan 0.00
15 Biaya E.M.K.L. 0.00
16 Biaya Administrasi 0.00
16 Biaya Administrasi Bank 0.00
17 Biaya Perijinan 0.00
18 Biaya Lain-lain 0.00
19 Biaya Mess 0.00
20 Biaya Jasa Profesional 0.00
6 Laba (Rugi) Operasi 0.00
7 Penghasilan diluar Usaha 0.00
1 Pendapatan Bunga Bank 0.00
2 Keuntungan Kurs Tukar Valas 0.00
3 Keuntungan Penjualan Aktiva 0.00
4 Pendapatan Lain-lain 0.00
8 Pengeluaran diluar Usaha 0.00
1 Beban Bunga 0.00
2 Kerugian Kurs Tukar Valas 0.00
3 Klaim 0.00
3 Sumbangan 0.00
4 Amortisasi Aktiva Ditangguhkan 0.00
5 Kerugian Lain-lain 0.00
9 Laba (Rugi) Sebelum Pajak 0.00
1 Taksiran Pajak Penghasilan 0.00
10 Laba (Rugi) Setelah Pajak 0.00
BAB IV
CONTOH LAPORAN KEUANGAN
A. CONTOH LAPORAN KEUANGAN SEDEHANA.
1. LAPORAN KEUANGAN RUGI/LABA YANG SEDERHANA
TOKO ANGKASA
RUGI / LABA
PER 31 DESEMBER 2013
NO   KETERANGAN 31 DES 2012 31 DES 2013
I   AKTIVA    
  1 Pendapatan Jasa   120,000,000
  2 Pendapatan Lain-lain   50,000,000
    JUMLAH PENDAPATAN   170,000,000
         
II   PASIVA ( BEBAN USAHA )    
  1 Beban Gaji 11,500,000  
  2 Beban Perjalanan kampas 950,000  
  3 Beban Iklan 300,000  
  4 Beban Telepon 450,000  
  5 Beban Listrik dan air 1,200,000  
  6 Beban Perlengkapan Toko 300,000  
  7 Beban Sewa Toko 24,000,000  
  8 Beban Penyusutan peralatan toko 500,000  
  9 Beban Lain-lain 1,000,000 - 
    Jumlah Beban Usaha 40,200,000  
        40,200,000
    LABA / RUGI   129,800,000
PERUBAHAN MODAL PT. APN PER 31 DES 2013 No.AK PERKIRAAN JUMLAH JUMLAH   MODAL AWAL PERIODE   1,000,000,000           RUGI / LABA ……………………………. 129,800,000     PRIVE ……………………………………… 20,000,000 -     >>> 109,800,000 +
  MODAL AKHIR PERIODE / AKTIVA   1,109,800,000 B. LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN JASA
1. LAPORAN - NERACA
NERACA SALON PT. APN PER 31 DES 20 No PERKIRAAN SALDO   No PERKIRAAN SALDO   KAS 169,880,000     UTANG USAHA 25,000,000   PIUTANG SEWA TENDA 10,000,000           PERLENGKAPAN 6,350,000     MODAL AWAL PERIODE 200,000,000   INVENTARIS KANTOR 7,500,000     LABA TAHUN BERJALAN 81,713,333   AKUMULASI PENYUSUTAN INVENTARIS KANTOR -250,000           PERALATAN SALON 40,000,000           AKUMULASI PENYUSUTAN PERALATAN SALON -600,000           PERALATAN TENDA 50,000,000         AKUMULASI PENYUSUTAN PERALATAN TENDA -750,000           SEWA GEDUNG DIBAYAR DIMUKA 24,583,333               +       +
  JUMLAH 306,713,333       306,713,333 2. LAPORAN - RUGI / LABA
RUGI / LABA
SALON PT. APN
PER 31 DES 2013
No.AK PERKIRAAN JUMLAH JUMLAH
  PENDAPATAN RIAS 79,850,000  
  PENDAPATAN SEWA TENDA 28,500,000 +
    >>> 108,350,000
  BEBAN GAJI KARYAWAN 7,500,000  
  BEBAN PERLENGKAPAN 1,150,000  
  BEBAN PENYUSUTAN INVENTARIS KANTOR 750,000  
  BEBAN PENYUSUTAN PERALATAN SALON 600,000  
  BEBAN PENYUSUTAN TENDA 250,000  
  BEBAN LISTRIK 416,666  
  BEBAN AIR 1,520,000  
  BEBAN TELEPHON 650,000  
  BEBAN PEMELIHARAAN PERALATAN SALON 300,000  
  BEBAN PEMELIHARAAN PERALATAN TENDA 500,000  
  BEBAN PEMELIHARAAN GEDUNG 500,000  
  BEBAN ANGKUT TENDA 1,500,000  
  BEBAN LAIN-LAIN 5,000,000 +
  TOTAL JUMLAH BEBAN >>> 26,636,667
  LABA USAHA PER 31 DES 2013   81,713,333
3. LAPORAN - PERUBAHAN MODAL
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
SALON PT. APN
PER 31 DES 20
No.AK PERKIRAAN JUMLAH JUMLAH
  MODAL AWAL PERIODE   200,000,000
       
  RUGI / LABA ……………………………. 81,713,333  
  PRIVE ……………………………………… 0 -
    >>> 81,713,333
  MODAL AKHIR PERIODE / AKTIVA   281,713,333
       
C. LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAGANG
1. LAPORAN - NERACA

Laporan - Rugi / Laba

Laporan Perubahan Modal Perusahaan Dagang

Dari laporan keuangan di atas di peroleh informasi yang jelas tentang Posisi keuangan, Rugi Laba dan Total Biaya serta modal. Namun saya mengganti laporan Perubahan Modal Menjadi Laporan Perubahan Rugi Laba karena laporan ini bersifat bulanan. Laporan ini untuk pemakaian ekternal saya sebagai pengelola keuangan. Tampilannya sebagai berikut.
LAPORAN - ARUS KAS

Laporan Perubahan Modal dari Laporan Perubahan Rugi Laba
Sehingga pada saat Penutupan (Jurnal Penutup) maka transaksi Jurnal untuk menutup Rugi Laba Adalah :
(D) Rugi Laba Lalu Berjalan Rp. 136.470.000
(K) Rugi Laba Bulan Lalu Rp. 136.470.000
Sehingga perkiraan / akun modal tidak terjadi perubahan namun neraca akhir bulan akan tampil seperti berikut :
LAPORAN – NERACA AKHIR.

Neraca Akhir Perusahaan Dagang
Barulah pada saat akhir tahun 31 Desember, Rugi Laba akan di tutup dengan jurnal :
(D) Rugi Laba Bulan Lalu
(K) Modal Usaha
Mudah-mudahan artikel Laporan Keuangan Neraca, Rugi Laba dan Perubahan Modal Perusahaan Dagang ini bisa di mengerti dan jika ada yang kurang jelas silahkan untuk di tanyakan. Secara Lengkap akan kami sajikan dalam artikel Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
D. LAPORAN KEUANGAN MANUFAKTURE
1. LAPORAN - NERACA
PT. APN
Laporan Rugi / Laba
Per. 31 Desember 2013
    AKTIVA 31-Dec-2013
I   1 Aktiva Lancar 130,043,698.27
1 Kas - Idr 21,277,222.00
2 Kas - Usd 0.00
3 WOORI BANK IDR 1,000,000.00
4 BANK CENTRAL ASIA IDR - BUKITDURI 456,271.27
5 BANK CENTRAL ASIA IDR - PS MINGGU 19,120,000.00
5 BANK WOORI USD 88,190,205.00
5 BANK MANDIRI 0.00
6 Piutang Usaha 0.00
7 Deposito Berjangka 0.00
2 Persediaan 6,278,255,569.00
1 Barang Dagangan 6,278,255,569.00
2 Barang Dalam Proses 0.00
3 Bahan Baku 0.00
4 Barang Dalam Perjalanan 0.00
3 Aktiva Lancar Lainnya 164,981,750.00
1 Pembayaran di muka 162,429,500.00
2 Asuransi Dibayar Dimuka 2,452,250.00
3 Sewa Dibayar Dimuka 0.00
4 Pinjaman Dinas 0.00
5 Pinjaman Pribadi 100,000.00
6 PPN Pembelian 0.00
7 Pajak dibayar dimuka 0.00
8 Jaminan Simpanan 0.00
4 Aktiva Tetap 662,090,241.67
1 Bangunan Lainnya 0.00
2 Mesin-mesin 0.00
3 Peralatan & Perabot Pabrik 0.00
4 Peralatan & Perabot Kantor 872,870,900.00
5 Kendaraan 0.00
6 Akumulasi Penyusutan -210,780,658.33
5 Aktiva Ditangguhkan 0.00
1 Biaya Pendirian 0.00
2 Akumulasi Depresiasi 0.00
    TOTAL AKTIVA 7,235,371,258.94
II PASIVA 1 Passiva Lancar 7,360,264,901.60
1 Hutang Usaha Lokal 0.00
2 Hutang Usaha Import 7,359,289,907.60
3 Hutang Ymh Dibayar 0.00
4 Hutang Pajak 974,994.00
5 PPN Keluaran 0.00
6 Pendapatan Diterima Dimuka 0.00
7 Simpanan Sementara 0.00
2 Hutang Jangka Panjang 0.00
1 Pinjaman Group Jangka Panjang 0.00
3 Kekayaan Pemegang Saham -124,893,642.66
1 Modal Persero ($.175.000 x 9145) 1,600,375,000.00
2 Laba Ditahan -156,042,390.60
3 Laba Tahun Berjalan -1,569,226,252.06
    TOTAL PASIVA 7,235,371,258.94
2. LAPORAN - RUGI / LABA
PT. APN
Laporan Rugi / Laba
Per. 31 Desember 2013
      No.   Keterangan 31-Dec-08
      Komersial
1 Penjualan 0.00
1 Penjualan 0.00
2 Return Penjualan 0.00
2 Harga Pokok Penjualan 0.00
Persediaan Awal 505,436,096.00
Pembelian 5,772,819,473.00
Jumlah 6,278,255,569.00
Persediaan Akhir 6,278,255,569.00
3 Laba Bruto Total 0.00
4 Biaya Tenaga Kerja 530,772,000.00
1 Gaji Karyawan 530,772,000.00
2 Bonus Karyawan 0.00
3 Pesangon 0.00
4 Tunjangan -Makan 0.00
5 Tunjangan -Kesehatan 0.00
6 Tunjangan -Pajak 0.00
5 Tunjangan Pph 21 0.00
6 Jamsostek Perusahaan 0.00
5 Biaya Penjualan & Adm. Umum 831,912,708.26
1 Biaya Listrik & Air 73,779,095.00
2 Biaya Bahan Bakar 0.00
2 Biaya Pengangkutan 373,258,746.60
3 Biaya Sewa 0.00
4 Biaya Pemeliharaan & Perbaikan 45,220,250.00
5 Biaya Pemakaian Kantor 18,135,840.00
6 Biaya Penyusutan 210,780,658.33
7 Biaya Asuransi 2,452,250.00
8 Biaya Perjalanan 0.00
9 Biaya Kendaraan 6,244,150.00
10 Biaya Pemeliharaan Kendaraan 5,195,050.00
11 Biaya Perhubungan 13,912,367.00
12 Biaya Bea & Pajak Lainnya 0.00
13 Biaya Pelayanan 0.00
14 Biaya Contoh 0.00
15 Biaya Pajak & BM Export 0.00
14 Biaya Iklan 0.00
15 Biaya E.M.K.L. 68,183,559.77
16 Biaya Administrasi 0.00
16 Biaya Administrasi Bank 14,750,741.56
17 Biaya Perijinan 0.00
18 Biaya Lain-lain 0.00
19 Biaya Mess 0.00
20 Biaya Jasa Profesional 0.00
6 Laba (Rugi) Operasi -1,362,684,708.26
7 Penghasilan diluar Usaha 49,201,923.21
1 Pendapatan Bunga Bank 1,555,494.00
2 Keuntungan Kurs Tukar Valas 47,646,429.21
3 Keuntungan Penjualan Aktiva 0.00
4 Pendapatan Lain-lain 0.00
8 Pengeluaran diluar Usaha 255,743,467.01
1 Beban Bunga 0.00
2 Kerugian Kurs Tukar Valas 247,883,467.01
3 Klaim 0.00
3 Sumbangan 7,860,000.00
4 Amortisasi Aktiva Ditangguhkan 0.00
5 Kerugian Lain-lain 0.00
9 Laba (Rugi) Sebelum Pajak -1,569,226,252.06
1 Taksiran Pajak Penghasilan 0.00
10 Laba (Rugi) Setelah Pajak -1,569,226,252.06
7. KESIMPULAN
Dari modul ini bias kita lihat, bahwa akuntansi merupakan kegiatan yang kompleks, menyangkut berbagai macam kegiatan, sehingga pada dasarnya akuntansi kita harus memahami yaitu :
A. prinsip-prinsip dasar akuntansi misalnya :
Apa itu aktiva
Apa itu pasiva
Apa itu neraca
Apa itu laporan keuangan
Apa itu laba / rugi
Apa itu perubahan modal
Dll.
B. Konsep Laporan keuangan yaitu :
NERACA = M + P + U
LABA / RUGI = PENDAPATAN – BEBAN
PEUBAHAN MODAL = MODAL AWAL + HASIL RUGI/LABA
C. Beda laporan keuangan dengan pelaporan keuangan
Laporan keuangan adalah
Catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan.
Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan:
"Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga" 
Pelaporan Keuangan yaitu :
meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyediaan dan peyampaian informasi keuangan. Aspek-aspek tersebut antara lain lembaga yang terlibat (misalnya penyusunan standar, badan pengawas dari pemerintah atau pasar modal, organisasi profesi, dan entitas pelapor), peraturan yang berlaku termasuk PABU (prinsip akuntansi berterima umum atau generally accepted accounting principles/GAAP). Laporan keuangan hanyalah salah satu medium dalam penyampaian informasi.
D. Langkah membuat Laporan Keuangan :
Mengidentifikasikan data mana yang berkaitan atau relevan dengan keputusan yang akan diambil;
Memroses atau menganalisis data yang relevan;
Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.
GAMBAR 7:1 Langkah membuat Laporan keuangan

Untuk membuat Laporan Keuangan dalam perusahaan jasa, terdapat delapan langkah Siklus Akuntansi. dimana kedelapan langkah siklus akuntansi tersebut antara lain :
Transaksi keuangan
Mencatat segala transaksi keuangan, berdasarkan bukti asli transaksi, dalam satu periode akuntansi
Membuat Jurnal Umum berdasarkan catatan no.2
Membuat Buku Besar
Membuat Jurnal Penyesuaian / Neraca Lajur
Membuat Laporan Keuangan: Laporan Laba rugi, Neraca, dan Leporan Perubahan Modal
Membuat Jurnal Penutup
Membuat Neraca Saldo setelah penutupan
Dari definisi di atas, secara sederhana kita dapat menjelaskan bahwa akuntansi dapat menghasilkan informasi yang digunakan manajer untuk menjalankan operasi perusahaan. Akuntansi juga memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahui kinerja keuangan dan kondisi perusahaan.
Dengan demikian, secara umum, akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi keuangan yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.
Sebagai suatu sistem informasi keuangan, akuntansi merupakan sebuah proses dari 3 (tiga) aktivitas, yaitu pengidentifikasian, pencatatan dan komunikasi kejadian-kejadian ekonomis suatu perusahaan yang menghasilkan informasi bagi penggunanya/user dalam suatu perusahaan.
SEKIAN
TERIMAKASIH
PENULIS MENERIMA KRITIKAN DAN SARAN YANG MEMBANGUN
BATAM, 24 Maret 2014
 
ZARMI MAZRIDANTO
NIM : 13020030
8. DAFTAR PUSTAKA
http://zarmiakuntan.blogspot.comwww.slideshare.net/zarmicc/devinisi-akuntansiModul akuntansi Ibu Sunarsih
http://www.pdffactory.com  http://.wikipedia.org/wiki/Laporan_keuanganwww.akuntansiitumudah.com/archive/Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
Daftar Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Indonesia
Manfaat Laporan Keuanganaccounting1st.wordpress.com
http://jurnal-sdm.blogspot.comhttp://www.ilmu-ekonomi.com
http://akuntansi-id.comhttp://www.lintasberita.com/
http://ofick19.blogspot.comhttp://3.bp.blogspot.comhttp://rgpnd.blogspot.comhttp://jurnalakuntansikeuangan.comhttp://:ilmuakuntansi.comhttp://parahita.wordpress.com/


Download LAPORAN KEUANGAN LENGKAP.docx

Download Now



Terimakasih telah membaca LAPORAN KEUANGAN LENGKAP. Gunakan kotak pencarian untuk mencari artikel yang ingin anda cari.
Semoga bermanfaat


Tinggalkan Komentar
EmoticonEmoticon